28.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 840

Kadispora Kabupaten Bogor Minta Kontingen Peparda Pertahankan Juara di Tanah Jawara

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kepala Dispora Kabupaten Bogor, Asnan AP secara resmi menyerahkan SK Kontingen Peparda Kabupaten Bogor yang akan menuju Peparda Jabar 2022 di Kabupaten Bekasi.

Penyerahan SK Kontingen Peparda tersebut dilakukan Asnan AP kepada Bambang Widodo Tawekal selaku Ketua Kontingen di ruang rapat besar Dispora Kabupaten Bogor, Rabu, 28 September 2022.

Asnan AP menuturkan, dengan diserahkannya SK kontingen diharapkan persiapan menuju Peparda VI bisa dilakukan dengan maksimal.

Ia berharap Kontingen Kabupaten Bogor bisa mempertahankan prestasi Peparda 2018 yang meraih juara umum.

“Walaupun kita bukan jadi tuan rumah, kita tetap bisa mempertahankan juara umum di Tanah Jawara jukukan bagi Kabupaten Bekasi dan apabila tercapai itu luar biasa,” kata Asnan AP, Rabu, 28 September 2022.

Di sisi lain, Asnan AP mengingatkan agar kontingen maupun NPCI Kabupaten Bogor, mulai mempersiapkan alat maupun atlet sebelum berangkat ke Kabupaten Bekasi.

“Semua harus dilakukan perbaikan maupun latihan para atlet, sehingga ketika Peparda berlangsung kita sudah siap,” terang dia.

Mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) itu juga mengingatkan agar kontingen tidak lengah, meskipun berdasarkan pemantauan hasil pelatcab, persiapan sudah sangat baik.

“Kita jangan lengah, meskipun punya keyakinan bisa mempertahankan juara umum. Jangan lupakan juga persoalan non teknisnya,” terang dia.

Sementara itu, Ketua Kontingen Kabupaten Bogor Peparda VI Jabar Bambang W. Tawekal mengatakan jika pihaknya siap untuk mempertahankan juara umum, meskipun target tersebut sangat berat. Namun, kata dia, target tersebut bisa tercapai apabila kontingen tetap kompak.

“Untuk menjadi juara umum bukan Proses mudah, tapi butuh perjuangan,” terangnya.

Pria yang akrab disapa BWT ini juga meminta agar Dispora dan NPCI, yang merupakan ‘orang tua’ tidak segan-segan mengkritik, menegur Hingga menyentil kontingen.

Ia juga menegaskan agar kontingen segera menyusun program kerja, meskipun tiga target utama adalah, sukses administrasi, sukses prestasi, dan sukses strategi serta kompetisi.

Ketua NPCI Kabupaten Bogor M. Misbach menambahkan, target Kabupaten Bogor saat ini adalah mempertahankan juara umum. Meskipun, kata dia, tidak mudah untuk mempertahan prestasi ini.

“Kita tetap semangat, dan yakin mampu mempertahankan juara umum meskipun tuan rumah Kabupaten Bekasi, menjadi lawan terberat,” tutur dia.
Ia juga memaparkan, sejak awal 2022 pihaknya sudah mempersiapkan diri, di antaranya melakukan pra pemusatan latihan cabang (pra- pelatcab) dan pelatcab.

“Target kita masih tetap, yaitu mempertahankan juara umum,” imbuhnya.

** asep syahmid

Skuad The Buldozer Ratakan Laga Ketiga Usai Bungkam PSB 1-0

0

Bekasi | Jurnal Bogor

Hasil manis kembali dipetik Citeureup Raya. Buktinya, tim berjuluk ‘The Buldozer’ berhasil membungkam PSB Bogor 1-0, pada pertandingan lanjutan Liga 3 Jawa Barat Seri 1, di Stadion Patriot Candabhaga, Rabu (28/9/2022).

Gol semata wayang Citeureup Raya dicetak Mumin Aliansyah (10). Dengan hasil tersebut, kans ‘The Buldozer’ lolos semakin terbuka karena telah mengemas tujuh poin dari tiga pertandingan.

