30 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 745

Kembangkan Wirausaha Pertanian, Kementan Selenggarakan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian memahami betul masa depan pembangunan Pertanian berada ditangan petani milenial yang berwirausaha. Karenanya, Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4 yang digelar 22 November -24 November membidik penumbuhan dan tumbuh kembang wirausaha pertanian dari kalangan petani.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan modal bangsa Indonesia adalah Pertanian. Keuntungan bisnis Pertanian pun tesebar mulai dari hulu hingga hilir yang bisa digeluti petani. Baginya, menjadi petani yang berwirausaha di Indonesia adalah orang keren dan memastikan diri sebagai orang mampu secara finansial.

“Pertanian harus mampu mencukupi kebutuhan barang sekaligus jasa yang terkait. Dengan kata lain, untuk memajukan pertanian, khususnya meningkatkan kesejahteraan petani, peningkatan produksi dan produktivitas di sub sektor budidaya saja tidak cukup, ” tegasnya.

Melihat pentingnya peranan kewirausahaan untuk pemberdayaan petani, BPPSDMP melalui Pusat Pelatihan Pertanian kembali melaksanakan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4 bertema Wirausaha Pertanian, 22-24 November 2022 untuk petani dan Penyuluh.

Dalam pembukaan Pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4 di Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi Bogor, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Prof Dedi Nursyamsi mengatakan sudah saatnya petani melakukan pertanian sebagai agribisnis.

Bukan hanya memenuhi kebutuhan keluarga sendiri. Petani juga sudah saatnya membuat turunan berupa olahan untuk mendapatkan nilai tambah, begitupun mendapatkan akses pasar yang baik.

“Pertanian kini bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri dan masyarakat. Sudah saatnya pertanian dijadikan agribisnis guna meningkatkan penghasilan,” tuturnya.

Disisi lain, penumbuhan wirausaha perlu terus didorong, terlebih bila dikaitkan dengan rasio kewirausahaan Indonesia yang pada tahun 2022 baru mencapai 3,47 persen, jauh di bawah negara maju yang kategori rasio kewirausahaan minimal 12 persen dari populasi.

“Untuk itu, para pemuda didorong untuk pendirian usaha pertanian yang antara lain dalam bentuk women entrepreneurship, green economy, dan digital economy,” ungkapnya.

Karena itu, dirinya mengajak seluruh insan pertanian yang terdiri dari petani, gapoktan, KWT, petani milenial dan seluruh komponen SDM Pertanian untuk mampu berbisnis pertanian.

“Wirausaha pertanian itu sebenarnya yang menjamin keberlanjutan pembangunan pertanian, ” tuturnya.

Prof Dedi menambahkan, pelatihan Sejuta Petani dan Penyuluh Volume 4 ini diikuti oleh 1.770.920 orang. Tentunya dengan dukungan luar biasa dari berbagai komponen seperti Perhiptani, KTNA, Ikamaja, Duta Petani Milenial, Duta Petani Andalan, Dinas Pertanian hingga BPP Kostratani di seluruh indonesia.

“Pelatihan bertema wirausaha pertanian menghadirkan narsum pelatih yang kompeten yaitu widyaiswara, pakar perguruan tinggi seperti IPB dan Univ. Lambung Mangkurat, serta pihak perbankan terkait KUR hingga Jasindo, ” tambahnya.

Terpusat di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Binuang, pelatihan Pertanian ini membidik penumbuhan dan pengembangan wirausaha pertanian. Dihubungi terpisah, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP Binuang), Yulia Asni Kurniawati mengatakan BBPP Binuang sebagai UPT Pelatihan menjaga komitmen untuk mendukung tercapainya SDM pertanian yang berdaya saing, maju, mandiri dan modern.

