34.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 835

Datangkan Arjuna Muda, Desa Leuwisadeng Peringati Maulid Nabi

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Masyarakat Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor. memperingati Maulid  Nabi Muhammad SAW di Kampung Leuwisadeng RW 03, kemarin. Maulid Nabi dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Tampak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut berlangsung khidmat dan para jamaah begitu antusias mendengarkan penceramah kondang KH. Safrudin.

Kiyai dari Kota Cianjur itu memaparkan dalam ceramahnya, bahwa kita semua harus punya rasa dan saling merasakan dalam kebaikan dan dapat meyakinkan bahwa, sesama umat muslim itu harus seperti anggota tubuh, jika salah satu anggota tubuh ada yang sakit maka seluruh badan akan merasakannya.

Maka dari itu dia mengajak harus kompak dan saling peduli seperti anggota tubuh, menjalin silaturahmi antar sesama, selalu bermusyawarah dalam menyelesaikan suatu  permasalahan, bekerja sama, dan bergotong royong sehingga berat sama dipikul ringan sama dijinjing.

“Rambati ratahayu, karena kebersamaan itu indah, ulama dan umaro harus saling menghargai, saling memiliki dan saling peduli dalam menjalankan tugas dan pungsinya sesuai dengan ajaran Allah SWT dan rasulnya. Kebersamaan saling tolong menolong antar sesama  itulah salah satu contoh sifat yang ada pada diri Rasulullah SAW,” ungkap kiyai yang biasa disebut Arjuna Muda itu.  

Dia menjelaskan, bahwa menjalin kebersamaan dalam hal kebaikan itu demi kemajuan masyarakat dan pemerintah itu sendiri. Menurutnya, dalam peringatan Maulid Nabi tersebut, banyak yang menarik untuk ditelaah yakni soal sejarah memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.

“Yang membawa penerangan bagi seluruh ummat di dunia ini  khususnya ummat muslim,  terutama bagi  para kaum wanita di zaman jahiliah, karena wanita di zaman jahiliah tidak memiliki kehormatan. Maka dari itu dengan lahirnya Nabi muhammad SAW maka seluruh umat Islam menyuarakan meluapkan kegembiraannya  dengan lahirnya seorang pemimpin umat di dunia ini, pembawa kebenaran dan menumpas kezaliman,” jelasnya.

“Selamat tinggal kegelapan selamat tinggal kebodohan selamat tinggal kehidupan yang diwarnai kebiadaban moral yang bejat dan selamat datang kebenaran, selamat datang kemenangan, selamat datang terang benderang selamat datang Muhammad Rasulullah SAW,” tambahnya.

Jadi kata dia, kita harus selalu mengingatkan dan mengajak kepada seluruh muslim untuk selalu berzikir, memohon ampunan kepada sang pencipta dan mencontoh sifat-sifat Rasulullaah SAW agar selamat di dunia dan akhirat.

“Menjadikan kisah rasul sebagai ibrah atau pelajaran. Amalkan dalam praktik kehidupan sehari-hari agar dapat menguatkan iman yang ada dalam diri. Selalu berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari, bermusyawarah bekerjasama dan bergotong royong dengan sesama, percaya bahwa pertolongan Allah SWT ada di setiap amal perbuatan yang kita lakukan,” katanya.

Seperti dikutip dari hadits, Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW  sebagai nabi dan rasul sekaligus menjadi uswah hasanah (suri tauladan yang baik) bagi umatnya. Laqod kaana lakum fii rosuulillaahi uswatun hasanatun” yang artinya “Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah SAW itu teladan yang baik bagimu.” (QS Al-Ahzab: 21).

“Maka dengan peringatan Maulid Nabi ini, kita selaku umatnya harus dan wajib mencontoh sikap dan sifat terhadap Rasulullah agar selalu bersabar, tawakkal, berdoa, belajar dan berusaha. Tanamkan budi pekerti akhlaqul karimah dalam menjalankan roda kehidupan sehari hari, sesuai dengan haditsnya Rasulullah. Innamaa buitstu liutammima makaarimal akhlaaq,” jelasnya.

** Andres

Agar Suami Istri Miliki Surat Nikah, GP Ansor Gelar Isbat Nikah Massal

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Bogor menggelar isbat nikah massal tahun 2022 se-Kabupaten Bogor di aula Masjid Besar Al-Alam, Desa Kembang Kuning, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Senin (3/10).

