32.4 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 845

Pertalite Kosong di SPBU Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) 34-16603 Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor mengalami kekosongan bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite. 

Dari pantauan pada Senin (8/08) pagi, SPBU di Leuwiliang itu tutup. Pengawas SPBU 34-16603 Leuwiliang Asep mengatakan, kondisi ini akibat pengiriman BBM mengalami keterlambatan.

“Sudah sepekan ini. Padahal kita sudah pesan jauh-jauh hari tapi kondisinya sering terlambat, dan di SPBU ini sudah hampir dua hari gak jual pertalite,” kata dia kepada wartawan.

Asep mengatakan, akibat kondisi itu berdampak pada konsumen. “Banyak yang balik lagi kaya tadi pengendara sepeda motor mogok nyari pertalite gak dapat kasihan kan,” ungkapnya.

Selaku pengawas, Asep mengaku sudah mengkonfirmasi alasan keterlambatan pengiriman ke pihak depo Pertamina. Namun belum ada jawaban lebih lanjut alasan keterlambatan itu.

“Kita sudah konfirmasi tapi gak tahu alasan telat ini kondisinya sudah konfirmasi tapi gak tahu kenapa,” ujarnya.

Asep berharap, kondisi ini cepat teratasi mengingat masyarakat pengguna roda dua apalagi sopir angkot sangat membutuhkan pertalite.

“Kalau di sini banyak yang cari apalagi sopir angkot di sini kan dekat pasar dan terminal mereka kasihan kalau di sini kosong harus mencari ke SPBU lain,” paparnya.

Sementara salah satu sopir angkutan umum Jurusan Leuwiliang-Bogor Irfan mengaku keberatan dengan kelangkaan pertalite saat ini.

“Jika beralih ke Pertamax itu mahal gak sesuai dengan pendapatan apalagi sekarang yang naik angkot jarang,” katanya.

Tidak hanya itu Adam pengguna kendaraan roda dua harus mencari jauh lantaran saat mengisi ke SPBU Leuwiliang kendaraan mati mesin kehabisan bensin. Namun setibanya di SPBU itu bahan bakar jenis pertalite bahkan petamax kosong.

“Tadi lumayan cari ke eceran juga gak ada ya kalau bisa mah jangan sampe langka gini kasihan masyarakat kecil,” tukasnya.

** Andres

CV Fath Risky Keluar dari Spek Pekerjaan

0

Gunakan Batu Bronjos dalam Pembuatan TPT

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Peningkatan jalan Sirnarasa-Bantarkuning, Kecamatan Tanjungsari yang menelan biaya sebesar Rp.1.934.000.000,00 yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor diduga asal jadi. Pasalnya bahan material yang digunakan tidak sesuai spesifikasi.

Proyek pengerjaan jalan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor yang dikerjakan oleh CV Fath Risky dengan Konsultan Pengawas PT.Bina Index Consult di Kampung Cirejag Cibereum, Desa Buanajaya, Kecamatan Tanjungsari,Kabupaten Bogor, diduga menyalahi spek diantaranya dalam  penggunaan batu belah dalam pemasangan TPT.

UPT Peningkatan Jalan dan Jembatan wilayah Jonggol, Sunarip membenarkan penggunaan batu brondos atau bronjol itu sudah menyalahi spek, mengingat untuk TPT seharusnya menggunakan batu belah.

“Begitu pun untuk pemasangannya, harusnya adukan dahulu yang masuk dalam pamasangan pondasi bukan sebaliknya,” ujar Sunarip kepada Jurnal Bogor via WhatsApp, Senin (8/8).

“Saya akan pertanyakan pada Pak Aji sebagai pengamat di pekerjaan jalan tersebut, dan saya akan kroscek lapangan untuk memberikan teguran kepada konsultan agar lebih diperketat lagi pengawasannya. Ini kinerja konsultan, jika ada hal seperti ini harusnya dia bisa menghentikan pekerjaan atau meminta pihak kontraktor untuk mengganti jenis batu yang sesuai spek, saya pastikan akan saya tegur ” tegasnya lagi.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Kabupaten (DPK) Bogor Lembaga Pemerhati Nasional Indonesia Membangun (LP-Nasdem) Angga Dita Erlangga, masalah ini karena kurangnya transparansi dari pihak pemenang tender lelang hingga diduga pengerjaannya asal-asalan.