Usai pertandingan, CEO Citeureup Raya, Cakra Baidila mengaku sangat puas dengan kemenangan yang diraih skuadnya.

“Ini kememangan penting, dan peluang lolos semakin terbuka. Terima kasih kepada para pemain yang sudah tampil dengan semangat, dan kerja keras,” kata Cakra.

Dia berharap, performa dari Mumin Aliansyah dkk. bisa dipertahankan saat berhadapan melawan tuan rumah Persipasi Bekasi, Jumat (30/9/2022).

“Peluang memang terbuka, dan kami akan berusaha untuk tak kehilangan poin saat menjalani dua laga sisa melawan Persipasi Bekasi, dan Persitas Tasikmalaya,” sambung Cakra.

Masih menurut Cakra, dua pertandingan sisa tidak mudah. Untuk itu, dia pun berharap para pemainnya bisa bekerja lebih keras lagi.

“Dua laga sisa sangat menentukan, dan kami bakal berusaha untuk tak kehilangan poin,” tutup Cakra.

** asep.syahmid

Dimas Drajad Sumbang Satu Gol, Timnas Garuda Kembali Hantam Curacao

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Timnas Indonesia berhasil atas Curacao pada leg kedua FIFA Matchday di Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor pada Selasa (27/9) tadi malam.

Indonesia meraih gol awal di menit kedua melalui Muhammad Dimas Drajad salah satu pemain Persikabo 1973 yang jadi andalan Lini depan Timnas Garuda .

Dimas Drajad mampi memanfaatkan rebound hasil tendangan Witan Sulaeman, penjaga gawang Curacao, Jeremy Bodak gagal mengamankan bola.

Dimas yang berdiri bebas di depan gawang Curacao langsung mencocor bola tanpa bisa ditepis Bodak.

Curacao nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-24. Beruntung sundulan penyerang Rangelo Maria Janga melebar di sisi kiri gawang Indonesia yang dikawal Syahrul Trisna.

Di babak pertama kedua tim juga masih sama-sama kesulitan untuk menciptakan peluang-peluang yang mengancam gawang.

Curacao tampak berbalik menguasai jalannya laga dan terbukti mampu mengancam gawang dari Syahrul Trisna.

Sementara itu permainan umpan-umpan pendek cantik ditampilkan oleh timnas Indonesia dan mampu menyulitkan lini pertahanan Curacao.

Lima menit jelang berakhir babak pertama Curacao masih kesulitan untuk menembus lini pertahanan Indonesia.

Sambil peluit panjang tanda berakhirnya babak pertama dibunyikan Curacao gagal mengejar ketertinggalan, sehingga membuat Indoneisa unggul 1-0 di babak pertama.

Babak kedua baru saja dimulai, Curacao langsung berhasil menyamakan kedudukan lewat gol dari Jeremy Antonisse di menit ke-46.

Laga berjalan 60 menit, Indonesia tampak lebih mendominasi jalannya laga dengan terus-menerus menekan lini pertahanan Curacao.

Di babak kedua ini Coach Shin Tae Yong melakukan banyak perubahan dengan memasukkan para pemain cadangannya.

15-menit jelang berakhirnya laga kedua tim yang masih bermain sama kuat 1-1 masih terus berusaha untuk menambah gol.

Di menit ke-79, Curacao harus bermain dengan 10 pemain, lantaran Juninho Bacuna mendapat kartu merah usai melanggar keras Marselino Ferdinan.

Indonesia yang unggul jumlah pemain, terus menekan pertahanan dari Curacao.

Di menit ke-87 Indonesia berhasil kembali unggul 2-1 melalui gol dari Dendi Sulistyawan memanfaat umpan dari Witan Sulaeman.

Sampai peluit panjang tanda berakhir laga dibunyikan, Curacao gagal mengejar ketertinggalan dan membuat Indonesia menang dengan skor 2-1.

** asep syahmid

Buka Global Forum AMM G20, Mentan SYL Ajak Dunia Implementasikan Pertanian Digital

0

Bali | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara resmi membuka kegiatan Global Forum sebagai awal dari rangkaian kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental Jimbaran Bali pada Selasa (27/09/2021) siang. Mengangkat tema “Transformasi Pertanian Digital dalam Percepatan Kewirausahaan Perempuan dan Pemuda”, SYL mengajak dunia mengimplementasikan teknologi digital dalam sektor pertanian.

