26.7 C
Bogor
Tuesday, August 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 868

Festival Flora, Mengukuhkan Bogor Pusat Flora

0

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim Jumat, 26 Agustus, meresmikan Bogor Flora Festival 2022. Dengan tema ‘Pride of Buitenzorg’, festival ini  memamerkan beragam tanaman hias yang berlangsung  sampai 4 September 2022 di Mall Boxies 123. Digelar oleh Asosiasi Tanaman Hias bekerjasama dengan Pemerintah Kota Bogor
Berbagai kegiatan digendakan pada festival ini. Mulai dari pameran, bursa tanaman hias, serta kontes aneka tanaman hias seperti Sansevieria, Aglonema, Kuping Gajah dan Aroids atau Monstera atau Philodendron. Juga diramaikan oleh 70 stand penjual tanaman hias yang menjajakan berbagai jenis tanaman. Deretan tanaman cantik dipajang sehingga menarik dan memanjakan mata para pengunjung.

“Ini merupakan  ajang para pegiat tanaman hias memperkenalkan tanaman hias yang jadi kebanggan Kota Bogor kepada khalayak,” ujar Djojohadi Haristiono Eko Putro, ketua penyelenggara. Menurutnya, festival ini juga pameran berskala internasional yang dilakukan untuk mengukuhkan kembali Kota Bogor adalah pusat dari perkembangan flora di Indonesia bahkan dunia.
Oleh karenanya ia berharap dukungan Pemerintah Kota Bogor untuk menjadikan event ini masuk ke  dalam “calender of event”-nya Kota Bogor atau bahkan nasional. Juga berharap event ini  dapat membantu pemulihan ekonomi lewat perluasan kesempatan kerja, penguatan UMKM khususnya tanaman hias, serta peningkatan sektor pariwisata tanaman hias.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim  mengibaratkan Bogor Flora Festival sebagai ‘lebarannya’ para petani, pecinta, penggemar dan pemulia tanaman hias. Festival ini sekaligus memperbaiki kondisi ekonomi di era  pandemi dan menyisakan tiga usaha yang selamat, masing-masing  sport equipment, healthy, food and drink dan tanaman hias.
“Potensi ekonomi dari tanaman hias dunia, ada sekitar puluhan hingga ratusan triliun per tahun, dan Indonesia baru berhasil mengekspor tanaman hias kurang lebih di angka  170 miliar per tahun. Ini menjadi potensi yang bisa dikedepankan untuk menambah potensi perputaran ekonomi Indonesia, yang pasti jangan hanya Tomohon yang selama ini dikenal sebagai daerah yang dikenal memiliki festival tanaman hias. Ke depan Bogor juga harus memiliki lebarannya para penggemar tanaman hias,” katanya.

Menurut Dedie bicara potensi flora, ada hal yang membedakan Kota Bogor dengan kota-kota lain, khususnya di Jawa Barat.  Bogor memiliki banyak potensi tanaman hias, antara lain memiliki puluhan lembaga penelitian, perguruan tinggi, serta pemulia tanaman. Artinya lanjut  Dedie potensinya besar dan pasarnya terbuka luas tinggal bagaimana untuk mengkoordinasikan dan mengkolaborasikan seluruh kekuatan dari tanaman hias menjadi potensi nasional untuk meningkatkan perekonomian bangsa dan menjadi unggul dalam perputaran ekonomi, khususnya perdagangan tanaman hias.
Sementara itu Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian, Liferdi Lukman mengapresiasi festival ini. Florikultura memiliki prospek yang baik sekali pada kondisi-kondisi sekarang . “Tanaman hias yang memiliki keindahan dan kecerahan mampu memberikan ketenangan yang membantu meningkatkan imunitas atau nutrisi jiwa bagi penikmatnya,” katanya.
Liferdi menyebut, saat pandemi permintaan tanaman hias cukup tinggi. Untuk itu ia berharap festival ini tidak digelar hanya level nasional saja, tapi hingga kelas internasional. “Ini perlu dikawal oleh semua pihak mengingat Bogor sudah dikenal sentra tanaman hias sejak lama. Jangan berhenti sampai disini, tapi jadikan ini sebagai titik tolak awal untuk bangkit,” ungkapnya.

