32.4 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 799

Cerita FreshCare: Yuk, Kenalan Lebih Jauh dengan Kami!

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Minyak angin sudah lama dikenal masyarakat Indonesia, dari zaman nenek kita. Kala itu bau produknya sangat khas, sehingga sering diistilahkan “minyak Nyong-nyong”. Orang menyukainya karena khasiatnya. Aroma dan kehangatannya dipercaya dapat meredakan berbagai penyakit ringan, seperti flu, sakit kepala, mual, dan banyak lagi. Namun, bau menyengat dan citra sebagai produk orang tua membuat minyak angin umumnya tidak disukai anak muda di Indonesia.

Satu dasawarsa belakangan ini, pasar minyak angin jauh lebih semarak. Pasalnya, di pasar beredar sejumlah produk minyak angin gaya baru yang umumnya menawarkan aroma menyegarkan.

Salah satu produk inovatif di kategori ini dan telah menjadi minyak angin aromaterapi nomor satu di Indonesia adalah FreshCare, yang meluncur ke pasar sejak 2010. FreshCare hadir dengan formula dan konsep yang lebih modern. Produk ini mendobrak pakem minyak angin selama ini: bau menyengat dan kemasan botol kaca yang terkesan kuno.

FreshCare hadir dengan kemasan botol kaca yang terlihat modern. Produk ini dibuat dalam bentuk roll-on, sehingga lebih praktis digunakan. Selain itu, sesuai dengan namanya, FreshCare tampil dengan aromaterapi yang menyegarkan seperti citrus, green tea, lavender, sandalwood, splash fruity, dan banyak lagi. FreshCare juga mengandung olive oil dalam kandungannya mampu melembabkan kulit dan mencegah iritasi. Selain itu, seluruh produk FreshCare juga sudah tersertifikasi Halal dan terdaftar di Badan POM.

Sejak diluncurkan, merek FreshCare selalu berusaha menjadi yang terbaik di kategorinya. Ini antara lain dibuktikan dengan raihan penghargaan di sejumlah ajang penilaian merek, seperti Indonesia Top Brand Awards, Indonesia Best Brand Awards, Indonesia Original Brands, Halal Award, dan Digital Popular Brand.

Kekuatan FreshCare di pasar tentu juga karena didukung promosinya baik secara offline maupun online, secara ATL dan BTL. Semua kanal promosi digunakan oleh FreshCare, mulai dari televisi, radio, media luar ruang, hingga media digital. Khusus untuk media digital, FreshCare memanfaatkan media sosial agar lebih dekat dengan konsumen. Di kanal medsos ini, pihaknya sering menggelar kuis yang memberikan giveaway. Selain itu, juga berpromosi di kanal e-commerce, antara lain di Tokopedia, Shopee, dan Lazada.

Selain menggarap pasar domestik, saat ini FreshCare telah hadir secara internasional. FreshCare sudah memiliki beberapa seller di beberapa negara seperti Malaysia, Arab Saudi, Brunei Darussalam, dan lainnya. Ternyata, kesegaran FreshCare juga diminati oleh masyarakat dari berbagai negara.

Kedepannya FreshCare berkomitmen untuk selalu memproduksi produk minyak angin aromaterapi yang berkualitas dan bermanfaat. FreshCare juga akan terus berinovasi untuk meluncurkan produk-produk baru yang tentunya menjadi sahabat untuk seluruh rakyat Indonesia.

**ass/rls

Bangun Soliditas, DPD NasDem Kabupaten Bogor Gelar Silaturahmi Bacaleg dan Bedah Dapil

0

Sukaraja |Jurnal Inspirasi

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bogor, Jum’at (30/09/2022) menggelar pertemuan silaturahmi dengan para bakal calon anggota legislatif (Bacaleg), baik di tingkat DPR RI, DPRD Provinsi Jawa Barat, dan DPRD Kabupaten.