Isbat nikah diikuti 35 peserta pasangan suami istri dari 4 kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor diantaranya, Kecamatan Gunung Putri, Klapanunggal, Cileungsi, dan Kecamatan Jonggol.

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamiri A Ghajaly mengatakan, GP Ansor bekerjasama dengan Pengadilan Agama Kabupaten Bogor dan Muspika Kecamatan Klapanunggal menyelenggarakan isbat nikah yang dikhususkan untuk pasangan suami istri yang belum mempunyai surat nikah.

“Hari ini kita mengadakan isbat nikah untuk pasangan suami istri yang belum mempunyai surat nikah untuk memfasilitasi bagi pasangan suami istri mengurus pernikahan yang resmi dan dan diakui oleh negara,” kata Dhamiri kepada Jurnal Bogor. Senin (03/10).

Menurutnya, untuk pasangan suami istri yang mengikuti pendaftaran isbat nikah ini menggunakan anggaran secara pribadi.

“Untuk pembiayaan isbat nikah ini mereka mandiri, mudah-mudah kedepannya bisa dikaper oleh Pemerintah Kabupaten Bogor, sehingga kemudian administrasinya bisa berjalan dengan lancar, karena isbat ini sangat penting bagi masyarakat,” harapnya.

Ia juga meminta kepada dinas-dinas terkait terkait yang ada di Kabupaten maupun Pemerintah Pusat agar mendukung kegiatan isbat nikah. 

“Harapan saya mudah-mudah di seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor kita bisa menggelar isbat nikah dan seluruh sektor di Kabupaten Bogor dan negara hadir ditengah masyarakat yang memang dituntut untuk pembuatan administrasi, tentunya dalam bidang pencatatan nikah,” ujarnya.

Sementara itu Marjuki, salah satu peserta yang ikut dalam isbat nikah untuk meresmikan pernikahan yang awalnya nikah ‘dibawah tangan’.

“Saya sudah nikah tapi nikah dibawah tangan, hanya resmi secara agama namun tidak tercatat di pemerintah. Alhamdulillah dengan diselenggarakan acara isbat nikah ini bisa membantu saya meresmikan pernikahan yang diakui pemerintah dan memperlancar urusan administrasi data juga,” paparnya.

Dia mengucapkan terima kasih kepada penyelenggara isbat nikah. “Sengan saya ikut dalam pendaftaran isbat nikah ini saya bisa mendapatkan buku nikah yang sah, dan bisa mengurus segala sesuatu yang dibutuhkan,” ungkapnya senang.

Hadir dalam acara ini, Ketua MUI Kecamatan Klapanunggal KH Lesmana, Camat Klapanunggal Ahmad Kosasih, Kapolsek Klapanunggal AKP Bagus Aji Lesmana, Danramil Klapanunggal Kapten Suwignyo, Kepala KUA Klapanunggal Ade Janwarudin, dan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Bogor Dhamari A Ghajaly.

** Nay Nur’ain

Pemdes Singasari Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 Hijriyah, Pemerintah Desa Singasari menghadirkan penceramah Ust Supriadi yang berasal dari Desa Balekambang, Kecamatan Jonggol. Sejumlah warga pun memenuhi halaman Kantor Desa Singasari untuk mendengarkan tausiah.

Pjs Kepala Desa Singasari Gogo Badarudin yang juga menjabat Sekertaris Camat Jonggol mengajak jamaah agar senantiasa mempertahankan dan meningkatkan keimanan kepada Allah SWT. “Mari perkokoh akidah kita agar dapat istikomah dalam beribadah, ” ujarnya

Dia menjelaskan, tujuan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, baik antara pemerintah dengan masyarakat maupun sesama muslim umat Nabi Muhammad SAW.

“Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bernilai positif guna mendorong peningkatan kualitas keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, sekaligus menjadikan Nabi Muhammmad SAW sebagai teladan dalam kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Senin (03/10).

Sementara Ust Supriadi  dalam ceramahnya mengajak kepada para tokoh agama di Desa Singasari  untuk turut menjadi teladan yang baik bagi masyarakat.

“Kepada masyarakat, pemangku jabatan, untuk dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan tetap menjaga persatuan dan menghindari perpecahan,” ujarnya.

