28.1 C
Bogor
Sunday, October 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 329

Dialog Interaktif Aktivis PEPELING Dengan Mahasiswa di Unida Ciawi

0

Jurnal Bogor – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam PMM (Pertukaran Mahasiswa Merdeka) angkatan 4 tahun 2024 perwakilan dari berbagai Provinsi menggelar silaturahmi sekaligus dialog interaktif dengan aktivis dan penggiat lingkungan hidup komunitas PEPELING Puncak, Kabupaten Bogor.

Dialog interaktif digelar secara out door di area lapangan tepat depan Kampus Universitas Djuanda, Kecamatan Ciawi beberapa waktu lalu, membahas isu yang berkenaan dengan permasalahan lingkungan hidup dan sampah termasuk penanganannya.

“Kami ucapkan terima kasih kepada Kang Taufik dan Kang Iwan Meichin dari Komunitas Pepeling yang sudah bersedia jadi narasumber terkait lingkungan  hidup dan segala permasalahannya termasuk sampah. Kegiatan ini kami sebut dengan inspirasi dan temen-temen di PMM yang berjumlah 21 orang dari berbagai Provinsi cukup antusias saat mendengarkan pemaparan tadi,” kata Ira Riswanih salah seorang mahasiswi Fakultas Hukum mewakili Universitas Djuanda Ciawi Bogor, Selasa (28/5/2024).

Saat ini kata Ira, permasalahan sampah menjadi momok menakutkan juga di mata masyarakat.

“Betapa pentingnya bagi kita untuk menjaga kelestarian alam dan peduli dengan lingkungan hidup terutama masalah sampah yang hingga kini belum bisa terurai meskipun sudah beragam cara menyelesaikannya. Disini butuh kesadaran kita sebagai warga masyarakat tidak mengandalkan kepada intansi terkait,” bebernya.

Menurutnya, Kehadiran rekan dari komunitas Pepeling setidaknya bisa memotivasi rekan-rekan mahasiswa lainnya yang tergabung dalam kegiatan PMM untuk bisa berkontribusi nyata ikut andil membantu salah satu program Pemerintah dalam bidang lingkungan hidup.

“Apa yang disampaikan tadi oleh pembicara sedikit banyak kita jadi tau apa yang mesti kita perbuat dan tentu ini bermanfaat, agar kita pun lebih aware lagi dengan lingkungan tempat kita berpijak,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Hilma Nabila salah seorang mahasiswi semester IV peserta PMM angkatan ke-4 tahun 2024 mewakili Universitas Malikussaleh Provinsi Aceh, menuturkan, bahwa dengan adanya kegiatan Pertukaran Mahasiswa Merdeka  tersebut, setidaknya mampu mengenal perbedaan kultur, baik budaya dan adat istiadat atau unsur lainnya dari masing-masing perwakilan Kampus yang ada di Nusantara ini.

Kegiatan ini sebagai bagian dari program Pemerintah dan diadakan pertama kalinya di semester genap jadi biasanya PMM itu digelar pada semester ganjil ya. Soal kedepannya sih kita belum tau pasti ya tapi isu-nya bakal ada PMM angkatan kelima (5).

“Kami berada diwilayah Ciawi ini sudah 4 bulan lamanya, dan ternyata memang benar bahwa Bogor ini sesuai dengan julukan yakni Kota hujan dimana punya keunikan tersendiri ya kami merasakan itu,” pungkasnya.

Yudi

Tiga Orang Pembawa Senjata Tajam di Amankan Pihak Polisi

0

Jurnal Bogor – Tiga orang yang diduga membawa senjata tajam ditangkap anggota Polsek Megamendung di Gang TK Melati, Kampung Ciratim, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor pada Senin (27/5/2024).

Informasi yang dihimpun, penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian. Anggota Piket yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Rahman Nurjaman, segera menindaklanjuti laporan tersebut.

“Pada pukul 02.00 WIB, petugas berhasil mengamankan tiga orang yang kedapatan membawa senjata tajam,” ujar Akp Dedi Hermawan, Selasa, (28/5/2024).

Ketiga pelaku yang diamankan adalah Sdr MA (21), Sdr RA (23), dan Sdr MAM (19). Dari ketiganya, polisi menyita enam buah senjata tajam sebagai barang bukti.

“Ketiga pelaku dibawa ke Polsek Megamendung untuk pemeriksaan lebih lanjut. Tidak ada korban dalam kejadian ini. Polisi juga telah mengamankan barang bukti berupa enam buah senjata tajam,” ungkapnya.

