33.1 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 866

HMR yang Dipimpin Ibnu Sakti Mubarok Hibur Anak dengan Hadirkan Badut

0

Pamijahan | Jurnal Bogor

Banjir bandang yang menimpa wilayah Kecamatan Leuwiliang dan Pamijahan, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu menjadi keprihatinan dan perhatian semua pihak. Salah satunya Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) turut berduka cita dengan musibah yang sampai menelan korban jiwa tersebut.

Ketua HMR Ibnu Sakti Mubarok mengatakan, bahwa pihaknya telah mendatangi titik lokasi bencana di wilayah Kampung Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Minggu (03/07). 

“Saya bersama teman-teman Himpunan Mahasiswa Rumpin turut berduka cita atas musibah yang terjadi ini,” ungkapnya.

Kedatangannya ke lokasi itu, disambut antusias masyarakat sekitar. Kata dia, dengan menghadirkan beberapa karakter badut, HMR berkolaborasi dengan Fino Badut menggelar trauma healing terhadap anak-anak. Tujuannya, agar anak-anak tidak merasa trauma pasca banjir bandang.

“Semoga apa yang kami lakukan ini bermanfaat bagi masyarakat khususnya anak-anak,” ucapnya.

Pria yang hangat disapa bung Sakti itu berharap, musibah tersebut tidak berkelanjutan meskipun cuaca saat ini terlihat masih belum stabil. 

“Musibah ini mungkin akan menjadi sejarah duka untuk masyarakat yang menjadi korban. Tapi semoga musibah ini tidak berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara, Ketua RW setempat Rudi, sangat mengapresiasi adanya trauma healing yang dilakukan HMR, karena di samping memberikan hiburan kepada anak-anak, trauma healing yang dilakukan pun mampu mengajak masyarakat umum untuk ikut serta bergembira.

“Saya sangat bersyukur dan berterimakasih dengan kedatangan teman-teman mahasiswa dari Rumpin yang sudah peduli terhadap anak-anak dan memulihkan kembali trauma pada anak-anak,” kata dia.

Beberapa masyarakat pun memberikan tanggapan yang sama, seperti Ibu Sifa merasa senang dan sangat terhibur. “Saya sangat senang, anak saya juga bahagia banget. Apalagi sama badut-badutnya lucu-lucu. Terimakasih untuk mahasiswa dari Rumpin, ini sangat bermanfaat untuk kami semua yang ada disini,” tukasnya.

** Andres

Peduli Bencana Cibunian, PAC PP Ciawi Galang Dana Bantuan

0

Ciawi | Jurnal Bogor
Bencana banjir bandang dan tanah longsor di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada Rabu (22/06) lalu, membuat sejumlah organisasi massa (Ormas) ikut prihatin dan peduli. Itu dibuktikan oleh Pengurus Anak Cabang (PAC) Ormas Pemuda Pancasila (PP) Kecamatan Ciawi, yang mau turun ke jalan untuk penggalangan dana.

Kegiatan yang dipusatkan di seputar lampu merah Gadog itu, merupakan kolaborasi antara pengurus PAC PP  dengan ranting-ranting yang ada di Kecamatan Ciawi.

Ketua PP PAC Kecamatan Ciawi, Yuri Stefandiary mengatakan, aksi penggalangan dana akan dilakukan selama satu minggu ke depan untuk membantu meringankan beban korban bencana banjir dan tanah longsor di Desa Cibunian.

Untuk lokasinya, lanjut Yuri, tidak hanya di simpang Gadog saja, tetapi nantinya aksi penggalangan dana juga akan dilakukan di simpang Ciawi dan lokasi-lokasi lainnya.

“Aksi ini murni panggilan kemanusiaan untuk membantu saudara kami yang menjadi korban bencana. Masyarakat banyak yang bersimpati dengan memberikan donasi atau bantuan sesuai kerelaan, keikhlasan dan kemampuannya,” ujarnya kepada wartawan dilokasi aksi, Senin (04/07).

Disisi lain, aksi menggalang donasi  untuk korban bencana ini juga, bertujuan menumbuhkan rasa kemanusiaan serta peduli terhadap sesama bagi seluruh anggota PP di wilayah Kecamatan Ciawi.

Yuri pun mengaku prihatin atas musibah yang terjadi di wilayah paling barat Kabupaten Bogor tersebut. “Sebagai manusia kita harus saling peduli. Semoga para korban bencana diberikan ketabahan dan di Kabupaten Bogor pada umumnya, kami doa kan agar tidak lagi terjadi bencana,” ungkapnya.

