34.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 836

Warga Antusias Ikuti Gebyar Nanggung Manggung

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Ratusan warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor antusias  mengikuti jalan sehat, senam dan sepeda santai pada event gebyar Nanggung Manggung.

Acara yang dilaksanakan oleh organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan (OKP) dan Muspika Kecamatan Nanggung itu berlangsung di lapangan Kalongliud, Desa Kalongliud, Minggu (2/10).

Meski sempat diguyur hujan tidak menyurut semangat para peserta untuk mengikuti berbagai rangkaian kegiatan yang sudah disediakan. Selain itu, acara tersebut juga dibagikan puluhan hadiah doorprize yang terdiri dari perangkat elektronik, sepeda motor, hingga umroh.

“Alhamdulillah dengan gebyar Nanggung Manggung kita bisa berkumpul dan bersilaturahmi seluruh masyarakat Kecamatan Nanggung. Kami mengucapkan terima kasih banyak kepada seluruh unsur yang sudah mendukung dan mensukseskan acara ini,” ungkap ketua panitia Suheri, yang juga Ketua Karang Taruna Kecamatan Nanggung.

Dia berharap, acara yang pertama kali dilakukan tersebut, bisa berkesinambungan. Karena dengan begitu antar OKP di Kecamatan Nanggung bisa menjalin persatuan yang baik.

“Tentu kita ingin di Nanggung itu terjalin silaturahmi yang baik, terutama target ke depan semua OKP dan Muspika bersatu untuk memajukan Nanggung Manggung,” ujarnya.

Sementara, dalam sambutannya Sekretaris Kecamatan Nanggung Suharsono menyatakan, dengan acara dalam rangka silaturahmi itu diharapkan masyarakat tetap sehat setelah sekian lama diterkam oleh Covid-19.

“Acara yang disponsori Radar Promosindo, Luwak White Koffie,  PT Antam dan juga Institut Agama Islam Bogor. Bahwa pasca pandemi Covid-19 dan acara itu diikuti dengan amat antusias oleh masyarakat, sehingga Nanggung bisa lebih hidup lagi dari segi perekonomiannya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Apdesi Kecamatan Nanggung Jani Nurjaman menyampaikan terimakasih kepada stakeholder, kepala desa, Muspika dan jajaran panitia pelaksana yang diinisiasi oleh OKP Kecamatan Nanggung yang sukses menggelar acara tersebut.

“Ini adalah bagian dari momen Hari Kesaktian Pancasila yang tadinya akan diselenggarakan dalam rangka acara HUT RI ke-77. Namun dengan banyaknya rangkaian kegiatan di momen itu, sehingga kita geser,” tukasnya.

** Andres

Ini Pesan Pjs Kades Singasari Kepada Cakades 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sekretaris Camat Jonggol Gogo Badarudin yang juga menjabat sebagai Pjs Kades Singasasi menghadiri penetapan calon Kepala Desa Singasari, Jumat (30/9). Dalam acara itu, hadir para calon kades Desa Singasari yakni Euis Sujana, Arnol Ardiansyah dan Muhar.

Dihadapan 3 Calon Kepala Desa (Cakades) Singasari, Gogo Badarudin menegaskan agar para calon harus tertib dan legowo dalam pelaksanaan Pilkades nanti. Pada kesempatan itu, dia juga menyampaikan pesan agar para calon kepala desa menyatakan siap menang dan siap kalah dalam ajang pilkades. Kemudian pihak yang kalah bisa mendukung kades terpilih nantinya. 

“Yang menang harus bisa mengakomodir pokok pikiran semua calon kades yang kalah. Satukan visi misi  calon kades yang terpilih dan ketika beres pemilihan harus kompak, bagi yang menang jangan besar hati bagi yang belum menang harus menerima dan menenangkan pendukungnya,” ujar Gogo kepada Jurnal Bogor.

 Ia menggambarkan, tidak semua orang siap menjadi kades, hanya sedikit yang siap mewakafkan pikiran untuk membangun desa. Sehingga Calkades itu adalah orang pilihan yang siap mencurahkan segala pemikiran untuk membangun desa dan masyarakatnya. 

“Tidak semua orang siap berkompetisi. Tapi tidak ada kemajuan tanpa kompetisi, tentunya berkompetensi yang sehat dan sportif,” jelasnya.

