33.1 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 867

Anton Suratto Berikan Pemahaman Konsep Berbangsa dan Bernegara

0

Cibinong l Jurnal Inspirasi

Sekretaris MPR-RI Fraksi Partai Demokrat H. Anton Sukartono Suratto kembali menyambangi masyarakat untuk terus mensosialisasikan 4 pilar MPR-RI kepada tokoh masyarakat Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Jumat (25/03/2022) lalu.

Kegiatan yang dimulai pada pukul 09:00 Wib dan berakhir pada pukul 11:30 ini digelar di Aula Terbuka Demokrat Sport Center DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, dalam acara ini pria yang akrab disapa Kang H. Anton mensosialisasikan empat pilar MPR-RI untuk memberikan pemahaman konsep berbangsa dan bernegara yang penuh dengan rasa toleransi atas segala perbedaan yang ada. Warga diharapkan mampu menghargai segala perbedaan, hidup bergotong royong yang penuh rasa welas asih.

“Ini bagian dari tugas anggota DPR/MPR RI untuk menggencarkan sosialisasi empat pilar MPR-RI ini kepada seluruh element, baik itu tentang Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika,” terang Kang H. Anton.

Lebih jauh Kang H. Anton mengatakan, Pancasila adalah ideologi dan dasar negara, UUD 1945 adalah Konstitusi Negara, NKRI sebagai bentuk negara dan Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan negara. Empat pilar tersebut, adalah satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, karena merupakan tiang penyangga yang menjadi panutan dalam upaya kita menjaga keutuhan bangsa Indonesia.

“Makna dari keempat pilar ini sebagai refleksi bagi kita semua agar nasionalis relejius, kemanusiaan, dan gotong royong bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” terangnya.

Anton yang juga sebagai ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat menjelaskan, para pahlawan telah menggali nilai luhur Bangsa, sehingga lahirlah Pancasila. Hal itulah yang kemudian menjadi ideologi bangsa indonesia hingga saat ini.

Terakhir, Kang H. Anton mengajak agar segala bentuk perlawanan terhadap ideologi pancasila harus ditentang dan dilawan demi keutuhan NKRI. “Mari bersama kita melawan upaya penyebaran radikalisme di tengah masyarakat, agar kita sama-sama bisa menjaga keutuhan NKRI,” pungkasnya.

**gp

Sudah Keluar SPMK, Perbaikan Jalan Curug Bitung-Nirmala tak Kunjung Dikerjakan

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Peningkatan ruas jalan Curug Bitung-Nirmala, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tak kunjung dikerjakan. Padahal Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) sudah keluar pada 13 Juni 2022. Kondisi ini juga dipertanyakan Komisi III DPRD Kabupaten Bogor.

Akibat belum adanya kepastian, masyarakat  berinisiatif swadaya memperbaiki jalan tersebut dengan peralatan seadanya untuk mengantisipasi kecelakaan. “Warga perbaiki jalan dengan tambal sulam menggunakan batu keras, karena memang mengelupas dan permukaan tanah dasar sudah terlihat,” kata warga sekitar, Rudi Haryono.

Dia berharap, pihak terkait agar segera melakukan pengerjaan yang sudah cukup lama belum berjalan. Karena, sudah 20 tahun jalan tersebut belum ada perbaikan secara permanen. “Ada 2 kilometer kondisi jalan saat ini sudah rusak parah, karena setiap hari kendaraan tonase berat melintas,” ucapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Bogor Nurodin menyatakan, seharusnya kontraktor memulai pelaksanaan pekerjaan karena sudah ada SPMK dari Dinas PUPR. “Artinya pemerintah lamban sekali dan Ini ada indikasi kurang beres terkait proyek jalan tersebut,” kata Nurodin.

