24.7 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 846

Kabulkan Keinginan Warga, Pemdes Parakanmuncang Bangun Stadion Mini

0

Naggung l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Parakanmuncang, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mewujudkan sarana olahraga dengan membangun lapangan sepakbola yang berlokasi di Kampung Cogreg RT 02 RW 03 Dusun 02.

Tokoh masyarakat setempat Dayat Firmansyah mengaku bersyukur dengan dibangunnya lapangan Cogreg. Pasalnya, keinginan warga Parakanmuncang adanya lapangan sepak bola kini terjawab sudah.

“Impian masyarakat ingin adanya lapangan desa, alhamdulillah direspons baik Pak Kades. Diatas lahan satu hektare, target untuk dijadikan stadion mini seluas 100×100 meter per segi,” ujar Dayat Firmansyah kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/9).

Dayat Firmansyah yang merupakan penggiat sepak bola sejak 1982 yang saat ini masih aktif  sebagai wasit bercita cita mengembangkan sarana olahraga dikemas menjadi wisata olahraga.

“Mudah-mudahan  lapangan ini terwujud  sampai difungsikan sebagaimana mestinya. Potensi pemain muda sepakbola di Desa Parakanmuncang terbilang cukup banyak. Ada yang masuk SSB bahkan ada yang masuk Porda Jabar,” jelas Dayat.

Dia mengharapkan meski pembangunan fasilitas penunjang olahraga lainnya direncanakan tahun mendatang, namun paling tidak proses pemerataan lahan bisa rampung sekarang ini.

Menurut Dayat, seandainya pemerataan lahan lapangan hingga tahun mendatang, khawatir tahun 2023  akses alat berat itu tidak  semudah sekarang ini.

“Nah, sekarang alat berat bisa lewat, namun tahun 2023 itu belum tentu. Jadi, ini kesempatan, paling tidak  proses pemerataan untuk stadion itu bisa selesai tahun ini,” harap Dayat.

Dia juga menjelaskan, masyarakat desa menginginkan lapangan sepak bola yang luas sehingga bisa digunakan untuk kegiatan lainnya. Dengan adanya stadion mini generasi muda dapat mengembangkan potensinya.

“Sejalan dengan dukungan semua pihak terutama dari Pemerintah Desa,” jelasnya.

Pemerataan lapangan sendiri menggunakan alat berat yang didanai dari anggaran CSR PT Antam.

Sedangkan Ketua RW 03 Kampung Cogreg, Sanju bersama masyarakat dan anggota linmas lainnya ambil bagian dalam menundukung jalannya pembangunan dengan mengamankan alat berat yang digunakan pemerataan lapangan tersebut.

“Dibangunnya stadion olahraga, kami bersama masyarakat sangat mendukung. Bahkan setiap malam, bersama masyarakat, Linmas kebagian jaga mengamankan alat berat,” imbuh RW Sanju.

Sementara dukungan pembangunan lapangan Cogreg datang dari berbagai pihak, termasuk kepala Dusun 01 Andi Suwandi dan masyarakat sekitar Didin mengakui momentum ini sangat tepat karena keberadaan fasilitas olahraga seperti lapangan sepakbola sangat dinantikan warga.

“Sangat tepat kalau pemerataan lahan yang akan dijadikan lapangan bisa rampung tahun ini, sebab  tahun 2023 mendatang pemerintah desa bisa fokus merencanakan membangun fasilitas lainnya,” ujar Didin.

Kepala Desa Parakanmuncang  Mauludin mengaku telah menjawab keinginan warga dengan dibangunnya lapangan sepakbola yang sudah tercetus sejak lama. “Diupayakan pemerataan lapangan berjalan hingga selesai dan fasilitas pendukung tahun depan,” ujarnya.

** Arip Ekon

Drainase yang Dibangun CV Makmur Disebut Serobot Tanah Warga

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pekerjaaan pengelolaan dan pengembangan sistem drainase yang terhubung langsung dengan sungai di Kampung Pabuaran RT 04 RW 10 Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor diprotes warga. Pasalnya pembangunan drainase tersebut diduga menggunakan lahan milik warga.

Pekerjaan tersebut dikerjakan CV Makmur HMC dan Konsultan Pengawas dari PT. Dua Tunas Sejahtera yang memakan anggaran sebesar Rp 440.000.000.