Silaturahmi yang diisi dengan agenda perkenalan dan bedah daerah pemilihan (Dapil) ini berlangsung di Kantor DPD NasDem Kabupaten Bogor, Jalan Raya Jakarta-Bogor KM 54, Desa Cimandala, Kecamatan Sukaraja,

Ketua DPD NasDem Kabupaten Bogor, Kolonel (Purn) dr. Friedrich M Rumintjap mengataka,forum silaturahmi ini bertujuan agar para Bacaleg bisa saling mengenal satu sama lain sehingga diharapkan dapat bersinergi pada Pemilu 2024 mendatang.

“Kita tentu mengharapkan forum ini mampu membangun kebersamaan dan soliditas para Bacaleg sebagai modal dasar bagi NasDem untuk berjuang meraih kemenangan di Pemilu 2024 mendatang,” kata dr. Frits, sapaan akrab Friedrich M Rumintjap di sela-sela kegiatan.

Menurut dia, kebersamaan dan soliditas atau kekompakan para Bacaleg yang sebagian besar merupakan fungsionaris NasDem di tiap tingkatan kepengurusan ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan.

“Kita ingin memenuhi target yang telah dicanangkan, yakni meraih 2 kursi DPR RI, 2 kursi DPRD Provinsi Jawa Barat, dan 2 kursi DPRD Kabupaten di tiap-tiap Dapil. Dimana untuk tingkat DPRD Kabupaten, Kabupaten Bogor memiliki 6 Dapil. Artinya kita menargetkan merebut 12 dari 55 kursi DPRD Kabupaten Bogor,” ujar dr. Frits penuh optimis.

Pada kesempatan itu, dirinya terus mengingatkan agar para Bacaleg yang nantinya lolos menjadi calon anggota legislatif (Caleg) di tiap tingkatan maupun yang belum memiliki kesempatan untuk menjadi Caleg agar tetap bersinergi.

“Tetaplah bersinergi, berkolaborasi, jangan ada yang berkecil hati karena kita satu keluarga, yakni keluarga besar Partai NasDem. Teruslah bahu-membahu dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat,” papar dr. Frits yang juga menjadi Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 6 itu.

Forum silaturahmi yang dihadiri puluhan Bacaleg ini juga diisi dengan agenda bedah Dapil, khususnya Dapil untuk DPRD Kabupaten Bogor, yang disampaikan Wakil Ketua Bidang Pemenangan Pemilu DPD NasDem Kabupaten Bogor, H. Wahyanto SE, MM.

“Pemilu terdahulu telah cukup menjadi pengalaman dan pelajaran berharga bagi kita semua. Kesalahan dan kekurangan harus kita perbaiki bersama. Kita tidak ingin itu terulang kembali. Pemilu 2014 kita berhasil mendapatkan 3 kursi, 2019 kita gagal alias tidak ada yang duduk di kursi DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi dan DPR RI. Di 2024 tidak ada cerita, kita harus berhasil mencapai target,” tegas Wahyanto.

Anggota DPRD Kabupaten Bogor 2014-2019 itu pun kemudian memaparkan sejumlah strategi pemenangan yang disimak dengan sangat antusias oleh para Bacaleg.

Dalam silaturahmi itu hadir pula Sekretaris DPD NasDem Kabupaten Bogor Ir. H. TB Imron (Bacaleg DPR RI), Bendahara DPD NasDem Kabupaten Bogor Fahirmal Fahim, SH (Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor Dapil 3), serta sejumlah pengurus DPD NasDem Kabupaten Bogor lainnya.

Selain itu juga hadir Bacaleg DPR RI dari Dapil Jawa Barat 5 (Kabupaten Bogor) diantaranya adalah H. Jaya, M. Solikin, H. Herwan Susanto dan Ramzi Geys Thebe. Selain itu tampak Bacaleg Provinsi Jawa Barat (Kabupaten Bogor) yakni Melihasrat Jaya Zai, SE dan Arsen Arie, serta puluhan Bacaleg DPRD Kabupaten Bogor.

