31.9 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 890

BLT-DD Desa Leuwiliang Diberikan ke Penyandang Disabilitas dan Jompo

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Duit Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) tahap dua di Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor, disalurkan terhadap keluarga penerima manfaat (KPM) penyandang disabilitas dan jompo, Rabu (08/06/2022).

Kali ini sebanyak 142 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) cair 3 bulan sekaligus. Per KPM mendapatkan sebesar Rp900.000.

“Untuk warga disabilitas, jompo menjadi prioritas dan kita antar jemput dari rumahnya untuk menerima bantuan ini,” ujar Kepala Desa Leuwiliang H. Iman Nurhaiman.

Agar tertib dalam penyaluran, dengan menggunakan sistem zonasi antar Rukun Warga (RW). Kata Iman, meski ada pengurangan jumlah KPM akan tetapi sesuai rujukan peraturan dari 40 persen dana desa. 

“Jumlah KPM tahun 2022 saat ini ada pengurangan jumlah KPM, yang mana sebelumnya sebanyak 180 KPM, sebab peraturan presentasi 40 persen untuk BLT DD dari jumlah penerimaan dana desa yang diterima Desa Leuwiliang,” ujarnya. 

Jadi kata dia, pihaknya saat ini sedang menunggu peraturan selanjutnya untuk menentukan skala prioritas penggunaan dana desa kedepan. 

“Mungkin BLT DD tahun sekarang terakhir, melihat dengan melandainya kasus Covid-19. Untuk tahun depan, kita menunggu peraturan penggunaan skala prioritas dana desa,” pungkasnya.

** Andres

Capres Harus NKRI Tulen

0


Bogor | Jurnal Bogor

Sejumlah mahasiswa dari Forum Mahasiswa Peduli Bangsa (FMPB) menggelar diskusi di Kedai Fatimah Bubulak, Kota Bogor, Selasa (7/6).

Diskusi digelar merespon munculnya perkumpulan yang menyebut pro khilafah mendukung salah satu calon presiden (capres). Koordinator acara, Ahmad Rohani mengatakan, diskusi ini diikuti mahasiswa dan masyarakat.

“Sebelumnya saya melihat ada pergerakan yang menggembar-gemborkan mau mendukung salah satu capres. Cuma mereka itu lebih kepada pro khilafah, sedangkan dari forum mahasiswa sendiri tidak setuju (dukungan dari pro khilafah). Karena negara kita itu negara Indonesia yang sudah jelas berasaskan Pancasila. Apalagi kalau sampai gerakan itu masif, terstruktur dan terencana bisa mengancam keutuhan NKRI,” ujarnya.

Menurutnya, awalnya ia tak melihat adanya oraganisasi pro khilafah. Namun saat deklarasi belum lama ini, mereka muncul dan mendeklarasikan diri mendukung salah satu tokoh agar maju di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

“Kita melihat kemarin itu ada nama yang dimunculkan, nah apakah nama itu memang terindikasi itu atau nggak? Kalau ada indikasi seperi itu jangan sampai lah. Maka kami dari Forum Mahasiswa Peduli Bangsa menolak hal tersebut,” ungkapnya.

Ahmad berharap, masyarakat tidak membiarkan gerakan-gerakan pro khilafah muncul ke permukaan. Ia pun meminta masyarakat, khususnya mahasiswa sebagau kaum intelektual, lebih kritis dalam melihat sesuatu.

“Untuk menghadang itu, kita diskusi. Bagaimana memberikan pembekalan, baik kepada teman-teman mahasisw atau masyarakat, jadi kita ngobrol lah kalau ada isu seperti itu, bagaimana pandangan mahasiswa, tukar pendapat. Ini ada dari Unida, Uika, ada juga dari Institut Kesatuan,” tandasnya.