** Ramses/Nay 

Rajinlah Jalan Kaki Supaya Sehat

0

World Walking Day 2022 diperingati secara nasional di Kota Bogor pada Minggu, 2 Oktober lalu. Dengan sarana dan prasarana yang dimiliki, Kota Bogor memang pantas ditunjuk sebagai pusat peringatan World Walking Daya tingkat nasional.
Peringatan Hari Jalan Kaki Sedunia ini dilaksanakan dengan aksi jalan kaki warga Kota Bogor dengan menempuh rute dari GOR Pajajaran di Jalan Pemuda sampai ke Lapangan Sempur di Jalan Si Jalak Harupat.

Kegiatan ini diselenggarakan Pemerintah Kota Bogor bekerjasama dengan Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) dan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI). Selain Wali Kota Bogor, Bima Arya, turut bagian dalam kegiatan ini Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Ketua KORMI, Hayono Isman beserta ribuan warga Kota Bogor.
Ketua APEKSI yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan kegiatan ini dilaksanakan serentak di 24 kota di Indonesia atas kerjasama APEKSI dengan KORMI. Ke-24 kota lain diantaranya, Malang, Balikpapan, Batam, Pekalongan, Semarang, Sungai Penuh, Padang, Cilegon, Gorontalo, Tasikmalaya, Surabaya, Bontang, Bekasi, Medan, Sabang, Salatiga, Depok, Tidore, Parepare, Tarakan, Banda Aceh, Cimahi, Pasuruan.
“Hari ini kita buktikan bahwa warga Kota Bogor senang berjalan kaki,” kata Bima. Menurutnya, dari segi infrastruktur Kota Bogor telah memiliki jalur pedestrian yang terintegrasi di Pusat Kota yang menghubungkan kawasan Bogor Utara dan Bogor Tengah.
Tak hanya itu, di jalur-jalur pemukiman pun sudah banyak pedestrian yang dibangun untuk memberikan akses bagi para pejalan kaki. Ini bagian dari upaya mendukung pembangunan bidang olahraga di Kota Bogor.

Pemerintah Kota Bogor saat ini memang sedang memproses pembangunan stadion mini di tiga kecamatan. “Insya Allah tahun ini kita akan meresmikan tiga stadion baru, di Bogor Utara, Bogor Selatan, Bogor Barat,” ujarnya.
Selain itu pembangunan dan penataan pedestrian di berbagai wilayah Kota Bogor, juga ditujukan untuk mendukung proses pembangunan kualitas kehidupan warga Kota Bogor, sebagai warga kota yang hidup secara sehat, nyaman, tentram dan bahagia.
Sementara itu, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Pusat, Hayono Isman mengajak warga Kota Bogor untuk rutin berolah raga. “Hari ini kita happy, kita berbahagia, karena kita olah raga, olah raga Insya Allah kalau hati kita gembira, badan kita sehat bugar. Apapun masalah kita akan kita hadapi dan tangani dengan percaya diri,” ucapnya.

“Itulah olah raga yang sebenarnya, olah raga memperkuat hubungan sosial, pada pagi hari ini ibu, bapak, kakek, cucu, bapak ibu semua kumpul bersama-sama memperkuat hubungan sosial, memperkuat rasa kebersamaan, dan menjaga rasa persatuan apapun perbedaan melalui olah raga kita bersama-sama,” sambungnya.
Ditempat yang sama, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengikuti gerak jalan tersebut mengaku sangat senang dengan kegiatan itu. “Tadi saya jalan kaki dari GOR Pajajaran, sudah berkeringat , itu tandanya sehat. Kormi itu olah raga masyarakat ada jalan kaki, ada yang sifatnya tidak terlalu kompetitif,” tukasnya. Jadi Gubernur mengimbau warga mau banyak berjalan kaki supaya lebih sehat.

Kemauan warga kota untuk mau rajin berolahraga ringan, termasuk jalan kaki, memang perlu didorong. Olahraga ini tidak sekadar untuk kepentingan menjaga raga tetap sehat, tetapi juga jiwa yang sehat. Sebab jalan kaki adalah olahraga yang sifatnya rekreatif, sambil berolahraga, sekaligus menghibur diri.
Olahraga ringan dan rekreatif ini juga dapat dimanfaatkan untuk membangun hubungan harmonis diantara sesama anggota keluarga, atau diantara sesama warga kota. Dengan berjalan bersama, bergembira bersama, maka hubungan sosial antar sesama manusia bisa lebih sehat.

Jalan kaki juga penting dibiasakan untuk tidak memanjakan warga yang kini sudah terlena oleh dukungan perkembangan teknologi transportasi yang membuat setiap orang kurang bergerak.
Saat ini setiap orang beraktifitas dan bermobilitas dengan mudah menggunakan motor, mobil dan kereta. Semua itu membuat setiap orang semakin berkurang kemauannya untuk melangkahkan kakinya setiap kali bermobilitas.
Tak heran karena kurang gerak, manusia saat ini rentan berbagai macam penyakit. Untuk membiasakan kembali hidup sehat dengan cara mudah dan murah maka pilihlah aktivitas berjalan kaki setiap hari. Inilah kiranya salah satu pesan yang ingin disampaikan dari peringatan World Walking Day. (Advertorial)

DPC Kabupaten Bogor Runner Up AHY Cup Jabar

0

Bandung | Jurnal Bogor

Tim bola voli putra DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor meraih runner up pada AHY Cup Volley Ball Jawa Barat 2022. Pada partai final di Sport Hall UPI Bandung, Minggu (2/10/2022), Kabupaten Bogor dikalahkan Kabupaten Bekasi 3-0 (22-25, 18-25 dan 20-25), setelah sebelumnya menumbangkan Kota Bandung 3-1. Sedangkan tim putrinya finis di babak 8 besar setelah langkahnya dihentikan Kota Cimahi 2-3.

Pemain terbaik dari Kabupaten Bogor atas nama Zidane

Hasil ini menurut Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita telah cukup bagus karena pemain telah berjuang maksimal pada even yang diikuti 27 kabupaten dan kota se-Jabar. “Rangking kedua di Jawa Barat bagi Kabupaten Bogor itu sudah sangat luar biasa,” ucap Kang Dechan.

Dia mengakui persiapan teknis tim masih minim. Meski demikian, DPC Kabupaten Bogor melihat momen AHY Cup sebagai proses mencari,dan menangkap minat kader di cabang olahraga bola voli. “Kedepan bakat minat voli memang perlu digali lebih dalam supaya mendapat prestasi lebih banyak kedepannya,” jelas Kang Dechan yang juga Ketua PBVSI Kabupaten Bogor ini.

Dia juga mengucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah mensupport keberhasilan tim bola voli yakni pemain dan pelatih, tim DPC, para bacaleg , pengurus DPC dan Ketua PAC. Ucapan terimakasih juga disampaikan kepada para sponsor Bestiwan, Zen Squad, SHAP, TRUMP, Paskas, Sahara, Sahabat MAR, Beriman, SKA, Sahabat Dede Suhendar, Sincan, JP Lawyers dan keluarga besar MRG.

Sementara juara 2, Kabupaten Bogor pada AHY Cup Jabar memperoleh piala, piagam dan uang pembinaan Rp 9 juta. Selain runner up, Kabupaten Bogor juga merebut status pemain terbaik atas nama Muhamad Zidan Yusup.

** Asep Saepudin Sayyev

Soal BHPRD, Bappenda Minta Saling Koreksi 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Persoalan Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) yang menyudutkan Bappenda Kabupaten Bogor yang dinilai ceroboh dan dianggap salah hitung, membuat Koordinator Lapangan Itang angkat bicara. Menurutnya, BHPRD sudah dibagikan sesuai dengan hasil yang diperoleh desa itu sendiri, dari 10 item yang menjadi sumber pajak desa tersebut. Dia tak menampik akan kesalahan input yang dilakukan oleh pegawai Bappenda. Namun bukan berarti pokok kesalahan ada dan bersumber dari Bappenda, mengingat pembuat naskah Perbup No.70 bukan Bappenda.

“Bukan salah hitung, tapi salah input itu yang harus dipahami oleh desa, disinilah fungsinya untuk saling kontrol satu sama lain, dan yang harus diketahui adanya pernyataan dari Bappenda soal melakukan sistem masih manual itu kurang pas. Hanya saja kita belum punya aplikasi yang bisa diakses oleh desa, kedepannya akan kita perbaiki sistemnya. Pasalnya kami sudah melakukan semua menggunakan online dan aplikasi, yang berpacu dari aplikasi BPHTB, PBB, dan lainnya kemudian itu kita input, hitung dan bagikan,” papar Itang.