Syahrul Yasin Limpo

“Teknologi dan digitalisasi menjadi jawaban untuk kemajuan sektor pertanian dunia. Indonesia sendiri saat ini mengusung pertanian maju mandiri modern. Karena itu, pada pertemuan global forum ini kita bisa berbagi perspektif tentang upaya kita meningkatkan kapasitas anak muda dan perempuan dalam mengimplementasikan pertanian digital,” ungkap SYL pada saat menyampaikan sambutan pembuka.

Menurut SYL, para wirausaha muda ini dapat menjadi pengusaha inovatif melalui perannya sebagai produsen, distributor, pemasar, dan penjual dengan menggunakan teknologi dan model bisnis yang inovatif.

“Pada era Industri 4.0 saat ini, kegiatan pertanian tidak lagi mengandalkan tenaga kerja manual tetapi menggabungkan mekanisasi dengan teknologi digital yang dapat mengkondisikan usaha budi daya pertanian menjadi lebih presisi,” jelasnya

Pelibatan wirausaha muda berbakat, termasuk perempuan, dalam pembangunan pertanian telah menjadi agenda utama di banyak negara, termasuk negara anggota G20. Terkait hal ini, banyak negara, termasuk Indonesia yang telah melakukan berbagai upaya untuk memahami karakteristik yang khas dari para wirausaha muda, menciptakan lingkungan kerja yang kondusif bagi mereka, dan mengidentifikasi metode terbaik untuk mengembangkan bakat mereka.

Maka SYL pun mengajak semua negara untuk membangun semangat untuk bekerja sama. Sesuai dengan tema besar G20 Presidensi Indonesia, yaitu “recovery together recovery stronger”.

“Kita tidak lagi bicara atas nama bangsa sendiri, tapi harus bicara atas nama bangsa-bangsa G20. Mari kita bicarakan hal-hal yang bisa mempersatukan. Semua perbedaan semestinya bisa kita satukan dalam waktu singkat,” ujarnya.

SYL pun mengungkapkan Indonesia siap bekerja sama dengan negara-negara lain, terutama dalam menghadapi krisis pangan.

“Indonesia membutuhkan negara lain. Dan negara Bapak dan ibu juga membutuhkan kami. Forum AMM bisa menjadi kesempatan bagi kita semua untuk menghilangkan barrier dalam menjaga rantai pasok dunia,” sebutnya.

Direktur Jenderal Food and Agriculture Organization (FAO) Qu Dongyu turut mendukung kerjasama dunia. Saat memberikan keynote speech, Qu mengungkapkan bahwa dibutuhkan komitmen untuk menjadikan pertanian dunia lebih baik. Sehingga dibutuhkan cara bekerja yang efisien, efektif, dan inovatif.

“Sistem digital adalah masa depan pertanian dunia. Suka atau tidak suka, kita saat ini berada di fase transisi sektor pertanian,” jelasnya.

Qu menegaskan kembali dukungannya terhadap upaya Indonesia untuk mengembangkan strategi e-agrikultur nasional termasuk panduan integritas data pertanian dalam penggunaan informasi geospasial.

“Digitalisasi memainkan peran penting dalam mempercepat kemajuan menuju pencapaian Sustainable Development Goals dengan mendiversifikasi pendapatan dan membuka lapangan kerja dan peluang bisnis di dalam dan di luar pertanian, terutama bagi generasi baru petani dan kaum muda,” ungkapnya.

Ia juga memuji pendirian Agriculture War Room di Kementerian Pertanian RI yang menggunakan teknologi digital canggih untuk meningkatkan pengambilan keputusan berbasis data dan bukti lapangan.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi selaku penanggung jawab kegiatan Global Forum mengungkapkan partisipasi anak muda bisa menjadikan sektor pertanian, termasuk di wilayah pedesaan menjadi lebih produktif dan menarik.

“Kami saat ini berupaya untuk bisa memahami karakteristik kelompok anak muda, termasuk perempuan dalam menciptakan lingkungan yang kondusif, serta mencarikan metode terbaik untuk mengasah bakat mereka dalam Bertani,” jelas Dedi.

Dedi pun menyebutkan pihaknya akan memaksimalkan Global Forum sebagai wadah untuk berbagi kebijakan, program pengembangan, serta strategi dan program dalam transformasi pertanian digital untuk mengakselerasi kewirausahaan muda dan perempuan.

Diskusi Global Forum dibuka oleh penyampaian short statement dari menteri pertanian dan perwakilan dari negara Turki, Kanada, Amerika Serikat, Italia, dan Afrika Selatan yang dilanjutkan oleh diskusi panel. Sesi pertama diskusi panel diisi oleh IFAD, CGIAR, GIZ, dan MAFF-Jepang. Sementara sesi kedua diisi oleh start-up dan perusahaan global, yaitu PT Bali Organik Subak dari Indonesia, Pinduoduo dari Cina, AgUnity dari Australia, dan Microsoft Indonesia.

*ppmkp/Kementan

Nenek di Cigudeg Keluhkan tak Pernah Dapat Bantuan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Seorang nenek lanjut usia yang kondisinya cukup memprihatinkan mengeluhkan tak pernah dapat bantuan apapun dari pemerintah. Nenek bernama Marpuah berusia 66 tahun warga Kampung Malangbong RT 02 RW 011, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor itu pun mendatangi kantor Kecamatan Cigudeg menyampaikan keluh kesahnya.

Dia mempertanyakan mengapa lansia seperti dirinya yang hidup hanya dengan suami yang berusia 77 dengan keadaan pikun tak tersentuh bantuan pemerintah.

“Ibu hidup hanya dengan suami, untuk kebutuhan sehari-hari hanya mengandalkan belas kasihan dari kerabat dan tetangga, padahal yang lain mah suka dapat bantuan tapi ibu mah tidak,” ungkapnya dengan nada terbata-bata, Selasa (27/09/2022).

Ditempat yang sama, Bakri, seorang kerabat sekaligus tetangga Marpuah membenarkan bahwa selama ini nenek yang hidup dengan suami tanpa memiliki anak itu tidak pernah mendapatkan bantuan selama beberapa tahun ini.

“Iya ibu Marpuah kerabat saya hidup hanya sama suami yang saat ini kondisinya sudah pikun. Ibu Marpuah selama ini bertahan hidup hanya dari belas kasihan kerabat dan tetangga,” ujarnya.

Sementara itu di Kantor Kecamatan Cigudeg, Marpuah dijumpai Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK)  Hambali. Dia pun merasa prihatin pasca dirinya mengetahui akan keadaan Marpuah yang luput dari perhatian.

“Selama ini kita tidak tahu, karena selama ini kita tidak pernah mendapatkan laporan maupun informasi dari RT RW  maupun desa,” bebernya.

Jadi kata Hambali, atas adanya laporan ini pihaknya akan langsung dengan pendamping lansia kecamatan segera mentindaklanjutinya.

“Akan kita tindak lanjuti secepatnya, karena sepertinya itu belum terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang operatornya ada di desa,” tukasnya.

** Andres

Tak Puas Hasil Audiensi dengan DPRD, 29 Desa Ontrog DPMD

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Sebanyak 29 desa yang terdampak akibat terbitnya Peraturan Bupati Nomor 70 kembali mendatangi Komplek Pemda Kabupaten Bogor, Selasa (27/09). Mereka tak puas dengan hasil audiensi bersama Ketua DPRD Kabupaten Bogor. Pihak desa membawa massa yang lebih banyak dari sebelumnya yang hanya membawa sebagian staf, kini seluruh staf dan lembaga yang bersentuhan dengan anggaran BHPRD (Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) diturunkan dan berkumpul di ruang rapat salak gedung Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD).

Khawatir diketahui khalayak ramai akan kebobrokan Pemerintahan Kabupaten Bogor akan kesalahan hitung Bappenda (Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah) terkait BHPRD, Kadis DPMD Reynaldi justeru mengusir wartawan ke luar ruangan dDengan dalih ada persoalan internal yang harus disampaikan.