“Seperti batu yang digunakan batu bronjol yang seharusnya menggunakan batu belah dan semen pun mereknya Garuda seharusnya Tiga Roda,” ucap Angga kepada Jurnal Bogor, Minggu (7/8).

Lebih tegas Angga Dita Erlangga mempertanyakan pihak dari monitoring PUPR dan konsultan pengawas tidak bertindak sesuai SOP ketika ada pelanggaran di lapangan.

“Terbukti ada oknum yang menjual batu galian badan jalan tersebut, saat saya mempertanyakan kepada Kepala Desa Buanajaya ia pun mengakui menggunakan batu tersebut, saya sangat kecewa dengan pihak terkait yang mengabaikan tanggung jawab,” jelasnya.

Ia pun sudah menanyakan kepada Aji yang merupakan Pengamat UPT Jalan dan Jembatan Jonggol terkait ketidaksesuaian pengerjaan di lapangan, dan dia hanya menjawab akan dilakukan pemotongan pembayaran dari anggaran yang tertuang di RAB.

“Yang paling mencengangkan Aji mengatakan sudah biasa hal itu terjadi dan selalu dipotong hingga 90 persen dari keterangan tersebut saya mempertanyakan dikemanakan anggaran pemotongan tersebut,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Kampung Sawah Kampiun Pordes 2022

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor tampil menjadi kampiun Pekan Olahraga Desa (Pordes) 2022. Pada partai puncak yang digelar di Stadion Mini Rumpin, Minggu (7/8), Kampung Sawah mengalahkan Desa Cidokom melalui adu penalti dengan skor 4-3.

Ketua Panitia Pordes Juli Sanafi mengatakan, Cidokom dan Kampung Sawah masuk final dari 14 desa se-Kecamatan Rumpin yang turun di Pordes. Dengan demikian, Kampung Sawah memboyong Piala KOK Rumpin.

“Keduanya imbang hingga harus adu penalti,” ujar Bang JS sapaan akrabnya, Senin (8/8).

Bang JS menuturkan, para pemain dari mulai tingkat desa, panitia sudah melakukan tahap screening terhitung dari 26 Juli 2022. Pemain yang turun bervariasi mulai kelahiran 2002 hingga kelahiran 2027.

“Alhamdulilah acara ini berjalan lancar. Animo masyarakat Rumpin juga cukup tinggi, karena gelaran Pordes ini sudah lama vakum,” terang JS.

Sementara Ketua Kordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Rumpin, Yaya Sunarya menjelaskan, gelaran Pekan Olah Raga Desa (Pordes) tingkat kecamatan ini untuk mencari bibit baru. Hal ini, untuk persiapan Piala Bupati yang akan datang.

“Pordes ini ajang pencarian bibit, jadi allhamdulilah semua masyarakat mendukung dengan adanya Piala KOK Rumpin ini,” ucap Yaya Sunarya.

Yaya mengaku, kedepan pihaknya akan melakulan gelaran Piala KOK Rumpin lagi. Acara ini juga sekaligus menyemarakan peringatan HUT RI ke-77 yang tinggal hitungan hari lagi.

“Insya Allah kita gelar lagi tahun depan dimana gelaran ini akan dilakukan setiap bulan Agustus,” pungkasnya.

** Andres 

Marbot Mart Masjid Al Huda Pasir Mulya Pikat Jamaah

0

Bogor | Jurnal Bogor

Marbot Mart gerai 41 di Masjid Al Huda  di Jalan RE. Abdullah Nomor 62 RT 03 RW 05 Kelurahan Pasir Mulya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, telah memikat hati para jamaah yang berkunjung ke masjid tersebut. Seorang marbot di Marbot Mart gerai 41 Sudadi menjelaskan, Marbot Mart Masjid Al Huda menjual barang-barang berupa makanan dan minuman yang aman dan halal dikonsumsi oleh semua kalangan.