** Mochamad Yusuf

Sistem Hitung Manual BHPRD Dinilai Sarat Korupsi

0

Fikri Hudi: Plt Jangan Abai Dalam Masalah Ini

Cibinong | Jurnal Bogor 

Sebanyak 5 kepala desa yang terdampak terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 70 turut hadir dalam Rapat Paripurna yang juga dihadiri Plt Bupati Iwan Setiawan, Kamis(29/09). Selain membahas pandangan fraksi-fraksi terkait perubahan APBD juga sekaligus melantik anggota baru.

Sekretaris Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Fikri Hudi menyampaikan pandangannya terkait adanya kesalahan fatal yang dilakukan oleh Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), dan juga dengan tidak adanya pertanggungjawaban dari Plt Bupati yang menandatangani Perbup Nomor 70 tersebut

“Masalah BHPRD (Bagi Hasil Pajak Daerah dan Retribusi Daerah) ini cukup menyita perhatian, karena menyangkut banyak hal terutama program-program yang sudah ditetapkan di dalam APBDes dimana para kepala desa atau Pemerintah Desa di dalam menyusun APBDes itu didasarkan kepada Perbup Nomor 59. Lalu kemudian disampaikan tentang bagi hasil retribusi daerah yang direvisi dalam Perbup Nomor 70 yang baru keluar dipertengahan tahun anggaran,” ujar Fikri Hudi kepada Jurnal Bogor di ruangan Fraksi PKS, Kamis (29/09).

Menurutnya, permasalah ini sangat fatal dan harus diberikan solusinya, apalagi kesalahan itu sudah diakui juga oleh Pemerintah Daerah atau Bappenda. Dia meminta jangan hanya minta maaf, dan harus ada solusi yang dipertanyakan kepada Plt Bupati.

Diakuinya, begitu keepala desa sudah audiensi di DPRD Kabupaten Bogor dan sebetulnya pimpinan DPRD pun juga mengundang Plt Bupati untuk dapat ikut hadir dalam kesempatan itu, tapi tidak bisa hadir.

“Kami meminta agar Plt Bupati Jangan bersikap abai terhadap masalah BHPRD ini, itu pesan saya. Berikan tanggapan dan solusi karena ini moment dan  kesempatannya disaat kita lagi bahas APBD,” paparnya.

Apa penanggulangannya dalam pembahasan ini, kata dia harusnya sebagai pimpinan daerah memberikan arahan, memberikan solusi atau sikap sebagaimana seorang pemimpin daerah. Tapi saat ini seperti enggak peduli hingga belum mendengar penjelasan dan penjabaran dari Plt Bupati. 

Oleh karena itulah, pandangan fraksi PKS meminta agar kepala daerah memberi perhatian terhadap masalah ini, apalagi  sudah ada kepala desa yang mengatakan ingin menghentikan kegiatan pelayanan, karena BHPRD itu menyangkut honor gaji lembaga desa, biaya rutin, dan ATK (alat tulis kantor). 

“Jika dalam persoalan BHPRD ini tidak diperhatikan oleh Plt Bupati, ke depan bukan tidak mungkin Fraksi PKS mempertimbangkan untuk mendorong menggunakan hak bertanya atau hak angket kepada Plt Bupati sebagai pimpinan daerah mengenai Perbup Nomor 70,” paparnya.

“Yang saya heran Bappenda dalam penghitungan BHPRD masih menggunakan sistem manual, yang sebetulnya harus lebih baik lagi apalagi ini menyangkut pendapatan daerah, menyangkut uang ini hal yang sangat krusial, harusnya kesalahan semacam begini tidak boleh terjadi,” ucap Fikri seraya menyayangkan.

