33.6 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 891

Desa Sipak Bentuk Pokja Ketahanan Pangan

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor akan membentuk kelompok kerja (Pokja) ketahanan pangan. Hal itu guna meningkatkan produktivitas seperti tanaman padi maupun potensi sumber daya yang ada yakni pembudidayaan ikan.

Kepala Desa Sipak, Agung Suryadinata mengatakan, dalam Musyawarah Desa (Musdes) kali ini menampung aspirasi dari para kelompok tani (Poktan) maupun unsur lain yang terikat agar program ketahanan pangan tahun anggaran 2022 dapat berjalan lancar.

“Kita bentuk Pokja, dimana dalam Pokja tersebut ada unsur dari Pemdes, UPT Pertanian dan Peternakan dan tentunya masyarakat maupun Poktan,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (7/6).

Jadi kata dia, tugas pokok Pokja ini nantinya akan melakukan pembinaan awal, pendamping, hingga pascapanen dari apa yang menjadi hasil musyawarah tersebut yang sesuai dengan aturannya.

“Alhamdulillah pada musyawarah ini banyak masukan dan saran dari para ketua kelompok tani yang sudah memiliki pengalaman dan tentunya itu akan menjadi catatan penting bagi kita agar program ini berjalan lancar,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Kasi Pemerintahan Sandy Praja menegaskan, bahwa hasil musyawarah tersebut menghasilkan kesepakatan yakni, peningkatan jalan usaha tani, dan pembesaran ikan di kolam air irigasi.

“Dengan hadirnya program ketahanan pangan ini kita berharap bisa membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tukasnya.

** Andres

Raker KONI Kabupaten Bogor Akan Bahas Persiapan Porprov Jabar 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua Steering Commite (SC) Rapat Kerja KONI 2022 Kabupaten Bogor, Ebing Sulbidarsyah, menyatakan kesiapannya untuk mengadakan agenda tersebut pada Kamis (9/6/2022).

Rapat kerja atau Raker KONI 2022 ini rencananya akan digelar di Darmawan Park, Babakan madang. Menurutnya, raker ini merupakan yang ketika yang diadakan induk organisasi keolahragaan Kabupaten Bogor ini.

“Raker itu forum tertinggi setelah musorkab. Makanya, raker KONI ini wajib dilaksanakan,” kata dia kepada awak media, Selasa (7/6/2022).

Menurut dia, ada beberapa agenda penting dalam kegiatan yang dihadiri oleh seluruh pengurus cabang olahraga yang terdaftar di KONI Kabupaten Bogor ini.

Salah satu agenda pentingnya adalah persiapan Porprov 2022 Jawa Barat. Selain itu, agenda lainnya adalah laporan soal persiapan cabor jelang porprov.

“Nanti juga akan ada sesi tanya jawab soal pembinaan dan kebijakan keolahragaan oleh Dispora,” terang dia.

Bahkan, lanjutnya, setiap pengurus cabor diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan atau unek-uneknya soal kepengurusan KONI.

“Tapi intinya kita membahas soal persiapan porprov,” ujarnya.

Raker 2022 KONI Kabupaten Bogor ini akan dihadiri 60 lebih pengurus cabor. Selain itu, panitia juga mengundang eka pimpinan KONI sebelumnya.

“Kabar terakhir Plt Bupati Bogor akan hadir dan membuka raker,” imbuh dia.

** Asep Syahmid

Mahasiswa Bogor Deklarasi Dukung Anies Nyapres

0

Bogor | Jurnal Bogor

Puluhan mahasiswa di Bogor mendeklarasikan diri mendukung Anies Baswedan, sebagai calon presiden (Capres) 2024. Deklarasi digelar di De’ Jati Coffe Garden, Tanah Sareal, Kota Bogor, Senin (06/06).

Koordinator deklarasi, Irfan mengatakan, dukungan diberikan karena pihaknya menilai Anies Baswedan memiliki sifat kepemimpinan yang baik.