** BPPSDMP Kementan

PLN Berhasil Pulihkan 100% Kelistrikan Terdampak Gempa Cianjur, 326 Ribu Pelanggan Kembali Menyala

0

Cianjur | Jurnal Bogor

PT PLN (Persero) berhasil memulihkan 100 persen sistem kelistrikan yang terdampak gempa di Cianjur, Jawa Barat. Pada pukul 23.05 WIB, 1.844 gardu distribusi dan 21 penyulang yang sebelumnya mengalami gangguan telah berhasil beroperasi. Kurang dari 34 jam, pasokan listrik ke 326.028 pelanggan kembali normal.

Sebelumnya gempa berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) telah mengguncang Cianjur dan sekitarnya pada Senin (21/11) lalu sehingga turut berdampak pada sistem kelistrikan setempat.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan, ratusan petugas dikerahkan dengan cepat sejak kejadian untuk segera memulihkan kembali sistem kelistrikan Cianjur yang mengalami padam karena terdampak gempa.

“Dengan kolaborasi berbagai pihak, kurang dari 34 jam kita berhasil menyalurkan listrik kembali kepada seluruh masyarakat. Fasilitas umum seperti rumah sakit, jalan raya, balai desa sampai posko-posko relawan berhasil dipulihkan dan menyala kembali,” terang Darmawan kepada Jurnal Bogor, Rabu (23/11).

Dirinya juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah, masyarakat, aparat dan berbagai pihak, termasuk relawan PLN dari berbagai wilayah sekitar yang telah terjun dan berkontribusi aktif dalam percepatan pemulihan kelistrikan pasca gempa di Cianjur.

“Secara pribadi dan mewakili PLN, saya ucapkan terimakasih kepada seluruh pihak, terutama Pemerintah Daerah, Aparat Keamanan, Warga sekitar dan juga personel PLN yang telah berjasa besar mengalirkan kembali listrik kepada masyarakat terdampak, sehingga dalam waktu cepat jaringan kelistrikan PLN pulih dan menyala kembali,” ucap Darmawan.

Sementara, Direktur Distribusi PLN Adi Priyanto menyampaikan dalam proses pemulihan terdapat banyak kendala di lapangan, tetapi dengan kolaborasi berbagai pihak semuanya dapat diselesaikan.

“Ada beberapa daerah yang gardunya roboh dan aksesnya tertutup longsor akibat gempa. Dengan mengerahkan alat berat, akhirnya aksesnya bisa segera dilalui dan tim gabungan segera memperbaiki jaringan listriknya,” terangnya.

Untuk meringankan korban gempa, sambung dia, PLN turut mendirikan tenda darurat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur guna menampung pasien dan warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Gerak cepat PLN melalui YBM dalam membangun dapur umum bagi warga terdampak juga dirasakan langsung oleh warga. Sebanyak 1.500 paket makanan didistribusikan kepada warga.

” Selain itu puluhan tenaga medis dan tenaga logistik juga turun langsung untuk memberikan pengobatan dan bantuan secara langsung. 2 unit mobil ambulans dan 1 mobil rescue juga dikerahkan untuk terus bergerak dalam membantu logistik dan pemulihan pasca bencana,” paparnya.

PLN mengimbau, bagi masyarakat yang memerlukan informasi mengenai kelistrikan dan menyampaikan pengaduan dapat mengakses aplikasi PLN Mobile. pungkasnya

Untuk diketahui, PT PLN (Persero) adalah BUMN kelistrikan yang terus berkomitmen dan berinovasi menjalankan misi besar menerangi dan menggerakkan negeri. Memiliki visi menjadi perusahaan listrik terkemuka se-Asia Tenggara, PLN bergerak menjadi pilihan nomor 1 pelanggan untuk Solusi Energi. PLN mengusung agenda Transformasi dengan aspirasi Green, Lean, Innovative, dan Customer Focused demi menghadirkan listrik untuk Kehidupan yang Lebih Baik. PLN dapat dihubungi melalui aplikasi PLN Mobile yang tersedia di PlayStore atau AppStore.