Pemilik tanah Samen mengatakan, dengan adanya pembangunan drainase ini tanah miliknya terpakai sekitar 40cm dan tidak ada konfirmasi baik dari kontraktor maupun konsultan terlebih dahulu.

“Sekarang tanah saya yang kena sekitar 40cm kalau dikali 10 aja istilahnya udah berapa, memang tidak banyak yang terpakainya, namun demikian tetap disebut sebagai penyerobotan. Umpama sekarang kenanya hanya 4 meter tetap mah pajak kita yang bayar, dia mah gak mungkin mau bayar,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/9/).

Dia pun merasa kecewa terhadap ketua lingkungan, dimana saat itu mengatakan proyek drainase ini tidak akan mengenai tanah warga.

“Saya merasa kecewa pada RW, waktu itu dia bilang, iya tidak makan tanah warga nyatanya sekarang makan tanah saya. Sebelumnya saya sudah bicara dengan RW, saya tidak mau tanah saya kena dari pembangunan ini. Kata RW ya nanti saya mundurin lagi ke sana ga apa apa, karena saat itu saya setuju, soalnya dia bilang diluar patok pasangnya, gak taunya masangnya lewat masuk dalam patok tanah saya,” bebernya.

Lebih lanjut ia memaparkan, adanya pekerjaan yang mengenai tanah miliknya, pekerjaan ini pernah disetop untuk tidak dilanjutkan sampai urusan selesai.

“Makanya kemarin saya setop, selama 3 hari tidak ada yang kerja, sekarang mulai kerja lagi. Kata mandornya bilang bagaimana saya dengan pak RW, saya bilang ke mandornya pak RW suruh datang aja ke rumah saya nemuin saya, sampai sekarang dari pihak RW tidak datang,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Penghijauan dan Cegah Longsor, Area TPAS Galuga Ditanami Ribuan Pohon

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Sebanyak 2000 bibit pohon ditanam di area penyangga antara Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga dengan area masyarakat sebagai upaya penghijauan. Warga juga berharap dibuatkan Tanggul Penahan Sampah (TPS).

“Kami melakukan tanam pohon bekerjasama dengan pihak Perhutani mengundang Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Muspika dan para ormas serta masyrakat untuk melakukan penanaman pohon,” kata Sekretaris Forum Masyarakat 3 Desa, Irfan kepada wartawan, Rabu (21/9).

Irfan mengatakan, penamaan ribuan pohon dari Perhutani itu dilakukan di area sekitar tempat milik TPAS DLH Kota Bogor karena area tersebut dekat dengan pertanian warga bahkan tidak jauh dari pemukiman.

“Apalagi belum lama ini dilokasi tersebut telah terjadi longsor yang berdampak pada area pertanian warga,” katanya.

Ketua Forum Masyarakat Dukuh (Fosmadu) Gojal mengatakan, mayarakat dari tiga desa terlebih Desa Dukuh yang terdampak langsung longsoran dari TPAS milik Pemkot Bogor berharap kejadian  itu tidak terulang lagi dan minta dibuatkan tanggul untuk mengantisipasi longsor susulan dan juga dibuat saluran alir.

“Karena selama ini air licit itu ketika turun hujan apalagi mengalir ke areal pertanian warga bahkan ke pemukiman tentu ini harus ada penahan khusus dan skala primata dari DLH Kota Bogor maupun Kabupaten,” kata Gojal.

Menagggapi hal itu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor Denis Wismanto akan mengupayakan usulan warga tersebut.

“Insya Allah kita memiliki perjanjian yang ditandatangani oleh bupati dan walikota apa yang tertuang komitmen dalam perjanjian insya Allah itu bisa jadi prioritas,” katanya.

Tapi kalau yang diluar itu pasti ada skala prioritas lagi dan prosesnya tidak bisa langsung direalisasikan. Namun untuk saluran air dalam waktu dekat kata dia, tahun ini akan perbaiki.

“Terjadinya longsor itu ada peringatkan volume sampah apalagi area kita itu satu hamparan dengan milik Pemkab Bogor,” katanya.

Sementara Camat Cibungbulang, Agung mengatakan, kegiatan menanam pohon ini  merupakan kegiatan berdampak positif terhadap lingkungan buffer zone di arena pembuangan sampai yang semakin hari semakin meningkat volumenya.