“Kalau lihat kepemimpinan di Jakarta, Pak Anies Baswedan lebih jelas. Perkembangannya yang baru saja bisa kita lihat seperti peresmian Jakarta Internation Stadium (JIS), Formula E, yang secara singkat memajukan pariwisata, bahkan janji-janji lainnya seperti penataan kawasan Kampung Aqurioum dituntaskan. Keberhasilan Pak Anies itu bisa diterapkan di Indonesia, dengan menjadi presiden,” tegasnya.

Anies juga sebut Irfan, seorang nasionalis dan menghargai kebhinekaan yang menjadi ciri khas Bangsa Indonesia. Semua warga Jakarta dengan latar belakang suku, agama dan ras berbeda diperlakukan sama tanpa diskriminasi.

“Bangsa Indonesia butuh pemimpin seperti Pak Anies, makanya kita mendeklarikan diri  untuk berjuang bersama elemen masyarakat lainnya menjadikan Pak Anies presiden periode 2024-2029,” tegasnya.

Irfan, dalam keterangan tertulisnya menyebut,  mahasiswa yang mendeklarasikan dukungan ini berasal dari sejumlah kampus di Bogor Raya. Ke depan, Irfan mengatakan, akan terus bergerak untuk mendukung Anies Baswedan agar bisa mencalonkan diri di 2024.

“Kita dari mahasiswa GMPPK (Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Pendukung Khilafah) dari beberapa kampus Bogor Raya, seperti Pakuan, IPB, UIKA. Definisi kekhilafahan itu tidak hanya seperti deskripsi di internet atau sosial media lainnya. Bisa diperluas lagi makna kekhilafahannya. Jadi balik lagi ke masyarakat indonesia, kekhilafahan itu diartikan seperti apa,” tutupnya.

** M.Yusuf

Pencarian Eril Tanpa Batas Waktu

0

Bogor | Jurnal Bogor

Pencairan Emmeril Khan Mumtadz alias Eril yang hilang saat berenang di Sungai Aare, Kota Bern, Swiss, Kamis 26 Mei 2022 lalu, sampai sekarang masih dilanjutkan tanpa batas waktu.

“Kami mendapatkan informasi dari otoritas Kota Bern, pencarian Ananda Eril terus berlanjut, pihak otoritas setempat mengerahkan semua potensi yang dimilikinya untuk menemukan Ananda Eril,” kata Duta Besar Republik Indonesia (Kedubes) untuk Swiss dan Liechtenstein Muliaman Dharmansyah Hadad, dalam keterangan pers secara virtual, Senin (06/06).

Muliaman menjelaskan, pencarian Ananda Eril dilakukan dengan menggunakan berbagai motode, seperti pencairan di darat, udara melalui drone, hingga penyelaman atau diving yang dilakukan tim dari otoritas setempat.

“Untuk mencari Ananda Eril, otoritas Kota Bern mengerahkan personil kepolisian sungai, regional, medis dan pemadam kebakaran, termasuk anjing pelacak. Kedubes terus berkordinasi dan berdiskusi dengan aparat setempat untuk mengetahui perkembangan pencarian Eril,”ujarnya.

Muliawan mengatakan, beberapa menit sejak Ananda Eril dikabarkan hilang, Kedubes langsung berkordinasi dengan otoritas Kota Bern, dan Pemerintah Federal Swiss, serta beberapa rumah sakit di Kota Bern.

“Kami sangat berterima kasih kepada otoritas lokal Kota Bern, dan Pemerintah Federal Swiss, serta masyarakat setempat yang menaruh empati kepada keluarga Kang Ridwa Kamil, sejak Ananda Eril dikabarkan hilang saat berenang di Sungai Aare,” katanya.

Sementara itu, Keluarga Ridwan Kamil atau Kang Emil, mengapreasi peran media yang telah memberikan ruang privasi kepada keluarga dengan tidak menanyakan terkait perkembangan pencarian Emmeril Khan Mumtadz  yang akrab dipanggil Eril.