Bagi para calon kades, kata dia wajib menyempurnakan ikhtiar sebelum pelaksanaan pilkades. Sampaikan kepada pemilih   program yang baik dan bersifat membangun.

“Para calon harus tawakal sama Allah agar diberikan yang terbaik,” harapnya.

** Ramses/Nay 

Tak Kuat Nanjak, Truk Pasir Hantam Kendaraan Dibelakangnya

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Sebanyak enam kendaraan terlibat tabrakan beruntun di tanjakan Kebon Pedes, Kampung Gardu, Desa Sukamaju, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, Jumat (30/9/22). Kejadian tersebut terjadi pukul 13.40 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.

Enam kendaraan yang mengalami kecelakaan ini diantaranya truk bermuatan pasir bernomor polisi F 8936 FU, Toyota Avanza hitam bernomor polisi F 1547 JQ, Toyota Rush putih F 1362 RR, Angkot Cipanas F 1957 PE, Angkot Kadaka F 1969 PE dan Colt Losbak F 8099 HM.

Awalnya kejadian tersebut diduga akibat truk bermuatan pasir yang gagal menanjak. Menurut saksi mata, Heriyana, awalnya kendaraan sedang melaju beriringan dari arah Jasinga menuju Bogor. Setibanya di lokasi kejadian truk pasir tidak kuat menanjak dan mundur kembali hingga menabrak 5 kendaraan lainnya yang ada di belakang truk tersebut.

“Jadi, mobil truk pasir itu mundur lagi gak kuat menanjak sedangkan di belakangnya itu mobil banyak sekali, ada 5 mobil yang rusak,” ungkap Heriyana kepada wartawan di lokasi kejadian.

Menurut salah satu pengemudi, Niman  yang juga menjadi korban, mengatakan kecelakaan ini disebabkan adanya kendaraan truk yang tidak kuat menanjak.

“Truk itu udah gigi satu nyampe ngebul gitu, di belakangnya banyak mobil, nah mobil itu mundur engga ketahan, nabrak yang belakang,” katanya.

Lebih lanjut, ia mengatakan, saat kendaran truk tersebut mundur, sang sopir melarikan diri, sehingga mundurnya truk tidak terkendali.

“Angkot itu yang parah pas dibelakang truknya, kalau saya depannya yang rusak,” terangnya.

Akibat kejadian tersebut, dua orang mengalami luka ringan dan sudah dilarikan ke Puskesmas Cigudeg.

Sementara korban kendaraan ditabrak meminta pemilik truk untuk bertanggungjawab mengganti kerusakan.

** Andres

Pemdes Singajaya Mulai Susun RKPDes

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Singajaya, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) di Balai Desa, Jumat (30/09). Agenda Musrenbangdes kali ini adalah adalah menetapkan Rencana Kerja Pemerinta Desa (RKP-Des)  Singajaya Tahun 2022/2023.

Hadir dalam Musrenbangdes tersebut, Gogo Badarudin Sekcam Jonggol, Kepala Desa Singajaya Hj.Lili dan jajaran perangkat desa, tokoh masyarakat, dan TP- PKK. 

Kepala Desa Singajaya H.Lili menjelaskan, tim penyusun RKP Desa telah menyelesaikan rancangan RKP Desa yang menjadi pokok bahasan pada Musrenbangdes tersebut.

“Kegiatan Musrembang ini merujuk pada Undang-Undang No.6 Tahun 2014 tentang Desa, Peraturan Menteri Dalam Negeri No.114 Tahun 2014 Tentang Pedoman Pembangunan Desa, Peraturan Menteri Desa pembangunan Desa Tertinggal, dan tentang pedoman umum pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa,” jelasnya.

Menurutnya, desa wajib menyusun rencana kerja Pemerintahan Desa pada tahun 2022 -2023 ini. Sebagai acuan dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) pada tahun berikutnya. Mengingat masih banyak kegiatan-kegiatan di desa sehingga membuat Pemerintah Desa Singajaya harus berbagi anggaran agar semua bisa tersebut dan terealisasi.