** Nay Nur’ain

Usut Dugaan Pungli SMAN 2 Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Praktik sumbangan wajib di SMAN 2 Cileungsi kembali menjadi sorotan. Pasalnya, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat ini tengah fokus menyoroti banyaknya kasus pungutan liar di lembaga pendidikan yang dikelola oleh Pemprov Jabar.

Gubernur Jabar bahkan membuat pernyataan jika dibutuhkan partisipasi biaya pendidikan dari orang tua siswa harus mendapat persetujuan gubernur. Hal itu dilakukan guna membatasi dan tidak memperbolehkan lagi adanya pungutan di sekolah dalam bentuk apapun.

“Tidak boleh ada pungutan apapun di sekolah negeri yang menjadi kewenangan Provinsi. Semua anggaran pendidikan itu sepenuhnya diurus oleh negara,” kata Kang Emil.

Terkait pungutan di SMAN 2 Cileungsi, Pengamat Pendidikan dan Infrastruktur Heri HK mengatakan, kasus pungli di lembaga pendidikan sudah seharusnya diproses secara hukum hingga tuntas sehingga dapat menjadi pembelajaran bagi para penyelenggara pendidikan agar tidak seenaknya mengambil pungutan dari orang tua siswa.

“Selama ini pihak sekolah kerap melakukan upaya untuk mengambil pungutan dengan berbagai cara dan alasan. Ujung-ujungnya, komite yang menjadi ujung tombak untuk melegalkan pungutan. Sehingga pihak sekolah berkilah jika pungutan tersebut sudah mendapat persetujuan komite,” ujarnya.

Praktik seperti ini, kata dia sudah menjadi budaya di lembaga pendidikan mulai dari SMP hingga SMA di Kabupaten Bogor. Oleh karena itu, harus ada upaya yang kongret untuk menyelesaikan dan memutus aksi pungutan liar di sekolah dengan membawa kasus tersebut ke ranah hukum hingga tuntas.

“Selama ini, kasus pungli timbul tenggelam dan tidak pernah tuntas. Sehingga hal itu terulang lagi dengan cara dan modus baru,” ujarnya.

Khusus untuk pungli di SMAN 2 Cileungsi, Heri mendesak agar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat mengambil tindakan tegas dan memberikan informasi yang jelas kepada publik terkait penanganannya.

“Sudah seharusnya kasus seperti ini diproses dan dibuka ke publik penyelesaiannya. Jangan sampai pihak Dinas Pendidikan dianggap ‘bermain mata’ dengan pihak sekolah,” tandasnya.

Sementara pihak SMAN 2 Cileungsi belum memberikan keterangan perihal dugaan pungli tersebut.

** Taufik/Nay 

Miris, Jalan Depan Perusahaan Besar Minim PJU 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Minimnya penerangan di depan pabrik Mercedes-Benz, Desa Wanaherang, Gunung Putri, Kabupaten Bogor rentan akan kejahatan jalanan.

Hal tersebut dibenarkan salah satu warga yang juga berjualan di sekitar lokasi, Marwan (45). Menurutnya, jika malam hari jalan sangat gelap, dan hanya diterangi lampu kendaraan saja, padahal lokasi ini berada di depan pabrik besar namun sudah bertahun-tahun dibiarkan gelap gulita.

“Pernah ada kecelakaan, bahkan pencurian. Dan itu seolah menjadi hal yang biasa,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (22/11).

Menurutnya, selain dekat dengan perusahaan besar, jalan milik Kabupaten Bogor tersebut juga dekat dengan kantor Kepolisian Sektor Gunung Putri. “Dekat dengan perusahaan dan perkantoran, tapi minim perhatian, miris sebetulnya,” keluhnya.

Sementara, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan keluhan tersebut sudah sering didengar. Oleh karenanya, dia akan membuat surat untuk audiensi dengan perusahaan besar tersebut agar mau mengalokasikan dana CSR-nya untuk membantu penerangan jalan.