“Keluarga mengaperasi rekan-rekan media,karena telah memberikan ruang privasi pada keluarga mengelola perasaan situasi keluarga yang traumatik,”kata Elpi Nazmuzzaman, juru bicara pihak keluarga Kang Emil, ketika memberikan keterangan persnya secara virtual dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI), di Kota Bern, Swiss.

Elpi menjelaskan, pihak keluarga mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kota Bern, Swiss, karena dengan respon cepat membantu pihak keluarga sejak Eril dikabarkan hilang saat berenang di Sungai Aare, Bern, Swiss, Kamis (26/05) lalu.

“Pihak Kedutaan Besar RI, di Kota Bern, Swiss sangat cepat merespon dengan mengontak pihak-pihak terkait di Kota Bern. Keluarga mempercayakan informasi dan perkembangan terkait pencarian Eril kepada KBRI,” ujar Elpi.

Elpi kembali menjelaskan, pihak keluarga Kang Emil, telah mengikhlaskan Eril. Karena tidak ada seorang pun manusia yang tahu kapan dan di mana dilahirkan serta dipanggil. “Keluarga sudah ikhlas,”tutupnya.

** M.Yusuf

RPH Bubulak Ditutup 14 Hari

0

Imbas Tujuh Ekor Sapi yang Terindikasi PMK

Bogor | Jurnal Bogor

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menutup Rumah Potong Hewan (RPH) Terpadu di Kelurahan Bubullak Kecamatan Bogor Barat selama 14 hari. Kebijakan itu diambil setelah adanya temuan terhadap tujuh ekor sapi yang terindikasi terserang Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Penutupan tersebut untuk guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan potong lantaran sudah ada 7 ekor sapi dari Jawa Tengah yang terjangkit gejala PMK.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor Anas S. Rasmana mengatakan bahwa penutupan dilakukan sejak  3 Juni 2022, setelah mendapat laporan dari unit RPH bahwa ada tujuh ekor sapi yang terjangkit gejala klinis PMK.

Meski demikian, kata dia, berdasarkan update dari DKPP Jawa Barat Kota Bogor statusnya masih nol mengenai penyebaran PMK dari 26 kota dan kabupaten se-Jabar.

“Jadi tujuh ekor sapi ini gejala klinis PMK, tetapi belum ada hewan yang positif PMK secara resmi. Setelah penanganan, empat ekor sudah sembuh dan tiga lainnya masih pemulihan,” ucap Anas, Senin (6/6).

Menurut dia, walau RPH ditutup, tetapi pelayanan pemotongan hewan masih berjalan. Sebab, sambung dia, tujuh sapi yang bergejala PMK telah diisolasi dan dipisahkan dengan hewan lain.

“Selain penutupan RPH terpadu, konsentrasi kami tetap pada kesehatan kondisi sapi seperti pemberian vitamin hingga pengecekan suhu secara berkala,” bebernya.

Sementara itu, DKPP Kota Bogor juga terus memonitoring para pedagang hewan kurban yang berada di pinggir jalan menjelang perayaan Idul Adha tahun 2022.

Kabid Peternakan DKPP Kota Bogor Anizar mengatakan bahwa pihaknya telah membentuk tim monitoring di setiap kecamatan se-Kota Bogor untuk meninjau dan memeriksa hewan kurban.

“Sampai saat ini belum ditemukan hewan yang terpapar PMK,” katanya.

Kata dia, selama pemeriksaan terdapat beberapa hewan kurban yang sedang sakit tetapi tidak mengarah ke PMK. Penyebaran PMK sangat cepat jika salah satu hewan terpapar.

“Sapi yang terpapar PMK tingkat sakitanya bisa mencapai 100 persen, sedangkan tingkat kematiannya hanya 5 persen. Jadi tergantung gejala klinisnya, ringan, sedang atau berat,” jelasnya.