“Untuk itu, kami menyediakan dokumen-dokumen keperluan di desa kami ini seperti halnya RKPDes 2022 -2023 ini. Selain ini, kami berharap dokumen yang dipublikasikan ini bisa membantu dan mempermudah desa dalam melaksanakan tahapan penyusunan perencanaan sesuai dengan tahapan penyusunan RKPDes ini tertuang dalam Permendes  No.21 tahun 2022 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Singajaya  dengan tahapan meliputi:pembentukan tim penyusun RKP Desa tahun 2023 antara lain bidang  infrastruktur, renovasi gedung kantor desa, pemasangan PJU, dan fasiltaa Posyandu,” papar Lili.

 Ditempat yang sama Gogo Badarudin dalam sambutannya menyampaikan Musrenbang harus mempunyai target capaian sesuai dengan visi dan misi.

“Kami selaku Pemerintah Kecamatan Jonggol  juga berpesan agar pembangunan yang diusulkan dan dilaksanakan harus tepat sasaran serta menjadi nilai tambah perekonomian warga Desa Singajaya,” pungkasnya.

** Ramses/ Nay

Cerita FreshCare: Yuk, Kenalan Lebih Jauh dengan Kami!

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Minyak angin sudah lama dikenal masyarakat Indonesia, dari zaman nenek kita. Kala itu bau produknya sangat khas, sehingga sering diistilahkan “minyak Nyong-nyong”. Orang menyukainya karena khasiatnya. Aroma dan kehangatannya dipercaya dapat meredakan berbagai penyakit ringan, seperti flu, sakit kepala, mual, dan banyak lagi. Namun, bau menyengat dan citra sebagai produk orang tua membuat minyak angin umumnya tidak disukai anak muda di Indonesia.

Satu dasawarsa belakangan ini, pasar minyak angin jauh lebih semarak. Pasalnya, di pasar beredar sejumlah produk minyak angin gaya baru yang umumnya menawarkan aroma menyegarkan.

Salah satu produk inovatif di kategori ini dan telah menjadi minyak angin aromaterapi nomor satu di Indonesia adalah FreshCare, yang meluncur ke pasar sejak 2010. FreshCare hadir dengan formula dan konsep yang lebih modern. Produk ini mendobrak pakem minyak angin selama ini: bau menyengat dan kemasan botol kaca yang terkesan kuno.

FreshCare hadir dengan kemasan botol kaca yang terlihat modern. Produk ini dibuat dalam bentuk roll-on, sehingga lebih praktis digunakan. Selain itu, sesuai dengan namanya, FreshCare tampil dengan aromaterapi yang menyegarkan seperti citrus, green tea, lavender, sandalwood, splash fruity, dan banyak lagi. FreshCare juga mengandung olive oil dalam kandungannya mampu melembabkan kulit dan mencegah iritasi. Selain itu, seluruh produk FreshCare juga sudah tersertifikasi Halal dan terdaftar di Badan POM.

Sejak diluncurkan, merek FreshCare selalu berusaha menjadi yang terbaik di kategorinya. Ini antara lain dibuktikan dengan raihan penghargaan di sejumlah ajang penilaian merek, seperti Indonesia Top Brand Awards, Indonesia Best Brand Awards, Indonesia Original Brands, Halal Award, dan Digital Popular Brand.

Kekuatan FreshCare di pasar tentu juga karena didukung promosinya baik secara offline maupun online, secara ATL dan BTL. Semua kanal promosi digunakan oleh FreshCare, mulai dari televisi, radio, media luar ruang, hingga media digital. Khusus untuk media digital, FreshCare memanfaatkan media sosial agar lebih dekat dengan konsumen. Di kanal medsos ini, pihaknya sering menggelar kuis yang memberikan giveaway. Selain itu, juga berpromosi di kanal e-commerce, antara lain di Tokopedia, Shopee, dan Lazada.

Selain menggarap pasar domestik, saat ini FreshCare telah hadir secara internasional. FreshCare sudah memiliki beberapa seller di beberapa negara seperti Malaysia, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan lainnya. Ternyata, kesegaran FreshCare juga diminati oleh masyarakat dari berbagai negara.

Kedepannya FreshCare berkomitmen untuk selalu memproduksi produk minyak angin aromaterapi yang berkualitas dan bermanfaat. FreshCare juga akan terus berinovasi untuk meluncurkan produk-produk baru yang tentunya menjadi sahabat untuk seluruh rakyat Indonesia.