“Secara regulasi, memang soal PJU itu dibawah kewenangan Dishub Kabupaten Bogor. Namun, kita melihat secara situasional dimana jika memang sangat dibutuhkan masyarakat baiknya perusahaan memberikan fasilitas PJU tersebut, ” tutur Kompol Bayu.

Oleh karena itu, dia akan mengajak Muspika untuk melakukan audiensi dengan perusahaan Mercedes-Benz dan mencari solusi soal PJU yang merupakan kebutuhan warga tersebut. 

“Kami akan jadwalkan, dan semoga dari audiensi nanti akan ada solusi untuk PJU yang minim tersebut,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Samisade Desa Sukajaya Bangun Jembatan Penghubung Dua Kecamatan 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sukajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor, membangun jembatan penghubung dua kecamatan, yaitu Jonggol dan Sukamakmur dengan menggunakan dana Samisade (Satu Miliar Satu Desa) yang dikucurkan Pemkab Bogor.

Kades Sukajaya Ujang Royani mengatakan, program Samisade tahun 2022 ini, Pemdes mengalokasikan untuk membangun jembatan penghubung dua kecamatan. dengan bentangan panjangnya 50 meter dan lebar 3 meter dengan jumlah anggaran sebesar  Rp600 juta.

“Dengan pembangunan jembatan ini, semoga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. Sehingga memang bisa dimanfaatkan dan dirasakan oleh masyarakat Desa Sukajaya,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (22/11).

Menurutnya, keberadaan jembatan ini bisa memudahkan masyarakat jika ingin menyebrang ke daerah sebelah yang awalnya harus memutar arah dengan jarak mencapai 3-4 kilometer.

“Saya berharap, warga ikut menjaga dan merawat jembatan penghubung ini, agar bisa awet sehingga anggaran di tahun yang akan datang bisa dialokasikan ke pembangunan yang lain agar merata,” pungkasnya.

** Ramses/Nay

Pengendara tak Sabar, Kemacetan Total Kerap Terjadi di Jalan Ciampea-Rancabungur

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Kemacetan berjam-jam terjadi di jalan Ciampea-Rancabungur, Kabupaten Bogor karena belum selesainya pengerjaan jalan sehingga dibuat satu jalur dengan sistem buka tutup. Namun kemacetan itu diperparah pengendara yang banyak menerobos penghalang atau penutup jalan yang sedang diperbaiki hingga menyebabkan kemacetan total di jalur tersebut.

Kemacetan itu menurut penuturan warga sering terjadi pada pagi dan sore hari pada saat warga masyarakat hendak melakukan aktivitas rutin. “Tiap sore macet parah terus, apalagi kalau pas jam pulang kerja tuh, aduh ratusan kendaran pada numpuk dari atas (Pertigaan Rancabungur-Ciseeng-Ciampea) sampai Ciampea,” kata salah satu warga, Rudi.

Diakuinya, banyak pengendara yang menerobos palang pembatas sehingga memicu sering terjadi kemacetan rutin setiap sore hari itu. “Tadi saya liat banyak motor yang nerobos pembatas jalan, pada gak sabaran. Akhirnya kan malah macet total, udah tau jalurnya buka tutup karena sedang perbaikan jalan malah ngelawan arah,” katanya.

Staf Desa Rancabungur Cecep, menyayangkan perilaku menerobos tersebut. Wilayahnya yang bertetanggaan dengan Desa Ciampea, diakuinya bahwa peningkatan atau perbaikan jalan yang dilakukan oleh pemerintah itu tidak bisa diburu-buru atau tergesa-gesa agar menghasilkan kualitas jalan yang kuat dan tahan lama.

“Susah juga kadang kalau yang namanya warga masyarakat mah, jalan jelek pada ngeluh pengen cepet-cepet diperbaiki, sekalinya diperbaiki pengen cepet segera selesai. Kalau kerjaan begitu kan gak bisa diburu-buru kalau pengen kualitas jalan bagus mah,” ucapnya.