Ia meminta pedagang hewan kurban untuk tetap menjaga kondisi kesehatan hewan. Salah satunya bisa memberikan asupan vitamin atau menggunakan ramuan tradisional serta penjual bisa memilah hewan kurban yang memang membeli dari daerah lain.

** Fredy Kristianto

Melalui Bimtek, Dinsos Tingkatkan Kemampuan Para Fasilitator Desa

0

Caringin|Jurnal Bogor
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor mengadakan bimbingan teknis (Bimtek) terhadap para pegiat sosial tersebut. Bimtek tersebut untuk meningkatkan kemampuan para fasilitator di tiap desa bertemakan peningkatan kemampuan potensi sumber kesejahteraan sosial. Kegiatan Bimtek yang dilaksanakan selama tiga hari di Grand Pesona Hotel dan Resort Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, dibuka secara langsung oleh Kepala Dinsos Kabupaten Bogor, Mustaqim, Senin (6/6).

Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Sosial (Dayasos), Dian Mulyadiansyah mengatakan, kegiatan Bimtek terhadap para fasilitator desa ini, sangat penting dilakukan Dinsos. Alasannya, karena fasilitator ini sangat berperan besar terhadap masyarakat dalam membantu persoalan sosial.

“Ketika ada warga yang butuh tenaga fasilitator, baik untuk permasalahan kesehatan, sosial maupun lainnya, fasilitator inilah yang akan berperan dalam membantu warga tersebut,” ungkapnya kepada wartawan usai pembukaan Bimtek.

Menurutnya, kegiatan Bimtek sekarang, bukan berarti peran fasilitator selama ini keberadaannya masih kurang bagus, namun lebih kepada peningkatan kapasitas kemampuan mereka dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah masing-masing.

“Selama ini keberadaan fasilitator sudah sangat bagus dalam membantu warga. Jadi, Bimtek ini untuk menambah lagi kemampuan atau pengetahuan para fasilitator yang sudah ada di desa,” katanya.

Dian pun mengungkapkan, fasilitator sendiri bentukan dari Dinsos dibawah Bidang Dayasos. Sehingga, fasilitator bisa berkoordinasi dengan TKSK yang ada di tiap kecamatan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.

“Para fasilitator bisa berkoordinasi dengan TKSK apabila ada permasalahan di wilayah,” paparnya.

Adanya kegiatan Bimtek fasilitator 2022 ini, sambung Dian, para fasilitator mampu menyelesaikan setiap permasalahan masyarakat dimasing-masing desa tanpa harus langsung melapor ke Dinsos.

“Tujuan utamanya sih seperti itu, jangan sampai sedikit-sedikit masyarakat lapor ke dinas. Ke depan atau setelah Bimtek, fasilitator nantinya bisa menyelesaikan persoalan sosial masyarakat tanpa harus langsung ke dinas,” ujarnya.

Ditanya soal seringnya masyarakat mengeluh terkait sulitnya tandatangan ketua TKSK saat membuat Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) maupun untuk pembuatan surat Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), Kabid Dayasos ini pun menyatakan, persoalan itu sudah dibahas dan saat ini untuk membuat SKTM dan Jamkesda, tidak harus ada tandatangan TKSK.

“Sekarang melalui operator SIKS-NG (Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial – Next Generation) desa, bisa langsung mendaftarkan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) warganya tanpa harus ada tandatangan TKSK,” jelas Dian.

Sementara, Samsul, salah satu peserta Bimtek Kecamatan Ciawi mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut. Karena, menambah pengetahuan dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai fasilitator.

“Bagi saya kegiatan ini sangat berguna dan bermanfaat sekali. Saya menjadi lebih tahu lagi bagaimana saat membantu warga di bidang sosial, kesehatan dan lainnya,” tukasnya singkat.

** Dede Suhendar 

Babinsa Pelda Iip Nurhidayat Gercep Bantu Evakuasi Meterial Longsor di SDN Cengal Sirna

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Adanya laporan dari warga, Babinsa Desa Karacak, Koramil 2116/Leuwiliang bergerak cepat membantu warga mengevakuasi material lumpur akibat ambrolnya Tembok Penahan Tanah (TPT) yang terjadi pada Minggu malam.