Mantan Kepala Desa Kiarasari menambahkan, akibat kerusakan jalan semakin parah sampai masyarakat berinisiatif melakukan perbaikan seadanya. “Saya minta untuk segera dilakukan pengerjaan, dan kepada Dinas PUPR maupun UPT Jalan jembatan jangan diam tapi sudah harus memberikan teguran kepada kontraktor proyek jalan,” katanya.

Proyek peningkatan jalan Curug Bitung-Nirmala menelan anggaran Rp 3,9 miliar, tetapi sampai saat ini belum ada kegiatan pengerjaan.

** Andres

Begal di Jalan Ciangsana Diringkus Polsek Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Tidak sampai satu bulan Polsek Gunung Putri dan jajarannya berhasil mengamankan pelaku begal motor yang pernah terjadi di jalan raya Ciangsana pada Rabu (15/06/22) lalu yang mengakibatkan 1 korban luka bacok pada bagian leher.

Barang bukti

Kapolsek Gunung Putri, Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat yang memimpin langsung perkara tersebut mengatakan, pelaku sudah diamankan beserta sepeda motor korban. Penangkapan dilakukan di wilayah Cileungsi Kp. Rawa ingkik, Desa Limus Nunggal. Pelaku berinisial SD (19) berjenis kelamin laki-laki.

“Pada hari Sabtu, tgl 2 Juli 2022 sekitar pukul 18.00 WIB , telah diamankan 1 orang pelaku pencurian dengan kekerasan berupa 1 unit sepeda motor, merk Yamaha N Max, nopol B 3342 UQJ. Warna abu-abu tahun 2018, Berdasarkan Laporan Polisi  Nomor :  LP / B/475 /  VI / 2022 /SPKT/POLSEK GUNUNG PUTRI / RES BGR / POLDA JABAR tanggal 15 Juni 2022 atas nama Pelapor HJ SITI HASANAH,” jelas Kompol Bayu kepada Jurnal Bogor, Minggu (03/07/22).

Menurutnya, pelaku akan dikenakan pasal 356 KUHP ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara. Tim dari Polsek Gunung Putri yang dipimpinnya sebagai Kapolsek langsung memimpin olah TKP dan berkoordinasi dengan para pihak terkait, hingga pelaku beserta barang bukti berhasil diamankan.

” Adapun barang bukti yang diamankan , berupa 1 unit sepeda motor, 1 buah celurit , dan 1 buah kunci kontak,” papanya.

Kompol Bayu mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan menghimbau agar masyarakat tetap waspada terutama dengan inovasi berupa menempelkan stiker awas maling di sepeda motor.

** Nay Nur’ain

HWB Dukung Polri Berantas Narkoba

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Himpunan Warga Bogor ( HWB ) khususnya Kecamatan Gunung Putri menyatakan mendukung aparat kepolisian dan pihak lain dalam hal pemberantasan narkoba atau narkotika. Ketua HWB Edi Rohman menyebutkan, sebagai warga beriman dan makhluk sosial, pihaknya mengaku tidak akan tutup mata.

“Kejahatan narkotika merusak generasi bangsa , dan juga dapat mengintai siapa saja termasuk keluarga dan anak-cucuk kita. Atas dasar itu kami siap mendukung Polri dan pihak lainnya dalam pencegahan dan pemberantasan narkotika,” kata Edi Rohman kepada Jurnal Bogor via WhatsApp, Minggu (03/07/22).

Menurutnya, sasaran narkoba saat ini tidak pandang bulu dan tidak  hanya mengincar orang dewasa saja, tetapi sudah  merambah kepada kaum remaja. Pihaknya tidak akan tutup mata untuk mengantisipasi maupun mencegah generasi penerus bangsa dari pengaruh barang haram tersebut.

“HWB akan bekerja sama dengan kepolisian setempat untuk menangkap warga yang diduga mengonsumsi dan ikut melakukan peredaran narkoba. Kami tidak akan tebang pilih, bila ada masyarakat setempat yang ikut terlibat dalam kasus ini maka kami persilakan pihak kepolisian untuk menangkap dan memprosesnya,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Konsumen Menjerit Harga Sayur Alami Kenaikan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Menjelang hari Raya Idul Adha harga cabai dan sayur-sayuran sudah  mengalami kenaikan. Kenaikan ini sudah dikeluhkan emak-emak karena mereka terpaksa mengelurkan biaya tambahan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Harga cabai rawit merah misalnya naik Rp 120.000/kg semula hanya Rp.40.000/kg. Bawang merah super Rp,90.000 / kg bawang merah biasa Rp.60.000 /kg dan tomat Rp.25.000 /kg yang semula Rp 18 – 20 ribu.

Pemilik Warung Tegal (warteg) dekat Flyover Cileungsi  Rizki mengeluhkan harga cabai yang naik cukup tinggi dari harga  biasanya hingga membuat dirinya harus putar otak agar harga penjualan stabil dan pelanggan tidak lari.

“Pusing, awal minyak yang sulit dan harganya selangit, sekarang komoditi inti seperti sayuran dan cabai dan sejenisnya ikut naik, harga satu komoditi saja yang naik sudah buat kita putar otak, apalagi ini hampir semua barang naik , semoga tidak gulung tikar,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, wacana pemerintah dengan aturan barunya untuk beli BBM harus pakai aplikasi agar dapat BBM subsidi juga pasti akan berdampak bagi pedagang kecil. Dia meminta pemerintah jika membuat aturan pikirkan rakyat jelata.

“Masa mau beli BBM harus beli kuota dulu, bukan kah itu nantinya akan nambah cost pengeluaran , lebih baik gak usah ada subsidi dari pada ada subsidi tapi dipersulit,” cetusnya.

Senada disampaikan Wawan, pedagang sayuran yang hanya bisa berharap semua komoditas pangan dapat kembali ke harga normal sehingga tidak memberatkan dia dan pembeli.

“Kita sebagai penjual inginnya jual murah, standar saja seperti hari-hari biasa kan enak, karena dengan harga yang naik akan berdampak pada pendapatan juga, serba salah,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Setelah Berjuang Keras, Akhirnya Kelas Jauh SMPN 3 Citeureup Terwujud 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Kades Leuwinutug Deden Saepul Hamdi terus berupaya dalam mewujudkan impian masyarakat Desa Leuwinutug dalam bidang pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Karena SMP menjadi permasalahan yang sudah diupayakan kurang lebih 30 tahun. Kini sedikit lega dengan dibukanya kelas jauh SMPN 3 Citeureup di SDN Leuwinutug 3.

“Desa Leuwinutug ditetapkan menjadi kawasan industri karena banyaknya perusahaan yang berdiri di Desa Leuwinutug diantaranya Kawasan Industri Bogorindo. Namun faktanya penyerapan tenaga kerja sangat minim salah satu permasalahannya adalah tingkat pendidikan,” ujar Kang Denz kepada Jurnal Bogor, Sabtu (02/07/22).

Menurutnya, kesulitan warga Desa Leuwinutug untuk mendapatkan pendidikan yang layak wajib 9 tahun sangat sulit untuk didapatkan warganya, apalagi dengan adanya sistem zonasi dan dirasakan langsung oleh anaknya sendiri ketika akan masuk SMPN itu sangat sulit.

 Jarak ke SMPN 3 Citeureup kurang lebih 4 kilometer dan tidak masuk zonasi sedangkan ke SMPN Babakan Madang sudah beda kecamatan. Untuk itu kami bersama para aparatur lembaga, tokoh masyarakat dan APDESI Kecamatan Citeureup terus mendorong agar terwujudnya SMPN 3 Citeureup di Desa Leuwinutug,” ujarnya.

Alhamdulillah, kata dia, setelah melalui rangkaian perjuangan yang panjang serta dibantu dan di dorong Camat Citeureup Ridwan Said, S.STP, Msi dan jajaran kecamatan serta bekerjasama dengan SMPN 3 Citeureup dan SDN Leuwinutug III, akhirnya masyarakat Leuwinutug bisa sedikit lega dengan dibukanya kelas jauh SMPN 3 Citeureup di SDN Leuwinutug 3.

Ridwan Said mengaku mengakomodir usulan masyarakat apalagi terkait pendidikan adalah nasib anak bangsa selain itu Desa Leuwinutug memang sangat kesulitan untuk mendaftar ke SMPN yang ada di Citeureup karena posisi Desa Leuwinutug adalah perbatasan antara Kecamatan Babakan Madang dan Citeureup.

“Untuk itu harapan saya agar SMPN 3 Citeureup segara terwujud di Desa Leuwinutug. Sebagai Pemerintah Kecamatan Citeureup kami akan mendorong apa yang menjadi impian Pemerintah Desa Leuwinutug, apalagi upaya ini untuk mencerdaskan anak bangsa dan sudah sangat diimpikan selama puluhan tahun, dengan adanya program kelas jauh ini kami berharap kesulitan yang dirasa warga Desa Leuwinutug khusunya mendapatkan jalan keluar,” papar Ridwan Said.

Kepala Sekolah SDN Leuwinutug 3 Suhendar menambahkan, para kepala sekolah SD yang ada di Desa Leuwinutug sangat mendukung dengan adanya kelas jauh SMPN 3 Citeureup karena menjadi solusi untuk anak murid yang lulus. 

“Karena selama ini kami kebingungan untuk mendaftarkan mereka ke tingkat selanjutnya, kurang lebih ada 400 siswa yang lulus dari 5 sekolah SD dan MI Islamiyah yang ada di Desa Leuwinutig. Semoga dengan diadakannya kelas jauh SMPN 3 Citeureup dapat terwujud di Desa Leuwinutug,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pergoki Perampok, Satpam SMAN 1 Sukamakmur Bersimbah Darah 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Satpam sekolah SMAN 1 Sukamakmur, Kabupaten Bogor menjadi korban kebrutalan saat memergoki sekelompok orang tak dikenal yang diduga hendak melakukan perampokan, Jumat (1/7) dini hari. Pelaku yang berjumlah lima orang berpakaian  serba hitam mirip ninja setelah dipergoki korban secara membabi – buta melakukan penganiayaan kepada korban.

Akibatnya, korban S (26) menderita luka sabetan senjata tajam di sekujur tubuhnya. Humas SMAN 1 Sukamakmur Syafriadin menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Saat itu sekolah kedatangan lima orang tak dikenal. Menurutnya dari pengakuan penjaga sekolah, perihal detilnya tidak tahu persis karena kondisi korban sedang tidur, dan saat peristiwa itu terjadi ada 2 penjaga sekolah yang sedang bertugas.

“Disini kebetulan yang jaga dua orang, yang satu berinisial A disini (ruang tunggu) dalam kondisi diiket kaki sama tangannya, mulutnya dilakban, tentu kan yang diiket dia ditanya kamu berapa orang (oleh pelaku), disebutkan dua orang, kemudian dilanjutkan oleh pelaku ke dalam (ruang tata Usaha), yang satu berinisial S. Sebenernya S tidak melawan, hanya karena dia kaget jadi dia nabrak pelaku kemudian dikeroyok , ditendang disini (di depan ruang tata usaha) lalu terguling kebawah,” paparnya kepada Jurnal Bogor , Sabtu (02/07/22).

Dari pengamatan pihak sekolah, kendati ada aksi penyerangan dari sekelompok orang tidak dikenal yang diduga hendak merampok tersebut, Syafriadin mengaku tak ada aset sekolah yang hilang. “ Tidak ada barang yang hilang atau kerusakan, karena kondisinya beberapa pintu terbuka jadi tidak ada kerusakan, 

kemudian barang-barang juga saya lihat tidak ada yang hilang, termasuk juga diatas meja di ruang tempat tidurnya S ada laptop didalam tas tapi tidak dibawa,” bebernya.

Sementara Kapolsek Sukamakmur, Iptu Sutopo Pranolo, usai terjadi penganiayaan berat terhadap penjaga sekolah, langsung gerak cepat melakukan olah TKP dan lakukan penyelidikan mendalam terkait 

kejadian tersebut. 

“Hasil olah TKP oleh Reskrim Polsek Sukamakmur tidak ada barang-barang yang hilang sedangkan korban telah mendapatkan perawatan medis,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

8 Perahu Karet Diturunkan Perindah Wisata Susur Sungai 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dalam menunjang Bojongkulur sebagai Desa Wisata, pemerintah desa setempat menggelar kegiatan bebersih Sungai Cikeas, Sabtu (2/7/2021). Kegiatan berbasis masyarakat ini dimulai pukul 08.00, diawali dari Dermaga 6 Vila Nusa Indah 3, Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor hingga Dermaga 2 Bendung Koja.

Ketua Desa Wisata Bojongkulur Puarman mengatakan, kegaiatan bersih sungai ini menggunakan 8 perahu karet menyusuri sungai sepanjang 5 kilometer.

“Selain Pemerintah Desa Bojongkulur dan berbagai unsur masyarakat, kegiatan bebersih ini juga melibatkan pelaku usaha dan pegiat lingkungan hidup, diantaranya Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C),” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (02/07/22).

Kepala desa Bojong Kulur Firman Riansyah juga mengatakan, beberapa waktu lalu Bojongkulur telah ditetapkan sebagai Desa Wisata oleh pemerintah. Salah satu destinasi wisata andalannya adalah kuliner “tanpa dapur” dan susur Sungai Cikeas sepanjang 5 Km. Kedua wisata unggulan ini merupakan andalan destinasi wisata Dermaga 6 –Dermaga 2.

“Lokasi wisata di sepanjang Dermaga 6 hingga Dermaga 2 berpanorama menawan, indah dan memukau, gerakan bebersih ini akan menjadi agenda rutin pemerintah desa dan warga setempat, sekaligus sebagai kontribusi kami yang ada di hulu sungai, bahwa kegiatan bebersih ini akan dirasakan manfaatnya oleh warga di hilir, dimana sampah bambu yang biasa menyumbat Bendung Koja akan tereliminasi volumenya,” jelas Firman.

** Nay Nur’ain

Momen Pelepasan Siswa-siswi MI dan MTs PUI Lamping Disambut Baik Orangtua Murid

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Para orang tua siswa menyambut baik dengan dihelatnya pelepasan siswa-siswi setelah adanya kelonggaran pandemi Covid-19 yang mewabah selama tiga tahun terakhir. Seperti yang terlihat di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah (MI) Persatuan Umat Islam (PUI) Lamping, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. 

Iwan Nasution

Setelah enam tahun dinanti, sejak pagi hari tampak hadir puluhan siswa-siswi mengikuti momen bahagia pada prosesi Paturay Tineung. Menariknya, pantauan Jurnal Bogor para pedagang dari warga sekitar maupun warga luar wilayah memadati lokasi untuk mengais rezeki, dan para pedagang pun seperti memanfaatkan momen keramaian pelepasan siswa  tersebut.

Kepala Sekolah Madrasah Ibtidaiyah PUI Lamping Iwan Nasution mengatakan, helaran kelulusan untuk mengapresiasi serta mengucapkan perpisahan kepada murid-murid yang selama enam tahun dibinanya.

Rasa terima kasih disampaikan pihak sekolah kepada anak-anak dan orangtua murid. “Bagi orang tua siswa, terimakasih atas kolaborasi yang baik serta kepercayaannya selama anak-anak bersekolah di jenjang ini,”  ujar Iwan Nasution kepada Jurnal Bogor, Minggu (3/7).

Sebagai wujud syukur,  setelah para siswa melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat Covid 19 kata dia, alhamdulillah pada tahun ajaran 2021 -2022 anak-anak bisa kembali melaksanakan pelepasan begitu meriah.

Semarak pelepasan dan kenaikan kelas berlangsung dua hari yang diikuti siswa- siswi MI dan MTs PUI Lamping. Bahkan juga digelar wisuda putra putri usia dini dari PAUD Darul Anwar. “Acara ini ditunggu karena menjadikan ajang untuk temu kangen anak-anak dengan para guru juga,” ungkapnya.

Diakuinya, guna mendukung suksesnya acara, masyarakat  sekitar dinilaunya sangat guyub. “Pak Kades, tokoh masyarakat serta orang tua murid kompak mendukung kegiatan yang digagas pihak sekolah,” imbuhnya.

Hadir pada acara tersebut, Pengawas Madrasah Mashudi, Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan dan Babinsa Desa Sukaluyu Koptu Supriyadi.

Menurut Mashudi, jumlah murid di Madrasah PUI Lamping saat ini masih standar, karena  di wilayah Kecamatan Nanggung masih ada sekolah madrasah dengan jumlah siswanya dibawah seratus. “Antusiasme masyarakat tinggi menyambut perayaan pelulusan seiring  jumlah siswa madrasah PUI Lamping yang masih bagus,” ucap Uus, sapaan akrbanya.

Tak hanya itu, sekolah yang berada dibawah naungan Departemen Agama yang meliputi Kecamatan Dramaga, Rancabungur dan Kecamatan Nanggung ini mengapresiasi laporan administrasi yang dibuat pihak madrasah PUI Lamping.

“Administrasi seperti LPJ dana bos maupun laporan administrasi lainnya di madrasah PUI Lamping cukup baik dan  tersusun rapi,” kata dia mengakhiri.

** Arip Ekon

Forkopimcam Kerja Bakti Bersih-bersih di Lokasi Bencana

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Leuwiliang bersama Pemerintahan Desa (Pemdes) se-Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor melakukan kerja bakti di wilayah yang terdampak bencana banjir bandang Kampung Cisarua, Desa Purasari, belum lama ini.

Terlihat sejumlah kepala desa membawa anggotanya turun langsung membantu membersihkan puing-puing bekas banjir Sungai Cisarua.

“Kita hanya bisa mensuport bantuan yang sederhana dengan cara bekerja bakti bersama- sama. Selain itu kita juga memotivasi masyarakat,” kata Kepala Desa Leuwiliang Iman Nurhaiman.

Pihaknya juga berupaya menggeser bebatuan yang terbawa arus, namun harus menggunakan alat berat. 

“Saya berharap dari Pemda Kabupaten Bogor bisa membantu bencana ini untuk memperbaiki sungai Cisarua. Karena ini menyangkut masyarakat banyak,” paparnya.

Sekretaris Kecamatan Leuwiliang Iwan Darmawan juga mengatakan, bersama para kepala desa se-Kecamatan Leuwiliang,  dengan sukarela membantu membenahi saluran-saluran yang memang harus perlu penanganan.

“Ini harus segera ada penanganan seperti pemasangan bronjong. Sementara saat ini kita hanya membersihkan puing-puing bekas banjir bandang agar aliran sungai ini bisa lancar,” kata dia.

Menurut Iwan, pihak kecamatan sejauh ini belum mendapatkan data kerugian  lahan persawahan yang terkena dampak banjir bandang tersebut. “Saat ini  pihak kecamatan baru mendapatkan data rumah-rumah yang hancur saja, sedangkan untuk lahan pertanian seperti sawah itu belum,” ujarnya.

Dia memerintahkan pemerintah desa untuk segera mendata hal itu, dengan begitu pemerintah kecamatan akan mendata dan melihat. “Agar setelah ada data pihaknya bisa mengajukan ke pihak terkait supaya ada bantuan bagi petani,” tukasnya.

** Andres