Polsek Megamendung mengapresiasi kerjasama masyarakat dalam memberikan informasi yang membantu menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut.

“Kasus ini akan dilanjutkan dengan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui motif di balik kepemilikan senjata tajam oleh ketiga pelaku, sampai dengan berita ini diturunkan para pelaku dalam proses tindakan hukum lebih lanjut,” tutup AKBP Dedi Hermawan.

Yudi

Gelar Bimtek Kompetensi, Kementan Beberkan Peran Penting Penyuluhan Pertanian

0

JURNAL Inspirasi – Sektor pertanian menjadi fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan ketiga tahun 2023, sektor pertanian mencatat pertumbuhan sebesar 1,46 persen dan memberikan kontribusi sebesar 13,57 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran seluruh insan pertanian yang bekerja keras untuk mendukung ketahanan pangan nasional, tak tekecuali penyuluh pertanian. Peran penyuluh sangat penting untuk pembangunan pertanian yang berkelanjutan.

Memiliki pengalaman sebagai penyuluh pertanian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan perhatian besar kepada seluruh penyuluh pertanian. “Penyuluh pertanian adalah ujung tombak pembangunan pertanian di lapangan yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Mengingat betapa pentingnya penyuluh pertanian, Kementan tak henti-hentinya melakukan peningkatan kompetensi penyuluh pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi mengatakan penyuluh pertanian berperan sebagai jembatan vital antara petani dengan informasi teknis, inovasi, dan praktik pertanian terbaru yang dapat meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Mereka juga berperan dalam memfasilitasi adopsi teknologi pertanian yang berkelanjutan.

“Penyuluh pertanian memiliki tugas dan fungsi penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Seorang penyuluh harus bisa menjadi motivator, inovator, fasilitator serta motor penggerak agribisnis pertanian”, tegas Dedi dihadapan lebih dari  seribu (1000) orang penyuluh pertanian yang mengikuti kegiatan pembukaan Bimbingan Teknis Kompetensi Penyuluhan Pertanian yang dilakukan secara online (27/05/24).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pelatihan Pertanian Muhammad Amin menjelaskan Bimtek  Kompetensi Penyuluhan Pertanian akan dilaksanakan selama 7 hari, mulai dari tanggal  27 Mei hingga 2 Juni 2024 yang dilaksanakan secara daring (online) serentak di UPT Pelatihan Pertanian ataupun lokasi lainnya. Tercatat 10.160 orang peserta yang terdiri dari 1.385 orang Penyuluh Pertanian Tenaga Harian Lepas (THL) Pusat dan 8.775 orang Penyuluh Pertanian THL Daerah.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh pertanian dengan memberikan pembekalan kemampuan standar kompetensi yang harus dimiliki oleh penyuluh pertanian melalui bimtek serta memperluas jangkauan dan efisiensi pelaksanaan bimtek dan sertifikasi kompetensi jarak jauh”, papar Amin.

Amin menjelaskan bimtek ini merupakan pelatihan dasar fungsional bagi penyuluh yang akan dilanjutkan  dengan sertifikasi kompetensi.

“Mengingat masih rendahnya tingkat sertifikasi tenaga kerja di Indonesia, maka pelatihan ini dilaksanakan dengan mengarah pada pemenuhan standar kompetensi yang pada akhirnya mencetak tenaga kerja yang lulus uji kompetensi dan layak mendapat sertifikasi”, tambah Amin.

Miftakul Aziz, Anggota BNSP selaku  narasumber menjelaskan bahwa  Sertifikat Kompetensi  BNSP adalah pengakuan resmi atas keahlian seseorang di bidang tertentu, dikeluarkan oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) di Indonesia.  Keahlian tersebut salah satunya adalah penyuluh pertanian, sertifikat ini menunjukkan bahwa pemegangnya telah memenuhi standar kompetensi nasional yang ditetapkan oleh BNSP untuk bidang pekerjaan atau industri tertentu.

“Proses penerbitan sertifikat melibatkan penilaian terhadap pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan praktis individu. Dengan memiliki sertifikat kompetensi BNSP, kredibilitas dan peluang karir penyuluh pertanian dapat meningkat. Selain itu dapat  memperkuat pengakuan profesional, serta memberikan kepercayaan kepada pemangku kepentingan terkait”, tutup Miftakul Aziz.

(BPPSDMP/BBPMKP)

Aksi Kekerasan Terjadi Pada Anak Remaja Dibawah Umur

0

Jurnal Bogor – Kasus kekerasan kembali terjadi di Bogor, yang viral di media sosial. Video yang berdurasi lima detik terlihat remaja dibawah umur melakukan kekerasan.

