34.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 837

Bendahara Desa Diduga Bawa Kabur Dana Desa

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Duit Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor diduga dibawa kabur oleh bendahara desa berinisial HH. Warga Pangaur pun merasa kaget mendengar kabar yang berkembang di masyarakat.

Bahkan pamflet daptar pencarian orang (DPO) diduga pelaku bertebaran di grup perpesanan WhatsApp. Pasalnya, pelaku membawa kabur uang  tersebut tidak sedikit, yang mana  mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Jasinga Sandi membenarkan kejadian penggelapan duit tersebut. “Sekarang lagi ada rapat di desa. Kalaupun untuk terkait uang tersebut diambil, digelapkan atau apa pun, itu sudah dilaporkan kepada Polsek Jasinga. Namun, sekarang sedang ada musyawarah,” kata Sandi dikonfirmasi via telepon seluler, kemarin.

Dia menegaskan, kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada Polsek Jasinga agar terduga pelaku segera dilakukan penangkapan.

“Sudah lapor ke Polsek Jasinga. Pihak Kecamatan Jasinga sendiri sudah mengetahui persoalan ini dua minggu kemaren, kalau nggak salah,” tegasnya.

Diketahui oleh Sandi, nilai uang yang digelapkan mencapai ratusan juta rupiah, yang bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2022. “Nilai yang diketahui cukup besar juga, karena kemarin saya kan yang mengikuti rapat pertama walaupun telat datangnya. Minimal saya sudah tahu dan yang dilaporkan ke Polsek itu ratusan juta rupiah,”ujarnya.

Sandi pun menyampaikan, pihak Kecamatan Jasinga sudah memberikan arahan kepada aparatur Desa Pangaur untuk tidak menutup-tutupi soal kejadian tersebut agar tidak menjadi fitnah dari masyarakat.

“Saya juga sudah bicara juga kepada pemerintah desa biar terbuka, apa adanya solusinya, nanti kita bicarakan untuk kedepannya,” kata Sandi.

Sandi menambahkan, soal kejadian tersebut pihak Desa Pangaur saat ini sedang melakukan musyawarah ketiga, akibat belum ditemukannya terduga pelaku penggelapan uang Dana Desa tersebut.

“Makanya, sekarang diadakan rapat antara RT, RW, LPM terus Kadus dan pihak kecamatan juga perwakilan, karena itu akan musyawarah kan hasilnya untuk kedepannya. Karena sampai saat ini, pelakunya belum ketahuan ada dimana,” tukasnya.

** Andres 

Eksekusi Gudang Beras Ricuh, Ratusan Aparat Lakukan Paksa Pengosongan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Ekseskusi bangunan gudang beras seluas 325 meter di Jalan Raya Pahlawan, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (28/09) oleh Pengadilan Negeri Cibinong berlangsung ricuh. Ratusan aparat kepolisian bersama TNI diterjunkan dalam pengosongan bangunan tersebut.

Gudang beras milik Supriadi didatangi ratusan personil kepolisian, TNI hingga Satpol PP Kabupaten Bogor. Kedatangan aparat tersebut untuk melakukan pengosongan gedung bangunan yang ditempati Supriadi.

Namun saat akan dilakukan pengosongan, pihak pengugat tidak terima, hingga terjadinya aksi dorong dengan petugas yang melakukan pengamanan di lokasi saat juru sita melakukan tugasnya melakukan pengosongan.

Pengacara Supriadi Deni Mahyudin, mengatakan pihaknya heran dengan keputusan mendadak dilakukan oleh Pengadilan Negeri Cibinong dengan melakukan pengosongan paksa, padahal persidangan masih berjalan belum adanya putusan.

“Kita akan melaporkan upaya hukum mengadu ke Mahkamah Agung terkait tindakan Pengadilan Negeri Cibinong, kami hanya meminta ikuti perkara yang masih berjalan,” ucapnya kesal.

Menurutnya, perkara ini masih berjalan di pengadilan, seharusnya proses lelang tidak boleh berjalan. Pasalnya utang piutang yang dilakukan dari jumlah awal Rp.2 miliar sudah dibayarkan hingga mencapai Rp.1,4 miliar dan seharusnya lelang tersebut dibatalkan.