TPT Milik Yayasan Mazro Atussibyan tersebut ambrol menimpa dua bangunan kelas SDN Cengal Sirna, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Babinsa Desa Karacak, Pelda Iip Nurhidayat mengatakan, dia setelah mendapat laporan dari warga sekitar kemudian langsung melakukan pengecekan ke lokasi kejadian dan langsung berkoordinasi dengan Muspika Leuwiliang.

“Kemudian saya juga langsung berkoordinasi dengan pihak lingkungan, baru kami melakukan evakuasi, karena kejadian itu terjadinya kemarin malam hari,” ujar Pelda Iip Nurhidayat kepada wartawan di lokasi kejadian, Senin (6/6).

Pelda Iip Nurhidayat mengatakan, pihaknya bersama Muspika Leuwiliang, elemen masyarakat seperti dari Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Pancasila (PP), RT/RW sekitar juga dibantu warga melakukan gotong-royong membersihkan puing-puing dan material longsor yang menimpa dua bangunan milik SDN Cengal Sirna tersebut.

“Kemudian, hal lain pun sudah dikoordinasikan dengan pemilik tanah yakni pihak Yayasan Mazro Atussibyan dengan pihak SDN Cengal Sirna dan pihak yayasan mengaku siap bertanggung jawab,” katanya.

Sementara itu, perwakilan Yayasan Sekolah Mts Mazro Atussibyan, Subhan menuturkan, pihaknya bakal bertanggungjawab atas kejadian yang menimpa bangunan milik SDN Cengal Sirna. “Memang untuk TPT baru selesai dibangun sekitar bulan Januari 2022, kalau ruangan kelas Desember 2021Tapi intinya kami bakal bertanggungjawab sepenuhnya,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, untuk panjang tembok penahan tanah (TPT) yang ambrol sekitar 11 meter dan tinggi sekitar enam meter, dan posisinya tepat berada dibelakang gedung SDN Cengal Sirna. “Lokasinya berdekatan dengan SDN Cengal Sirna dan memang kami membangun ruang kelas masih baru,” tutupnya. 

** Andres

Saluran Tersumbat, Jalan Raya Leuwiliang-Jasinga Kerap Banjir

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Akibat saluran irigasi yang sudah tidak dapat menampung air, Jalan Raya Leuwiliang-Jasinga tepatnya di depan RSUD Leuwiliang jadi langganan banjir.

Pasalnya, kondisi tersebut sudah bertahun-tahun yang setiap hujan mengguyur lokasi tersebut banjir seperti terjadi pada Senin (6/06/2022) sore.

Dampaknya, banyak pedagang yang berada di pinggir jalan mengalami kerugian hingga ratusan juta, seperti toko Istana Meubel yang terendam hingga setengah meter.

“Jadi parit di sebelah kanan menuju arah Bogor tersumbat banyak benda yang menyangkut, sehingga di setiap musim hujan airnya meluap ke jalan, bahkan ke Terminal Leuwiliang hingga kedalaman 60 centimeter,” ujar petugas Dishub Jawa barat Ahmad Julyani, yang saat itu sedang membantu untuk kondusifitas masyarakat yang terkena dampak dari banjir.

Jadi kata dia, banyak pengguna roda dua yang mogok dan masyarakat sekitar pinggir jalan tersebut hampir banyak barang-barang berharganya terendam air dan lumpur. Dia berharap, pihak terkait untuk segera menanganinya, sebab air setiap hujan terus menerus mengakibatkan banjir.

“Saya berharap dinas terkait secepatnya untuk membenahi,” ungkapnya.

Sementara penjaga toko yang terkena dampak dari banjir, Yudi (35) mengaku, kondisi banjir di lokasi tersebut itu sudah sejak lama dan sangat merugikan.

