Sentul | Jurnal Bogor
Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) AEON MALL Sentul City bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Sentra Vaksinasi Covid-19 yang berlangsung pada tanggal 21 – 31 Juli 2022 di AEON HALL berlokasi di Lantai 2, belum lama ini.
“Mengingat trend angka positive Covid-19 meningkat belakangan ini, sebagai salah satu dukungan kami dalam membantu pemerintah dalam meningkatkan persentase cakupan vaksinasi lengkap Kabupaten Bogor, maka AEON MALL Sentul City bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk menyelenggarakan Sentra Vaksinasi Covid-19 ini,” ucap General Manager Mall Operation, AEON MALL Sentul City, Bayu Tunggul Aji, melalui siaran tertulisnya.
Bayu melanjutkan, “ditambah lagi dengan adanya regulasi wajib booster bagi dewasa dan wajib vaksin lengkap bagi anak-anak, maka kami merasa memiliki kewajiban untuk mengadakan Sentra Vaksinasi ini, supaya kehadiran kami lebih dirasakan oleh seluruh pengunjung dan masyarakat sekitar,” lanjutnya.
Melalui kegiatan ini, AEON MALL Sentul City ingin menyampaikan kepada pengunjung, bahwa mall adalah tempat yang aman untuk dikunjungi selama pandemi, karena pelaksanaan protokol kesehatan dan regulasi yang benar sesuai dengan arahan pemerintah. Selama Sentra Vaksinasi ini berlangsung, AEON MALL Sentul City menerapkan protokol kesehatan yang sesuai dengan prosedur yang ditetapkan.
Selain itu, sebagai salah satu upaya AEON MALL Sentul City memberikan hiburan edukasi dan interaktif kepada pengunjung terutama anak-anak, maka kami menghadirkan wahana edukasi dan interaktif pertama di Bogor.
“Selain pelaksanaan Sentra Vaksinasi, AEON MALL Sentul City menghadirkan arena permainan edukasi & interaktif untuk anak yang bertema peternakan, Youreka Village, mulai tanggal 29 Juli – 15 September 2022 di East Court, Lantai GF,” ujarnya.
Sebagai informasi, untuk member aplikasi AEON MALL Indonesia berhak mendapatkan potongan langsung 10% dengan menggunakan aplikasi AEON MALL Indonesia atau bonus main selama 30 menit untuk dengan syarat ketentuan berlaku. Informasi lebih lanjut dapat dilihat di akun instagram @aeonmall_sentulcity.
**handymehonk
Dukungan AEON MALL Sentul City Untuk Peningkatan Cakupan Vaksinasi
PPMKP Kementan Cetak ASN Mampu Hadapi Digital Disruption
Ciawi | Jurnal Bogor
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengatakan saat ini para generasi muda telah masuk di era teknologi digital sehingga perlu beradaptasi dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan kompetisi. Tak terkecuali bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang merupakan pelayan publik.
Saat ini seorang ASN maupun pemimpin dihadapkan pada berbagai tantangan yang tidak mudah, termasuk pesatnya perkembangan teknologi yang mengarah pada digital disruption. Hal inilah yang menjadi perhatian Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) sebagai lembaga pelatihan yang memiliki peran dalam mencetak ASN unggul, profesional dan berdaya saing
“Di era digitalisasi terutama pesatnya perkembangan teknologi yang penuh dengan kompetisi ini banyak sekali tantangan besar yang akan kita hadapi, salah satunya digital disruption, dan tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita mampu menghadapi tantangan seiring perubahan zaman ini dengan tetap menjaga jati diri bangsa”, seru Yusral Tahir, Kepala PPMKP dalam kesempatan menutup Pelatihan Dasar CPNS Gelombang II beberapa hari lalu
Digital disruption merupakan perubahan secara besar-besaran dan inovasi yang secara fundamental mengakibatkan perubahan pada semua tatanan, sistem, serta lanskap yang ada menjadi cara baru dengan adanya teknologi atau sistem digitalisasi
Tantangan digital disruption menjadi pengubah utama masa depan termasuk layanan publik.
