32 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 839

MPK Desak POLRI Usut Tuntas Kasus Brigadir J

0

JURNAL INSPIRASI – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Mahasiswa Peduli Keadilan (MPK) berunjukrasa di Tugu Kujang pada Selasa (16/8). Aksi tersebut diwarnai tabur bunga.

Ketua Aksi demontrasi Rahmat Hidayat mengatakan bahwa tujuan dari demontrasi ini untuk mendesak Polri segera mengusut tuntas kasus pembunuhan terhadap Brigadir J

“Kita menuntut sebuah keadilan yang memang berawal dari sebuah tragedi, tragedi yang sudah terjadi yang dilakukan beberapa oknum Polri. Kita sampaikan kita sebagai masyarakat dan mahsiswa tentunya mengingkan sebuah penegak hukum atau pelaksana hukum itu dapat melaksanakan perintah hukum sebagai panglima tertinggi,” ujarnya kepada wartawan.

Mahasiswa berharap agar Polri terus mengusut tuntas kasus kematian Brigadir J. Sehingga kasusnya menjadi terang dan tidak terjadi di kemudian hari

“Kita ketahui bersama sebagai mahasiswa, tragedi ini merupakan tragedi yang dirancang sedemikian rupa yang beberapa lembaga mengatakan bahwa itu sebagai rekayasa. Kita sebagai mahasiswa menginginkan untuk diusut tuntas sampai ke akarnya sehingga kejadian ini tidak terulang,” ungkapnya.

Tak lupa, mahasiswa turut meminta agar Bharada E mendapatkan perlindungan. Hal itu lantaran Bharada E dinilai sebagai saksi kunci dari kasus pembunuhan tersebut.

“Kalau penyidikan itu ranah polisi kita hanya mengkaji yang terjadi. Kalau menurut kita masih ada yang ditutupi. Kita berharap Bharada E bisa dilindungi untuk bisa mengungkap siapa aja dalangnya dan sampai mana kasusnya,” ungkapnya.

Dalam kesempatam berbeda, Praktisi Hukum Achmad Hidayat turut mendukung aksi mahasiswa tersebut. Ia menilai bahwa kasus tersebut harus dikawal oleh masyarakat.

“Itu langkah yang baik untuk mengawal kasus ini Brigadir J sangat terang benerang untik trus dikawal,” ucapnya.

Selain itu, sambungnya, Polri harus mengawal Bharada E, karena ia merupakan orang yang memiliki peran penting dalam kasus ini. “Saya khawatir Bharada E diintimasi, diintervensi kelompok-kelompok yang ingin Bharada E tidak banyak bicara dalam kasus ini,” pungkasnya.n Fredy Kristianto

CAS Miliki Kegiatan di Bulan Muharam Senangkan Anak Yatim

0

Bogor | Jurnal Bogor

Komunitas CAS (Catatan Akhir Sekolah) yang beranggotakan  orang-orang peduli terhadap sesama dan lingkungan pada Muharam 1444 Hijriyah ini miliki kegiatan menyenangkan anak yatim. CAS yang diketuai Hendrik sekaligus pencetus berdirinya CAS merupakan gabungan dari berbagai alumni sekolah baik SD, SMP, SMA maupun SMK yang tinggal di Bogor dan luar kota.

“Alhamdulillah selama ini kita melaksanakan kegiatan sosial dalam bentuk santunan anak yatim secara rutin satu bulan sekali sejak tahun 2021 dan tepat di bulan Muharam 1444 Hijriyah ini kita juga berhasil mengumpulkan dana untuk menyenangkan 75 anak yatim,” tutur Hendrik.

Santunan sendiri diberikan pada Rabu (10/8) lalu yang dihadiri Ustadz Rahmat dari Pondok Pesantren Darul Rukyah, Pondok Bitung, Cijeruk, Kabupaten  Bogor.

Menurut Hendrik, sumber dana  berasal dari para donantur yang merupakan  anggota, baik yang masih aktif hadir maupun anggota pasif yang dihubungi melalui kontak telepon oleh pengurus. Untuk mendukung kegiatan santunan anak yatim dan kegiatan sosial lain yang dilakukan oleh CAS diantaranya adalah menyantuni kaum dhuafa dengan cara membagikan sembako serta membantu korban bencana alam.