Sedangkan Staf Ahli Menteri Bidang Produkivitas dan Daya Saing Kementerian Koperasi dan UKM, Yulius menyebutkan, komoditas yang ada di Indonesia harus didorong agar memiliki daya saing sehingga memiliki nilai dan mampu menjadi leader untuk ekspor. Terutama tanaman hias yang merupakan sumber daya negeri sendiri. “Potensi tanaman hias di Indonesia mencapai Rp 3.000 triliun dan indonesia baru mengeruk pasar 0,01 persen, lebih tinggi dibandingkan pasar kopi dan teh. Ini menjadi tantangan yang luar biasa. Tanaman hias sangat penting untuk mendorong sistem kekebalan tubuh dan mengurangi polusi udara,” kata Yulius.

Berikutnya Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Barat, Dadan Hidayat menyampaikan, festival ini akan menjadi legacy di Kota Bogor atau branding lain bagi Kota Bogor sebagai tempat tumbuh aneka ragam tanaman hias “Tentunya ini akan menjadi pengingat kita akan Kota Bogor. Bagaimana sektor pertanian dipercepat untuk menggerakan roda perekonomian di Kota Bogor. Potensi tanaman hias Jawa Barat amat melimpah ruah dan Kota Bogor termasuk didalamnya,” ujar Dadan.
Turut hador dalam peresmian tersebut, Dirjen Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto, delegasi Taiwan Economic Trade Office (TETO), para kepala perangkat daerah terkait serta para stakeholder yang mendukung festival tersebut. (Advertorial)

Ngopi Bareng Kades, Cara A Heri Serap Aspirasi Warga Desa Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Guna menyerap langsung aspirasi warganya, Daman Huri Kepala Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor menyempatkan waktu luang untuk mendengarkan langsung keluh kesah warga akan kinerja Pemerintah Desa Gunung Putri yang saat ini dipimpinnya.

Pria tinggi tegap yang biasa disapa A Heri tersebut mengatakan, Ngopi Bareng Kades Gunungputri adalah sebuah program pendekatan terhadap masyarakat agar aspirasi dari bawah langsung dapat didengar, dicarikan solusi dengan cepat dan bahkan dieksekusi langsung.

“Penjaringan aspirasi ini tanpa rekayasa dan penghalang pengurus dan warga dapat langsung mengungkapkan unek-uneknya secara live yang ditonton oleh khalayak masyarakat. Dengan harapan permasalahan warga dapat cepat dieksekusi dengan instruksi langsung Kepala Desa sebagai leader tertinggi di Pemerintahan Desa,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (27/08/22).

Menurutnya, kegiatan Ngopi Bareng Kades ini akan dirutinkan setiap Minggu dan berkeliling di setiap RW-nya, sehingga Pemerintah Desa Gunung Putri tahu permasalahan apa yang sedang ada di lingkungan bisa langsung ditanggulangi dan dicarikan solusinya.

” Kades itu milik warga Desa Gunung Putri, semua warga punya kesempatan yang sama untuk menyampaiakan aspirasi atau unek-unek, jadi jangan sungkan dan kegiatan ini pun kita live YouTube kan sehingga bisa didengar langsung oleh warga itu sendiri,” ujarnya.

Pada Minggu malam kata dia,Ngopi Bareng Kades Gunung Putri live  episode ke-3 yang akan dilaksanakan di RT001/RW 11 di Lapangan Bulu Tangkis. Bagi warga yang ingin menyampaikan aspirasi yang membangun, kritik dan saran untuk perbaikan lingkungan bisa hadir dan bertanya langsung di lokasi.

“Dalam episode 1 dan 2 banyak usulan-usulan di bidang pembangunan, lingkungan, pemerintahan, sampai  lapangan kerja, dan hal tersebut diungkapkan warga secara langsung, karena saya yakin sejatinya, warga menginginkan lingkungannya maju dan berkembang, maka dari itu kami buat Program Ngopi Bareng Kades dengan sistem jemput bola untuk menyerap aspirasi warga,” paparnya.

Dia berharap, dengan adanya Program Ngopi Bareng Kades ini warga ikut berperan aktif dalam membangun lingkungan menuju hal-hal yang positif. “Kritik yang membangun untuk Pemerintahan Gunung Putri agar bisa mencapai, baik dalam penataan lingkungan, pembangunan, mau pun kinerja Pemerintahan Gunung Putri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Truk yang Oleng Tabrak Rumah, 4 Orang Luka-luka

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Sebuah truk bernopol F 8635 KN menabrak rumah milik warga di jalan raya Jasinga-Tenjo, Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, Jumat (26/08).