Dia menjelaskan, sebelum sampai ke Plt Bupati itu ada sistem evaluasi dan monitoring, mulai di tingkat dinas kemudian di tingkat para assisten daerah sampai di tingkat sekertaris daerah (sekda) dan terakhir ditanda tangani oleh Plt. Nah kinerja mereka-mereka inilah kata dia, yang harusnya dipertanyakan, dengan terjadinya kesalahan hitung ini, ditambah sistem yang dipakai masih manual.

“Ini pertama terjadi di Kabupaten Bogor, walaupun yang berdampak hanya 29 desa dari 416 desa. Apalagi ada penyataan inspektorat tidak memeriksa soal BHPRD ini selama 2 tahun kebelakang, sistem manual yang di pakai Bappenda dan tidak dilakukannya pemeriksaan oleh inspektorat itu sarat terjadinya korupsi dalam pajak,” pungkasnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Kulur Firman Riansyah yang hadir dalam Rapat Paripurna tersebut mengatakan rasa kecewanya terhadap Plt Bupati yang hanya memberikan sambutan tanpa memberikan tanggapan apapun terkait persoalan BHPRD ini.

“Memang tidak ada agenda khusus untuk pembahasan BHPRD, kami pun diundang via WA untuk dipersilakan ikut dalam rapat paripurna ini. Namun yang kami harapkan bisa berbincang langsung terkait Perbup 70 yang dikeluarkan oleh Plt Bupati, jadi percuma juga hadir di rapat paripurna,” ujarnya dengan nada kecewa.

** Nay Nur’ain

Kavling Kebun Masih Anteng Beroperasi

0

Usep Supratman: Pengusaha Kavling Ngeyel, Pol PP Akan Saya Turunkan 

Cibinong | Jurnal Bogor 

Ngeyelnya pengusaha kavling kebun yang tak jua mau bersabar sampai menunggu peraturan daerah (Perda) tentang kavling siap, membuat Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor Usep Supratman yang juga sebagai pengusung Perda untuk kavling kebun memberi peringatan keras.

Menurutnya, Komisi 1 sebagai pengusung Perda kavling sedang kembali melakukan pembahasan dengan dinas-dinas terkait. “Kita sudah bahas kembali dengan DPKPP sudah diupayakan mungkin dengan Perda atau Perbup kita lagi bahas. DPKPP sudah turun tadi kita sudah rapat dengan satu dinas karena masih pembahasan Banggar jadi kita tergesa-gesa,” ujarnya kepada Jurnal Bogor via telepon selular, Kamis (29/09).

Dia mengingatkah, yang paling penting konsumen jangan sampai ada yang di  dirugikan dan pengusaha kavling harus bertanggungjawab karena nanti harus mengelola lahan untuk pertaniannya, karena ini berbeda dengan PSU.

“Saya minta kepada pengelola kavling terhitung hari ini jangan ada membangun dulu. Jika masih ada yang membandel maka saya akan perintahkan Satpol PP untuk membongkar atau menutup kegiatannya,” ancamnya.

Hal senada disampaikan pemerhati lingkungan dan infrastruktur, Herry KH. Menurutnya, imbauan demi imbauan yang dikeluarkan oleh Pemkab Bogor dan DPRD hanya sebagai angin lalu.

“Jangan cuma dihimbau tapi ditindak, kan sudah sering menghimbau tapi tindakannya gak terlihat,” ujar Herry.

Apalagi permaslahan baru muncul, kata dia, dimana ada pengusaha kavling yang berani menjual di aset sitaan BLBI. “Ini Pemkab diledek atau takut sama pengusaha, jika ada yang berstatment tidak tahulah kinerja Kades dan Camat apa, kavling Aruna Hills yang masih anteng jualan di lokasi lahan yang diduga aset BLBI,” cetusnya.

Jadi, tegasnya, jangan hanya menghimbau, berani tidak Pemkab menertibkan satu saja kavling yang membandel sebagai bukti kinerjanya. “Coba tertibkan satu saja kavling yang membandel dan masih melakukan pembangunan atau penjualan, cape dengernya kalo cuma menghimbau,” keluhnya.

