32.4 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 797

Terkena Bencana, Sadulur dan Bogor Go Green Lakukan Penghijauan di Nanggung

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Lembaga Sadulur bersama Bogor Go Green melakukan gerakan penghijauan di Nanggung, Kabupaten Bogor dengan program pohon bibit rakyat. Kegiatan yang akan berjenjang tersebut, awalnya membuat gerakan penanaman satu juta pohon yang mana baru terealisasi 300 ribu pohon.

“Alhamdulillah saat ini yang sudah kita distribusikan program penanaman satu juta pohon di dua desa diantaranya Desa Bantarkaret dan Nanggung,” ungkap Ketua Sadulur Iwan Sudirman, kemarin.

Dia menjelaskan, Lembaga Sadulur yang peduli terhadap lingkungan ini akan menghijaukan lahan di wilayah Kecamatan Nanggung. Pasalnya, wilayah Nanggung pada tahun 2020 terkena bencana, sehingga Sadulur termotivasi dan pihaknya berkoordinasi dengan penggiat Bogor Go Green yang mana Sadulur juga bagian Bogor Go Green.

Lembaga Sadulur pun mendapatkan dukungan, baik  masyarakat dan pemerintah setempat. “Alhamdulillah respons ini sangat diapresiasi oleh warga dan pemerintahan. Bahkan mendapat dukungan dari Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB yang mana ditunjuk jadi panitia pelaksana Bogor Go Green,” jelasnya.

Bahkan pada 28 Oktober nanti dalam penanaman gerakan itu akan dihadiri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. “Insya Allah nanti kalau cuacanya mendukung Bu Menteri LHK akan hadir. Begitu kalau cuaca tidak memungkinkan kemungkinan akan diundur waktunya,” katanya.

Menurut dia, bibit-bibit tersebut ditanam di lahan warga dan mereka  mempersilakan mengambil bibit di Sekretariat Sadulur di Desa Nanggung.

“Jadi penanaman ini bertahap sesuai dengan permintaan warga, sebanyak lima jenis pohon terdiri dari pohon kayu dan buah buahan,” katanya.

Selain itu, kata dia, saat ini ada program Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) yang mana kedepan dengan sistem membuat sentral di setiap desa.

“Itu dari keinginan pemerintah, satu desa dibuatkan sentral yang difasilitasi oleh Sadulur yang nantinya satu desa ada sentral,” jelasnya.

Dia berharap dengan berjalannya program tersebut bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. “Kembali ke poksinya bahwa kita negara agraris, karena sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian. Lahan pertanian yang luas serta sumber daya alam yang melimpah,” tukasnya.

** Andres

Dongkrak Perekonomian Masyarakat, Pemdes Sukanegara Fokus Bangun Infrastruktur

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sukanegara, Jonggol, Kabupaten Bogor pada tahun 2022-2023 akan fokus membangun jalan menuju lokasi wisata dan akses jalan desa menuju Pasar Sukanegara. Untuk dana pembangunan jalan tersebut berasal dari anggaran Dana Desa (DD) dan Samisade. Pembangunan jalan tersebut untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani mengatakan, jalan SuKanegara-Cibodas  merupakan akses utama masyarakat Desa Cibodas untuk berbelanja ke pasar sekaligus menuju lokasi wisata.

“Dengan dibangunnya jalan tersebut diharapkan dapat mendongkrak perekonomian serta memudahkan akses warga Cibodas baik untuk ke pasar maupun ke lokasi wisata,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (04/10).

Dana yang masuk ke desa, kata dia akan diutamakan dulu untuk infrastruktur pendukungnya terutama perbaikan jalan, dimana jika kondisi jalan itu sudah baik dan bagus selain warga nyaman, juga bisa menarik investor dari luar di lokasi wisata Desa Sukanegara.

