27 C
Bogor
Friday, August 28, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1239

Anggur Impor Ada di Cibungbulang, Mulai dari Julian, Harold dan Jupiter

0

Cibungbulang | Jurnal Inspirasi

Di Bogor khusus di Kabupaten Bogor, perkebunan buah anggur masih cukup sedikit, bahkan minat petani untuk menanam anggur masih sangat minim. Namun tidak bagi Yudi Suheryudi, bermodal pengetahuan cara bertani, pria asal Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang ini memulai menanam buah anggur yang awalnya dari hobi bercocok tanam. Namun melihat prospek karena belum  ada yang budidaya anggur impor di Kabupaten Bogor, terutama Bogor Barat, ia pun mencobanya.

Dia sendiri mulai berkebun pada awal 2020, dimulai dengan luas 300m2, sampai saat ini sudah  panen 3 kali untuk beberapa  varian yang hasil buahnya dikonsumsi oleh pembeli bibit anggur sebagai  test rasa.

Menurut Yudi, saat ini di kebun anggurnya sudah ada sekitar 80 varian anggur impor dari berbagai negara seperti Ukraina, Rusia, India, dan Jepang mulai jenis anggur Julian, Harold, Jupiter dan puluhan jenis lainnya.

“Dengan banyaknya varian yang ada, akhirnya saya meluaskan lahan buat anggur sampaiskitar 2000m2, sebagian untuk menanam anggur lokal yang nanti batangnya sebagai akar buat bibit impor setelah  digratting (okulasi),” bebernya.

Lebih lanjut untuk budidaya anggur kata dia, menguasai teknik budidayanya, meskipun iklim di Bogor didominasi oleh hujan, menurutnya,  untuk anggur dapat tumbuh subur dan berbuah dengan rasa yang manis.

Apalagi, sambungnya, bila pemerintah lebih serius dalam mendukung budidaya anggur, maka Indonesia bisa melebihi Eropa sebagai penghasil anggur terbaik. “Di sana ada musim di mana anggur tidak bisa berbuah dalam tiga bulan, di Indonesia bisa berbuah sepanjang tahun,” jelasnya.

Yudi membeberkan, banyak komunitas masyarakat dari berbagai kalangan berbagi pengetahuan tentang anggur. Yudi pun tergabung dalam satu komunitas tempat dirinya mendapatkan ilmu budidaya anggur.

Untuk sementara, Yudi hanya menjual berbagai jenis bibit anggur dan ketika musim berbuah, pengunjung yang datang ke kebunnya dapat mencicipi rasa berbagai jenis anggur yang dipetik secara langsung. “Bisa datang langsung ke kebun, umumnya setahun tiga kali berbuah,” tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Lepas Sambut, Zulfahmi Jadi Camat Rumpin Ucapkan Innalillahi

0

Rumpin | Jurnal Inspirasi

Camat Rumpin belum lama ini telah berganti kepemimpinan, dan psda Selasa pagi (15/6/2021) acara lepas sambut pun digelar di Aula Kantor Kecamatan Rumpun, Kabupaten Bogor.

Ade Zulfahmi yang sebelumnya menjabat Sekcam Klapanunggal yang menggantikan camat sebelumnya yakni Rusliandy mengucapkan inalillahi ditunjuk sebagai Camat Rumpin.

Pasalnya wilayah Rumpin yang masih banyak Infrastruktur yang harus pembenahan dan masalah sosial lainnya menjadi salah satu kekhawatiran dirinya jika tidak bisa menjalankan amanah dan kepercayaan Bupati Bogor dan DKPESDM.

Meksipun demikian dirinya mengatakan tentu jabatan itu harus disyukuri. Karena setiap amanah yang diberikan sebagai umat muslim, tentu harus bisa menjaganya.

“Dulu saya menjabat sebagai sekcam Klapanunggal , dan tentu setiap kita ditempatkan di tempat bertugas, kita akan menggali potensi dan melihat permasalah di masyarakat dan yang sudah saya dengar di Kecamatan Rumpin ini adalah soal kerusakan infrastruktur jalan, “ucap Zulfahmi.

Zulfahmi mengatakan dirinya juga sudah sudah turun ke beberapa wilayah di Kecamatan Rumpin.

“Dan memang tidak bisa dipungkiri kalau wilayah Utara kerusakan infrastruktur jalan lebih tinggi karena dilintasi kendaraan tambang, namun Selatan, kondisi infrastruktur jalan kebanyakan sudah bagus, “terangnya.