“Ya kondisi ini sudah lama, setiap hujan air meluap dan masuk ke dalam toko sampai setengah meter. dan kerugiannya kalau di total hingga seratus juta lebih,” pungkasnya.

** Andres

Anniversary 1st BWFC Gelar Mabar, Achmad Fathoni: Bulutangkis Bagian dari Olahraga Masyarakat

0

Bogor Timur | Jurnal Bogor

Dalam rangka 1st Anniversary & Grand Opening Gor AB Putra dan sekaligus sebagai ajang silaturahmi anggota, Badminton Wonder Fans Community (BWFC) berkolaborasi dengan Gor AB Putra menggelar main bareng alias mabar pada 29 Mei dan 04 Juni 2022 di Gor AB Putra, Desa  Citeureup, Kabupaten Bogor.

H Achmad Fathoni

Ketua BWFC Tommy T.W  mengatakan, bertepatan dengan grand opening GOR AB Putra , event Anniversary BWF Community ini lebih ke arah silaturahmi dibanding kompetisi.  

“Itulah sebabnya dari awal panitia tidak pernah menyampaikan besaran hadiah baik dalam kegiatan maupun player, meskipun jumlah hadiah yang disuguhkan tidak kalah menarik dengan event komunitas lainya,” jelas Tommy kepada Jurnal Bogor, Senin ( 06/06/22).

Adapun level yang dipertandingkan kata dia, kali ini dibagi menjadi 4 level berdasarkan kesepakatan standar panitia. Misalnya, anak binaan atau eks binaan klub yang bermain bagus dikategorikan sebagai level A. Sedangkan anak binaan klub yang belum berpengalaman dalam kategori level B, lalu pemain otodidak masuk kategori level C, dan untuk pemula masuk dalam kategori level D. Pemain pun secara keseluruhan di kelompokan sesuai dengan level masing-masing pemain.

“Contohnya pemain level A akan dipasangkan dengan Level D, level B akan dipasangkan dengan level C. Adapun hasil leveling diperoleh panitia melalui kegiatan mabar leveling yang dilaksanakan 3 kali sebelum hari pertandingan.

Pertama pada 20 Maret 2022 di Gor Kartini Sukaresmi Cikarang, kedua bertepatan dengan acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim dan dilanjut sholat taraweh berjamaah di Gor AJS Cijujung Sukaraja Bogor, dan yang ketiga mabar leveling dengan tema halal bihalal pada 15 Mei 2022 di GOR AB Putra.

Menurutnya, pemberian level ini untuk mengurangi kesenjangan antar pemain sehingga persaingan ketat dan fair play. Kegiatan ini juga mendapat dukungan anggota DPRD Kabupaten Bogor, Achmad Fathoni sebagai pembina, serta beberapa pihak seperti AB Putra Sport Center, Wadaw Apparel, 99 Sport Club, Eagle, Aqua, Michael Royce, Pegadaian, Galeri 24, Bank BCA Syariah, Bakso Rusuk Total Solo, Good Mood, Wardah, Kahf dan Kianoland Group.

“Untuk juara I menerima uang tunai 3 juta Rupiah  juara II uang tunai 2 juta Rupiah dan Juara III uang tunai 1 juta Rupiah serta juara IV uang tunai 0,5 juta Rupiah dan bonus masing-masing yang masuk 8 besar berupa uang tunai sebesar Rp 200.000. Semua kategori juara dari 1 hingga 8 mendapatkan produk dari Eagle dan  souvernir dari Michael Royce, Pegadaian, Galeri 24, Kahf dan Wardah,” bebernya.

Selain itu, masih kata dia, juga diadakan doorprize untuk 10 anggota BWF Community yang hadir, 10 produk dari Wadaw Apparel seperti tas raket serut, tas sepatu hingga jaket menjadi hadiah pemanis dalam doorprize tersebut.