Nah, sambung Itang, jika mau main salah menyalahkan, semua bersalah. Cuma kata dia, saat ini bukan itu yang harus dilakukan. Perbup No.70 hadir untuk menyempurnakan Perbup No.59. Disini, desa pun harusnya ikut menjadi kontroling, jika BHPRD tiba-tiba naik drastis tolong tanya dan cari tahu juga ke Bappenda jangan bertanya ketika nilai itu turun saja.

“Jika tahun 2021 desa yang biasanya dapat 400 juta tiba-tiba naik menjadi 1,2 M dan di desanya tidak ada kegiatan pembebasan lahan atau sejenisnya yang bisa menaikkan nilai BHPRD tanyakan kepada Bappenda. Walaupun sistem kami terpacu kepada aplikasi, tapi yang menginput itu juga manusia, kesalahan bisa saja terjadi,” cetusnya.

Dia mengajak saling mengontrol dan mengoreksi. Bappenda itu dijelaskan Itang hanya membuat rincian dan dilaporkan ke instansi, kemudian dikroscek oleh asisten-asisten dan Sekda barulah dibuatkan Perbup untuk disahkan kekuatan hukumnya dan ditandatangani oleh Plt Bupati Iwan Setiawan.

“Banyak pintu yang ditempuh, sebelum kemudian disahkan dalam Perbup. Sekali lagi saya tekankan Bappenda bukan salah hitung tapi salah input. Karena nyatanya nilai pajak pada Perbup No 59 ke Perbup No 70 itu selisihnya Rp.59,2 M,” ucapnya.

Untuk yang berstatement Perbup No.70 lebih kecil, kata dia, tolong pelajari dulu, karena kenyataannya Perbup No.70 itu lebih besar jumlahnya dari Perbup No.59.

“Sekarang bukan saling menyalahkan, Bappenda ya ada kelalaian, baik dari ucapan yang mengatakan masih manual juga dari kesalahan input. Tapi kita saling koreksi diri, disini desa juga jika tiba-tiba BPHRD naik secara signifika atau drastis tanyakan kepada Bappenda, apalagi jika di desa tersebut tidak ada potensi yang memungkinkan untuk menaikkan BHPRD. Begitu pun dinas jangan saling lempar juga, karena Perbup dibuat itu hasil godokan semua, dan yang berstatment kurang 6 M, dipelajari juga, karena tahun 2022 ini pendapatan daerah naik,” pungkas Itang.

** Nay Nur’ain

Kesulitan Ekonomi, Siswa SD di Cibanteng Pilih Ngamen

0

Ciampea l Jurnal Bogor

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) di Desa Cibanteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor mengungkap adanya tiga siswa sekolah dasar (SD) yang memilih ikut bekerja dengan orangtuanya menjadi pengamen ondel-ondel di jalanan dibandingkan masuk sekolah. Alasannya karena kesulitan ekonomi.

“Ada siswa saya yang tidak masuk sekolah dan malah memilih bekerja sama orangtuanya sebagai pengamen ondel-ondel, ” ujar salah satu guru yang tak mau disebut namanya kepada wartawan, kemarin.

Kasi Pemerintah Kecamatan Ciampea, Ivan Crisdiana membenarkan telah mendapatkan laporan dari pihak sekolah saat Musrembang Desa Cibanteng. Menurutnya, fenomena mengamen memang terjadi tahun lalu saat Covid 19. Saat itu, siswa libur sekolah dan memilih membantu orangtuanya bekerja sebagai pengamen ondel-ondel di jalan. 

“Intinya, kita prihatin. Jika saat ini masih ada siswa yang putus sekolah dan memilih bekerja sebagai pengamen ondel-ondel itu mah dijadikan ladang usaha bukan faktor ekonomi, ” tegasnya. 

Terpisah, Camat Ciampea, Yudi Santosa mengaku tanggung jawab siswa tetap harus bersekolah dan bukan hanya tanggung jawab guru saja, akan tetapi peran orang tua sangat penting dalam mendukung anak agar tetap bersekolah. 