“Untuk yang ada di ruangan ini hanya untuk Pemerintahan Desa, wartawan bisa keluar dahulu, saya janji nanti konpres,” ujarnya sambil meminta wartawan Bogorupdate, Ceklis1, dan Jurnal Bogor keluar ruangan.

Kepala Desa Jonggol Yofi Muhammad Safri saat dimintai keterangan setelah rapat tertutup mengatakan bahwa DPMD akan memfasilitasi agar Perbup Nomor 59 masih bisa diberlakukan dan mensinkronkan dengan Perbup Nomor 70.

“Jadi nanti kemungkinan ada Perbup baru untuk mensinkronkan dua Perbup tersebut agar tidak ada kepala desa yang dirugikan,” ujar Yofi mewakili pertemuan tersebut.

Terpisah disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Reynaldi melalui telepon karena tak jadi konpres yang dijanjikan, menyampaikan jika DPMD pada Rabu (28/9) akan memfasilitasi 29 desa dengan Bappenda dan Plt Bupati Iwan Setiawan.

“Hasil finalnya besok jam 2, nanti Bappenda akan memperlihatkan data untuk masing-masing pendapatan yang didapat oleh 29 desa tersebut, sesuai dengan permintaan kades. Namun untuk saat ini semua masih mengacu kepada Perbup Nomor 70 yang masih menjadi acuan,” pungkasnya. 

Untuk diketahui 29 desa yang menjadi korban akan kesalahan salur yang dilakukan Bappenda Kabupaten Bogor bahkan sampai ada yang harus mengembalikan uang akibat kesalahan Bappenda tersebut yakni:

1.Desa Gunung Putri, 2.Desa Cicadas, 3.Desa Karanggan, 4.Desa Bojong Kulur, 5.Desa Bojong Nangka, 6.Desa Citereup,  7.Desa Tajur, 8.Desa Karangasem Timur, 9.Desa Pasirmukti, 10.Desa Cilebut Timur, 11.Desa Sukajaya, 12.Desa Jonggol, 13.Desa Cidokom, 14.Desa Padurenan, 15.Desa Gunung Sindur, 16.Desa Cibadung, 17.Desa Bojong, 18.Desa Semplak Barat, 19.Desa Jampang, 20.Desa Karyasari, 21.Desa Kuta, 22.Desa Sukawening, 23.Desa Cikarawang, 24.Desa Babakan, 25.Desa Bantarjati, 26.Desa Parigi Mekar, 27.Desa sibanteng, 28.Desa Karihkil, 29.Desa Wangunjaya.

** Nay Nur’ain

Baru Gelar Sudah Patah dan Retak, Achmad Fathoni: Jika Tidak Profesional Kontraktor dan Konsultan Pengawas Baiknya Di-blacklist 

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Peningkatan Jalan Klapanunggal – Dayeuh yang dikerjakan oleh CV. Prima Karya dan Konsultan Pelaksana PT. Nasuma Putra dengan memakan anggaran Rp1,9 miliar dikeluhkan warga setelah melihat penampakan beton yang dihasilkan.

Achmad Fathoni

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni pun prihatin karena kejadian seperti ini sudah beberapa kali ia dapatkan. 

“Saya berharap dari kejadian yang berulang ini, DPUPR bisa melakukan evaluasi segera dan komprehensif untuk mencegahnya terulang kembali,” ujar Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Selasa (27/09).

Ia menjelaskan, keretakan yang terjadi pada beton jalan bisa karena kondisi bagian dasarnya (base course), cara perlakuan dalam pengerjaan atau jeleknya kualitas beton dari batching plan itu sendiri.

“Saya harap PPK bersama jajaran UPT mengecek penyebabnya, pastikan semua dikerjakan dengan baik sesuai ketentuan. Kontraktor dan pengawas konsultan yang tidak melakukan pekerjaan dengan profesional, baiknya di-blacklist saja,” geram Fathoni.

Begitu pula pihak dari bachingplant sebagai penyedia betonnya, jika terbukti tidak benar jangan dipakai lagi. Dia akan mengkomunikasikan dengan Komisi 3 untuk melakukan sidak di Dapil 1 Klapnunggal yang terdapat kerusakan dan patahan.

