27 C
Bogor
Friday, August 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1240

SMAN 1 Cibungbulang Gelar PPDB Online Tahap Satu

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Pendaftaran  Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Online 2021 di sekolah SMAN 1 Cibungbulang saat ini masih berjalan tahap satu yakni tahap jalur afirmasi. Meskipun sampai saat ini kendala jaringan tidak terlalu menjadi masalah, namun masih banyak orang tua siswa yang datang ke sekolah langsung.

Menurut Ketua Panitia PPDB  SMAN 1 Cibungbulang tahun ajaran 2021-2022, Indriyani, orang tua siswa yang datang ke sekolah ini, selain mereka masih bingung harus mendaftar pada jalur mana. Juga, mereka datang ke sekolah untuk melengkapi data yang saat melakukan pendaftaran secara online tidak bisa terinput.

“Kalau masalah jaringan untuk PPDB tidak ada masalah, mereka (orang tua siswa) yang datang ke sekolah ini selain konsultasi juga datang untuk melengkapi data yang tidak bisa di input saat pendaftaran secara online,” kata  Indriyani kepada wartawan, Senin (14/6/2021).

Indriyani mengatakan, sejauh ini SMAN 1 Cibungbulang sudah mempersiapkan segalanya secara matang mulai dari jaringan hingga kesiapan para operator dan protokol kesehatan. “Kami juga telah membuat grup antara operator sekolah ini dengan sekolah SMP hal itu untuk memudahkan koordinasi ketika ada kendala,” katanya.

Indriyani mengatakan, setalah tahap satu jalur afirmasi untuk tahap dua yang akan dilaksanakan pada 25 Juni mendatang itu jalur zonasi. Sementara untuk kuota tahun ajaran 2021- 2022 SMAN 1 Cibungbulang telah memiliki 12 rombel atau rombongan belajar yang sebelumnya tahun lalu hanya 9 rombel. “Total siswa baru yang akan diterima untuk tahun ini sekitar 435 siswa,” bebernya.

Salah satu orang tua siswa yang mendaftarkan anaknya ke sekolah SMAN 1 Cibungbulang, Siti Khodijah  (39) mengatakan, dia datang sekolah untuk melengkapi nilai raport anaknya. Pasalnya saat melakukan PPDB online untuk input nilai raport tidak bisa dilakukan.

“Saya datang ke sini, karena memang nilai raport kemarin dari sekolah asal kebetulan asal saya di Jakarta dan memilih rumah di Citoh Cibungbulang,” katanya.

Sementara terkait diterima atau tidaknya, ia berharap anaknya tersebut bisa masuk ke sekolah SMAN 1 Cibungbulang.

** Cepi Kurniawan

Kota Bogor Kekurangan 3.000 ASN

0

Akhir Juni Pendafataran CPNS dan P3K Dibuka

Bogor | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kekurangan sebanyak 3 ribu Aparatur Sipil Negara (ASN). Apalagi, pada pada tahun ini ada 360 pegawai yang purna bhakti.

Kepala Bidang Formasi, Data dan Penatausahaan pada BKPSDA, Aries Hendardi mengatakan, saat ini total ASN di lingkungan Penkot Bogor ada 6.339 orang, dan akan berkurang 360 ASN pada akhir tahun ini.

“360 ASN itu mulai dari guru, tenaga kesehatan (nakes), dan tenaga teknis lainnya. Dari jumlah tersebut, 70 persennya adalah guru,” ujar Aries kepada wartawan, Senin (14/6).

Menurut dia, sejak pemerintah pusat memoratorium penerimaan ASN pada 2014 lalu, jumlah pegawai yang masuk dan keluar tidak seimbang. “Idealnya kita butuh 3 ribu pegawai lagi, untuk tambal sulam yang pensiun,” katanya.

Aries menjelaskan, sejak adanya moratorium penerimaan CPNS, pemerintah pusat merekrut Pegawai Pemerintahan dengan Perjanjian Kerja (P3K). Rencananya, pada akhir Juni lowongan P3K akan dibuka berbarengan dengan CPNS.

“Untuk P3K dikhususkan bagi guru, maksimal usia pendaftar setahun sebelum pensiun di jabatan fungsional. Kita sudah ajukan formasinya, ya sebanyak 600. Namun masih menunggu persetujuan Kemenpan-RB,” ungkap Aries.

Dari jumlah usulan formasi tersebut, sambung dia, 60 persennya merupakan kuota untuk P3K. Sedangkan untuk CPNS didominasi nakes dan tenaga teknis lainnya.

“Pengajuan usulan formasi itu haeus ditunjang dengan kemampuan keuangan daerah. Jadi sebelum diusulkan dikaji dulu sanggup atau tidak,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Setiap Jumat, Aji Yusyadi Lakukan Berkah Nabung

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kegiatan Jumat berkah atau Jumat berbagi  di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang ini dirasakan besar sekali manfaatnya oleh masyarakat yang tidak mampu. Banyak komunitas maupun pribadi yang mempunyai jiwa sosial tinggi menyelenggarakannya. Dengan menggandeng rekan-rekannya di komunitas atau pun para donatur.

Hal ini yang sedang digiatkan oleh Aji Yusyadi, pria warga jalan Swadaya Cimanggis, Depok ini menggagas kegiatan Berkah Nabung yakni Berbagi Sedekah Nasi Bungkus setiap Jumat.  Saat ini nasi bungkusnya disalurkan di sekitaran Area Gas Alam, Cisalak, Pekapuran, Leuwinanggung, Radar AURI, Mekarsari, Alternatif Cibubur dan Jalan Raya Bogor.

“Alhamdulillah berbagi sedekah, rezeki berlimpah, urusan jadi mudah,” ujar Aji Yusyadi ditemui Jurnal Bogor disela-sela acara berbagi Berkah Nabung.

“Awalnya saya berinsiatif sendiri melakukan kegiatan ini, namun alhamdulilah banyak rekan-rekan mau ikut berpartisipasi sebagai donatur atau menjadi pelaksana langsung, dan kadang-kadang saya dibantu rekan rekan ojol, dan mereka pun banyak yang memiliki jiwa social,” ungkapnya.

“Yuk sampaikan bantuan sedekah anda melalui program ini, dengan cara titipkan sedikit rezeki kepada kami melalui BerkahNabung 10 ribu, Nasi Bungkus 10 ribu. Insya Allah kami salurkan secara langsung kepada yang berhak, ” tandasnya.

**Prast

Bank Kota Bogor Resmikan Monumen Ecobike Bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Direktur Utama Perumda BPR Bank Kota Bogor Ibrahim, SE melakukan peresmian Monumen Ecobike atau Bike Point bersama Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Bogor Herry Karnadi di Agro Eduwisata Organik Mulyaharja (AEWO), Jumat (11/6/2021). Kegiatan peresmian ini dimulai dengan kegiatan gowes sepeda pada pagi hari pukul 07.00 WIB dari Balaikota Bogor sampai ke Agro Eduwisata Organik Mulyaharja.

Sesampainya di AEWO acara dilanjutkan dengan sambutan pembukaan dari Oji Apandi selaku Ketua Kompepar (Kelompok Penggerak Pariwisata), dan dilanjutkan dengan sambutan dari Dirut Bank Kota Bogor dan Kepala Dispora.

Dalam sambutannya Dirut Bank Kota Bogor menyampaikan bahwa kerjasama yang dilakukan tidak hanya pembangunan Monumen Eco Bike atau Bike Point dan petunjuk arah, saja namun juga kedepannya dapat bermitra bersama UMKM yang terdapat di dalam Kawasan AEWO dalam segi pemberian modal usaha UMKM.

Pada acara itu dipasang stiker logo Bank Kota Bogor pada Monumen Ecobike atau Bike Point dan petunjuk arah. Pemasangan stiker ini secara langsung dipasang oleh Dirut Bank Kota Bogor dan juga Kepala Dispora Kota Bogor. Pemasangan stiker ini juga merupakan salah satu bentuk promosi dalam memperkenalkan Bank Kota Bogor kepada masyarakat luas.

Diharapkan dengan adanya pembangunan Monumen Ecobike atau Bike Point dan petunjuk arah ini dapat menarik banyak wisatawan khususnya para pecinta olahraga sepeda dan juga dapat membantu wisatawan dalam menemukan arah masuk kawasan wisata AEWO. Dan diharapkan pula dengan banyaknya wisatawan yang berkunjung dapat membantu meningkatkan perekonomian warga sekitar dan juga para penggiat UMKM.

** Aprillia Purwanti/Humas&CSR

Begini Efek Kesehatan Donor Darah

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Kegiatan donor darah  tidak hanya bermanfaat bagi penerima donor, ternyata juga bisa bermanfaat bagi si pendonor. Dokter di Balai Pengobatan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, dr. Ferry Haki, M.Si  menyampaikan hubungan donor darah dengan kesehatan tubuh sangat erat.