“Kan perkara ini sedang berjalan, seharusnya tanggal 30 September sidang ditempat, kenapa tiba tiba adanya surat pengosongan, ini malah bisa konflik, pengadilan bersabarlah sambil menunggu hasil final sidangnya,” terangnya.

Putusan gugatan lelang pihaknya menganggap tidak sempurna. Pasalnya adanya pemberitahuan tersebut akan dilakukan pelelangan.

“Perihal hutang pihutang kan sudah mendekati lunas, dan persidangan pun sedang berjalan, ayolah hormati dahulu hasil sidangnya nanti, jangan belum ada putusan malah seenaknya melakukan pengosongan,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Sita Pengadilan Negeri Cibinong Muhammad Irfan mengatakan, pihaknya melakukan eksekusi pengosongan bangunan gedung dengan surat penetapan nomor 2/Pen.pdt/eks/2022)Pn.cbi.jo.Risalah Lelang nomor 857/32/2021.

“Bangunan ini sudah berganti kepemilikan kepada sodara Novana Octa Syaputra, sesuai surat penetapan hingga diadakannya pelaksanaan pengosongan eksekusi dan penyerahan berdasarkan risalah lelang nomor 857/32/2021,” paparnya kepada Jurnal Bogor.

Ia mengatakan sempat terjadinya penolakan dari pemilik sebelumnya, namun berhasil dilakukan pengosongan dengan dibantu aparat kepolisian hingga TNI. “Sudah dilakukan pengosongan hingga penyerahan bangunan, dan berjalan lancar walau ada penolakan sebelumnya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ketahanan Pangan Leuwimekar, Kelompok Tani Diberi Bibit Limo dan Kambing

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor merealisasikan anggaran Dana Desa sebesar 20 persen guna mendukung program ketahanan pangan bagi petani.

Kepala Desa Leuwimekar Emay Sumarno memaparkan, program ketahanan pangan mulai dari sektor  pertanian dan hewani yakni kambing.

“32 ekor kambing secara simbolis diberikan kepada kelompok tani. Masih berlangsung pembuatan kandang. Ketika rampung dibangun, dari 5 kandang yang nantinya akan diisi 6 ekor kambing. Ketika berkembang biak, budidaya kambing tersebut dilakukan secara bergulir,” ujar Kepala Desa Leuwimekar Emay Sumarno kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/9).

Pemberian kambing yang disalurkan kepada beberapa kelompok tani itu tersebar di RW 01, 02, 05, dan RW 06. “Guna meningkatkan ketahanan pangan di masa yang akan datang, penyaluran bantuan tersebut diharapkan para kelompok tani  bisa meningkat ekonominya,” harap Kades.

Tak hanya itu, saluran irigasi juga dibangun memanfaatkan sumber air kali Cigatet untuk mengairi pesawahan Blok Sukaasih.

Sementara, pendamping Desa Leuwimekar, Zamal mengatakan, program ketahanan pangan yakni bantuan bibit limo yang digarap petani sebanyak 200 batang yang ditanam di hamparan lahan di kampung Setu di lingkungan RW 05.

“20 persen, anggaran Dana Desa pada program ketahanan pangan mendominasi pada budidaya hewan ternak berupa kambing. Pengalokasian sejumlah  bantuan tersebut diharapkan  dapat bermanfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani,” jelas Zamal.

** Arip Ekon

CV Salak Singgalang Asal Jadi Pasang Udict di Jalan Pahlawan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Pembuatan saluran drainase atau gorong-gorong di jalan Citeureup-Babakan Madang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mendapat keluhan warga sekitar maupun Pemerintahan Desa Sanja.

Pasalnya, pekerjaan drainase yang dikerjakan oleh CV Salak Singgalang dengan PT Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp 287 juta terkesan asal jadi. Ketinggian drainase melebihi jalan raya yang mengakibatkan genangan air saat hujan justeru tumpah ke jalanan.

Kepala Desa Sanja Edi Yusuf mengatakan, pihaknya sudah melakukan peneguran terhadap perusahaan yang juga bergabung dalam asosiasi Askonas untuk melakukan pekerjaan dengan benar.

“Masa iya drainase lebih tinggi dari jalan, airnya tumpah ke jalan atuh. Alasan yang mereka sampaikan itu sudah tidak bisa menggali lagi karena ada kabel listrik dari PLN. Padahal kedalaman galian itu belum sampai 1,5 meter, disini kontraktor seolah melakukan pekerjaan asal jadi,” ujarnya kepada Jurnal Bogor. Kamis (29/09).