Terpisah, saat dimintai keterangan via WhatsApp chiff baching plant Adhimix Cibubur Heri tidak memberikan jawaban terkait pertanggungjawaban yang akan dilakukan plant akan kualitas beton Adhimix yang dalam semalam sudah mengalami patahan dan keretakan.

Sebelumnya Ahmad (45) warga sekitar mengatakan, pelaksana pekerjaan proyek ini menutup jalan total untuk tidak dilalui dan sudah berlangsung lebih dari 1 pekan. Namun dirinya menyayangkan beton yang belum dilalui kendaraan sudah menimbulkan retakan dan patahan pada jalan tersebut.

Terpisah disampaikan Ali, pelaksana CV.Prima Karya yang mengaku pihaknya sudah meminta pertanggungjawaban pihak bacingplant Adhimix untuk melakukan grouting dan sedang mempersiapkan alatnya. “Belum tau kapan, cuma sudah kita komplain dan akan dilakukan perbaikan untuk alat sedang disiapkan,” kata dia.

** Nay Nur’ain

Jalan Dibiarkan Berlubang, CV Nusantara Sentosa Bahayakan Pengendara

0

Caringin | Jurnal Bogor
Kondisi Jalan Cikereteg yang ditinggalkan CV Nusantara Sentosa, selaku pelaksana proyek bersumber dana dari Anggaran Pengeluaran Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor tahun 2022, membahayakan para pengguna jalan. Sebab, aspal jalan yang sudah dikeruk hingga menyerupai kolam, dibiarkan terbuka oleh pihak pelaksan

Iwan Towil, warga Desa Ciderum, Kecamatan Caringin membenarkan kondisi jalan yang belum diperbaiki pelaksana proyek, sangat membahayakan para pengguna jalan terutama saat malam hari.

“Kalau tidak ada warga yang berteriak, hampir saja saya celaka masuk kedalam lubang jalan bekas dikeruk. Itu terjadi waktu malam sekitar pukul 23.00 WIB, sehabis pulang kerja,” akunya kepada wartawan.

Menurutnya, akses ruas Jalan Cikereteg, tidak bisa disamakan dengan ruas jalan kabupaten lainnya yang ada di wilayah Kecamatan Caringin. Alasannya, karena aktivitas kendaraan yang melintas di Jalan Cikereteg, hingga 24 jam masih ramai dilalui para pengendara, baik roda dua maupun empat.

“Dengan kondisi jalan sekarang ini, saya kuatir bisa mengakibatkan terjadi kecelakaan, terutama para pengendara berasal dari luar wilayah yang tidak tahu kondisi jalan,” jelas Iwan.

Tidak hanya itu, Iwan pun menceritakan keluhan dari pemilik bengkel tempatnya bekerja. Dimana, semenjak ada proyek betonisasi jalan yang mengakibatkan terjadinya kemacetan, membuat penghasilannya menurun.

“Gara-gara Jalan Cikereteg macet terus, bengkel jadi sepi. Kalau bengkel sepi, saya juga tidak dapat uang lebih,” akunya.
Iwan menambahkan, banyak dari warga atau juga pengunjung bengkel mengeluh dengan kondisi Jalan Cikereteg yang setiap hari macet, karena pengerjaan proyek nya belum selesai dikerjakan.

“Hampir semua warga mengeluh dan minta agar proyek jalan segera diselesaikan,” tegasnya.

Sementara, pengamat jalan Kecamatan Caringin pada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II, Syarif mengakui banyak warga menanyakan pengerjaan Jalan Cikereteg yang belum selesai dan sudah ditinggalkan pemborong.

“Apa yang warga sampaikan ke saya, sudah saya sampaikan lagi kepada pimpinan,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya warga memprotes CV Nusantara Sentosa, pelaksana proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor senilai 1,49 miliar lebih tersebut. Protes warga itu, lantaran di lokasi Jalan Cikereteg sudah tidak ada lagi yang bekerja, sementara kondisi jalan belum selesai pengerjaannya.