** Nay Nur’ain

Bendahara Desa Diduga Bawa Kabur Dana Desa

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Duit Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Desa Pangaur, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor diduga dibawa kabur oleh bendahara desa berinisial HH. Warga Pangaur pun merasa kaget mendengar kabar yang berkembang di masyarakat.

Bahkan pamflet daptar pencarian orang (DPO) diduga pelaku bertebaran di grup perpesanan WhatsApp. Pasalnya, pelaku membawa kabur uang  tersebut tidak sedikit, yang mana  mencapai ratusan juta rupiah.

Kasi Pemerintahan Kecamatan Jasinga Sandi membenarkan kejadian penggelapan duit tersebut. “Sekarang lagi ada rapat di desa. Kalaupun untuk terkait uang tersebut diambil, digelapkan atau apa pun, itu sudah dilaporkan kepada Polsek Jasinga. Namun, sekarang sedang ada musyawarah,” kata Sandi dikonfirmasi via telepon seluler, kemarin.

Dia menegaskan, kejadian tersebut sudah dilaporkan kepada Polsek Jasinga agar terduga pelaku segera dilakukan penangkapan.

“Sudah lapor ke Polsek Jasinga. Pihak Kecamatan Jasinga sendiri sudah mengetahui persoalan ini dua minggu kemaren, kalau nggak salah,” tegasnya.

Diketahui oleh Sandi, nilai uang yang digelapkan mencapai ratusan juta rupiah, yang bersumber dari anggaran Dana Desa tahun 2022. “Nilai yang diketahui cukup besar juga, karena kemarin saya kan yang mengikuti rapat pertama walaupun telat datangnya. Minimal saya sudah tahu dan yang dilaporkan ke Polsek itu ratusan juta rupiah,”ujarnya.

Sandi pun menyampaikan, pihak Kecamatan Jasinga sudah memberikan arahan kepada aparatur Desa Pangaur untuk tidak menutup-tutupi soal kejadian tersebut agar tidak menjadi fitnah dari masyarakat.

“Saya juga sudah bicara juga kepada pemerintah desa biar terbuka, apa adanya solusinya, nanti kita bicarakan untuk kedepannya,” kata Sandi.

Sandi menambahkan, soal kejadian tersebut pihak Desa Pangaur saat ini sedang melakukan musyawarah ketiga, akibat belum ditemukannya terduga pelaku penggelapan uang Dana Desa tersebut.

“Makanya, sekarang diadakan rapat antara RT, RW, LPM terus Kadus dan pihak kecamatan juga perwakilan, karena itu akan musyawarah kan hasilnya untuk kedepannya. Karena sampai saat ini, pelakunya belum ketahuan ada dimana,” tukasnya.

** Andres 

Eksekusi Gudang Beras Ricuh, Ratusan Aparat Lakukan Paksa Pengosongan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Ekseskusi bangunan gudang beras seluas 325 meter di Jalan Raya Pahlawan, Kelurahan Karang Asem, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (28/09) oleh Pengadilan Negeri Cibinong berlangsung ricuh. Ratusan aparat kepolisian bersama TNI diterjunkan dalam pengosongan bangunan tersebut.

Gudang beras milik Supriadi didatangi ratusan personil kepolisian, TNI hingga Satpol PP Kabupaten Bogor. Kedatangan aparat tersebut untuk melakukan pengosongan gedung bangunan yang ditempati Supriadi.

Namun saat akan dilakukan pengosongan, pihak pengugat tidak terima, hingga terjadinya aksi dorong dengan petugas yang melakukan pengamanan di lokasi saat juru sita melakukan tugasnya melakukan pengosongan.

