Bersama Dinsos, Pemerintah Kecamatan Cigudeg Kunjungi Lansia yang Hidup di Gubuk Reyot

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sepasang lansia yang hidup memprihatinkan di Kampung Malangbong, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor dikunjungi Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigudeg dan Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Bogor melalui Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar.

Sepasang lansia tersebut bernama Marpuah (66) dan Murdi (71) yang mana mereka berdua tinggal di gubuk reyot.

Sebelumnya, Marpuah mendatangi kantor Kecamatan Cigudeg mengeluhkan tak pernah dapat bantuan dari pemerintah. Pihak Dinas Sosial yang didampingi Pemerintah Kecamatan Cigudeg pun mendatangi kediaman Marpuah.

“Berkat informasi yang kami dapatkan bahwa ada lansia di Desa Argapura yang tinggal hanya dengan suaminya yakni, Marpuah (66) dan Murdi (71) alhamdulillah kami bisa datang ke sini bersama jajaran Pemerintahan Kecamatan,” ungkap Subkoordinator Anak dan Lansia Terlantar. R. E. Haryati, kemarin.

Dia pu merasa prihatin. Pasalnya, untuk kondisi Marpuah sendiri keadaannya sudah tidak bisa melihat sementara suaminya sendiri mentalnya sudah sedikit terganggu meski tidak begitu parah. 

“Untuk data DTKS sudah sudah kami data, untuk BPJS juga alhamdulillah sudah PBI, dan kami akan mengajukan rumah tidak layak huninya karena memang sudah tidak layak dihuni,” ujarnya.

Dengan melihat kondisi tersebut, kata dia, Dinas Sosial akan terus mengawal dan memperhatikan kedua lansia tersebut. Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada yakni, pemerintah pusat maupun pemerintah daerah harus memberi rehabilitasi sosial jaminan sosial, perlindungan sosial, dan pemberdayaan sosial sebagai wujud pelaksanaan kewajiban negara dalam rangka menjamin terpenuhinya hak kebutuhan dasar warga negara yang miskin serta tidak mampu (JDIH Kemenkeu). 

“Dari dana sosial ada kedaruratan pangan untuk si nenek, apabila nanti untuk kedepannya anggaran perubahan kami diterima insyaallah akan ada bantuan dari Dinas Sosial berupa sarana kamar untuk lansia,” paparnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat (Kasipem) Kecamatan Cigudeg Imas Masmawati, menyampaikan terima kasihnya atas kepedulian dan perhatian dari Dinas Sosial.

“Terimakasih kepada Dinsos mudah-mudahan bantuan kedepannya bisa terealisasi. Kedepan untuk bantuan rumah tidak layak huni akan kita pantau juga untuk kita saling membantu, serta saya ucapkan terimakasih juga kepada teman-teman media karena tanpa teman-teman media kita tidak akan tahu satu persatunya,” tegasnya.

Dia menjelaskan, selain itu terkait kondisi suami dari Marpuah yang terganggu mentalnya akan segera dibantu pengobatan melalui pendamping kecamatan.

“Berhubung pendamping lansia sedang ada halangan jadi tidak bisa ikut kesini, nanti kita komunikasi kan ulang untuk membantu pengobatannya,” jelasnya.

Ditempat yang sama  TKSK Kecamatan Cigudeg, Hambali menyebutkan, bahwa sebelumnya  sekitar pukul 13:00 WIB  di kecamatan kedatangan Marpuah yang datang menyampaikan keluh kesah.

“Iya kedatangan salah satu warga Kecamatan Cigudeg yang melapor dan kebetulan ada kawan-kawan jurnalis. Dan alhamdulillah ketika kita selaku pekerja sosial bekerja sama dengan teman-teman media sebagai kontrol sosial bisa merespons dengan cepat,” kata dia.

Sementara, Ketua RT setempat menyampaikan bahwa sebelumnya Marpuah pernah mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dari Bank BNI, namun ketika ada migrasi dari BNI ke Mandiri, dia tidak termasuk lagi.

“Iya, kalo untuk dari Bank Mandiri belum. Saya sampaikan juga terima kasih kepada teman-teman media yang telah datang peduli memberikan bantuan,” jelasnya.

Lebih lanjut, terkait pengajuan kepada pihak desa dirinya mengaku sudah melakukannya melalui Sukardi, namun sampai saat ini belum ada realisasi.

“Kalau untuk pengaduan kita sudah ke Pak Sukardi karena dia yang pegang KK-nya, tapi karena belum rejeki ya mau gimana lagi,” tukasnya.

** Andres

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here