32.4 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 844

Sepi Pembeli, Pedagang Pasar Cijeruk Meradang

0

Cijeruk | Jurnal Bogor

Meski sudah beroperasi selama tiga tahun, namun keberadaan Pasar Cijeruk yang berlokasi di Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor, masih saja sepi pengunjung. Akibat sepi pembeli, para pedagang pun meradang lantaran penghasilannya tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan keluarga.

Jajat, pedagang sayuran di Pasar Cijeruk mengatakan, untuk mendapatkan keuntungan besar dari hasil berjualan sayuran, dirasa sangat berat. Itu karena, para pengunjung atau pembeli yang datang ke Pasar Cijeruk tidak tentu.

“Seperti sekarang, hasil berjualan hari ini (kemarin,red) saya hanya mendapatkan uang 500 ribu. Pendapatan sebesar ini kalau menjual satu komoditi seperti bawang merah, sekitar 10 kilogram saja,” akunya kepada wartawan saat sedang santai didekat los tempat jualan di Pasar Cijeruk, Selasa (9/08).

Menurutnya, pembeli yang datang ke pasar dibawah pengelolaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tohaga milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor ini, kebanyakan warga sekitar. Padahal, harga jual yang ada di Pasar Cijeruk, hampir sama dengan pedagang yang ada di pasar lainnya.

“Kebanyakan yang belanja ke sini untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau buat yang jualan lagi, jarang sekali yang datang,” ungkap Jajat.
Jajat mengungkapkan, mulai dari pertama kali pasar dibuka dan dioperasikan, dirinya langsung mendaftar sebagai pedagang di pasar tersebut dengan menempati los di area zona basah yang diperuntukkan khusus penjual sayuran.

“Memang sih namanya usaha tidak tentu, kadang rame dan sepi. Tapi untuk bisa menjual habis dagangan yang dijualnya dalam satu hari, sampai sekarang belum pernah saya alami, paling cepat itu dua hari,” paparnya.

Jajat berharap Perumda Tohaga melakukan terobosan agar keberadaan pasar rakyat di Kecamatan Cijeruk ini, menjadi ramai pengunjung.
“Mudah-mudahan ke depan pasar yang kami tempati untuk mengais rezeki ini, banyak dikunjungi pembeli, baik warga Cijeruk maupun luar wilayah,” harapnya.

Sementara, Haris, staf Unit Pasar Cijeruk membenarkan kondisi pasar yang tidak ada perubahan signifikan, terutama dari tingkat pengunjung.

Haris menjelaskan, kurang ramainya pengunjung ke pasar plat merah tersebut, karena berada ditengah-tengah. Dimana, tidak jauh dari lokasi Pasar Cijeruk, terdapat juga pasar yang ada di wilayah Cibadak, Cijeruk.

“Ditambah untuk sampai Pasar Bogor, warga hanya sekali naik angkutan umum yang setiap hari melintas di Jalan Cijeruk. Belum lagi dengan Pasar Caringin dan Cigombong jaraknya tidak terlalu jauh, makanya pembeli ke pasar ini kebanyakan warga sekitar saja,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

CPNS Kementan, Bersiaplah Jadi ASN Berkualitas

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2022 lingkup Kementerian Pertanian telah dimulai secara klasikal. Sebanyak 200 peserta calon pemimpin bangsa siap di”gembleng” jadi Aparatur Sipil Negara (ASN) berkualitas. Zulkifli, Kepala Biro Organisasi dan Kepegawaian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian menuturkan beberapa hal yang harus dipahami dan diinternalisasikan dalam diri seorang ASN Kementan

“Siapapun kita, tidak boleh berhenti belajar, terutama perkembangan teknologi, harus bisa beradaptasi dengan digitalisasi, kemudian bekerjalah dengan CCA, Cepat, Cermat, dan Akurat, serta jadilah tim yang solid. Bekerja dengan teamwork karena tidak ada kesuksesan karena satu orang”, tutur Zulkifli

ASN merupakan pelayan publik, karena itu seyogianya seorang pelayan harus mementingkan kepentingan negara bukan golongan