“Alhamdulillah sejak ada Marbot Mart, kami para marbot jadi tambah kesibukannya dan juga  bertambah penghasilan,” ujar Pak Sudadi yang telah mengabdi sebagai marbot di Masjid Al Huda kurang lebih 15 tahun.

“Selain saya, di Marbot Mart ini ada juga petugas lainnya yang bertugas diantaranya Pak Karna, Pak Ade dan Pak Iwan. Kami bekerjasama demi kebersihan dan keamanan Masjid Al Huda serta kenyamanan jamaah yang akan melaksanakan ibadah,” jelasnya lagi.

Dia bersyukur sejak adanya Marbot Mart, masjid semakin makmur dan ramai  orang yang singgah untuk melaksanakan ibadah atau hanya sekedar mampir karena kehausan.

Adapun modal untuk belanja barang-barang yang dijual di  Marbot Mart ini berasal dari Kapolresta Bogor Kota yang diserahkan kepada marbot untuk dikelola dengan penuh tanggungjawab. Semua barang inventaris milik Marbot Mart dicatat dengan rapi oleh marbot, diantaranya perlengkapan dapur, televisi, dan dispenser.

Selain itu keluar masuk barang yang dibeli dan dijual di Marbot Mart dicatat harga-harga dan jumlahnya untuk memudahkan pada saat ada pemeriksaan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak Polresta Bogor Kota.

Sementara Marbot Mart gerai 41 di Masjid Al Huda sendiri diluncurkan Polisi Sahabat Marbot pada Jumat, 1 Juli 2022 bertepatan dengan Hari Bhayangkara. Adanya Marbot Mart di setiap masjid di seluruh wilayah Kota Bogor diharapkan dapat  mendorong semua lapisan masyarakat agar selalu  bergandeng tangan untuk  memakmurkan masjid, serta membantu menumbuhkan ekonomi kreatif di Marbot Mart, guna menambah penghasilan para marbot yang telah mengabdi dengan tugas mulyanya demi kebersihan dan kenyamanan lingkungan khususnya di Masjid Al Huda.

**MWS/mg-unpk

Camat Cileungsi Minta Pol PP Segel dan Tutup Distributor Miras 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Meski berulang kali Satpol PP Kabupaten Bogor melakukan razia minuman keras (miras) di Metland Cileungsi, namun tak membuat pedagang kapok. Hal ini terbukti berdasarkan informasi yang dihimpun bahwa banyak agen miras yang mempunyai izin agen atau distributor malah menjual miras secara eceran.

Warga Cileungsi Amin (45) mengatakan, Satpol PP sebenarnya berulang kali melakukan razia, namun masih seolah hanya mengugurkan kewajiban saja.

“Berulang kali razia tapi tak mampu mempersempit ruang gerak penjual miras malah makin merajalela,” katanya.

Menurutnya, setiap kali razia Satpol PP tidak pernah melakukan penyegelan atau penutupan pada toko penjual miras, padahal sudah jelas melanggar peraturan daerah (Perda).

“Tiap kali razia gak ada agen miras yang disegel atau ditutup, padahal agen miras itu sudah jelas melanggar Perda, jual miras eceran, dengan dalih punya izin dari pusat padahal izin lingkungan belum tentu ada,” jelas Amin.

Terpisah, Camat Cileungsi Adhi Nugraha menuturkan, terkait maraknya miras yang beredar di wilayah Cileungsi dan para agen miras mengaku punya izin dari pusat sebagai distributor, tapi menjual mirasnya secara eceran yang mana hal ini dapat berpotensi meningkatkan angka kriminalitas dan merusak anak bangsa.

“Perizinan saat ini memang sudah berubah paradigmanya, dimana perizinan diberikan dengan cepat dan secara online untuk memberikan kemudahan berusaha bagi para pelaku usaha, tapi seharusnya aspek sosial kemasyarakatan juga diperhatikan. Masyarakat setempat setuju atau tidak, agar tidak menimbulkan dampak di tengah masyarakat ke depannya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor , Senin (8/8).