“Saya hanya berharap apa yang desa kami cita-citakan bisa terlaksana dengan baik, dan sesuai dengan yang kami harapkan desa bisa maju juga ekonomi warga ikut maju,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan warga, Ansor (40) yang sangat mengapresiasi Kades yang ingin memperbaiki jalan lintas antara Cibodas dan Sukanegara.

“Saya sangat mendukung, dan mengapresiasi kepala desa yang memikirkan kondisi jalan di desanya, karena kalo jalannya bagus kami lebih mudah untuk beraktivitas,” ujar Ansor.

** Ramses/Nay 

Remaja Belasan Tahun Meresahkan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Rokib (45), warga Kampung Bubulak RT 02 RW 04 Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, disabet cerulit di bagian wajahnya oleh 3 remaja saat berpapasan di jalan ketika Rokib hendak pulang dari rumah Ketua RT, Minggu (3/10).

Mendapat serangan mendadak tersebut, Rokib mengalami luka sabetan di bagian wajah, dan dilarikan ke rumah sakit Kartika Husada. Sementara pelaku yang diduga remaja berusia belasan tahun yang berboncengan 1 motor 3 orang itu kabur setelah melakukan aksinya yang meresahkan tersebut.

Direktur Pusat Bantuan Hukum Forkami (Forum Advokat Muda Indonesia) Ajhari, SH yang mendampingi korban menjelaskan kronolgi. Menurutnya, saat korban hendak pulang ke rumahnya pukul 06.30 pagi, tiba-tiba berpapasan dengan  remaja yang berusia sekitar belasan tahun, saat berpapasan dengan korban di jalan, salah satu remaja langsung mengeluarkan cerulit dan menyabetkan ke bagian wajah korban.

“Pelaku memakai sepeda motor boncengan bertiga, saat berpapasan dengan korban langsung menyabetkan cerulit ke bagian wajah. Korban mengalami luka dibagian wajahnya dan dilarikan ke rumah sakit. Pelaku di duga dari satu kelompok tertentu yang sedang menunjukan eksistensinya,” ucap Ajhari kepada Jurnal Bogor, Senin (03/09).

Ia meminta kepada pihak berwajib agar segera bertindak dan mendalami kasus yang terjadi saat ini.

“Kita sangat menyayangkan sekali adanya kejadian tersebut, kami mendorong pemerintah dan kepolisian harus segera mengambil tindakan-tindakan pasti agar hal-hal seperti ini tidak dibiarkan sehingga bisa menimbulkan korban berikutnya,” pintanya

Selanjutnya ia pun menyampaikan kepada para organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga kepemudaan, harus lebih ekstra lagi dalam melakukan pembinaan generasi-generasi muda agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hal-hal yang bersifat negatif.

“Saya berharap kepada organisasi dan lembaga kepemudaan harus mempunyai peran aktif untuk generasi muda. Saya yakin ini merupakan tindakan provokasi, untuk memancing tindakan dari kelompok lainya, kalau tidak segera ditindak akan ada tindakan-tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan, kejadian pada pagi hari itu belum diketahui motifnya. “Benar ada kejadian tersebut, motif dan pelakunya sedang kami selidiki,” ujar Bayu saat dikonfirmasi.

** Nay Nur’ain

Tidak Pernah Dapat Bantuan, Bocah PAUD Ikut Orangtua Jadi Pemulung

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Muhamad Anwar Maulana, anak berusia 6 tahun yang bertempat tinggal di Kampung Cukangaleuh RT 01 RW 08, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, harus membantu orangtuanya mencari nafkah sebagai pemulung. Bocah yang masih duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu, setiap hari ikut bersama ayahnya bernama Muhamad Nurvi Ardiansyah mencari barang bekas untuk bisa dijual.

Muhamad Anwar Maulana mengaku kasihan terhadap orangtuanya yang setiap hari mencari rezeki sebagai pemulung, sehingga sehabis belajar di PAUD dirinya ikut membantu ayahnya tersebut.