**ass/rls

Bangun Soliditas, DPD NasDem Kabupaten Bogor Gelar Silaturahmi Bacaleg dan Bedah Dapil

0

Sukaraja |Jurnal Inspirasi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bogor, Jum’at (30/09/2022) menggelar pertemuan silaturahmi dengan para bakal calon anggota legislatif (Bacaleg), baik di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten.

Silaturahmi yang diisi dengan agenda perkenalan dan bedah daerah pemilihan (Dapil) ini berlangsung di Kantor DPD NasDem Kabupaten Bogor, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 54, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja,

Ketua DPD NasDem Kabupaten Bogor, Kolonel (Purn) dr. Friedrich M Rumintjap mengataka,forum silaturahmi ini bertujuan agar para Bacaleg bisa saling mengenal satu sama lain sehingga diharapkan dapat bersinergi pada Pemilu 2024 mendatang.

“Kita tentu mengharapkan forum ini mampu membangun kebersamaan dan soliditas para Bacaleg sebagai modal dasar bagi NasDem untuk berjuang meraih kemenangan di Pemilu 2024 mendatang,” kata dr. Frits, sapaan akrab Friedrich M Rumintjap di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, kebersamaan dan soliditas atau kekompakan para Bacaleg yang sebagian besar merupakan fungsionaris NasDem di tiap tingkatan kepengurusan ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan.

“Kita ingin memenuhi target yang telah dicanangkan, yakni meraih 2 kursi DPR RI, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan 2 kursi DPRD Kabupaten di tiap-tiap Dapil. Dimana untuk tingkat DPRD Kabupaten, Kabupaten Bogor memiliki 6 Dapil. Artinya kita menargetkan merebut 12 dari 55 kursi DPRD Kabupaten Bogor,” ujar dr. Frits penuh optimis.

Pada kesempatan itu, dirinya terus mengingatkan agar para Bacaleg yang nantinya lolos menjadi calon anggota legislatif (Caleg) di tiap tingkatan maupun yang belum memiliki kesempatan untuk menjadi Caleg agar tetap bersinergi.

“Tetaplah bersinergi, berkolaborasi, jangan ada yang berkecil hati karena kita satu keluarga, yakni keluarga besar Partai NasDem. Teruslah bahu-membahu dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat,” papar dr. Frits yang juga menjadi Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 6 itu.

Forum silaturahmi yang dihadiri puluhan Bacaleg ini juga diisi dengan agenda bedah Dapil, khususnya Dapil untuk DPRD Kabupaten Bogor, yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD NasDem Kabupaten Bogor, H. Wahyanto SE, MM.

“Pemilu terdahulu telah cukup menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagi kita semua. Kesalahan dan kekurangan harus kita perbaiki bersama. Kita tidak ingin itu terulang kembali. Pemilu 2014 kita berhasil mendapatkan 3 kursi, 2019 kita gagal alias tidak ada yang duduk di kursi DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi dan DPR RI. Di 2024 tidak ada cerita, kita harus berhasil mencapai target,” tegas Wahyanto.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor 2014-2019 itu pun kemudian memaparkan sejumlah strategi pemenangan yang disimak dengan sangat antusias oleh para Bacaleg.

Dalam silaturahmi itu hadir pula Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Bogor Ir. H. TB Imron (Bacaleg DPR RI), Bendahara DPD NasDem Kabupaten Bogor Fahirmal Fahim, SH (Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 3), serta sejumlah pengurus DPD NasDem Kabupaten Bogor lainnya.

Selain itu juga hadir Bacaleg DPR RI dari Dapil Jawa Barat 5 (Kabupaten Bogor) diantaranya adalah H. Jaya, M. Solikin, H. Herwan Susanto dan Ramzi Geys Thebe. Selain itu tampak Bacaleg Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor) yakni Melihasrat Jaya Zai, SE dan Arsen Arie, serta puluhan Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor.

** Mochamad Yusuf

Sistem Hitung Manual BHPRD Dinilai Sarat Korupsi

0

Fikri Hudi: Plt Jangan Abai Dalam Masalah Ini

Cibinong | Jurnal Bogor 

Sebanyak 5 kepala desa yang terdampak terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70 turut hadir dalam Rapat Paripurna yang juga dihadiri Plt Bupati Iwan Setiawan, Kamis(29/09). Selain membahas pandangan fraksi-fraksi terkait perubahan APBD juga sekaligus melantik anggota baru.