Yuri memaparkan, bencana merupakan teguran dari sang maha pencipta agar senantiasa menjaga alam dan berserah diri sebagai mahluk ciptaannya. 

Ia minta agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, segera membangunkan hunian tetap (Huntap) di lokasi yang layak bagi para korban bencana.

“Bencana ini merupakan teguran dan Allah SWT. Sekarang tinggal tindakan terarah dan terukur yang harus segera dilakukan pemerintah daerah bagi para korban. Jangan tambah penderitaan mereka dengan merelokasi sementara ke rumah kontrakan atau sanak saudaranya saja, tapi harus juga segera dibuatkan Huntap di lokasi yang aman,” pintanya.

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, mencatat sedikitnya ada 20 kepala keluarga (KK) terdampak dan 52 KK atau sekitar 172 jiwa terpaksa harus mengungsi. Bencana banjir bandang dan longsor itu juga menyebabkan 18 unit rumah rusak berat, 2 unit rusak ringan dan 4 jembatan putus. Hasil laporan visual dari lapangan menunjukkan, tim gabungan harus berupaya melewati lereng sungai yang mengalami longsor untuk mencapai titik lokasi bencana.

BPBD juga menghimbau pemangku kebijakan bersama masyarakat melakukan segala upaya yang merujuk pada mitigasi dan peningkatan kesiapsiagaan, seperti normalisasi sungai serta bersosialisasi ke masyarakat yang tinggal di sekitar lereng untuk lebih meningkatkan kewaspadaan.

** Dede Suhendar  

Sampah Berserakan di Desa Pasir Angin, UPT Sampah Jonggol 2 Turunkan 3 Mobil Pengangkut 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Pengelolaan Sampah 2 Jonggol Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor membersihkan tumpukan sampah di jalan Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, sejak Kamis (30/7 ) hingga Jumat (1/7).

Kepala UPT Sampah 2 Jonggol Heri mengatakan, tumpukan sampah yang menggunung di pinggir jalan  diduga bukan hanya berasal dari warga Desa Pasir Angin, namun dari warga luar Kecamatan Cileungsi yang melintas.

“Kami menduga yang rajin membuang sampah di sini bukan dari warga di Desa  Pasir Angin saja , pelintas jalan yang juga rutin bawa sampah pasti ada. Untuk pengangkutan sampah kali ini kami menurunkan 3 unit mobil pengangkut untuk membersihkan sampah yang menumpuk di ruas  pinggir jalan Pasir Angin,” jelas Heri kepada Jurnal Bogor , Senin (04/07/22).

Menurutnya, permasalahan sampah adalah masalah bersama sehingga semua elemen baik pemerintah maupun masyarakat harus terlibat dalam menangan sampah, karena apabila hanya dilakukan salah satu elemen saja, tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.

“Saya  mengimbau kepada warga  Desa Pasir Angin agar tidak lagi membuang sampah sembarangan, bantu  pihak UPT untuk menjaga Kecamatan Cileungsi  yang kita cintai agar senantiasa terlihat bersih dan indah, jangan mereka yang rajin buang sampah setelah menumpuk dan berbau petugas yang di salahkan,”  tutupnya.

** Ramses / Nay 

HUT Bhayangkara ke-76, Polsek Gunung Putri Tanam Pohon di Setu Citongtut

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke-76, jajaran Polsek Gunung Putri meaksanakan penanaman 100 pohon di tepian Setu Citongtut, Perumahan BSI RT 04 RW 06, Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (04/07/2022).

Wakil Kepala Polsek Gunung Putri, AKP Didin Komarudin S.H mengatakan, pihaknya menanam lebih dari 100 pohon dan bibit pohon untuk penghijauan.

“Alhamdulillah dalam memperingati HUT Bhayangkara kita jajaran Polsek Gunung Putri melaksanakan penanaman pohon bersama Ketua Karang Taruna Desa Cicadas dan anggota, Ketua Ormas AMS Sub Rayon Desa Cicadas, Ketua GPS (Gerakan Pungut Sampah) Desa Cicadas, dan Ketua Kader Posyandu Kenanga 2,” ucapnya kepada Jurnal Bogor melalui pesan WhatsApp, Senin(4/7).

Dia berharap pohon-pohon tersebut bisa dijaga sampai besar hingga menjadikan Gunung Putri sejuk.