Sementara anak yatim yang diberi santunan di bulan Muharam ini adalah mereka yang terdaftar di Komunitas Catatan Akhir Sekolah (CAS) yaitu anak-anak yang berasal dari Yayasan Rumah Berkhimat Yatim Piatu dan Dhuafa Semplak Bogor Barat, Yayasan Al-Amin Loji, Yatim Piatu Bojong Menteng Ciomas, Yatim Piatu Gg.Mesjid Loji, Yatim Piatu Sindang Barang Loji, Yatim Piatu Situ Gede dan  Yatim Piatu Sindang Barang Pengkolan.

“Semoga CAS dapat melebarkan sayapnya demi kiprahnya dalam kegiatan sosial  dan keberadaan CAS akan selalu bermanfaat bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan,” harap Hendrik.

**MWS/mg-unpk

Tiga Tahun Dinanti Warga, Kades Rawapanjang Resmikan Jembatan Berkah

0

Bojonggede | Jurnal Bogor

Setelah sekian lama dinantikan masyarakat yang mengharapkan perbaikan infrastruktur berupa jembatan yang menjadi sarana penghubung sangat vital, Kepala Desa Rawapanjang Muhammad Agus meresmikan jembatan yang diberi nama Jembatan Berkah, Senin (15/8/2022).

Irvan Baihaqi Tabrani

Hadir dalam acara persemian yang dilaksanakan tepat diatas jembatan tersebut anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS, perwakilan Camat Bojonggede, Danramil Bojonggede, Wakapolsek Bojonggede, tokoh masyarakat, alim ulama serta tokoh pemuda.

Muhammad Agus mengaku bahagia telah selesainya pembangunam jembatan yang menjadi harapan masyarakat Desa Rawapanjang selama kurang lebih tiga tahun. Agus mengaku banyak masyarakat yang mengamanahkan kepadanya agar menyelesaikan perbaikan jembatan yang rusak karena longsor, bahkan sebelum dia menjadi kepala Desa Rawapanjang.

“Terus terang saya sampaikan disini bahwa mantan Kapolsek Bojonggede, pernah berpesan kepada saya untuk menyelesaikan perbaikan jembatan ini, sementara saat itu posisi saya belum menjadi Kepala Desa Rawapanjang,” kata Agus kepada Jurnal Bogor, Senin (15/08/22).

Perbaikan Jembatan berkah yang menelan biaya lebih dari Rp 700 juta ini, merupakan kolaborasi antara Pemerintah Desa Rawapanjang dengan seluruh masyarakat. “Pembangunan jembatan ini selain menggunakan Dana Desa juga partisipasi dari seluruh elemen masyarakat yang menyumbangkan dananya untuk kebaikan bersama,” Imbuhnya.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Irvan Baihaqi Tabrani, mengapresiasi prestasi Kepala Desa Rawapanjang atas peresmian jembatan RW 17 dan Pos Polisi yang terletak di RW 23 Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede yang dibangun dengan swadaya dan swakelola.

“Apresiasi setinggi tingginya  buat Pak Muhammad Agus selaku Kepala Desa Rawapanjang yang hari ini telah membuktikan kepada masyarakat dan pemerintah bahwa dirinya mampu untuk melakukan yang terbaik buat masyarakat Rawapanjang dengan mempersembahkan jembatan untuk lalulintas warga dan Pospol untuk keamanan,” tegas Irvan.

Sementara setelah acara gunting pita, rombongan dibawa Kepala Desa untuk melihat Pos Polisi yang baru saja direhab dan selanjutnya rombongan ramah tamah di sisi Kali Playang sambil menikmati pecak ikan mas dan sayur asem yang disiapkan khusus oleh Ibu Kepala Desa dan tim.

** tm/red

Soal Oknum Pembuang Limbah, Ini Kata Kapolsek Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Menanggapi adanya persoalan oknum pembuang limbah di wilayah hukumnya, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat angkat bicara. Dia meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor untuk berkoordinasi dengan pihak Polsek Gunung Putri mengingat lokasi pembuangan limbah ada di wilayah hukumnya.

“Betul, untuk lingkungan hidup ada bidang Tipiter di Polres Bogor, namun sejatinya peran Polsek jangan dilupakan juga, karena masyarakat pada umumnya itu bertanyanya langsung ke Polsek,” ucap mantan Kapolsek Cibinong tersebut kepada Jurnal Bogor, Senin (15/08/22).