Selain itu, Zulfahmi juga menambahkan, dirinya akan membantu program-program Bupati, nantinya pembangunan di masyarakat, ia juga mengajak berbagai elemen masyarakat dan rekan-rekan media.

“Tentunya kita akan melihat apakah ini ada kewenangan Bupati atau Provinsi untuk pembangunan di masyarakat dengan kewenangan yang kita miliki. Dari kegiatan Musrembang yang masuk, kita akan mensosialisasikan ke masyarakat, “tandasnya.

** Cepi Kurniawan

Mahmud Tohir, Semangat Menjaga Manggis Wanayasa

0


Purwakarta | Jurmal Inspirasi

Usianya tak lagi muda, namun semangat Mahmud Tohir, petani warga Desa Cibuntu, Kecamatan Wanayasa, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, tak kenal surut bergelut dengan manggis.

Di usia ke-64 tahun, kiprah Mahmud mengembangkan manggis berhasil membawa manggis Kecamatan Wanayasa, Purwakarta memperoleh sertifikat varietas unggulan khas Purwakarta dari Kementerian Pertanian. Bahkan Manggis Wanayasa ini berhasil menembus pasar ekspor.

“Sebelumnya manggis diwilayah ini tak memiliki nama. Saya mendaftarkan manggis ini dan mengangkat nama Kecamatan Wanayasa, sehingga memperoleh hak paten sertifikasi sebagai varietas unggulan Kabupaten Purwakarta dengan nama manggis Wanayasa dan sekarang sudah ekspor, “ ujar Mahmud.

Menurutnya, Kecamatan Wanayasa merupakan sentra manggis di Kabupaten Purwakarta. Selain itu beberapa kecamatan lain juga menjadi sentra, diantaranya Kiara Pedes, Bojong dan Darangdan. Perihal siapa yang menanam pertama kali, Ia mengaku tidak mengetahui, namun tanaman manggis di Kecamatan Wanayasa disebut Mahmud sudah berumur ratusan tahun.

Salah satu pohon manggis warisan keluarganya terletak di Desa Cibuntu, Kecamatan Wanayasa. Pohon indukan setinggi lebih dari 15 meter itu pernah menjadi bahan eksperimen untuk menghasilkan benih pohon manggis. Berbagai cara dicobanya untuk menghasilkan tanaman baru dengan produktivitas buah yang tinggi.

“Tanaman manggis di Wanayasa termasuk warisan dari dulu. Saya enggak tahu yang menanam dulunya siapa. Yang saya tahu tanaman manggis sudah ada sejak sebelum saya lahir,” ungkapnya disela-sela Bimbingan Teknis Peningkatan Kapasitas Petani yang dilaksanakan Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, di Desa Cipulus Kecamatan Wanayasa, beberapa waktu lalu.

Mahmud bercerita, dirinya sudah berusaha tani sejak tahun 1977. Namun mulai intensif bercocok tanam manggis pada tahun 2000. Untuk mempertahankan manggis Wanayasa, ia kemudian menjadi penangkar manggis dan membangun Ikatan Penangkar Benih Wanayasa. Kini benih yang ditangkarkan dari biji ini sudah melenggang diberbagai wilayah di Indonesia.
“Bibit manggis varietas Wanayasa sudah beredar ke seluruh wilayah Indonesia. Selain Jawa Barat, sudah sampai juga ke Solok Sumatera Barat dan Bangka Belitung, “ ujarnya.

Menurut Mahmud, keunggulan manggis Wanayasa ada pada rasa dagingnya yakni asam segar. Selain itu ukurannya relatif besar dengan diameter hampir mencapai 5 centimeter dan bobotnyapun mencapai lebih dari 110 gram per buah. Daya simpan bisa mencapai 28 hari. Hal inilah yang membuat manggis Wanayasa banyak disukai konsumen.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo terus mendorong pengembangan berbagai komoditas unggulan yang bernilai ekonomi tinggi, sehingga mendukung peningkatan daya saing pertanian di pasar global melalui Gerakan tiga Kali Lipat Ekspor (Gratieks).

“Dampak ekspor akan melibatkan jutaan orang di sektor pertanian. Dukungan petani, penyuluh dan seluruh rakyat melalui GratiEks akan mendorong pengusaha dan eksportir melipatgandakan lalu lintas ekspor pertanian menjadi tiga kali lipat,” kata Mentan.