Pengacara Supriadi Deni Mahyudin, mengatakan pihaknya heran dengan keputusan mendadak dilakukan oleh Pengadilan Negeri Cibinong dengan melakukan pengosongan paksa, padahal persidangan masih berjalan belum adanya putusan.

“Kita akan melaporkan upaya hukum mengadu ke Mahkamah Agung terkait tindakan Pengadilan Negeri Cibinong, kami hanya meminta ikuti perkara yang masih berjalan,” ucapnya kesal.

Menurutnya, perkara ini masih berjalan di pengadilan, seharusnya proses lelang tidak boleh berjalan. Pasalnya utang piutang yang dilakukan dari jumlah awal Rp.2 miliar sudah dibayarkan hingga mencapai Rp.1,4 miliar dan seharusnya lelang tersebut dibatalkan.

“Kan perkara ini sedang berjalan, seharusnya tanggal 30 September sidang ditempat, kenapa tiba tiba adanya surat pengosongan, ini malah bisa konflik, pengadilan bersabarlah sambil menunggu hasil final sidangnya,” terangnya.

Putusan gugatan lelang pihaknya menganggap tidak sempurna. Pasalnya adanya pemberitahuan tersebut akan dilakukan pelelangan.

“Perihal hutang pihutang kan sudah mendekati lunas, dan persidangan pun sedang berjalan, ayolah hormati dahulu hasil sidangnya nanti, jangan belum ada putusan malah seenaknya melakukan pengosongan,” jelasnya.

Sementara itu, Juru Sita Pengadilan Negeri Cibinong Muhammad Irfan mengatakan, pihaknya melakukan eksekusi pengosongan bangunan gedung dengan surat penetapan nomor 2/Pen.pdt/eks/2022)Pn.cbi.jo.Risalah Lelang nomor 857/32/2021.

“Bangunan ini sudah berganti kepemilikan kepada sodara Novana Octa Syaputra, sesuai surat penetapan hingga diadakannya pelaksanaan pengosongan eksekusi dan penyerahan berdasarkan risalah lelang nomor 857/32/2021,” paparnya kepada Jurnal Bogor.

Ia mengatakan sempat terjadinya penolakan dari pemilik sebelumnya, namun berhasil dilakukan pengosongan dengan dibantu aparat kepolisian hingga TNI. “Sudah dilakukan pengosongan hingga penyerahan bangunan, dan berjalan lancar walau ada penolakan sebelumnya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ketahanan Pangan Leuwimekar, Kelompok Tani Diberi Bibit Limo dan Kambing

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Leuwimekar, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor merealisasikan anggaran Dana Desa sebesar 20 persen guna mendukung program ketahanan pangan bagi petani.

Kepala Desa Leuwimekar Emay Sumarno memaparkan, program ketahanan pangan mulai dari sektor  pertanian dan hewani yakni kambing.

“32 ekor kambing secara simbolis diberikan kepada kelompok tani. Masih berlangsung pembuatan kandang. Ketika rampung dibangun, dari 5 kandang yang nantinya akan diisi 6 ekor kambing. Ketika berkembang biak, budidaya kambing tersebut dilakukan secara bergulir,” ujar Kepala Desa Leuwimekar Emay Sumarno kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/9).

Pemberian kambing yang disalurkan kepada beberapa kelompok tani itu tersebar di RW 01, 02, 05, dan RW 06. “Guna meningkatkan ketahanan pangan di masa yang akan datang, penyaluran bantuan tersebut diharapkan para kelompok tani  bisa meningkat ekonominya,” harap Kades.

Tak hanya itu, saluran irigasi juga dibangun memanfaatkan sumber air kali Cigatet untuk mengairi pesawahan Blok Sukaasih.

Sementara, pendamping Desa Leuwimekar, Zamal mengatakan, program ketahanan pangan yakni bantuan bibit limo yang digarap petani sebanyak 200 batang yang ditanam di hamparan lahan di kampung Setu di lingkungan RW 05.