Didin Subandi, Kepala Dusun (Kadus) Kampung Ciletuh, Desa Ciderum mengatakan, DPUPR Kabupaten Bogor, harus menindak tegas CV Nusantara Sentosa. Pasalnya, pengusaha tersebut sudah melalaikan pengerjaan nya dengan meninggalkan proyek yang kondisinya belum selesai.

“Saya minta pengusaha yang melaksanakan proyek Jalan Cikereteg, dicoret hitam agar tidak lagi mendapatkan pengerjaan pembangunan konstruksi di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Apa yang sudah dilakukan pelaksana proyek, sambungnya, sangat merugikan warga maupun pengguna jalan. Karena, akibat kondisi jalan yang belum selesai pembangunannya, mengakibatkan terjadi kemacetan arus lalulintas.

“Gara-gara macet, banyak anak sekolah yang telat masuk kelas. Kalau sudah parah, macet nya bisa nyampe satu jam bahkan lebih,” jelas Didin.

Didin minta, ruas Jalan Cikereteg segera diselesaikan pengerjaan nya, sehingga kemacetan tidak lagi terjadi terutama disaat pagi hari maupun menjelang hari libur. Terlebih hampir semua warga di Desa Ciderum dan Desa Pancawati maupun Desa Cileungsi Kecamatan Ciawi, melintasi Jalan Cikereteg sebagai akses utama mereka beraktivitas.

** Dede Suhendar  

Turun Rp300 Juta, Dian Hermawan Pertanyakan Legalitas Perbup No 70 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Bagi Hasil Pajak Retribusi Daerah (BHPRD) yang saat ini menjadi kisruh di kalangan kepala desa hingga mengakibatkan 29 desa di Kabupaten Bogor harus mengubah APBDes-nya yang sudah dirancang selama tahun anggaran 2022, masih menjadi benang kusut yang belum terselesaikan.

Seperti yang dialami Kepala Desa Cicadas Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Dian Hermawan yang mengatakan pada Perbup Nomor 59, BHPRD Desa Cicadas mencapai Rp1,3 miliar. Namun, saat keluarnya Perbup Nomor 70 yang ditandatangani Plt Bupati Iwan Setiawan anjlok sampai Rp300 juta.

“Alhamdulilah Desa Cicadas saat keluarnya Perbup No.70 ini turun sampai Rp300 juta. Namun hal yang saya tidak paham kenapa harus berubah di pertengahan tahun anggaran. Kami dari dulu tidak pernah mempersoalkan turun/naiknya BHPRD yang diberikan Pemkab Bogor untuk desa kami, karena itu sudah ditetapkan di awal tahun anggaran. Tapi ini berubah di pertengahan anggaran, dimana semua kegiatan sudah kita anggarkan dan masuk kedalam sistem Siskeudes dengan seenaknya Bappenda main ubah tanpa adanya sosialisasi pada desa,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (27/09).

Menurutnya, hal yang paling dipertanyakan dia adalah akan legalitas Perbup No.70 yang dikeluarkan oleh Plt Bupati Iwan Setiawan. Mengingat Plt Bupati belum definitif jadi setiap persoalan yang menyangkut soal keuangan harus koordinasi terlebih dahulu dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Saat kegiatan Jambore seluruh Kepala Desa di Babakan Madang, kami mempertanyakan soal pencairan Samisade dan saat itu Plt Bupati Iwan Setiawan mengatakan dirinya belum bisa menandatangani persoalan keuangan karena belum defrinitif harus berkoordinasi dahulu dengan Kemendagri. Nah kita pertanyakan soal Perbup No 70 ini apakah sudah hasil koordinasi dengan Kemendagri atau belum, apalagi jarak penandatangan Perbup No70 hanya 1 hari setelah penandatangan Perbup soal Samisade oleh Plt Bupati Iwan Setiawan,” papar Dian biasa disapa.

Dan selain itu, kata dia yang mau dipertanyakan lagi ialah Desa Cicadas didominasi oleh kawasan industri, lebih dari 20 perusahan. Namun pada tahun 2022 ini terkoreksi turun sampai Rp10 miliar.