Menurutnya, dia pernah menyarankan DPUPR dengan pengusaha untuk berkoordinasi dengan PLN yang punya kabel di bawahnya untuk dicarikan solusi harusnya seperti apa. Kondisi saat ini drainase itu jadi tidak beraturan.

“Sekarang belum ada kelanjutan pekerjaan lagi, kalo menurut kami itu belum selesai disamping belum dipakai tutup Udict, tanah bekas galian juga masih berantakan. Kenapa kerjaan itu di tinggal-tinggal bukan segera diselesaikan apalagi ini musim penghujan, adanya drainase bukan meringankan masalah malah menambah masalah,” cetusnya Edy geram.

Terpisah disampaiakan oleh Hendi (36) warga yang juga berjualan di lokasi galian drainase mengatakan jika adanya drainase yang lebih tinggi dari jalan justru mengganggu aktivitasnya berjualan.

“Ganggu, apalagi kerjanya setengah-setengah tidak langsung dikerjakan sampe tuntas. Kalo hujan air bukan masuk ke drainase malah tumpah ketengah,” papar Hendi.

Menurutnya, saat dia ngobrol dengan pekerja saat itu akan dilakukan pemotongan,” katanya. “Udict-nya mau dipotong biar sejajar sama jalan, tapi buat saya aneh masa beton mau dipotong,” ujarnya sambil tertawa.

** Nay Nur’ain

Tawuran Pelajar Pecah Lagi di Citeureup, 1 Korban Nyaris Tewas

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana, S.H, S.IK, M.H, bersama Perwira Pengawas IPDA Azis Hidayat serta anggota piket fungsi, melaksanakan pengamanan pelajar yang diduga pelaku tawuran dan korban di TKP Jalan Baru, Citeureup, Rabu (28/09).

Kompol Eka Chandra menjelaskan, kronologi berawal pada pukul 17.30 Wib salah satu anggota Polsek menerima informasi dari rekan dari Polsek Gunung Putri adanya kegiatan yang diduga tawuran antar pelajar di wilayah hukum Polsek Citeureup. Dengan waktu yang tidak terlalu lama piket fungsi langsung berbagi tugas, ada yang ke TKP,  bahkan anggota sempat mengejar dan mencari barang bukti yang telah mereka hilangkan ada pula yang langsung cek korban tawuran di RS Annisa Citeureup.

“Dengan kerjasama yang solid dibawah kendali Ipda Azis Hidayat, serta diduga pelaku pelajar telah diamankan di Mako Polsek Citeureup yang berjumlah 3 orang dan korban 1 orang dengan inisial (Z), untuk  barang bukti sendiri nihil,” papar Kompol Eka kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/09).

Menurutnya, adapun diduga pelaku tawuran pelajar dari SMP Yapsa Gunung Putri dan SMP Yapeni Citeureup melawan SMP 1 Kranggan Gunung Putri. Semua pelaku diamankan terlebih dahulu, dan akan memanggil pihak sekolah dan orang tua mereka.

“Selanjutnya kita akan memberikan arahan agar kita semua senantiasa memiliki kepedulian terhadap anak-anak kita semua,” jelas Kapolsek.

** Nay Nur’ain

Dewan Gandeng OPGI Kurangi Pengangguran di Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Ansori Setiawan dari Fraksi Gerindra, menggandeng Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI) guna mengurangi pengganguran di Kecamatan Sukamakmur, melalui pelatihan sewing operator yang diadakan di kediamannya, yang terletak tidak jauh dari Kantor Desa Sukamakmur, kemarin.

Pada kesempatan itu Ansori bersama OPGI memberikan sertifikat pelatihan menjahit, sekaligus melepas peserta didik sewing operator angkatan ke-2 sebanyak 200 orang untuk langsung ditempatkan bekerja di daerah Jabodetabek. Dalam acara pelepasan peserta didik operator sewing ini dihadiri Muspika Kecamatan Sukamakmur, dan orang tua peserta didik.

Ansori selaku penggagas mengatakan, pelatihan ini diadakan untuk membantu warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur khususnya, umumnya wilayah Bogor Timur untuk mengurangi angka pengangguran.