Disini, kata Kompol Bayu, pihaknya meminta Satgas Lingkungan Hidup atau DLH Kabupaten untuk tidak bersolo karir, agar pihaknya bisa menjelaskan kepada warga jika ada pertanyaan-pertanyaan soal perusahaan yang melakukan pembuangan limbah.

“Jadi, kalau pun nanti dilimpahkan ke Polres kasusnya, kami bisa menjelaskan kepada masyarakat,” ujar Kompol Bayu.

Karena ini wilayah hukum Polsek Gunung Putri, lanjutnya, jadi Kompol Bayu berharap apapun yang terjadi di wilayah hukumnya agar instansi atau dinas terkait untuk berkoordinasi. 

“Jangan sampai saat kejadian apapun tidak ada pihak Polsek Gunung Putri hingga akan menimbulkan animo negatif di masyarakat nantinya terhadap Polsek Gunung Putri. Saya ingin keberadaan Polsek Gunung Putri semakin dirasakan manfaatnya di tengah-tengah masyarakat,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Keren, Baru Digelar Beton Sudah Patah, Konsultan Pengawas Hentikan Pekerjaan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Betonisasi peningkatan Jalan Citeureup – Sukamakmur yang dikerjakan CV.Pesona Duta Karya dan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp.2,9 miliar, diberhentikan sementara oleh Konsultan Pengawas.

Dari informasi yang dihimpun Jurnal Bogor, betonisasi tersebut memakai fres beton, dan baru digelar hanya dalam waktu sehari sudah menimbulkan patahan di beberapa bagian badan jalan.

Maulana (41) warga sekitar mengatakan, saat pengecoran dia ada di lokasi untuk sekedar melihat karena jalan yang dibenahi ini adalah jalan Pemda Kabupaten Bogor yang juga sebagai warga punya hak untuk mengawasi kinerja penyedia jasa, jika ada hal yang memang tidak bagus.

“Kita kan punya hak juga untuk mengawasi toh anggaran ini dari pajak yang kita bayar kepada pemerintah, jika penyedia jasa asal-asalan kita pun layak untuk protes, apalagi ini jalan sudah lama rusak dan sangat dirindukan pembenahan oleh warga termasuk saya,” papar karyawan Bogorindo tersebut.

Menurutnya, jalan itu sering macet, dan saat dilakukan pembangunan jalan ini makin parah macetnya karena sistem buka tutup, tapi kemacetan itu tidak jadi soal karena berharap punya jalan yang bagus dan enak dilintasi tidak seperti sebelumnya berlubang dan tidak merata.

“Tapi kami ternyata kecewa, karena baru digelar aja belum dipakai udah terlihat patahan betonnya, apalagi jika nanti diinjak oleh kendaraan besar, mengingat jalur ini juga ada beberapa kendaraan pabrik yang melintas,” paparnya.

Dia meminta agar pemerintah jeli dan mengawasi penyedia jasa agar tidak asal jadi dalam mengerjakan betonisasi jalan ini, dan gunakan barang-barang yang berkualitas betonnya agar tahan lama gak gampang retak-retak.

“Kalo gampang retak begini mah gak usah pake penyedia jasa, kasih aja ke warga duitnya suru ngecor gotong-royong walaupun retak nanti wajar karena tidak ada tenaga ahli, yang namanya penyedia jasa pasti sudah punya tenaga ahli kalo masih patah apalagi baru digelar udah patah dia mesennya beton yang murah berarti, bisa jadi tidak sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” pungkasnya sambil geleng kepala.

Dia berharap agar penyedia jasa mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan jangan terlalu lama karena menganggu aktivitas dan mobilitas warga.

Terpisah Konsultan Pengawas dari PT.Nasuma Putra, Swendi mengatakan, pihaknya sudah melakukan teguran kepada penyedia jasa yang menggunakan fres beton agar menghentikan sementara kegiatannya sebelum ada penjelasan mengapa beton baru digelar sudah patah.

“Ya sebelum ada surat pertanggungjawaban dari batching plant, dan apa penyebab terjadi keretakan, sementara kita memberhentikan kegiatan tersebut,” singkatnya. 