Menurut pengakuan pemilik rumah Cepy, bahwa mobil tersebut melaju dari arah Tenjo menuju Jasinga. Namun setibanya di tempat kejadian, diduga sang sopir mengantuk dan hilang kendali hingga menabrak rumah milik korban.

“Mungkin sopirnya ngantuk, soalnya yang saya lihat mobil ini cukup kencang dan oleng, hingga menabrak rumah saya,” kata dia.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13:00 wib. beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa hanya sebanyak empat orang mengalami luka-luka. Yang terdiri dari satu pemilik rumah mengalami luka cukup parah, dua orang tetangga mengalami lecet-lecet, dan sopir dari kendaraan tersebut mengalami luka ringan.

“Pas mobil itu tabrak depan rumah saya yang sampai hancur, saya langsung cari istri saya yang ke timpa puing-puing rumah,” jelasnya.

Para korban langsung dievakuasi dilarikan ke dokter praktik yang berjarak kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian untuk diberikan pengobatan.

“Istri saya luka punggungnya robek, kalau tetangga yang dua orang itu lecet-lecet, kalau sopirnya luka di pelipisnya kena pecahan kaca,” katanya.

Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir lebih dari Rp 20 juta untuk kerusakan rumah, dua unit motor dan biaya pengobatan.

“Kerugian sekitar 20 jutaan lah pak, karena kan ada dua motor juga yang saat kejadian itu, motornya juga rusak,” katanya.

Sementara itu, menurut saudara sang sopir, Ismail Solihin (33), dari informasi yang dia dapat bahwa Miing hendak pulang ke rumahnya usai mengirim barang.

“Kayaknya ngantuk, soalnya dia (Miing) sempat berhenti untuk beristirahat di wilayah Tenjo,” katanya.

Saat  ini, kata Ismail Solihin menyampaikan, kondisi Miing sudah sadarkan diri dari sebelumnya sempat pingsan.

“Alami luka pada pelipis kanan, tadi mah sempat tidak sadarkan diri, saat ini masih di dokter praktik masih dilakukan pengobatan,” tukasnya.

** Andres

Achmad Fathoni Minta Dishub Geser Anggaran untuk Lampu Ikonik Cibinong ke PJU di Pelosok

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni saat rapat pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bogor antara Komisi 3 dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kamis (25/08/22), menyoroti beberapa hal diantaranya agar lampu ikonik Cibinong digeser untuk penerangan jalan umum (PJU) di daerah pelosok.

“Dinas Perhubungan harusnya melayani seluruh warga Kabupaten Bogor, bukan hanya di perkotaan saja. Saya minta Dishub bisa memberi perhatian dan pelayanan juga pada warga di pedesaan,” ucap Fathoni biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Sabtu (27/08/22).

Menurutnya, pelayanan minimalnya adalah dengan memasang PJU di wilayah pedesaan. Dia mendapatkan titipan aspirasi permintaan PJU sampai ratusan titik, dan semua sudah dia input di SIPD.

“Kalau pun belum bisa dipenuhi semua, minimal alokasikan dan pilih untuk lokasi-lokasi strategis dan rawan kecelakaan maupun kejahatan untuk dipasang PJU segera,” ujar Aleg Dapil 2 tersebut.

Selain itu, dia meminta anggaran mempercantik JalanTegar Beriman dan Sentul untuk dialihkan dulu. “Program Cibinong Beautification sebelumnya banyak bermasalah, jangan diulang lagi. Dan ini bukan prioritas di saat anggaran terbatas,” ujar Politisi PKS tersebut tegas.

Menurutnya, dalam pengajuan Dinas Perhubungan mengalokaiskan anggaran untuk lampu ikonik senilai 6 miliar, dan dia meminta digeser untuk PJU di pelosok pedesaan. Selain masalah PJU dia pun menyoroti persoalan KIR untuk di wilayah yang jauh dari Kabupaten Bogor.

“Saya juga meminta Dishub bisa membuka kantor pelayanan KIR kendaraan di wilayah Timur dan Barat. Ini bisa ditempatkan di Terminal Cileungsi untuk wilayah Timur dan Leuwiliang untuk wilayah Barat, atau bisa juga berupa mobil atau kendaraan pelayanan KIR,” ujarnya.

Hal tersebut, lanjutnya, akan memudahkan masyarakat mendapat pelayanan sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

** Nay Nur’ain

Peduli Pendidikan, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk Berikan 451 Beasiswa

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI), perusahaan yang memproduksi semen tersebut kembali menyalurkan beasiswa SBI Peduli Pendidikan (SPP) bagi 451 siswa-siswii setingkat SD, SLTP, dan SLTA yang berasal dari 9 desa yang berada di Kecamatan Klapanunggal dan satu dusun di Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jumat (26/8/22).