Ditemui usai kegiatan donor darah di PPMKP Ciawi Bogor, Jum’at (11/06/2021) lebih jauh Ia menjelaskan, melakukan donor darah memberikan efek kesehatan yang baik bagi tubuh. Sirkulasi darah menjadi baik,  sel – sel darah mengalami regenerasi sehingga terbentuk sel – sel darah yang baru, yang lebih sehat yang dapat memberikan kesehatan fisik bagi para pendonornya.

“Darah itu memiliki usia, mulai dari usia darah yang paling muda hingga darah yang akan mati sendiri. Nah siklus darah yang pertama kali diproduksi hingga nanti menjadi tua dan mati sendiri itu berlangsung kira- kira 75 – 90 hari”, jelas Ferry Haki.

Sebagai informasi sejumlah pegawai dan masyarakat di lingkungan PPMKP menyumbangkan darahnya untuk membantu stok darah Palang Merah Indonesia (PMI) pada  Kegiatan donor darah yang diikuti sekitar 24 pegawai dan masyarakat sekitar. Kegiatan tersebut berhasil mengumpulkan 24 kantong darah dari 24 pendonor.

“ Kegiatan dilaksanakan bekerjasama dengan DKM Al Huda dan Palang Merah Indonesia (PMI). Dari 30 orang pendaftar, yang memenuhi syarat untuk diambil darahnya 24 orang, “ jelas Ferry Haki,  yang menjadi Penanggungjawab kegiatan.

Kegiatan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan diantaranya mewajibkan calon pendonor mencuci tangan, cek suhu dan menjaga jarak.

“ Tentunya di masa pandemi ini kita menggunakan protokol kesehatan, dimana sehari sebelum pelaksanaan tempat screening atau pemeriksaan telah disemprotkan disinfektan guna mencegah penyebaran covid 19 dan saat pelaksanaannya pun, calon pendonor harus melakukan protokol kesehatan”, ungkap Ferry Haki.

Pada kesempatan yang sama Kepala PPMKP Yusral Tahir menyampaikan apresiasi kepada pegawai dan masyarakat pada kegiatan yang rutin dilakukan setiap tiga bulan ini.

 “ Saya sangat appreciate pada teman-teman yang telah menginisiasi penyelenggaraan donor darah dan juga calon pendonor. Mereka tetap mau peduli pada sesama meski dalam kondisi seperti ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan manfaat untuk banyak pihak, termasuk kesehatan fisik pendonor”, tutur Yusral.

** Nita RM/Regi – PPMKP

Kota Bogor Lampu Kuning Covid-19

0

Bima Sebut BOR Sudah Capai 65 Persen

Bogor | Jurnal Inspirasi

Munculnya tiga klaster besar Covid-19 di Kota Bogor berimbas pada meningkatnya lonjakan kasus positif. Pasalnya, berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) pada Minggu (13/6) terjadi penambahan 57 kasus baru, sehingga jumlah pasien yang masih sakit mencapai 686 orang.

Wali Kota Bogor, Bima Arya Sugiarto mengaku bahwa telah terjadi lonjakan Covid-19. Hal itu dilihat dari naiknya Bed Occupancy Ratio (BOR) yang kini menjadi 65 persen dari sebelumnya yang berada dibawah 20 persen.

“Datanya menunjukan bahwa sebagian besar kasus itu karena dari luar kota, terutama efek mudik, efek yang mulai kembali tatap muka, liburan dan sebagainya. Ini sesuai dengan prediksi bersama,” ujar Bima kepada wartawan, Minggu (13/6).

Menurut Bima, Pemkot Bogor akan mengambil langkah untuk memastikan ruang isolasi dan kamar perawatan telah siap semua.

“Tracing kontak erat kita gencarkan termasuk testing. Besok kita lakukan koordinasi lagi, kami ingin menahan laju itu, mudah-mudahan tidak naik lagi sampai 70 persen,” ucap Bima.

Bima mengatakan, tren kenaikkan corona terjadi dimana-mana. Bahkan, Gubernur Ridwan Kamil berpesan bahwa situasi di Kota Bandung jangan sampai terjadi di Kota Bogor.

Atas dasar itu, sambung Bima, pemerintah meminta agar warga mengurangi mobilitas, sebab bila tidak penularan akan cepat terjadi.