“Yang paling cepat yang kita rasakan ya ini menjadi cadangan oksigen bagi masyarakat,” katanya

Terkait penanganan  longsor yang tempo hari terjadi, pihaknya sudah rapat dengan DLH Kota maupun Kabupaten Bogor.

“Sudah disampaikan beberapa opsi keinginan masyarakat atau usulan-usulan masyarakat kami sedang menunggu tindak lanjut dari rapat itu yang katanya akan dirapatkan secara internal antara DLH dan juga pihak Pemda,” tukasnya.

** Andres

BHPRD 2022 Turun, Kades Gunung Putri Pertanyakan Cara Hitung Bappenda

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri mengeluhkan turunnya angka Bagi Hasil Pendapatan Retribusi Daerah (BHPRD) yang hanya Rp100 juta di tahun 2022 ini.

Menurutnya, untuk tahun 2022 Desa Gunung Putri sudah lunas pajak, namun yang membuat dirinya bingung mengapa bisa turun sampai sejauh itu. Padahal tahun sebelumnya mencapai 600 juta.

“Yang ingin kami tanyakan kepada Bappenda ialah bagaimana cara penghitungan bagi hasil pajak ini, seperti apa rumusnya, dan berapa total pajak yang dihasilkan oleh desa,” jelas A Heri kepada Jurnal Bogor, Rabu (21/09).

Lebih lanjut ia menjelaskan, sebaiknya ada keterbukaan terkait bagi hasil pajak ini agar desa ini juga tahu, berapa persentase yang harus didapat desa dari bagi hasil pajak. Jangan sampai sudah berupaya membuat desa lunas pajak harus kecewa dari bagi hasil pajak yang ditetapkan oleh Bappenda.

“Mungkin kami akan bersama-sama mempertanyakan cara hitung-hitungan Bappenda dalam membagi hasil pajak ini, karena selama ini kami tidak diberitahu teknis pembagiannya seperti apa?, Jadi seolah-olah terima saja apa yang dibagikan,” cetus Damanhuri.

Oleh karena itu dia berharap ada keterbukaan dari Pemda terkait bagi hasil pajak agar Pemerintah Desa juga bisa paham cara hitung-hitungan pajak yang dipakai Pemerintah Daerah.

** Nay Nur’ain

Si Paris Bakal Gebrak Peningkatan Wisata Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Sistem Informasi Pariwisata Sukamakmur (Si Paris) berbasis web akan memberikan kemudahan bagi wisatawan sehingga bisa mendongkrak wisata yang ada di Sukamakmur.

” Kita melakukan sosialisasi Si Paris kepada pengelola wisata hingga lapisan masyarakat yang ada di Kecamatan Sukamakmur,” ujar Camat Sukamakmur, Bakri Hasan, Rabu (21/9).

Menurutnya, adanya Si Paris ini untuk pengembangan wisata melalui jaringan yang lebih luas seperti mempromosikan lewat media sosial hingga lainnya. Apalagi Sukamakmur sendiri memiliki puluhan wisata, baik wisata alam maupun wisata buatan.

“Si Paris berguna juga untuk menarik investor pengembangan wisata di Sukamakmur, intinya untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung ke Sukamakmur,” jelasnya kepada Jurnal Bogor.

Bukan hanya itu, Si Paris pun nantinya berguna bagi para investor yang akan melakukan pembangunan wisata agar mengetahui zona rawan tidaknya lokasi tersebut

“Tidak semua tempat di Sukamakmur boleh membangun wisata, ada zona rawan bencana yamg dilarang keras membangun wisata, tanpa adanya perizinan hingga kajian lainnya, nanti dijabarkan disistem si Paris ini,” terangnya.

Dia berharap dengan adanya Si Paris ini dapat mendokrak peningkatan wisata di Kecamatan Sukamakmur, namun mengaku ada kendala fasilitas infrastruktur jalan yang kurang memadai.

“Dengan dibangunnya jalan mungkin lebih mempermudah wisatawan menjangkau area wisata Sukamakmur. Semoga saja bisa diperbaiki,” harapnya.