Proses penyerahan ini dilakukan secara serentak di masing-masing desa pada periode 23 – 26 Agustus 2022 dan dihadiri oleh perwakilan SBI, Forkopimcam, pemerintahan desa, tokoh masyarakat dan orang tua atau wali penerima beasiswa. 

General Affairs & Community Relations Manager SBI Pabrik Narogong, Nur Lailiyah mengatakan, sektor pendidikan merupakan investasi penting demi tercapainya kompetensi sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing demi kemajuan bangsa. 

Menurutnya, hal ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk berpartisipasi mendukung sektor pendidikan bagi masyarakat terutama di area operasional SBI. “SBI menaruh perhatian penting pada 

peningkatan kualitas pendidikan masyarakat. Melalui pilar CSR SBI Cerdas, kami melaksanakan berbagai program di bidang pendidikan sebagai bentuk tanggung jawab sosial, salah satunya dengan pembagian beasiswa,” kata Nur Lailiyah kepada Jurnal Bogor.

Laily sapaan akrabnya menjelaskan bahwa program beasiswa SPP ditujukan bagi siswa-siswi yang berasal dari keluarga pra sejahtera, yatim piatu, dan berprestasi dimana proses seleksi dan penerimaan beasiswa dilakukan dengan keterlibatan aktif pemerintah desa setempat. 

“Kami ingin mendukung gerakan akses pendidikan bagi semua kalangan masyarakat, karena pendidikan adalah hak semua warga negara. Keterlibatan pemerintah desa dalam proses ini merupakan wujud sinergi antara SBI dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya,” paparnya.

Momen pembagian beasiswa yang diselenggarakan SBI ini, sambung ia, juga dilengkapi dengan sesi motivasi dari narasumber yang berasal dari latar belakang psikologi, pendidik dan aktivis sosial serta testimoni dari penerima beasiswa sebelumnya. Terlihat antusiasme yang tinggi dari penerima beasiswa maupun orang tua yang hadir dalam acara ini. 

“Kami berharap, program ini bisa mendukung naiknya indeks pendidikan masyarakat di sekitar SBI dan dirasakan manfaatnya secara nyata oleh masyarakat,” harapnya.

Menurutnya, program beasiswa yang sudah dikeluarkan oleh PT. SBI pertama kali bergulir sejak tahun 2005 silam, dimana bidang pendidikan menjadi salah satu program unggulan SBI Pabrik Narogong. Tidak hanya beasiswa SBI Peduli Pendidikan, tetapi juga terdapat program beasiswa pendidikan kejuruan D3 atau EVE Program (Enterprise Based Vocational Education), serta GENILO atau Genius Local yang merupakan beasiswa kuliah di perguruan tinggi negeri. 

“Hingga saat ini, sudah lebih dari 5.000 beasiswa yang diberikan bagi siswa dan siswi sekitar area operasional dan akan terus ditingkatkan kedepannya,” bebernya.

Camat Klapanunggal Drs. Ahmad Kosasih.M.Si, menyampaikan apresiasi dan penghargaannya yang sebesar-besarnya kepada PT SBI. “Kami sangat mengapresiasi upaya yang telah dilakukan oleh SBI di bidang pendidikan melalui program CSR. Ini sejalan dengan Pancakarsa untuk pembangunan dan pertumbuhan Kabupaten Bogor, yaitu Bogor Cerdas,“ paparnya.

Untuk diketahui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang.

** Nay Nur’ain

Pemohon Membeludak, UPT Dukcapil Bekerja Ekstra

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Sepanjang  Agustus 2022 para pegawai di kantor Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil) Wilayah IV  lebih ekstra bekerja hingga malam hari

Pasalnya, UPT Dukcapil  diketahui yang setiap hari buka melayani warga masyarakat dari 7 kecamatan yakni Leuwisadeng, Leuwiliang, Nanggung, Cigudeg, Sukajaya, Jasinga hingga warga  Kecamatan Tenjo, Kabupaten Bogor belakangan membeludak.

Kepala UPT Dukcapil Wilayah IV Toni Topandi mengakui dalam beberapa pekan terakhir Dukcapil yang berkantor di lingkup Kecamatan Leuwisadeng dipenuhi pemohon  pembuatan akta kelahiran.