Kata Cecep, puluhan pengendara motor itu terlihat menerobos pembatas jalan dan melindas coran yang masih basah.

“Kalau seperti itu akhirnya kan jadi kerjaan dua kali, kadang kasian juga sama yang kerja di lapangannya. Padahal kalau udah beres kan kita-kita juga yang nikmatin jalan enak dan nyaman,” tukasnya. 

** Andres

Alfamart Sumbang Sembako untuk Korban Bencana Gempa Cianjur 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

PT. Sumber Alfaria Trijaya TBK atau Alfamart kembali mengeluarkan donasi untuk korban bencana. Kali ini Alfamart memberikan sumbangan berupa kebutuhan pokok untuk korban bencana alam gempa bumi di Kabupaten Cianjur.

Communication Manager Alfamart Budi Santoso mengatakan, untuk meringankan beban masyarakat Cianjur yang terdampak bencana gempa, Alfamart menyalurkan bantuan yang disalurkan melalui PMI Kabupaten Cianjur, Selasa (22/11).

“Kami turut prihatin dengan musibah bencana alam yang di alami oleh masyarakat Kabupaten Cianjur, khusunya untuk yang berdampak langsung akan gempa bumi tersebut,” papar Budi kepada Jurnal Bogor, saat berkunjung ke Cileungsi, Selasa (22/11).

Menurutnya, dia sangat merasakan penderitaan yang saat ini dirasakan, apalagi untuk mereka yang sedang berduka karena kehilangan sanak dan saudaranya yang menjadi korban gempa tersebut.

“Alfamart akan selalu hadir ditengah-tengah masyarakat yang memang membutuhkan ,apalagi ratusan nyawa menjadi korban dari bencana gempa tersebut, semoga apa yang diberikan oleh Alfamart bisa sedikit meringankan korban gempa, ” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Peduli Korban Gempa di Cianjur, Ojol Cibungbulang Galang Dana

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Sejumlah driver ojek online (ojol) di Cibungbulan, Kabupaten Bogor menggelar aksi turun ke jalan menggalang dana untuk membantu para korban gempa di Cianjur. Tampak sejumlah driver ojol itu menenteng sebuat kotak kardus yang bertuliskan “Pray for Cianjur, Ojol Cibungbulang Peduli Bencana” yang dilakukan di Jl. Raya Cibungbulang-Bogor, Selasa (22/11).

Salah satu driver ojol Tama menjelaskan, aksi yang digelar tersebut untuk membantu saudara kita di Cianjur yang terkena musibah gempa. “Aksi galang dana ini sebagai bentuk kepedulian kita untuk membantu para korban gempa di Cianjur,” katanya. 

Kata dia,  puluhan anggota driver ojol menggalang dana hasil dari rundingan komitas ojol Bogor dan Cianjur.

“Anggota yang diterjunkan ke jalan hari ini ada 20 anggota. Kebetulan ada tim juga disana yang memerlukan bantuan, akhirnya kita sepakat turun ke jalan. Jadi sambil nunggu orderan sambil sosial bantu saudara kita di Cianjur yang terkena musibah gempa,” ucapnya.

Dia berharap dengan para aksi yang dilakukan oleh banyak pihak, termasuk ojol ini bisa sedikit membantu meringankan beban korban yang terkena bencana gempa di Cianjur dan sekitarnya.

“Saya turut berduka cita atas kejadian yang menimpa keluarga kita di Cianjur dan sekitarnya, semoga diberikan ketabahan dan kesabaran. Mudah-mudahan segera cepat pulih dan tidak ada gempa susulan lagi,” pungkasnya.

