Konsumen Menjerit Harga Sayur Alami Kenaikan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Menjelang hari Raya Idul Adha harga cabai dan sayur-sayuran sudah  mengalami kenaikan. Kenaikan ini sudah dikeluhkan emak-emak karena mereka terpaksa mengelurkan biaya tambahan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Harga cabai rawit merah misalnya naik Rp 120.000/kg semula hanya Rp.40.000/kg. Bawang merah super Rp,90.000 / kg bawang merah biasa Rp.60.000 /kg dan tomat Rp.25.000 /kg yang semula Rp 18 – 20 ribu.

Pemilik Warung Tegal (warteg) dekat Flyover Cileungsi  Rizki mengeluhkan harga cabai yang naik cukup tinggi dari harga  biasanya hingga membuat dirinya harus putar otak agar harga penjualan stabil dan pelanggan tidak lari.

“Pusing, awal minyak yang sulit dan harganya selangit, sekarang komoditi inti seperti sayuran dan cabai dan sejenisnya ikut naik, harga satu komoditi saja yang naik sudah buat kita putar otak, apalagi ini hampir semua barang naik , semoga tidak gulung tikar,” ucapnya.

Selain itu, kata dia, wacana pemerintah dengan aturan barunya untuk beli BBM harus pakai aplikasi agar dapat BBM subsidi juga pasti akan berdampak bagi pedagang kecil. Dia meminta pemerintah jika membuat aturan pikirkan rakyat jelata.

“Masa mau beli BBM harus beli kuota dulu, bukan kah itu nantinya akan nambah cost pengeluaran , lebih baik gak usah ada subsidi dari pada ada subsidi tapi dipersulit,” cetusnya.

Senada disampaikan Wawan, pedagang sayuran yang hanya bisa berharap semua komoditas pangan dapat kembali ke harga normal sehingga tidak memberatkan dia dan pembeli.

“Kita sebagai penjual inginnya jual murah, standar saja seperti hari-hari biasa kan enak, karena dengan harga yang naik akan berdampak pada pendapatan juga, serba salah,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here