“Sebetulnya kita disini hanya melayani pembuatan akta saja mengingat pelayanan di Kecamatan Nanggung sekitar tiga pekan ini  masih offline. Di Kecamatan Nanggung, salah satu penyebab terkendalanya adalah jaringan,” ujar Toni Topandi kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Ditambah lagi kata dia, di Kecamatan Nanggung itu kekurangan SDM hingga pelayanan terhadap masyarakat belum maksimal. Akibatnya, banyaknya pemohon  pembuatan KTP dan KK  terkendala hingga membludak karena pelayanan dari Nanggung sementara dialihkan kesini,” jelasnya.

Setiap hari pihaknya menerima berkas pembuatan akta  cukup banyak. Belum lagi pelayanan di Kecamatan Nanggung dari 11 desa  dialihkan UPT Disduk. Diakui Toni sementara pelayanan di kantornya kekurangan tenaga kerja, terlebih dokumen semua pemohon itu harus di-upload.

“Ada keterbatasan, jadi agak lamban karena UPT Disduk hanya memiliki enam orang pekerja, namun untuk pelayanan dibantu anak anak yang magang disini,” tukasnya.

Sementara perihal terkendalanya jaringan di Kecamatan  Nanggung beberapa pekan ini, Kepala  Disdukcapil Kabupaten Bogor Bambang Setiawan saat dikonfirmasi tak merespons. Namun menurut Kepala seksi Pemerintahan (Kasipem) Kecamatan Nanggung Ridwan menyatakan, pelayanan di Nanggung menurutnya tidak offline.

“Enggak offline, cuman untuk pembuatan KK sementara dialihkan ke UPT Dukcapil. Tetapi kalau untuk perekaman e-KTP masih dilayani di Kecamatan Nanggung,” tandasnya.

 ** Arip Ekon

Hadiri Wisuda Nasional Politeknik Kementan, Mentan Ajak Millenial Gunakan Teknologi

0

Jakrta | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mengajak lulusan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) untuk menggunakan semua akses teknologi yang ada dalam membangun sektor pertanian yang maju dan modern. Hal ini disampaikan SYL saat membuka Sidang Terbuka Senat Politeknik lingkup Kementerian Pertanian Pusditan 2022.

“Semua ilmu sudah diberikan dari mulai teori sampai Pelatihan-pelatihan. Dan semua Bentuk-bentuk digital harus kita gunakan. Pakai itu handphone tidak hanya untuk ber-Whatsappan manja, tapi juga untuk mencari ilmu dan memajukan pertanian Indonesia,” ujar SYL, Sabtu, 27 Agustus 2022.

Menurut Mentan, lulusan Polbangtan adalah lulusan terbaik yang disiapkan khusus untuk ilmu pertanian. Karena itu, Mentan berharap seluruh wisudawan yang ada mampu jadi pemantik dalam mengembangkan diri menuju persaingan global.

“Buktikan kepada orang tuamu dan bangsa ini, anak muda pasti bisa. Kamu muda kamu berkreasi. Pertanian itu tidak pernah berhenti, pertanian dibutuhkan oleh bangsa ini,” katanya.

Mentan mengatakan, sektor pertanian adalah sektor yang paling strategis karena disaat banyak negara tumbang akibat berbagai krisis dunia, pertanian hadir sebagai solusi dan menjadi penyanggah utama ekonomi bangsa.

“Kalian tahu tidak yang menyanggah Republik ini menjadi salah satu negara yang terbaik menghadapi covid karena ada pertanian yang kuat dan kokoh. Semua merah, cuma pertanian yang tumbuh 16,24,” katanya.

Diketahui sebelumnya, ekspor Indonesia pada Januari-Desember Tahun 2019-2021 tumbuh meyakinkan dengan nilai 38,68 persen atau setara dengan Rp 625,04 triliun. Tiga tahun yang sama Indonesia jiga sudah tidak impor beras dan dinyatakan swasembada.

“Saya mau bilang Kalian ini adalah andalan bapak ibumu, andalan sodara-sodaramu, andalan keluargamu, andalan dari seluruh negeri dan bangsa ini. Jadi jagalah sektor pertanian kita agar terus berkembang baik,” jelasnya.

Ditemui pada kesempatan yang sama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menjelaskan dengan mengusung tema “SDM Pertanian yang Profesional, Berdaya Saing, dan Berjiwa Wirausaha Siap Menghadapi Krisis Pangan Global”, wisuda Nasional digelar tak hanya mengukuhkan kelulusan mahasiswa yang telah selesai mengikuti pendidikan di Politeknik Lingkup Kementerian Pertanian saja, namun memotivasi mahasiswa untuk berperan nyata dalam pembangunan pertanian.

Pelaksanaan wisuda nasional Polbangtan dan PEPI juga dalam rangka membangun citra pendidikan vokasi pertanian lingkup Kementerian Pertanian, kesiapan bekerja di DUDIKA, meningkatkan minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan di bidang pertanian serta memberikan kebanggaan kepada lulusan dan keluarganya serta mendorong para alumni Polbangtan dan PEPI untuk menjadi wirausaha muda pertanian melalui TANI AKUR.

“Jumlah wisudawan Polbangtan dan PEPI di tahun 2022 ini 1.454 wisudawan yang diikuti secara offline 1.047 dan 407 secara online. Untuk membangkitkan jiwa wirausaha para lulusan, Kementan menghadirkan CEO Markplus Hermawan Kertajaya”, tutup Dedi.

**ppmkp/Kementan

Lagi-lagi Radistik Datangi SDN Cinangka 01

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Universitas Pakuan Bogor  mendorong mahasiswanya untuk melaksanakan KKN mulai  19 Juli-27 Agustus 2022 yang tersebar di beberapa wilayah di Kabupaten Bogor. Mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Pakuan yang melaksanakan KKN di Desa Cinangka, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor  telah mencuri perhatian siswa SDN Cinangka 01.

“Kehadiran  mahasiswa  dengan program Radistik  (Gerakan Diet Plastik) ke SDN Cinangka 01 disambut antusias oleh seluruh warga SDN Cinangka 01,” ujar Kepala  SDN Cinangka 01 Yanie Muriani, M.Pd.

Yanie  sangat mengapresiasi kegiatan Radistik, untuk itu dalam sambutannya menyampaikan agar anak-anak menyimak dengan baik apa yang disampaikan oleh kakak-kakak mahasiswa.

Dia berharap yang telah disampaikan  melalui kegiatan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik ini dapat bermanfaat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari oleh siapapun, kapan pun dan dimana pun  kita berada khususnya di lingkungan SDN Cinangka 01.

Sementara Kelompok mahasiswa yang hadir untuk melaksanakan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik pada Jumat, 19 Agustus 2022 diketuai oleh Muhamad Sangga Weudi, mahasiswa FKIP Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia.

“Teman-teman saya tergabung dari berbagai Program Studi yaitu Restu Aulia Pramana  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Wanda Salsabila Program Studi Pendidikan Biologi, Putu Merischa Deabella  dan Rana Amelia Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar,” jelas Sangga.

Sangga menjelaskan tujuan kegiatan sosialisasi gerakan diet plastic ini untuk menanamkan sikap peduli terhadap makhluk hidup dan cinta terhadap bumi yang difokuskan pada kegiatan pengurangan penggunaan sedotan plastik.

“Kami merasa bangga karena pada kegiatan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik, tampak reaksi dari anak anak ketika diberi penjelasan tentang gerakan diet plastik sangat antusias dan menyimak dengan baik informasi yang disampaikan,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut diakhiri oleh Sangga dan  teman-temannya dengan membagikan sedotan yang terbuat dari bahan stainless sebagai contoh benda pengganti sedotan plastik dan poster ajakan untuk mengurangi penggunaan plastik serta piagam penghargaan untuk SDN Cinangka 01.

“Kegiatan Sosialisasi Gerakan Diet Plastik di SDN Cinangka 01 sangat berkesan bagi kami karena anak–anak  menyimak informasi dengan baik, kompak, dan semangat,“ tutur Sangga.

** MWS/mg-unpk

Dinkes Tindaklanjuti Keinginan Warga Tambah Jadwal Pelayanan di Pustu Wangunjaya

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor akan menindaklanjuti keinginan warga Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng yang meminta pelayanan kesehatan di Puskesmas pembantu (Pustu)  Wangunjaya ditambah sehingga jadwal buka pelayanan tidak hanya satu hari.

“Siap kami tindak lanjuti,” kata Sekretaris Dinkes Dr Agus dikonfirmasi via WhatsApp.

Begitu juga Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Leuwisadeng Engkos Kosasih mengatakan ada  keluhan warga yang diterimanya yakni perihal  operasional pelayanan di Pustu Wangunjaya yang disampaikan warga tentu telah dikomunikasikan dengan pihak Puskesmas Sadengpasar.

