26.7 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 867

Sering Banjir, Kades “Ngamuk” UPT DPUPR Provinsi Langsung Turunkan Personil

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri “ngamuk” hingga turunkan personil untuk merapikan selokan atau drainase yang sudah tidak kelihatan bentuknya yang mengakibatkan banjir langganan, khususnya di GG.Pedati Desa Gunung Putri Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (29/08/22).

“Kondisi drainase seperti ini sudah puluhan tahun, dan pengaduan kepada Provinsi Jawa Barat yang punya kewajiban untuk memelihara drainase ini pun sudah puluhan kali, namun baru kali ini ditanggapi,” papar Daman Huri.

Dia meminta kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk memerintahkan DPUPR Provinsi Jabar mengingat kondisi drainase yang ada di Kabupaten Bogor khususnya Desa Gunung Putri sudah sangat buruk dan memprihatinkan.

“Pemerintah jangan diam. Kami Pemdes pun ikut bergerak dengan menegur perusahaan-perusaaan yang menggunakan drainase ini menjadi jalan pintu masuk menuju perusahaanya agar digantikan salurannya, karena yang merasakan banjir bukan Pemprov tapi warga kami yang pasti akan mengeluhkannya kepada kepala desa ” papar A Heri biasa disapa.

Dia melihat pemeliharaan hanya dilakukan pencabutan rumput saja sepanjang jalan, itupun rumputnya tidak dirapikan atau diangkut hanya ditinggalkan di lokasi yang mereka membersihkan. “Apa memang seperti itu cara kerjanya. Pemdes siap turun jika memang diperlukan armada untuk mengangkut, tapi jangan dibiarkan begini, tumpukan rumput dan sampah sehingga mengakibatkan saluran air tersendat dan berbalik, parahnya drainase sudah tertutup tanah tidak berbentuk karena luput dari pemeliharaan ” ujar A Heri geram.

Ditempat yang sama disampaikan UPT Pemeliharaan Jalan DPUPR Provinsi Jabar Asep Gumilang mengatakan, pemeliharaan dilakukan setiap hari oleh mandor-mandor di titik lokasi yang di tentukan. “Setiap hari ada kegiatan pemeliharaan, dan setiap mandor itu punya kewajiban 10 KM untuk melakukan pemeliharaan jalan dan drainase atau saluran,” ujar Asep.

Menurutnya, memang ada kendala di armada hingga mengakibatkan pemeliharaan drainse tidak optimal. “Kami kendala di armada yang terbatas, makanya tidak bisa kerja buru-buru,” ujarnya.

Apalagi, kata dia, saat ini pihaknya sedang fokus kepada pemeliharaan jalan. “Insya Allah kami minta waktu 2 Minggu untuk merapikan total saluran sehingga tidak terjadi lagi banjir di lingkungan karena ini memang kewajiban dan kewenangan kami Pemprov Jabar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tembok Jebol, Warga GBJ 2 Minta Andalusia Tanggungjawab

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Warga Perumahan Griya Bukit Jaya 2 Desa Bojong Nangka Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor lakukan protes atas jebolnya pagar pembatas antara GBJ 2 dengan perumahan Andalusia yang berada di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri,  Senin (29/08/22).

Ketua RW 32 Perumahan Griya Bukit Jaya 2 Wahid Maskur mengatakan, jebolnya dinding pembatas yang ada di Blok C3 ini diakibatkan oleh ambruknya TPT milik Perumahan Andalusia yang berbatasan dengan GBJ 2.

“Kejadian jebolnya dinding pembatas ini kemarin sore sekitar pukul 17.00WIB, Dimana saat itu hujan deras dan kencangnya debit air sehingga TPT milik Perumahan Andalus ambruk dan mengenai tembok pembatas Perumahan GBJ 2,  akibatnya rumah warga kebanjiran hingga kearea dalam rumah,” papar Wahid kepada Jurnal Bogor, Senin (29/08/22).

Menurutnya, kejadian ini bukan baru pertama kali, sebelumnya terjadi di Blok A dimana tembok disana yang lebih dari 1 meter mengenai salah satu rumah warga dan 1 unit mobilnya. “Kami sudah laporkan ini kepada pihak developer dan memang ada pergantian saat pagar pembatas ini jebol, tapi kami mengharapkan ada upaya perbaikan pada saluran air agar hal serupa tidak terjadi lagi,” papar Wahid.

Dia berharap pihak Developer Perumahan Andalusia untuk memperlebar saluran ini, sehingga tidak terjadi hal serupa apalagi ini musim penghujan. “Kami was-was jika hujan turun, seperti ada air bah, harusnya jika ini saluran dilebarkan atau dibuat u-dict agar lebih safety, dan untuk TPT Perumahan Andalusia agar dipikirkan safety juga mengingat Perumahan GBJ lebih rendah dari Perumahan Andalusia,” ujarnya.

Menurutnya, warga melalui pihak Developer Perumahan GBJ sudah melayangkan surat kepada Perumahan Andalusia. “Jika tidak direspons untuk dicarikan solusi kami akan buat aksi yang lebih dari ini, karena dampak dari jebolnya dinding pembatas ini sangat merugikan kami,” ancamnya.

Ditempat yang sama disampaikan Muji, warga GBJ yang terkena dampak langsung dari robohnya dinding pembatas. ” Jam 5 sore itu saya kaget karena ada suara gemuruh gak taunya dinding jebol dan gak lama kemudian air masuk sampai kedalam rumah saya dan rumah sebelah,” ungkapnya.

Selain itu, akibat dari jebolnya tembok pembatas yang berada persis di depan rumahnya mengakibatkan kendaraan roda 4 tertimpa arkon sehingga lecet pada bagian belakang mobil. “Sejauh ini belum ada pergantian dari pihak Perumahan Andalusia, tapi yang saya inginkan ada upaya atau solusi supaya hal serupa tidak terjadi lagi, secara tekhnis bangunan ini sudah tidak tepat,” cetusnya.

Dia bersama warga lain berharap ada upaya permanen yang dilakukan oleh pihak Perumahan Andalusi bukan hanya pergantian ketika musibah terjadi, ” jika memang ini untuk saluran tolong dibuat u-dict dan diperdalam agar air tidak tumpah ke perumahan kami, mengingat kondisi perumahan GBJ lebih rendah dari Perumahan Andalusia,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Belum Setahun, Jalan Beton Depan Kantor Desa Sukaraksa Retak

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Jalan Beton yang berada tepat di depan Kantor Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor mengalami kerusakan. Padahal, jalan tersebut belum genap setahun rampung dibangun dan digunakan oleh masyarakat. Beton jalan tersebut mengalami ambles dan terdapat patahan-patahan di beberapa bagian.

“Ngeri (takut) kejeblos, ini belum lama tapi selalu ada perubahan mulai dari awalnya retak-retak biasa, sampai sekarang jalan nya sudah melengkung,” ujar warga sekitar, Jennal Abidin (30), Minggu (28/8).

Dari penuturan Jennal, jalan penghubung antar Desa Cigudeg dan Desa Sukajaya kerap dilewati oleh kendaraan dengan beban yang berat.

“Soalnya ini kan baru nih di benerin, tapi sekarang kondisi jalan nya sekarang sudah melengkung karena bawah nya sudah amblas seharusnya di pinggirnya ini di kasih TPT soalnya takut ambrol juga sih ini jalannya,” katanya.

Dengan begitu, dirinya berharap segera ada tindakan untuk memperbaiki jalan tersebut sebelum memakan korban. “Saya sih berharap jalan ini segera di perbaiki soalnya takut sewaktu-waktu ambrol karena tidak adanya TPT,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua BPD Sukaraksa, Juweni menyebut bahwa setiap kali turun hujan keretakan di jalan tersebut semakin hari semakin membesar.

“Itu sudah ada lima retakan, di atas di bawah dan di tengah-tengah, khawatir kalau ada mobil dengan beban berat itu akan amblas sebab tanah di bibir jalan tersebut sudah ambles jadi khawatir patah dan jalan akses menuju Sukajaya akan terputus,” tukasnya.

** Andres

Pembangunan Drainase di Pasar Cigombong Dikeluhkan Warga

0

Cigombong|Jurnal Bogor

Proyek pembangunan drainase jalan lingkungan di Desa Cigombong, Kecamatan Cigombong yang dilaksanakan CV Rizky Alief Putra, dikeluhkan pengguna jalan. Sebab, bahan material proyek yang bersumber dana dari APBD Kabupaten Bogor sebesar 900 juta tersebut, menghalangi jalan warga yang akan menuju Desa Tugu Jaya Kecamatan Cigombong.

Erna, warga Desa Tugu Jaya mengatakan, saat adanya proyek pembangunan drainase, biaya ongkos saat belanja ke Pasar Cigombong menjadi bertambah. Hal itu terjadi, karena akses dari rumah menuju pasar yang biasanya tidak harus melintasi Jalan Raya Sukabumi-Bogor, saat ini terpaksa harus melintas. 

 “Jalan yang biasa saya lewati, banyak bahan material proyek. Jadi tidak bisa dilewati kendaraan,” ungkapnya kepada wartawan usai belanja di Pasar Cigombong, Senin (29/8).

Padahal, lanjutnya, jalan yang sekarang drainase nya sedang diperbaiki oleh pihak ketiga, tidak harus dilakukan penutupan. Sehingga warga masih bisa menggunakan jalan tersebut untuk beraktivitas. 

 “Tinggal bahan material proyek nya digeser saja. Jangan disimpan ditengah-tengah jalan,” ujar Erna.

Ibu dua anak yang membuka usaha kelontongan di Kampung Citugu itu mengungkapkan, hampir semua warga Desa Tugu Jaya menggunakan jalan lingkar ini saat berbelanja ke Pasar Cigombong, baik untuk berjualan lagi maupun kebutuhan rumah tangga.

“Makanya warga lebih memilih menggunakan jalan tembus ini saat ke Pasar Cigombong, karena jaraknya lebih dekat dan menghemat ongkos,” ujar Erna.

Erna berharap, pelaksana proyek dibawah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Bogor itu, tidak harus melakukan penutupan akses jalan lingkar dari Pasar Cigombong ke Desa Tugu Jaya, dengan membiarkan bahana material ditengah jalan. 

 “Biar kami dan warga lainnya tetap bisa lewat tanpa harus memutar Jalan Raya Sukabumi-Bogor,” imbuhnya.

Sementara, pihak pelaksana proyek pembangunan drainase CV Rizky Alief Putra saat akan dikonfirmasi, sedang tidak ada di tempat. Bahkan, di lokasi proyek pun sama sekali tidak ada para pekerja melakukan aktivitas kegiatan pembangunan. 

** Deny

Pelayanan di Pustu Wangunjaya Jadi 3 Hari

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Tak menunggu waktu lama, keinginan warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor   meminta adanya  penambahan jadwal hari di pelayanan kesehatan di Puskesmas pembantu (Pustu) langsung  direspons kepala Puskesmas Sadengpasar Drg Febri. Dipastikan pelayanan kesehatan di Pustu Wangunjaya segera adanya penambahan jadwal operasional.

“Yang tadinya  di Pustu Wangunjaya pelayanannya cuman satu hari kini akan ditambah menjadi tiga hari,” kata Drg Febri saat dihubungi Jurnal Bogor, Selasa (29/8).

Dia menjelaskan, penambahan menjadi tiga hari itu yakni Selasa, Rabu dan Sabtu. “Dipastikan, Selasa (30/8) besok di Pustu Wangunjaya itu sudah mulai melayani,” jelasnya.

Menurut dia pihaknya selalu berusaha  memberikan yang terbaik, berikut pelayanan suntik Kelurga Berencana (KB) yang diusulkan masyarakat sebelumnya nanti kami sediakan juga. “Berikut untuk suntik KB-nya nanti kami sediakan,” ucap Dr Febri.

Dengan begitu, tambah Drg Febri hal ini perlunya  dukungan semua pihak agar penambahan jadwal operasional di Pustu Wangunjaya itu bisa berjalan lancar.

Sementara Kepala Desa Wangunjaya M Hanapi langsung mensosialisasikan agar diketahui warga  bahwa pelayanan kesehatan di pustu kini ada penambahan jadwal operasionalnya

“Agar diketahui luas adanya penambahan jadwal hari di pustu itu,  kami langsung informasikan melalui WhatsApp grup,” tukasnya.

** Arip Ekon

Soal Retribusi, Irvan Sebut ada PAD yang Hilang 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Menanggapi perihal adanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang hilang, mulai dari pengelolaan lahan parkir di Pasar Wanaherang dan ruko-ruko yang ada di Pasar Citeureup yang notabene tidak masuk kedalam PAD Kabupaten Bogor membuat Anggota Komisi 2 DPRD Kabupaten Bogor tersebut prihatin.

Menurut H.Irvan Baihaqi dirinya sudah angkat bicara selepas Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pendapatan yang berlangsung 23-26 Agustus selasa hingga Jumat lalu, dan tahun ini ada potensi PAD yang hilang dan belum maksimal tergarap  oleh OPD terkait, sehingga mempengaruhi pendapatan Kabupaten bogor. 

“Potensi pendapatan yang hilang ada di beberapa dinas seperti Dinas Tenaga Kerja, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Komunikasi dan Informasi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perhubungan(Dishub), Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin), Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (DPKPP) dan adanya pemindahan pajak kendaraan di dua kecamatan ke Kota Depok” papar Irvan biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Senin (29/08/22)

Menurutnya, Dinas Tenaga Kerja akan kehilangan pendapatan sebesar 6,7 mMiliar dari pajak Tenaga Kerja Asing (TKA) yang mulai tahun ini harus disetor ke pusat. Sedangkan di Bapenda belum tergarapnya secara baik dan adil seperti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) serta retribusi di beberapa dinas terkait, untuk itu Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) selaku OPD teknis harus lebih gencar lagi melakukan pendataan setiap bidang tanah di Kabupaten bogor. 

“Karena PBB ini belum terdata secara baik, masih banyak lahan yang sudah berubah RT/RW-nya tapi masih menggunakan data lama, ini jadi kerugian bagi daerah” ujarnya politisi PKS tersebut.

Selain PBB, lanjutnya, retribusi persampahan dan parkir yang memiliki potensi besar untuk membantu meningkatkan pendapatan daerah juga belum terkelola secara baik oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Perhubungan. 

“Retribusi persampahan ini yang paling lost (hilang), dari hasil LHP sudah terlihat berapa yang hilang tahun kemarin, ini harus segera diperbaiki di 2022 sehingga bisa berkontribusi terhadap pendapatan,” papar Irvan sapaan akrabnya.

Ia menejelaskan, terkait dengan retribusi parkir, Kabupaten Bogor masih tertinggal dengan daerah lain yang sudah menggunakan sistem online dalam retribusi parkir dan perpanjangan pajak kendaraan bermotor. 

“Bocornya pendapatan parkir karena kita masih banyak pake manual, sementara di daerah lain sudah online bank to bank,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

GOM Cigudeg Minta Segera Dibangun

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor  Nurodin meminta Pemkab Bogor untuk mempercepat proses rencana pembangunan Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) di Kecamatan Cigudeg itu bisa dibangun tahun 2023,

Pasalnya, keberadaan GOM di wilayah Bogor barat sangat langka, dengan begitu Nurodin yang biasa disapa Jaro Peloy itu menyatakan,  kini masyarakat di wilayah Bogor barat masih memanfaatkan lapangan-lapangan  tradisional seadanya.

“Maka, rencana dibangunnya GOM di Cigudeg pada  2023 mendatang,  ini harus menjadi perhatian serius pemerintah,” kata Peloy kepada Jurnal Bogor, Senin (29/8).

Menurut Peloy dibangunnya  GOM atau stadion mini kedepan ini bisa muncul bakat-bakat terpendam yang kemudian bisa menjadi andalan atlet muda Kabupaten Bogor 

Salah satu agenda yang sudah masuk dalam rencana pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas pemuda dan olahraga (Dispora) dengan dibangunnya fasilitas olahraga di kawasan Kecamatan Cigudeg.

Bahkan rencana itu telah dikukuhkan Detail Engineering Design (DED) oleh pihak Dispora.

Karena penyusunan DED-nya sudah dibiayai, sehingga pada pelaksanaan pembangunan GOM itu  bisa percepat.” papar Peloy 

Kalau  terlalu lama khawatir realisasi pembangunannya, ini malah tidak efektif juga bisa terjadi banyak perubahan di lapangan, “Mungkin saja, baik segi situasi persoalan harga yang kemudian bisa berubah,” katanya.

Dia menjelaskan, bahwa GOM di Cigudeg sesuatu yang sangat strategis,  Karena nanti yang menggunakan GOM tersebut kepentingan nya tidak hanya orang Cigudeg itu sendiri.

“Jadi bisa dimanfaatkan juga untuk masyarakat di sekitar Bogor barat. Baik Sukajaya maupun Leuwisadeng dan Jasinga jadi masyarakat ini  juga bisa memanfaatkan GOM itu,” paparnya.

Jadi kata dia, walaupun di tahun 2023 anggaran yang terjadi defisit dan banyak juga yang kemudian di kurangi. dia menginginkan pembangunan GOM di Cigudeg dipercepat.

“Tetapi berbicara gom ini memang sesuatu di Bogor barat ini masih langka. Mudahan mudahan bisa ada terobosan pembangunan di percepat di 2023 meski kondisi di 2023 itu dalam kondisi defisit. Jadi kemarin pun memang banyak di drop anggaran-anggaran nya,” tegasnya.

Nurodin berharap progres yang sudah ke tahap penyusunan DED karena itu kebutuhan juga, untuk konsisten perencanaan dan tidak berubah-rubah.

“Kita lihat memang beberapa poin penting di Bogor Barat ini salah satunya adalah GOM. Kita juga berterima kasih kepada pemerintah desa yang sudah mempersiapkan lahan untuk GOM ini. Jadi apresiasi ini yang harus. Karena kebutuhan ya harus diimbangi dengan keseriusan dari pemerintah daerah,” jelasnya.

Sementara sebelum nya di beritakan, Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk membangun Gedung Olahraga Masyarakat (GOM) yang representatif mulai diwujudkan tahun depan.

Sekretaris Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cigudeg Andi Supriyadi mengatakan, GOM yang akan dibangun seperti fasilitas olahraga futsal, tenis meja, badminton dan basket yang akan dipusatkan lokasi pembangunan yang jaraknya tidak jauh dengan gedung pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cigudeg.

Pada pekan kemarin pihak Dispora telah melakukan Detailed Engineering Design (DED) dan survei berikut mapping lokasi  untuk pembangunan GOM tersebut yang berlokasi di kampung Cicopong.

“Dari 2,1 hektar lahan, akan tetapi lahan yang akan digunakan guna pembangunan GOM berikut fasilitas  pendukung lainnya itu seluas 1,2 hektare. Namun untuk di stadion mininya akan dibangun secara terpisah kendati masih di wilayah Desa Cigudeg mengingat lahannya tidak mencukupi, maka untuk bangunan stadion mininya, itu akan dibangun di Kampung Pasir Awi,” kata Andi Supriyadi melalui selulernya kepada wartawan, Rabu (13/7).

Andi Supriyadi yang merupakan Kepala Desa Cigudeg yang akrab disapa Bram itu menerangkan hasil ekspos yang disampaikan melalui Dispora, bahwa rencana pembangunan GOM ditargetkan 2023 mendatang. Keberadaan GOM salah satu aspirasi masyarakat yang sudah tercetus beberapa tahun lalu, jadi kata dia dibangunnya GOM bisa seragam potensi olahraga di wilayah.

** Andres | Arif Ekon

Ribuan Peserta Ramaikan Jonggol Adventure

0


Jonggol | Jurnal Bogor 

Kegiatan Jonggol Adventure yang dilaksanakan Desa Sukanegara  Kecamatan Jonggol dalam rangka rangkaian Peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-77 tingkat Kabupaten Bogor diramaikan ribuan peserta, Minggu (28/08/22). Kegiatan ini sekaligus mendukung tagline Kabupaten Bogor Sport And Tourismkemarin.

Kegiatan diselenggarakan Koperasi Abdi Negara bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, Perhutani, unsur TNI dan Polri dan komunitas motor.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan, perwakilan DPRD Kabupaten Bogor, komunitas otomotif, aparatur di tingkat desa dan kecamatan turut hadir dan mengikuti kegiatan Jonggol Adventure tersebut.

Plt. Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengatakan, dia melihat antusias para pecinta adventure yang ada di Kabupaten Bogor dan sekitarnya sangat luar biasa, mungkin karena kerinduan mereka untuk melaksanakan kegiatan sejenis ini.

“Jonggol adalah salah satu destinasi wisata, yakni wisata adventure. Mudah-mudahan ini bisa menjadi daya ungkit perekonomian khususnya di wilayah Jonggol dan sekitarnya,” kata Iwan.

Iwan menerangkan, ada 1.000 lebih peserta yang mengikuti kegiatan ini. Peserta yang hadir dari luar kota pasti menginap dan makan di wilayah Jonggol dan sekitarnya, tentunya hal ini bisa mendongkrak ekonomi masyarakat Jonggol dan sekitarnya. Jadi kalau di Jonggol itu wisata adventurenya, di sebelahnya yakni di Sukamakmur ada wisata alamnya.

“Pada intinya, meski Jonggol Adventure ini dilakukan di alam yang dikelola oleh Perhutani, kita tetap menjaga dan memelihara konservasi alam dengan baik, dengan tidak merusaknya sedikitpun,” terang Iwan.

Selanjutnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin mengungkapkan, atas nama Pemkab Bogor mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Koperasi Abdi Negara atau Jonggol Adventure Community. Ini adalah event yang dikaitkan dengan Peringatan Hari Kemerdekaan yang ke -77 tingkat Kabupaten Bogor.

“Kegiatan ini sudah masuk kalender event Kabupaten Bogor, Insyaallah akan terus berlanjut dan menjadi ikon kegiatan olahraga dan pariwisata. Sesuai jargon, Kabupaten Bogor Sport And Tourism,” ungkap Burhanudin. 

Burhanudin menjelaskan, kegiatan Jonggol Adventure ini adalah salah satu olahraga yang digemari masyarakat khususnya kawula muda. Daripada anak-anak muda kita kebut-kebutan di jalan raya, mengganggu ketertiban, kita beri wadah bagi mereka untuk menyalurkan hobi dan bakat.

“Pada dasarnya tugas pemerintah itu melayani masyarakat. Ketika masyarakat itu punya hobi, pemerintah harus mewadahi, sehingga ada ruang bagi mereka untuk berkarya berpartisipasi dalam pembangunan melalui prestasinya masing-masing,” jelas Burhanudin. 

Senada disampaikan Camat Jonggol Andri Rahman yang turut hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan selalu mendukung Jargon Kabuapaten Bogor, dengan adanya kegiatan rutinitas Jonggol Adventure besar kemungkinan bisa memulihkan ekonomi masyarakat sekitar juga.

” Kita tau hobi adventure itu hobi menengah keatas jika itu dihidupkan di Jonggol pasti ekonomi warga pun akan pulih, Namun baik pengelola maupun peserta Adventure untuk menjaga kelestarian alam sekitar, jaangan sampai dirusak oleh hobi,” pungkas Andri.

** Nay Nur’ain

Ketua MPC PP Kabupaten Bogor Lantik Pengurus PAC PP Gunung Putri

0


Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pelantikan Ketua dan pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Gunung Putri periode 2021-2024, oleh Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Kabupaten Bogor, di kediaman Ketua PAC di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri Kabupaten Bogor berlangsung meriah, Minggu (28/8).

Pemberian bendera pataka oleh Ketua MPC Kabupaten Bogor, M. Yunus. PBA kepada Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Gunung Putri dibawah kepemimpinan M. Semmil.

Ketua MPC Kabupaten Bogor M. Yunus mengatakan, pelantikan PAC Kecamatan Gunung Putri ini yang ke 5 kalinya di Kabupaten Bogor.

“Pelantikan ini sangat lah luar biasa, saya mengucapkan terimakasih kepada M.Semmil Ketua PAC yang baru saja dilantik, sudah memberikan fasilitas yang baik dalam acara pelantikan ini,” ucap M. Yunus kepada Jurnal Bogor, Senin (29/8).

Ia berpesan kepada seluruh anggota Pemuda Pancasila di Kecamatan Gunung Putri agar bisa menjaga marwah organisasi.

“Saya berharap kepada Pemuda Pancasila di Gunung Putri agar bisa bersinergi dengan muspika, dan Pemerintahan lainnya di Gunung Putri, dan saya berharap jaga marwah organisasi Pemuda Pancasila dan utamakan kepentingan masyarakat,” harapnya.

Sementara M. Semmil Ketua PAC Pemuda Pancasila meminta kepada seluruh jajaran Pemuda Pancasila yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar bisa saling menjaga nama organisasi, dan bisa saling bersinergi dengan anggota ormas lain yang ada di Kecamatan Gunung Putri.

“Saya sebagai Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Gunung Putri meminta kepada seluruh anggota dan ranting yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar selalu mengikuti aturan-aturan organisasi yang sudah ada, dan saya juga meminta semua jajaran agar bisa bersinergi dengan Muspika di Kecamatan Gunung Putri,” paparnya.

Terpisah disampaikan Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengucapkan selamat kepada Ketua PAC Pemuda Pancasila yang baru saja dilantik, semoga kedepannya bisa saling bersinergi dengan Pemerintahan dan pada ormas yang ada di Kecamatan Gunung Putri.

“Harapan saya ini jadi momentum untuk menyatukan seluruh Pemuda Pancasila yang ada di kecamatan Gunung Putri, dan untuk lebih bersinergi lagi membangun Kecamatan Gunung Putri dan ini juga menjadi momen yang baik untuk seluruh ormas yang ada di Gunung Putri,” pungkasnya.

Acara tersebut dihadiri oleh ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) M. Yunus, Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha, Danramil 2106-05 /Gunung Putri, Kapten Kav La Ahmadin, Anggota DPRD Kabupaten Bogor, Adi Suwardi, Ormas BPPKB Banten, Gibas, AMS, Batak Bersatu dan KNPI Kecamatan Gunung Putri.

** Nay Nur’ain

Desa Leuwiliang Serahkan Alsintan ke Gapoktan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi dan launching pertanian terhadap Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Senin (29/8). Acara launching tersebut, sekaligus penyerahan bantuan alat  mesin pertanian (alsintan) berupa traktor, hewan ternak (kambing) dan  bibit pohon

Kepala Desa Leuwiliang, H. Iman Nurhaiman mengatakan alam membangun zona ketahanan pangan di wilayah desanya kini mulai dilakukan salah satu pemberiannya adalah alsintan. Penyerahan alat pertanian ini merupakan implementasi mendukung para petani agar lebih berkembang dan modern.

“Selain modern,  program ketahanan pangan ini diharapkan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani,” harap H Iman Nurhaiman.

Menurutnya, sesuai peruntukannya bahwa anggaran Dana Desa yang diterimanya digulirkan  20 persen untuk program ketahanan pangan nabati dan hewani.

Sebelum bantuan program ketahanan digulirkan ke Gapoktan, pihak desa mengelar Musdes. Hasil Musdes tersebut disepakati bersama bahwa bantuan itu disesuaikan dengan kebutuhan Gapoktan yang ada di wilayah diantara bantuan traktor bagi petani, kambing, bibit pohon.

“Kita serahkan ke Gapoktan yakni 2 traktor ke Kelompok Laksana Varietas Poktan SRI Rejeki. Untuk Hewani diserahkan bantuan kambing 4 ekor, dan irigasi di Lintasan RW 13 ke RW 09 Jeruk limau 200 pohon,” ujarnya.

Iman menambahkan adanya program ketahanan pangan dari pemerintah pasca pandemi, tentunya bisa meningkatkan usaha dan perekonomian masyarakat, khususnya para petani yang ada di Desa Leuwiliang.

Petani yang biasanya sewa alat untuk membajak sawah sekarang sudah punya traktor. Untuk bantuan hewani, bantuan kambing tentunya dirawat dengan baik.

“Bantuan yang sudah diserahkan ke Gapoktan tentunya ada evaluasi. Nantinya, desa bakal mengecek ke setiap Gapoktan apakah program tersebut berjalan dengan baik atau tidak, ” pungkasnya.

Penyerahan bantuan dalam upaya ketahanan pangan dan hewani kepada Gapoktan berlangsung di aula Desa Leuwiliang yang dihadiri Camat Leuwiliang dan BPD Desa Leuwiliang Babinsa dan Bhabinkamtimas.

** Arip Ekon