** M.Yusuf

Kepala Toko Alfamart Dituduh Gelapkan Barang

0

Aneh, Awalnya Rp10 Juta Membengkak Jadi Rp42 Juta

Nanggung | Jurnal Bogor

Seorang kepala toko yang bekerja di PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk, Alfamart Cabang Cileungsi dituduh menggelapkan barang dagangan oleh koordinatornya berinisial D dan dipaksa menandatangani surat pernyataan. Karyawan tersebut bernama As (34), warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang sudah bekerja 7 tahun di Alfamart Cabang Cileungsi tersebut.

Dia menceritakan kronologi awalnya, bahwa pada Desember 2021 ada peralihan perusahaan untuk departemen SSP dari PT Sumber Alfaria Trijaya ke PT Sumber Trijaya Lestari, di masa transisi itu dilakukanlah So Grand oleh pihak IC (Inventory Control) dari PT SAT tersebut.

“Ada peralihan dari PT Sumber Alfaria Trijaya Cabang Cileungsi ke Sumber Trijaya Lestari. Otomatis sebelum peralihan itu melakukan So Grand di minggu kedua bulan November 2021, memang tidak semua cabang karena memang sifatnya bertahap, kebetulan di stockpoint dimana tempat saya bekerja tepatnya  di Cileungsi itu peralihannya di awal Desember 2021,” ungkap Ade di rumahnya, kemarin.

Pada saat itu kata dia, memang sudah ada selisih, adapun selisih seperti barang expired dan barang-barang yang dimakan tikus atau rusak itu langsung ditransaksi dan dibayar secara rupiah nominalnya.

“Di tanggal 11, Desember 2021 itu saya mengajukan cuti. Nah di hari itu juga siangnya saya dapat telepon dari koordinator saya menanyakan barang yang hilang nominalnya itu sebesar 10 juta,” ujarnya.

Sehingga dirinya, merasa kaget mendengar ungkapan si koordinatornya tersebut. Sebab dua hari setelah cuti dirinyanya  masuk kerja, nominal kerugian yang harus diganti oleh AS bertambah menjadi 42 juta. 

“Pas saya masuk pagi-pagi sudah disodorin oleh koordinator saya. Nominal rupiah besarnya 42 juta yang harus diganti, dari situ saya langsung tanya ini barangnya apa saja gitu, saya kan gak tau barangnya ini kemana,” jelasnya.

Dia yang bertanya waktu itu ingin mengecek ulang, tapi jawaban dari koordinatornya itu bersikukuh agar mengganti uang tersebut. “Lah ini udah jelas kok katanya. rupiahnya segini ilang, mau bukti apa lagi, pokoknya kamu saya kasih waktu 1×24 jam buat nyari uang buat ngeberesin ini semua gitu. Jadi disitu saya tetep saya gak mau, karena saya gak tau dan uangnya pun saya gak tau. Barangnya apa yang hilang apa saja, saya gak tau,” tuturnya.

Anehnya lagi kordinatornya tersebut malah menyarankan agar kendaraan pribadi milik AS untuk dijual, untuk menutupi dan membereskan masalahnya.

“Di hari itu juga anehnya dia nyaranin begini ke saya, de saya ada simpenan buat ngeberesin ini semua. Saya cuman mau bantu kamu aja, saya ada uang 30 juta gimana kalau itu mobil saya bayarin terus saya bilang pak 30 juta ini mobil buat nutupin ini aja gak cukup sisanya saya harus nyari kemana lagi. Udah tenang aja nanti sisanya saya limpahin ke anak-anak yang lain bahasanya seperti itu,” tuturnya.

Bahkan, kata dia ada unsur paksaan untuk membuat surat pernyataan dan pengancaman melaporkan ke pihak kepolisian. “Intinya dalam surat pernyataan itu saya dipaksa untuk mengaku mengambil barang dan dipaksa untuk tanda tangan surat pernyataan itu, tetapi saya tidak mau,” sebutnya.