** Nay Nur’ain

Desa Bojong Nangka Digeruduk Kades se-Kabupaten Merangin Jambi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor mendapat kunjungan dari para kepala desa dan Badan Pengawas Desa (BPD) se-Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Rabu (21/9).

Kunjungan tersebut untuk peningkatan kapasitas kepala fesa dan BPD dalam hal administrasi pemerintah desa.

Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir mengatakan, selain peningkatan kapasitas kepala desa dan BPD, yang menjadi obyek kepala desa se-Kabupaten Merangin ialah terkait beberapa laporan-laporan desa.

“Seperti RPJMDES, RKPDES, LPPD Desa, APBDes, serta hal hal yang menyangkut kemasyarakatan,” ujar Amir kepada Jurnal Bogor di aula Desa Bojong Nangka.

Amir menyebutkan, mereka sangat antusias mengunjungi Desa Bojong Nangka serta merespons baik sistem pemerintahannya karena mendapatkan banyak hal-hal baru untuk bisa diterapkan di Kabupaten Merangin. Dengan begitu, Pemerintah Desa Bojong Nangka pun mengapresiasi kepala desa dan BPD yang telah mengunjunginya.

“Tetapi mereka lebih fokus, dan intens menanyakan kegiatan yang berhubungan dengan pelayanan kepada masyarakat, seperti pelayanan online, kemudian juga desa berbasis digital dan sebagainya,” ucapnya.

Ia juga mengungkapkan, tamu yang hadir merupakan kepala desa yang baru dilantik pada Juni lalu yang baru menjabat selama tiga bulan.

“Yang hadir kurang lebih sebanyak 70 orang, dipimpin langsung oleh DPMD Provinsi Jambi, dan para camat yang mendampingi rombongan tersebut,” sebut Amir.

 Pemerintah Desa Bojong Nangka juga mengharapkan masukan dan saran dari pengalaman para kepala desa Kabupaten Merangin tersebut. “Yang mungkin cocok bisa diterapkan disini,” tandas Amir.

Diakhir acara, Camat Gunung Putri Kabupaten Bogor menerima pelakat berupa Kujang dan Golek Semar yang diberikan Kepala Dinas DPMD Provinsi Jambi.

** Nay Nur’ain

Bantu Masyarakat, Demokrat Kabupaten Bogor Fasilitasi Pembuatan Akta Kelahiran, KIA dan KK Gratis

0

Cibinong | Jurnal Bogor

DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil memfasilitasi masyarakat yang belum memiliki akta kelahiran, kartu identitas anak (KIA) dan kartu keluarga secara gratis di Kantor DPC Partai Demokrat, Rabu (21/9). Kegiatan ini masih merupakan rangkaian bulan bakti Partai Demokrat.

“Demokrat mengetahui kebutuhan dan kesulitan masyarakat, khususnya dalam pembuatan akta kelahiran dan kartu keluarga. Tentu membantu masyakarat dalam membuat akta dan KK menjadi lebih efisien dalam berbagai hal, efesien waktu, efesien biaya (karena gratis),” ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita.

Antusias masyarakat diakui Kang Dechan luar biasa sehingga DPC akan kembali melakukan kegiatan pembuatan akta dan KK lagi. “Terimakasih kepada Kepala Dinas Disdukcapil (Bambang Setiawan) dan tim yang sudah berkenan datang dan membantu full proses pembuatan akta dan KK di DPC Demokrat Kabupaten Bogor,” ungkapnya.

Sementara Sub Koodinator Pelayanan Kelahiran Kematian Disdukcapil Kabupaten Bogor Budi Badarutaman merespons positif upaya Partai Demokrat. Diakuinya, sekitar 30 persen warga Kabupaten Bogor masih rendah kesadarannya mengurus dokumen kependudukan seperti KK, KTP, KIA, akta kelahiran, akta kematian dan dokumen perkawinan dan perceraian.

“Kendalanya mungkin karena tidak sadar atau tidak tahu. Jadi ngurus saat butuh, padahal berpikirnya harus diurus jangan ditunda-tunda,” jelasnya.

Bahkan masyarakat di Kabupaten Bogor juga masih minim mengurus akta kematian. Padahal akta ini penting agar up-date dan tidak tercantum lagi di KK sehingga tidak tumpang tindih seperti penerima BLT masih tercatat padahal sudah meninggal dunia. “Malas mengurus, mengurus karena ada warisan atau asuransi padahal harus dicatatkan. Datang saja ke Disdukcapil atau ke UPT di masing-masing kecamatan,” kata dia.

Menurut Kepala Badan Pembina Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Solahudin, persoalan dokumen kependudukan akan dibantu karena termasuk kebutuhan masyarakat. “Peran Demokrat memberikan manfaat di masyarakat. Kami akan jemput bola nantiny ke kecamatan. Jadi ada tahap berikutnya,” jelasnya.

** Asep S.Sayyev

Resmi Diperkuat 468 Atlet Terbaik, Kontingen Porprov Kota Bogor Siap Tempur

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kontingen Kota Bogor untuk Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat 2022, resmi dikukuhkan Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto. Bahkan pengukuhan tersebut langsung ditandai dengan apel bersama jajaran pengurus kontingen, pelatih, perwakilan atlet, ketua cabor, dan unsur terkait, di halaman kantor Balaikota, Selasa (20/9).

Wali Kota Bogor, Bima Arya, menekankan kepada Pengurus Kontingen ‘Kota Hujan’, Ketua cabor, atlet, pelatih, agar berjuang bersama-sama dalam meraih prestasi tertinggi yakni peringkat tiga besar pada Porprov XIV Jabar 2022.

“Mari sama-sama kita berjuang untuk mencapai target 90 medali emas di ajang Porprov Jabar 2022 kali ini. Karena dengan kita berjuang bersama-sama, saya yakin target tiga besar bisa terwujud.” kata Bima Arya.

Apalagi, kata Bima, Ketua Kontingen Kota Bogor, pada Porprov Jabar 2022, langsung dipimpin oleh Wakil Wali Kota Dedie A Rachim. Jadi sambung Bima, dirinya yakin target tiga besar dengan pencapaian 90 medali emas bisa tercapai.

“Saat ini tugas berat tidak hanya pada ketua Kontingen, Ketua Cabor saja. Namun pelatih juga termasuk. Oleh sebab itu saya minta kepada para pelatih, agar memastikan segala teknis berkaitan dengan program latihan atlet, ataupun kesiapan bertanding dari masing-masing atlet di ajang Porprov 2022,” kata Bima Arya.

Sementara itu Ketua Kontingen Kota Bogor, Dedie A Rachim, dalam laporannya menjelaskan, jika Kontingen Kota Bogor sudah siap menghadapi Porprov Jabar 2022. Bahkan kesiapan tersebut, telah didukung dengan kesiapan atlet sebanyak 468 orang, pelatih 133 orang, manajer 48 orang, pengurus dan tenaga perbantuan sebanyak 110 orang. Jadi total keseluruhan berjumlah 739 orang.

Selain itu, kata Dedie, Porprov tahun ini Kota Bogor akan mengikuti 410 nomor dari 1044 nomor yang dipertandingkan (39%) dengan target 90 medali emas. Sedakan pertandingan Porprov akan dilaksanakan di 9 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, dan akan dibuka pada tanggal 12 Nevember 2022 dan di tutup pada tanggal 19 November 2022 di Kabupaten Ciamis.

“Yang pasti kita sudah persiapkan semua cabor-cabor yang kita proyeksikan untuk meraih 90 medali emas di ajang Porprov 2022. Dan target 90 emas itu bukan karena analisis yang abal-abal, tetapi hasil kajian-kajian yang sudah kita lakukan selama ini,” kata Dedie.

Namun kata Dedie, yang namanya olahraga ini ada saat naik ataupun turun. Tapi itu semua sudah dipastikan kembali kepada masing-masing cabang olahraga, agar konsisten dan jangan lengah, meskipun diatas kertas Kota Bogor sudah unggul, tetapi Kota Bogor wajib mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Bukan itu saja, tambah Dedie, Kota Bogor juga sudah mempersiapkan tim untuk mengantisipasi terjadinya kecurangan pada saat pelaksanaan Porprov berlangsung.

“Kami dari KONI maupun Dispora sudah mengantisipasi secara detail soal langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan apabila terjadi kecurangan dilapangan. Dan kita paham akan hal-hal itu, jadi kita sudah antisipasi dengan baik,” kata Dedie menjelaskan.

** Asep Syahmid

FPTI Kabupaten Bogor Siap Tempur dan Optimis Pertahankan Predikat Juara Umum

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Persiapan terus dilakukan pengurus Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Bogor menjelang perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat, November mendatang.

Wakil Ketua Bidang Prestasi FPTI Kabupaten Bogor, Trian Turangga mengatakan, kondisi atlet  yang tergabung dalam Tim Panjat Tebing Kabupaten Bogor saat ini dalam kondisi prima dan siap tanding.

Hal itu dilihat dari capaian try out dan pertandingan di Pelembang belum lama ini.

“Latihan tetap dilaksanakan seminggu empat kali, saya optimis target mempertahankan juara umum bisa terwujud,” kata TR, sapaan akrab  Trian Turangga, Selasa (20/9/2022)

Sementara cabor panjat tebing sendiri bakal memperebutkan 18 medali emas. “Kalau kita berbicara mapping atau pemetaan peta kekuatan panjat tebing di Jawa Barat, tiga daerah masih mendominasi seperti Kota Bogor, Kota Bandung, dan Kota Bekasi,” jelas TR.

Ia menjelaskan, potensi medali emas yang diusung FPTI kepada Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Bogor adan di nomor speed relay putra-putri dan boulder dengan total tujuh medali.

Sedangkan Ketua FPTI Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal mengatakan, skuadnya sudah melakukan try out ke Bandung, dan Palembang.

Dia berharap, tujuh medali emas bisa diraih pada ajang  Porprov Jabar 2022  yang akan dilangsungkan di Kabupaten Bandung untuk cabor panjat tebing.

“Mempertahankan gelar juara umum jelas tidak mudah. Tapi, kami optimis karena para atlet terlihat sangat prima, dan sudah siap tempur,” kata Bambang Widodo Tawekal.

Tim besutan Mochamad Fakhry Husainy ini bakal mengikuti 22 dari 24 nomor keseluruhan yang dipertandingkan nanti.

“Masih ada waktu untuk mematangkan persiapan. Saya harap kondisi para atlet bisa benar-benar prima. Mohon doa dari masyarakat Kabupaten Bogor supaya target kami meraih tujuh medali emas bisa terwujud,” pungkasnya.

** Asep Syahmid

Nungki Optimis Atlet Wushu Kabupaten Bogor Berjaya di Porprov Mendatang

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Pengcab Wushu Kabupaten Bogor yang diketuai Fitri Putra Nugraha terus melakukan pembinaan berjenjang.

Nungki panggilan akrab dari Ketua Cabor Wushu Kabupaten Bogor mengatakan dengan pembinaan berkelanjutan maka alan lahir atlet Wushu potensial dan handal dari Kabupaten Bogor.

Ia menilai, kualitas Atlet Wushu binaan Pengcab Wushu Kabupaten Bogor sangat menjanjiikan buat event Porprov Jabar mendatang.

Apalagi, kata Nungki, saat ini Pengcab Wushu Kabupaten Bogor terus memberikan jam bertanding yang cukup banyak bagi para atletnya.

Bahkan, saat ini ada enam atlet Wusnu Kabupaten Bogor yang tengah bertanding pada Kejurnas Wushu Piala Presiden di Graha Unesa Surabaya, Jawa Timur.

” Saya optimis dengan potensi atlet atlet Kita untuk Porprov mendatang. Karena pada Kejurnas kali ini atlet kita mampu mengalahkan atlet atlet PON dari Provinsi lain seperti DKI, Jatim dan Sumut, ” kata Nungki, Selasa, 20 September 2022.

Selain itu, kata Nungki, pada Kejurnas Wushu Piala Presiden 2022 atlet Wushu binaan Pengcab Wushu Kabupaten Bogor berhasil mengalahkan atlet Pelatnas.

Hingga saat inii, para atlet Wushu binaan Kabupaten Bogor yang tampil pada Kejurnas Wushus Piala Presiden 2022 sudah mengemas 3 medali perak dan 1 perunggu.

Tambahan satu medali perak yang diraih atlet wushu Kabupaten Bogor pada Kejurnas kali ini disumbangkan oleh Zaidan pada nomor NanGun.

Sementara itu, Taufan Novriansyah masuk babak Semifinal pada nomor Sanda 48Kg-Putra.

** asep syahmid