Tommy berharap BWF Community bisa menjadi wadah dan media silaturahim untuk para penggemar bulutangkis, khususnya untuk para pemain otodidak sehingga tercipta hubungan silaturahim yang baik dan bisa berkembang ke hal – hal yang positif. Selain itu BWF Community akan continue menggelar event serupa 2 kali dalam setahun.

”Kami ucapakan terimakasih kepada Pak H Achmad Fathoni, selaku pembina BWF Community yang selalu mendampingi jalannya event ini dari awal sampai akhir dan saya ucapkan terimakasih juga kepada seluruh jajaran panitia yang sudah membantu mensukseskan acara ini begitu pun untuk seluruh sponsor yang telah mensupport demi suksesnyanya kegiatan tersebut,” tuturnya.

Terpisah disampaikan Achmad Fathoni yang mengapresiasi dan mendukung olahraga masyarakat, karena menurutnya olahraga tidak hanya sebagai sarana menjaga kesehatan, tapi juga sekaligus bisa menjadi ajang silatirahim dan berbagi. Untuk itu kegiatan mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan kegiatan olahraga menjadi penting dan harus digalakkan.

“Saya mendapatkan banyak teman, sahabat dan kemudian bisa sharing ilmu dan kegiatan kemasyarakatan saat bertemu di lapangan,” ungkap politisi PKS tersebut.

Untuk itu, sebagai wakil rakyat dan bagian dari masyarakat, dia menyatakan selalu mendukung kegiatan olahraga yang baik seperti ini. Dia juga mengapresiasi serta berterima kasih kepada pengurus BWF yang sukses dalam menyelenggaran setiap kegiatan – kegiatannya.

“Mas Tomy dkk yang terus melalukan pembinaan para penggemar bulutangkis dengan melakukan berbagai kegiatan, baik mabar maupun kompetisi, terus semangat dan jaga kekompakan. Salam sehat,” pungkasnya. Nay Nur’ain 

Puskeswan Jonggol Akan Monitoring Kesehatan Hewan Kurban

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

UPT Puskeswan Jonggol akan melakukan memonitoring kesehatan hewan kurban sekaligus sosialisasi protokol kesehatan kepada para pedagang. Upaya ini untuk menjamin kesehatan hewan ternak kurban dan mencegah masuk Penyakit Hewan Menular (PHM) ke wilayah Kecamatan Jonggol dan sekitarnya.

Kasubag TU UPT Puskeswan Jonggol Drh .Toif mengatakan, Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban UPT Puskeswan wilayah II sudah melakukan kegiatan  monitoring pada lapak hewan kurban di kawasan Jonggol dan sekitarnya. 

Dalam kegiatan itu, tim monitoring meminta pedagang memisahkan ternak yang menunjukkan gejala sakit dengan yang sehat. “Hewan kurban yang menunjukkan gejala sakit diminta  untuk dipisahkan dari ternak yang sehat,” ujar Drh Toif Kasubag kepada Jurnal Bogor , Senin (06/06/22).

Ia meminta kepada pedagang untuk mengurus rekomendasi pemasukan ternak ke Dinas Peternakan Kabupaten Bogor. Secara umum, pihak tim monitoring akan melihat kondisi lapak hewan kurban apakah  cukup memenuhi aspek kesejahteraan hewan atau tidak. Semua itu kata dia, bisa dilihat antara lain terdapat tenda atau terpal, disediakan pakan dan air minum, serta kandang tidak becek.

“Untuk lapak hewan kurban yang telah dilakukan monitoring nantinya akan ditempel stiker. Tim  monitoring juga melakukan sosialisasi disiplin protokol kesehatan. Pedagang yang tidak menggunakan masker diberikan masker. Kita sampaikan agar pedagang menerapkan protokol kesehatan di lapak mereka,” paparnya lagi. 

Tim Monitoring Kesehatan Hewan Ternak Kurban  dari  UPT Puskeswan wilayah II Jonggol sendiri merupakan para dokter hewan dan mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB.

** Nay / Ramses