As sebagai kepala toko memang bertanggung jawab di toko tersebut, segala macam kehilangan yang harus bertanggung jawab. “Saya bingung, kalaupun emang ada selisih dari tanggal satu sampai tanggal sebelas, itu nominal segitu itu barangnya seberapa banyak, buktinya pun gak ada. Kan orang saya standby di  toko,” tukasnya.

Sementara Koordinator Alfamart Cabang Cileungsi saat dikonfirmasi enggan memberikan keterangan dengan alasan dirinya sedang sibuk bekerja. “Gak bisa pak, mohon maaf kalo bisa chat aja saya lagi kerja. Maaf saya mau lanjut kerja, terimakasih,” kata dia, lalu memblokir wartawan Jurnal Bogor.

** Andres

Ubah Sistem Manajemen Ponpes

0

KH.Badru Tamam: Santri Juga Mampu Bersaing di Era Digital

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pondok pesantren (ponpes) yang dahulunya hanya diminati oleh segelintir orang yang hanya untuk mendalami pengetahuan agama, kini mulai menjadi primadona dan incaran para orang tua untuk mendidik anaknya. Pasalnya, kini pondok pesantren mampu bersaing dengan pendidikan formal pada umumnya.

KH. Badru Tamam

Seperti yang dibuat KH. Badru Tamam, pria jebolan Pondok Pesantren Gontor tersebut membuat terobosan baru agar ponpes yang sudah didirikan oleh almarhum orang tuanya bisa berkembang pesat dan mampu bersaing di era digital sekarang ini.

“Pesantren Darurahmah ini berdiri sejak tahun 1985 dimana jumlah siswanya mencapai 1000 lebih. Namun saat itu para “santri kalong” yang hanya belajar mengaji dan pulang ke rumah,” jelas KH.Badru Tamam kepada Jurnal Bogor di kediamannya, Senin (6/6).

Namun, kata dia, dengan bekal ilmu yang dibawanya dari hasil mondok di Ponpes Gontor membuat dirinya memberanikan diri untuk mengubah sistem dan manajemen yang ada di Ponpes Darurahmah atas seizin almarhum ayahnya yang merupakan pendiri pondok pesantren tersebut.

” Hingga akhirnya terjadilah perubahan tahun 2000 dimana Ponpes Darrurahmah ini menjadi Pondok Pesantren Terpadu YAPIDA Darrurahmah dengan membalut pendidikan formal dan keagamaan di dalamnya,” papar KH. Badru Tamam.

Lebih lanjut ia menjelaskan,  dampaknya dari perubahan sistem yang dibuat pada tahun 2000 tersebut membuat bubar jalan santri dan pengajar  sehingga dari awal jumlah santri yang mencapai lebih dari 1000 hanya menyisakan 100 orang saja. Namun atas dukungan dan keyakinan dia dan orang tuanya membuat optimis bahwa ponpes YAPIDA ini akan maju dan berkembang serta bisa menghasilkan santri yang mampu bersaing di era digital.

” Saya hanya ingin santri saya ini tidak hanya pandai mengaji, namun nantinya mampu menguasai keahlian lain dan mampu bersaing bersama dengan perkembangan zaman yang ada saat ini , yang pasti saya ingin para santriawan dan santriawati saya ini menjadi anak yang sholeh dan sholehan karena jika sudah sholeh dan sholehan semua sudah ada dalam genggamannya ” tuturnya.

Untuk itu, lanjutnya, dari hasil perjuangan dan doa orang tua kini YAPIDA memiliki jumlah siswa mencapai 800 anak dengan jenjang pendidikan SMP dan SMA yang berada di bawah naungan Dinas Pendidikan dan saat ini juga sedang membangun kembali 5 lantai untuk ruangan santri dan masjid khusus santri agar tetap dalam pengawasan ponpes.

“Untuk mendaftar di Ponpes Terpadu YAPIDA Darrurahmah sendiri di tahun ajaran 2021 cukup membayar uang pendaftaran sebesar Rp.10.000.000 itu sudah all in, seragam dan tempat tidur dan untuk biaya bulan santri sebesar Rp1.000.000 itu sudah listrik dan makan santri,” jelasnya.

Maka dari itu, kata dia , untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas santri pihaknya berencana akan membangun kolam renang , menyediakan biliar, pacuan kuda, memanah dan untuk menambah ekstrakurikuler santri dan pengembangan bakat. Semoga semuanya bisa terwujud dan santri nyaman untuk mengenyam pendidikan di Ponpes Terpadu YAPIDA Darrurahmah.

“Untuk metode pembelajaran sendiri, kami membuat 3 kurikulum pembelajaran yakni umum, salafi dan kurikulum Gontor yang saya adopsi saat saya mondok dan saya aplikasikan disini , dan nanti pun kami berencana akan memfasilitasi santri untuk bermain game. Namun hanya santri yang IPK-nya diatas 7 yang bisa menikmati fasilitas dan waktu main game tersebut. Jadi meraka akan terpacu nantinya untuk belajar lebih giat agar mencapai IPK rata – rata untuk menikmati fasilitas game yang kami sediakan. Harapan saya santri saya mampu bersaing dengan dunia di era digitalisasi ini tanpa menghilangkan norma- norma agama dan adab,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Harga Cabai ‘Rawit Setan’ Melejit

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Harga komoditas sayur dan bahan pangan lain di Pasar Griya Bukit Jaya Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri , Kabupaten Bogor mengalami kenaikan signifikan. Sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan paling mencolok adalah telur, dan cabai ‘rawit setan’.

Harga cabai ‘rawit setan’ dari harga semula Rp 60 ribu per kilogram, kini Rp 120 ribu per kilogram dan harag telur yang biasanya dijual dengan harga Rp 18 ribu per kilogram kini naik menjadi Rp 30 ribu per kilogram.

 “Harga telur naik karena pasokan telur di pasaran berkurang. Menurut para pemasok telur, kelangkaan telur terjadi karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan bantuan PKH. Kalau barang di pasaran sedikit dan permintaan banyak ya otomatis harganya naik,” ujar Munir, pedagang di Pasar GBJ  Desa Tlajung Udik, kemarin.

“Yang naik cukup tinggi itu cabai ‘rawit setan’. Sementara untuk jenis cabai lainnya juga mengalami kenaikan  harga cabai merah Rp 80 ribu per kilogram, cabai hijau Rp 80ribu, bawang merah yang biasa Rp 45 ribu per kilogram sedangkan bawang merah super Rp 60 ribu per kilogram

Sementara Ujang, pedagang Pasar GBJ mengakui kenaikan harga cabai ‘rawit setan’ mencapai Rp 120 ribu per kilogram.

“120 ribu per kilo, melambung tinggi lah pokoknya. Banyak pedagang makanan yang notabene mengandalkan sambel teriak dan harus putar otak agak pelanggannya tidak kabur,” jelasnya.

** Nay / Ramses 

Cileungsi Tumbangkan Jonggol 3-0

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Tim sepakbola Kecamatan Cileungsi menang telak 3-0 kontra Kecamatan Jonggol dalam Piala Bupati Bogor 2022 di lapangan Stadion Mini Limusnunggal Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (7/6). Sekretaris PSSI Askab Bogor Jeni Supriatna mengatakan, laga kedua tim menyita perhatian penonton.

“Cileungsi melawan Jonggol ini sangat meriah sekali, dan ini pertandingan bukan hanya di Cileungsi saja, di tempat yang lain pun sama, dan penonton pun sangat antusias,” ucapnya kepada Jurnal Bogor , Selasa (7/6).

Manajer Kecamatan Cileungsi, Asep Supini mengapresiasi keberhasilan skuadnya yang bermain bagus. Namun dia tetap mengingatkan agar jangan kendor dan harus terus latihan.

“Alhamdulillah hasil yang cukup bagus, 3-0 kita dapatkan. 3 point dan kita melangkahkan kaki sedikit maju, akan tetapi kita harus tetap rendah hati dan terus semangat agar bisa maju sampai ke partai puncak,” katanya setelah pertandingan.