Sekedar diketahui, selain sudah tampak patah dan retak pada beton yang dikerjakan oleh CV.Pesona Duta Karya, dari informasi yang dihimpun disebut-sebut ada perbedaan penggunaan bahan untuk agregat dipekerjaan tersebut.

** Nay Nur’ain

Meriahkan HUT RI, PLN UP3 Gunung Putri Adakan Lomba Rakyat 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dalam rangka memperingati HUT RI ke – 77  dengan tema “Pulih lebih cepat bangkit lebih kuat”, PLN UP3 Gunung Putri mengadakan berbagai kegiatan yang dilaksanakan pada 11 dan 12 Agustus 2022.

Pejabat Pelaksana K3L PLN Gunung Putri Hanggoro Doni mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan berupa perlombaan yang digelar di halaman kantor dan diikuti oleh seluruh pegawai dan mitra kerja di wilayah PLN UP3 Gunung Putri, ULP Jonggol, ULP Cileungsi dan ULP Citeureup dengan tema “PLN UP3 Gunung Putri, The Future of Energy is Electricity”.

“Jenis lomba yang diadakan adalah lomba rakyat yang sudah menjadi tradisi setiap tahun seperti lomba tarik tambang dan makan kerupuk,” papar Hanggoro Doni kepada Jurnal Bogor, Senin (15/08/22).

Menurutnya, lomba ini diadakan untuk mempererat rasa kebersamaan diantara pegawai dan mitra kerja. Selain lomba tersebut, dilaksanakan juga lomba untuk meningkatkan keterampilan karyawan, seperti lomba pemadaman kebakaran dengan apar, lomba wiring, lomba masak dengan kompor induksi dan lomba menggunakan alat pelindung diri (APD).

“Untuk lomba pemadaman kebakaran dengan apar kami bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sebelum lomba dilaksanakan, kata dia, semua pegawai dan mitra kerja diberikan pelatihan oleh Tim Damkar Kabupaten Bogor tentang pengggunaan apar yang benar dalam memadamkan kebakaran yang umum terjadi seperti hubungan arus pendek listrik maupun kebakaran yang diakibatkan karena bocornya tabung gas elpiji.

Pada kesempatan yang sama Manager PLN UP3 Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan juga berharap kegiatan ini dapat mempererat rasa kebersamaan, dan dapat memotivasi untuk peningkatan kinerja khususnya dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini bisa menambah erat tali persaudaraan sesama karyawan atau pegawai PLN, internal baik maka pelayanan kepada pelanggan akan berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Untuk diketahui, bila terdapat keluhan tentang kelistrikan, dapat menghubungi PLN melalui Call Center 123, PLN Mobile atau Kantor PLN  terdekat.

** Nay Nur’ain

Soal Volume Drainase tak Balance, Achmad Fathoni: Aneh 

0

Citeureup | Jurnal  Bogor 

Perihal ketidaksingkronan volume pada pembuatan drainase atau gorong-gorong di jalur jalan Citeureup-Sukamakmur membuat anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni geleng-geleng kepala.

Achmad Fathon

Achmad Fathoni mengatakan aneh jika seorang konsultan perencana membuat volume tidak seimbang atau tak balance dalam pembuatan saluran drainase padalah itu adalah hitung-hitungan yang sangat mudah.

“Ini aneh ya. Sebenarnya kan sangat sederhana, kalau memang urusannya anggaran, masa sih cuma nambah tutup 40 meter kagak bisa diusahakan,” cetus Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Senin (15/08/22).

Menurutnya, sebagai seorang profesional dalam menentukan volume apalagi sudah ditunjuk sebagai konsultan perencana bisa mengestimasi berapa besar luasan dan kebutuhan udict dan serta tutupnya mengingat jumlah besaran anggarannya tidak terlalu besar.

“Saya rasa ini kaitannya pada kebijakan dinas terkait penganggaran dan pemilihan prioritas pekerjaan, mohon dinas segera perbaiki ini. Saya coba komunikasikan, jangan sampai akibat dari tidak ada tutup pada udict drainase ada timbul kecelakaan,” pungkas politisi PKS tersebut.

Pemerhati Tata Ruang dan Bangunan, Heri K.H mengatakan ketidaksingkronan volume dalam sebuah pembangunan itu sudah mencerminkan jika perencana tidak turun untuk survei lapangan.

“Kalau dia turun tidak mungkin salah ngitung dan kalau dia betul menghitung pun masa iya gak bisa mensinkronkan antara u-dict dan tutupnya bisa tidak balance, apalagi ini hanya skala kecil,” papar Heri.

Nah disini, kata dia, harus ada keterbukaan dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor terutama Bidang Jalan dan Jembatan dimana menjelaskan siapa yang berkewajiban menjadi konsultan perencana apakah dari pihak ke-3 atau dari internal mereka.

“Jangan sampai konsultan perencana itu hanya kerja dibalik meja dan bikin gambar dari copy paste bahan yang tahun-tahun sebelumnya, ini harus ditelisik,” pungkas Heri.

** Nay Nur’ain

Anggota Dewan Bakal Pertanyakan Dugaan Alat Berat yang Direntalkan Pihak UPT IV Ciampea

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Setelah beredar luas informasi dugaan alat berat yang rentalkan oleh oknum pegawai UPT Jalan  dan Jembatan kelas A Wilayah IV Ciampea, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Permadi Dalung  bakal mempertanyakan kebenaran informasi tersebut ke pihak terkait.

“Kalaupun misalkan alat PUPR   tidak dipakai itu boleh direntalkan, tetapi ada aturannya. Mekanismenya itu ada di PUPR kita juga belum tau. Ada aturannya dan anggarannya pun masuk ke kas daerah,”  kata wakil rakyat dari Fraksi PAN itu kepada Jurnal Bogor, Senin (15/8).

“Informasi alat berat direntalkan, apakah ada oknum?. Kalau  untuk kepentingan personal itu gak boleh,” tegasnya lagi. Perihal ini, nanti saya coba cari tau, dan saya akan tanyakan ke UPT,” imbuh Dalung.

Sementara upaya konfirmasi ke Kepala UPT Jalan dan Jembatan Ciampea, H Bondan Triyana belum juga direspons untuk memberikan keterangan perihal dugaan tersebut.

Sebelumnya, Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah menyoroti oknum yang merentalkan alat berat. Diketahui oknum tersebut sebagai Kepala Sub Bagian (Kasubag) yang bertugas  di UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah IV Ciampea.

“Hanya meraup keuntungan pribadi, oknum Kasubag  itu merentalkan aset negara berupa alat berat jenis baby roller. Temuan didapat, adanya penyalahgunaan  wewenang lantaran aset negara melainkan untuk kepentingan masyarakat tak boleh direntalkan. Tak boleh direntalkan, apalagi untuk kepentingan pribadi,” ujar Sambas

Diketahui, satu unit alat berat disewakan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab pada proyek pembangunan jalan dengan pelaksana CV. Utama Putra yang menelan anggaran Rp 6.401.417.000.

Ya, temuan Genpar kedapatan satu unit  baby roller telah disewakan pada pihak  kontraktok dari CV. Putra Utama yang tengah melakukan pemadatan jalan.

Sambas menegaskan, kejadian ini karena lemahnya pengawasan dari kepala UPT maupun dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Lebih jauh Sambas menyebut  oknum begitu mudah memanfaatkan fasilitas alat berat tersebut.

“Apakah kepala UPT  jarang ngantor? Apa pura-pura tidak tahu, seolah aksi bawahannya yang melanggar itu dibirkan begitu saja,” paparnya.

Dugaan transaksi rental alat berat, kata dia, jelas tak bisa dibiarkan. “Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor diminta untuk bertanggung jawab,” kata Sambas.

** Arip Ekon

Kwarran Nanggung Lombakan Gerak Jalan se-Kecamatan Nanggung

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Guna menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77, Kwartir Ranting (Kwarran) Nanggung, Kabupaten Bogor menghelat beragam kegiatan seperti gerak jalan. Momentum menyambut kemerdekaan ini bertepatan dengan HUT Pramuka ke-61 pada 14 Agustus. Lomba gerak jalan se-Kecamatan Nanggung akan diadakan pada Selasa (16/8) dengan kategori SD/MI, SMP/MTs dan SMK, SMA, MA dengan total 158 regu dimana 1 regu berjumlah 11 orang.

“Lomba gerak jalan akan diikuti oleh hampir seluruh elemen masyarakat dari mulai pelajar, juga masyarakat umum dalam hal ini  aktivis desa diikutkan dalam kategori umum lomba gerak jalan,” ujar Ketua Kwarran Nanggung Ondeng Sofwanudin yang juga panitia penyelenggara lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Nanggung.

Ondeng menjelaskan, dalam memeriahkan lomba tersebut bukan semata-mata mencari juara. Akan tetapi, sebagai bentuk tanggung jawab moral untuk meramaikan kemerdekaan. Gerak jalan menempuh jarak kurang lebih 6-7 Km dengan start di Perumahan Tegallega Parengpeng Desa Kalongliud dan finis di halaman kantor Kecamatan Nanggung.  

Di titik finis nantinya akan dimeriahkan oleh berbagai unjuk kebolehan para peserta di hadapan para muspika Kecamatan Nanggung. “Tujuannya gerak jalan ini adalah untuk pembelajaran bagi siswa-siswi khususnya para  peserta lomba gerak jalan bahwa ini adalah sebuah momen yang sangat penting. Sebab kegiatan ini juga mengandung nilai-nilai kedisiplinan, patriotisme serta gotong-royong yang perlu kita junjung tinggi dan perlu kita pedomani sebagai bangsa dan warga negara Republik Indonesia,” kata dia.

Sementara, kata Ondeng, untuk puncak kegiatan HUT Pramuka Kwarran Nanggung akan dilaksanakan pada 27 Agustus nanti dengan kegiatan Jambore. “Biasanya memang pelaksanaan puncak Hari Pramuka kita  bertepatan pada tanggal 14 akan tetapi kesibukan kita dan di tingkat Kwarran Cabang Kabupaten Bogor juga saat ini yang sedang mengikuti Jambore Nasional. Sehingga waktunya kita undur lagi,” sebutnya. 

Di tempat yang sama Gugus Depan (Gudep) SDN Parakanmuncang 02 Mumud mengatakan, animo pelajar untuk menyemarakkan HUT RI dan Hari Jadi Pramuka di sekolahnya cukup tinggi. Bahkan pihaknya melaksanakan upacara Hari Jadi Pramuka dibarengi dengan upacara bendera yang setiap hari Senin.

“Memang kegiatan hari ini kita dipersingkat, sebab banyak kegiatan, tadi kita giatkan operasi bersih  (opsih) yang melibatkan siswa-siswi dengan para guru. Selain itu, juga menyambut bergembira oleh anak-anak yel-yel Pramuka dan gerak jalan singkat sebagai tanda kecintaan kita terhadap Pramuka,” katanya.

Karena selama dua tahun terpendam akibat pandemi Covid-19, kata dia,  animo anak dan pembina cukup tinggi. Bahkan di Kwaran Nanggung dan di SDN Parakanmuncang 02 akan ada Persami.

“Saya berharap kedepan kegiatan kita kembali seperti dulu yang lebih baik lagi, karena ini salah satu tujuannya adalah untuk meningkatkan kreativitas anak, kemandirian dan rasa tanggung jawab anak terutama dituntut untuk bersikap baik kedepannya,” tukasnya.

** Andres

IYCC Wisuda 265 Peserta Manfaat Etos ID 2018

0

Parung | Jurnal Bogor
Setelah mengikuti program Etos ID selama empat tahun, sebanyak 265 peserta penerima manfaat Etos ID 2018 menjalani prosesi wisuda di acara Indonesian Youth Creaction x Cultural Conference (IYCC) yang digelar di gedung BBGP Lebak Wangi Jl. Raya Parung, Pemagarsari, Parung, Kabupaten Bogor, Minggu (14/8/2022).

Mengusung tajuk “Metamorfosa Para Pembangun Bangsa” prosesi wisuda dilakukan secara hybrid (daring dan luring). Di mana, dari 265 peserta yang berasal dari 23 universitas di seluruh Indonesia itu, 130 peserta diantaranya mengikuti secara luring dan 135 peserta lainnya secara daring.

Sebanyak 265 peserta tersebut berasal dari Universitas Andalas, Universitas Syiah Kuala, Universitas Sumatera Utara, Universitas Lampung, Universitas Jambi, Universitas Mulawarman, Universitas Palangka Raya, Universitas Padjajaran, Institut Teknologi Bandung, Universitas Pendidikan Indonesia, UIN Syarif Hidayatullah, Institut Pertanian Bogor, Universitas Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Gadjah Mada, Universitas Airlangga, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Universitas Mataram, Universitas Halu Oleo, Universitas Hasanuddin, Universitas Sulawesi Barat, dan Universitas Pattimura.

Etos ID merupakan salah satu program beasiswa yang berada di bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani Dompet Dhuafa (LPI DD) yaitu organ dari Lembaga Amil Zakat (LAZ) Dompet Dhuafa yang fokus mengelola program-program pendidikan dan pengembangan pendidikan berbasis dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) serta dana sosial lainnya yang halal dari individu, kelompok, institusi, dan perusahaan.

Kepala Lembaga Pengembangan Insani Domper Dhuafa (LPI DD), Mulyadi Saputra menjelaskan, LPI DD memiliki sembilan program utama, yaitu SMART Ekselensia Indonesia, Etos ID, BAKTI NUSA, YOU LEAD, Ekselensia Tahfizh School, Sekolah Guru Indonesia, Sekolah Literasi Indonesia, Yatim Ekselensia Scholarship, dan Makmal Pendidikan dengan penerima manfaat lebih dari 50.000 orang.

Untuk program Etos ID, itu berfokus pada pembinaan, pendampingan, dan pemberdayaan untuk meningkatkan learning outcome penerima manfaat melalui penguatan masukan, proses, evaluasi, dan pengembangan berkelanjutan serta pembentukan ekosistem pembelajaran inovatif.

LPI DD sebagai lembaga kemanusiaan yang peduli pada potensi besar pemuda bangsa menginisiasi program Etos ID ini, yaitu sebuah program investasi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) muda strategis yang berintegritas, profesional, dan transformatif melalui peningkatan (Improvement) dan pengembangan (Developement).

“Program yang diselenggarakan Etos ID bertujuan membangun semangat juang pemuda daerah melalui edukasi dan inspirasi dari para tokoh strategis daerah, influencer, dan coach terpercaya melalui peningkatan kapasitas penerima manfaatnya. Diharapkan program ini bisa menguatkan semangat kepemudaan dan memperkuat pondasi serta wawasan pemuda guna menghadapi dunia pasca kampus”,” terangnya.

Di tempat yang sama, Manager Etos ID LPI DD, Muhamad Saepudin menjelaskan, Etos ID menghelat Indonesion Youth Creoction x Culturol Conference (IYCC) sebagai ajang KolaborAksi karya dan ide pemuda dari 23 wilayah di seluruh Indonesia. IYCC merupakan kegiatan Lepas Juang sekaligus prosesi wisuda penerima manfaat Etos ID 2018 yang telah mengikuti program selama empat tahun. IYCC diselenggarakan dalam rangka membekali Etoser (sebutan peserta Etos) melanjutkan kebermanfaatan yang tertuang dalam profil Etos ID.

Ia melanjutkan, selama dua hari, 14 dan 15 Agustus, para penerima manfaat akan mengikuti serangkaian kegiatan penambah kapasitas diri seperti Inspiring Leaders Talks bersama Greget Kalla Buana, Islamic Finance Specialist UNDP; Shally Pristine, Head – Public Affairs, Policy, and Social Impact at Grab; dan Edy Fajar Prasetyo, Founder Yayasan Inovasi Sosial Berkelanjutan; Lokakarya Pasca Kampus, Cultural Event, Forum Alumni Inspiratif, dan Capacity Building.

Tujuan mata acara itu mendukung tujuan IYCC yaitu pembekalan bagi Etoser agar bisa melanjutkan kebermanfaatan sebagai penerus dan harapan bangsa melalui gagasan, kreativitas, dan tanggap terhadap tantangan zaman. Pembekalan ini dikemas dalam wawasan terkait dunia pasca kampus dalam tiga sektor, yakni sektor akademisi, sektor profesional, dan sektor entrepreneur,” jelasnya.

“Mengangkat tema “Metamorfosa Para Pembangun Bangsa” IYCC menjadi momentum awal menguatkan kembali nilai kebermanfaatan LPI DD lewat proses pelantikan kelulusan penerima manfaat dan menjadi momentum mempererat ikatan penerima manfaat serta menjalin KolaborAksi dengan alumni program, tokoh, dan masyarakat. IYCC diyakini dapat melahirkan SDM unggul yang memiliki kesadaran penuh dan kepedulian terhadap pembangunan bangsa demi Indonesia lebih baik di masa depan,” ungkapnya.

** Handy Mehonk