Sekretaris Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Fikri Hudi menyampaikan pandangannya terkait adanya kesalahan fatal yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), dan juga dengan tidak adanya pertanggungjawaban dari Plt Bupati yang menandatangani Perbup Nomor 70 tersebut

“Masalah BHPRD (Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) ini cukup menyita perhatian, karena menyangkut banyak hal terutama program-program yang sudah ditetapkan di dalam APBDes dimana para kepala desa atau Pemerintah Desa di dalam menyusun APBDes itu didasarkan kepada Perbup Nomor 59. Lalu kemudian disampaikan tentang bagi hasil retribusi daerah yang direvisi dalam Perbup Nomor 70 yang baru keluar dipertengahan tahun anggaran,” ujar Fikri Hudi kepada Jurnal Bogor di ruangan Fraksi PKS, Kamis (29/09).

Menurutnya, permasalah ini sangat fatal dan harus diberikan solusinya, apalagi kesalahan itu sudah diakui juga oleh Pemerintah Daerah atau Bappenda. Dia meminta jangan hanya minta maaf, dan harus ada solusi yang dipertanyakan kepada Plt Bupati.

Diakuinya, begitu keepala desa sudah audiensi di DPRD Kabupaten Bogor dan sebetulnya pimpinan DPRD pun juga mengundang Plt Bupati untuk dapat ikut hadir dalam kesempatan itu, tapi tidak bisa hadir.

“Kami meminta agar Plt Bupati Jangan bersikap abai terhadap masalah BHPRD ini, itu pesan saya. Berikan tanggapan dan solusi karena ini moment dan  kesempatannya disaat kita lagi bahas APBD,” paparnya.

Apa penanggulangannya dalam pembahasan ini, kata dia harusnya sebagai pimpinan daerah memberikan arahan, memberikan solusi atau sikap sebagaimana seorang pemimpin daerah. Tapi saat ini seperti enggak peduli hingga belum mendengar penjelasan dan penjabaran dari Plt Bupati. 

Oleh karena itulah, pandangan fraksi PKS meminta agar kepala daerah memberi perhatian terhadap masalah ini, apalagi  sudah ada kepala desa yang mengatakan ingin menghentikan kegiatan pelayanan, karena BHPRD itu menyangkut honor gaji lembaga desa, biaya rutin, dan ATK (alat tulis kantor). 

“Jika dalam persoalan BHPRD ini tidak diperhatikan oleh Plt Bupati, ke depan bukan tidak mungkin Fraksi PKS mempertimbangkan untuk mendorong menggunakan hak bertanya atau hak angket kepada Plt Bupati sebagai pimpinan daerah mengenai Perbup Nomor 70,” paparnya.

“Yang saya heran Bappenda dalam penghitungan BHPRD masih menggunakan sistem manual, yang sebetulnya harus lebih baik lagi apalagi ini menyangkut pendapatan daerah, menyangkut uang ini hal yang sangat krusial, harusnya kesalahan semacam begini tidak boleh terjadi,” ucap Fikri seraya menyayangkan.

Dia menjelaskan, sebelum sampai ke Plt Bupati itu ada sistem evaluasi dan monitoring, mulai di tingkat dinas kemudian di tingkat para assisten daerah sampai di tingkat sekertaris daerah (sekda) dan terakhir ditanda tangani oleh Plt. Nah kinerja mereka-mereka inilah kata dia, yang harusnya dipertanyakan, dengan terjadinya kesalahan hitung ini, ditambah sistem yang dipakai masih manual.

“Ini pertama terjadi di Kabupaten Bogor, walaupun yang berdampak hanya 29 desa dari 416 desa. Apalagi ada penyataan inspektorat tidak memeriksa soal BHPRD ini selama 2 tahun kebelakang, sistem manual yang di pakai Bappenda dan tidak dilakukannya pemeriksaan oleh inspektorat itu sarat terjadinya korupsi dalam pajak,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Kulur Firman Riansyah yang hadir dalam Rapat Paripurna tersebut mengatakan rasa kecewanya terhadap Plt Bupati yang hanya memberikan sambutan tanpa memberikan tanggapan apapun terkait persoalan BHPRD ini.