Dia berharap, kemenangan ini bisa terus diraih dan semangat tim tetap kompak untuk belajar terus menerus.

“Saya berharap, dan tim juga akan terus maju sampai ke partai puncak, dan makanya kita harus berlatih berlatih dan berlatih,” ujar Supini.

Pelatih Kepala Cileungsi, Iskandar juga mengatakan hal yang sama.  Timnya berhasil menaklukkan Jonggol dengan skor yang cukup memuaskan, namun tak boleh terlena.

“Ya Alhamdulillah dengan hasil 3 poin kita maju ke babak selanjutnya, tetapi kita tidak boleh sombong, yang pasti kita akan terus berlatih,” ucapnya.

Menurutnya , untuk pertandingan selanjutnya sudah disiapkan bersama Coach Aliyudin untuk mengatur strategi permainannya. “Startegi untuk selanjutnya sudah kami siapkan, dan kemenangan ini adalah awal yang bagus untuk tim kita, tetap semangat,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu 

Kesal Ganti Rugi Hanya 500 Ribu

0

Warga Pasir Kalong Datangi Lokasi Proyek Pembangunan Bendungan


Megamendung | Jurnal Bogor
Warga Kampung Pasir Kalong, Desa Sukakarya, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, mendatangi lokasi proyek pembangunan Bendungan Sukamahi, Selasa (7/6). Kedatangan warga ke lokasi megaproyek itu, karena kesal terhadap pelaksana atau kontraktor pembangunan bendungan yang hanya membayar ganti rugi kerusakan rumah mereka sebesar Rp. 500 ribu.

Bunyamin (54), warga Kampung Pasir Kalong RT 03 RW 02, Desa Sukakarya mengatakan, kedatangannya bersama warga ke proyek Bendungan Sukamahi, untuk mempertanyakan ganti rugi  kerusakan rumah akibat getaran dari lokasi pembangunan.
“Sudah empat tahun rumah kami  retak-retak dampak dari pembangunan Bendungan. Dan kami baru menerima ganti rugi 500 ribu dari pelaksana,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, biaya perbaikan rumah yang kondisinya retak, tidak cukup dengan uang ganti rugi yang diberikan pihak pelaksana proyek. Sebab, untuk memperbaiki kondisi rumahnya, bisa menghabiskan anggaran sekitar 10 juta.

“Masa kami harus menanggung sendiri kekurangan biaya perbaikan rumah akibat proyek pembangunan,” kata Bunyamin.

Bunyamin menegaskan, pihaknya akan mengembalikan lagi uang ganti rugi yang diterimanya dari pengembang proyek, lantaran nilainya tidak mencukupi untuk memperbaiki kerusakan rumahnya.

“Kami juga akan melaporkan pengembang atau kontraktor proyek Bendungan Sukamahi ke Menteri Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta Menteri BUMN,” jelasnya.

Tokoh pemuda Kampung Pasir Kalong, Desa Sukakarya, Riben Bentian menjelaskan, warga yang rumahnya terkena dampak proyek strategis nasional digadang-gadang merupakan proyek unggulan Presiden Joko Widodo, hanya mendapat ganti rugi antara Rp 250 ribu-Rp 500 ribu. Sehingga, dengan nilai ganti rugi sebesar itu, menjadi kekecewaan dirinya dan warga.

“Ini proyek nasional untuk kepentingan masyarakat umum. Tapi jangan merugikan warga yang terdampak akibat pembangunan tersebut,” tegasnya.

Selain ganti rugi kerusakan rumah, lanjutnya, warga juga mempertanyakan pembangunan dua titik sumur bor yang dinilai akan menimbulkan dampak kekeringan terhadap keberadaan sumur warga.