** Andres 

Samisade Tahap 1 Desa Sanja Hampir Rampung 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Anggaran APBD yang dinamakan Samisade oleh Pemkab Bogor berhasil mengejar ketertinggalan pembanguan di desa-desa. Seperti halnya Desa Sanja, Citeureup, Kabupaten Bogor yang menggunakan anggaran Samisade untuk membangun saluran drainase dan jembatan. 

Sekretaris Desa Sanja, Iwan mengatakan, pembanguan infrastruktur sudah mencapai 90% untuk anggaran tahap 1 yang baru dicairkan, yaitu sebesar Rp600 juta  dan untuk pengerjaannya sendiri dilakukan oleh vendor atau pihak ke-3 yang memang warga Sanja juga.

“Kita pakai pihak ke-3, karena sesuai dengan juklak dan juknis penggunaan anggaran Samisade yang diharuskan menggunakan pihak ke-3, karena anggaran lebih dari 200 juta, ” papar Irwan kepada Jurnal Bogor, Selasa (22/11).

Menurutnya, untuk Samisade tahap 1 ini dialokasikan untuk pembangunan drainase dengan u-dict yang memiliki volume P 850, L 30×40, dan pembanguan jembatan dengan P 6 M, L 4,6 M dengan dan T 0,40.

“Jembatan itu sudah ada, hanya saja kurang tinggi, maka kami tinggikan agar tidak banjir lagi. Mengingat, kondisi jembatan yang sebelumnya jika hujan deras pasti akan banjir, ” paparnya.

Sejauh ini, sambung dia, pekerjaan sudah hampir rampung. Tinggal pembuatan jembatan saja, diperkirakan seminggu kedepan bisa rampung untuk anggaran tahap 1 ini.

“Insya Allah selesai dalam waktu 1 minggu ini, dan semoga progres di tahap kedua bisa segera dicairkan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pengurus ICMI Orsat Nanggung Dilantik 

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Organisasi Satuan (Orsat) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor periode 2022-2027 dilantik.

Pelantikan itu berlangsung di aula serbaguna Kecamatan Nanggung dihadiri semua unsur diantaranya anggota DPR RI Fahmi Idris, anggota DPRD Provinsi Jabar dan DPRD Kabupaten Bogor dapil lima serta Muspika Nanggung, Selasa (22/11).

“Saat ini kita pelantikan sekaligus seminar kebangsaan,” kata Ketua Orsat Kecamatan Nanggung terpilih Agus Muhammad yang merupakan ketua pertama dilantik sebagai ketua Orsat di wilayah Bogor Barat.

Dia mengaku organisasi ICMI adalah organisasi besar yang umumnya banyak dikenal di kalangan atas. Dengan begitu tugasnya akan memperkenalkan ICMI dan manfaatnya bias dirasakan masyarakat.

“Nama ICMI ini kan besar yang hanya terkenal di elit atas dengan begitu saya  terpilih menjadi ketua, agar masyarakat di bawah bisa mengenal ICMI dan bermanfaat untuk mereka,” katanya.

Dia menjelaskan, setelah pelantikan itu akan melakukan silaturahmi terhadap muspika di ilayah Nanggung dan fokus untuk melakukan pergerakan lebih cepat dan berperan lebih bagi masyarakat.

“Jadi ICMI yang merupakan lembaga dakwah dan pendidikan serta politik sehingga bagaimana progres kedepan dirasakan di Kecamatan Nanggung,” ucapnya.

Sementara Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Fraksi PKB Nurodin menyatakan, setelah resminya kepengurusan ICMI Nanggung diharapkan dapat mengakomodir kebutuhan bersama terutama dalam pembangunan sumberdaya manusia.

Pasalnya, kata dia masih banyak persoalan yang secara global baik secara regional maupun lokal, yang harus banyak dilakukan percepatan dan kebijakan-kebijakan yang mengagresi potensi yang ada terutama di Nanggung. “Harus gas full nih untuk ICMI. Kita melihat miris di tengah sumber daya alam yang luar biasa namun sumberdaya manusia ini tertinggal,” tutupnya.

** Andres