“Kenapa pelayanan di Pustu Wangunjaya cuman satu hari, kan begitu. Informasi  yang diterima karena minimnya petugas kesehatannya (nakes). Meski demikian, kami sarankan pelayanan kesehatan di Pustu Wangunjaya buka jangan cuma satu hari. Diupayakan jangan satu hari, harus ada penambahan jadwal harinya,” harap Engkos

Kalau  jadwal hari tidak ditambah, kata Engkos  di saat warga Wangunjaya membutuhkan pelayanan medis, kasihan harus datang ke pustu yang berada di Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung.

“Begitu juga kalau warga Wangunjaya harus berobat ke Pustu di Desa Sukaluyu, itu jaraknya cukup jauh,” papar Engkos.

Ketua RW 10 Kampung Batu 2, Desa Wangunjaya, M Sanip selain banyak warga setuju jadwal hari pelayanan di Pustu itu ditambah.

Tak hanya itu, ketua RW pun kembali mendapat usulan warga. Selain jadwal hari pelayanan ditambah warga juga meminta di Pustu itu adanya program suntik KB secara gratis.

Adanya program suntik KB, seperti di Pustu Desa Sukaluyu, itu kata warga saya, Bu Ijah,” papar RW Sanip. “Ini usulan masyarakat, mohon ditindaklanjuti,” pinta RW Sanip.

Sebelumnya disebutkan M Sanip bahwa  tidak sedikit warganya yang berobat ke pustu di Kampung Sawah, Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung.

Pasalnya, pelayanan kesehatan di Pustu Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng meski ada, tetapi buka  hanya seminggu sekali.

“Disana (Desa Wangunjaya) hanya melayani kesehatan seminggu sekali, setiap hari Rabu bukanya. Makanya kami kesini, antar istri berobat  ke pustu di Desa Sukaluyu,” jelasnya.

Menurut Sanip, seharusnya jadwal pelayanan pustu di wilayah desanya  itu ditambah sebab pasien yang datang ke Pustu Desa Sukaluyu cukup banyak.

“Termasuk warga Desa Wangunjaya dan Sadengkolot  Kecamatan Leuwisadeng itu tak sedikit yang berobat di Pustu Sukaluyu. Kami minta jadwal pelayanan di pustu Wangunjaya harus ditambah, karena jumlah pasien di Pustu Desa Sukaluyu itu cukup banyak,” tukasnya.

** Arip Ekon

Sinergi Foundation Ikuti Serta PSKS Kelembagaan 2022 Dinas Sosial Kota Bandung

0

Lembang | Jurnal Bogor

Sinergi Foundation mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Kelembagaan Tahun Anggaran 2022 yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 120 peserta dari berbagai perwakilan lembaga sosial di Kota Bandung, yang berlangsung pada 24 – 25 Agustus 2022 berlokasi di Hotel Putri Gunung Lembang.

Agenda kegiatan dibagi menjadi 2 sesi, di mana pada hari pertama para peserta diberikan materi terkait dengan pengelolaan kelembagaan. Dan pada hari berikutnya, diadakan kegiatan outbound.

Juga turut hadir PLT Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Dr. H. Rusdiantono, yang sekaligus membuka kegiatan dan memberikan sambutan kepada para peserta yang hadir mengikuti kegiatan.

Dalam sambutannya, Dr. H. Rusdiantono menyampaikan ucapan terima kasih kepada peserta yang hadir dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Sosial Kota Bandung tersebut. Selain itu, Rusdiantono, berharap untuk kedepannya dalam kegiatan tersebut tidak hanya penyelenggara saja yang menyampaikan materi, melainkan dari para peserta pun dapat mempresentasikan lembaganya masing-masing, sehingga adanya feedback yang dihasilkan.

“Diharapkan untuk kedepannya kegiatan ini tidak hanya dilakukan secara satu arah saja, di mana hanya penyelenggara yang menyampaikan materi, melainkan adanya feedback dari para peserta”, tutur Rusdiantono dalam sambutannya.

Lebih lanjut, Rusdiantono menyampaikan, bahwa persoalan sosial yang terjadi di masyarakat tidak hanya bisa ditopang dari dana APBD saja, melainkan dengan bantuan lembaga-lembaga yang concern dalam membantu peningkatan taraf hidup masyarakat.

Rusdianto menambahkan, dalam kegiatan ini diharapkan setiap lembaga memiliki pengelolaan anggaran yang baik terutama di masa seperti ini. Pun, harus memiliki persyaratan administrasi yang baik.

Materi pertama disampaikan oleh Heni, selaku Praktisi Sosial, menjelaskan mengenai administrasi kelembagaan yang harus dilengkapi oleh masing-masing lembaga. Dalam penjelasannya, Heni menyampaikan, bahwa salah satu syarat suatu lembaga harus memiliki Akta agar dapat terstandarisasi dan terintegrasi sebagai suatu lembaga. Selain itu, pembetulan struktur kelembagaan pun harus dijalankan oleh masing-masing lembaga.

“Dalam suatu kantor lembaga harus ada struktur jelas yang terpasang, kalau bisa dipasang juga foto para karyawannya”, ujar Heni.

Secara umum, materi yang disampaikan oleh Heni terkait dengan kelengkapan administrasi yang harus dimiliki oleh masing-masing lembaga yang concern terhadap penanggulangan dan peningkatan masyarakat dalam bidang sosial.

Selanjutnya, materi kedua disampaikan oleh Ipin Tasripin dari Peksos Madya Balai Besar Pelatihan Pekerjaan Sosial Lembang.  Materi disampaikan secara sederhana dan mudah dimengerti oleh para peserta dengan memproyeksikan permainan sebagai cara untuk menjelaskan sebuah tugas sebagai pekerja sosial. Para peserta antusias dalam mengikuti setiap intruksi yang diberikan oleh Ipin. Hal tersebut terlihat dari raut wajah dan juga keaktifan dalam menanggapi materi yang disampaikan.

Ipin menjelaskan bahwa kedudukan para pekerja sosial yang dapat menghasilkan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) bagi masyarakat ini langsung dilindungi oleh Undang-Undang. Sehingga diharapkan para pekerja sosial dapat fokus dalam menjalankan tugas sesuai dengan bidangnya masing-masing.

Selain itu, Ipin menambahkan, bahwa harus adanya kerjasama antara atasan dan bawahan dalam menjalankan tujuan dari lembaga. Lebih jauh, persoalan mengenai kerjasama dan kolaborasi harus dijalankan dengan baik dengan berbagai pihak yang dapat membantu lancarnya program dalam suatu lembaga.

“Dalam menjalankan lembaga harus fokus, di mana fokus untuk mengurusi lembaga sendiri, diperlukan juga kerjasama antara bawahan dan atasan. Selain itu, maupun kerjasama dan kolaborasi dengan berbagai pihak aga sulit namun harus tetap dilakukan”, tutur Arifin.

Di akhir materinya, Arifin menambahkan, bahwa dalam menjalankan organisasi harus dilandasi dengan keihklasan dan kemauan.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Aplikasi Pintu Juara Jawa Barat yang disampaikan oleh Adam, selaku Seksi Kelembagaan Dinas Sosial Kota Bandung.

Aplikasi ini dibutuhkan oleh Dinas Sosial Jawa Barat untuk mengetahui data base yang di kelola oleh setiap lembaga. Lebih lanjut, Adam menambahkan, untuk pendaftaran Aplikasi Pintu Juara Jawa Barat ini hanya untuk lembaga yang bergerak di bidang sosial.

Di hari berikutnya, para peserta mengikuti kegiatan outbound yang masih berlokasi di sekitar kawasan Hotel Puteri Gunung Lembang. Kegiatan outbound diadakan sebagai cara untuk mempererat tali silaturahmi para peserta yang hadir. Pun, sebagai sarana untuk memperkenalkan identitas dari masing-masing lembaga yang hadir dalam mengikuti kegiatan Peningkatan Kapasitas Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Kelembagaan 2022 ini.

Sinergi Foundation berharap untuk ke depannya kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan kembali, khususnya untuk meningkatkan potensi kinerja para pekerja sosial. Di sisi ilmu yang telah dimiliki oleh para pekerja sosial, masih perlu perhatian dari Dinas Sosial untuk saling bersinergi dalam mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat secara luas.

Sinergi Foundation (SF) adalah lembaga filantropi yang mengelola dana Wakaf, Zakat, Infak-Sedekah, serta Dana Sosial lainnya melalui program inovasi sosial pemberdayaan. Sinergi Foundation berkomitmen untuk mengoptimalkan semangat kolaborasi dan potensi sumberdaya lokal menuju terwujudnya masyarakat yang mandiri, produktif dan berkarakter. 

**prast