 “Kasihan saja dengan ayah, setiap hari mencari barang bekas untuk bisa dijual,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Jalan Cigombong.

Muhamad Anwar Maulana mengatakan, dirinya tidak malu membawa karung untuk ikut membantu orangtuanya mulung. Karena, sudah menjadi pekerjaan ayah untuk menafkahi ibu, kakak dan adiknya yang masih balita. “Saya tidak malu bantu ayah. Walaupun sudah dilarang ikut tapi saya tetap mau membantu,” ujarnya.

Muhamad Nurvi Ardiansyah mengungkapkan, dirinya tidak pernah menyuruh atau memaksa anaknya untuk ikut mulung barang bekas di jalan.  “Anak saya yang minta ikut. Bahkan, sehabis sekolah PAUD anak saya yang ngajak untuk pergi mulung,” akunya.

Ayah tiga anak ini pun menceritakan, dari hasil mencari barang bekas, baik itu botol plastik, kardus dan barang lainnya yang laku dijual, dikumpulkan terlebih dahulu. Setelah barang bekas tersebut terkumpul, langsung dibawa ke pengepul untuk dijual.

“Dalam satu minggu itu, penghasilan yang didapat dari menjual barang bekas sebesar 100 ribu,” jelasnya.

Dari penghasilan sebesar itu setiap minggunya, Nurvi dan keluarganya harus bisa mengelola keuangan agar mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau bagaimana lagi, uang itu harus cukup dalam satu minggu,” ucapnya.

Terkait bantuan apa saja yang sudah diterimanya dari pemerintah, Nurvi mengaku selama ini keluarganya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun  bantuan sosial lainnya.

“Terkadang perasaan iri itu ada saat saya melihat warga mendapatkan bantuan dari pemerintah, mulai bantuan uang, sembako atau yang lainnya. Tapi saya hanya bisa pasrah saja dan mungkin belum rezeki,” paparnya.

Nurvi mengakui, beberapa bulan lalu pernah didatangi pegawai dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cisalada dan meninjau lokasi rumah. Akan tetapi, sampai sekarang tidak ada informasinya lagi.

“Staf desa memfoto kondisi rumah dan akan diajukan untuk dibantu merehab. Saya sudah senang waktu mendengarnya, mudah-mudahan apa yang dikatakannya itu benar terjadi,” harapnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Cisalada, Busro mengatakan, Muhamad Nurvi Ardiansyah merupakan warga baru di Kampung Cukangaleuh, sehingga belum terdata pihak desa.

“Untuk identitasnya juga masih berdomisili di tempat lama dan belum mempunyai Kartu Indentitas Penduduk (KTP) Desa Cisalada. Nanti kami akan data kembali melalui RT dan RW agar mendapatkan bantuan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Polsek Gunung Putri Siap Luncurkan Program Itikaf Anak Sekolah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha berniat mengadakan program itikaf untuk siswa tingkat SMP dan SMA khusus laki-laki se-Kecamatan Gunung Putri. ” Mengingat tingginya kenakalan remaja saat ini, dan untuk mengantisipasi serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka Polsek Gunung Putri berinisiatif untuk mengadakan kegiatan itikaf yang diutamakan untuk anak laki-laki, mengingat anak remaja laki-laki rentan akan kegiatan tawuran dan sejenisnya,” ujar Kompol Bayu.

Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan baku dan berkelanjutan, agar siswa nantinya bisa mengedepankan adab dan mengamalkan kebiasan Rasulullah SAW dalam pedoman hidup sehari-hari, sehingga kebiasaan tersebut bisa terbawa oleh mereka sampai dewasa nanti.

“Rencana kegiatan ini akan kami awali di Sekolah Yapsa yang berada di Desa Bojong Nangka. Dan insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Senin (03/10).

Dia berharap siswa yang merupakan generasi penerus bangsa ini bisa menjadi generasi yang berakhlak, beradab dan berkelakuan baik.