“Kenapa saya adakan ini, karena dari keprihatinan saya banyak kejadian-kejadian di wilayah Kecamatan Sukamakmur salah satunya kenakalan remaja, itu yang saya tidak inginkan, saya yakin kalau pemuda pemudinya sudah mempunyai skill dan mempunyai pekerjaan baik di perusahaan maupun membuka usaha sendiri, serta mempunyai penghasilan itu pasti akan mengurangi kenakalan remaja,” ucap Ansori yang juga sebagai pembina OPGI DPD Kabupaten Bogor kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/09).

Ia juga berharap, kalau peserta didik ini sudah masuk kerja, mereka sudah pasti mempunyai penghasilan.

“Insya Allah kalau sudah mempunyai penghasilan mereka akan berbuat yang positif, dan pembakatan skill/keahlian ini supaya mereka ada penghasilan, dengan mereka sudah ada penghasilan otomatis akan membantu ekonomi wilayah Kecamatan Sukamakmur, dan minimal mereka bisa membantu keluarganya. Saya akan memperjuangkan pemuda pemudi yang sudah mempunyai keahlian ini supaya kedepannya memiliki usaha UMKM dan lain sebagainya,” pungkasnya

Sementara Ketua DPD OPGI Bogor Raya Aries Sunan mengatakan, OPGI suatu wadah yang bertujuan mengurangi pengangguran dengan cara pelatihan, penempatan kerja dan bantuan hukum kepada anggota OPGI yang mengalami permasalahan hukum di tempat ia bekerja.

“OPGI organisasi yang memberikan pelatihan, penempatan kerja dan bantuan hukum kepada anggota OPGI yang mengalami permasalahan hukum di tempat ia bekerja, jadi kami (OPGI) bukan hanya kegiatan seremonial saja tapi kita benar-benar untuk memberikan kompetensi dan sertifikasi kepada para peserta supaya dapat bersaing dalam dunia kerja,” paparnya.

** Nay Nur’ain

Tersentuh Ucapan Mentan, P4S Prima Agung Siap Optimalkan Pertanian di Salatiga

0

Denpasar | Jurnal Bogor

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta seluruh masyarakat Indonesia untuk menjaga pertanian secara bersama – sama demi ketahanan bangsa. ” Pertanian menjadi sesuatu yang harus kita jaga secara bersama – sama. Karena dalam kondisi apapun bangsa ini dari mulai mau merdeka sampai menjaga kemerdekaan, menghadapi covid, yang tumbuh hanya pertanian. Siapapun dia, bisa seperti sekarang karena pertanian. Tanpa pangan orang takkan hidup, ” serunya dalam Pertemuan Forum Nasional(Fornas) P4S (Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya) dan Magang Petani di P4S Bali, Kecamatan Sanur Denpasar Bali, baru – baru ini.

Ucapan Menteri Pertanian tersebut dirasakan sangat menyentuh oleh Agus  Thohirin pengelola P4S Prima Agung Kecamatan Sidorejo Kota Salatiga Jawa Tengah. Agus menyampaikan kesannya terhadap penyelenggaraan Fornas yang telah memberinya semangat dan pemahaman bahwa urusan pangan adalah urusan bersama.

” Moment bertemu dengan pak Menteri dan arahannya pak Menteri sangat menyentuh. Fornas memberikan semangat dan tekad bahwa masalah pangan adalah urusan kita semua, bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja atau beberapa pihak tertentu., ” ujarnya, Kamis (29/9).

Arahan Mentan kata Agus membuat Ia berpikir untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan – lahan disekitar daerahnya yang selama ini hanya digunakan seperlunya saja. Padahal wilayah tersebut diberi anugerah air yang melimpah, lahan yang subur dan jauh dari bencana seperti banjir atau gempa bumi.

” Salatiga itu sangat kecil /sempit tidak signifikan terhadap pangan nasional. Namun sesempit apapun jangan membuat kita berkecil hati, tetap kita berikhtiar. Sekecil apapun hasilnya itu adalah kontribusi kita untuk menjaga kehidupan terus berlangsung, ” ungkapnya.

Agus menuturkan produk unggulan P4Snya yakni beras hitam, beras merah, pandanwangi, beras premium dan beras medium. Selain sebagai pasokan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat di wilayah Kota Salatiga, Iapun menjadi pemasok kebutuhan beras hotel – hotel dan warung – warung nasi disekitar Kota Salatiga serta pemasok bantuan pangan non tunai (BPNT) Kementerian Sosial untuk kecamatan Sidorejo.  Beras produksinya telah pula merambah beberapa kota besar seperti Surabaya.