“Dua sumur bor itu dibuat tanpa ada izin dari kami dan warga lainnya yang berdekatan dengan lokasi proyek. Jadi ada dua permasalahan yang kami sampaikan kepada pihak pemborong,” imbuhnya.

Sementara, HSE WIKA-BRP pada proyek Bendungan Sukamahi, Juni Purnomo menjelaskan, kaitan pembuatan sumur bor memang tidak meminta ijin lingkungan sebelumnya. Sebab pembuatan sumur bor sudah masuk dalam kajian analisis dampak lingkungan (Amdal).

Namun, sambung Juni, pihaknya akan segera mengambil tindakan agar keberatan warga mendapatkan solusinya. Nantinya, apabila debit air yang dihasilkan sesuai harapan akan difungsikan untuk kepentingan masyarakat, bila mana proyek ini selesai dikerjakan.
“Kalau debit air mencukupi, nantinya akan juga dialirkan ke masyarakat. Bila memang harus secara tertulis akan kami buatkan,” ucapnya.

Berkaitan adanya pengembalian uang ganti rugi dari salah seorang warga Pasir Kalong yang nilainya dianggap tidak mencukupi, Juni menyatakan akan segera dicarikan solusi agar tidak terjadi gesekan di lingkungan.

“Pak Bunyamin yang menolak biaya ganti rugi senilai Rp 500 ribu sudah sepakat perbaikan dilakukan secara mandiri. Dan kami pihak WIKA-BRP diminta untuk mengalokasikan biaya ganti rugi terhadap fasilitas umum,” tukasnya.

** Dede Suhendar 

Petik Satu Angka, Gunung Putri Imbang Lawan Klapanunggal

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Skuad tim Kecamatan Gunung Putri memetik satu angka usai bermain imbang 2-2 menghadapi Kecamatan Klapanunggal pada Piala Bupati Bogor 2022 di Stadion Mini, Desa Limusnunggal, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (7/6).

Pelatih Gunung Putri Agustinus mengakui timnya sudah bermain maksimal dan secara teknis anak-anak asuhnya sudah bagus.

“Anak-anak sudah maksimal dan skor 2-2 melawan Kecamatan Klapanunggal sudah bagus. Insya Allah kedepannya kita akan menghadapi Citeureup kita harus lebih baik lagi dan menang,” ucap Agustinus kepada Jurnal Bogor.

Lebih lanjut Ia mengatakan, performa tim yang dilatihnya harus ditingkatkan lagi dan mempersiapkan strategi menghadapi pertandingan selanjutnya. 

“Latihan serta fisik harus ditingkatkan lagi, insya Allah nanti kita akan siapkan strategi lagi untuk menghadapi lawan kita dari Kecamatan Citeureup,” jelasnya.

Sementara Kepala Desa Ciangsana Udin Saputra, S.H mengatakan  pertandingan antara Kecamatan Gunung Putri versus Kecamatan Klapanunggal dengan hasil skor 2-2 menjadi modal awal. 

“Semangat untuk para pemain Kecamatan Gunung Putri, walaupun pertandingan  awal imbang melawan Kecamatan Klapanunggal, tetap semangat, dan terus berlatih, dan  masyarakat khususnya Gunung Putri tetap berikan dukungan bagi para pemain Kecamatan Gunung Putri kedepannya menjadi juara,” jelasnya.

Gunung Putri kata dia memiliki peluang memenangkan pertandingan meski laga awal harus berbagi angka satu poin. Ia berharap, pertandingan Bupati Cup 2022 bisa dimenangkan Kecamatan Gunung Putri dan menjadi juara.

“Saya sangat berharap dengan kompetisi yang diselenggarakan oleh Kabupaten Bogor ini, Kecamatan Gunung Putri menang dan menjadi juara satu,” pungkasnya 

Hadir dalam laga tersebut, Sekcam Kecamatan Gunung Putri, Kepala Desa Bojong Nangka, Kepala Desa Ciangsana, Kepala Desa Wanaherang, Kepala Desa Cikeas Udik, Kepala Desa Bojongkulur, Kepala Desa Cicadas, dan Bhabinkamtibmas Cicadas.

** Nay Nur’ain

Camat Puas, Nanggung Imbangi Gunung Sindur

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Tim kesebelasan Kecamatan Nanggung memetik satu angka saat bermain imbang 1-1 kontra Kecamatan Gunung Sindur pada laga Piala Bupati Bogor 2022 di Lapangan Sepak Bola Garem, Desa Cibinong, Kecamatan Gunungsindur, Kabupaten Bogor, Senin (6/6).

Meskipun hasil imbang, Camat Nanggung, Ae Saefullah tetap mengapresiasi pertandingan pertama di Grup I yang tak mudah karena bermain dibawah guyuran hujan. “Saya sangat bangga dengan permainan tim dari Kecamatan Nanggung ini,” ujar Camat yang turun langsung menyaksikan.

Menurut dia, meski hasil skor 1-1 Kecamatan Nanggung dan Kecamatan Gunungsindur sangat memuaskan. Sebab, tim dari Kecamatan Nanggung bermain maksimal, meski dalam guyuran hujan.

“Meski hujan, semangat pemain dari tim Kecamatan Nanggung membanggakan. Insya Allah, Nanggung Manggung dan Juara,” kata dia.

Sementara itu, Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung Jani Nurzaman mengatakan, tidak mudah mengalahkan Tim Sepak Bola U-19 Gunung Sindur, apalagi bermain di kandang mereka sendiri.

“Alhamdulillah, pertandingan turnamen sepak bola Piala Bupati Bogor berjalan dengan lancar dan baik. Sebagai tim tamu, kami bersyukur bisa menahan imbang tim tuan rumah dan membawa pulang 1 poin pada pertandingan hari ini,” sebutnya.

Jani berharap di pertandingan selanjutnya Kecamatan Nanggung bisa meraih angka penuh saat bertemu Kecamatan Tenjo, Kamis mendatang.

“Semoga di Hari Jadi Bogor ke- 540 ini, bisa membawa keberuntungan untuk tim Nanggung dan bisa mendulang poin penuh saat nanti bertanding melawan Tenjo,” pungkasnya.

** Andres

Selamatkan Lingkungan Hidup, Institut Tazkia Ajak Hasilkan Cuan dari Daur Ulang Sampah

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Problem lingkungan merupakan salah satu masalah yang tidak ada habis-habisnya. Perubahan iklim karena pemanasan global, bencana alam yang disebabkan karena ulah tangan manusia seperti banjir, kebakaran hutan, hingga sumber air yang tercemari sampah dan limbah terjadi dimana-mana. 

Namun berbagai macam cara untuk mengurangi penyebab dan dampak kerusakan lingkungan telah banyak dilakukan, mulai dari pelarangan kantong plastik di area perbelanjaan, tidak disediakannya sedotan di area food court, kertas – kertas iklan di car free day, bank sampah hingga diadakannya konferensi lingkungan dunia yang membahas problem yang sama masih terbilang kurang teratasi.

Rektor Institut Tazkia Murniati Mukhilisin mengatakan, persoalan utamanya tentu bukan hanya dari bertambahnya limbah sampah yang menjadi penyebab semua kerusakan alam, tapi tentunya dari manusialah yang banyak menyepelekan hal-hal kecil seperti buang sampah sembarangan, boros, dan tidak peduli dengan lingkungan yang memperburuk keadaan. Hal ini sudah diperingatkan oleh Allah SWT di dalam (QS. Al-A’raf (7): 56):,

“Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan,” ucap Murniati kepada Jurnal Bogor, Selasa (7/6).

Dalam konteks Islam, kata dia,  manusia diciptakan sebagai khalifah atau penjaga bumi, sehingga jelas tujuannya bukan hanya untuk menikmati semua hasil bumi, tapi juga menjaga dan melestarikannya. Sehingga para intelektual muslim merumuskan konsep baru dan memasukkannya sebagai bagian dari konsep maqashid as-asyari’ah, yaitu hifdzul-bi’ah (menjaga lingkungan).

“Dari sini jelas bahwa kita sebagai seorang muslim memiliki kewajiban individu untuk menjaga dan melestarikan lingkungan yang Allah SWT titipkan sebagai bagian dari tugas khalifatul ‘ardh. Yang menarik adalah pengelolaan lingkungan tidak hanya bisa menjadi kegiatan sosial yang tidak menghasilkan profit atau keuntungan komersil. Justru jika kita mau untuk menjadi lebih kreatif dan produktif kita dapat memanfaatkan dan mencari pasar yang tepat kita dapat mencoba mengelola bisnis berbasis lingkungan dan sampah,” jelas Rektor Institut Tazkia tersebut.

Menurutnya, terdapat beberapa ide dalam mengembangkan bisnis ini, diantaranya adalah bisnis produk daur ulang. Upaya mendaur ulang sampah ini menjadi barang-barang bermanfaat tidak pernah surut peminat karena dinilai unik dan peduli lingkungan.

“Terlihat dengan semakin banyaknya peminat barang daur ulang ditambah dengan menjamurnya video-video tutorial life hack. Membuat produk daur ulang dan menjualnya bisa menjadi salah-satu sumber pendapatan yang cukup menguntungkan. Bisnis menjual kebun mini, kegiatan berkebun merupakan kegiatan menyenangkan terutama saat tanaman yang ditanam berbuah,” paparnya.

Dengan adanya hal ini , lanjutnya, dapat menjadi peluang untuk berbisnis kebun mini dalam pot-pot kecil yang dapat ditanam dimana saja, selain itu dapat juga membuka jasa bagaimana menyusun dan menatanya meskipun dalam lahan yang sempit.

“Kami membuka bengkel kendaraan atau reparasi barang elektronik dengan banyaknya penggunaan kendaraan maupun barang elektronik tentunya membuka kemungkinan akan rusaknya barang-barang tersebut, sehingga dengan membuka bengkel reparasi tidak hanya mendatangkan cuan tapi juga membantu meminimalisir pembelian kendaraan atau barang elektronik baru sekaligus pembuangan yang tidak perlu,” tuturnya.

lalu, kata dia,  dari pengepul barang bekas (Trash Collection), mengumpulkan barang bekas sepertinya merupakan usaha termudah untuk mengumpulkan sedikit demi sedikit tambahan pemasukan sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan. Dengan menjadi pengepul barang bekas dapat dimulai dengan mengumpulkan barang bekas di lingkungan sekitar hingga terkumpul pada besaran tertentu untuk dapat ditukar atau dijual.

“Nah, sudah terbayang kan cuan yang bisa didapat dari pengelolaan lingkungan? Tentu saja perlu menajamkan ide – ide di atas melalui diskusi lebih lanjut dengan para komunitas peduli lingkungan, ujarnya.

Misalnya, lanjut dia, Bumi Insipirasi Learning Center dengan motonya: Cerdas Finansial – Ramah Lingkungan – Akhlak Islami; ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia); Zero Waste Indonesia; Diet Kantong Plastik Indonesia; YFCC Indonesia (Youth for Climate Change Indonesia); Greenation Masuk RT; e -Waste RJ; Kemangteer; Kampung Dongeng Indonesia; Greenna; Navakara; Jakarta Osoji Club; Youth Corps Indonesia; dan Green Product Council Indonesia. 

“Selain itu, komunitas internasional seperti World Wildlife Fund (WWF) Indonesia yang mempromosikan perlindungan laut dan antisipasi perubahan iklim melalui Marrine Buddies dan Earth Hour. Adapun Greenpeace Indonesia adalah organisasi yang peduli dengan isu lingkungan, seperti pembakaran hutan, polusi udara, sampah plastik, lautan, perubahan iklim,” pungkasnya.

** Nay / Wisnu