Terlihat dalam video kasus kekerasan terjadi di kawasan perumahan Harmoni, BNR, Desa Sukamatri, Kacamatan Tamansari, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/5).

Aksi kekerasan yang melibatkan dua remaja di bawah umur. Korban nampak dipukuli berulangkali oleh pelaku.

Saat di konfirmasi, Kapolsek Tamansari Iptu Jajang membenarkan adanya kekerasan yang dilakukan anak remaja dibawah umur di kawasan Harmoni, BNR, Tamansari.

“Korban sudah melaporkan kejadian ini ke Polres Bogor, karena wilayah hukum Tamansari, Kabupaten Bogor,” ungkap Iptu Jajang, Senin (27/5/2024).

Ia menghimbau kepada warga Tamansari untuk tidak keluar rumah baik siang atau malam hari setelah pulang sekolah, dan tidak membuat video yang tidak semestinya. Bukannya melaporkan ke pihak kepolisian malah memviralkannya.

“Untuk para orangtua harus menjaga anaknya di sela-sela pulang sekolah, agar anak terpantau kegiatannya,” tukasnya.

Yudi

Dua Desa Kolaborasi Beberesih Sampah Dibantaran Sungai

0

Jurnal Bogor – Pemerintah Desa Bojongmurni, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor gelar aksi bareng warga membersihkan sampah yang berada dibantaran Sungai diwilayah perbatasan dengan Desa Jambuluwuk pada Minggu (26/5/2024).

Warga dan tokoh masyarakat, Dilokasi kegiatan nampak pula terlihat Kepala Desa Jambuluwuk, Dedi tengah sibuk ikut terlibat aksi bebersih didampingi Babinsa serta Babinmas di kedua Desa tersebut.

Kebetulan pada hari Minggu ini kami serentak melakukan kegiatan bebersih disetiap titik lingkungan yang di Desa Bojongmurni dan saat ini lokasi bebersih berada tepat diperbatasan antara Desa Bojongmurni dengan Desa Jambuluwuk.

“Dua Desa ini bisa kolaborasi demi lingkungan dan masyarakat disini,” Kepala Desa Bojongmurni Muhamad Kusnadi, Minggu (26/5/2024).

Kegiatan bebersih atau gorol tersebut sedianya diawali dari gagasan Kepala Dusun bersama warga dan kelembagaan lainnya termasuk Ketua RT serta RW.

“Kedepan kegiatan seperti ini akan kami upayakan terus berkelanjutan atau paling tidak kita rutinkan, tentunya perlu dukungan dari semua pihak termasuk warga masyarakat dari kedua Desa demi kelestarian alam dan bumi dimana tempat kita berpijak,” pungkasnya.

Yudi

Satu Orang Suporter Persib Dilarikan ke Rumah Sakit Setelah Nobar Sepak Bola

0

Jurnal Bogor – Keributan terjadi antara suporter Persib (Viking) dan sekelompok orang tak dikenal di wilayah Cipayung, Megamendung, Kabupaten Bogor, pada Minggu malam (26/5/2024).

Kapolsek Megamendung AKP Dedi Hermawan mengatakan, adanya laporan dari masyarakat adanya keributan suporter setelah nonton bersama (nobar) lalu terlibat bentrok dengan kelompok lain.

“Dalam insiden ini, korban Muhammad Kanzul Arifin (30), seorang karyawan asal Kampung Gugunung, Desa Banjawangi, Kecamatan Ciawi, mengalami luka di bagian tangan dan segera dilarikan ke RSUD Ciawi untuk mendapatkan perawatan medis,” ungkapnya, Senin (27/5/2024).

Lanjut dia, pihaknya telah meminta keterangan saksi, serta menginterogasi korban untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

Situasi saat ini sudah terkendali dan pihaknya akan terus melakukan pemantauan untuk mencegah terjadinya keributan serupa.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan melaporkan segera jika menemukan aktivitas mencurigakan atau potensi keributan di wilayahnya,” pungkas AKP Dedi Hermawan.

Yudi

Serahkan Bantuan 1 Unit Ambulans, Anggota DPRD Terpilih Okke Fauzi Dukung Jaro Ade Jadi Bupati Bogor

0

Bojonggede | Jurnal Bogor
Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Partai Golkar Okke Fauzi menyerahkan bantuan dana Aspirasi berupa 1 Unit Ambulans. Bantuan tersebut diberikan langsung oleh Okke Fauzi di Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu (26/5).

Okke Fauzi merupakan salah satu anggota DPRD Kabupaten Bogor terpilih pada pemilihan anggota legislatif (pileg) beberapa waktu lalu dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI.

Okke Fauzi dalam sambutannya menyampaikan pemberian 1 Unit Ambulans ini merupakan janji kampanyenya.

“Desa yang meraih suara terbanyak akan diberikan bantuan dana aspirasi berupa 1 Unit Ambulans,” kata Okke Fauzi.

Okke Fauzi juga berharap kepada warga kabupaten Bogor untuk mendoakan agar dirinya tetap amanah, sehingga apa yang diinginkan dan dicita-citakan dalam mewujudkan kabupaten Bogor yang lebih baik dapat terwujud.

Pada kesempatan itu, Okke Fauzi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama dan aktif memenangkan Ade Ruhandi alias Jaro Ade menjadi Bupati Kabupaten Bogor periode 2024-2029.

“Saya mendukung penuh dan yakin Jaro Ade akan memenangkan pemilihan kepala daerah (pilkada) kabupaten Bogor 2024,” kata Okke Fauzi.

Apabila Jaro Ade menjadi Bupati, masyarakat berharap akan ada program pro rakyat yang digulirkan, di antaranya seperti kemudahan dalam mengakses fasilitas pendidikan, ketersediaan bahan pokok yang terjangkau dan ada penambahan dana desa menjadi 2 milyar setiap desa nya.

Sementara itu, Edi Sopian salah seorang warga mengungkapkan rasa terima kasih kepada anggota dewan terpilih Okke Fauzi atas pemberian 1 unit mobil ambulans ini.

“Tentunya dengan adanya mobil ambulans akan sangat mmbantu mobilisasi kesehatan bagi masyarakat, khususnya warga Desa Rawapanjang, Kecamatan Bojonggede,” tuturnya. Aga

Tembok Pembatas di Pagelaran Roboh, Jalan Penghubung Sementara Ditutup

0

Jurnal Bogor – Tembok pembatas perumahan di RT 12 RW 14, Desa Pagelaran, Kecamatan Ciomas Alam Tirta Lestari roboh tergerus aliran sungai Ciapus, mengakibatkan jalan penghubung lingkungan RT 12 ditutup untuk kendaraan roda dua dan empat.

Intensitas curah hujan cukup tinggi pada Jumat malam (24/5/2024), sehingga meluapnya aliran sungai akibatkan tembok pembatas sepanjang lima meter roboh.

“Jalan perhubung RT 12/14 di tutup sementara ditakutkan ada longsor susulan,” ujar Kades Pagelaran Yusuf.

Sementara Kapolsek Ciomas Kompol Iwan Wahyudin, mengatakan, atas kejadian ini tidak ada korban jiwa, hanya mengalami kerugian materil.

“Menghimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah ancaman bahaya longsor yang bisa terjadi sewaktu-waktu, terutama selama musim hujan,” ungkapnya.

Yudi

Jelang HJB, Pemkab Bogor Hadiahi Masyarakat Kurang Mampu Jaminan Kesehatan Melalui Jamkesda

0

CIBINONG- Guna memenuhi kebutuhan jaminan kesehatan kepada masyarakat, jelang peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-542, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor hadiahi masyarakat kurang mampu jaminan kesehatan melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), hal itu dibuktikan dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Bupati Bogor Nomor : 400.7/254/Kpts/Per UU/2024 tentang optimalisasi program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Bogor tahun anggaran 2024, yang diterbitkan pada 22 Mei 2024 kemarin.

Sebagai informasi diterbitkannya SK UHC agar pada masa transisi UHC masyarakat miskin yang tidak memiliki Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dirawat di Rumah Sakit dapat dibiayai oleh Jamkesda meskipun masih dalam proses pendaftaran Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Artinya dengan diterbitkannya SK UHC maka kini masyarakat tidak mampu yang belum terdaftar dalam DTKS dapat memperoleh Jamkesda.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Agus Fauzi mengungkapkan, berdasarkan pembahasan bersama tim percepatan UHC, diupayakan Juni 2024 mendatang UHC persentase kepesertaan JKN bisa mencapai diatas 95 persen dan tingkat keaktifan di atas 75 persen.

“Sehingga bisa ditingkatkan dari SK UHC menjadi Peraturan Bupati (Perbup) tentang UHC yang ditargetkan terbit pada akhir 2024 nanti,” terang Agus Fauzi.

Dirinya juga berharap dengan adanya SK UHC ini dapat mengakomodir masyarakat tidak mampu yang sedang dalam proses pendaftaran DTKS untuk pengajuan bantuan pembiayaan pelayanan kesehatan pada masa transisi UHC.

“Semoga bantuan ini dapat diberikan secara tepat sasaran kepada masyarakat miskin dan tidak mampu yang membutuhkan. Sehingga mereka dapat pelayanan kesehatan yang paripurna,” imbuh Agus Fauzi.

Perlu diketahui, berkaitan dengan proses Pendaftaran Kepesertaan JKN sebelum dan setelah UHC yakni, pada masa sebelum UHC, pendaftaran JKN segmen PBPU BP yang didaftarkan oleh Pemda menggunakan Perbup Nomor 60 Tahun 2023

Sementara, pada masa setelah UHC, Pendaftaran JKN PBPU dan BP Pemda adalah Satu hari aktif. Tatacara dan alur pendaftaran selanjutnya akan dituangkan dalam petunjuk teknis. Alur dan pendaftaran JKN diluar segmen PBPU dan BP Pemda tidak berubah, mengikuti ketentuan yang berlaku.

Mumpung Masih Ada Waktu: Bertaubatlah !

0

JURNAL Inspirasi – “…Mumpung masih Ada Waktu..” Begitu bunyi sepenggal bait terakhir syair-lagu Ebit G Ade..sungguh menyentuh kalbun-salim kita. Jujur saya berkata, mendengar dendangan alunan lagu tersebut, air mataku pun menetes dan aromah bulu kudukku merinding.

Kita sungguh diajak banyak merenung oleh seniman legendaris ini, atas berbagai musibah bencana alam yang menimpa umat manusia sejagat raya. Kita diajak juga merenung, berpikir (yatafakkarun, yakkilun) akan ciptaan alam dan manusia oleh Maha Pencipta, Khalik, Allah Subhanahuwa taala (SWT).

Dimana Tuhan Allah SWT, tak henti-hentinya memberikan berbagai kenikmatan hidup, juga musibah berupa bencana alam kepada kita manusia yang hidup di dunia, di bumi Allah ini, antara lain seperti kejadian:  pandemi Covid 19, gempa bumi, tanah longsor, banjir bandang, tsunami, gunung meletus dengan muntahan lahar panasnya, angin taufan, dan lain-lainnya. 

Berbagai kejadian bencana alam tersebut telah membuat umat manusia penghuni bumi ciptaan Allah SWT, menjadi hidupnya susah dan sengsara, menderita. Sehingga begitu banyak memakan korban harta dan nyawa dengan jasad yang bergelimpangan tanpa nyawa, yang menimpa penduduk di berbagai pemukiman di desa-desa maupun juga di daerah perkotaan.

Dari bencana alam itu, faktanya belum ada kemampuan dan keahlian manusia, para ilmuwan dan pakar yang bisa menangkal atau menghalau terjadinya bencana alam antara lain seperti gempa bumi, gunung meletus, tsunami dan angin taufan, termasuk pandemi Covid 19 itu sendiri. Artinya ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) yang canggih, dikuasai manusia abad modern hingga saat ini, sepengetahuan kita, belum ada yang mampu mencegah atau mengusir terjadinya bencana alam buatan Sang Maha Pencipta, Al Khalik, Allah SWT.

Sepengetahuan kita hingga saat ini, zaman Now, walaupun perkembangan iptek sudah begitu sangat maju “canggih” supermodern, hasil dari berbagai usaha, pengembangan kreatifitas dan inovasi dari kemampuan riset dan pengembangan (R and D) di institusi negara dan korporasi swasta.

Hal itu menyebabkan kehidupan umat manusia, kita semakin mudah dan murah dalam menikmati kekayaan sumberdaya alam (SDA) dan jasa-jasa lingkungan (jasling) ciptaan Allah SWT tsb, baik SDA yg hayati berupa flora dan fauna yang hidup di lingkungan ekosistem hutan, terumbu karang, dsb, maupun SDA nonhayati berupa hasil tambang, lanscap alam pegunungan dan daerah pesisir (coastal zone) yang begitu indah dan nyaman untuk berekowisata, mencari nafkah dan kenikmatan hidup, dsb.

Segala anugerah Tuhan Allah SWT yang bertebaran di dunia tersebut, telah membuat sebagian manusia hidupnya berkecukupan dan bahkan mereka yang nasib beruntung diberi rezeki oleh Allah SWT disertai usaha bekerja keras dan cerdas, hidup mereka sejahtera dan berkemakmuran.

Akan tetapi, sebaliknya, ada juga sebagian penduduk atau warga masyarakat pada suatu negeri, yang bernasib sial dan malang, hidup mereka mengalami kondisi kemiskinan, kebodohan dan terbelakang, yang disebut penyakit sosial 3-K .

Penyakit 3-K ini, dalam perspektif sainteks secara garis besar, terjadi akibat 3 faktor, yakni.(1) natural: kelangkaan sumberdaya alam  (scarcity natural resource), (2) kultural” rendahnya kualitas sumberdaya manusianya , bodoh karena kurang pendidikan dan buruknya kesehatan karena kurang makan yang baik dan begizi (tidak halalan toyiban, gemar mengkonsumsi makanan dan pakaian dari rezeki yang haram-haram, yang melanggar syariah Islamiyah spt korupsi, merampas, mencuri, menipu, dan perbuatan jahat lainnya), dan (3) struktural:  akibat public policy dan regulasi yang menciptakan ketidakadilan sosial bagi seluruh rakyat, dimana peraturan dan perundangan yang dibuat the ruling party (Pemerintah/Presiden RI bersama DPR RI) pro kepentingan oligarky antara lain.

Seperti UU Minerba yg merupakan SDA tambang sebagai sumber kemakmuran bersama rakyat sebesar-besarnya, sekarang dgn pola kontrak karya dan izin usaha tambang pihak swasta serta ketentuan kelembagaannya yang merugikan negara, akhirnya memperkaya segelintir orang yang disebut oliogarki dan konglomerat, sehingga membuat sebagian besar rakyat menjadi melarat. Seperti yang terjadi saat ini, kondisi rakyat dan warga bangsa yang banyak menganggur, hidup miskin rentan politik sembako pada Pemilu Pilpres 2024 yang lalu, angka stunting balita masih sangat tinggi akibat kurang gizi sehingga berdampak “lose generation” dll.

Padahal SDA dan Jasling yang dimiliki Indonesia kaya raya dan melimpah. Dari segi potensi SDA hayati yang dianugerahi Allah SWT berupa flora dan fauna yg beranekaragam jenis yang sangat besar (megabiodiversity) jika dibandingkan negara-negara benua Erofah, Amerika apalagi  Afrika yang lahannya tandus dan gersang. Simpulannya, faktor natural yang menyebabkan terjadinya problem.sosial 3 K, tidak terjadi di Indonesia, dan kemungkinan ada pada faktor problem kultural dan struktural, akibat kerakusan.dan keserakahan (greedy, moral hazard) segelintir orang-orang yang dihinggapi syetan, sesat dan menyesatkan.

Singkat kata dan simpulannya, sebenarnya sumber kemakmuran Rakyat Indonesia itu, sangat besar yang ada di bumi Indonesia. Sangat tidak masuk diakal (paradoks) bagi manusia berpikir waras, dan sangat aneh (anomali) bisa terjadi penyakit sosial 3 K tsb akibat faktor struktural dimana ketimpangan sosial-ekonomi yang sangat tajam, diindikadikasikan angka Gini Ratio berkisar 0.38 sd 0.42, angka stunting dan pengangguran gen Z terus meninggi 10 tahun terakhir, dll.

Jadi ternyata ini, ada kesalahan dalam pengelolaan (mismanagement) SDA dan jasling oleh Regim yang berkuasa (the ruling party) yang buruk tatakelolanya (bad governance), prakteknya menyimpang dan bertentangan dengan.kaidah hukum konstitusi Pasal 33 UUD 1945 (Bab Kesejahteraan Rakyat).

Kita sangat paham dengan bermunculan penyakit sosial 3K di tengah masyarakat Indonesia, akan mengundang perbuatan maksiat pun muncul di dalam kehidupan masyarakat, karena menurut hadist Nabi Muhammad SAW bahwa “kemiskinan akan mendekati kekafiran”.

Maknanya manusia ingkar akan perintah Allah dan gemar berbuat mungkar, maksiat seperti korupsi, LGBT, berzinah, mencuri, merampok, menipu dan merambah hutan dgn merusak ekosistem alam seperti hutan, daerah aliran sungai, dan perairan laut serta daerah pesisir dan pulau-pulau, mengalami degradasi dan “demage” akibat keserakan dan kerakusan pengusaha besar (oligarky) berkolusi dengan penguasa yg zholim yg gemar korupsi. 

Mereka tanpa malu dan tanpa berdosa menampilkan gaya hidup (life style) dan gusture kehidupannya yang bermewah-mewahan dan megah-megahan, (hedonis) dengan menggunakan uang haram yang tak berseri Milyaran dan bahkan Triliyunan Rupiah, dari hasil suap-menyuap, sogok-menyogok, alias korupsi, seperti yang sering terjadi pada illegal mining, illegal fishing, illegal trading, etc.

Sulit memberantas perbuatan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) para oknum Penguasa/Pejabat Negara dan Pemerintahan di birokrasi negeri ini dan Pengusaha/pebisnis dan investor seperti tambang, industri dan perdagangan di negara ini. Berbagai intrumen kebijakan dan regulasi yang telah dibuat dengan basis iptek yang modern dan canggih sudah dilakukan dan dikerjakan, termasuk organisasi dan sistem kelembagaan hukum seperti KPK, MK, MA, Kepolisian, Kejaksaan dan institusi penegak hukum lainnya.

Namun hampir sebagian besar institusi resmi ditopang dana APBN dan APBD tidak berdaya (powerless), tumpul dan mandul, peran dan fungsinya sangat lemah, supremasi hukum tidak tegak. Bahkan ada yang berpendapat, menurut ilmuwan dan pakar sosial bahwa “penegakan hukum di negeri ini, tumpul keatas dan tajam kebawah”, artinya adanya diskriminasi dan perbuatan ketidakadilan sosial yang terstruktur, sistematis dan masif (TSM) yang sedang berlangsung. Mesin mapia hukum begitu kuatnya, membuat perbuatan KKN yang melanggar hukum dibiarkan dan terbiarkan tanpa kontrol dan penindakan.

Solusinya memang perbuatan jahat KKN para Penyelenggara Negara, selain berpendidikan yang terbaik, juga harus dan wajib dengan upaya-upaya peningkatan kualitas keimanan dan ketaqwaan (imtaq) kepada Allah SWT semata-mata, taat dan patuh beribadah, sehingga mereka para oknum pejabat tersebut segera melakukan taubatan-nasuha, dengan cara dan sadar meninggalkan gaya dan gusture hedonis, kembalilah bergaya hidup yang sederhana, meninggalkan korupsi dan berlatih hidup bersih dan jujur, tinggalkan perbuatan kolusi dan nepotisme yang melanggar kaidah hukum dan profesionalisme, berikan pekerjaan dan amanah itu kepada ahlinya.

Sebab kita paham sebagaimana hadist nabi dan Rasulullah Muhammad SAW bahwa “sesuatu pekerjaan yang bukan dikerjakan oleh ahlinya, tunggulah kehancuran”. Jadi nepotisme, para pejabat publik direkruit atas dasar kekerabatan segaris turunan, bukan pengalaman dan keahlian, maaf spt kasus GRR putra mas Joko menjadi Wapres RI thn 2024, akan berpotensi membawa kemunduran bahkan mungkin kehancuran bagi NKRI, kecuali Allah SWT berkehendak lain.

Kembali ke narasi, syair lagu Ebit G Ade, tentang musibah bencana alam yang menimpa umat manusia, maka kita seharus tersadar akan teguran Allah SWT, berupa azab, kesulitan dan kesengsaraan hidup yg kita alami, dan dijatuhkan Tuhan Allah karena ulah (perilaku) sebagian manusia yg bejat, jahat dan gemar berbuat maksiat.

Kata Ebit G Ade, kita tidak boleh sekali-kali sombong, angkuh dihadapan manusia, apalagi mata Tuhan, Allah SWT bahwa kita manusia, salah satu makhluk ciptaan-Nya tidak ada apa-apanya, makhluk sangat lemah dan sangat kecil, apabila berhadapan datang bencana alam buatan Allah SWT spt gempa bumi, tsunami, pandemi covid 19, angin taufan, banjir dsb.

Walaupun kita penyadari dan tahu bahwa paling-paling kemampuan iptek yang kita kuasai dan miliki hanya sekedar penanggulan (mitigasi) korban manusia dari bencana alam, untuk mengurahi penderitaan manusia dari aspek kesehatan, perumahan/pemukiman dll.

Hanya sekedar itu yang bisa manusia lakukan, bukan mencegah apalagi menghilangkan bencana alam, itu sesuatu yang tak mungkin. Oleh karenanya, ketika musibah bencana alam itu menimpa suatu kaum, marilah kita minta ampun kepada Alla SWT atas azab yang Tuhan berikan.

Hal inilah yang sangat kurang dilakukan oleh para umaroh dan para ulama di negeri ini, dakwah Islamiyah lemah, yang kuat dan kencang adalah realokasi dan rekontruksi bangun fisik yang memakan biaya besar, tapi lupa penguatan spritualnya, kualitas imtaqnya, agar meninggalkan perbuatan maksiat, murtad, LGBT, prostitusi, berzinah seperti bencana tanah longsor di daerah Cianjur Jabar, kira-kira kejadiannya setahun lalu.

Sehubungan dengan terjadi musibah bencana alam yang bertubi-tubi terjadi di masyarakat kita, terakhir di ranah Minangkabau Provinsi Sumbar, Ebit G Ade mengajak kita untuk bertafakur fiddin, dan bertaubat kepada Allah SWT dengan betul-betul menjalankan segala perintahnya (perbuatan halalan toyiban) dan menjauhi-meninggalkan segala larangan-Nya (perbuatan sesat, jahat, bejat, akal fulus dan bulus, dan perbuatan maksiat yang dimurkai Allah SWT), mumpung masih ada waktu.

Maksudnya Allah SWT masih memberi kita manusia nikmat hidup (bernyawa) dan nikmat kehidupan dengan rezeki yang banyak dengan ketersediaan SDA dan Jasling yang kaya-raya, megabiodiversity, dengan geoekonomi dan geopolitik yang seksi dan strategik, dan melimpah dimiliki negeri yang sama-sama kita cintai, bernama Indonesia Raya.

Kunci tercapainya kesejahteraan Rakyat dengan kemakmuran bersama sebesar-besarnya sebagaimana amanah konstitusi negara UUD 1945 pasal 33, ada pada para pemimpin negara-bangsa Indonesia yang bekerja cerdas, keras dan ikhlas, yang berwatak siddiq, amanah, fathonah dan tablig. Jika para elite politik Indonesia bertaubatannasuha, mumpung masih ada kesempatan waktu. Maka kita berkeyakinan NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, akan keluar dari krisis multidimensi, kemudian kita menemukan atau mendapatkan kejayaannya, berdigdaya sebagaimana yg dideklarasikan Indonesia Emas 2045, seratus tahun Indonesia Merdeka. Prasyaratnya Negara-Bangsa (nation state) harus bersih dan bebas dari kehayatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme. Mumpung masih ada waktu, bertaubatlah.

Ingat sebagaimana firman Allah SWT dalam kita suci AlQuran bahwa setiap makhluk yang bernyawa akan menemui kematian (wafat),dan manusia setelah mati akan menempuh kehidupan akhirats yang maha panjang waktunya dibandingkan kehidupan di dunia yang fana ini, Rohnya akan menghadap Sang Khalik Allah SWT, dan kita manusia nantinya berada 2 golongan tergantung amalan-pahala dan dosa-dosanya yg diperbuat manusia selama hidup di dunia yakni (1) golongan kanan, penghuni syurga, wajahnya bercahaya, berseri-seri dan berbahagia, (2) golongan kiri, penghuni neraka, wajahnya murung/buram, hitam-legam dan sengsara akibat berbagai azab oleh Allah SWT, mereka berbantah-bantahan dan penuh penyesalan, serta ingin kembali ke dunia untuk beribadah kepada Allah, akan tetapi Allah SWT menolaknya.

Oleh karena itu, pesan moral religius seniman besar Ebit G Ade, penggalan syair lagunya yang sahdu “mumpung masih ada waktu”, hendak merasuk ke kalbu kita.  Maka berbuat baiklah dengan menebar kebajikan di kehidupan dunia, atas landasan keimanan dan ketaqwaan kpd Alla SWT semata, agar kita selamat hidup di dunia, terhindar dari musubah bencana alam, dan selamat pula kita di kehidupan akhirats kelak, berada di Syurgajannatunnaim yang penuh rahmat dan nikmat, Aamiin-3, YRA.

Demikian narasi ringkas dibuat, setelah mendengar dan menyimak lagu Ebit G Ade, yang sahdu, sehingga saya tergerak menulis apa adanya yang dirasakan dan dipahami maknanya untuk proses pembelajaran dan perolehan hikmah. Insya Allah, harapannya, semoga bermanfaat bagi para pembaca budiman.

Akhirkata mari kita berdoa untuk keselamatan kita: “Robbana aatina fiddunnya hasanah wafil akhirotii hasanah waqiinah azabbannaar”. Syukron barakallah.

Wassalam

====✅✅✅

Dr.Ir.H.Apendi Arsyad, M.Si
(Pendiri dan Wasek Wankar MPP ICMI merangkap Ketua Wanhat MPW ICMI Orwil Khusus Bogor, Pendiri dan Dosen Senior Universitas Djuanda Bogor, Konsultan K/L negara, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui tulisan di media sosial)