“Saya sudah pernah minta kepada UPT Pajak Gunung Putri akan rekapan jumlah pemasukan pajak di Desa Cicadas. Namun sampai saat ini belum diberikan rekapan data tersebut, seolah-olah menutupi dan menyembunyikan jumlah pajak yang dihasilkan oleh desa kami sendiri, ini ada apa?,” cetusnya kesal.

Senada disampaikan oleh Wawan Kurniawan, Kepala Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup yang mengatakan walaupun desanya terkoreksi naik, namun kehadirannya sebagai solidaritas kepada rekan kepala desa yang mengalami anjlok dalam penerimaan BHPRD.

“Disini pemerintah jangan diam, terutama Bappenda yang jelas melakukan kesalahan, apapun dalihnya untuk penyelamatan atau apapun itu beri kami penjelasan. Saat audiensi dengan DPRD kemarin terkoreksi jumlah BHPRD pada Perbup No 59 lebih kecil dibanding Perbup No 70, selisinya mencapai Rp.16 miliar. Tapi kenapa ada desa yang jomplang nilai turunnya,” ujar WK biasa disapa heran.

Selain itu, sistem manual yang ditetapkan Bappenda sangat tidak masuk akal ketika Pemerintah Desa digencarkan menjadi Desa Digital malah Pemda masih manual. “Ini pembodohan kepada Kepala Desa atau apa?. Yang membuat kami heran lagi, kenapa seolah berat sekali Bappenda menyerahkan rekapan jumlah pajak yang diperoleh dari 11 item di masing-masing desa.”

” Apa yang membuat Bappenda tidak berani transparan, bukankah jika kami tau berapa dan apa saja dari 11 item ini yang menghasilkan pajak serta sektor mana saja yang sulit kami bisa bantu dongkrak. Jangan dibiasakan main belakang seperti ini, sampai kami audiensi berkali-kali kami tetap tidak diberikan rekapan jumlah pajak yang dihasilkan dari masing-masing desa,” beber WK yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi Kecamatan Citeureup.

Maka dari itu, karena belum adanya keputusan dari hasil audiensi pihaknya baik dengan Bappenda maupun dengan DPRD, 29 desa kembali membawa staf dan para lembaga yang berkaitan dengan anggaran BHPRD ke gedung DPMD Kabuapaten Bogor yang merupakan ujung pangkalnya desa.

“Jika hari ini tidak jua ada solusi, dan Plt Bupati Iwan Setiawan tak hadir untuk menjelaskan Perbup No 70 yang ditandatangani oleh dirinya. Mengingat desa sudah tidak ada anggaran bahkan sebagian harus mengembalikan karena kelebihan salur, 29 desa ini akan kompak menutup pelayanan sampai Plt Iwan Setiawan yang membuat Perbup No 70 bisa memberikan solusi,” ancam WK.

** Nay Nur’ain

Desa Batutulis Salurkan BLT DD untuk 146 KPM

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor kembali menyalurkan bantuan langsung tunai dana desa (BLT-DD) tahap ketiga yakni Juli, Agustus dan September tahun anggaran 2022.

Sebanyak 146 keluarga penerima manfaat (KPM) tersenyum senang setelah menerima BLT dari dana desa tahun 2022 tersebut.

“Per KPM mendapatkan 900 ribu dari tiga bulan,” kata Kepala Desa Ade Danoe kepada Jurnal Bogor seusai penyaluran, Selasa (27/9).

Dia menjelaskan,  sasaran BLT DD di desanya adalah warga yang terdampak Covid-19 dan yang penting lagi belum mendapat bantuan apapun seperti PKH, BPNT, BST, bantuan Kementerian Sosial dan segala bentuk bantuan lainnya.

“BLT-DD diberikan kepada KPM yang telah memenuhi kriteria penerima BLT-DD yang sebelumnya telah disepakati dalam forum Musyawarah Desa (Musdes),”  ujar Kades.

Ade berharap, KPM dapat menggunakan uang tersebut dipergunakan dengan baik terutama dibelikan untuk bahan pangan sehari-hari. 

“Jangan sampai digunakan untuk bayar bank emok. Jadi harus bermanfaat untuk mengurangi beban kehidupan sehari-hari,” tukasnya.

** Andres