Menurut Adhi, pengusaha agen miras seharusnya taat aturan sesuai izin yang diberikan dengan tidak menjual miras secara eceran terlebih yang tidak punya izin tidak boleh menjual miras.

“Pelaku usaha juga harus taat aturan dan melakukan kegiatan usahanya sesuai izin yang diberikan, apakah sebagai agen atau distributor atau sebagai penjual eceran. Apalagi kalo tidak berizin maka tidak boleh sama sekali berjualan,”tuturnya

Menurutnya, tinggal nanti dicek ada izinnya atau tidak. Walaupun perizinannya ada sebagian di pemerintah pusat, dia berharap pemerintah memperhatikan kearifan lokal pada masyarakat Kabupaten Bogor bahwa sesuai Peraturan Daerah Nomor 4 tahun 2015 tentang ketertiban umum bahwa peredaran minuman alkohol (minol) tanpa izin pejabat berwenang dilarang.

“Dengan kewenangan kecamatan yang terbatas maka data sudah kami sampaikan ke Satpol PP agar dilakukan penertiban,” jelasnya.

Dia berharap masyarakat berperan aktif dalam memberikan informasi pelaku usaha penjual miras mana saja yang menyalahgunakan izinnya dalam beroperasi.

“Masyarakat juga memiliki peran serta memberikan informasi pelaku usaha mana yang terindikasi tidak memiliki izin atau melanggar dari ketentuan izin yang diberikan,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

Momentum FMP 2022, Ratusan Bikers se-Kota Bogor Kibarkan Merah Putih di Tugu Kujang

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ada yang berbeda dalam pelaksanaan pengibaran bendera pada Festival Merah Putih 2022 kali ini. Pasalnya terlihat ratusan bikers atau klub motor se-Kota Bogor terlibat langsung dalam pengibaran bendera memperingati HUT RI ke-77 di Tugu Kujang, Senin (8/8).

Selain ratusan bikers dengan menggunakan atribut kebesarannya masing-masing, begitu khidmat dalam mengikuti prosesi pengibaran bendara bersama Forkopimda dan Panitia Festival Merah Putih 2022.

Kegiatan pengibaran bendera tersebut dilakukan selama satu bulan penuh pada bulan Agustus dalam rangkaian acara Festival Merah Putih (FMP)

Seusai menjadi inspektur upacara bersama ratusan bikers, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan menyampaikan apresiasinya kepada seluruh bikers yang sudah bisa ikut serta dan melaksanakan agenda upacara, serta bagi Panitia Festival Merah Putih yang sudah mengakomodir kegiatan ini hingga bisa terlaksana dengan lancar.

“Atas nama Polresta Bogor Kota mengucapkan terimakasih kepada Panitia Festival Merah Putih dan juga kepada rekan-rekan dari All Bikers yang sudah menjadi bagian dari kegiatan ini. Ini sebagai upaya menggelorakan semangat dalam perayaan HUT RI ke-77, ini tentunya harus membawa dampak positif sekaligus bisa mengajak peran serta masyarakat Kota Bogor dalam membangun kebangsaan,” tegasnya.

Sementara itu, Koordinator Publikasi FMP 2022 Benyamin Mboh menjelaskan, kegiatan pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih dilakukan selama satu bulan penuh terhitung sejak 1 hingga 31 Agustus 2022

“Kegiatan ini melibatkan seluruh komunitas di Kota Bogor untuk menumbuhkan rasa nasionalisme. Dan hari ini sebuah kebanggaan dan penghormatan besar buat kami Festival Merah Putih untuk pertama kalinya seluruh bikers Kota Bogor bisa mengibarkan bendera Merah Putih di jantung Kota Bogor,” ucap Ben.

Ben juga menjelaskan alasan pengibaran dan penurunan bendera merah putih dipusatkan di Tugu Kujang Bogor. Menurutnya, tempat tersebut merupakan jantung Kota Bogor dimana masyarakat bisa menyaksikan bendera merah putih dikibarkan.