“Memang tidak ada agenda khusus untuk pembahasan BHPRD, kami pun diundang via WA untuk dipersilakan ikut dalam rapat paripurna ini. Namun yang kami harapkan bisa berbincang langsung terkait Perbup 70 yang dikeluarkan oleh Plt Bupati, jadi percuma juga hadir di rapat paripurna,” ujarnya dengan nada kecewa.

** Nay Nur’ain

Kavling Kebun Masih Anteng Beroperasi

0

Usep Supratman: Pengusaha Kavling Ngeyel, Pol PP Akan Saya Turunkan 

Cibinong | Jurnal Bogor 

Ngeyelnya pengusaha kavling kebun yang tak jua mau bersabar sampai menunggu peraturan daerah (Perda) tentang kavling siap, membuat Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman yang juga sebagai pengusung Perda untuk kavling kebun memberi peringatan keras.

Menurutnya, Komisi 1 sebagai pengusung Perda kavling sedang kembali melakukan pembahasan dengan dinas-dinas terkait. “Kita sudah bahas kembali dengan DPKPP sudah diupayakan mungkin dengan Perda atau Perbup kita lagi bahas. DPKPP sudah turun tadi kita sudah rapat dengan satu dinas karena masih pembahasan Banggar jadi kita tergesa-gesa,” ujarnya kepada Jurnal Bogor via telepon selular, Kamis (29/09).

Dia mengingatkah, yang paling penting konsumen jangan sampai ada yang di  dirugikan dan pengusaha kavling harus bertanggungjawab karena nanti harus mengelola lahan untuk pertaniannya, karena ini berbeda dengan PSU.

“Saya minta kepada pengelola kavling terhitung hari ini jangan ada membangun dulu. Jika masih ada yang membandel maka saya akan perintahkan Satpol PP untuk membongkar atau menutup kegiatannya,” ancamnya.

Hal senada disampaikan pemerhati lingkungan dan infrastruktur, Herry KH. Menurutnya, imbauan demi imbauan yang dikeluarkan oleh Pemkab Bogor dan DPRD hanya sebagai angin lalu.

“Jangan cuma dihimbau tapi ditindak, kan sudah sering menghimbau tapi tindakannya gak terlihat,” ujar Herry.

Apalagi permaslahan baru muncul, kata dia, dimana ada pengusaha kavling yang berani menjual di aset sitaan BLBI. “Ini Pemkab diledek atau takut sama pengusaha, jika ada yang berstatment tidak tahulah kinerja Kades dan Camat apa, kavling Aruna Hills yang masih anteng jualan di lokasi lahan yang diduga aset BLBI,” cetusnya.

Jadi, tegasnya, jangan hanya menghimbau, berani tidak Pemkab menertibkan satu saja kavling yang membandel sebagai bukti kinerjanya. “Coba tertibkan satu saja kavling yang membandel dan masih melakukan pembangunan atau penjualan, cape dengernya kalo cuma menghimbau,” keluhnya.

** Nay Nur’ain

Bendahara Desa Diduga Bawa Kabur Dana Desa

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Duit Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor diduga dibawa kabur oleh bendahara desa berinisial HH. Warga Pangaur pun merasa kaget mendengar kabar yang berkembang di masyarakat.

Bahkan pamflet daptar pencarian orang (DPO) diduga pelaku bertebaran di grup perpesanan WhatsApp. Pasalnya, pelaku membawa kabur uang  tersebut tidak sedikit, yang mana  mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Jasinga Sandi membenarkan kejadian penggelapan duit tersebut. “Sekarang lagi ada rapat di desa. Kalaupun untuk terkait uang tersebut diambil, digelapkan atau apa pun, itu sudah dilaporkan kepada Polsek Jasinga. Namun, sekarang sedang ada musyawarah,” kata Sandi dikonfirmasi via telepon seluler, kemarin.

Dia menegaskan, kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada Polsek Jasinga agar terduga pelaku segera dilakukan penangkapan.

“Sudah lapor ke Polsek Jasinga. Pihak Kecamatan Jasinga sendiri sudah mengetahui persoalan ini dua minggu kemaren, kalau nggak salah,” tegasnya.

Diketahui oleh Sandi, nilai uang yang digelapkan mencapai ratusan juta rupiah, yang bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2022. “Nilai yang diketahui cukup besar juga, karena kemarin saya kan yang mengikuti rapat pertama walaupun telat datangnya. Minimal saya sudah tahu dan yang dilaporkan ke Polsek itu ratusan juta rupiah,”ujarnya.