“Kami akan duduk bareng membahas update Covid-19. Mungkin akan ada Perwali lagi atau aturan lagi yang akan disosialisasikan untuk menahan laju itu,” ucapnya.

Kata Bima, untuk klaster Griya Melati saat ini sudah selesai, semua pasiennya telah sembuh 100 persen. “Belum ada klaster lagi, terakhir kan pondok pesantren,” katanya.

Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa saat ini Kota Bogor sudah lampu kuning. Sebab, keterisian tempat tidur sudah 65 persen diatas batas ambang yang ditentukan WHO.

Saat disinggung apakah Pemkot Bogor akan menyiapkan tempat isolasi baru. Bima menyatakan, bila hal itu butuh kajian mendalam. “Nantilah dikaji dulu,” tukasnya.

** Fredy Kristianto

Dua ABG Ciampea tak Sadarkan Diri di Pinggir Jalan

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Dua remaja putri berbaju hitam asal Cibanteng, Kecamatan Ciampea ditemukan oleh warga di pinggir Jalan Abdul Fatah Desa Bojong Jengkol, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor dalam kondisi tidak sadar, Minggu (13/06/2021).

Saat dimintai keterangan oleh warga sekitar, keduanya tidak bisa menjawab dengan jelas. Bahkan dari mulut kedua remaja tersebut tercium aroma minuman keras. Kedua remaja tersebut diperkirakan berusia belasan tahun.

Menurut warga sekitar, Oki Sinaga, dua remaja putri ditemukan oleh warga sudah tidak sadarkan diri di Jalan Abdul Fatah Desa Bojong Jengkol. “Kemudian warga berusaha menyadarkan, namun upaya gagal hingga warga berinisiatif untuk membawa kedua remaja ke rumah warga hingga siuman,” katanya.

Warga lainnya Riyan menuturkan, tidak ada satupun warga yang mengenali identitasnya, diperkirakan bukan warga sekitar.

“Setelah menunggu selama beberapa jam dengan diberi minum air mineral, dua remaja ini dalam setengah sadar dan sempat mengatakan alamat asalnya, hingga akhirnya warga berusaha mengantarkan ke lokasi alamat yang dimaksud remaja tersebut dengan menggunakan sepeda motor,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Mengantuk, Mobil Terperosok ke Jurang

0

Sukajaya | Jurnal Inspirasi

Diduga supir mengantuk sebuah mobil Expander berwarna hitam terperosok kedalam jurang dengan ketinggian sekitar 40 meter, di Kampung Maniis, Desa Pasir Madang, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Minggu (13/06/2021) sekitar pukul 10.30 Wib.

Menurut keterangan warga sekitar, Umang (45), mobil Expander itu dari arah Sukajaya menuju Kampung Maniis, mengarah ke arah petambangan emas, karena jalan yang sempit mobil tersebut terperosok ke dalam jurang. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

“Sopir bernama Usup, informasinya pemilik mobil merupakan warga Lebak Banten, kemudian sopir mengalami luka-luka dibawa ke Kampung Maniis,  dari Kampung Maniis yang bersangkutan (Supir-Usup-red) itu dibawa tukang urut di Ciputih,” katanya.

Umang mengatakan, didalam mobil tersebut hanya terdapat satu orang yakni hanya penegemudinya saja. “Pengemudinya meloncat, kalau tidak meloncat kayaknya lebih parah lagi, menurut informasi sopir itu mengantuk,” ujarnya.

Dari pantauan di lokasi kejadian, sekitar pukul 16.00 WIB mobil Expander berwarna hitam itu di evakuasi oleh warga menggunakan Takel dan alat seadanya, hingga kini, belum diketahui plat nomor kendaraan mobil tersebut dan juga tidak ada petugas saat proses evakuasi. Cepi Kurniawan

Fraksi PKS Sorot Jalan Penghubung Citeureup – Sukamakmur yang Rusak

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Kondisi Jalan Citeureup – Sukamakmur yang penuh lubang dan banyak dikeluhkan warga menjadi sorotan anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKS Teguh Widodo. Jalan penghubung dua kecamatan tersebut memang kondisinya rusak parah di beberapa titik serta menjadi salah satu penyebab kemacetan.

“Titik kerusakan jalan mulai dari area Pasar Citeureup, pertigaan Tarikolot dan jalan longsor di daerah Kampung Bolang Desa Tajur. Namun kerusakan terparah berlokasi di pertigaan Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor,” katanya, Minggu (13/6).

Teguh mengatakan, dia sudah menyampaikan kondisi jalan yang rusak ke dinas terkait untuk segera di perbaiki, karena jalan Citeureup-Sukamakmur adalah pintu masuk ke tujuan wisata Sukamakmur.

“Saya sudah sampaikan kepada dinas dan Bupati untuk segera diperbaiki dengan melakukan peningkatan jalan, karena setiap tahunnya selalu dilakukan tambal sulam namun ternyata tidak mumpuni. pasalnya kekuatan tambal sulam hanya hitungan minggu saja,” kata dia.

Sementara Teguh Widodo juga  bertempat tinggal di Kecamatan Citeureup. Seperti harapan banyak warga, dia meminta jalur Citeureup-Sukamakmur untuk ditata karena baik warga dari luar atau pun warga Citeureup sendiri jika berbicara jalan atau berkendara, pasti permasalahannya jalan rusak, jalan macet, sembraut dan pasar tidak tertata.

“Jalur Citeureup-Sukamakmur itu pintu masuk untuk ke wisata-wisata Sukamakmur  dan harus cepat diperbaiki, karena jalan rusak menjadi penyebab kemacetan yang membuat pengendara tidak nyaman,” tandasnya.

** Nay Nur’ain

Siap Sukseskan Samisade, Pemdes Sadengkolot Lebarkan Jalan

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Program satu miliar satu desa (Samisade) dimanfaatkan Pemerintah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor membangun insfrastruktur untuk buka akses jalan. Kepala Desa Sadengkolot, Mamat Rahmat menjelaskan, melalui Samisade yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Bogor sebesar Rp 840.000.000 difokuskan untuk membangun insfrastruktur.

Program Samisade tahap pertama digunakan untuk membangun pembukaan akses jalan yang diawali dari Kampung Pagelaran RT 06 dengan Kampung Sukarakyat RT 05 sepanjang 806 meter lebar 3 meter. Pembukaan akses jalan merupakan janjinya sebelum ia terpilih kepala desa, ditambah support serta dukungan warganya dengan menghibahkan tanah pada pelebaran jalan tersebut.

“Dengan melibatkan pekerja warga setempat, Alhamdulilah pembangunan jalur penghubung Kampung Pagelaran – Sukarakyat pengerjaannya  sudah berjalan,” ujar Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat, kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Pembukaan akses jalan berikut pembuatan jembatan dan Tembok Penahan Tanah (TPT). Ketika  rampung dibangun, jalan tersebut selain akses antarkampung, juga  tersambung menuju pusat pendidikan yakni SDN Sadengkolot dan SMK Al-kautsar. “Begitu juga jalan menuju pondok pesantren di Kampung Legokmalang,” jelasnya.

Kades mengatakan, disaat  masyarakat kesulitan pekerjaan, menurutnya, program Samisade tentu sangat membantu perekonomian warga. “Maka itu kami siap mensukseskan program Samisade,” tukas Rahmat.

Sementara Camat Leuwisadeng Rudy Mulyana ditemui  di lokasi saat survei pembangunan jalan pihaknya mengapresiasi pada warga Desa Sadengkolot yang telah menghibahkan tanah untuk kepentingan pembukaan akses jalan.

Pembangunan melalui Samisade di Sadengkolot sangat cocok, karena membuktikan jalan yang tadinya hanya setapak kini  telah dilebarkan menjadi 3 meter. Sadengkolot kata Rudi daerah pertanian,  salah satu tujuan dari Bupati Bogor Samisade itu untuk pembukaan jalan terlebih untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Tentu kalau jalan itu dibuka akan menunjang akses-akses pariwisata termasuk salah satunya mempermudah mobilisasi hasil bumi,” ungkap Camat Leuwisadeng.

Diketahui, Sadengkolot berbatasan dengan Desa Leuwisadeng sehingga diharapkan dengan dibangunnya jalan ini dapat meningkatkan perekonomian  masyarakat. “Apalagi dengan dibeton jalan itu, insya Allah sangat dirasakan oleh masyarakat, oleh karenanya  pihaknya berpesan untuk melaksanakan anggaran Samisade sebaik mungkin,” tandasnya.

Dijelaskannya, semua Pemerintah Desa se- Kecamatan Leuwisadeng mendapatkan program Samisade, namun yang baru realisasi di Sadengkolot dan Kalong Satu. “Kami minta lakukan dengan baik jangan sampai program Samisade ini pelaksanaanya bertentangan dengan hukum,” pintanya.

** Arip Ekon