“20 persen, anggaran Dana Desa pada program ketahanan pangan mendominasi pada budidaya hewan ternak berupa kambing. Pengalokasian sejumlah  bantuan tersebut diharapkan  dapat bermanfaat dan bisa meningkatkan kesejahteraan para petani,” jelas Zamal.

** Arip Ekon

CV Salak Singgalang Asal Jadi Pasang Udict di Jalan Pahlawan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Pembuatan saluran drainase atau gorong-gorong di jalan Citeureup-Babakan Madang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor mendapat keluhan warga sekitar maupun Pemerintahan Desa Sanja.

Pasalnya, pekerjaan drainase yang dikerjakan oleh CV Salak Singgalang dengan PT Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp 287 juta terkesan asal jadi. Ketinggian drainase melebihi jalan raya yang mengakibatkan genangan air saat hujan justeru tumpah ke jalanan.

Kepala Desa Sanja Edi Yusuf mengatakan, pihaknya sudah melakukan peneguran terhadap perusahaan yang juga bergabung dalam asosiasi Askonas untuk melakukan pekerjaan dengan benar.

“Masa iya drainase lebih tinggi dari jalan, airnya tumpah ke jalan atuh. Alasan yang mereka sampaikan itu sudah tidak bisa menggali lagi karena ada kabel listrik dari PLN. Padahal kedalaman galian itu belum sampai 1,5 meter, disini kontraktor seolah melakukan pekerjaan asal jadi,” ujarnya kepada Jurnal Bogor. Kamis (29/09).

Menurutnya, dia pernah menyarankan DPUPR dengan pengusaha untuk berkoordinasi dengan PLN yang punya kabel di bawahnya untuk dicarikan solusi harusnya seperti apa. Kondisi saat ini drainase itu jadi tidak beraturan.

“Sekarang belum ada kelanjutan pekerjaan lagi, kalo menurut kami itu belum selesai disamping belum dipakai tutup Udict, tanah bekas galian juga masih berantakan. Kenapa kerjaan itu di tinggal-tinggal bukan segera diselesaikan apalagi ini musim penghujan, adanya drainase bukan meringankan masalah malah menambah masalah,” cetusnya Edy geram.

Terpisah disampaiakan oleh Hendi (36) warga yang juga berjualan di lokasi galian drainase mengatakan jika adanya drainase yang lebih tinggi dari jalan justru mengganggu aktivitasnya berjualan.

“Ganggu, apalagi kerjanya setengah-setengah tidak langsung dikerjakan sampe tuntas. Kalo hujan air bukan masuk ke drainase malah tumpah ketengah,” papar Hendi.

Menurutnya, saat dia ngobrol dengan pekerja saat itu akan dilakukan pemotongan,” katanya. “Udict-nya mau dipotong biar sejajar sama jalan, tapi buat saya aneh masa beton mau dipotong,” ujarnya sambil tertawa.

** Nay Nur’ain

Tawuran Pelajar Pecah Lagi di Citeureup, 1 Korban Nyaris Tewas

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana, S.H, S.IK, M.H, bersama Perwira Pengawas IPDA Azis Hidayat serta anggota piket fungsi, melaksanakan pengamanan pelajar yang diduga pelaku tawuran dan korban di TKP Jalan Baru, Citeureup, Rabu (28/09).

Kompol Eka Chandra menjelaskan, kronologi berawal pada pukul 17.30 Wib salah satu anggota Polsek menerima informasi dari rekan dari Polsek Gunung Putri adanya kegiatan yang diduga tawuran antar pelajar di wilayah hukum Polsek Citeureup. Dengan waktu yang tidak terlalu lama piket fungsi langsung berbagi tugas, ada yang ke TKP,  bahkan anggota sempat mengejar dan mencari barang bukti yang telah mereka hilangkan ada pula yang langsung cek korban tawuran di RS Annisa Citeureup.