Sandi pun menyampaikan, pihak Kecamatan Jasinga sudah memberikan arahan kepada aparatur Desa Pangaur untuk tidak menutup-tutupi soal kejadian tersebut agar tidak menjadi fitnah dari masyarakat.

“Saya juga sudah bicara juga kepada pemerintah desa biar terbuka, apa adanya solusinya, nanti kita bicarakan untuk kedepannya,” kata Sandi.

Sandi menambahkan, soal kejadian tersebut pihak Desa Pangaur saat ini sedang melakukan musyawarah ketiga, akibat belum ditemukannya terduga pelaku penggelapan uang Dana Desa tersebut.

“Makanya, sekarang diadakan rapat antara RT, RW, LPM terus Kadus dan pihak kecamatan juga perwakilan, karena itu akan musyawarah kan hasilnya untuk kedepannya. Karena sampai saat ini, pelakunya belum ketahuan ada dimana,” tukasnya.

** Andres 

Eksekusi Gudang Beras Ricuh, Ratusan Aparat Lakukan Paksa Pengosongan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Ekseskusi bangunan gudang beras seluas 325 meter di Jalan Raya Pahlawan, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (28/09) oleh Pengadilan Negeri Cibinong berlangsung ricuh. Ratusan aparat kepolisian bersama TNI diterjunkan dalam pengosongan bangunan tersebut.

Gudang beras milik Supriadi didatangi ratusan personil kepolisian, TNI hingga Satpol PP Kabupaten Bogor. Kedatangan aparat tersebut untuk melakukan pengosongan gedung bangunan yang ditempati Supriadi.

Namun saat akan dilakukan pengosongan, pihak pengugat tidak terima, hingga terjadinya aksi dorong dengan petugas yang melakukan pengamanan di lokasi saat juru sita melakukan tugasnya melakukan pengosongan.

Pengacara Supriadi Deni Mahyudin, mengatakan pihaknya heran dengan keputusan mendadak dilakukan oleh Pengadilan Negeri Cibinong dengan melakukan pengosongan paksa, padahal persidangan masih berjalan belum adanya putusan.

“Kita akan melaporkan upaya hukum mengadu ke Mahkamah Agung terkait tindakan Pengadilan Negeri Cibinong, kami hanya meminta ikuti perkara yang masih berjalan,” ucapnya kesal.

Menurutnya, perkara ini masih berjalan di pengadilan, seharusnya proses lelang tidak boleh berjalan. Pasalnya utang piutang yang dilakukan dari jumlah awal Rp.2 miliar sudah dibayarkan hingga mencapai Rp.1,4 miliar dan seharusnya lelang tersebut dibatalkan.

“Kan perkara ini sedang berjalan, seharusnya tanggal 30 September sidang ditempat, kenapa tiba tiba adanya surat pengosongan, ini malah bisa konflik, pengadilan bersabarlah sambil menunggu hasil final sidangnya,” terangnya.

Putusan gugatan lelang pihaknya menganggap tidak sempurna. Pasalnya adanya pemberitahuan tersebut akan dilakukan pelelangan.

“Perihal hutang pihutang kan sudah mendekati lunas, dan persidangan pun sedang berjalan, ayolah hormati dahulu hasil sidangnya nanti, jangan belum ada putusan malah seenaknya melakukan pengosongan,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Sita Pengadilan Negeri Cibinong Muhammad Irfan mengatakan, pihaknya melakukan eksekusi pengosongan bangunan gedung dengan surat penetapan nomor 2/Pen.pdt/eks/2022)Pn.cbi.jo.Risalah Lelang nomor 857/32/2021.

“Bangunan ini sudah berganti kepemilikan kepada sodara Novana Octa Syaputra, sesuai surat penetapan hingga diadakannya pelaksanaan pengosongan eksekusi dan penyerahan berdasarkan risalah lelang nomor 857/32/2021,” paparnya kepada Jurnal Bogor.

Ia mengatakan sempat terjadinya penolakan dari pemilik sebelumnya, namun berhasil dilakukan pengosongan dengan dibantu aparat kepolisian hingga TNI. “Sudah dilakukan pengosongan hingga penyerahan bangunan, dan berjalan lancar walau ada penolakan sebelumnya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain