30 C
Bogor
Sunday, May 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 746

Firdaus Memorial Park Siap Terima Jenazah Penyintas Gempa Cianjur

0

Sinergi Foundation (SF) melalui program Firdaus Memorial Park siap menyediakan lahan pemakaman untuk korban gempa Cianjur. Sinergi Foundation berupaya untuk menjadi bagian dari solusi atas dampak dari bencana gempa bumi yang menimpa.
“Alhamdulillah, Firdaus Memorial Park siap menyiapkan dan menerima jenazah penyintas gempa Cianjur, berlokasi di Cikalong, Kabupaten Bandung Barat, dan Tamansari Kabupaten Bogor,” kata Direktur Firdaus Memorial Park Eggie Ginanjar.
Firdaus Memorial Park (FMP) menyediakan 300 kavling di FMP Bogor dan 50 kavling di FMP Cikalong, Bandung Barat. “Dari Jumlah 350 kavling di FMP Bogor tersebut, memiliki daya tampung sebanyak 1050 jenazah, di mana setiap kavlingnya terdapat satu liang lahat, dan setiap liang lahat dapat diisi hingga tiga jenazah.”

Selain menyediakan lahan pemakaman, pihaknya juga akan membantu dalam prosesi pemulasaran jenazah. Eggie Ginanjar mengatakan, FMP siap membantu masyarakat maupun pemerintah sebagai solusi untuk pemakaman dhuafa ataupun para penyintas bencana.
“Jadi inisiatif pelayanan yang diberikan dalam hal peyediaan lahan hingga prosesi pemakaman. Ini bagian dari ikhtiar kami untuk membantu masyarakat khususnya membantu para penyintas bencana gempa Cianjur kali ini”, kata Eggie.
Adapun Taman Wakaf Pemakaman Muslim Firdaus Memorial Park sendiri merupaka  taman pemakaman muslim pertama di Indonesia yang mengusung konsep wakaf, tanpa unsur bisnis atau komersial. Diperuntukkan bagi wakif (orang yang berwakaf), dhuafa dan masyarakat muslim pada umumnya, Firdaus Memorial Park mengedepankan nilai asri, nyaman, ramah lingkungan dan sesuai syariah.

Layanan FMP Cikalong Telp: 0851 0004 2009
Layanan FMP Bogor Telp: 0811 2001 142

Narahubung:
Public Relations Sinergi Foundation
M. Adlan Sayuti
HP: 087738005616

Dispora dan KORMI Kabupaten Bogor Gelar Pelatihan Instruktur Senam

0

Caringin | Jurnal Bogor

Dinas Pemuda dan Olahraga ( Dispora ) Kabupaten Bogor kembali menggelar kegiatan pelatihan keolahragaan.

Kali ini SKPD yang menangani kegiatan keolahragaan di Bumi Tegar Beriman menggandeng KORMI Kabupaten Bogor dengan menggelar pelatihan instruktur senam tingkat Kabupaten Bogor.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan, pelatihan instruktur senam ini salah satu bentuk nyata dari kegiatan program Bogor Bugar yang dicanangkan pada bulan september lalu.

Asnan AP menambahkan, kegiatan pelatihan instruktur senam ini akan mengedepankan pada pada Senam Panca Karsa, Senam Bugar Jabar Juara, Senam Kebugaran Jasmani dan Senam Kebugaran Indonesia.

” Saya berharap dari kegiatan pelatihan instruktur senam yang kerjasama dengan KORMI Kabupaten Bogor ini nantinya akan semakin banyak SDM di Kabupaten Bogor yang jadi Instruktur senam,” tegas Asnan AP, disela sela pembukaan pelatihan instruktur senam di salah satu hotel yang ada di Kabupaten Bogor Senin, 21 November 2022.

Lebih lanjut, kata Asnan AP, pelatihan instruktur senam ini akan dilakukan dengan dua angkatan yakni angkatan 1 tanggal 21 sampai 23 November 2022 dan Angkatan kedua pada tanggal 28 sanpai 30 November 2022

Menurutnya, masing masing angkatan terdiri dari 70 orang yang berasal dari 40 perwakilan Kecamatan dan 30 perwakilan Inorga yang ada di KORMI Kabupaten Bogor.

” Untuk pemateri dalam pelatihan Instruktur Senam kali ini berasal dari ASKI Provinsi Jabar, KORMI Kabupaten Bogor dan FOKBI Provinsi Jawa Barat,” ujarnya

Disamping itu, sambung Asnan AP, pada pelatihan kali ini juga ada praktek langsung yang dilakukan oleh 8 orang instruktur senam. ( asep syahmid)

Innalillahi, 62 Orang Meninggal Dunia

0

2.272 Bangunan Rusak, 5.389 Warga Mengungsi

Cianjur | Jurnal Bogor

Gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Cianjur 5,6 magnitudo, Senin (21/11), pukul 13.21 WIB menelan banyak korban jiwa. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 62 orang meninggal dunia akibat gempa bumi hingga pukul 19.34 WIB.

Kini, kerusakan bangunan akibat gempa di Cianjur itu sebanyak 2.272 dan jumlah warga yang mengungsi tercatat 5.389 orang. Selain di Cianjur, BNPB menyatakan, kerusakan infrastruktur juga tercatat di Kabupaten Bogor sebanyak 46 rumah rusak, Kabupaten Sukabumi 443 rumah rusak, dan di Kota Sukabumi sebanyak 14 unit rumah rusak. 

Sedangkan warga yang meninggal di Cianjur mayoritas anak-anak. “Warga meninggal dunia tersebar di Desa Rancagoong di Kecamatan Cilau, Desa Limbagansari di Kecamatan Cianjur, dan Kecamatan Cugenang,” tulis Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya, Senin (21/11).

Sebelumnya sebanyak 40 anak dinyatakan meninggal dunia dari 62 total sementara yang jadi korban gempa yang terasa hingga Sukabumi, Bogor dan Jakarta itu. Sedangkan pascagempa, kondisi di area bencana gelap gulita tak ada aliran listrik.

Bupati Cianjur, Herman Suherman meyampaikan, korban diperkirakan bakal terus bertambah lantaran banyak daerah yang terisolasi akibat akses jalan yang putus pasca gempa. “Kebanyakan anak-anak, mereka tertimpa bangunan yang ambruk, ada yang lagi sekolah anak-anak sekolah,” ujar ” ujar Herman, Senin (21/11).

Untuk korban luka, kata Herman, tercatat sebanyak 700 orang. Mayoritas mereka yang luka mengalami patah tulang akibat tertimpa material bangunan. Herman mengatakan, saat ini masih banyak warganya yang berada di di rumah karena sulit dievakuasi. Banyak jalan yang tertutup dan tak bisa dilalui akibat gempa.

“Kemudian juga masih banyak juga warga kami yang masih di tempat masing-masing karena aksesnya yang sulit. Karena akses jalannya tidak bisa dilalui oleh kendaraan roda dua, maupun roda empat begitu laporan terakhir,” ujar Herman.

Menurut Herman, data korban yang meninggal itu merupakan data yang masuk ke RSUD Cianjur, dan diantaranya 4 orang korban jiwa yang berada di Rumah Sakit Cimacan. Herman mengatakan, saat ini tim penanggulangan bencana wilayah setempat sedang berusaha melakukan evakuasi korban.

“Sekarang lagi upaya evakuasi, alat berat kita sudah ke sana. Yang penting agar bisa mobilisasi bisa lancar untuk diutamakan pasien-pasien yang terkena bencana alam,” ujarnya.

Sedangkan Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Cianjur Nurzeini mengungkapkan sampai saat ini tim BPBD Cianjur masih berada di lapangan untuk membantu warga terdampak gempa bumi.

“Kita mengimbau seluruh masyarakat Cianjur untuk selalu waspada karena yang namanya bencana tidak tahu kapan akan terjadi,” kata Zurzeini dalam siaran Youtube BNPB Indonesia, Senin (21/11).

Pasalnya, Nurzeini menyampaikan sempat terjadi gempa susulan dengan getaran kecil yang dirasakan warga Cianjur.

“Karena bencana itu tidak bisa diprediksi dan kita ketika tidak ada bencana pun harus waspada. Karena tadi juga masih ada gempa-gempa susulan kecil yang terasa,” katanya.

Oleh sebab itu, kata dia masyarakat membangun tenda menggunakan terpal di luar rumah untuk mengantisipasi adanya gempa susulan. “Malam ini ada warga yang ketakutan juga mendirikan tenda di luar rumahnya,” ujar dia.

Sementara kesaksian korban gempa Cianjur menyebut bahwa banyak siswa sekolah yang tertindih bangunan yang roboh. Guncangan gempa benar-benar dahsyat.

“Allhamdulillah sy sendiri selamat hanya luka ringan saja, bangunan sekolah kondisi ambruk dan retakan menganga besar, siswa byk yg luka kena tindihan bangunan cz sedang pembelajaran d kelas, sementara, kluarga yg drmh pun allhamdulilah selamat, hanya rumah saja yg rusak,” tulis Affan, salah satu korban gempa di Cugenang

Menurut informasi, wilayah Cugenang merupakan salah satu wilayah paling parah terdampak gempa Cianjur. “Pusat gempa terbesarnya ada di gunung gede pas di belakang sekolah posisi gunungnya…terima ksh atas doanya…semoga kita semua di beri keselamatan dan ketabahan atas musibah…maaf baru berkabar cz hp br ketemu ketindihan bangunan,” sambungnya.

Berdasarkan rekaman video, terlihat puluhan siswa mengalami luka di kepala. Para siswa dibaringkan di halaman gedung dan ditangani paramedis. Sementara itu, korban jiwa akibat Gempa Cianjur terus bertambah.

Dandim 0608 Cianjur Letkol Arm mengatakan, warga terus berdatangan ke RSUD Cianjur mengantarkan korban gempa yang luka dan meninggal.

**ass

Diduga Langgar UU KIP, JPP Akan Turun ke Lokasi Samisade Desa Bitungsari

0

Ciawi|Jurnal Bogor

Pelaksanaan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) di Desa Bitungsari, Ciawi, Kabupaten Bogor yang anggarannya dipertanyakan warga, mendapat perhatian dari Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP). Bahkan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang aktif di bidang kemasyarakatan dan pembangunan itu, akan meninjau ke lokasi pembangunan dua jembatan lingkungan di Desa Bitungsari tersebut.

Ketua LSM JPP, Saleh Nurangga mengatakan, mencuatnya pelaksanaan kegiatan pembangunan yang berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor di Desa Bitungsari, tentunya harus disikapi sejumlah kalangan termasuk lembaga penegak hukum.

 “Makanya kami dari JPP dalam waktu dekat akan turun ke lokasi,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Senin (21/11).

Menurutnya, sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 4 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP), setiap pelaksanaan kegiatan pembangunan yang bersumber anggaran dari pemerintah atau negara, harus terbuka ke publik agar masyarakat dapat mengetahui.

Sehingga, lanjut Saleh, apa yang dilakukan Pemerintah Desa (Pemdes) Bitungsari maupun tim pelaksana kegiatan (TPK) dengan tidak memasang plang papan proyek kegiatan, sudah melanggar UU KIP.

“Kalau pun sekarang plang papan proyek sudah dipasang, tetap saja awalnya sudah ada indikasi pelanggaran dan harus dilakukan pengawasan,” paparnya.

Saleh pun mengungkapkan, dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur, baik jalan, jembatan maupun tembok penahan tanah (TPT), harus mengandeng pihak konsultan, mulai konsultan perencanaan hingga pembangunan.

“Ini kan bersumber anggaran dari pemerintah, pastinya tidak sembarangan melaksanakan pembangunan. Untuk itu, setiap kali akan dilaksanakan pembangunan harus melibatkan konsultan,” jelasnya.

Saleh minta agar pihak lembaga hukum, mulai dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong atau pun pihak kepolisian, ikut mengawasi jalannya pelaksanaan program Samisade dengan turun ke semua lokasi pembangunan di tiap desa.

“Kejari dan kepolisian jangan diam saja, turun ke desa yang diduga ada pelanggaran saat merealisasikan program Samisade, seperti di Desa Bitungsari,” tugasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Kampung Bitung Pesantren RT 02 RW 06, Desa Bitungsari, Ciawi, Kabupaten Bogor, pertanyakan anggaran pembangunan jembatan penghubung yang ada di wilayahnya. Sebab, di lokasi dua kegiatan pembangunan jembatan yang berasal dari program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) itu, sama sekali tidak terpasang papan plang proyek.

Gari, warga Kampung Bitung Pesantren mengaku tidak tahu nilai anggaran pembangunan jembatan penghubung yang ada di wilayahnya itu. Karena, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) Bitungsari tidak memberitahukan kepada warga besaran anggarannya.

“Saya hanya disuruh kerja saja, untuk anggaran sama sekali tidak tahu berapa nilainya,” akunya kepada Jurnal Bogor saat di lokasi pembangunan jembatan penghubung di Kampung Bitung Pesantren RT 02 RW 06, Jumat (18/11).

Gari pun membenarkan, seharusnya di lokasi pembangunan terdapat papan plang nama proyek, sehingga warga bisa mengetahui besaran biaya yang dialokasikan untuk membangun jembatan penghubung ini.

“Walau pun saya tinggal di kampung, tapi saya sering ikut pekerjaan proyek. Jadi sedikit tahu aturan dalam pelaksanaan pembangunan yang dibiayai uang negara atau pemerintah,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Gari, untuk pembangunan jembatan yang memiliki kedalaman 10 meter dengan panjang bentangan 18 meter serta lebar 1,5 meter, tidak didampingi tim teknis atau ahli konstruksi.

“Informasinya tim teknis yang ahli di bidang pembangunan konstruksi jembatan, itu dari Jakarta,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Pesona Sagatan Jonggol Gelar Pasar Pasisian Leuweung 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat melalui Kelompok Tani Hutan (KTH) Sukamekar Desa Sukasirna, Jonggol, Kabupaten Bogor menggelar kegiatan Pasar Pasisian Leuweung di Kp.Bojongkorot atau yang dikenal dengan sebutan Pesona Sagatan Jonggol.

Ketua KTH Bina Tani Sukamekar Enjang menjelaskan, adanya Pasar Pasisian Leuweung merupakan konsep dasar untuk memasarkan produk-produk hasil pertanian  dari UMKM yang ada di Kecamatan  Jonggol, khususnya Desa Sukasirna. Kegiatan ini pun digagas oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mendukung petani milenial.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini dikunjungi hampir 1000 lebih pengunjung dari berbagai daerah,” ujar Enjang kepada Jurnal Bogor, Senin (21/11).

Menurutnya, event ini sebagai wadah bagi para petani yang tergabung dalam kelompok tani hutan dan petani milenial untuk mengembangkan penjualan produk hasil hutan, disamping itu juga dapat memangkas rantai distribusi produk petani hingga ke tangan konsumen sehingga harga yang ditawarkan lebih murah. 

“Event ini dapat menciptakan simbiosis mutualisme antara petani dan juga konsumen,” tambahnya.

Sementara Koordinator BPP Jonggol Wilayah XI  Jajang menjelaskan, dengan adanya event ini sekaligus sebagai sarana dalam mengedukasi masyarakat agar mereka bisa memproduksi hasil hutan dengan memanfaatkan area hutan sebaik-baiknya.

Dia berharap dengan adanya Pasar Pasisian Leuweung, petani bisa langsung menjual produknya ke masyarakat sehingga keuntungannya langsung terakses ke para petani.

“Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi event yang berkelanjutan serta bisa langsung dirasakan manfaatnya oleh para petani dan pengunjung,” imbuhnya.

Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Cabang Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat, Camat Jonggol Andri Rahman yang mewakili Plt Bupati Bogor, Kapolsek Jonggol, Danramil Jonggol, para petani milenial, Kelompok Tani Hutan, serta Komunitas Lindungi Hutan.

** Ramses / Nay 

SK Plt Bupati tak Digubris, Warga Keluhkan Harga Si Melon 

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Sejumlah warga di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat mengeluhkan harga gas LPG 3 kg. Pasalnya, pedagang masih menjual gas melon dengan harga Rp 23-24 ribu per tabung, meskipun sudah ada penurunan harga dari SK Plt Bupati Bogor untuk menjaga inflasi.

“Saya beli itu ke warung harganya Rp 23-24 ribu. Saya juga tidak tahu itu harga tetap bertahan atau tidak ada penurunan sesuai SK Plt Bupati Bogor,” kata salah satu warga Kecamatan Ciampea, Abah (56).

Bahkan dia menduga harga yang sebelumnya sudah dinaikkan oleh Plt Bupati akan tetap bertahan, meski sudah ada revisi soal penurunan. “Udah mah BBM naik, ini lagi gas elpiji malah naik, apa beralih ke kayu bakar aja?, saya sih yakin ini akan bertahan terus harganya, meski sudah ada surat revisi itu (penurunan harga),” jelasnya.

Hal yang sama pun dirasakan oleh ibu rumah tangga Tridinari (34), dia membeli gas elpiji 3 kilogram di warung dengan harga Rp 23 ribu.

“Sebelum naik kan mulai dari 18 ribu, ada yang 20 ribu sekarang udah naik lagi 23 ribu, semoga ada solusi saja lah kita mah, supaya harga-harga gak ngeberatin,” ucapnya.

Kenaikan harga tabung gas LPG diakui juga oleh satu pemilik pangkalan gas LPG 3 kg di Kecamatan Leuwiliang. Menurut pedagang yang minta dirahasiakan namanya ini, harga gas melon sudah terlanjur naik dan sulit dikembalikan ke harga awal.

“Saya beli di agen Rp16.000, saya jual Rp18.000 ke masyarakat di bawah HET Rp18.686 yang ada di SK Bupati,” kata dia.

Dia mengaku sudah tahu adanya Kebup penurunan HET yang dikeluarkan oleh Pemkab Bogor. Namun, dia tidak terpatok pada Kebup itu lantaran HET yang ia tetapkan berdasarkan harga yang ia beli di agen.

“Ya meskipun tahu kabar itu, tapi kita beli di agen dengan harga segitu, belum ada penurunan,” ungkapnya.

Sementara itu, diberitakan sebelumnya, pelaksana tugas (Plt) Bupati Bogor Iwan Setiawan membantah, pihaknya telah menandatangani SK Bupati soal kenaikan harga gas elpiji 3 kilogram. Bahkan ia mengatakan harga gas elpiji 3 kilogram itu saat ini tidak ada kenaikan harga yang diisukan mencapai Rp 23 ribu.

“Belum, kemarin kami ada koreksi, dan hasil koordinasi dan komunikasi dengan semua, kemarin mohon maaf ada terkoreksi untungnya,” kata, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan kepada wartawan usai melakukan saba desa di Kecamatan Cibungbulang pada Selasa, 8 Oktober 2022 lalu.

la menegaskan, harga gas 3 kilogram saat ini masih normal, menurutnya jika harga gas mengalami kenaikan maka sama saja membuat pertumbuhan inflasi di Kabupaten Bogor.

“Apalagi saya ada instruksi dari presiden untuk menjaga dan menurunkan inflasi, dengan naiknya gas itu sama dengan menaikan inflasi jadi kami ada arahan, inflasi ditahan dan dijaga, makanya kami tidak akan menaikan gas,” tukasnya.

** Andres

Pol PP Bakal Tutup TPS Ilegal Cileungsi

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Keberadaan tempat pembuangan sampah ilegal di Kampung Babakan, Desa Dayeuh, Cileungsi, Kabupaten Bogor mendapat sorotan dari UPT Pengelolaan Sampah Wilayah II Jonggol. Pasalnya, keberadaan lokasi pembuangan sampah tersebut dapat membahayakan warga sekitar akibat adanya pencemaran sampah. 

Untuk itu, UPT mendesak agar Pol PP Kabupaten Bogor maupun Pol PP Kecamatan Cileungsi untuk segera melakukan tindakan dan menutup aktivitas TPS tersebut.

“Memang tidak pernah izin atau tembusan kepada kami. Untuk itu kami meminta kepada Pol PP untuk segera melakukan penertiban dan penutupan lokasi tersebut,” kata Kepala UPT Pengelolaan Sampah Wilayah II Jonggol, Heri kepada Jurnal Bogor, Senin (21/11).

Menurut dia, pihak UPT memang tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penindakan terhadap keberadaan TPS ilegal yang sampai saat ini masih beroperasi karena ranah penindakan dan penertiban menjadi kewenangan Pol PP.

“Tapi kami sudah sampaikan ke Pol PP tingkat Kecamatan dan Kabupaten untuk segera melakukan tindakan dan penutupan,” tukasnya.

Oleh karena itu, kata Heri menjadi hal yang sangat penting lantaran keberadaan tempat penampungan sampah tersebut dapat membahayakan lingkungan sekitar akibat adanya pencemaran. Jika hal tersebut didiamkan, maka semakin lama sampah akan semakin menumpuk dan mencemari lingkungan sekitar.

“Ada beberapa lokasi yang sudah kami minta kepada Pol PP agar segera ditutup. Salahsatunya yang di Cileungsi,” tegasnya.

Menanggapi hal itu, Kasie Ops Pol PP Kabupaten Bogor, Rhama Kodara mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi terkait rencana penutupan tempat pembuangan sampah ilegal di Kecamatan Cileungsi. Saat ini ia mengaku, sedang berkoordinasi dengan Kepala Bidang Penegakan Perda terkait pelanggaran yang dilakukan oleh pengelola TPS Ilegal tersebut.

“Saya akan koordinasi dahulu dengan Kabid Gakda terkait tindak pelanggaran perda yang dilakukan oleh pengelola TPS. Setelah itu, baru akan kita jadwalnya untuk dilakukan tindakan penutupan bersama-sama dengan instansi terkait,” singkatnya.

** Taufik / Nay 

Samisade Desa Balekambang Sambung Jalan Penghubung 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa (Pemdes) Balekambang, Jonggol, Kabupaten Bogor merealisasikan keinginan warga membuat jalan penghubung dua kampung yaitu  Kp. Balekambang dan Kp.Dampiak melalui program Samisade (Satu Miliar Satu Desa).

Pembangunan jalan tersebut yakni membangun jalan desa di Kp.Balekambang RW 01 dengan volume panjang 850 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 15 centimeter, serta di Kp.Dampiak RW 02 dengan volume panjang 750 meter, lebar 3 meter, dan tinggi 15 centimeter.

Kepala Desa Balekambang Anap Setiawan menyampaikan terimakasih kepada Pemkab Bogor atas bantuan Samisade sebagai satu program unggulan pembangunan desa dengan pengerjaan di desanya sudah terealisasi  60 persen.

“Melalui program Samisade ini, Pemdes Balekambang dapat membangun jalan penghubung,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Senin (21/11).

Menurutnya Anap, adanya jalan penghubung tersebut, selain memudahkan akses warga juga akan meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus sebagai tanda batas Kp.Balekambang dan Kp.Dampiak.

“Semua proses pekerjaan pembangunan didanai dari program Samisade dan dilaksanakan secara padat karya,” tambahnya.

Sementara warga Desa Balekamnang, Iwan menjelaskan, awalnya kondisi jalan Kp. Balekambang dan Kp.Dampiak rusak parah, namun  dengan perhatian Bupati, jalan ini sudah dibangun dengan rabat beton hingga jalan bagus dan perekonomian warga akan meningkat.

” Adanya pengerjaan proyek Samisade masyarakat mengucapkan rasa terimakasih kepada Bupati Bogor dan khususnya kepada Kepala Desa Balekambang,” ungkapnya.

“Warga merasa senang karena jalan ini sekarang akhirnya dapat dibangun. Sudah lama  warga menginginkan jalan ini diperbaiki, saya sangat senang dan gembira, makanya saya seperti mimpi,” tandasnya.

** Ramses/Nay 

Tak Jua Kapok, Polsek Gunung Putri Kembali Gelar Razia Pelajar

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Untuk kesekian kalinya, Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Putri menggelar razia bagi para pelajar yang mengendarai sepeda motor di jalan raya Transyogi Cibubur, atau simpang  Cikeas – Nagrak. Alhasil, sebanyak 15 pelajar kedapatan tidak menggunakan helm.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha mengatakan, berbagai upaya telah dilakukan oleh personil Polsek Gunung Putri guna mencegah tindakan tawuran maupun kecelakaan fatal akibat pelanggaran lalu lintas di jalan raya.

“Hingga saat ini masih banyak ditemukan pelajar yang menggunakan seragam memakai sepeda motor dengan tidak menggunakan helm,” ucap Kompol Bayu Tri Nugraha kepada Jurnal Bogor, Senin (21/11).

“Hal ini tentu sangat disayangkan di mana para pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang sudah seharusnya mematuhi peraturan dan kedisiplinan namun pada kenyataannya tidak diindahkan,” sambungnya.

Oleh karena itu dirinya menyampaikan, kedepannya Polsek Gunung Putri akan memberikan sanksi kepada para siswa-siswi yang masih melanggar, dan akan melibatkan pihak sekolah.

“Kami akan memberikan sanksi dengan mewajibkan wali kelas gurunya, atau bahkan kepala sekolahnya, untuk bisa menjemput siswa-siswinya yang kedapatan menggunakan kendaraan tidak lengkap ataupun tidak memakai helm,” tegasnya

Selanjutnya ia juga sudah berulang kali menghimbau kepada para orang tua wali murid, agar anak-anaknya menggunakan helm bila berangkat ke sekolah mengendarai sepeda motor. 

“Dalam kesempatan ini juga kami menghimbau kepada para orang tua siswa yang memberikan sepeda motor kepada putri-putrinya untuk keperluan sekolah agar lebih peduli lagi pada anaknya dengan membelikan helm sehingga seluruh pihak dapat berperan secara maksimal dimulai dari orang tua, guru dan juga para aparat penegak hukum,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Getaran Gempa Cianjur Bikin Panik Warga Nanggung, Sejumlah Pelajar Teriak Histeris 

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Gempa bumi di Cianjur merambat ke wilayah barat Kabupaten Bogor, Nanggung. Warga panik bahkan tak sedikit anak-anak  sekolah di Yayasan Cendekia muslim, berhamburan keluar sambil berteriak histeris.

Gempa terjadi pukul 13:22 WIB, Senin 21 November 2022. Dari penjelasan akun resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa gempa tersebut berlokasi di Barat daya Kabupaten Cianjur dengan berkekuatan 5.6 SR. Dalam laporannya kejadian tersebut tidak berpotensi Tsunami.

“Banyak warga panik, saat getaran gempa itu terasa. Bahkan anak-anak sekolah juga pada teriak histeris,” kata salah satu warga, Aceng.

Menurut dia, getaran itu terasa cukup besar, namun tidak lama, pada saat itu  dirinya pun ikut panik. Dalam hal ini belum ada laporan kerusakan dari dampak getaran itu di Nanggung. 

“Alhamdulillah tidak ada dampak kerusakan dalam kejadian ini, hanya panik saja tadi,” tukasnya. 

** Andres