“Dalam kegiatan tersebut ditanam juga dari bibit pohon alpukat, durian, jambu dan manga. Ya semoga ini bisa bermanfaat untuk lingkungan, dan mari kita jaga bersama sama lingkungan kita,” pungkas Didin.

** Wisnu / Nay 

Yakin 2024 Menang, PKS Kabupaten Bogor Siapkan Tim Pengawalan Kemenangan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

DPD PKS Kabupaten Bogor menyiapkan tim pengawalan kemenangan dengan pelatihan tim advokasi Pemilu. Upaya ini untuk memenangkan Pemilu 2024 yang diyakininya bakal menang. “Selama ini PKS sudah dikenal baik oleh KPU, Bawaslu, parpol lain, dan masyarakat umum jago dan handal pada tim saksinya. Sehingga mampu menjadi partner dan referensi dalam perhitungan, rekapitulasi dan saksi sengketa Pemilu,” ujar Bidang Hukum dan Kebijakan Publik PKS Kabupaten Bogor Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor di kediamannya, Senin (04/07/22).

Achmad Fathoni

Pelatihan Tim Advokasi Pemilu sendiri digelar di aula Lt.2 Kantor DPD PKS Kabupaten Bogor yang diikuti 50 peserta utusan 40 DPC, kepanduan dan kepemudaan, Minggu (03/07/22).

Achmad Fathoni menyampaikan program ini menjadi bagian keyakinan bahwa pada 2024 PKS Kabupaten Bogor akan menang sehingga disiapkan tim pengawal kemenangan yaitu Tim Advokasi Pemilu.

Tapi, kata dia,  di saat bersamaan PKS sering dirugikan karena adanya kecurangan dan pelanggaran dalam pelaksanaan Pemilu. Maka melalui pelatihan ini, PKS Kabupaten Bogor menyiapkan tim yang akan mengawal untuk membela dan mengadvokasi agar semua hak warga, parpol khususnya PKS tidak dilanggar. PKS menginginkan Pemilu dijalankan dengan luber dan jurdil, serta fair sesuai aturan yang berlaku.

“Pelatihan ini dibuka langsung oleh Sekum DPD, Wasto S.Hut yang mewakili ketua yang berhalangan hadir karena sedang ada kegiatan di Bandung. Sekum DPD mengingatkan bahwa kita harus terus mengenalkan dan mengajak masyarakat ikut PKS, sehingga menambah suara dan bisa memenangkan PKS. Beliau juga menyampaikan pelatihan ini sangat penting karena pada dasarnya satu suara yang ditipkan warga negara melalui Pemilu sangat penting dan harus dibela,” papar Fathoni biasa disapa.

Menurutnya, one person one vote one value menghasilkan tim pembela yang kuat dalam menjaga kemenangan PKS. Dalam pelatihan ini juga dibagi dalam beberapa sesi dengan sesi pertama menghadirkan 2 pemateri sekaligus yaitu Kusnadi, SH, MH (advokat Peradi) untuk menyampaikan Pengantar Hukum Indonesia dan Mulyawan SH, LLM (advokat dan akademisi) yang menyampaikan advokasi hukum dasar dan demokrasi.

“Pada sesi kedua disampaikan panel dari KPUD Erik Fitriadi, SH MH menyampaikan tahapan-tahapan Pemilu dan potensi sengketanya serta dari Bawaslu Bogor Ridwan Arifin menyampaikan kajian sengketa Pemilu. Pada kedua sesi dilakukan diskusi dan tanya jawab yang diikuti peserta dengan sangat antusias yang kemudian merekomendasikan adanya diskusi dan pelatihan lanjutan untuk memperdalam materi,” beber Aleg Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor tersebut.

Menurutnya, pelatihan ini akan dilanjutkan dengan kegiatan-kegiatan lain, baik diskusi maupun pelatihan dengan tema-tema yang lebih spesifik lagi. “Dan dengan terbentuknya Tim Advokasi sejak awal, PKS Kabupaten Bogor siap mengikuti dan mengawal pelaksanaan tahapan Pemilu agar sesuai peraturan dan tidak ada hak warga yang dilanggar,” tegasnya.

Erik Fitriadi yang diundang sebagai pemateri mengaku terkesan dengan kegiatan pelatihan yang di adakan PKS. “Peserta cukup antusias ya, dan sangat kritis sekali dalam menyampaikan pertanyaan-pertanyaan, semoga lain waktu bisa diadakan lagi diskusi yang lebih spesifik,” ujar Erik.

Pelatihan ditutup dengan sesi diskusi kasus dan pembentukan Tim Advokasi Pemilu PKS Kabupaten Bogor yang dipandu langsung Tim Hukum Bidang Hukeblik, Krisbiono, SH dkk.

** Nay Nur’ain

Sudah Miliki Satgas, DLH Nilai Pembentukan Detektif Swasta Tidak Perlu

0

Cisarua | Jurnal Bogor
Usulan Komisi 3 DPRD agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) membentuk detektif swasta untuk mengawasi dan mencegah adanya pencemaran lingkungan, seperti yang terjadi di Sungai Cileungsi, ditanggapi langsung Kepala DLH Kabupaten Bogor, Ade Yana.

Mantan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor itu menilai, pembentukan detektif swasta tidak harus dilakukan Pemkab Bogor. Alasannya, karena DLH selama ini telah memiliki satgas lingkungan hidup untuk mengawasi dan melakukan pembinaan kepada masyarakat.

“Jadi untuk apa harus dibentuk lagi detektif lingkungan. Selama ini DLH sudah membentuk satgas yang berasal dari lapisan masyarakat, tujuannya sama yaitu untuk menjaga lingkungan. Satgas lingkungan hidup juga diberikan pendidikan dan pelatihan (Diklat) serta mendapat bimbingan teknis (Bimtek). Semua satgas mendapat honor dari pemerintah,” kata Ade Yana, kepada wartawan disela kegiatan capacity building dan sinergitas DLH dengan Satgas Lingkungan Hidup di Cisarua, Minggu (03/07).

Menurutnya, untuk pengawasan lingkungan itu, seharusnya menjadi tanggung jawab semua pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah desa (Pemdes), Forkopimcam dan instansi terkait. Sedangkan kapasitas DLH sendiri, lanjut Ade Yana, lebih bersifat kepada hal teknis setelah menerima aduan secara tertulis.

“Kami ini adanya di dinas teknis, harusnya dibuatkan aduan secara tertulis jika ada dugaan pencemaran. Setalah itu diterima akan ditindak lanjuti dengan melibatkan instansi terkait,” jelasnya.

Berkaitan dengan penanganan sampah, kata Ade Yana, DLH memiliki keterbatasan mulai dari sumber daya manusia (SDM) dan sarana maupun prasarana. Disisi lain, ada retribusi yang harus dihasilkan DLH untuk masuk kedalam Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Artinya DLH hanya bisa mengangkut sampah yang membayar retribusi. Karena kami juga punya target pendapatan yang harus dicapai melalui restribusi untuk PAD. Jadi kalau harus menangani sampah secara menyeluruh, yah pasti terkendala,” paparnya.

Sebelumnya, Komisi III DPRD Kabupaten Bogor mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor, agar membentuk detektif lingkungan. Adanya detektif itu untuk mengatasi pencemaran lingkungan, terutama di Sungai Cileungsi.

“Sepertinya ada masalah di instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Jadi DLH harus serius menyelesaikan masalah ini, perlu ada audit berkala,” kata Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, Tutty Alawiyah beberapa waktu lalu.

Tutty mengungkapkan, Sungai Cileungsi setiap tahunnya menghadapi masalah berupa bau tak sedap. Kemudian, airnya menghitam dan mengeluarkan buih-buih, terutama saat musim kemarau melanda Kabupaten Bogor. Bahkan, pada tahun 2018, permasalahan pencemaran Sungai Cileungsi sudah dibawa ke tingkat nasional.

Hal itu membuat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), turun langsung secara serius melakukan penyegelan enam pabrik yang ketahuan membuang limbah ke sungai tersebut. Pencemaran aliran Sungai Cileungsi sudah lama dan berulang terjadi. Kondisi itu sangat mengkhawatirkan dan berpotensi mengganggu kesehatan warga sekitar.

“Perasaan kesal dan sedih saat itu yang kami rasakan, karena lingkungan jadi rusak, warga sekitar jadi sakit, pusing dan muntah-muntah. Kondisi itu selalu berulang kembali, seperti episode drama tidak berujung dan tidak ada jeranya,” ujar Srikandi Partai besutan Prabowo Subianto tersebut.

Tutty pun meminta kepada Pemkab Bogor, untuk melakukan audit IPAL secara berkala terhadap semua pabrik yang ada di sepanjang aliran Sungai Cileungsi. Langkah itu dilakukan, sebagai bagian dari introspeksi dan langkah awal perbaikan.

“Pengawasan, pengecekan dan patroli, nantinya dilakukan secara berkala oleh detektif ini, sehingga bila terjadi pencemaran bisa dideteksi dan dibereskan,” tukas perempuan cantik berhijab istri anggota DPR RI Partai Gerindra, Edi Santana itu.

** Dede Suhendar  

Tangani PMK di Tulungagung, Kementan Turunkan Tim Relawan

0

Malang | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) menjamin pelaksanaan kegiatan Iduladha akan berjalan aman dan lancar meski di tengah wabah PMK (Penyakit Mulut dan Kuku) pada hewan ternak yang saat ini melanda Indonesia.

Dalam beberapa kesempatan Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo (SYL) mengatakan bahwa wabah PMK tidak berbahaya untuk manusia. Selain tidak bisa menular ke manusia, dagingnya juga masih aman untuk dikonsumsi.

Untuk itu Mentan SYL optimis wabah PMK yang saat ini sedang menyerang peternak dapat ditangani dalam waktu dekat. Dirinya menghimbau agar semua pihak turun langsung dan terlibat dalam penanganan PMK.

Mentan SYL menyebutkan jika wabah PMK yang tengah melanda saat ini bisa ditangani dengan beberapa strategi pendekatan. Mulai dari penerapan strategi intelektual sebagai langkah percepatan, strategi manajemen sebagai langkah penguatan hingga strategi perilaku sebagai langkah bersama dalam menghilangkan PMK.

Menindaklanjuti arahan Mentan SYL, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi menyatakan kesiapan penuh seluruh jajaran BPPSDM dalam mendukung negara menghadapi wabah PMK.

“ Oleh karenanya kita harus bantu petugas, bantu peternak dengan segala kemampuan agar PMK bisa segera ditanggulangi dan peternak kita kembali bersemangat untuk beternak, terutama sapi perah dan sapi potong, serta ternak berkuku genap lainnya,” tegas Dedi.

Pernyataan pria yang akrab disapa Prof. Dedi ini pun segera ditindaklanjuti oleh Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis dibawah BPPSDMP.

Sebagai respon cepat, Polbangtan Malang memberangkatkan 20 mahasiswa yang didampingi Ketua Jurusan Peternakan Wahyu Windari) dan Kaprodi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (Sadlikah).

“ Menanggapi surat Kepala Dinas Perternakan dan Keswan Kabupaten Tulungagung terkait permintaan bantuan relawan penanganan PMK di wilayahnya, Polbangtan Malang merespon secara cepat permintaan tersebut, “ ungkap Dedi

Sementara dalam keterangannya, Kadis PKH Kabupaten Tulungagung, Mulyanto menyatakan bahwa karena keterbatasan sumberdaya manusia yang ada di dinas maupun pelaku usaha, untuk itu dibutuhkan bantuan dari insan akademik terutama dalam pelaksanaan vaksinasi PMK di wilayahnya.

“ Target vaksinasi per hari adalah 100 dosis setiap tim, dan dilakukan door to door, sehingga dibutuhkan banyak tenaga relawan, termasuk dari Polbangtan Malang, “ ungkap Mulyanto

Saat melepas tim relawan, Direktur Polbangtan Malang, Setyabudi Udrayana berpesan agar dapat menjalankan tugas dengan baik, serta menjaga perilaku higienis, karena manusia berperan sebagai vektor untuk virus PMK.

“Kalian harus mentaati standar operasional prosedur yang telah ditetapkan oleh petugas dinas, dan itu berlaku untuk setiap individu, “ pesan Uud sapaan akrabnya (03/07/2022)

Di akhir arahannya, Uud tak lupa mengingatkan agar seluruh mahasiswa dapat menjaga kondisi, karena amanah ini harus dijalankan dengan baik dan mereka kembali ke kampus dengan tetap sehat.

** PPMKP/Kementan

Anton Perkuat Wawasan Kebangsaan Ketua Ranting Partai Demokrat

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Sekretaris Fraksi Demokrat MPR-RI H. Anton Sukartono Suratto, M.Si, menyosialisasikan 4 Pilar MPR-RI kepada Ketua Ranting Partai Demokrat di Kecamatan Tajurhalang, di Aula Terbuka Demokrat Sport Center DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Kamis (7/6/2022).

Menurutnya, sebagai warga negara Republik Indonesia (RI) harus saling hormat menghormati, saling menjaga Bhineka Tunggal Ika, menjaga kerukunan beragama dan jangan saling mencela dan berkata kasar. Karena kata-kata kasar inilah yang akan menimbulkan konflik dan rasa antipati satu sama lain, dan mengancam NKRI.