Zulkifli juga mengingatkan fungsi ASN dalam kehidupan bernegara. “Kalian harus pahami bahwa fungsi ASN adalah sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan pemerintah, serta alat perekat atau pemersatu bangsa. Internalisasikan hal  tersebut dalam bekerja”, ujarnya

Pembangunan pertanian ke arah maju, mandiri, dan modern tak luput dari kualitas sumber daya manusianya. Karenanya, peningkatan kapasitas SDM menjadi agenda penting Kementerian Pertanian

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo mendorong penguatan SDM pertanian yang unggul, profesional, dan adaptif. Terutama disaat sekarang, dimana ASN dihadapkan pada berbagai tantangan dan turbulensi seperti digital disruption, Pandemi Covid-19 dan berbagai tantangan lainnya.

“Dari tantangan yang terjadi saat ini maka seorang ASN atau pejabat pemerintah harus dikawal dengan moralitas melalu pendekatan Core Values BerAKHLAK agar kita tetap bisa bekerja dengan baik” kata Mentan Syahrul.

** Nita/PPMKP

Sidang Fasos Fasum Perumahan GAS Masuki Babak Baru

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Tim Penyelamat Fasos Fasum Perumahan Griya Alam Sentosa (GAS) yang berada di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor kembali memadati Pengadilan Negeri Cibinong untuk menyaksikan hasil persoalan fasos fasum yang sudah memasuki sidang keempat, Selasa (9/8).

Dalam persidangan tersebut Anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni turut hadir dan memberikan support untuk warga GAS yang masih semangat dan terus berjuang mempertahankan hak fasos fasum milik Pemda Kabupaten Bogor.

“Ini sidang ke-4, dan saya lihat semangat dari warga Griya Alam Sentosa masih sangat besar, terbukti saat ini masih ada sekitar 50 warga yang ikut hadir di acara sidang memperjuangkan fasos fasum mereka di Perumahan GAS,” ujar Fathoni biasa disapa.

Oleh karena itu, kata dia, persoalan ini menarik, dimana warga getol mempertahankan hak milik Pemda Bogor, makanya dia pun mengupayakan selalu hadir mengikuti sidang sekaligus memberikan support kepada warga GAS dan ingin mengetahui ending atau akhir dari perjalanan sidang.

“Terakhir ada 300 perusahan di Kabupaten Bogor untuk persoalan fasos fasum, dan sampai saat ini saya belum monitor lagi, dalam rapat pun saya selalu membahas persoalan ini walaupun belum pernah dibahas di sidang paripurna,” papar politisi PKS tersebut kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8).

Dia mengajak masyarakat Kabupaten Bogor khususnya yang tinggal di perumahan untuk turut memperhatikan lahan fasum fasom yang berubah fungsi dan melaporkan kepada dinas terkait agar oknum pengusaha maupun wilayah terkait tidak semena-mena menggunakan fasos fasum untuk kepentingan pribadinya.

“Apalagi ini sudah masuk ranah hukum dan saya sangat mendukung akan keputusan warga yang menaikan persoalan ini ke ranah hukum agar bisa secepatnya diketahui hasil dari perjalanan fasos fasum warga GAS ini,” ujar Aleg dari Dapil 2 tersebut.

Kuasa Hukum warga GAS Yudhi Deki Purwadi SH, mengatakan yang hadir hanya kuasa hukum dari para pembeli lahan fasos fasum, sedangkan dari Dinas PUPR, BPN, dan perwakilan Bupati tidak hadir.

“Sidang ditunda tanggal 30 mendatang, karena ada permintaan KTP warga yang belum diserahkan, walaupun dari 340 an warga, hanya sekitar 0,2 persennya yang belum menyerahkan KTP asli dikarenakan warga tersebut ada yang kerja di luar kota,” Yudi biasa disapa.

Dia menyatakan, sanggahan yang keluar dari kuasa hukum tergugat tidak terlalu ditanggapi, karena pada intinya sidang ini masih terus berlanjut dan berharap dinas terkait, dan motaris serta pihak pengembang untuk hadir agar persoalan fasos fasum ini cepat rampung.

“Tolong dihadirkan perwakilan masing-masing dari dinas terkait agar persoalan ini cepat rampung, kami masih optimis dengan data yang kami punya dan adanya pernyataan BPN Kabupaten Bogor terkait keabsahan sertifikat yang dimiliki tergugat dibilang ngawur itu sudah cukup jadi kuncian kami. Disini yang dibutuhkan adalah keberanian dari dinas-dinas terkait serta notaris, kami gak akan mundur sampai ada titik temu dari persoalan ini dan kami berharap sidang ini terus dilanjutkan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Korwil Presidium Kecamatan Jonggol Santuni Anak Yatim di 2 Desa 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Belum lama menunjukan kepeduliannya kepada lingkungan dengan membangun pelebaran jalan dan pembuatan TPT di lingkungan tempat tinggalnya, kini Acep Supriadi pengusaha muda asal Jonggol tersebut merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharam dengan memberikan santunan kepada yatim piatu di 2 desa yang berdekatan tempat tinggalnya di kediamannya, Desa Sukajaya, Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor, Minggu (7/8) lalu.

“Alhamdulilah dalam memperingati 1 Muharam ini kami masih bisa memberikan santunan bagi warga yang membutuhkan terutama untuk yatim piatu yang memang harus kita bantu dan kita muliakan,” ucap CEO CV UMP Group tersebut.

Kali ini, dia bisa menyantuni lebih dari 200 yatim piatu mencakup 2 desa, yaitu Desa Sukanegara dan Desa Sukajaya. “150 ank dari Desa Sukajaya Kecamatan Jonggol dan 85 lagi dari Desa Sukanegara,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Koordinator Wilayah Kecamatan Jonggol Presidium Bogor Timur ini mengaku akan berusaha semaksimal mungkin untuk memperhatikan warga sekitar, baik dalam fasilitas umum ataupun kegiatan sosial kepada yang membutuhkan.

“Saya warga asli Desa Sukajaya bertetangga dengan Desa Sukanegara, dan sebagai pengusaha lokal saya berupaya untuk memperhatikan warga sekitar kediaman saya, mengingat saya berusaha di wilayah dan dikenal sebagai pengusaha masa kita harus tutup mata dengan kondisi warga yang memang sangat membutuhkan,” ucapnya.

Selain santunan, lanjutnya, untuk memeriahkan 1 Muharam ini juga menyediakan panggung untuk siraman rohani. “Berharap setelah acara ini kita semua mendapatkan rahmat dan ridho Allah SWT karena sudah berupaya memuliakan anak yatim dan mendengarkan siraman rohani yang bisa menenangkan pikiran dan menyejukkan hati kita sebagai muslim,” pungkasnya.

Terpisah, disampaikan Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani yang memberikan apresiasi akan kepadulian Acep Supriadi yang sudah memperhatikan sebagaian anak yatim piatu yang ada di wilayah kerjanya. “Saya ucapkan terimakasih atas perhatian kang Acep dimana walaupun kediamannya masuk wilayah Desa Sukajaya tapi Desa Sukanegara dapat ciptaratan perhatian juga dari pengusaha muda tersebut,” ujar Ahmad Yani.

Dia berharap apa yang dilakukan oleh Acep Supriadi bisa dicontoh oleh pengusaha lain yang ada di Desa Sukanegara.

** Nay Nur’ain

Ada Proyek Peningkatan, Jalan Raya Kalongliud Ditutup

0

Kades Jani Nurjaman Minta Pengerjaan tak Berlama-lama

Nanggung | Jurnal Bogor

Jalan Raya Kalongliud, Kecamatan Nanggung ditutup akibat adanya proyek peningkatan jalan di ruas jalan Cibeber-Kalongliud yang merupakan jalan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, pengerjaan proyek jalan dengan anggaran sekitar 1,9 miliar terkesan lambat. Sehingga mengakibatkan penutupan jalan yang diperkirakan sampai dengan selesainya proyek pekerjaan pembangunan peningkatan jalan tersebut.

“Karena menurut informasinya, ditutupnya jalan tersebut karena lebar (pengerjaan) jalannya cuma 4,5 meter informasi dari mandor atasnama Ujang orang Leuwiliang,” kata Jani Nurjaman kepada wartawan, kemarin.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung itu mengatakan, terkait penutupan jalan tersebut memang sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi kepada warganya.

“Awal sebelum pekerjaan (pelaksana) datang ke desa kemudian saya menyampaikan ke RT dan RW kemudian RT, RW yang menyampaikan kepada warga dan memang yang membantu melakukan penutupan kami memberdayakan RT, RW yang membantu menjaga di sepanjang (pekerjaan) itu,” katanya.

Adanya penutupan jalan tersebut, Jani Nurjaman mengatakan, untuk kendaraan roda dua bisa melalui jalan lingkungan. Sedangkan untuk mobil bisa melalui Jalan Raya Pasireurih, kemudian masuk ke area Perumahan Aneka Tambang (Antam) Pongkor di Kampung Parengpeng.

“Dari depan Kantor Desa Hambaro muter kemudian masuk ke perumahan Antam di Kampung Parengpeng. Jalan Raya Pasir Eurih namanya,” kata Jani 

Selain itu, dia menilai, pelaksanaan proyek peningkatan jalan dengan anggaran sekitar 1,9 miliar itu terkesan lamban. Sehingga, berdampak kepada lamanya penutupan akses jalan warga maupun pengendara.

“Untuk pekerjaan proyek tersebut terkesan lambat. Intinya pekerjaan ini tidak dilaksanakan secara kontinyu, hanya sebatas sehari itu ada 8 sampai 10 mobil. Memang ada keterlambatan bahannya,” katanya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi pelaksana dari CV Gunung Subang, Ujang Supriyadi mengatakan, pekerjaan yang sudah dikerjaan pihaknya dari arah Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung sekitar 300 meter sudah bisa digunakan.

“Kalau sudah cukup umur beton minimal 21 hari sudah bisa dilalui. Lambatnya pengiriman bahan memang karena batching plant-nya jauh, karena yang satu di Citeureup yang satu lagi di wilayah Parung Panjang. Kalau yang dari Parung Panjang itu kendalanya di jalan di Tanjakan Cilame ada pekerjaan jalan provinsi jadi ada buka tutup jalan jadi terhambat disitu,” tukasnya. Andres

Hampir 4 Tahun Toilet SDN Pasireurih Rusak Berat

0

Siswa dan Guru Terpaksa Numpang di Toilet Masjid

Nanggung l Jurnal Bogor

Kabupaten Bogor masih miliki sarana sekolah yang belum layak. Salah satunya sekolah SDN Pasireurih tepatnya di Kampung Pasireurih RT 03 RW 05 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang hampir 4 tahun toiletnya tak bisa digunakan lantaran rusak berat.

Kepala Sekolah SDN Pasireurih Hj Tini Gantini mengakui sejak 3 tahun menjabat di sekolah tersebut, keberadaan toilet itu sudah lama tak berair sehingga siswa dan guru harus menumpang ke toilet masjid  dekat sekolah.

“Toliet itu lebih dari 3 tahun sudah tak berfungsi memang dan merepotkan ketika hendak buang air kecil atau buang hajat terpaksa harus numpang ke masjid atau ke rumah tetangga,” kata Hj Tini kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8)

Dari pantauan Jurnal Bogor, sebanyak empat pintu bangunan toilet terlihat sudah lapuk dan tampak kumuh. “Kondisi ini tentu menyulitkan siswa dan guru karena toilet yang ada sudah lama tak berfungsi,” kata salah satu pengajar di SDN Pasireurih, Hendrik.

Hendrik menceritakan saat jam sekolah, ia dan siswa di sekolah  sering ke toilet masjid  untuk keperluan buang air. Tak hanya itu, sebelumnya Hj Tini menyebut SDN Pasireurih kerap dilanda banjir karena atap sekolah sudah banyak yang bocor sehingga hampir seluruhnya ruangan sekolah sering digenangi air hujan.

Terpisah, Kepala Desa Hambaro H Pirdaus menjelaskan, pihak sekolah SDN Pasireurih memang sudah mengajukan pembangunan melalui MusrenbangDes. “Sudah dua kali pihak sekolah mengusulkan bantuan, namun saat ini bangunan toilet masih belum dibangun,” tukasnya.

** Arip Ekon

Mahasiswa IPB University Dorong Desa Benteng Regenerasi Sektor Pertanian 

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa (Pemdes) Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor kedatangan sejumlah mahasiswa IPB University yang akan melaksanakan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan 2022 melalui pemberdayaan pemuda melalui Sanggar Tani Muda untuk mendorong regenerasi sektor pertanian yang dilaksanakan mulai Juli hingga November 2022 mendatang.

Dosen Pembimbing Mahasiswa, Hastuti mengatakan, mahasiswa IPB University akan melakukan kegiatan peningkatan regenerasi pemuda untuk meningkatkan pertanian di Desa Benteng yang fokus di RW 1, RW 3, RW 4 dan RW 5 yang memang basisnya adalah palawija.

“Jadi, nantinya mau melakukan sosialisasi untuk meningkatkan motivasi generasi muda ke pertanian,” kata Hastuti kepada wartawan baru-baru ini.

Hastuti mengatakan, dengan upaya meningkatkan peran pemuda khususnya di wilayah Desa Benteng untuk meningkatkan sumber daya yang ada agar mampu memenuhi kebutuhan pangan yang ada di wilayah itu sendiri.

“Jadi, mengurangi impor, walaupun kita tahu itu persoalan nasional tetapi kita harus melakukan upaya-upaya yang bisa kita tingkatkan di level-level kecil misalkan desa seperti ini. Di desa juga perlu adanya upaya-upaya peningkatan sumber daya manusia yang nantinya tertarik ke pertanian sehingga pertanian kita bangkit dan kita bisa swasembada misalkan. Mungkin susah untuk meniadakan impor tetapi minimal mengurangi,” katanya.

Hastusi menyampaikan, banyaknya kendala yang juga dipaparkan dalam kegiatan tersebut mulai dari permodalan, kelembagaan dan sumber daya manusia. Sehingga, para mahasiswa IPB tersebut membahas salah-satu kendala terkat SDM agar tertarik pada sektor pertanian.

“Tapi, yang mau mahasiswa kami ini garap atau mau memecahkan solusi adalah SDM. Jadi, kalau kita lihat persoalan di pertanian memang banyak tetapi dari tiga tadi yang saya sebutkan mulai dari modal, kelembagaan, sumber daya alam dan topik yang akan dibahas mahasiswa yang saya bimbing ini terkait SDM-nya bahwa saat ini para petaninya sudah tua-tua tidak ada usia muda atau produktif. Usia produktifnya sudah pergi ke pabrik misalkan, mau cari yang instan-instan tapi pertanian ditinggalkan sehingga pertanian itu digeluti oleh yang diluar usia produktif,” katanya.

Salah satu solusinya, Hastuti mengatakan, adalah memang pasar. Artinya, kalau pasar pertanian itu menarik akan membuat kaum millenial menjadi lebih semangat dan meningkatkan minat pertanian itu sendiri.

“Jadi, sebagai petani rasional sekali bahwa harga pertanian itu menjadi sesuatu yang meningkatkan motivasi si pelaku usaha untuk terlibat, salah satunya itu harga ditingkatkan kemudian untuk saat ini pemasaran digital diperlukan, hal seperti itu yang kami coba perkenalkan,” katanya.

Terkait peran penting pemerintah seperti Pemerintah Desa setempat, Hastuti menyampaikan, bahwa di wilayah Desa Benteng tersebut sudah melakukan banyak hal. Salah satunya dengan melibatkan Karang Taruna Desa Benteng untuk aktif di sektor pertanian.

“Kedepannya itu akan dilakukan Program Peningkatan Ketahanan Pangan setahu saya. Itu, dijalankan oleh para pemuda, itu juga menjadi salah satu untuk memotivasi. Tapi, lagi-lagi memang secara rasionalnya kita sepertinya percaya kalau para petani itu sudah menguasai dari sisi hulunya hanya tinggal bagaimana peningkatan nilai tambahnya saja dari prodaknya. Karena kita percaya kalau produk pertanian itu punya nilai tambah pasti harganya meningkat. Nah, kalau harga itu sudah meningkat itu menjadi penarik para pelaku generasi pemuda ini untuk terlibat di pertanian,” katanya.

Dia berharap persoalan regenerasi sumber daya pertanian itu bukan hanya terjadi di Desa Banteng tetapi secara nasional juga punya masalah itu. Jadi, dengan adanya program mahasiswa ini menimbulkan minat, motivasi bagi pemuda di Desa Bentang untuk kembali ke pertanian karena memang potensi pertaniannya didominasi komoditas palawiya.

“Tapi pak Kades bilang lebih dari 50 persen lahannya adalah pertanian. Artinya, kita sumber daya alamnya bisa. Tapi, manusianya mau tidak terlibat?. Nah, saat ini kita kan tantangannya di era digital ini. Mellenial ini perlu terlibat karena perlu misalkan pemasaran digital atau pertanian menggunakan teknologi. Nah, itulah perlu regenerasi itu perlu nyemplung (terjun) ke pertanian,” katanya. 

** Andres

10 Muharam, SDN Bojongkoneng 06 Santuni Anak Didiknya

0

 

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Sekolah Dasar Negeri(SDN) Bojongkoneng 06, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, memberikan santunan dan tausiah kepada peserta didiknya saat memperingati 10 Muharam di halaman sekolah, Senin (8/8).

Kepala Sekolah SDN Bojong Koneng 06 Makdum S.Pd menjelaskan, Muharam adalah bulan istimewa umat Islam, selain peringatan Tahun Baru Hijriyah pada tanggal 1 Muharam umat Islam pun menggambarkan 10 Muharam adalah Hari Raya atau Lebaran Anak Yatim yang dikenal dengan Hari Asyura yakni hari kesepuluh Muharam.

Ada puluhan peserta didik yang merupakan anak yatim piatu menerima santunan berupa bingkisan yang berasal dari sekolah, orang tua atau wali murid dan donatur.

“Kita berbagi keceriaan yang masing – masing menerima sebanyak enam amplop yang berasal dari sumbangan sekolah dan sumbangan sukarela dari para orang tua atau wali murid, maupun donatur yang diserahkan secara langsung kepada yang berhak,” ucap Makdum, S.Pd kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8).

Makdum mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan guna menumbuh kembangkan karakter peserta didik. “Alhamdulillah, peserta didik kami berbakat di bidang keagamaan salah satunya ialah Nabila Suci Salsabilla, siswi yang duduk di kelas 3 sebagai Juara 1 Da’i Cilik tingkat kecamatan tahun 2021, bahkan penceramah acara hari ini juga alumni dari sekolah ini,” bebernya.

Sementara, Ustad Muhammad Ridwan yang hadir sebagai penceramah mengatakan saat tausiah Lebaran Anak Yatim Piatu di SDN 06 Bojong Koneng ini menanamkan kepribadian kepada para peserta didik untuk senantiasa berprilaku baik dimana pun itu. “Baik kepada orang tua di rumah,  maupun kepada guru dan teman – temannya di sekolah, termasuk di lingkungan masyarakat supaya berprilaku yang mencerminkan anak yang soleh dan solehah,” kata Ustad Ridwan biasa disapa.

Dia menjelaskan mengenai menyantuni anak yatim telah dijelaskan dalam salah satu ayat dalam Alquran yaitu surah Al-Baqarah. “Allah SWT berfirman: Dan mereka bertanya kepadamu mengenai anak-anak yatim. Katakanlah, memperbaiki keadaan anak-anak yatim itu amat baik bagimu (QS Al-Baqarah: 220),” paparnya.

Dia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW juga pernah bersabda yang diriyawatkan dalam HR. Muslim dari Abu Hurairah. “Jika manusia mati atau terputus amalnya, kecuali tiga perkara yakni sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat serta anak saleh yang selalu mendoakan orangtuanya,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

Disidak Pol PP di Tanjungsari, Kavling Nuansa Alam Justeru Geber Pembangunan di Sukamakmur

0

Tanjungsari | Jurnal Bogor

Kavling kebun Nuansa Alam yang belum lama ini disidak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor di Kecamatan Tanjungsari, kini justeru menggeber pembangunan permanen di wilayah yang berbeda yakni Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamakmur.

Sebelumnya Kepala Bidang Penegakan dan Perundang-Undangan Pol PP Kabupaten Bogor Wawan Hermawan memperingatkan 2 kavling kebun yang tak kantongi izin resmi di Tanjungsari.

“Dari banyaknya pengaduan masyarakat dan arahan pimpinan maka kami datangi kavling kebun yang notaben Pemda Bogor belum memiliki izin untuk usaha tersebut untuk mengkroscek kebenaran dan keberadaan kavling-kavling tersebut,” ucap Wawan Hermawan kepada Jurnal Bogor.

Menurutnya, dia baru mengetahui saat menerima laporan dari masyarakat dan arahan pimpinan jika ternyata memang di Bogor Timur ini banyak sekali usaha kavling tanpa bangunan yang memang secara aturan Perundang-Undangan itu tidak diperbolehkan apalagi lokasi ini ada di satu hamparan.

” Per kavling dijual dengan luas 100-500 meter itu sudah menyalahi aturan, dan nantinya pasti konsumen akan merasa dirugikan apalagi saya lihat dari 2 kavling yang kami kunjungi saat ini yaitu Kavling Nuansa Alam dan Jati Indah Transyogi keduanya sama-sama sudah terdapat banguan permanen di atasnya,” ujar Wawan.

Dari hasil sidak ini, lanjut Wawan, kami minta pihak pengusaha atau pemilik usaha ini untuk datang ke kantor Satpol PP dengan membawa bukti izin apa yang sudah mereka kantongi hingga berani menjalankan usaha. Dia juga meminta untuk sementara waktu sampai sudah ada izinnya agar kegiatan penjualan dan pembanguan di kavling ini untuk segera dihentikan.

” Dari sini kami akan buat laporan pada pimpinan dan nantinya kami akan kaji, tindakan apakah yang akan kami ambil. Kami bukan mengabaikan pengaduan apalagi tutup mata sebagai penegak perda pasti kami akan tertibkan jika itu melanggar namun karena keterbatasan personil dan banyaknya persoalan yang harus diselesaikan maka kami baru bisa menindak kavling kebun saat ini,” jelasnya.

Namun, dari sidak yang dilakukan pihaknya akan turun kembali dan jika masih ada pengusaha kavling kebun yang nekat membiarkan bangunan permanen berdiri diatasnya maka akan ditertibkan dan bisa dibongkar kecuali mereka membuat izin perumahan.

“Yang harus diperhatikan adalah, kavling ini merugikan Pemda karena tidak punya IMB otomatis tidak masuk ke pendapatan Pemda. Begitu pun fasos fasum yang harusnya ada yang diserahkan ke Pemda namun tidak ada, jadi usaha kavling ini sangat merugikan Pemda dari segi pendapatan dan lainnya, oleh karena itu kami minta pengusaha kavling untuk kooperatif dan mengikuti aturan yang ada,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan Ketua Himpunan Masyarakat Bogor Timur (HMBT) , Culeng. Dia mengapresiasi dengan adanya sidak dari Satpol PP Kabupaten Bogor karena maraknya keberadaan kavling yang ada di Bogor Timur khususnya.

Namun dia meminta dalam sidak jangan hanya satu wilayah saja mengingat di Bogor Timur ini hampir tiap kecamatan terdapat kavling kebun yang ilegal dan bahkan seolah cuma jadi tontonan.

“Satpol PP kan penegak perda, bukan hanya Kabupaten Bogor tapi tingkat kecamatan pun punya kewenangan yang sama sebagai penegak Perda. Namun nyatanya apa di Sukamakmur ini cuma jadi tontonan aja,” papar Culeng kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8).

Dia setuju jika kavling kebun ini jadi kavling kebun yang sesungguhnya. Namun masalahnya, kavling kebun justeru jadi perumahan. Ibaratnya mereka jual tanah dalam satu hamparan menggunakan nama perusahaan dan dijadikan kavling-kavling untuk menarik konsumen.

“Banyak lho yang dirugikan Pemda Bogor dengan adanya keberadaan kavling ini, mulai dari perizinan dan hilangnya pemasukan daerah dari pembuatan IMB, itu harusnya jadi acuan Pemda untuk ambil langkah ” cetusnya.

Selain itu, dia juga mengapresiasi kinerja Pol PP Kabupaten Bogor saat sidak di Kecamatan Tanjungsari walaupun hanya menyidak 2 kavling saja dari sekian banyak kavling yang ada, tapi dengan makin maraknya seolah Pol PP ini diledek oleh pengusaha.

“Sekarang kavling Nuansa Alam yang disidak di Tanjungsari justeru sedang menggeber pembangunan di Sukamakmur. Nah ini perlu dipertanyakan,” imbuhnya.

Maka dari itu, dengan semakin maraknya kavling-kavling yang ada di Kabupaten Bogor dia mengaku miris. Mengingat lahan yang mereka garap dan dijadika kavling kebun di sebagian besar lahan yang produktif dan lahan pesawahan dan hutan.

“Yang tadinya berfungsi sebagai resapan air sekarang sudah beralih fungsi dan sekarang banyak di tanamin beton. Dan dinas terkait pun sebenarnya bukan tidak tau akan permasalahan ini, apalagi Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bogor orang Botim, harusnya dilakukan tindakan. Apalagi kalau kavling itu tak berijin bisa dikatakan kavling siluman,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Gema Muharam, SDN Parakanmuncang 01 Tanamkan Nilai Kebaikan

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakanmuncang 01, Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar berbagai kegiatan dalam gema Muharam 1444 hijriyah.

Acara yang bertajuk “Mari perbaiki diri dan teruslah berbagi” itu agar siswa-siswi di sekolah tersebut bisa memaknai  dari peristiwa-peristiwa di bulan Muharam.

Salah satu guru SDN Parakanmuncang 01, Suparti Maulina mengatakan, gema Muharam ini untuk memberikan pemahaman kepada siswa-siswi tentang nilai-nilai kebaikan dan membentuk karakter siswa yang santun, kreatif, bertakwa dan beradab dengan menampilkan beberapa kegiatan diantaranya tausiyah, gema shalawat, sambung ayat, membuat kaligrafi, muslim fashion dan santunan anak yatim.

“Saya berharap semua siswa-siswi bisa lebih memperbaiki diri, baik segi agama dan sikap untuk selalu melakukan pembiasaan-pembiasaan  baik dalam hal apapun. Untuk menciptakan siswa-siswi yang bertakwa,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (9/8).

Dia menjelaskan perihal muslim fashion bagi anak-anak kelas I dan II untuk melatih keberanian. Sebab, anak kelas bawah ini, masih dalam masa transisi yang masih di dampingi kedua orangtuanya.

“Supaya mereka berani tampil menggunakan pakaian muslim dengan keberanian masing-masing,” jelasnya.

Selain itu, para murid mendapatkan hadiah dari perlombaan yang mereka ikuti seperti alat tulis sekolah. Sementara, sebanyak 5 anak yatim mendapatkan santunan.

“Yang ikut perlombaan ini, kita berikan hadiah terus yang anak yatim juga mendapat kan santunan. Yang mana hasil dari mengumpulkan pelajar dan dibantu dari donatur sehingga acara hari ini bisa terlaksana,” paparnya. 

Meski program tersebut  baru pertama kali dilakukan diharapkan guru-guru sekolah tersebut, kedepan terus berkelanjutan dan menjadi agenda setiap tahun.

“Acara ini juga dibantu oleh para mahasiswa yang sedang melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN) sehingga anak-anak juga nonton bersama dengan mahasiswa,” tukasnya.

** Andres