Beton Sudah Patah, Fakhru Rizal: CV Pesona Duta Karya Harus Tanggung Jawab 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fakhru Rizal berkomentar pedas perihal betonisasi peningkatan Jalan Citeureup – Sukamakmur yang dikerjakan CV.Pesona Duta Karya dan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp.2,9 miliar, namun sudah tampak patah dan keretakan parah sepanjang beton tersebut yang baru berusia belum satu bulan.

Fakhru Rizal

“Menurut saya pengawasan pekerjaan beton harus dilakukan pada seluruh tahapan pekerjaan, sejak pekerjaan awal sampai pekerjaan akhir berupa pengujian campuran. Dan, selama pelaksanaan dilakukan, pengendaliam mutu juga merupakan hal yang utama dilakukan,” ucap Aleg dari Dapil 1 tersebut kepada Jurnal Bogor Kamis (18/8).

Diantaranya pengendalian mutu bahan, kata dia, porsi campuran, penakaran bahan (batching plant), mutu pelaksanaan pembetonan, pengujian semen beton, dan sebagainya. Untuk itu dia mendukung Konsultan Pengawas dari PT.Nasuma Putra menghentikan sementara pekerjaan tersebut.

“Saya akan meminta Dinas PUPR Kabupaten Bogor melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan agar segera menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut agar pembangunan jalan yang melalui APBD ini bisa berjalan baik seperti yang kita harapkan,” papar politisi yang berangkat dari Partai Golkar tersebut.

Pria yang akrab disapa Rizal tersebut menginginkan kontraktor harus bertanggungjawab jika hasil dari lab dari UPT nanti serta batching plant yang membuat produk tersebut.

“Kontraktor harus tanggung jawab, apalagi usia beton belum genap berusia satu bulan, masa hasilnya sudah patah-patah,” pungkas Fahri Rizal. 

Sebelumnya, betonisasi peningkatan Jalan Citeureup – Sukamakmur yang dikerjakan oleh CV.Pesona Duta Karya dan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas, kini kondisinya sebagian retak.

Dari informasi yang dihimpun Jurnal Bogor bahwasannya betonisasi tersebut memakai fres beton, dan baru digelar hanya dalam waktu sehari sudah menimbulkan patahan di beberapa bagian badan jalan sehingga diberhentikan sementara oleh Konsultan Pengawas.

Sebelumnya Konsultan Pengawas dari PT.Nasuma Putra Swendi mengatakan, pihaknya sudah melakuakan teguran kepada penyedia jasa yang menggunakan fres beton agar menghentikan sementara kegiatannya sebelum ada penjelasan mengapa beton baru digelar sudah patah.

“Ya, sebelum ada surat pertanggungjawaban dari batching plant, dan apa penyebab terjadi keretakan, sementara kita memberhentikan kegiatan tersebut,” singkatnya. 

Sekedar diketahui, selain sudah tampak patah dan retak pada beton yang dikerjakan oleh CV.Pesona Duta Karya, dari informasi yang dihimpun bahwa ada perbedaan penggunaan bahan untuk agregat pada pekerjaan tersebut.

** Nay Nur’ain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here