“Kita bisa lihat bersama ketika lagu ini seraya berkumandang merah putih naik seluruh aktivitas di sini terhenti, lalu lintas terhenti, dan masyakat yang melintas mereka pun melakukan penghormatan itu sebuah simbol bahwa merah putih berkibar di hati kita,” tukasnya.

Dadan Gandara Koordinator All Bikers Kirab Festival Merah Putih menyampaikan, bahwa inilah momentum yang tepat bagi bikers membuktikan diri masih memiliki rasa nasionalisme dan patriotisme terlebih dalam memperingati HUT RI ke-77 di Tugu Kujang.

“All Bikers mendapatkan mandat untuk melaksanakan giat kirab pengibaran dan penurunan bendera dari Panitia Festival Merah Putih 2022 dan Polresta Bogor Kota, ini merupakan sebuah kebanggaan bagi kami sebagai momentum menanamkan rasa cinta tanah air, nasionalisme dan patriotisme yang sesungguhnya untuk nusa dan bangsa,” ucap Kang Dadan yang juga menjadi Humas di BFM Distrik Bogor.

Selain itu menurutnya, pihak Bikers bisa membuktikan bahwa Kota Bogor aman dan kondusif dari apapun namanya yang terkait dengan geng motor yang selama ini meresahkan masyarakat serta akan membantu pihak kepolisian supaya Kota Bogor aman dan tentram.

“Kami hadir hari ini, sebagai langkah untuk menunjukkan jatidiri, bahwa bikers atau klub motor tidak selamanya dipandang negatif. Nah ini lah saatnya kami bangkit, bahwa hadirnya komunitas roda dua ini memiliki manfaat dan bisa berkarya untuk negeri tercinta Indonesia Raya,” tegasnya.

** Handy Mehonk

Kades Benteng Masih Khawatir Juga Jika Kondisi Jalan Bagus

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor Fakta Harika mengaku, khawatir setelah selesainya pekerjaan jalan raya Warungborong-Rancabungur milik Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor yang saat ini dalam pengerjaan pembangunan.

Sebab, mulusnya jalan tersebut terkadang akan berdampak negatif kenalan remaja. Seperti pengalamannya, setelah bagus dan mulus jalan raya malah dijadikan balapan liar.

“Berdasarkan pengalaman yang sudah, waktu jalan ini pertama kali diperbaiki jalannya diaspal  bagus itu malah dipakai ngetrek (balapan liar) itu yang menjadi kekhawatiran saya pribadi dan para pengurus Ketua RT dan RW setempat,” ungkap Kades Benteng Fakta Harika.

Kendati begitu, pihaknya telah mensosialisasikan kepada masyarakat dan mengajak sinergi antara pemerintah dan masyarakat agar jalan raya tidak tidak digunakan balapan liar.

“Kita sosialisasi ke masyarakat agar kalau jalan sudah bagus itu jangan sampe digunakan untuk balapan liar seperti dulu,” paparnya.

“Dengan para pihak RT/RW setempat yang memang wilayahnya dilalui oleh jalan kabupaten ini, mereka sudah punya antisipasi,” tambahnya.

Dalam hal ini kewenangan desa, kata Faka,  hanya bisa mensosialisasikan dan untuk masalah penanganan dan penindakan pihaknya libatkan Babinmas dan Babinsa desa.

“Nanti Poskamdes akan kita aktifkan lagi, karena Poskamdes juga ada di situ di jalan kabupaten, mudah-mudahan antisipasi yang akan kami lakukan minimal kita bisa meminimalisir hal itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Babinsa Desa Benteng, Serma Agus Smyt mengatakan, pihaknya selain mengimbau terutama di kalangan pemuda di wilayahnya juga mengedukasi para pemuda untuk lebih aktif dalam kegiatan-kegiatan positif.

“Kalau untuk mengimbau kepada remaja-remaja khususnya pemuda agar tidak ada kegiatan negatif seperti kebut-kebutan di jalan ataupun nongkrong di jalan, jadi jangan sampai terjadi berantem di jalan atau tawuran. Kami sudah memberikan keterampilan kepada pemuda seperti dengan mengisi kemampuan program yang saat ini sedang berjalan yaitu program ketahanan pangan,” tegasnya.