“Semoga program ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan, dan siswa bisa meneladani kebiasaan Rasulullah. Selain mempelajari adab kami juga akan mengajari cara memasak pada siswa nantinya. Seperti, mereka akan belanja sendiri ke pasar secara bergantian, dan memasak, dengan tujuan untuk mendapatkan makanan ini tidak semudah yang mereka dapatkan seperti saat ini,” pungkasnya. Nay Nur’ain

Jalan Amblas di Cibungbulang Bikin Macet

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Akibat jalan raya provinsi amblas, kendaraan roda dua maupun roda empat di jalan Cibungbulang, Kabupaten Bogor bikin macet. 

Selain pemberlakukan sistem buka tutup di jalur tersebut karena sedang dilakukan perbaikan jalan membuat penumpukan kendaraan mengular hingga kiloan meter. Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan.

Meskipun sedang dilakukan pengerjaan perbaikan jalan tersebut, namun pengerjaan itu diangggap lambat. Pasalnya, Alat berat yang sudah berada di lokasi dan sejumlah gorong-gorong beton yang sudah menumpuk sejak beberapa hari hingga saat ini belum juga terpasang satu pun.

Diberitakan sebelumnya pada saat jalan itu amblas dan berlubang, DPRD Kabupaten Bogor meminta jalan tersebut agar segera diperbaiki supaya arus lalu lintas tidak terganggu terlalu lama.

“Kejadian begini mestinya jangan dibiarkan lama. Dinas terkait harus segera menanganinya. Karena ini akan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan bisa menimbulkan kerusakan lebih parah,” kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fatoni kepada wartawan, kemarin.

Sementara Baehaki, Konsultan Pengawas di proyek tersebut pada saat proses pengerjaan akan memasang gorong-gorong pihaknya mengaku kesulitan karena ada pipa saluran air milik PDAM yang membentang di lokasi pengerjaan tersebut.

“Proses pengerjaannya sudah empat hari, dan gorong-gorong yang sudah ada juga belum terpasang satu pun, kami kesulitan di lokasi pengerjaan karena ada pipa PAM milik PDAM yang membentang,” kata Baehaki saat mengecek lokasi pengerjaan jalan tersebut, Senin, (3/10/22).

Baehaki mengatakan dirinya saat itu baru menerima laporan bahwa di lokasi pengerjaan tersebut terdapat kendala.

“Saya baru dapet laporan katanya ada kendala, dan hari ini saya baru ngecek. Apakah pipa ini harus di bikin leter L apa bagai mana? Paling nanti ada inisiatif kita pasang gorong-gorong setengah dulu, lalu selebihnya kita cor,” ucapnya. 

Ia juga menargetkan proses pengerjaan jalan tersebut akan segera diselesaikan. “Targetnya sih sebenernya pengen cepet gak mau lama. Lama-lama juga ngapain di sini, makanya pengen cepet,” tukasnya.

** Andres

Datangkan Arjuna Muda, Desa Leuwisadeng Peringati Maulid Nabi

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Masyarakat Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. memperingati Maulid  Nabi Muhammad SAW di Kampung Leuwisadeng RW 03, kemarin. Maulid Nabi dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Tampak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung khidmat dan para jamaah begitu antusias mendengarkan penceramah kondang KH. Safrudin.

Kiyai dari Kota Cianjur itu memaparkan dalam ceramahnya, bahwa kita semua harus punya rasa dan saling merasakan dalam kebaikan dan dapat meyakinkan bahwa, sesama umat muslim itu harus seperti anggota tubuh, jika salah satu anggota tubuh ada yang sakit maka seluruh badan akan merasakannya.

