Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke PT. Parisindo Pratama sesuai arahan Camat Gunung Putri, Kabupaten Bogor selaku Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kecamatan Gunung Putri. Upaya kades tersebut menyikapi pesan berantai terkait dugaan banyaknya karyawan PT. Parisindo yang terpapar Covid-19.
Pada WhatsApp ramai adanya dugaan klaster baru penyebaran Covid-19 dialami 150 orang karyawati PT Parisindo Pratama terpapar Covid 19. “Kami berkoordinasi dengan Puskesmas (Bidan Ida), koordinator lapangan Satuan Tugas Khusus (Satgassus) Covid-19 Desa Gunung Putri (H Dzaenal), Bhabinkamtibmas (Andis Wiraatmoko), Babinsa (Priyo) dengan 2 kendaraan ambulance Puskesmas Desa Gunung Putri, secara Satgas Gunung Putri langsung menuju lokasi perusahaan,” jelasnya saat dikonfirmasi Sabtu (12/06/21).
Dalam monitoring di lapangan, lanjut Daman Huri, didapat keterangan dari HRD dan serikat pekerja PT PT. Parisindo Pratama membenarkan adanya karyawati yang terpapar Covid 19, namun tidak sebanya apa yang beredar di pesan berantai.
“Menurut keterangan Siswo, ketua serikat karyawan yang pada tanggal 1 Juni 2021 mengadakan acara wisata ke daerah Bandung, sebanyak 48 orang yang beberapa hari kemudian mendapatkan laporan bahwa 7 orang terpapar virus Covid 19,” kata Kades.
Menurutnya sudah ada 5 orang yang pulang ke rumahnya masing-masing dan juga ada yang dalam pengawasan karantina mandiri, yang 1 orang masih dalam rawat inap di Rumah Sakit Merry Cileungsi, 1 orang di Rumah Sakit Thamrin Jakarta.
“Dari ke-7 orang terpapar positif Covid 19 ini, 5 orang warga ber-KTP luar Desa Gunung Putri, 2 orang ber-KTP Desa Gunung Putri namun domisili tinggal di wilayah Desa Bojong Nangka dan Desa Cileungsi,” ungkap Daman Huri.
Dia sebagai Ketua Gugus Desa dalam arahannya, Pemdes Gunung Putri akan terus bergerak cepat ketika mendapatkan laporan warga yang terkena virus Covid-19 ini. “Dan memerintahkan kepada koordinator lapangan Gugus Covid-19 H Dzaenal untuk terus memantau dan membantu 2 orang warga Gunung Putri yang masuk dalam daftar terpapar,” ucapnya.
Daman Huri pun melakukan imbauan kepada perusahaan untuk terbuka mengenai perihal penyebaran virus Covid-19 ini. “Juga kami imbau kepada perusahaan agar dapat terbuka dalam berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Gunung Putri mengenai kemungkinan penyebaran virus Covid 19 ini,” pungkasnya.
Bakwan adalah makanan yang digoreng dengan bahan dasar tepung terigu serta beberapa sayuran. Bakwan pun menjadi salah satu jajanan favorit bagi masyarakat. Sama halnya dengan Bakwan Day, mereka menawarkan bakwan dengan berbagai macam topping kekinian.Kalian dapat menjumpai Bakwan Day di Margonda, Jalan Margonda Raya No.507, RW.7, Pondok Cina, Kecamatan Beji, Kota Depok.
Mereka menawarkan bakwan dengan bentuk dan topping berbeda. Yang biasanya bakwan berbentuk acak, Bakwan Day hadir dengan berbentuk bulat. Biasanya bakwan hanya bertopping sayuran, Bakwan Day hadir dengan topping kekinian, seperti pepproni, smoked beff, teri, rebon, dan jagung. Tak lupa, merekapun hadir pada layanan ojek online (ojol), traveloka, serta shoppe food.
Bakwan Day di Margonda ini terbilang masih baru, karena mereka meresmikan cabang keduanya pada bulan februari yang lalu. “Yang menarik dari sini, kita make topping yang agak berbeda ya. Jadi naik kelas lah bahasanya,” ujar PIC Bakwan Day, Komar kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/6).
Komar menerangkan, harga yang ditawarkan dimulai dari kisaran Rp3.000 persatuan dan all variannya. “Untuk pembelian 5 atau 10 pcs lebih murah si, untuk 5 pcsnya berkisar Rp14.000 sampai Rp14.500. Tergantung konsumen, mau dimix ataupun satu rasa. Yang pasti kenapa mahalnya itu dari topping,” terangnya. Untuk topping rebon dimulai dari harga Rp24.000 per/10 pcsnya, sedangkan teri dan pepperoni seharga Rp28.000 per/10 pcs.
Para konsumen rata-rata datang dari kalangan manapun, karena Bakwan Day sendiri berlokasi tepat di belakang stasiun. “Mungkin karena ini cemilan kali ya, jadi semua orang bisa mesen. Biasanya, kalo rame itu pas weekday, kebetulan juga ini belakang stasiun jadi terbalik. Biasanya weekend yang ramai, kalo ini weekday yang ramai,” tambahnya.
Promo yang tersedia di Bakwan Day juga datang dari layanan ojol. “Di Grabfood kami pribadi ada promo pada pembelian 20 pcs, jadi ada diskon ataupun potongan harga. Sedangkan dari Gofood sendiri, promo tersebut langusng dari aplikasinya,” tutupnya.
Saat ini semua masyarakat pasti sudah tidak asing dengan bisnis waralaba, baik makanan maupun minuman yang disertakan dengan keunikannya masing-masing. Salah satunya adalah produk minuman dengan brand Haus Indonesia.
Haus hadir dengan menyajikan berbagai series minuman dengan citarasa yang unik dan menarik. Salah satunya di Haus Cabang Cagar Alam. “Penjualan di Haus ini ada boba, sma cheese series sih. Untuk yang best seller itu ada, Brown Sugar Boba, sama Avocao Cheese,” ujar Maintance Haus cabang Cagar Alam, Diva kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/6).
Diva juga menerangkan untuk para customernya dimulai dari kalangan menengah ke atas. Yang pasti, dari kalangan anak muda sampai ke orang dewasa. “Kalo promo gitu sih, pasti ada ya promo tiap bulannya. Tapi ga menentu, entah ada di cabang Depok ataupun di cabang lainnya”, Tuturnya. Untuk jam yang ramai pembeli, biasanya di waktu siang hari sampai sore. Karena pada saat itulah hawa ataupun cuacanya sangat panas. Untuk pembayaranpun kalian bisa menggunakan cash, debit Bca ataupun scan barcode seperti ovo, shoope pay, dan sebagianya.
Dan kisaran harga Haus sangat ramah kantong. Dimulai dari kisaran Rp.6.000 – Rp.20.000, kalian sudah dapat menikmati minuman kekinian kalangan menengah ke atas.
Sektor pertanian adalah kunci utama dalam meningkatkan dan memulihkan ekonomi nasional yang sempat terperosok akibat pandemi Covid-19 berkepanjangan. Pertanian dinilai sebagai sumber utama PDB serta sumber ekonomi keluarga karena mampu membuka lapangan kerja secara luas dan masif. Dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Kementerian Pertanian menggulirkan sedikitnya 5 program prioritas.
Salah satu program yang dijalankan adalah peningkatan kualitas dan kapasitas SDM Pertanian melalui Program pendidikan dan pelatihan vokasi. SDM Pertanian yang mumpuni akan mampu menjaga keberlanjutan peningkatan produksi komoditas prioritas untuk setiap subsektor.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), mentarget sejumlah program kerja, program-program tersebut bermuara pada peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, pertumbuhan ekonomi, dan kesejahteraan petani guna akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Dalam pesan singkat, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Prof. Dedi Nursyamsi, mengatakan bahwa guna mendukung pembangunan pertanian maju, mandiri dan modern, perlu dilakukan penyiapan, pencetakan SDM pertanian unggulan.
SDM yang kompetitif sebagai tenaga kerja pertanian andal dan unggul sebagai pengusaha pertanian milenial andal, kreatif, inovatif, professional, serta mampu menyerap lapangan pekerjaan sektor pertanian sebanyak mungkin. Untuk itu Badan PSDMP akan selalu mendorong petani milenial menjadi garda terdepan sektor Pertanian. Kehadiran petani milenial menjadi sangat penting, karena petani milenial sarat dengan kemampuan pengetahuan IT.