“Jadi, bagaimana caranya khususnya pemuda itu kami berikan pengetahuan apa sih ketahanan pangan itu. Jadi, kami ajari mereka untuk bertani untuk menjadi petani milenial ataupun bertani secara cerdas,” pungkasnya.

** Andres

Semarak 1 Muharram, Katar Dusun 4 Cikahuripan Santuni Yatim dan Siraman Rohani

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Dalam rangka menyemarakan hari raya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1444 Hijriyah, Karang Taruna Unit Dusun 4 Desa Cikahuripan, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor menggelar santunan anak yatim dan siraman rohani dengan tema “Generasi Cerdas Islami ” di Majlis Taklim Al-Hikmah, Senin (8/8).

Ketua Karang Taruna Unit Dusun 4 Desa Cikahuripan Saiman memberikan apresiasi untuk para hadirin dan termasuk Ketua Katar Desa Cikahuripan dan Kecamatan.

” Lancarnya kegiatan ini tidak luput juga dari landasan kebersamaan elemen masyarakat seperti perangkat kepala dusun, BPD, RW, RT, Linmas dan lainnya yang menyambung sinergitas dengan para panitia,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Senin  (8/8).

Menurutnya, pelaksana kegiatan 1 Muharram ini rasanya kurang lengkap bila tidak terisi dengan ajang pengajian bersama, santunan anak yatim, dan siraman rohani agar mendapatkan syafaat dan ridha dari Allah SWT.

“Alhamdulillah acara begitu hikmat dengan narasi pergerakan membangun generasi Islami. Antusias dari pemuda pemudi khususnya di wilayah Dusun 4 Desa Cikahuripan tumpah ruah ke lokasi acara membantu kepanitiaan untuk menyelengarakan acara ini. Terimakasih juga atas support yang diberikan kepengurusan karang taruna tingkat desa dan kecamatan yang telah memberi pengarahan dan bimbingan kepada kita semua kepanitiaan demi suksesnya acara ini,” ucap Kang Agil sapaan akrabnya.

Pada acara itu juga memberikan santunan untuk 28 orang anak dan berharap kedepannya bisa bertambah seiring bertambahnya pula donatur, karena sudah menjadi kewajiban bersama untuk menyantuni anak yatim dan fakir miskin.

“Terima kasih untuk kang Asep ikan mas Bangkit Jaya Mandiri (BJM) yang sudah mensupport acara, dan untuk semua warga dan donatur yang sudah berpartisipasi dan tidak sempat saya sebutkan satu per satu terimakasih banyak,” cetusnya.

Di tempat yang sama Pengurus Karang Taruna Desa Cikahuripan Aripin menyampaikan harapan kedepannya untuk pemuda pemudi di wilayahnya serta memberikan kesan luar biasa atas dukungan-dukungan yang ada.

”Khususnya untuk pemuda pemudi Desa Cikahuripan mudah-mudahan lebih maju lagi, lebih kompak lagi khususnya ketika ada kegiatan-kegiatan baik kegiatan keagamaan maupun sosial lainnya, mudah mudahan kedepannya lebih kompak maju terus jaya terus dan sukses terus. Saya mewakili pengurus Karang Taruna Desa khususnya dalam bidang keagamaan mengucapkan terimakasih atas support dan dukungannya, salam sejahtera,” tutup Kang Ipin sapaan akrabnya.

** Nay Nur’ain

Kades Cibodas Acungi Jempol Kegiatan Balebat 10

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Cibodas Anda Suhanda memberikan acungan jempol sekaligus apresiasi terhadap kegiatan bakti sosial yang dilakukan LSM Balebat 10 di wilayah kerjanya, Minggu (7/8).

” Saya apresiasi akan adanya kegiatan santunan anak yatim yang diselenggarakan oleh LSM Balebat 10 di desa kami, mengingat kondisi warga di Desa Cibodas ini memang masih sangat butuh perhatian baik dari pemerintah maupun pihak lain,” ucap Anda kepada Jurnal Bogor, Senin (8/8).