Maka dari itu dia mengajak harus kompak dan saling peduli seperti anggota tubuh, menjalin silaturahmi antar sesama, selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu  permasalahan, bekerja sama, dan bergotong royong sehingga berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

“Rambati ratahayu, karena kebersamaan itu indah, ulama dan umaro harus saling menghargai, saling memiliki dan saling peduli dalam menjalankan tugas dan pungsinya sesuai dengan ajaran Allah SWT dan rasulnya. Kebersamaan saling tolong menolong antar sesama  itulah salah satu contoh sifat yang ada pada diri Rasulullah SAW,” ungkap kiyai yang biasa disebut Arjuna Muda itu.  

Dia menjelaskan, bahwa menjalin kebersamaan dalam hal kebaikan itu demi kemajuan masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Menurutnya, dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, banyak yang menarik untuk ditelaah yakni soal sejarah memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Yang membawa penerangan bagi seluruh ummat di dunia ini  khususnya ummat muslim,  terutama bagi  para kaum wanita di zaman jahiliah, karena wanita di zaman jahiliah tidak memiliki kehormatan. Maka dari itu dengan lahirnya Nabi muhammad SAW maka seluruh umat Islam menyuarakan meluapkan kegembiraannya  dengan lahirnya seorang pemimpin umat di dunia ini, pembawa kebenaran dan menumpas kezaliman,” jelasnya.

“Selamat tinggal kegelapan selamat tinggal kebodohan selamat tinggal kehidupan yang diwarnai kebiadaban moral yang bejat dan selamat datang kebenaran, selamat datang kemenangan, selamat datang terang benderang selamat datang Muhammad Rasulullah SAW,” tambahnya.

Jadi kata dia, kita harus selalu mengingatkan dan mengajak kepada seluruh muslim untuk selalu berzikir, memohon ampunan kepada sang pencipta dan mencontoh sifat-sifat Rasulullaah SAW agar selamat di dunia dan akhirat.

“Menjadikan kisah rasul sebagai ibrah atau pelajaran. Amalkan dalam praktik kehidupan sehari-hari agar dapat menguatkan iman yang ada dalam diri. Selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, bermusyawarah bekerjasama dan bergotong royong dengan sesama, percaya bahwa pertolongan Allah SWT ada di setiap amal perbuatan yang kita lakukan,” katanya.

Seperti dikutip dari hadits, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW  sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi umatnya. Laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatun” yang artinya “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab: 21).

“Maka dengan peringatan Maulid Nabi ini, kita selaku umatnya harus dan wajib mencontoh sikap dan sifat terhadap Rasulullah agar selalu bersabar, tawakkal, berdoa, belajar dan berusaha. Tanamkan budi pekerti akhlaqul karimah dalam menjalankan roda kehidupan sehari hari, sesuai dengan haditsnya Rasulullah. Innamaa buitstu liutammima makaarimal akhlaaq,” jelasnya.

** Andres

Agar Suami Istri Miliki Surat Nikah, GP Ansor Gelar Isbat Nikah Massal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bogor menggelar isbat nikah massal tahun 2022 se-Kabupaten Bogor di aula Masjid Besar Al-Alam, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin (3/10).

Isbat nikah diikuti 35 peserta pasangan suami istri dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor diantaranya, Kecamatan Gunung Putri, Klapanunggal, Cileungsi, dan Kecamatan Jonggol.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamiri A Ghajaly mengatakan, GP Ansor bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kabupaten Bogor dan Muspika Kecamatan Klapanunggal menyelenggarakan isbat nikah yang dikhususkan untuk pasangan suami istri yang belum mempunyai surat nikah.

“Hari ini kita mengadakan isbat nikah untuk pasangan suami istri yang belum mempunyai surat nikah untuk memfasilitasi bagi pasangan suami istri mengurus pernikahan yang resmi dan dan diakui oleh negara,” kata Dhamiri kepada Jurnal Bogor. Senin (03/10).

Menurutnya, untuk pasangan suami istri yang mengikuti pendaftaran isbat nikah ini menggunakan anggaran secara pribadi.

“Untuk pembiayaan isbat nikah ini mereka mandiri, mudah-mudah kedepannya bisa dikaper oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga kemudian administrasinya bisa berjalan dengan lancar, karena isbat ini sangat penting bagi masyarakat,” harapnya.

Ia juga meminta kepada dinas-dinas terkait terkait yang ada di Kabupaten maupun Pemerintah Pusat agar mendukung kegiatan isbat nikah. 

“Harapan saya mudah-mudah di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor kita bisa menggelar isbat nikah dan seluruh sektor di Kabupaten Bogor dan negara hadir ditengah masyarakat yang memang dituntut untuk pembuatan administrasi, tentunya dalam bidang pencatatan nikah,” ujarnya.

Sementara itu Marjuki, salah satu peserta yang ikut dalam isbat nikah untuk meresmikan pernikahan yang awalnya nikah ‘dibawah tangan’.

“Saya sudah nikah tapi nikah dibawah tangan, hanya resmi secara agama namun tidak tercatat di pemerintah. Alhamdulillah dengan diselenggarakan acara isbat nikah ini bisa membantu saya meresmikan pernikahan yang diakui pemerintah dan memperlancar urusan administrasi data juga,” paparnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara isbat nikah. “Sengan saya ikut dalam pendaftaran isbat nikah ini saya bisa mendapatkan buku nikah yang sah, dan bisa mengurus segala sesuatu yang dibutuhkan,” ungkapnya senang.

Hadir dalam acara ini, Ketua MUI Kecamatan Klapanunggal KH Lesmana, Camat Klapanunggal Ahmad Kosasih, Kapolsek Klapanunggal AKP Bagus Aji Lesmana, Danramil Klapanunggal Kapten Suwignyo, Kepala KUA Klapanunggal Ade Janwarudin, dan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamari A Ghajaly.

** Nay Nur’ain

Pemdes Singasari Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah, Pemerintah Desa Singasari menghadirkan penceramah Ust Supriadi yang berasal dari Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol. Sejumlah warga pun memenuhi halaman Kantor Desa Singasari untuk mendengarkan tausiah.

Pjs Kepala Desa Singasari Gogo Badarudin yang juga menjabat Sekertaris Camat Jonggol mengajak jamaah agar senantiasa mempertahankan dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. “Mari perkokoh akidah kita agar dapat istikomah dalam beribadah, ” ujarnya

Dia menjelaskan, tujuan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, baik antara pemerintah dengan masyarakat maupun sesama muslim umat Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bernilai positif guna mendorong peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjadikan Nabi Muhammmad SAW sebagai teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Senin (03/10).

Sementara Ust Supriadi  dalam ceramahnya mengajak kepada para tokoh agama di Desa Singasari  untuk turut menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

“Kepada masyarakat, pemangku jabatan, untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan tetap menjaga persatuan dan menghindari perpecahan,” ujarnya.

** Ramses/Nay 

Rajinlah Jalan Kaki Supaya Sehat

0

World Walking Day 2022 diperingati secara nasional di Kota Bogor pada Minggu, 2 Oktober lalu. Dengan sarana dan prasarana yang dimiliki, Kota Bogor memang pantas ditunjuk sebagai pusat peringatan World Walking Daya tingkat nasional.
Peringatan Hari Jalan Kaki Sedunia ini dilaksanakan dengan aksi jalan kaki warga Kota Bogor dengan menempuh rute dari GOR Pajajaran di Jalan Pemuda sampai ke Lapangan Sempur di Jalan Si Jalak Harupat.

Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kota Bogor bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Selain Wali Kota Bogor, Bima Arya, turut bagian dalam kegiatan ini Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Ketua KORMI, Hayono Isman beserta ribuan warga Kota Bogor.
Ketua APEKSI yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan serentak di 24 kota di Indonesia atas kerjasama APEKSI dengan KORMI. Ke-24 kota lain diantaranya, Malang, Balikpapan, Batam, Pekalongan, Semarang, Sungai Penuh, Padang, Cilegon, Gorontalo, Tasikmalaya, Surabaya, Bontang, Bekasi, Medan, Sabang, Salatiga, Depok, Tidore, Parepare, Tarakan, Banda Aceh, Cimahi, Pasuruan.
“Hari ini kita buktikan bahwa warga Kota Bogor senang berjalan kaki,” kata Bima. Menurutnya, dari segi infrastruktur Kota Bogor telah memiliki jalur pedestrian yang terintegrasi di Pusat Kota yang menghubungkan kawasan Bogor Utara dan Bogor Tengah.
Tak hanya itu, di jalur-jalur pemukiman pun sudah banyak pedestrian yang dibangun untuk memberikan akses bagi para pejalan kaki. Ini bagian dari upaya mendukung pembangunan bidang olahraga di Kota Bogor.

Pemerintah Kota Bogor saat ini memang sedang memproses pembangunan stadion mini di tiga kecamatan. “Insya Allah tahun ini kita akan meresmikan tiga stadion baru, di Bogor Utara, Bogor Selatan, Bogor Barat,” ujarnya.
Selain itu pembangunan dan penataan pedestrian di berbagai wilayah Kota Bogor, juga ditujukan untuk mendukung proses pembangunan kualitas kehidupan warga Kota Bogor, sebagai warga kota yang hidup secara sehat, nyaman, tentram dan bahagia.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pusat, Hayono Isman mengajak warga Kota Bogor untuk rutin berolah raga. “Hari ini kita happy, kita berbahagia, karena kita olah raga, olah raga Insya Allah kalau hati kita gembira, badan kita sehat bugar. Apapun masalah kita akan kita hadapi dan tangani dengan percaya diri,” ucapnya.

“Itulah olah raga yang sebenarnya, olah raga memperkuat hubungan sosial, pada pagi hari ini ibu, bapak, kakek, cucu, bapak ibu semua kumpul bersama-sama memperkuat hubungan sosial, memperkuat rasa kebersamaan, dan menjaga rasa persatuan apapun perbedaan melalui olah raga kita bersama-sama,” sambungnya.
Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengikuti gerak jalan tersebut mengaku sangat senang dengan kegiatan itu. “Tadi saya jalan kaki dari GOR Pajajaran, sudah berkeringat , itu tandanya sehat. Kormi itu olah raga masyarakat ada jalan kaki, ada yang sifatnya tidak terlalu kompetitif,” tukasnya. Jadi Gubernur mengimbau warga mau banyak berjalan kaki supaya lebih sehat.

Kemauan warga kota untuk mau rajin berolahraga ringan, termasuk jalan kaki, memang perlu didorong. Olahraga ini tidak sekadar untuk kepentingan menjaga raga tetap sehat, tetapi juga jiwa yang sehat. Sebab jalan kaki adalah olahraga yang sifatnya rekreatif, sambil berolahraga, sekaligus menghibur diri.
Olahraga ringan dan rekreatif ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan harmonis diantara sesama anggota keluarga, atau diantara sesama warga kota. Dengan berjalan bersama, bergembira bersama, maka hubungan sosial antar sesama manusia bisa lebih sehat.

Jalan kaki juga penting dibiasakan untuk tidak memanjakan warga yang kini sudah terlena oleh dukungan perkembangan teknologi transportasi yang membuat setiap orang kurang bergerak.
Saat ini setiap orang beraktifitas dan bermobilitas dengan mudah menggunakan motor, mobil dan kereta. Semua itu membuat setiap orang semakin berkurang kemauannya untuk melangkahkan kakinya setiap kali bermobilitas.
Tak heran karena kurang gerak, manusia saat ini rentan berbagai macam penyakit. Untuk membiasakan kembali hidup sehat dengan cara mudah dan murah maka pilihlah aktivitas berjalan kaki setiap hari. Inilah kiranya salah satu pesan yang ingin disampaikan dari peringatan World Walking Day. (Advertorial)