“Dengan kerjasama yang solid dibawah kendali Ipda Azis Hidayat, serta diduga pelaku pelajar telah diamankan di Mako Polsek Citeureup yang berjumlah 3 orang dan korban 1 orang dengan inisial (Z), untuk  barang bukti sendiri nihil,” papar Kompol Eka kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/09).

Menurutnya, adapun diduga pelaku tawuran pelajar dari SMP Yapsa Gunung Putri dan SMP Yapeni Citeureup melawan SMP 1 Kranggan Gunung Putri. Semua pelaku diamankan terlebih dahulu, dan akan memanggil pihak sekolah dan orang tua mereka.

“Selanjutnya kita akan memberikan arahan agar kita semua senantiasa memiliki kepedulian terhadap anak-anak kita semua,” jelas Kapolsek.

** Nay Nur’ain

Dewan Gandeng OPGI Kurangi Pengangguran di Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bogor, Ansori Setiawan dari Fraksi Gerindra, menggandeng Organisasi Pekerja Garmen Indonesia (OPGI) guna mengurangi pengganguran di Kecamatan Sukamakmur, melalui pelatihan sewing operator yang diadakan di kediamannya, yang terletak tidak jauh dari Kantor Desa Sukamakmur, kemarin.

Pada kesempatan itu Ansori bersama OPGI memberikan sertifikat pelatihan menjahit, sekaligus melepas peserta didik sewing operator angkatan ke-2 sebanyak 200 orang untuk langsung ditempatkan bekerja di daerah Jabodetabek. Dalam acara pelepasan peserta didik operator sewing ini dihadiri Muspika Kecamatan Sukamakmur, dan orang tua peserta didik.

Ansori selaku penggagas mengatakan, pelatihan ini diadakan untuk membantu warga masyarakat Kecamatan Sukamakmur khususnya, umumnya wilayah Bogor Timur untuk mengurangi angka pengangguran.

“Kenapa saya adakan ini, karena dari keprihatinan saya banyak kejadian-kejadian di wilayah Kecamatan Sukamakmur salah satunya kenakalan remaja, itu yang saya tidak inginkan, saya yakin kalau pemuda pemudinya sudah mempunyai skill dan mempunyai pekerjaan baik di perusahaan maupun membuka usaha sendiri, serta mempunyai penghasilan itu pasti akan mengurangi kenakalan remaja,” ucap Ansori yang juga sebagai pembina OPGI DPD Kabupaten Bogor kepada Jurnal Bogor, Kamis (29/09).

Ia juga berharap, kalau peserta didik ini sudah masuk kerja, mereka sudah pasti mempunyai penghasilan.

“Insya Allah kalau sudah mempunyai penghasilan mereka akan berbuat yang positif, dan pembakatan skill/keahlian ini supaya mereka ada penghasilan, dengan mereka sudah ada penghasilan otomatis akan membantu ekonomi wilayah Kecamatan Sukamakmur, dan minimal mereka bisa membantu keluarganya. Saya akan memperjuangkan pemuda pemudi yang sudah mempunyai keahlian ini supaya kedepannya memiliki usaha UMKM dan lain sebagainya,” pungkasnya

Sementara Ketua DPD OPGI Bogor Raya Aries Sunan mengatakan, OPGI suatu wadah yang bertujuan mengurangi pengangguran dengan cara pelatihan, penempatan kerja dan bantuan hukum kepada anggota OPGI yang mengalami permasalahan hukum di tempat ia bekerja.

“OPGI organisasi yang memberikan pelatihan, penempatan kerja dan bantuan hukum kepada anggota OPGI yang mengalami permasalahan hukum di tempat ia bekerja, jadi kami (OPGI) bukan hanya kegiatan seremonial saja tapi kita benar-benar untuk memberikan kompetensi dan sertifikasi kepada para peserta supaya dapat bersaing dalam dunia kerja,” paparnya.

** Nay Nur’ain