Menurutnya, kegaiatan ini bagian dari kepedulian Balebat untuk warganya mengingat Balebat 10 punya tempat wisata dan resto serta camping ground di wilayah Desa Cibodas. “Berharapnya sih tidak hanya dari Balebat 10 saja, tapi untuk pengusaha yang ada di wilayah Desa Cibodas diharapkan bisa untuk berpartisipasi memperhatikan warga sekitar, baik untuk lapangan pekerjaannya ataupun kegiatan sosialnya,” papar Anda.

Untuk kegiatan kemarin, kata dia, ada total 110 anak yatim yang mendapatkan santunan dari Balebat 10, masing-masing 50 dari warga Desa Cibodas dan 60 dari luar desanya.

“Semoga kegiatan yang akan datang bisa lebih banyak lagi untuk warga sekitar, selain yatim disini juga ada dhuafa yang mungkin bisa turut diperhatikan oleh pengusaha maupun pemerintah,” ujarnya.

Dia berharap, untuk anak yatim yang mendapatkan santunan jangan berkecil hati dan berharap bantuan yang mereka dapatkan saat ini bisa mereka teruskan saat mereka dewasa nanti menjadi terbiasa untuk berbagi kepada yang membutuhkan.

** Nay Nur’ain

Hadir di PKN II Kementan, Menparekraf Sandiaga Uno Ajak Kolaborasi Jaga Ketahanan Pangan Bersama

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif tidak dapat dipisahkan dari produk pertanian. Menurutnya kolaborasi pembanguan pariwisata perdesaan dengan sektor pertanian dapat menjawab krisis pangan yang kita hadapi saat ini

“Hasil olahan pertanian lokal, pangan nusantara adalah salah satu bentuk ciri khas Indonesia. Jadi pertanian ini ibaratnya di hulu sementara ekonomi kreatif ini di hilir”, kata Menteri Sandi saat menyampaikan materi di Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diselenggarakan Kementerian Pertanian

Selanjutnya Sandi mengatakan tren pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya tren pariwisata pedesaan yang saat ini tengah bermunculan dapat membuka peluang bagi daerah berbasis agraris dalam mengembangkan produk pertanian lokalnya.

“Tren pariwisata pedesaan dapat membuka peluang bagi daerah dengan basis agraris, sehingga mereka tidak hanya menjadi destinasi wisata tetapi juga menjadi penyumbang ketahanan pangan melalui pengembangan produk lokalnya”, lanjut Sandi

Oleh karenanya ia mengajak pada seluruh peserta untuk berkolaborasi membangun sinergi dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia

Sementara itu, Menteri Pertanian, Syahru Yasin Limpo menekankan pentingnya kerjasama dalam penanganan ketahanan pangan

“Kita harus optimalkan dan maksimalkan semua kegiatan, harus terkonsep dan terkoordinasi, kita butuh kerja sama dengan institusi lain” ujar Mentan SYL.

Seperti diketahui, ketahanan pangan saat ini tengah menjadi isu utama dunia. Pandemi Covid-19, pembatasan ekspor oleh banyak negara produsen pangan serta konflik antara Rusia dengan Ukraina menjadi penyebab krisis pangan atau kelaparan yang terjadi di dunia saat ini

Meski begitu, Mentan SYL optimis dengan seluruh upaya yang dilakukan oleh Kementerian Pertanian dalam menangani ancaman krisis pangan global

“Sektor pertanian satu-satunya sektor yang mampu tumbuh menggeliat dan positif meski dalam kondisi pandemi Covid-19. Tidak itu saja, kita juga mencatat kenaikan ekspor di angka 40 persen. Kondisi ini akan terus kita pertahankan dan tingkatkan,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan salah satu solusi krisis pangan global yaitu dengan smart green house.

“Mari kita atasi krisis pangan dengan menggenjot pangan yang di miliki di Indonesia bukan hanya produksinya tapi juga olahannya, pertanian menyumbang inflasi yang tinggi sehingga harus dikendalikan, kebutuhan dalam negeri haruslah aman,” jelas Dedi.

** Nita/PPMKP