Untuk mengatasi persoalan siswa putus sekolah dan bekerja sebagai pengamen ondel-ondel, pihaknya sudah memberikan arahan kepada pihak desa termasuk, RT dan RW agar melakukan pendataan. 

“Ketika ada, mereka perlu diberikan bantuan sosial. Orang tua siswa diedukasi agar anaknya tetap bersekolah jangan ikut bekerja sebagai pengamen ondel-ondel, ” ujarnya. 

Menurut Yudi, ada alasan khusus ketika orang tua mengikut sertakan anaknya berkerja sebagai ondel-ondel. Ketika orang lain melihat ada anak kecil yang ikut bekerja sebagai ondel-ondel tentunya bakal iba atau kasian. Namun, hal tersebut bukan menjadi alasan orang tua. Anak harus tetap bersekolah, apalagi sekolah SD negeri itu gratis. 

“Sampai saat ini, Kecamatan Ciampea angka anak SD putus sekolah rendah. Yang jelas, tidak ada alasan anak tidak bersekolah atau putus sekolah karena faktor ekonomi. Sebab, sekolah SD gratis. Saat Musrembang tingkat desa, saya juga menyarankan agar desa bisa menganggarkan bantuan beasiswa bagi siswa kurang mampu, ” tukasnya.

** Arip Ekon

Dilegalkan Desa, Situ Tlajung Hilir Siap Jadi Desa Wisata

0

Achmad Fathoni: Saya Dukung Penuh 

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Forum Komunitas Peduli Situ Tlajung Hilir yang dikomandoi Agus Ridwan siap menyulap situ menjadi kawasan wisata air setelah mendapatkan izin resmi dari Pemerintah Desa Wanaherang untuk mengelola Situ Tlajung Hilir yang berada di Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Kegiatan saat ini sementara baru bersih-bersih setu dan pengenalan, serta  peresmian kecil. Karena forum kita ini sudah dilegalisir oleh Kepala Desa Wanaherang,” ujar Agus Ridwan kepada Jurnal Bogor, Minggu (02/10).

Menurutnya, target ke depan ingin menjadikan tempat ini sebagai objek wisata atau bisa disebut juga objek wisata desa. Untuk mencapai itu semua, pihaknya melakukan bersih-bersih mulai dari darat hingga lingkup situnya, serta mengangkat sampah-sampah yang ada di air sehingga terlihat bagus dan tampak nyaman.

“Tujuannya untuk mendongkrak perekonomian warga sekitar, tidak hanya mementingkan komunitas atau paguyuban ini sendiri, tapi harus maju dengan warga sekitarnya. Alhamdulilah yang ikut bersih-bersih situ hari ini cukup banyak ada sekitar 40 orang lebih,” paparnya.

Dia berharap dengan sudah dilegalkan, forum masyarakat tersebut bisa juga mendapatkan dukungan dari instansi terkait baik dari dewan maupun dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor.

“Bantuan berupa perahu karet, dana juga beberapa bantuan lain untuk mendukung kelancaran kegiatan ini,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Anggota DPRD Kabupaten Bogor di Komisi 3 Achmad Fathoni yang turut hadir dalam kegiatan bersih-bersih situ tersebut mengapresiasi aktivitas komunitas dan warga sekitar yang membentuk Jagawana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Situ Wanaherang. Mereka bersama-sama menjaga situ yang ada di wilayahnya.

“Saya sangat mendukung itu sehingga saya ikut hadir dan siap untuk terus hadir bersama mereka, saya menyaksikan langsung bagaimana warga membersihkan situ dari sampah-sampah yang menumpuk. Oleh karena itu saya sebagai bagian dari masyarakat yang menginginkan lingkungan kita bersih dan baik, menghimbau untuk semua baik Pemerintah Daerah, Provinsi maupun terutama BBWS yang diberi kewenangan untuk mengelola situ untuk bersinergi bersama masyarakat yang sudah mau peduli menjaga situ. Saya sendiri sudah coba membantu dari awal, dimana setiap ada keluhan tentang pencemaran saya turun dan mendesak pemerintah untuk segera mengusut yang mencemari situ,” jelas politisi PKS tersebut.