“Harapan dari sosialisasi ini, maka rasa cinta tanah air pada diri kita semua semakin kuat, dan tentunya akan memperkokoh pertahanan dan NKRI”, tambahnya.

“Sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai sila pertama, karena posisinya di awal maka ia menjadi pondasi bagi sila-sila yang lain. Dan tentu saja ketika kita memilih calon pemimpin maka yang pertama lihatlah pelaksanaan dari sila ini,” timpalnya.

Kang H.Anton yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat, mengungkapkan perkuat wawasan kebangsaan masyarakat jadi salah satu tugas pokoknya. “Warga harus memahami makna 4 pilar MPR-RI yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, Memaknai 4 pilar di masa saat ini tidak hanya teks buku tetapi juga dalam bermedia sosial. Sehingga nilai-nilai kebangsaan pun muncul saat bermedia social,” pungkasnya.

**gp

Masyarakat Diingatkan Setia dan Amalkan 4 Pilar MPR RI

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Anggota Komisi I DPRI RI yang juga Anggota MPR RI dari Fraksi Demokrat H. Anton Sukartono Suratto, mengingatkan masyarakat agar tetap setia dan mengamalkan 4 Pilar MPR RI yakni Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi Negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia Bentuk Negara, dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Empat pilar ini harus kita pahami dan kita amalkan dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” ujar Anton disela sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang dihadiri sejumlah simpatisan dan Tokoh Masyarakat Kecamatan Sukaraja, Senin (13/05/2022) acara tersebut berlangsung di Aula Terbuka Demokrat Sport Center.

Pada kesempatan itu, Anton juga meminta para tokoh masyarakat dan tokoh agama agar ikut mensosialisasikan 4 pilar MPR RI ini kepada masyarakat hingga ke akar rumput, terutama juga kepada generasi milenial saat ini agar terjadi kesepahaman soal komitmen kebangsaan yang diwariskan leluhur dan tokoh bangsa di masa lalu.

“Ada banyak ideologi negara, dan kita telah menyepakati Pancasila sebagai dasar dan ideologi kita,” katanya.

Perdebatan, kata dia, tidak lagi mengarah kepada pergantian ideologi, tetapi bagaimana cara mengamalkannya sesuai konteks hari ini. “Jangan mempertentangkan ideologi lain atau juga agama dengan pilar kebangsaan yang sudah kita sepakati ini,” katanya.

Anton juga mengatakan, Pancasila bahkan mengakomodir kebebasan umat beragama untuk mempraktikan ritual atau kegiatan keagamaan sesuai dengan keyakinannya. Antar umat beragama, antara suku dan bangsa tidak boleh saling mengganggu.

“Bahkan dalam ranah sosial dan kehidupan bernegara kita harus saling membantu dan bergotong royong menghadapi berbagai persoalan yang dihadapi bangsa ini,” imbuhnya.

**gp

4 Pilar MPR RI Diminta Anton Diterapkan di Pemerintah Desa

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Aparatur Pemerintah Desa (Pemdes) di Kecamatan Dramaga, diberikan sosialisasi pemahaman empat pilar MPR-RI oleh Sekretaris Fraksi Partai Demokrat MPR-RI H. Anton Sukartono Suratto di Aula Terbuka Demokrat Sport Center DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Jumat (25/03/2022).

Seluruh aparatur desa termasuk Kepala Desa tampak antusias mengikuti sosialisasi ini. H. Anton mengatakan pemahaman empat pilar MPR-RI yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika harus benar-benar diterapkan Pemdes.

“Ini pengingatan kembali agar pemahaman lebih kuat dan tajam. Serta dibarengi dengan implementasi real oleh aparatur desa,” kata politisi Partai Demokrat yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Jawa Barat.

Lebih jauh H. Anton menuturkan, saat ini pembangunan di Kabupaten Bogor kian pesat, sehingga aparatur desa melayani berbagai macam karakter warga. Empat pilar jadi kunci desa dapat berjalan harmonis dengan masyarakat.

“Aparatur pemerintah melayani masyarakat yang berbeda-beda dari berbagai suku, agama, dan golongan, jika kita menerapkan empat pilar akan menjadikan aparatur bijak dalam menghadapi berbagai persoalan warga,” ucap dia.

Kedepan Anton berharap seluruh aparatur desa di Indonesia harus bijak dan serius melayani masyarakat.

**gp