Keren, Baru Digelar Beton Sudah Patah, Konsultan Pengawas Hentikan Pekerjaan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Betonisasi peningkatan Jalan Citeureup – Sukamakmur yang dikerjakan CV.Pesona Duta Karya dan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp.2,9 miliar, diberhentikan sementara oleh Konsultan Pengawas.

Dari informasi yang dihimpun Jurnal Bogor, betonisasi tersebut memakai fres beton, dan baru digelar hanya dalam waktu sehari sudah menimbulkan patahan di beberapa bagian badan jalan.

Maulana (41) warga sekitar mengatakan, saat pengecoran dia ada di lokasi untuk sekedar melihat karena jalan yang dibenahi ini adalah jalan Pemda Kabupaten Bogor yang juga sebagai warga punya hak untuk mengawasi kinerja penyedia jasa, jika ada hal yang memang tidak bagus.

“Kita kan punya hak juga untuk mengawasi toh anggaran ini dari pajak yang kita bayar kepada pemerintah, jika penyedia jasa asal-asalan kita pun layak untuk protes, apalagi ini jalan sudah lama rusak dan sangat dirindukan pembenahan oleh warga termasuk saya,” papar karyawan Bogorindo tersebut.

Menurutnya, jalan itu sering macet, dan saat dilakukan pembangunan jalan ini makin parah macetnya karena sistem buka tutup, tapi kemacetan itu tidak jadi soal karena berharap punya jalan yang bagus dan enak dilintasi tidak seperti sebelumnya berlubang dan tidak merata.

“Tapi kami ternyata kecewa, karena baru digelar aja belum dipakai udah terlihat patahan betonnya, apalagi jika nanti diinjak oleh kendaraan besar, mengingat jalur ini juga ada beberapa kendaraan pabrik yang melintas,” paparnya.

Dia meminta agar pemerintah jeli dan mengawasi penyedia jasa agar tidak asal jadi dalam mengerjakan betonisasi jalan ini, dan gunakan barang-barang yang berkualitas betonnya agar tahan lama gak gampang retak-retak.

“Kalo gampang retak begini mah gak usah pake penyedia jasa, kasih aja ke warga duitnya suru ngecor gotong-royong walaupun retak nanti wajar karena tidak ada tenaga ahli, yang namanya penyedia jasa pasti sudah punya tenaga ahli kalo masih patah apalagi baru digelar udah patah dia mesennya beton yang murah berarti, bisa jadi tidak sesuai dengan yang sudah ditentukan oleh pemerintah,” pungkasnya sambil geleng kepala.

Dia berharap agar penyedia jasa mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh dan jangan terlalu lama karena menganggu aktivitas dan mobilitas warga.

Terpisah Konsultan Pengawas dari PT.Nasuma Putra, Swendi mengatakan, pihaknya sudah melakukan teguran kepada penyedia jasa yang menggunakan fres beton agar menghentikan sementara kegiatannya sebelum ada penjelasan mengapa beton baru digelar sudah patah.

“Ya sebelum ada surat pertanggungjawaban dari batching plant, dan apa penyebab terjadi keretakan, sementara kita memberhentikan kegiatan tersebut,” singkatnya. 

Sekedar diketahui, selain sudah tampak patah dan retak pada beton yang dikerjakan oleh CV.Pesona Duta Karya, dari informasi yang dihimpun disebut-sebut ada perbedaan penggunaan bahan untuk agregat dipekerjaan tersebut.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here