Dia juga sudah mengajukan beberapa program yang bisa dicover oleh APBD Kabupaten, berupa penjagaan lingkungan, pembentukan KRL, kemudian program-program kelestarian lingkungan lainnya. Ia pun berharap Pemerintah Kabupaten Bogor, Provinsi Jabar maupun BBWS dari pusat untuk usaha menggulirkan program-program. Mengingat situ ini luar biasa potensinya dan memiliki lokasi yang strategis, tapi sayang pendangkalannya luar biasa.

“Kemudian terkesan tidak dikelola dan tidak ada yang bertanggung jawab untuk menjaganya sehingga sampah sangat banyak dan beberapa kali limbah dibuang ke situ sehingga bikin bau dan bikin ikan-ikan mati,” ujar Fathoni biasa disapa.

Kemudian banyak juga lokasi-lokasi yang belum ada tanggul dan pembatas yang baik sehingga sering kali mengalami longsor dan kerusakan. Dia pernah memberi masukan kepada BBWS agar juru situ itu sebisa mungkin diambil dari tokoh atau perwakilan warga yang ada di sekitar situ, sehingga nanti bisa bersinergi dan program-program yang digulirkan oleh BBWS bisa lebih efektif dan efisien, karena warga pasti akan ikut serta untuk berkontribusi.

“Saya berharap ke depan situ ini bisa dijaga, lingkungannya dijaga, kebersihan dan keutuhannya juga bisa diberdayakan menjadi salah satu objek dari wisata desa. Sebagaimana satu-satu yang lain, dan kita lihat tadi berkeliling luar biasa potensinya, belum diapa-apain juga sudah banyak pengunjung yang kebanyakan untuk mancing dan nongkrong, dan itu satu potensi yang luar biasa untuk pengembangan. Kedepan, mari sinergi bersama-sama menjaga alam kita dan kemudian mengembangkannya untuk pemberdayaan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi masyarakat di sekitar,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain 

Bersama Dinsos, Pemerintah Kecamatan Cigudeg Kunjungi Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sepasang lansia yang hidup memprihatinkan di Kampung Malangbong, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dikunjungi Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigudeg dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor melalui Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar.

Sepasang lansia tersebut bernama Marpuah (66) dan Murdi (71) yang mana mereka berdua tinggal di gubuk reyot.

Sebelumnya, Marpuah mendatangi kantor Kecamatan Cigudeg mengeluhkan tak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Pihak Dinas Sosial yang didampingi Pemerintah Kecamatan Cigudeg pun mendatangi kediaman Marpuah.

“Berkat informasi yang kami dapatkan bahwa ada lansia di Desa Argapura yang tinggal hanya dengan suaminya yakni, Marpuah (66) dan Murdi (71) alhamdulillah kami bisa datang ke sini bersama jajaran Pemerintahan Kecamatan,” ungkap Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar. R. E. Haryati, kemarin.

Dia pu merasa prihatin. Pasalnya, untuk kondisi Marpuah sendiri keadaannya sudah tidak bisa melihat sementara suaminya sendiri mentalnya sudah sedikit terganggu meski tidak begitu parah. 

“Untuk data DTKS sudah sudah kami data, untuk BPJS juga alhamdulillah sudah PBI, dan kami akan mengajukan rumah tidak layak huninya karena memang sudah tidak layak dihuni,” ujarnya.

Dengan melihat kondisi tersebut, kata dia, Dinas Sosial akan terus mengawal dan memperhatikan kedua lansia tersebut. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada yakni, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus memberi rehabilitasi sosial jaminan sosial, perlindungan sosial, dan pemberdayaan sosial sebagai wujud pelaksanaan kewajiban negara dalam rangka menjamin terpenuhinya hak kebutuhan dasar warga negara yang miskin serta tidak mampu (JDIH Kemenkeu). 

“Dari dana sosial ada kedaruratan pangan untuk si nenek, apabila nanti untuk kedepannya anggaran perubahan kami diterima insyaallah akan ada bantuan dari Dinas Sosial berupa sarana kamar untuk lansia,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasipem) Kecamatan Cigudeg Imas Masmawati, menyampaikan terima kasihnya atas kepedulian dan perhatian dari Dinas Sosial.

“Terimakasih kepada Dinsos mudah-mudahan bantuan kedepannya bisa terealisasi. Kedepan untuk bantuan rumah tidak layak huni akan kita pantau juga untuk kita saling membantu, serta saya ucapkan terimakasih juga kepada teman-teman media karena tanpa teman-teman media kita tidak akan tahu satu persatunya,” tegasnya.