Sementara Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi memastikan, pihaknya akan mengoptimalkan peran Komando Strategis Pembangunan Pertanian (KostraTani) di seluruh Indonesia mendukung GratiEks. “Hal itu sejalan dengan instruksi dan arahan Mentan Syahrul, untuk menjadikan KostraTani sebagai pusat koordinasi dan kolaborasi pembangunan pertanian,” katanya.

Menurut Dedi Nursyamsi, salah satu upaya BPPSDMP mendukung kebijakan Mentan adalah mengembangkan 2,5 juta petani milenial di seluruh Indonesia sebagai tumpuan masa depan pertanian Indonesia.

** Regi/PPMKP

PN Cibinong Menangkan PT Fantasi Miliki Setu Gunung Putri

0

Kades: Aset Pemerintah Kok Dikuasai Swasta?

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Setelah sekian lama menunggu hasil keputusan Pengadilan Negeri Cibinong perihal sengketa Setu Gunung Putri yang diklaim milik PT Fantasi Gunung Putri, PN Cibinong memutuskan sengketa tersebut dimenangkan perusahaan.

Keputusan tersebut menuai pertanyaan mendalam baik bagi pemerintah desa mau pun masyarakat.

Kepada Jurnal Bogor, Damanhuri, Kepala Desa Gunung Putri mengatakan, Setu Gunung Putri akan dieksekusi pada tanggal 18 Juni 2021. Dia prihatin atas keputusan yang diambil oleh Pengadilan Negeri Cibinong, karena mengingat ada permasalahan yang perlu diselesaikan dari dokumen – dokumen yang ada di desa.

” Saya pastikan akan mencari siapa pelaku yang menimbulkan surat – surat tanah di Setu Gunung Putri yang kabarnya sudah menjadi sertifikat,” tegas A Heri biasa disapa, Selasa (15/06).

Masih kata dia, kasus sengketa lahan Setu Gunung Putri ini sudah sekian lama dan bisa dibilang warisan dari pemerintahan sebelumnya. Nsmun yang pasti masyarakat Gunung Putri sangat dirugikan atas kejadian ini mengingat aset pemerintah yang luput dari pengawalan hingga mengakibatkan bisa dikuasai oleh swasta.

” 1,5 tahun jabatan saya sebagai Kades Gunung Putri kaget saat mendapat surat eksekusi dari Pengadilan Negeri Cibinong kok aset negara bisa dikuasi perusahaan dan dimenangkan pula oleh Mahkamah Agung dan Pengadilan Negeri Cibinong,” cetusnya penuh keheranan.

Menurutnya, harusnya ada usaha lain untuk meninjau kembali keputusan pengadilan dan pihak desa minta pemerintah pusat pun ikut turun tangan mengingat setu ini dibawah naungan pemerintah pusat yakni BBWS dan Provinsi yang mestinya cek dokumen bersama Pemdes Gunung Putri untuk diajukan peninjauan kembali.

“Setu itu milik pemerintah bagaimana bisa dikuasi oleh perusahaan / perorangan, jangan dong kita jadi penonton ketika aset negara yang harusnya dinikmati dan dimanfaatkan oleh masyarakat justru bisa menjadi hak milik perseorangan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Satu Rumah di Sadengkolot Ludes Terbakar

0

Leuwisadeng l Jurnal Inspirasi

Sebuah rumah di Kampung Cimanggu RT 03 RW 04, Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng , KabupatenBogor ludes terbakar pada Senin (14/6) malam.

Staf Desa Sadengkolot Suhartono mengatakan, pihak desa menerima informasi pada waktu kejadian dari petugas RW setempat.

Penyebab kebakaran diduga korsleting listrik yang berasal dari sentral penarikan kabel ke rumah rumah warga.

Api melahap rumah berukuran 6×8 meter persegi. Ratusan warga pun ikut membantu poses pemadaman menggunakan peralatan seadanya.

“Karena sumber air tidak memadai, pemadaman menggunakan sejumlah pohon pisang. Memakan waktu sekitar 4 jam api berhasil dipadamkan,” kata Suhartono kepada Jurnal Bogor, Selasa (15/6).

Akibat kejadian kebakaran tersebut satu kampung Cimanggu dilakukan pemadaman listrik selama empat jam.

Petugas PLN Leuwiliang  saat dikonfirmasi cepat tanggap dan pihaknya akan segera memeriksa arus lustrik akibat kejadian kebakaran di kampung tersebut.

“Kami akan perintahkan bagian petugas lapangan untuk perbaikan arus listrik,” ujar Superviser PLN Leuwiliang Nur Ahmad Maryanom.

Dalam insiden ini pihak desa memastikan tidak ada korban jiwa. Waktu kejadian pemilik rumah tengah mengikitu pengajian.

Rumah yang dihuni oleh satu orang, yakni bernam aPuput berusia 18 tahun lantaran kedua orang tuanya telah meninggal dunia sejak tahun 2021.

Melihat kondisi hangus terbakar kerugian ditaksir puluhan juta.

Atas peristiwa tersebut, pihak desa akan segera melaporkan ke BPBD Kabupaten Bogor melalui Kecamatan Leuwisadeng.

** Arip Ekon

Kalog Express: Cepat, Hemat dan Bersahabat

0

Depok | Jurnal Inspirasi

Sejak tahun 2008, PT Kereta Api Indonesia atau yang disingkat dengan PT. KAI telah mendirikan anak perusahaannya yang bergerak di bidang angkutan barang berbasis transportasi rel. Salah satunya adalah Kereta Api Logositik Express atau yang disingkat dengan Kalog Express.

Pada Januari yang lalu, PT. KAI membuka cabang Kalog Expressnya di daerah Depok, tepatnya di Jl. Margonda Raya No.23A, Depok Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

“Kalog Express ini, untuk pengiriman barang, dokumen, motor, hewan juga bisa. Kita pengiriman itu hanya di beberapa tempat aja. Kepulauan Jawa, Sumatra, Bali, sama Madura,” ujar salah satu pegawai Kalog Express, Pinkan kepada Jurnal Bogor, Senin (14/6).

Untuk pengiriman dari daerah Depok biasanya dilakukan pemick up-an dahulu ke daerah gudang di Jakarta, Kampung Bandan. Begitu pula dengan pengiriman awal melalui Statsiun Kampung Bandan, Jakarta Kota.

“Biasanya untuk konsumen yang memakai Kalog Express ini, datang dari kalangan pengusaha. Kan barang-barang mereka banyak. Jadi, ngirimnya pake Kalog,” ungkapnya.

Untuk tarif pengiriman diambil dari per 1 km-nya seharga Rp 6.500. Lebih jelasnya, untuk pengiriman pertama per 10 km sekitar Rp.65.000. Bagi para konsumen Kalog Express, tidak perlu mengkhawatirkan tentang minim atau maks dari berat barang yang akan dikirimkan, karena mereka membebas syaratkan beban barang.

Tidak hanya itu, Kalog Express membuka pengirimannya setiap hari kecuali Minggu. Mereka juga menghadirkan layanan panggilan pick up dari rumah.

** Azizah [MG/UIK-Jb]

Desa Bojong Nangka Buat Koperasi Wanita Bonapid Berdaya

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Bojong Nangka, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor melakukan terobosan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, salah satunya dengan mendirikan Koperasi Wanita Bonapid Berdaya.

Dengan koperasi ini, Pemdes Bojong Nangka akan membina kelompok-kelompok wanita tani yang ada di Desa Bojong Nangka agar memperkuat perekonomian lebih meningkat dan ketahanan pangannya tetap bertahan.

“Iya kita bina kelompok-kelompok wanita tani melalui koperasi ini agar giat ekonominya  lebih meningkat, dan mengingat Covid-19 belum usai agar ketahanan pangan tetap bertahan,” ujar Kades Bojong Nangka, Amir.

Kades menjelaskan, untuk anggota sendiri sekarang kurang lebih 50 yang nantinya bukan hanya wanita tani saja, tetapi untuk aparat desa, RT, RW dan UMKM.

Melalui koperasi ini Pemerintah Desa Bojong Nangka juga akan meminjamkan modal kepada UMKM agar tidak meminjam kepada ‘Bank Emok’ atau ‘Bank Keliling’. “Nanti kita juga akan meminjamkan kepada UMKM – UMKM agar tidak lagi meminjam kepada ‘Bank Emok atau ‘Bank Keliling’ yang mencekik bukanya menolong,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

TTP Cigombong Diharapkan Bangkitkan Perekonomian Desa

0

Cigombong | Jurnal Inspirasi

Taman Teknologi Pertanian (TTP) Cigombong, Kabupaten Bogor, merupakan Wahana Edukasi Pertanian untuk mewujudkan sukses membangun perekonomian desa lewat program kampung edukasi pertanian.

Di lokasi TTP ini dilakukan budidaya hortikultura di lahan sempit, sejak 2015 juga membuka pelatihan teknologi pertanian dan peternakan.