P4S Prima Agung binaan Pusat Pelatihan manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, menjadi satu dari 10 P4S Model yang mendapatkan apresiasi dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) pada perhelatan Fornas P4S.

Untuk diketahui Fornas digelar pada 24 – 27 September 2022, di Desa Wisata Kertalangu, Denpasar Bali, diikuti P4S seluruh Indonesia, dengan agenda expo, yang menampilkan inovasi – inovasi yang dihasilkan P4S, Musyawarah Nasional P4S dan Temu Bisnis.

Kepala BPPSDMP, Dedi Nursyamsi, memberikan apresiasi untuk keseriusan P4S dalam berinovasi menampilkan produk-produk terbaik dalam kegiatan Fornas dan tidak pernah berhenti mendukung kemajuan pertanian.

” Tanpa mengurangi rasa hormat, kami memberikan penghargaan yang setinggi – tingginya terhadap segala upaya yang telah dilakukan seluruh peserta Gelar Teknologi P4S dalam mendukung peningkatan produksi dan nilai tambah produk pertanian dengan menampilkan produk-produk terbaiknya pada standnya masing-masing,” katanya.

** Regi/PPMKP

Duh, 80 Persen Truk DLH Berusia Uzur

0

JURNAL INSPIRASI – Sebanyak 133 unit truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota kondisinya sudah sangat memprihatinkan. Diketahui,80 persen dari keseluruhan kendarana berplat merah ini ternyata sudah berumur lebih dari 10 tahun.

Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kota Bogor, Feby Darmawan bahwa hingga saat ini belum ada penambahan truk pengangkut sampah baru. Bahkan, lantaran keterbatasan anggaran, pihaknya lebih memilih untuk memaksimalkan unit yang ada.

“Ada yang paling tua kendaraannya tahun 2000an, sekitar 3 unit. Kalau soal mesin sih masih bisa digunakan. Tapi cepat keropos, rapuh dan tidak bertahan lama itu bak pengangkutnya, 2 sampai 3 tahun sudah korosi akibat air sampah. Meski unitnya masih bisa dipakai, tetapi kerusakan-kerusakan teknis selalu ada seperti mesin tidak menyala, rem dan sebagainya. Namanya mobil tua,” ujar Feby kepada wartawan, Kamis (29/9).

Menurut dia, pihaknya setiap tahun selalu mengajukan anggaran di APBD hingga meminta bantuan provinsi Jawa Barat dan DKI Jakarta.

“Terakhir tahun 2021 DLH Kota Bogor mendapat bantuan armada baru sebanyak 4 unit dari Banprov Jabar,” katanya

“Untuk tahun sekarang tidak ada pengadaan kendaraan besar, hanya pick up sebanyak 2 unit, itu pun buat peremajaan bukan menambah pelayanan. Anggaran juga terbatas, apalagi di kami itu pegawai non ASN atau PKWT banyak, jadi anggarannya lebih difokuskan ke gaji pegawai dan biaya BBM untuk mobilitas kendaraan, kita masimalkan saja yang ada selama belum ada penambahan armada baru,” tuturnya.

Lebih lanjut, sambungnya, pihaknya memfokuskan pada pemeliharaan rutin seperti mengganti oli dan suku cadang.

“Ya, setiap hari membuang sampah ke TPS Galuga bisa 500 hingga 600 ton sehingga unit kita harus betul-betul dijaga agar bisa terus beroperasi,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Tingkatkan Pelayanan, RSUD Hadirkan Layanan Sub Spesialis BVE

0

JURNAL INSPIRASI – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor terus melakukan berbagai inovasi sebagai rumah sakit rujukan regional. Salah satunya dengan menyediakan layanan sub spesialis Bedah Vaskuler dan Endovaskuler (BVE), yang ditangani langsung oleh dr Budhi Arifin Noor, Sp.B.Subsp.BVE(K).

Direktur Utama RSUD Kota Bogor, dr Ilham Chaidir mengatakan bahwa layanan sub spesialis tersebut sudah ada di RSUD sejak lima bulan lalu, dengan tujuan melengkapi layanan medis sebagai rumah sakit rujukan regional dan riset.

Layanan sub spesialis ini, kata dia, dapat menangani berbagai penyakit seperti luka kaki akibat diabetes, akses vaskular cuci darah, kemoterapi, varises tungkai, trauma pembuluh darah, penyakit thrombosis vena dalam, penyumbat arteri perifer, pelebaran pembuluh darah aorta, kelainan serta tunor pembuluh darah, hipertensi porta, dan lymphedema.

“Ada penyakit yang bisa dan yang tidak bisa di layanan sub ini, tergantung dari penyakitnya,” ujar Ilham kepada wartawan, Kamis (29/9).

Menurut Ilham, layanan BVE ini akan menggunakan laser untuk mengobati obstruc pembuluh darah pasien. “Selain itu, pasien yang menderita ambeien akut atau stadium empat,” jelasnya.

Kata Ilham, layanan sub spesialis dapay dipergunakan oleh pasien umum maupun pemegang kartu BPJS. “Komitmen kami melayani semua pasien tanpa pandang bulu,” ucap dia.

Lebih lanjut, kata Ilham, pihaknya ke depan akan bekerjasama dengan RSCM untuk berbagi ilmu dalam hal transpalansi ginjal. “Ya, Insya Allah dalam waktu dekat kami bakal jalin kerjasama,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Kepincut Mobil Listrik, Pemkot Anggarkan Rp1,88 M

0

JURNAL INSPIRASI – DPRD Kota Bogor menyetujui rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor membeli dua unit mobil listrik dan lima unit sepeda motor listrik menggunakan Perubahan APBD 2022.

Diketahui, Pemkot Bogor dan DPRD menyetujui menganggarkan Rp1,88 miliar untuk pembelian dua unit mobil dan lima unit sepeda motor listrik.

Ketua Komisi I DPRD, Safrudin Bima mengatakan bahwa penganggaran mobil listrik sesuai dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Listrik (Battery Electric Vehicle) sebagai Kendaraan Dinas Operasional dan/atau Kendaraan Perorangan Dinas Instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Kami menyetujui itu karena sudah sesuai dengan Inpres. Kalau tak ada Inpres tak mungkin dijalankan, jadi tidak ada salahnya menyetujui usulan itu,” ujar Safrudin kepada wartawan, Kamis (29/9).

Menurut dia, berdasarkan rapat dengan Pemkot Bogor satununit mobil listrik dibanderol seharga Rp865 juta. “Kami tak dapat daftar harganya, tapi berdasarkan rapat dengan Pemkot Bogor harganya Rp865 juta per unit,” katanya.

Politisi PAN itu mengatakan bahwa , pengadaan mobil listrik merupakan respon terhadap keunggulan-keunggulan kendaraan itu dibanding dengan mobil konvensional.

Dalam kesempatan berbeda, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah Dwikorawati mengatakan bahwa pusat menginstruksikan agar daerah tidak boleh melakukan pembelian mobil lagi kecuali mobil listrik.

“Jadi ya ini lebih kepada semangat dari pemerintah pusat untuk dilaksanakan oleh pemerintah daerah karena kita ingin mengurangi penggunaan ketergantungan BBM, dan itu dilakukan di semua daerah,” ungkapnya.

Kata dia, kendati sudah dianggarkan di P-APBD 2022, namun pihaknya akan berkomunikasi terlebih dahulu dengan pabrik terkait ketersediaannya.

“DPRD juga menyampaikan agar dalan pengadaan mobil listrik itu mengikuti ketentuan yang sudah ada. Misalnya harga harus sudah ada dulu dindalam standar harga e-katalog jadi itu yang dipersiapkan,” katanya.

Terpisah, Sekretaris Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Evandhy Dahni mengatakan bahwa anggaran yang disediakan sebesar Rp1,88 miliar, dengan rincian Rp1,750 miliar untuk dua mobil listrik dan Rp137,5 miliar.

Saat disinggung mengenai merk mobil apa yang akan dibeli oleh Penkot Bogor. Evan menyatakan bahwa pengadaan mobil sesuai dengan Inpres Nomor 7 Tahun 2022, dan pada Diktum Keempat Inpres diatur bahwa pengadaan kendaraan mengacu pada ketentuan peraturan perundang undangan mengenai pengadaan barang dan jasa.

Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun Pemkot Bogor berencana membeli mobil listrik bermerk Hyundai Ionic 5.** Fredy Kristianto