Datangkan Arjuna Muda, Desa Leuwisadeng Peringati Maulid Nabi

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Masyarakat Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. memperingati Maulid  Nabi Muhammad SAW di Kampung Leuwisadeng RW 03, kemarin. Maulid Nabi dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Tampak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung khidmat dan para jamaah begitu antusias mendengarkan penceramah kondang KH. Safrudin.

Kiyai dari Kota Cianjur itu memaparkan dalam ceramahnya, bahwa kita semua harus punya rasa dan saling merasakan dalam kebaikan dan dapat meyakinkan bahwa, sesama umat muslim itu harus seperti anggota tubuh, jika salah satu anggota tubuh ada yang sakit maka seluruh badan akan merasakannya.

Maka dari itu dia mengajak harus kompak dan saling peduli seperti anggota tubuh, menjalin silaturahmi antar sesama, selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu  permasalahan, bekerja sama, dan bergotong royong sehingga berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

“Rambati ratahayu, karena kebersamaan itu indah, ulama dan umaro harus saling menghargai, saling memiliki dan saling peduli dalam menjalankan tugas dan pungsinya sesuai dengan ajaran Allah SWT dan rasulnya. Kebersamaan saling tolong menolong antar sesama  itulah salah satu contoh sifat yang ada pada diri Rasulullah SAW,” ungkap kiyai yang biasa disebut Arjuna Muda itu.  

Dia menjelaskan, bahwa menjalin kebersamaan dalam hal kebaikan itu demi kemajuan masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Menurutnya, dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, banyak yang menarik untuk ditelaah yakni soal sejarah memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Yang membawa penerangan bagi seluruh ummat di dunia ini  khususnya ummat muslim,  terutama bagi  para kaum wanita di zaman jahiliah, karena wanita di zaman jahiliah tidak memiliki kehormatan. Maka dari itu dengan lahirnya Nabi muhammad SAW maka seluruh umat Islam menyuarakan meluapkan kegembiraannya  dengan lahirnya seorang pemimpin umat di dunia ini, pembawa kebenaran dan menumpas kezaliman,” jelasnya.

“Selamat tinggal kegelapan selamat tinggal kebodohan selamat tinggal kehidupan yang diwarnai kebiadaban moral yang bejat dan selamat datang kebenaran, selamat datang kemenangan, selamat datang terang benderang selamat datang Muhammad Rasulullah SAW,” tambahnya.

Jadi kata dia, kita harus selalu mengingatkan dan mengajak kepada seluruh muslim untuk selalu berzikir, memohon ampunan kepada sang pencipta dan mencontoh sifat-sifat Rasulullaah SAW agar selamat di dunia dan akhirat.

“Menjadikan kisah rasul sebagai ibrah atau pelajaran. Amalkan dalam praktik kehidupan sehari-hari agar dapat menguatkan iman yang ada dalam diri. Selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, bermusyawarah bekerjasama dan bergotong royong dengan sesama, percaya bahwa pertolongan Allah SWT ada di setiap amal perbuatan yang kita lakukan,” katanya.

Seperti dikutip dari hadits, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW  sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi umatnya. Laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatun” yang artinya “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab: 21).

“Maka dengan peringatan Maulid Nabi ini, kita selaku umatnya harus dan wajib mencontoh sikap dan sifat terhadap Rasulullah agar selalu bersabar, tawakkal, berdoa, belajar dan berusaha. Tanamkan budi pekerti akhlaqul karimah dalam menjalankan roda kehidupan sehari hari, sesuai dengan haditsnya Rasulullah. Innamaa buitstu liutammima makaarimal akhlaaq,” jelasnya.

** Andres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here