Sekcam Cigombong, Asep Achadiyat Sudrajat mengatakan, TTP ini diharapkan bisa membangkitkan perekonomian desa dengan menginspirasi masyarakat maupun pengunjung untuk berwirausaha di bidang pertanian dan peternakan. “‘TTP di desain sebagai kampung edukasi pertanian,” ujar Asep Achadiyat kepada wartawan

TTP Cigombong berdiri di atas lahan seluas delapan hektar, yang dibagi menjadi tujuh zonasi pengembangan. Yakni, zona pengembangan tanaman hortikultura, tanaman perkebunan, budidaya ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB), kambing perah Compass agrinak, domba Savera ampera, pengembangan tanaman hijauan pakan ternak, serta area percontohan mandiri pangan dan energi.

TTP ini telah melibatkan masyarakat sekitar untuk mengelola di setiap zona. Menurutnya, Keberadaan TTP berimbas positif bagi masyarakat sekitar. Sebelum TTP hadir, hampir semua warga hanya menaman singkong. Namun berkat pembinaan, komoditas yang ditanam bervariasi.

“Di lahan datar misalnya, masyarakat mulai berani menanam durian matahari dan pala banda. Sedangkan di lahan berlereng ditanami kopi robusta. Bibitnya memanfaatkan bantuan dan   fasilitas  teknologi unggulan,” bebernya.

Selain berbagai keberhasilan ini, juga fokus Pengembangan Ayam KUB. Tidak sampai disitu, TTP Cigombong juga sukses membangun berbagai kelompok peternakan. Hingga kini, sudah terbentuk sekitar 23 kelompok peternak ayam KUB. “lima kelompok peternak domba savera ampera, dan satu kelompok kambing perah compass agrinak,” ucapnya

Ia menambahkan, sebagian besar kebutuhan pakan ternak yang dikembangkan di TTP juga dipasok oleh masyarakat sekitar. Bila melihat jumlah kelompok ternak yang terbentuk, nampak jelas jika ayam KUB merupakan komoditas favorit, bahkan menjadi ikon TTP.

TTP merupakan hibah dari Kementerian Pertanian kepada Pemkab Bogor. Hingga saat ini tata kelolanya berada di bawah Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor. TTP menjadi motor penggerak dalam melatih para petani, terutama para pemuda agar terbentuk Kelompok Tani Milenial.

Sementara ini, pemerintah Kecamatan Cigombong sedang merancang kegiatan pelatihan bagi para santri dan pemuda untuk mendapatkan ilmu pertanian modern sebagai keterampilan hidup (life skill).

Hal ini sudah dikoordinasikan dengan Manajer TTP, para pengelola pondok pesantren, dan Karang Taruna Kecamatan Cigombong. “Semoga, dalam waktu tidak lama lagi bisa terlaksana,” pungkasnya

Ke depan, diharapkan para santri dan pemuda menjadi pelopor petani milenial yang dapat menghasilkan produk unggulan yang bisa dipasarkan keluar Cigombong dan menjadi pemasok kebutuhan Kawasan Ekonomi Khusus Lido.

** Dede Suhendar

Telan Anggaran 32 Miliar, Pasar Cisarua Dijadikan Destinasi Wisata

0

Cisarua | Jurnal Inspirasi

Keberadaan Pasar Cisarua, Kecamatan Cisarua yang berada di kawasan wisata Puncak, membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus melakukan pembenahan di lokasi pasar tradisional tersebut. Bahkan, pasar dibawah naungan Perusahaan Umum Milik Daerah (Perumda) akan disulap menjadi pasar wisata.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan pada Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Kabupaten Bogor, Pedri Heriyanto mengatakan, Pasar Cisarua yang saat ini akan kembali di revitalisasi sudah selesai di lelang.

“Rencananya Pasar Cisarua akan menjadi Pasar Wisata, sesuai dengan program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor yang akan menjadi pasar itu sebagai destinasi wisata,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin (14/6).

Menurutnya, Pasar Cisarua di revitalisasi tahun 2021 ini, benar-benar akan dibangun seperti pasar modern umumnya. Untuk mendukung pasar itu sebagai destinasi wisata, nantinya akan dibangun food court dan juga disediakan tempat untuk para pengunjung selfie atau foto-foto. “Jadi ada tempat untuk pengunjung pasar foto-foto,” ujar Pedri.