Dia menjelaskan, selain itu terkait kondisi suami dari Marpuah yang terganggu mentalnya akan segera dibantu pengobatan melalui pendamping kecamatan.

“Berhubung pendamping lansia sedang ada halangan jadi tidak bisa ikut kesini, nanti kita komunikasi kan ulang untuk membantu pengobatannya,” jelasnya.

Ditempat yang sama  TKSK Kecamatan Cigudeg, Hambali menyebutkan, bahwa sebelumnya  sekitar pukul 13:00 WIB  di kecamatan kedatangan Marpuah yang datang menyampaikan keluh kesah.

“Iya kedatangan salah satu warga Kecamatan Cigudeg yang melapor dan kebetulan ada kawan-kawan jurnalis. Dan alhamdulillah ketika kita selaku pekerja sosial bekerja sama dengan teman-teman media sebagai kontrol sosial bisa merespons dengan cepat,” kata dia.

Sementara, Ketua RT setempat menyampaikan bahwa sebelumnya Marpuah pernah mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank BNI, namun ketika ada migrasi dari BNI ke Mandiri, dia tidak termasuk lagi.

“Iya, kalo untuk dari Bank Mandiri belum. Saya sampaikan juga terima kasih kepada teman-teman media yang telah datang peduli memberikan bantuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait pengajuan kepada pihak desa dirinya mengaku sudah melakukannya melalui Sukardi, namun sampai saat ini belum ada realisasi.

“Kalau untuk pengaduan kita sudah ke Pak Sukardi karena dia yang pegang KK-nya, tapi karena belum rejeki ya mau gimana lagi,” tukasnya.

** Andres

Apresiasi Kinerja Polri, Ini Kata Pimpinan Ponpes Darrussufa

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Berkas penyidikan kasus dugaan pembunuhan berencana dan obstruction of justice oleh Ferdy Sambo (FS) cs telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh pihak Kejaksaan Agung (Kejagung) pada beberapa waktu lalu. Hal itu membuat pihak Polri banyak menuai pujian dan apresiasi dalam mengawal dan menangani kasus FS cs tersebut. 

Bahkan beberapa tokoh di kawasan Citeureup, Kabupaten Bogor pun turut memberikan apresiasinya kepada Polri. Seperti yang disampaikan pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Tahfizh Qur’an Darussufa Lukman Effendi yang berlokasi di Desa Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Dia mengapresiasi kinerja pihak kepolisian yang berhasil mengungkap kasus FS yang sempat membuat gaduh rakyat Indonesia.

“Saya sangat mengapresiasi kinerja Polri dalam rangka mengungkap kasus Duren 3 secara transparan dan profesional, sehingga terciptanya keadilan buat masyarakat,” Ustadz Lukman Effendi kepada Jurnal Bogor, Sabtu (01/10).

Bahkan, dalam penanganan kasus FS ini Ustadz Lukman Effendi pun turut mendoakan Polri. “Dengan dibeberkannya kasus FS ini bisa ikut membangkitkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap pihak kepolisian, dan saya berharap terkuaknya suatu kasus bukan hanya saat hal tersebut menjadi buming dan bahan pembicaraan banyak orang, tapi kupas tuntaslah semua kasus yang ada di Indonesia ini tanpa pandang bulu, jika bersalah yang berikan hukuman,”harapnya.

“Sukses terus dan semoga Polri semakin diberi kepercayaan oleh masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Karena keberhasilan serta secara transparan pihak Polri dalam menangani kasus FS ini, apresiasi lainnya pun turut diberikan oleh pihak JKUPokdar Kamtibmas Polsek Citeureup.

” Saya turut mengapresiasi kinerja Polri serta berterima kasih kepada Bapak Kapolri yang telah mengambil langkah langkah-langkah tegas dan serius dalam menangani serta memproses kasus FS,” kata Mulyana selaku Ketua JKUPokdar Kamtibmas Polsek Citeureup.

Mulyana pun berharap agar yang bersangkutan nantinya dapat diberi hukuman yang sesuai. “Hingga nanti yang bersangkutan mendapatkan hukuman yang sesuai dengan Undang-Undang yang berlaku di Republik Indonesia, bravo Polri, salam Presisi,” cetusnya.

** Nay Nur’ain