“Kita harus menempatkan citizens pada posisi terdepan, yang artinya subyek utama pelayanan kita adalah masyarakat. Dan ketika kita menggunakan teknologi sebagai cara untuk melayani, maka jangan gunakan teknologi untuk konsep, tetapi sebagai cara untuk memudahkan. Jangan hanya menyediakan rumahnya saja tetapi tidak ada isinya” ujar Yusral
Lebih lanjut Yusral mengatakan bahwa digitalisasi dalam pelayanan publik seharusnya lebih efisien dan tidak menyusahkan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pemanfaatan internet of things melahirkan inovasi dan cara-cara baru dalam menjawab tantangan di era digitalisasi global.
** Nita/PPMKP
Revitalisasi Blok I RSUD Kota Bogor
Hari-hari ini kesibukan di RSUD Kota Bogor bertambah. Di lahan sisi kiri pintu masuk, tampak beberapa kendaraan berat pengangkut material bangunan hilir mudik. Bedeng-bedeng proyek dibuat dan tiang-tiang pancang beton mulai ditegakkan. Maklum disitu sedang berlangsung aktivitas revitalisasi Blok 1 yang direncanakan akan berlangsung hingga 6 bulan ke depan. Plh. Wali Kota Bogor, Dedie A.Rachim secara simbolis telah melaksanakan ground breaking Blok I RSUD Kota Bogor pada pertengahan 13 Juli lalu.

Sejak diresmikan pada 7 Agustus 2014, inilah yang untuk ketiga kalinya RSUD Kota Bogor melaksanakan pembangunan. Tahap pertama dilakukan dengan membangun Blok 2 pada tahun 2016. Kemudian menyusul pembangunan blok 3 pada tahun 2019. Kini dimulai pembangunan blok 1 dan blok 4 yang akan berlangsung secara bertahap. Pembangunan sejauh ini telah banyak mengubah bentuk dan penampakan bangunan lama bekas RS Karya Bhakti.
Pada kesempatan ground breaking disampaikan, anggaran pembangunan Blok 1 berasal dari bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun anggaran 2022 sebesar Rp 50 Miliar. Sedangkan total anggaran yang dibutuhkan untuk menyelesaikan seluruh blok I RSUD Kota Bogor kurang lebih Rp 280 Miliar. Oleh karena itu “Kita masih harus berusaha meminta Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk kembali menggelontorkan bantuannya, paling tidak tahun depan jumlahnya lebih besar dari tahun ini. Syukur-syukur bisa di atas Rp 100 Miliar agar RSUD dapat memberikan peningkatan pelayanan kesehatan bagi warga Kota Bogor dan sekitarnya,” ujar Dedie.

Direktur Utama RSUDKota Bogor, Ilham Chaidir menjelaskan, pembangunan revitalisasi Blok I bernilai kontrak Rp 45,6 miliar. Seluruhnya dipergunakan untuk membangun IGD, Bedah Cito dan ICU Cito di lantai I. Sedangkan di lantai II peruntukannya untuk poliklinik. Dengan telah selesainya bangunan 2 lantai ini nanti, RSUD Kota Bogor akan lebih mampu memberikan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada warga masyarakat. Khususnya pelayanan instalasi gawat darurat dan pelayanan pasien rawat jalan melalui poliklinik.

Hal itu terjadi, karena pada tahap awal, pembangunan blok 1 dan 4 hanya akan menyelesaikan sekitar seperempat dari keseluruhan bangunan Blok 1 dan 4 sesuai desain perencanaannya. “Bantuan yang kami terima saat ini hanya bisa untuk mencapai seperempat dari total yang dibutuhkan sehingga proses ini masih berlanjut dan akan kita usahakan mengejarnya dengan mencari sumber-sumber pendanaan,” jelas Ilham.

Jika nanti keseluruhan bangunan blok 1 dan sebagian blok 4 sudah bisa terlaksana pembangunannya, maka akan ada penambahan tempat tidur menjadi 395 bed dari awalnya 425 bed. Jika rampung sesuai perencanaan, ruang rawat inap akan bertambah kurang lebih sebanyak 100 hingga 200 bed dari kebutuhan sebanyak 600 bed atau lebih. Juga akan ada penambahan ICU dan ruangan operasi.
Saat ini ungkap Ilham, ruangan operasi di RSUD Kota Bogor maksimal hanya bisa melakukan tindakan operasi sebanyak 17 hingga 20 kali operasi. Padahal penambahan pasien khususnya dari sekitar Kota Bogor maupun dari daerah sekitar, untuk operasi tumor misalnya, terus meningkat. Peningkatan terjadi karena RSUD Kota Bogor adalah sentral untuk penanganan pasien penderita tumor.
Itulah kebutuhan yang mendorong desain pembangunan blok 1 secara keseluruhan perlu segera diwujudkan. Dalam hal pendanaannya, bantuan dan dukungan Pemerintah Kota Bogor dan DPRD Kota Bogor, maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebagaimana yang diungkapkan Dedie Rachim, serta pihak-pihak lainnya menjadi penting dan sangat diharapkan.

Sementara itu A. Irawan, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek Blok 1 tahap awal mengakui, di luar penyelesaian bangunan Blok 1 dan 4, masih banyak fasilitas lain yang dibutuhkan untuk mendukung operasional RSUD secara keseluruhan. Diantaranya lahan parkir kendaraan bagi pegawai maupun para pasien. “Ini masih menjadi persoalan yang terus kami upayakan untuk bisa mengatasinya,” ungkapnya.
Disadari, lahan RSUD Kota Bogor relatif terbatas dan karenanya membutuhkan perluasan. Saat ini diantaranya, untuk mengatasi menciutnya sebagian lahan parkir yang tersita karena proses pembangunan Blok 1, maka parkir pegawai telah diarahkan ke Rusunawa Menteng. Di samping itu juga telah disewa sebidang lahan di sekitar, untuk parkir sepeda motor pengunjung. Tampaknya, masih banyak pekerjaan rumah lain untuk mewujudkan RSUD Kota Bogor yang memiliki daya dukung sarana dan prasarana lebih lengkap. Semoga selalu ada solusi untuk menyelesaikan pekerjaan rumah itu. (Advertorial)
Saluran Air ke Bendungan Sendung Diperbaiki Gotong Royong
Jasinga | Jurnal Bogor
Komando Rayon Militer (Koramil) 0621-24 Jasinga dan pemerintah desa serta pihak terkait bergotong royong bersama masyarakat, Rabu (03/08/). Anggota TNI Serda Pipin tampak berbaur pada kegiatan gotong royong masyarakat memperbaiki saluran air menuju bendungan irigasi Sendung.
Bendungan irigasi yang mengaliri beberapa desa di wilayah Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor yang sempat terancam kekeringan lantaran aliran Sungai Cidurian berbelok arah pasca terjadinya banjir bandang pada awal tahun 2022.
Adapun pada kegiatan gotong royong tersebut melibatkan beberapa desa yakni, Desa Kalongsawah, Sipak, dan Desa Setu.
Turut hadir di lokasi kegiatan, Kepala Desa Sipak Agung Suryadinata, Kepala Desa Setu Esa Asmarani, dan Kanit Satpol PP Kecamatan Jasinga.
Tampak juga kolaborasi antara Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Jasinga bersama, UPT Infrastruktur Irigasi Jasinga yang menurunkan alat berat berupa excavator mini ke sungai Cidurian – Sendung untuk membuka sodetan yang tertutupi bebatuan dan pasir.
Ketua Tani Sangkuriang Desa Setu, Yudi Murnawan mengatakan, alat berat yang diturunkan itu berasal dari UPT Jalan dan Jembatan Jasinga bersama Infrastruktur Irigasi Jasinga.
“Alat berat dari UPT Pengairan dan Jalan Jasinga udah turun hari ini, pendalaman dan pelebaran sodetan biar air lebih kencang ke arah bendungan,” ungkapnya.
Yudi menjelaskan, pengerjaan sodetan tersebut akan dikerjakan selama lima hari kedepan guna kelancaran aliran sungai Cidurian yang menuju bendungan Sendung.
“Katanya sih rencananya sampai 5 hari ke depan. Alhamdulillah kalau banyak yang berjuang di bidang masing-masing kita lebih maksimal hasilnya,” tuturnya.
Sementara Humas UPT Infrastruktur Irigasi Jasinga Asep Fudin membenarkan adanya pembukaan sodetan sebagai penangan sementara.
“Itu upaya inisiatif pimpinan, kita sebenarnya tidak mau berlarut-larut masalah itu, karena memang kondisi yang tidak memungkinkan, ya kita mengadakan inisiatif untuk membuka sodetan lagi karena kalau banjir selalu tertutup lagi,” kata dia
“Itu saja untuk penanganan sementara yang bisa dilakukan dari pihak UPT Irigasi yang bekerjasama UPT Jalan dan Jembatan. Alhamdulillah, ada respons baik untuk bekerjasama,” tukasnya.
** Andres
Kavling Kebun Nuansa Alam dan Jati Indah Tranyogi Kena Sidak Pol PP
Tanjungsari | Jurnal Bogor
Pol PP Kabupaten Bogor melalui Kepala Bidang Penegakan dan Perundang-Undangan Wawan Hermawan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dua kavling kebun Nuansa Alam dan Jati Indah Tranyogi yang ada di Desa Tanjungsari, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor, Rabu (3/8). Sidak ini untuk menertibkan kavling kebun yang makin hari makin tak terkendali dan juga mulai membandel dengan berdirinya bangunan permanen diatas lahan kavling tersebut.

“Dari banyaknya pengaduan masyarakat dan arahan pimpinan maka kami datangi kavling kebun yang notaben Pemda Bogor belum memiliki izin untuk usaha tersebut untuk mengkroscek kebenaran dan keberadaan kavling-kavling tersebut,” ujar Wawan Hermawan kepada Jurnal Bogor.
Dia mengaku baru mengetahui saat menerima laporan dari masyarakat dan arahan pimpinan di Bogor Timur banyak sekali usaha kavling tanpa bangunan yang memang secara aturan Perundang-Undangan itu tidak diperbolehkan apalagi lokasi ini ada di satu hamparan.
“Per kavling dijual dengan luas 100-500 meter itu sudah menyalahi aturan, dan nantinya pasti konsumen akan merasa dirugikan apalagi saya lihat dari 2 kavling yang kami kunjungi saat ini yaitu Kavling Nuansa Alam dan Jati Indah Transyogi keduanya sama-sama sudah terdapat bangunan permanen di atasnya,” ujar Wawan.
Dia mengingatkan pengelola Kavling Jati Indah Transyogi Meme bahwasannya usaha yang dijalani saat ini belum bisa dijalankan karena sudah menyalahi aturan. Adapun dengan lahan yang sudah di kavling-kavling dan terdapat banguan diminta dihentikan dulu.
“Apalagi tadi nyeletuk pak Meme bahwa bangunan permanen itu untuk kandang ayam, itu lebih ngawur lagi karena ada syarat tertentu untuk membangun sebuah kandang ayam,” ujarnya.
Dari hasil sidak ini, lanjut Wawan, pihak pengusaha atau pemilik usaha ini diminta untuk datang ke Kantor Pol PP dengan membawa bukti izin apa yang sudah mereka kantongi hingga berani menjalankan usaha tersebut. Pihaknya juga minta untuk sementara waktu sampai sudah ada izinnya agar kegiatan penjualan dan pembanguan di kavling ini untuk segera di entikan
“Dari sini kami akan buat laporan pada pimpinan dan nantinya kami akan kaji, tindakan apakah yang akan kami ambil. Kami bukan mengabaikan pengaduan apalagi tutup mata sebagai penegak perda pasti kami akan tertibkan jika itu melanggar namun karena keterbatasan personil dan banyaknya persoalan yang harus diselesaikan maka kami baru bisa menindak kavling kebun saat ini,” jelasnya.
Pihaknya juga memastikan akan turun kembali jika masih ada pengusaha kavling kebun yang nekat membiarkan bangunan permanen berdiri diatasnya. Pol PP akan menertibkan dan membongkar kecuali mereka membuat izin perumahan.
“Yang harus diperhatikan adalah kavling ini merugikan Pemda karena tidak punya IMB otomatis tidak masuk ke pendapatan Pemda. Begitu pun fasos fasum yang harusnya ada yang diserahkan ke Pemda namun tidak ada. Jadi usaha kavling ini sangat merugikan Pemda dari segi pendapatan dan lainnya, oleh karena itu kami minta pengusaha kavling untuk kooperatif dan mengikuti aturan yang ada,” pungkasnya.
** Nay Nur’ain
Kabel Dicuri, PJU di Jalan Ciangger-Pasir Angin Padam
Cigudeg | Jurnal Bogor
Tidak berfungsinya 5 titik lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Ciangger-Pasir Angin yang merupakan jalan penghubung antara Desa Cigudeg dengan Desa Wargajaya, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor ternyata karena hilangnya kabel jaringan sepanjang 300 meter.
Menurut petugas PJU UPT Dishub wilayah V Jasinga, Yaya Sudarya, setelah pihaknya melakukan pengecekan terkait adanya 5 titik lampu PJU yang mati atau tidak berfungsi tersebut ternyata disebabkan oleh hilangnya kabel sehingga lampu PJU tidak dapat menyala karena terputusnya aliran listrik. Kabel yang hilang itu mencapai 300 meter.
“Sekitar 300 meter kabel hilang diambil orang yang tidak bertanggung jawab atau pencuri. Total lampu ada 5 titik yang mati, jadi bukan lampu bohlamnya yang mati ternyata memang jaringannya yang mati, 6 gawang hilang dikalikan 50 meter jadi sekitar 300 meter. Kabel itu dari baja putih,” kata Yaya Sudarya kepada wartawan, Rabu (3/8).
Yaya Sudarya mengatakan, pihaknya kemudian melakukan perbaikan dengan melakukan penarikan kabel dan di pastikan PJU yang menerangi jalan tersebut akan berfungsi kembali.
Selain itu, dia berharap, kepada warga untuk saling menjaga aset negara tersebut demi kepentingan bersama.
“Diharapkan saling menjaga aset negara, kalau memang ada orang yang mencurigakan tangkap atau usir bila perlu laporkan kepada pihak yang berwajib,” katanya.
Sebelumnya, salah satu warga Kampung Ciangger, Hamim (47), sempat mengeluhkan terkait ada beberapa titik lampu PJU itu tak berfungsi sejak sekitar 3 minggu.
“Bukan hanya gelap gulita bagi pelintas dikhawatirkan dapat menimbulkan rawan kejahatan kendaraan,” katanya.
Hamim mengatakan, di jalan tersebut memang sering dilintasi pengendara maupun aktivitas warga yang berjalan kaki.
“Takutnya nih ada pengendara motor atau mobil tidak melihat ada pejalan kaki terus ketabrak, itukan bahaya apalagi setiap malam suka ada aja anak-anak remaja sehabis dari setu suka jalan ke Ciangger untuk pulang,” tukasnya.
** Andres
Berkat CCTV, Daman Huri Gagalkan Peredaran Narkoba
Gunung Putri | Jurnal Bogor
Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri bersama buser Polres Bogor mengaku demi terciptanya lingkungan bebas narkoba telah menangkap pengedar narkoba dan pelaku sudah di pengadilan.
“Untuk pengedar kemarin kita sudah tangkap, bahkan sudah ketok palu di pengadilan, saya menangkap itu lewat CCTV. Ada 6 paket yang saya dapatkan lewat CCTV dan sudah diproses di pengadilan bahkan sudah ketok palu ya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor saat sosialisasi P4GN di Kecamatan Gunung Putri, Selasa (3/8).
Bahkan, kata dia, sekarang ini ada pola transaksi baru dengan cara bertransaksi di tempat ibadah seperti masjid. “Jadi yang kita tangkap bersama buser Polres Bogor lusa lalu, itu bentuknya seperti permen Kopiko (jenis sabu) yang dibungkus lakban itu persis seperti itu dan kita menangkap 6 paket sabu dengan rata rata diatas 1 gram satu bungkusnya itu,” kata A Heri biasa disapa.
Menurutnya ada juga yang ditempel di tiang listrik dan uniknya, karena Desa Gunung Putri ini banyak Kampung Ramah Lingkungan (KRL) narkoba itu di simpan di bawah pot bunga.
“Karena banyak KRL disimpanlah sama dia diuruk di bawah pot bunga, untungnya kita punya banyak CCTV jadi terdeteksi oleh CCTV, kalo gak ada CCTV mungkin kita tidak bakal tau,” tuturnya.
Ia menceritakan bahwa desanya dijadikan tempat transaksi, tetapi ia menyebut transaksi dilakukan di perbatasan Citereup-Gunung Putri dan tempat bandarnya di Lulut.
“Pelakunya ditangkap di wilayah Citeureup, perbatasan Gunung Putri-Citeureup, nah tapi yang bandar-bandar itu beroperas nya di daerah Lulut, transaksinya di Gunung Putri. Maka dengan dibentuknya Satgas kalo di setiap desa ini ada seperti ini maka akan cepat memberantasnya, tapi kalo cuman Gunung Putri aja yang seperti ini akan sulit memberantas hal tersebut,” pungkasnya.
** Wisnu / Nay
Desa Tlajung Udik Gandeng Disdukcapil Permudah Administrasi Warga
Gunung Putri | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor bersama Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) menjemput bola ke masyarakat dalam pembuatan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran dan Kartu Indentitas Anak (KIA) di aula Desa Tlajung Udik, Selasa (2/8).
Kepala Sub Kordinator Pelayanan Kelahiran dan Kematian Disdukcapil Budi Badarutaman mengatakan, dalam pembuatan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak, untuk mempermudah masyarakat.
“Hari ini kita jemput bola ke Desa Tlajung Udik untuk mempermudah masyarakat dalam pembuatan akta kelahiran, KK, KIA,KIP dan identitas anak lainnya,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (03/08).
Menurutnya dalam kesempatan tersebut Disdukcapil menargetkan 200 pembuatan kartu. “Satu hari ini kita targetkan 200 orang kalo untuk selanjutnya tergantung dari desanya mengajukan lagi atau engga, semua kan tergantung kebutuhan dari desa,” paparnya.
Jika desa ingin mengadakan seperti ini, kata dia, desa harus mengajukan permohonan terlebih dahulu ke Disdukcapil setelah itu akan ditindak lanjuti.
“Ya melakukan pemetaan dulu desanya masing-masing, apakah warganya sudah memiliki dokumen kependudukan apa belum, dan jika memang belum maka akan disosialisasikan untuk dibuatkan selagi diadakan jemput bola oleh dinas kami ” paparnya.
Sementara itu, Kepala Desa Tlajung Udik, Yusuf Ibrahim mengatakan kegiatan ini merupakan inisiatif dan bagian dari programnya selama menjabat sebagai Kepala Desa Tlajung Udik, dan berharap apa yang diprogramkan ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan.
“Warga kami ada sekitar 17.000 KK dan persoalan di lapangan itu bervariasi terutama dalam persoalan administrasi yang sering banyak terjadi, maka dari itu kami fasilitasi agar memudahkan warga kami dalam pembuatan KK, KIA dan akta kelahiran dan kami memprogramkan kegiatan ini sekali dalam sebulan,” pungkasnya.
** Wisnu/ Nay
Beda Dengan Kantor Pos dan Mall, Parkir Pasar Ciawi Tidak Ada Progresif
Ciawi | Jurnal Bogor
Keluhan pengunjung Pasar Ciawi, terkait naiknya tarif parkir sebesar Rp3000 untuk kendaraan bermotor, 4000 mobil dan Rp6000 kendaraan barang atau box, langsung disikapi PT Tegar Parking, selaku pengelola lahan parkir pasar milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor tersebut.
Perwakilan PT Tegar Parking, Firdan mengatakan, awal perusahaannya dipercaya Perumda Pasar Tohaga untuk mengelola lahan parkir, untuk tarif yang dikenakan itu hanya 2000 rupiah. Namun, seiring berjalannya waktu dan juga meningkatnya pengeluaran, membuat pihak perusahaan harus mengambil sikap dengan menaikan tarif parkir.
Setelah sekian lama menjadi rekanan Perumda Pasar Tohaga dalam pengelolaan parkir, lanjutnya, setelah melalui rapat perusahaan dan berkordinasi dengan pihak Tohaga, akhirnya di tahun 2018 dilakukan kenaikan tarif sebesar 1000 rupiah.
“Jadi dari tahun 2018, tarif parkir untuk pengunjung yang membawa kendaraan motor dari 2000 menjadi 3000. Dan selama ini tidak ada yang mengeluhkan soal kenaikan tarif tersebut,” aku Firdan kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (03/8).
Firdan menjelaskan, tarif parkir di Pasar Ciawi sebesar itu, tidak diberlakukan sistem progresif atau setiap jamnya terjadi kenaikan tarif.
“Kalau tarif 3000, per jam nya itu tidak ada kenaikan lagi. Pengunjung pasar mau berbelanja beberapa jam pun tarif parkir tetap 3000 rupiah,” jelasnya.
Bahkan, kata Firdan, perusahaannya memberikan kompensasi terhadap kendaraan para pedagang di Pasar Ciawi. Dimana, para pedagang hanya dikenakan tarif parkir per bulan sebesar 30.000 rupiah.
“Untuk pedagang, seharinya itu biaya atau tarif parkir yang dikenakan hanya 1000 rupiah,” paparnya.
Firdan minta agar para pengunjung Pasar Ciawi tidak usah takut tarif parkir akan bertambah setiap jam nya. Sebab, antara pasar tradisional dengan modern atau sejenis mall, itu tidak bisa disamakan.
“Yang datang ke mall itu kan berbeda kalangan serta kebutuhannya, wajar saja jika parkir di mall itu diterapkan sistem progresif, setiap jam nya tarif parkir naik. Kalau sistem progresif diterapkan di Pasar Ciawi, bisa-bisa pasar jadi sepi pengunjung,” imbuhnya.
Sementara, Kantor Pos sebelah Pasar Ciawi memberlakukan sistem progresif terhadap kendaraan para pengunjung. Pengelola lahan parkir Kantor Pos Ciawi, memberlakukan tarif parkir kendaraan para pengunjung sebesar 3000 per jamnya.
“Tarif 3000 rupiah itu akan naik setelah satu jam parkir,” ungkap Bahar.
Bahar mengaku heran dengan tarif parkir di Kantor Pos yang menggunakan sistem progresif oleh pengelola, yakni PT Patra. Padahal, kantor tersebut merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atau pemerintah.
“Yang saya pertanyakan hasil dari parkir itu disetorkan kemana, apakah ke Kantor Pos atau Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bogor,” tukasnya.
** Dede Suhendar
Ketersediaan Gas Elpiji 3 Kg di Bogor Barat Melimpah
Leuwisadeng | Jurnal Bogor
Gas elpiji 3 kilogram di wilayah Kabupaten Bogor, khususnya di Bogor Barat ketersediaannya cukup, bahkan melimpah sehingga konsumen tak kekurangan pasokan.
“Kondisi gas memang lagi melimpah. Stok di pangkalan lagi banjir, bahkan perusahaan pengisi sekarang bertambah,” kata salah satu pengecer pangkalan di wilayah Kecamatan leuwisadeng, Matim, Rabu (3/08).
Menurut dia, ada kemungkinan gas 12 kilogram saat ini yang mahal sehingga menyebabkan masyarakat beralih ke gas 3 kilogram.
“Iya mungkin gas 12 kilo harganya naik, jadi masyarakat beralih ke gas 3 kilo,” ujarnya.
Hal tersebut juga diakui oleh agen gas 3 kilogram di wilayah Kecamatan Nanggung Ida. Diakuinya, saat ini kebanjiran orderan untuk gas 3 kilogram.
“Alhamdulillah untuk gas 3 kilo saat ini tidak langka, tapi malah kebanjiran order,” paparnya.
Dia tidak mengetahui soal kelangkaan gas untuk 12 kilogram, akan tetapi menurutnya untuk gas 5 kilogram ada kenaikan harga.
“Yang saya tahu yang ada kenaikan harga itu gas 5 kilo, tapi saya gak tau itu harganya berapa,” tukasnya.
** Andres