Revitalisasi Pasar Cisarua tahap kedua bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat ini menelan anggaran hingga Rp23 miliar. Rencananya, 300 kios dibangun di Blok A dan 96 kios di Blok B, dan selebihnya ada fasilitasi-fasilitas yang akan dibangun seperti food court. “Masa lelang sudah selesai, kini proses pembongkaran pasar lama sudah dilakukan,” papar Pedri.

Pedri mengungkapkan, perusahaan pemenang lelang revitalisasi Blok A dan B Pasar Cisarua baru hari Senin (14/6) keluar setelah tiga hari sebelumnya menjadi batas masa sanggah. “Sudah (keluar, red) tapi perusahaanya saya belum tahu, mungkin besok nama perusahaan sudah muncul,” jelasnya.

Da berharap, pelaksanaan revitalisasi berjalan sesuai rencana. “Tapi kita masih nunggu surat kontrak kerjanya, berapa masa waktu pekerjaan, semuanya kemungkinan besok baru keluar,” imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Kampung Pasanggrahan Kidul RT 02/02 Desa Citeko, Kecamatan Cisarua, mengeluhkan aktivitas perataan tanah dalam proyek revitalisasi Pasar Rakyat Cisarua Tahap II Blok A.

Sebab pekerjaan fisik yang baru masuk tahap perataan tanah menggunakan alat berat dilakukan hingga tengah malam.

 “Kalau malam masyarakat lagi istirahat, tapi kontraktor tetap memaksakan alat berat hingga malam, bahkan disaat warga mengaji pada malam Jumat, alat berat tetap beroperasi,” ujar Nanang Supriyatna, warga Kampung Pasanggrahan Kidul RT 02/02 Desa Citeko.

Ia meminta kontraktor untuk menerapkan jam operasional alat berat hingga sore hari saja. “Kalau diluar alat berat silahkan saja mau sampai malam juga, tapi kalau alat berat kan berisik,” ungkapnya

Senada dikatakan, Amudin warga lainnya. Menurutnya, kegiatan yang menimbulkan suara seperti pembongkaran bangunan menggunakan alat berat sebaiknya dilakukan pada pagi hari.

Sementara, pekerjaan yang sifatnya tidak menimbulkan suara itu bisa dilakukan siang hingga malam hari. “Yang penting tidak mengganggu istirahat warga,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Terganggu Bau, Emak-emak Geruduk PT Fresh

0

Klapanunggal | Jurnal Inspirasi

Merasa terganggu kesehatan keluarganya, belasan emak-emak menggeruduk PT. Fresh Ontime Seafood yang setiap hari dituding menimbulkan bau tak sedap. Lia, salah satu warga RW. 05 Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor menyatakan, perusahaan yang memiliki bahan baku ikan ini kerap kali mengeluarkan bau tak sedap sepanjang hari.

“Intinya baunya yang menyengat itu menyesakan warga. Bau tak sedap dari perusahaan ini bisa sampe 24 jam gak berhenti-henti,” ucapnya, Senin (14/6).

Menurut Lia, bau tak sedap ini amat mengganggu untuk kesehatan warga sekitar. “Terutama anak-anak. “Karena bau, banyak anak-anak yang tiba-tiba batuk, asma gitu pak,” tuturnya.

Lebih lanjut, Lia dan warga Desa Kembang Kuning yang berada di sekitar perusahaan meminta agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi. “Bau ini tercium semenjak perusahaan produksi, baunya kadang ada kadang ilang, sekalinya ada pasti bau banget,” pungkasnya.

Sementara ini, Haji Denny, Bhabinkamtibmas Desa Kembang Kuning yang ada di lokasi mengatakan, pada intinya warga hanya meminta tidak ada lagi bau yang terus berulang seperti ini. “Tadi ada beberapa bapak-bapak menyampaikan keinginan warga hanya tidak adanya bau,” ujarnya.

Mendapatkan sedikit informasi dari warga, menurut Denny, limbah-limbah hasil produksi masih di tumpuk dan tidak cepat diolah. “Untuk menyelesaikan hal ini, besok akan ada pertemuan perusahaan dan Pemerintah Desa Kembang Kuning,” jelasnya.

Sesuai permintaan warga, lanjut Denny, pihak perusahaan dan Pemdes akan mencoba untuk memecahkan permasalahan bau ini yang muncul terus-menerus. “Warga meminta adanya kesepakatan tertulis antara perusahaan dan Pemdes supaya tidak ada lagi bau yang membuat warga terganggu, dan tadi RT RW sudah bertemu pihak perusahaan dan akan menyelesaikan permasalahan ini besok,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain