32.4 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 798

DPC Kabupaten Bogor Runner Up AHY Cup Jabar

0

Bandung | Jurnal Bogor

Tim bola voli putra DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor meraih runner up pada AHY Cup Volley Ball Jawa Barat 2022. Pada partai final di Sport Hall UPI Bandung, Minggu (2/10/2022), Kabupaten Bogor dikalahkan Kabupaten Bekasi 3-0 (22-25, 18-25 dan 20-25), setelah sebelumnya menumbangkan Kota Bandung 3-1. Sedangkan tim putrinya finis di babak 8 besar setelah langkahnya dihentikan Kota Cimahi 2-3.

Pemain terbaik dari Kabupaten Bogor atas nama Zidane

Hasil ini menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita telah cukup bagus karena pemain telah berjuang maksimal pada even yang diikuti 27 kabupaten dan kota se-Jabar. “Rangking kedua di Jawa Barat bagi Kabupaten Bogor itu sudah sangat luar biasa,” ucap Kang Dechan.

Dia mengakui persiapan teknis tim masih minim. Meski demikian, DPC Kabupaten Bogor melihat momen AHY Cup sebagai proses mencari,dan menangkap minat kader di cabang olahraga bola voli. “Kedepan bakat minat voli memang perlu digali lebih dalam supaya mendapat prestasi lebih banyak kedepannya,” jelas Kang Dechan yang juga Ketua PBVSI Kabupaten Bogor ini.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mensupport keberhasilan tim bola voli yakni pemain dan pelatih, tim DPC, para bacaleg , pengurus DPC dan Ketua PAC. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada para sponsor Bestiwan, Zen Squad, SHAP, TRUMP, Paskas, Sahara, Sahabat MAR, Beriman, SKA, Sahabat Dede Suhendar, Sincan, JP Lawyers dan keluarga besar MRG.

Sementara juara 2, Kabupaten Bogor pada AHY Cup Jabar memperoleh piala, piagam dan uang pembinaan Rp 9 juta. Selain runner up, Kabupaten Bogor juga merebut status pemain terbaik atas nama Muhamad Zidan Yusup.

** Asep Saepudin Sayyev

Soal BHPRD, Bappenda Minta Saling Koreksi 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Persoalan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang menyudutkan Bappenda Kabupaten Bogor yang dinilai ceroboh dan dianggap salah hitung, membuat Koordinator Lapangan Itang angkat bicara. Menurutnya, BHPRD sudah dibagikan sesuai dengan hasil yang diperoleh desa itu sendiri, dari 10 item yang menjadi sumber pajak desa tersebut. Dia tak menampik akan kesalahan input yang dilakukan oleh pegawai Bappenda. Namun bukan berarti pokok kesalahan ada dan bersumber dari Bappenda, mengingat pembuat naskah Perbup No.70 bukan Bappenda.

“Bukan salah hitung, tapi salah input itu yang harus dipahami oleh desa, disinilah fungsinya untuk saling kontrol satu sama lain, dan yang harus diketahui adanya pernyataan dari Bappenda soal melakukan sistem masih manual itu kurang pas. Hanya saja kita belum punya aplikasi yang bisa diakses oleh desa, kedepannya akan kita perbaiki sistemnya. Pasalnya kami sudah melakukan semua menggunakan online dan aplikasi, yang berpacu dari aplikasi BPHTB, PBB, dan lainnya kemudian itu kita input, hitung dan bagikan,” papar Itang.

Nah, sambung Itang, jika mau main salah menyalahkan, semua bersalah. Cuma kata dia, saat ini bukan itu yang harus dilakukan. Perbup No.70 hadir untuk menyempurnakan Perbup No.59. Disini, desa pun harusnya ikut menjadi kontroling, jika BHPRD tiba-tiba naik drastis tolong tanya dan cari tahu juga ke Bappenda jangan bertanya ketika nilai itu turun saja.