Pengejawantahan program dari BPPSDMP Kementan, Kabupaten Tulungagung menjadi salah satu dari 11 Kabupaten di Jawa Timur yang menjadi sasaran BBPP Batu dalam pelaksanaan Pelatihan Teknis Tematik bagi aparatur dan non aparatur.
Pelatihan tematik yang dipilih dan sesuai dengan permintaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan adalah Penyusunan Pakan Lengkap Ayam Petelur bagi Non Aparatur, berlangsung mulai 13 Juni – 15 Juni 2021 dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan Batu Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tulungagung Mulyanto , Spt. MM, Sekretaris dan para kepala Bidang pada dinas peternakan dan kesehatan hewan, fasilitator baik dari BBPP Batu maupun Dinas Peternakan dan Kesehatan hewan Kabupaten Tulungagung.
Dalam sesi pembukaan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Mulyanto, S.Pt, MM mengatakan bahwa populasi ayam petelur di Kabupaten Tulungagung sebanyak 5.252.541 ekor dengan jumlah peternak sebanyak 1.290 orang mampu menghasilkan telur lebih dari 60 ribu ton/tahun dan berkembang di sentra sentral banyak Tenaga Kerja Indonesia (TKI). dan mereka setelah pulang ke Indonesia akan mengembangkan atau beternak ayam petelur.
Lebih lanjut Mulyanto mengatakan, pandemik covid yang masih belum hengkang dari tanah air kita, baik langsung maupun tidak langsung berdampak pada usaha yang digeluti masyarakat, seperti harga pakan yang melonjak sementara harga telur mengalami penurunan belum lagi ditunjang dengan daya beli masyarakat yang mengalami penurunan. Dan ini tentu akan menjadikan banyak peternak yang mengalami kerugian.
Kehadiran BBPP Batu untuk memberikan pelatihan tentang membuat pakan ternak sendiri terutama untuk ayam petelur (Self Mixing) dapat dijadikan upaya untuk melakukan Recovery pemulihan kondisi ekonomi peternak. Harapan lain, dengan membuat pakan sendiri, harga pakan lebih murah dan kualitasnya sesuai dengan kebutuhan Ayam, dengan demikian dapat memberi keuntungan yang layak. Pungkas Mulyanto.
Sementara Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu, Dr. Wasis Sarjono, S.Pt, M.Si yang memberi arahan dan membuka acara pelatihan tematik Penyusunan Pakan Lengkap Ayam Petelur bagi NonAparatur mengatakan berkaitan dengan prilaku kewirausahaan memiliki kelebihan yang luar biasa, orangnya cerdas, pinter, ulet/. Indokatornya cerdas dapat dilihat dari kecepatan dalam mengambil keputusan dalam bisnis, bayangkan kalau kita lambat maka kemungkinan besar akan dapat membatal transaksi. Nah kelebihan-kelebihan ini dapat menjadi kekuatan untuk berdiskusi dalam mencari solusi-solusi yang muncul dilapangan inilah gunanya pelatihan tematik.
Lebih lanjut Kepala Balai dengan gayanya penuh guyon mengatakan Entrepreneurship adalah keyakinan kuat yang ada dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya. Keyakinan ini kemudian ditindaklanjuti dengan keberanian mengambil risiko untuk mewujudkan ide dan inovasinya tersebut melalui wadah yang didirikan, mulai dari membangun, memelihara, mengembangkan, hingga menghasilkan dampak nyata bagi dunia.
Hampir setiap orang ingin menjadi wirausahawan atau sukses, namun hanya segelintir orang yang serius untuk “take action” dan mewujudkan impiannya menjadi entrepereneur sukses. Risiko dan perencanaan yang terlalu lama seringkali menjadi penghambat seseorang untuk maju dan menjalankan usahanya. Untuk membangun bisnis dan menjadi entrepereneur, sebagai langkah awal seseorang harus menumbuhkan jiwa wirausaha dan terjun langsung membangun usahanya dan itu sudah dilakukan oleh para peserta pelatihan tematik ini.
Bila kita membuka bisnis tanpa adanya niat dan keyakinan, pasti bisnis tersebut tidak akan berjalan maksimal. Jadikan niat dan keyakinan untuk berwirausaha sebagai pondasi Anda membangun sebuah usaha.
Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian bekerja sama dengan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lamongan melalui Unit Pelaksana Penyuluhan Pertanian Sukodadi mengadakan kegiatan Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan di BPP Model Kostratani Sugio, Sabtu (12/6/2021).
Kegiatan ini dihadiri Rita Rohmatilah, SE, M.Si, dari Pusat Penyuluhan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kementerian Pertanian, Widyaiswara, Tim fasilitator dari dinas TPHP Kabupaten Lamongan dan penyuluh dari 6 BPP di Kabupaten Lamongan dan sebanyak 16 peserta terdiri dari penyuluh pertanian, pendamping SL IPDMIP dan Koordinator Penyuluh.
Dedi Nursyamsi selaku Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) mengatakan, “Bimtek dibutuhkan untuk meningkatkan kemampuan SDM seiring peningkatan fungsi BPP menjadi Kostratani, kita membutuhkan lebih banyak SDM yang berkualitas untuk mendukung kinerja BPP KostraTani,” ucapnya di tempat terpisah.
Dalam sambutannya Ida Fourd Handoko, SP mewakili Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Lamongan menyampaikan bahwa Kabupaten Lamongan menjadi produksi terbesar di Jawa Timur nomor 1 dan jagung termasuk kategori top nine ten,” jelasnya.
“Kegiatan Bimtek ini sebagai sumber pengetahuan, mohon diikuti secara seksama dan dicatat agar tetap bisa diingat,” harapnya.
Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian-Kementerian Pertanian RI (BPPSDMP) yang dihadiri Fungsional Umum, Subkoordinator Subtansi Kelompok Kelembagaan, Rita mengatakan, ” kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program kementerian, Bimtek ini harus sampai di BPP dan diikuti oleh penyuluh untuk mendukung program Kostratani,” kata dia.
Secara simbolis banner diserahkan kepada koorwil BPP Sugio sebagai bahan pembelajaran di BPP masing masing wilayah. Menurut Sumadi, Korwil BPP Sugio sangat mendukung program Kostratani, ” Bimtek Pengelolaan Kesuburan Lahan ini penting dan akan kita terapkan bersama petani hingga mendapatkan rekomendasi jumlah pupuk yang diperlukan pada lahan sawah kelompok tani di wilayah BPP,” jelasnya.
Dalam kegiatan bimtek ini peserta tidak hanya belajar ilmu pengetahuan tentang kesuburan lahan tetapi juga praktik cara menggunakan alat PUTS (Perangkat uji tanah sawah).
Dengan semangat, Septi, salah satu PPL BPP Sugio memaparkan, ” Mula mula kita ambil sampel tanah yang sudah kita tentukan lokasinya, selanjutnya kita taruh pada tabung reaksi dan kita tambahkan pereaksi sesuai petunjuk kemudian tunggu sampai kurang lebih 10 menit. Kita lihat hasilnya sesuai bagan warna yg tersedia,” paparnya.
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memberikan dukungannya untuk kegiatan ini. Terlebih berdampak baik buat produktivitas. “Bimtek ini dilaksanakan untuk memberikan pembekalan kepada penyuluh agar dapat meningkatkan produktivitas lahan milik petani. Dampaknya ada pada peningkatan produktivitas pertanian dan agar petani mampu meningkatkan produksi,” katanya.
Sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang concern di bidang sosial, Gerakan Masyarakat Kota Bogor (GMKB) terus berupaya hadir dalam membantu masyarakat di tengah pandemi Covid-19. Salah satunya dengan melaksanakan bhakti sosial bertajuk ‘Pepes Ayam’ (Program Peduli Santunan Anak Yatim) dan ‘Ngabaran Baginda’ (Ngabagi Sayuran Bagi Janda dan Dhuafa) di Kampung Wangun Cibalok RT 4 RW 5, Kelurahan Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Minggu (13/6).
Ketua GMKB, R. Ridho mengatakan bahwa bhakti sosial itu merupakan rangkaian acara peringatan Hari Jadi GMKB ke-1, setelah sebelumnya juga melaksanakan kegiatan serupa di beberapa wilayah.
“GMKB lahir dari semangat kepedulian untuk berbagi dengan sesama. Karena itu seluruh kegiatan yang kami lakukan memang fokus untuk membantu masyarakat,” ujar Ridho kepada wartawan.
Menurut dia, organisasi kemasyarakatan harus dapat memberikan dampak positif kepada warga, khususnya bagi mereka yang secara perekonomian kurang beruntung.
“Dalam kesempatan ini kami membagikan santuan bagi 50 anak yatim dan menebar ratusan paket sayuran. Ini adalah salah satu ikhtiar GMKB untuk berbagi di tengah pandemi,” jelas Ridho.
Lebih lanjut, kata Ridho, bhakti sosial ini dapat terselenggara dengan baik lantaran adanya dukungan dari berbagai pihak, baik dari instansi pemerintahan, perusahaan swasta, yayasan dan komunitas sosial. “Kami sangat berterima kasih bagi para donatur yang rela berpartisipasi dalam giat ini,” ucapnya.
Diketahui, kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Wakil Wali Kota Dedie A. Rachim, Wakil Ketua I DPRD, Jenal Mutaqin, Wakil Ketua III DPRD, Eka Wardhana, perwakilan Perumda PPJ, Dinas Sosial, Dinas Perhubungan dan Kesbangpol.
Calon jamaah haji pasangan suami-istri asal Kampung Bojong Sompok, RT 07, RW 05, Desa Tegal, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor yaitu Damar Rahayu, 51 tahun dan Nana (49 tahun), pasrah dan sedih. Pasalnya, mendaftar 2013 Desember dan awalnya direncanakan berangkat 2021 ini batal setelah adanya keputusan dari pemerintah haji 2021 ini ditunda lagi seperti tahun lalu karena alasan pandemi Covid-19.
“Saya nanya ke yayasan dimana saya mendaftar di Cibinong, itu infonya kalau gak 2022 tahun 2021 ini saya berangkat katanya, tapi mendengar kabar ini dari TV bahwa gak ada yang berangkat saya sedih,” kara Damar.
Damar sendiri memang sudah meniatkan untuk pergi haji bersama istrinya setelah awal berumah tangga pada tahunan 1990. Sejak itu dirinya bertekad untuk mengumpulkan uang dari hasil jualan sapunya yang ia tabung di kaleng dan celengan bambu yang ia buat.
“Saya buta huruf maknya saya nabung di kaleng dan bambu setelah terkumpul saya beliin empang dan kambing,” katanya.
Setelah beberapa tahun menabung ia pun membongkar tabungannya saat itu ia dari hasil tabungan mendapatkan 6 juta rupiah.
Karena niatnya untuk pergi ke tanah suci ia pun tidak memakai uang yang ia tabung namun membelikan ke satu petak empang.
Setelah itu ia pun kembali menabung dan setelah terkumpul beberapa tahun ia menjual empangnya terkumpul untuk daftar haji akhirnya pada 203 Desember ia mendaftar haji tersebut.
“Alhamdulillah dari hasil tabungan dan niat saya yang bulat saya mendaftarkan haji namun tentu dengan adanya pembatalan haji tentu waktu pemberangkatan haji akan mundur lagi,” katanya.
Damar sendiri berjualan sapu lidi itu sejak masih muda saat itu harga lidi hanya Rp 800,- pada tahun 2014 harga jula sapu lidi mencapai Rp 2000 dan saat ini sudah Rp 5000.
Damar mengaku untuk saat ini dari harga Rp 5000 sapu lidi yang ia jual mendapatkan keuntungan Rp 2000 rupiah.
Ia menjual sapu lidi ke daerah Jakarta dari gang ke gang, per hari dari hasil penjualan sapu lidi ia mencapai 100 ribu rupiah.
“Paling nyampe ke rumah itu sisa 70 ribu untuk makan dan itu dicukupin cukupin saja, dan kadang kalau ada lebih saya simpen”, katanya.
Dia dan sang istri berharap pemerintah tahun depan dapat memberangkatkan haji.
“Mudahan mudahan bisa berangkat tahun depan saya gak akan ambil uang pendaftaran Karena udah tekad bulat saya sejak lama untuk pergi ke tanah suci bersama istri saya,” pungkasnya.
Menteri Pertanian DR. Syahrul Yasin Limpo.,SH.,M.Si.,MH dalam arahannya Menjajak seluruh insane pertanian berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha program penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024.
Kementerian Pertanian akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani-petani milenial dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian salah satunya melalui penumbuh kembangan Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya P4S di seluruh Indonesia. Komitmen bersama antara pemerintah dengan swasta dalam membangun ekosistem smartfarming merupakan salah satu wujud sinergi program prioritas kementerian dalam mencapai Visi Presiden untuk mengakselerasi upaya peningkatan kualitas SDM pertanian berbasis teknologi.
Selanjutnya Bapak Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Prof. DR.Ir. Dedy Nursyamsi. M.Agr menjelaskan Program Millennial Smartfarming bertujuan untuk menciptakan petani-petani muda yang memiliki kapabilitas dalam mengelola aktivitas proses bisnis pertanian dengan memanfaatkan teknologi sehingga digitalisasi pertanian dapat benar-benar dirasakan manfaatnya di sektor pertanian.
Millenial Smartfarming mengedepankan peranan milenial didorong dalam pemanfaatan teknologi digital IoT (Internet of Thing) dan AI (Artificial Intelegent) di sektor pertanian.
Program Millennial Smartfarming akan membentuk ekosistem pertanian milenial yang mengoptimalkan peran petani milenial sebagai keyplayer dari setiap komponen. Peran petani milenial yang diharapkan dari implementasi program Millennial Smartfarming adalah:
1.Melakukan pendataan dan akuisisi petani dengan lebih akurat menggunakan aplikasi teknologi. 2.Melakukan budidaya pertanian dengan lebih presisi menggunakan implementasi pertanian cerdas dengan Internet of Things (IoT) dan AI (Artificial Intelegent). 3.Mengelola kebutuhan pertanian secara profesional dan implementasi ERP Systems. 4.Menambahkan value added hasil pertanian dengan melakukan pengolahan pasca panen yang optimal.
Dalam menindaklajuti arahan Menteri Pertanian, dan Kepala BPPSDM Pertanian, Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu mendukung dengan penguatan kelembagaan P4S di Bali dan Nusa Tenggara Barat dalam bentuk sarparas pelatihan sesuai ususlan dari P4S.
Dalam Penyerahan Hibah dukungan penguatan Kelembagaan P4S di Buleleng Bali Bapak Menteri pertanian berpesan agar dukungan sarpras tersebut mampu dimanfaatkan secara optimal dalam mendukung kegiatan pelatihan di P4S.
Lebih lanjut Kepala BBPP Batu DR. Wasis Sarjono menjelaskan lima P4S binaan Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu yang mendapatkan dukungan penguatan kelembagaan adalah P4S Petani Muda Keren, P4S Saras Nada Mina, P4S Agro Alam Lestari, P4S Sedana Sari dan Manik Mekar Madi, dan P4S ini berasal dari Propinsi Bali.
Penyerahan Hidah dukungan penguatan kelembagaan P4S dilakukan oleh Bapak Menteri Pertanian, Bupati Buleleng, Deputi IV dan II Kemenko Perekonomian, Direktur Hubungan Kelembagaan PT. BNI yang dipusatkan di Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng, Bali.
Menteri Pertanian DR. Syarul Yasin Limpo., SH,.M.Si.,MH dalam arahannya menjelaskan Kementerian Pertanian telah menetapkan arah kebijakan pembangunan pertanian, yaitu Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern. Arah kebijakan ini menjadi pedoman untuk bertindak cerdas, tepat, dan cepat bagi jajaran Kementerian Pertanian dalam mencapai kinerja yang lebih baik, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, memanfaatkan teknologi mutakhir, dan korporasi petani sesuai arahan Bapak Presiden.
Kementerian Pertanian berkomitmen menyiapkan SDM pertanian yang berjiwa wirausaha, oleh karenanya salah satu program utama Kementerian Pertanian dalam menjamin produktivitas, kontinyuitas dan ketahanan pangan adalah penumbuhan 2,5 juta pengusaha pertanian milenial sampai dengan tahun 2024.
Kementerian Pertanian akan terus melakukan pembinaan dan pendampingan kepada petani-petani milenial dalam menumbuhkan wirausaha muda pertanian.
Selanjutnya SYL mengajak semua stakeholder di Kabupaten Buleleng untuk bersinergi mendukung milenial smartfarming dalam mewujudkan Pertanian yang menjamin kelestarian alam yang dicanangkan oleh Bupati Buleleng dengan skala kabupaten. Sehingga masyarakat Bali yang menggantungkan pendapatan dari sector pariwisita akan mampu tumbuh ditengah pandemic covid 19.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Prof. DR. Ir. Dedy Nursyamsi. M.Agr. memberikan suprot penuh terhadap tumbuh kembangnya Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Petani Muda Keren di Buleleng Bali, yang mendapat amanah kerjasama dalam mengembangkan Milenial Smartfarming di seluruh Provinsi Bali.
Selanjutnya bentuk suprt BPPSDM diwujudkan melalui Hibah dukungan penguatan kelembagaan P4S berupa sarana prasarana pelatihan. Sehingga fungsi P4S semakin optimal.
Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBPP) Batu dalam menindaklajuti arahan Kepala BPPSDM Pertanian, telah melakukan seleksi terhadap P4S di Provinsi Bali, dan 5 P4S ditetapkan menjadi penerima Hibah Penguatan Kelembagaan P4S, dari kelima P4S salah satunya adalah P4S Petani Muda Keren.
Dr. Wasis Sarjono., S.Pt.M.Si mendorong penuh peran P4S PMK yang telah mampu membangun jejaring kerjasama dengan berbagai stakeholders, diharampak P4S PMK mampu melahirkan petani milenial yang profesiaoal bukan saja di bali, tetapi secara nasional, Dr, Wasis mengakiri.
Kementerian Komunikasi dan Informatika menjelaskan soal nasib stasiun televisi lokal saat pemerintah sepenuhnya mengalihkan seluruh siaran analog menjadi siaran digital atau Analog Switch Off (ASO).
Juru bicara Kominfo Dedy Permadi mengatakan seluruh infrastruktur multipleksing (MUX) yang dibangun di setiap daerah diklaim sudah mengakomodir seluruh siaran televisi analog, termasuk TV lokal.
Lebih lanjut, kata dia, lembaga penyiaran diimbau segera melaksanakan migrasi ke siaran digital, terutama bagi daerah yang sudah tersedia infrastruktur inti yang merupakan sarana penyelenggaraan siaran digital, yakni MUX.
“Seluruh infrastruktur multipleksing yang dibangun di setiap daerah baik oleh TVRI maupun swasta telah dihitung untuk mengakomodir seluruh siaran televisi analog, termasuk bagi stasiun TV lokal untuk bisa lanjut bersiaran secara digital,” ujar Dedy dikutip dari CNN, Sabtu (12/6).
Migrasi TV analog ke digital tertuang dalam UU Cipta Kerja Omnibus Law yang disahkan November 2022. Dalam ayat 2 pasal 60A disebut bahwa migrasi penyiaran televisi terestrial dari analog ke teknologi digital pada ayat 1 dan 2 ditetapkan 22 November 2022.
Wacana TV digital telah dimulai sejak 1997, lalu pada 2004 mulai dilakukan migrasi dari analog disebut telah dilakukan. Namun hal itu masih sekedar uji coba.
Pada 2009, pemerintah mengeluarkan roadmap infrastruktur TV digital disusun sebagai peta implementasi migrasi dari sistem penyiaran tv analog ke digital di Indonesia. Peta jalan itu dimulai sejak 200- sampai akhir 2018.
Lalu pada 2012, Kemenkominfo mengeluarkan Peraturan Menteri Kominfo No. 05 tahun 2012, untuk mengadopsi standar penyiaran televisi digital terestrial Digital Video Broadcasting – Terrestrial second generation (DVB-T2) yang menjadi pengembangan standar digital DVB-T yang sebelumnya ditetapkan pada 2007.