“Jika tahun 2021 desa yang biasanya dapat 400 juta tiba-tiba naik menjadi 1,2 M dan di desanya tidak ada kegiatan pembebasan lahan atau sejenisnya yang bisa menaikkan nilai BHPRD tanyakan kepada Bappenda. Walaupun sistem kami terpacu kepada aplikasi, tapi yang menginput itu juga manusia, kesalahan bisa saja terjadi,” cetusnya.

Dia mengajak saling mengontrol dan mengoreksi. Bappenda itu dijelaskan Itang hanya membuat rincian dan dilaporkan ke instansi, kemudian dikroscek oleh asisten-asisten dan Sekda barulah dibuatkan Perbup untuk disahkan kekuatan hukumnya dan ditandatangani oleh Plt Bupati Iwan Setiawan.

“Banyak pintu yang ditempuh, sebelum kemudian disahkan dalam Perbup. Sekali lagi saya tekankan Bappenda bukan salah hitung tapi salah input. Karena nyatanya nilai pajak pada Perbup No 59 ke Perbup No 70 itu selisihnya Rp.59,2 M,” ucapnya.

Untuk yang berstatement Perbup No.70 lebih kecil, kata dia, tolong pelajari dulu, karena kenyataannya Perbup No.70 itu lebih besar jumlahnya dari Perbup No.59.

“Sekarang bukan saling menyalahkan, Bappenda ya ada kelalaian, baik dari ucapan yang mengatakan masih manual juga dari kesalahan input. Tapi kita saling koreksi diri, disini desa juga jika tiba-tiba BPHRD naik secara signifika atau drastis tanyakan kepada Bappenda, apalagi jika di desa tersebut tidak ada potensi yang memungkinkan untuk menaikkan BHPRD. Begitu pun dinas jangan saling lempar juga, karena Perbup dibuat itu hasil godokan semua, dan yang berstatment kurang 6 M, dipelajari juga, karena tahun 2022 ini pendapatan daerah naik,” pungkas Itang.

** Nay Nur’ain

Kesulitan Ekonomi, Siswa SD di Cibanteng Pilih Ngamen

0

Ciampea l Jurnal Bogor

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor mengungkap adanya tiga siswa sekolah dasar (SD) yang memilih ikut bekerja dengan orangtuanya menjadi pengamen ondel-ondel di jalanan dibandingkan masuk sekolah. Alasannya karena kesulitan ekonomi.

“Ada siswa saya yang tidak masuk sekolah dan malah memilih bekerja sama orangtuanya sebagai pengamen ondel-ondel, ” ujar salah satu guru yang tak mau disebut namanya kepada wartawan, kemarin.

Kasi Pemerintah Kecamatan Ciampea, Ivan Crisdiana membenarkan telah mendapatkan laporan dari pihak sekolah saat Musrembang Desa Cibanteng. Menurutnya, fenomena mengamen memang terjadi tahun lalu saat Covid 19. Saat itu, siswa libur sekolah dan memilih membantu orangtuanya bekerja sebagai pengamen ondel-ondel di jalan. 

“Intinya, kita prihatin. Jika saat ini masih ada siswa yang putus sekolah dan memilih bekerja sebagai pengamen ondel-ondel itu mah dijadikan ladang usaha bukan faktor ekonomi, ” tegasnya. 

Terpisah, Camat Ciampea, Yudi Santosa mengaku tanggung jawab siswa tetap harus bersekolah dan bukan hanya tanggung jawab guru saja, akan tetapi peran orang tua sangat penting dalam mendukung anak agar tetap bersekolah. 

Untuk mengatasi persoalan siswa putus sekolah dan bekerja sebagai pengamen ondel-ondel, pihaknya sudah memberikan arahan kepada pihak desa termasuk, RT dan RW agar melakukan pendataan. 

“Ketika ada, mereka perlu diberikan bantuan sosial. Orang tua siswa diedukasi agar anaknya tetap bersekolah jangan ikut bekerja sebagai pengamen ondel-ondel, ” ujarnya. 

Menurut Yudi, ada alasan khusus ketika orang tua mengikut sertakan anaknya berkerja sebagai ondel-ondel. Ketika orang lain melihat ada anak kecil yang ikut bekerja sebagai ondel-ondel tentunya bakal iba atau kasian. Namun, hal tersebut bukan menjadi alasan orang tua. Anak harus tetap bersekolah, apalagi sekolah SD negeri itu gratis. 

“Sampai saat ini, Kecamatan Ciampea angka anak SD putus sekolah rendah. Yang jelas, tidak ada alasan anak tidak bersekolah atau putus sekolah karena faktor ekonomi. Sebab, sekolah SD gratis. Saat Musrembang tingkat desa, saya juga menyarankan agar desa bisa menganggarkan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu, ” tukasnya.

** Arip Ekon

Dilegalkan Desa, Situ Tlajung Hilir Siap Jadi Desa Wisata

0

Achmad Fathoni: Saya Dukung Penuh 

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Forum Komunitas Peduli Situ Tlajung Hilir yang dikomandoi Agus Ridwan siap menyulap situ menjadi kawasan wisata air setelah mendapatkan izin resmi dari Pemerintah Desa Wanaherang untuk mengelola Situ Tlajung Hilir yang berada di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Kegiatan saat ini sementara baru bersih-bersih setu dan pengenalan, serta  peresmian kecil. Karena forum kita ini sudah dilegalisir oleh Kepala Desa Wanaherang,” ujar Agus Ridwan kepada Jurnal Bogor, Minggu (02/10).

Menurutnya, target ke depan ingin menjadikan tempat ini sebagai objek wisata atau bisa disebut juga objek wisata desa. Untuk mencapai itu semua, pihaknya melakukan bersih-bersih mulai dari darat hingga lingkup situnya, serta mengangkat sampah-sampah yang ada di air sehingga terlihat bagus dan tampak nyaman.

“Tujuannya untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar, tidak hanya mementingkan komunitas atau paguyuban ini sendiri, tapi harus maju dengan warga sekitarnya. Alhamdulilah yang ikut bersih-bersih situ hari ini cukup banyak ada sekitar 40 orang lebih,” paparnya.

Dia berharap dengan sudah dilegalkan, forum masyarakat tersebut bisa juga mendapatkan dukungan dari instansi terkait baik dari dewan maupun dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

“Bantuan berupa perahu karet, dana juga beberapa bantuan lain untuk mendukung kelancaran kegiatan ini,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 Achmad Fathoni yang turut hadir dalam kegiatan bersih-bersih situ tersebut mengapresiasi aktivitas komunitas dan warga sekitar yang membentuk Jagawana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Situ Wanaherang. Mereka bersama-sama menjaga situ yang ada di wilayahnya.

“Saya sangat mendukung itu sehingga saya ikut hadir dan siap untuk terus hadir bersama mereka, saya menyaksikan langsung bagaimana warga membersihkan situ dari sampah-sampah yang menumpuk. Oleh karena itu saya sebagai bagian dari masyarakat yang menginginkan lingkungan kita bersih dan baik, menghimbau untuk semua baik Pemerintah Daerah, Provinsi maupun terutama BBWS yang diberi kewenangan untuk mengelola situ untuk bersinergi bersama masyarakat yang sudah mau peduli menjaga situ. Saya sendiri sudah coba membantu dari awal, dimana setiap ada keluhan tentang pencemaran saya turun dan mendesak pemerintah untuk segera mengusut yang mencemari situ,” jelas politisi PKS tersebut.

Dia juga sudah mengajukan beberapa program yang bisa dicover oleh APBD Kabupaten, berupa penjagaan lingkungan, pembentukan KRL, kemudian program-program kelestarian lingkungan lainnya. Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar maupun BBWS dari pusat untuk usaha menggulirkan program-program. Mengingat situ ini luar biasa potensinya dan memiliki lokasi yang strategis, tapi sayang pendangkalannya luar biasa.

“Kemudian terkesan tidak dikelola dan tidak ada yang bertanggung jawab untuk menjaganya sehingga sampah sangat banyak dan beberapa kali limbah dibuang ke situ sehingga bikin bau dan bikin ikan-ikan mati,” ujar Fathoni biasa disapa.

Kemudian banyak juga lokasi-lokasi yang belum ada tanggul dan pembatas yang baik sehingga sering kali mengalami longsor dan kerusakan. Dia pernah memberi masukan kepada BBWS agar juru situ itu sebisa mungkin diambil dari tokoh atau perwakilan warga yang ada di sekitar situ, sehingga nanti bisa bersinergi dan program-program yang digulirkan oleh BBWS bisa lebih efektif dan efisien, karena warga pasti akan ikut serta untuk berkontribusi.

“Saya berharap ke depan situ ini bisa dijaga, lingkungannya dijaga, kebersihan dan keutuhannya juga bisa diberdayakan menjadi salah satu objek dari wisata desa. Sebagaimana satu-satu yang lain, dan kita lihat tadi berkeliling luar biasa potensinya, belum diapa-apain juga sudah banyak pengunjung yang kebanyakan untuk mancing dan nongkrong, dan itu satu potensi yang luar biasa untuk pengembangan. Kedepan, mari sinergi bersama-sama menjaga alam kita dan kemudian mengembangkannya untuk pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain 

Bersama Dinsos, Pemerintah Kecamatan Cigudeg Kunjungi Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sepasang lansia yang hidup memprihatinkan di Kampung Malangbong, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dikunjungi Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigudeg dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor melalui Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar.

Sepasang lansia tersebut bernama Marpuah (66) dan Murdi (71) yang mana mereka berdua tinggal di gubuk reyot.

Sebelumnya, Marpuah mendatangi kantor Kecamatan Cigudeg mengeluhkan tak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Pihak Dinas Sosial yang didampingi Pemerintah Kecamatan Cigudeg pun mendatangi kediaman Marpuah.

“Berkat informasi yang kami dapatkan bahwa ada lansia di Desa Argapura yang tinggal hanya dengan suaminya yakni, Marpuah (66) dan Murdi (71) alhamdulillah kami bisa datang ke sini bersama jajaran Pemerintahan Kecamatan,” ungkap Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar. R. E. Haryati, kemarin.

Dia pu merasa prihatin. Pasalnya, untuk kondisi Marpuah sendiri keadaannya sudah tidak bisa melihat sementara suaminya sendiri mentalnya sudah sedikit terganggu meski tidak begitu parah. 

“Untuk data DTKS sudah sudah kami data, untuk BPJS juga alhamdulillah sudah PBI, dan kami akan mengajukan rumah tidak layak huninya karena memang sudah tidak layak dihuni,” ujarnya.

Dengan melihat kondisi tersebut, kata dia, Dinas Sosial akan terus mengawal dan memperhatikan kedua lansia tersebut. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada yakni, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus memberi rehabilitasi sosial jaminan sosial, perlindungan sosial, dan pemberdayaan sosial sebagai wujud pelaksanaan kewajiban negara dalam rangka menjamin terpenuhinya hak kebutuhan dasar warga negara yang miskin serta tidak mampu (JDIH Kemenkeu). 

“Dari dana sosial ada kedaruratan pangan untuk si nenek, apabila nanti untuk kedepannya anggaran perubahan kami diterima insyaallah akan ada bantuan dari Dinas Sosial berupa sarana kamar untuk lansia,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasipem) Kecamatan Cigudeg Imas Masmawati, menyampaikan terima kasihnya atas kepedulian dan perhatian dari Dinas Sosial.

“Terimakasih kepada Dinsos mudah-mudahan bantuan kedepannya bisa terealisasi. Kedepan untuk bantuan rumah tidak layak huni akan kita pantau juga untuk kita saling membantu, serta saya ucapkan terimakasih juga kepada teman-teman media karena tanpa teman-teman media kita tidak akan tahu satu persatunya,” tegasnya.

Dia menjelaskan, selain itu terkait kondisi suami dari Marpuah yang terganggu mentalnya akan segera dibantu pengobatan melalui pendamping kecamatan.

“Berhubung pendamping lansia sedang ada halangan jadi tidak bisa ikut kesini, nanti kita komunikasi kan ulang untuk membantu pengobatannya,” jelasnya.

Ditempat yang sama  TKSK Kecamatan Cigudeg, Hambali menyebutkan, bahwa sebelumnya  sekitar pukul 13:00 WIB  di kecamatan kedatangan Marpuah yang datang menyampaikan keluh kesah.

“Iya kedatangan salah satu warga Kecamatan Cigudeg yang melapor dan kebetulan ada kawan-kawan jurnalis. Dan alhamdulillah ketika kita selaku pekerja sosial bekerja sama dengan teman-teman media sebagai kontrol sosial bisa merespons dengan cepat,” kata dia.

Sementara, Ketua RT setempat menyampaikan bahwa sebelumnya Marpuah pernah mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank BNI, namun ketika ada migrasi dari BNI ke Mandiri, dia tidak termasuk lagi.

“Iya, kalo untuk dari Bank Mandiri belum. Saya sampaikan juga terima kasih kepada teman-teman media yang telah datang peduli memberikan bantuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait pengajuan kepada pihak desa dirinya mengaku sudah melakukannya melalui Sukardi, namun sampai saat ini belum ada realisasi.

“Kalau untuk pengaduan kita sudah ke Pak Sukardi karena dia yang pegang KK-nya, tapi karena belum rejeki ya mau gimana lagi,” tukasnya.

** Andres

Apresiasi Kinerja Polri, Ini Kata Pimpinan Ponpes Darrussufa

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Berkas penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana dan obstruction of justice oleh Ferdy Sambo (FS) cs telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) pada beberapa waktu lalu. Hal itu membuat pihak Polri banyak menuai pujian dan apresiasi dalam mengawal dan menangani kasus FS cs tersebut. 

Bahkan beberapa tokoh di kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor pun turut memberikan apresiasinya kepada Polri. Seperti yang disampaikan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Qur’an Darussufa Lukman Effendi yang berlokasi di Desa Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Dia mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus FS yang sempat membuat gaduh rakyat Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Polri dalam rangka mengungkap kasus Duren 3 secara transparan dan profesional, sehingga terciptanya keadilan buat masyarakat,” Ustadz Lukman Effendi kepada Jurnal Bogor, Sabtu (01/10).

Bahkan, dalam penanganan kasus FS ini Ustadz Lukman Effendi pun turut mendoakan Polri. “Dengan dibeberkannya kasus FS ini bisa ikut membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pihak kepolisian, dan saya berharap terkuaknya suatu kasus bukan hanya saat hal tersebut menjadi buming dan bahan pembicaraan banyak orang, tapi kupas tuntaslah semua kasus yang ada di Indonesia ini tanpa pandang bulu, jika bersalah yang berikan hukuman,”harapnya.

“Sukses terus dan semoga Polri semakin diberi kepercayaan oleh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Karena keberhasilan serta secara transparan pihak Polri dalam menangani kasus FS ini, apresiasi lainnya pun turut diberikan oleh pihak JKUPokdar Kamtibmas Polsek Citeureup.

” Saya turut mengapresiasi kinerja Polri serta berterima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah mengambil langkah langkah-langkah tegas dan serius dalam menangani serta memproses kasus FS,” kata Mulyana selaku Ketua JKUPokdar Kamtibmas Polsek Citeureup.

Mulyana pun berharap agar yang bersangkutan nantinya dapat diberi hukuman yang sesuai. “Hingga nanti yang bersangkutan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Republik Indonesia, bravo Polri, salam Presisi,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Warga Antusias Ikuti Gebyar Nanggung Manggung

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Ratusan warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor antusias  mengikuti jalan sehat, senam dan sepeda santai pada event gebyar Nanggung Manggung.

Acara yang dilaksanakan oleh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP) dan Muspika Kecamatan Nanggung itu berlangsung di lapangan Kalongliud, Desa Kalongliud, Minggu (2/10).

Meski sempat diguyur hujan tidak menyurut semangat para peserta untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang sudah disediakan. Selain itu, acara tersebut juga dibagikan puluhan hadiah doorprize yang terdiri dari perangkat elektronik, sepeda motor, hingga umroh.

“Alhamdulillah dengan gebyar Nanggung Manggung kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi seluruh masyarakat Kecamatan Nanggung. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh unsur yang sudah mendukung dan mensukseskan acara ini,” ungkap ketua panitia Suheri, yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung.

Dia berharap, acara yang pertama kali dilakukan tersebut, bisa berkesinambungan. Karena dengan begitu antar OKP di Kecamatan Nanggung bisa menjalin persatuan yang baik.

“Tentu kita ingin di Nanggung itu terjalin silaturahmi yang baik, terutama target ke depan semua OKP dan Muspika bersatu untuk memajukan Nanggung Manggung,” ujarnya.

Sementara, dalam sambutannya Sekretaris Kecamatan Nanggung Suharsono menyatakan, dengan acara dalam rangka silaturahmi itu diharapkan masyarakat tetap sehat setelah sekian lama diterkam oleh Covid-19.

“Acara yang disponsori Radar Promosindo, Luwak White Koffie,  PT Antam dan juga Institut Agama Islam Bogor. Bahwa pasca pandemi Covid-19 dan acara itu diikuti dengan amat antusias oleh masyarakat, sehingga Nanggung bisa lebih hidup lagi dari segi perekonomiannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung Jani Nurjaman menyampaikan terimakasih kepada stakeholder, kepala desa, Muspika dan jajaran panitia pelaksana yang diinisiasi oleh OKP Kecamatan Nanggung yang sukses menggelar acara tersebut.

“Ini adalah bagian dari momen Hari Kesaktian Pancasila yang tadinya akan diselenggarakan dalam rangka acara HUT RI ke-77. Namun dengan banyaknya rangkaian kegiatan di momen itu, sehingga kita geser,” tukasnya.

** Andres

Ini Pesan Pjs Kades Singasari Kepada Cakades 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sekretaris Camat Jonggol Gogo Badarudin yang juga menjabat sebagai Pjs Kades Singasasi menghadiri penetapan calon Kepala Desa Singasari, Jumat (30/9). Dalam acara itu, hadir para calon kades Desa Singasari yakni Euis Sujana, Arnol Ardiansyah dan Muhar.

Dihadapan 3 Calon Kepala Desa (Cakades) Singasari, Gogo Badarudin menegaskan agar para calon harus tertib dan legowo dalam pelaksanaan Pilkades nanti. Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan pesan agar para calon kepala desa menyatakan siap menang dan siap kalah dalam ajang pilkades. Kemudian pihak yang kalah bisa mendukung kades terpilih nantinya. 

“Yang menang harus bisa mengakomodir pokok pikiran semua calon kades yang kalah. Satukan visi misi  calon kades yang terpilih dan ketika beres pemilihan harus kompak, bagi yang menang jangan besar hati bagi yang belum menang harus menerima dan menenangkan pendukungnya,” ujar Gogo kepada Jurnal Bogor.

 Ia menggambarkan, tidak semua orang siap menjadi kades, hanya sedikit yang siap mewakafkan pikiran untuk membangun desa. Sehingga Calkades itu adalah orang pilihan yang siap mencurahkan segala pemikiran untuk membangun desa dan masyarakatnya. 

“Tidak semua orang siap berkompetisi. Tapi tidak ada kemajuan tanpa kompetisi, tentunya berkompetensi yang sehat dan sportif,” jelasnya.

Bagi para calon kades, kata dia wajib menyempurnakan ikhtiar sebelum pelaksanaan pilkades. Sampaikan kepada pemilih   program yang baik dan bersifat membangun.

“Para calon harus tawakal sama Allah agar diberikan yang terbaik,” harapnya.

** Ramses/Nay 

Tak Kuat Nanjak, Truk Pasir Hantam Kendaraan Dibelakangnya

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Sebanyak enam kendaraan terlibat tabrakan beruntun di tanjakan Kebon Pedes, Kampung Gardu, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jumat (30/9/22). Kejadian tersebut terjadi pukul 13.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Enam kendaraan yang mengalami kecelakaan ini diantaranya truk bermuatan pasir bernomor polisi F 8936 FU, Toyota Avanza hitam bernomor polisi F 1547 JQ, Toyota Rush putih F 1362 RR, Angkot Cipanas F 1957 PE, Angkot Kadaka F 1969 PE dan Colt Losbak F 8099 HM.

Awalnya kejadian tersebut diduga akibat truk bermuatan pasir yang gagal menanjak. Menurut saksi mata, Heriyana, awalnya kendaraan sedang melaju beriringan dari arah Jasinga menuju Bogor. Setibanya di lokasi kejadian truk pasir tidak kuat menanjak dan mundur kembali hingga menabrak 5 kendaraan lainnya yang ada di belakang truk tersebut.

“Jadi, mobil truk pasir itu mundur lagi gak kuat menanjak sedangkan di belakangnya itu mobil banyak sekali, ada 5 mobil yang rusak,” ungkap Heriyana kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurut salah satu pengemudi, Niman  yang juga menjadi korban, mengatakan kecelakaan ini disebabkan adanya kendaraan truk yang tidak kuat menanjak.

“Truk itu udah gigi satu nyampe ngebul gitu, di belakangnya banyak mobil, nah mobil itu mundur engga ketahan, nabrak yang belakang,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, saat kendaran truk tersebut mundur, sang sopir melarikan diri, sehingga mundurnya truk tidak terkendali.

“Angkot itu yang parah pas dibelakang truknya, kalau saya depannya yang rusak,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka ringan dan sudah dilarikan ke Puskesmas Cigudeg.

Sementara korban kendaraan ditabrak meminta pemilik truk untuk bertanggungjawab mengganti kerusakan.

** Andres

Pemdes Singajaya Mulai Susun RKPDes

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Balai Desa, Jumat (30/09). Agenda Musrenbangdes kali ini adalah adalah menetapkan Rencana Kerja Pemerinta Desa (RKP-Des)  Singajaya Tahun 2022/2023.

Hadir dalam Musrenbangdes tersebut, Gogo Badarudin Sekcam Jonggol, Kepala Desa Singajaya Hj.Lili dan jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, dan TP- PKK. 

Kepala Desa Singajaya H.Lili menjelaskan, tim penyusun RKP Desa telah menyelesaikan rancangan RKP Desa yang menjadi pokok bahasan pada Musrenbangdes tersebut.

“Kegiatan Musrembang ini merujuk pada Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri No.114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, Peraturan Menteri Desa pembangunan Desa Tertinggal, dan tentang pedoman umum pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa,” jelasnya.

Menurutnya, desa wajib menyusun rencana kerja Pemerintahan Desa pada tahun 2022 -2023 ini. Sebagai acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pada tahun berikutnya. Mengingat masih banyak kegiatan-kegiatan di desa sehingga membuat Pemerintah Desa Singajaya harus berbagi anggaran agar semua bisa tersebut dan terealisasi.

“Untuk itu, kami menyediakan dokumen-dokumen keperluan di desa kami ini seperti halnya RKPDes 2022 -2023 ini. Selain ini, kami berharap dokumen yang dipublikasikan ini bisa membantu dan mempermudah desa dalam melaksanakan tahapan penyusunan perencanaan sesuai dengan tahapan penyusunan RKPDes ini tertuang dalam Permendes  No.21 tahun 2022 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Singajaya  dengan tahapan meliputi:pembentukan tim penyusun RKP Desa tahun 2023 antara lain bidang  infrastruktur, renovasi gedung kantor desa, pemasangan PJU, dan fasiltaa Posyandu,” papar Lili.

 Ditempat yang sama Gogo Badarudin dalam sambutannya menyampaikan Musrenbang harus mempunyai target capaian sesuai dengan visi dan misi.

“Kami selaku Pemerintah Kecamatan Jonggol  juga berpesan agar pembangunan yang diusulkan dan dilaksanakan harus tepat sasaran serta menjadi nilai tambah perekonomian warga Desa Singajaya,” pungkasnya.

** Ramses/ Nay