27.1 C
Bogor
Sunday, October 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 330

BPDPKS Gandeng Kementan Ajak Petani Sawit Jambi Wujudkan Perkebunan Berkelanjutan

0

JURNAL Inspirasi – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) bersama Kementerian Pertanian mengajak petani pekebun sawit di Jambi untuk mengelola perkebunannya dengan profesional agar dapat berkelanjutan dan mensejahterakan.

Ajakan ini disampaikan dalam Pelatihan Pengembangan Kelembagaan dan Usaha Angkatan I dan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Angkatan I dan II diikuti petani pekebun sawit dari Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pelatihan diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi di Kota Jambi 22 Mei – 1 Juni 2024. 

Program pengembangan SDM PKS tahun 2024 BPDPKS digelar serentak di kota/kabupaten berbagai Provinsi di Indonesia oleh 15 Lembaga Penyelenggara Pelatihan yang ditunjuk oleh BPDPKS. BBPMKP Ciawi adalah Lembaga Penyelenggara Pelatihan Kementan yang ditunjuk BPDPKS sebagai penyelenggara pelatihan dalam rangka pengembangan SDM PKS tahun 2024.

Kegiatan pelatihan yang merupakan program  pengembangan SDM pekebun kelapa sawit  (PKS) BPDPKS tahun 2024 ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar seluruh jajaran  Kementerian Pertanian memperkuat perkelapasawitan Indonesia.

Mentan mengapresiasi kinerja dan kerja keras para pelaku usaha perkebunan termasuk pekebun yang telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kelapa sawit Indonesia sehingga  saat ini Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan areal seluas 16,83 juta Hektar dengan produksi 45,1 juta ton CPO.

Administrator Kepala Bidang Penyuluhan, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi  Nikman H Gurning mengatakan yang menjadi kelemahan pekebun dalam mencapai peningkatan usaha berkelanjutan adalah belum menerapkan good agriculture practice (GAP), memperkerjakan tenaga panen yang tidak professional dan kurang menjaga lingkungan. Selain itu, untuk mewujudkan produksi kelapa sawit yang berkelanjutan dibutuhkan juga  peningkatan keterampilan dan pelatihan bagi petani kecil. 

“ Untuk membuat berkelanjutan harus mempekerjakan tenaga kerja yang professional, pemupukan berimbang, hati – hati dalam menanam  jangan sampai merusak lingkungan, karena lingkungan yang terpelihara menjadi modal agar Perkebunan tetap produktif dan keberlangsungannya tetap terjaga, “ ujarnya saat menjadi narasumber dalam pelatihan, Jum’at (24/05).

Saat ini kata Nikman Perkebunan sawit sudah berhasil mensejahterakan petani, namun demikian kedepan khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dibutuhkan peremajaan. Namun karena akses lahan sulit, untuk menambah lagi  sebab untuk lahan lainnya tidak ada maka, diharapkan agar pemerintah pusat membebaskan lahan – lahan hutan produksi untuk diserahkan pada Masyarakat.  Menurutnya laju pertumbuhan penduduk semakin meningkat, tetapi lahan tetap dan cenderung berkurang sehingga hal ini mengancam keberlangsungan industri sawit

“ Dalam satu rotasi tanam dalam hitung – hitungan sudah berhasil karena dapat mensejahterakan mereka,   namun kedepan seiring dengan pertambahan penduduk yang cepat kami berharap pusat  pembebasan lahan – lahan hutan produksi untuk Masyarakat, sehingga industri sawit yang dikelola masyarakat berkelanjutan,“ ucapnya.

Menurut pandangan Nikman. saat ini banyak hutan  yang secara status masih hutan produksi tapi sudah menjadi lahan perkebunan dan  tempat tinggal masyarakat.

Ia menilai, untuk berusaha  sawit agar dapat mensejahterakan petani hidup diatas garis kemiskinan lahan minimal yang harus dikelola petani sawit adalah tiga hektar. Tidak dianjurkan berusaha sawit dengan lahan hanya 1 hektar.

(REGI/BBPMKP)

Paguyuban RA Fadillah dan Komando Bogor Raya Gelar Silaturahmi Mengenang Masa Indah

0

Kemang | Jurnal Bogor – Mengenang masa indah saat masih menjadi prajurit Bataliyon 23 dan 14 Grup 1 Kopassus, Komando Bogor Raya gelar acara Silaturahmi Paguyuban RA. Fadillah dan Komando Bogor Raya, di Gedung Bhadrika Sena Baladika Bataliyon 14, Minggu (26/5/24).

Pangkostrad Lentan Jendral TNI Muhammad Saleh Mustafa yang juga mantan Komandan Bataliyon 23 menceritakan, banyak kenanga saat dirinya menjabat bataliyon ini, karena masa transisi karena baru pindah dari Solo. 

“Terlalu banyak kenangan indah dengan prajurit saat saya memimpin Bataliyon 23 ini, saya dengan Wadanyon selalu turun untuk mendengarkan keluh kesah prajurit, alhamdulillah kenangan indah bisa kita ceritakan kepada anak cucu kita kelak,” ujarnya. 

Ketua Panitia Silaturahmi RA Fadillah dan Komando Bogor Raya Pelda Syamsudin Magenda, Kegiatan dihadiri Letnan Jenderal TNI Bambang Ismawan, beliau dalam hal ini sebagai Kepala Staf Umum Tentara Nasional Indonesia. Kemudian yang kedua dihadiri oleh Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa, yang juga mantan Danyon dan saat ini menjabat Pangkostrad.

“Dan kegiatan ini juga dihadiri beberapa Perwira menengah (Pamen) dan mantan Danyon dan Wadanyon disini. Dan dihadiri 651 baik anggota, ibu-ibu dan anak-anak. Juga ibu-ibu Warakawuri,” beber Syamsudin.

Masih kata Syamsudin, kegiatan silaturahmi Paguyuban RA Fadillah dan Paguyuban komando Bogor Raya, itu terdiri dari mantan prajurit komando yang pernah berdinas di satuan ini baik di Batalion 23 maupun Batalyon 14.

“Komando Bogor Raya adalah bagian dari prajurit Kopassus yang berada di wilayah Bogor Raya baik kabupaten dan kota, baik yang dinas di kota baik yang dinas di wilayah Bogor maupun berdomisili di wilayah Bogor, kemudian baik yang masih aktif maupun yang sudah purna, juga ibu-ibu Warakawuri,” paparnya.

Sambung Syamsudin, kegiatan ini akan rutin setiap tahun diadakan kegiatannya, baik kegiatan silaturahmi juga ada kegiatan sosial, kita memberikan tali asih kepada para Warakawuri yang sudah tidak ada suaminya.

“Banyak sekali yang berkesan, kan kita-kita ini yang sudah sekian lama bahkan sudah lebih dari 10 tahun tidak pernah ketemu, dengan ada kegiatan ini yang jauh-jauh kayak di Sumatera datang, bahkan dari NTB juga datang, dab  dari Jawa Timur datang tujuannya satu. Bagaimana di sini kita silaturahmi kangen-kangenan dengan teman lama yang sudah lama tidak ketemu,” tutup Syamsudin. Aga

Dialog Interaktif, Jaro Ade Sampaikan Visi Misi Kabupaten Bogor Harus Sejalan dengan Nasional

0

Cibinong | Jurnal Bogor – Dialog interaktif yang diselenggarakan DPC Partai Demokrat dalam menjaring bakal calon bupati Bogor menghadirkan 6 (enam) kandidat diantar Elly Rachmat Yasin, Jaro Ade, Iwan Setiawan, Ade Wardana Adinata, Aep Saepudin dan Rike Iskandar.

Ketua DPC Partai Demokrar, Dede Chandra Sasmita mengaku telah mengantongi bakal calon bupati dan Wakil bupati Bogor untuk berkontestasi di Pilkada Kabupaten Bogor November 2024 mendatang.

“Kami telah melakukan survei internal dan nilai tertinggi itu bakal calon bupati dan nilai tertinggi kedua adalah bakal calon wakil bupati Bogor,” ujar Decan, sapaan akrabnya, Minggu (26/5).

Decan menegaskan, siapapun nanti bakal calon bupati Bogor yang diusung Partai Demokrat, seluruh kader, pengurus dan loyalis wajib dan harus total memenangkan calon bupati dan wakil bupati Bogor.

“Dan saya tegaskan lagi bahwa saya tidak maju mencalonkan bupati Bogor dalam pilkada Kabupaten Bogor 2024,” tegasnya.

Sementara itu, calon bupati Bogor dalam dialog tersebut, Ade Ruhendi alias Jaro Ade mengapresiasi kegiatan dialog yang diselenggarakan Partai Demokrat yang menghadirkan para bakal calon bupati Bogor yang lolos dalam penjaringan.

“Para bakala calon bupati Bogor hasil penjaringan Partai Demokrat ini semuanya kawan saya. Jadi, ayo kita bersama sama membangun Kabupaten Bogor yang lebih baik,” tutur jaro ade saat pemaparan.

Jaro Ade mengatakan visi misi seluruh bakal calon bupati Bogor sangat bagus dan tentunya sangat berkaitam dengan visi misi presiden Indonesia. Tentunya, hal itu merupakan modal awal dalam membangun Kabupaten Bogor lebih maju.

Dalam sesi tanya jawab, Jaro Ade menyinggung soal para pelaku UMKM Kabupaten Bogor yang masih banyak yang harus diperjuangkan, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Selama ini, saya sering diskusi dengan kawan kawan baik di dalam maupun luar negeri, terkait nasib para pelaku UMKM bagaimana meningkatkan produktifitas dan pendapatan mereka,”pungkasnya. Aga

Jadi Kampiun Popwilda Jabar 2024, Sepakbola jaga Marwah Kabupaten Bogor

Depok | Jurnal Bogor – Tim sepakbola Kabupaten Bogor besutan Bahar Lestaluhu dan Suganda berhasil menorehkan tinta emas dan menjadi kampiun Popwilda Jabar 2024 usai membungkam Kota Depok 2- 1 (1-1) yang dilangsungkan di Stadion Merpati, Kota Depok, Sabtu 25 Mei 2024.

Gol pertama Kabupaten Bogor dicetak Padel Muhamad pada menit ke -16 dan Lurry Glensia pada menit ke-81.

Sedangkan gol semata wayang Kota Depok dilesakan oleh Muhamad Nazwan pada menit ke -54.

Walaupun sudah menggengam tiket ke Popda Jabar 2025 para.pemain sepakbola Kabupaten Bogor tetap tampil dengan semangat tiinggi.

“Alhamdulilah cabor sepakbola jadi Kampiun Popwilda 2024. Ini perjuangan yang tak mudah. Apalagi kalau berhadapan dengan Kota Depok yang tampil dihadapan pendukungnya sendiri, “ujar Manager Tim Sepakbola Kabupaten Bogor, Maman Nurpadilah usai pertandingan.

Maman yang langsung dipromosikan jadi Manager Popda Jabar 2025 oleh Bahar Lestaluhu tampak sumringah dan langsung memberikan bonus kemenangan kepada para pemain Kabupaten Bogor.

“Saya bangga anak anak tampil ngotot dan maksimal. Ini jadi modal penting bagi kami untuk menatap Popda Jabar 2025,” tegas Maman.

Akan tetapi, kata Maman, untuk Popda Jabar 2025 minimal harus ada persiapan jauh jauh hari dari managerial tim ataupun dengan menggelar TC jangka panjang.

Selain Maman Nurpadilah para pemain Kabupaten Bogor dapat saweran dari Jurisman selaku pegurus Kontingen dan juga Bapopsi Kabupaten Bogor.

Tak ketinggalan pula Kabid Peningkatan Prestasi Olahraga ( PPO) Kabupaten Bogor, Koko Sugiarto ikut menyawer juga kepada para pemain.

“Walaupun para pelatih belum dapat saweran kami tetap senang dan bangga karena sepakbola telah menjaga marwah Kabupaten Bogor ,” ujar Bahar Lestaluhu.

Yang penting, kata Bahar, cabor sepakbola sudah memenuhi keinginan dan target dari Asnan AP dan Hendarsah selaku Kadispora dan Sekdispora Kabupaten Bogor untuk juara Popwilda Jabar 2024.

“InsyaAllah untuk saweran Tim Pelatih mah pasti sangat aman..karena Pak Kadis dan Sekdis udah menyiapkan dari kantong Pribadinyan” ucap Bahar Lestaluhu dengan senyum khasnya.

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP memang meminta target jjuara dan lolos Popda Jabar 2025 yang disampaikan langsung kepada Bahar Lestaluhu.

“Iya saya sempat Komunikasi sama Bahar dan minta target juara. Insya Allah saya siapkan untuk saweran buat pelatih dari saya dan pak Hendarsah,” pungkasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiat mengatakan sangat bangga cabor sepakbola akhirnya bisa memberikan” Garam ” yang sedap bagi Kontingen Popwilda Kabupaten Bogor di ajang Poowilda Jabar 2024.

” Selamat buat cabor sepakbola yang telah menggarami Kontingen Kabupaten Bogor dengan meraih mahkota juara usai menggasak Kota Depok 2- 1, ” tegas Dedi Ade Bachtiar.

Dedi mengatakan, ia akan telpon langsung ke Asep Bahar panggilan akrab Bahar Lestaluhu untuk mengucapkan sukses buat skuad Sepakbola di Popwilda Jabar 2024. Aga

Totalitas Dechan Berbuah Medali Emas

0

Depok | Jurnal Bogor – Dede Chandra Sasmita selaku Ketua PBVSI Kabupaten Bogor dikenal sebagai sosok yang sangat totalitas dan fokus ketika mengemban amanah satu organisasi.

Keseriusan dan totalitas Dechan sangat terbukti dengan torehan tinta emas yang disabet Tim Bola Voli Putri Kabupaten Bogor yang menyabet medali emas atau kampiun Popwilda Jabar 2024.

Dalam laga final yang dilangsungkan di GOR Kartika Cilodong, Kota Depok, Tim Voli Kabupaten Bogor mampu menyudahi perlawanan Kabupaten Bandung Barat dengan skor 3- 1 (18 -25, 26 -24, 25 -12, 31-29).

Ditengah kesibukannya sebagai Ketua Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Dechan tetap memperhatikan program pembinaan cabor bola voli yang dinahkodainnya.

Bahkan, pada pelaksanaan Popwilda Jabar 2024 , Dechan mondar mandir Bandung – Cibinong dan Depok untuk memberikan motivasi kepada skuad Bola Voli Kabupaten Bogor.

Selaku Ketua PBVSI Kabupaten Bogor, Dechan juga sangat bangga kepada Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor, Dedi Ade Bachtiar yang selama satu pekan penuh berada di arena Popwilda memberikan support kepada semua atlet dari semua cabor yang masuk Kontingen Kabupaten Bogor pada Popwilda Jabar 2024.

Menurutnya, hanya Dedi Ade Bachtiar selaku Ketua KONI yang full total selama sepekan memberikan support kepada para atlet pelajar di ajang Popwilda Jabar dan ini sejarah positif bagi Kabupaten Bogor.

“Saya juga ucapkan terimakasih kepada Ketua KONI Kabupaten Bogor beserta jajaran, pengurus BAPOPSI, pengurus MKKS SMP serta jajaran pengurus Kontingen dari Dispora yang totalitas mendukung dan mensupport skuad Bola Voli Kabupaten Bogor pada arena Popwilda Jabar 2024” tegas Dechan , Sabtu 25 Mei 2024.

Dechan juga minta pengurus dan pelatih Bola Voli harus langsung tancap gas menyiapkan program jangka panjang menuju Popda Jabar 2025.

Sebelum mengikuti event Popda Jabar 2025, Dechan minta Bapopsi buat program TC jangka panjang kepada semua atlet dari semua cabor yang akan masuk dalam Kontingen Kabupaten Bogor pada ajang Popda Jabar 2025 sehingga hasilnya lebih maksimal lagi. Aga

Kementan dan BPDPKS, Ajak Petani Sawit Jambi Kelola Perkebunan Dengan Profesional

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengajak petani pekebun sawit di Jambi untuk mengelola perkebunannya dengan profesional agar dapat berkelanjutan dan mensejahterakan.

Ajakan ini disampaikan dalam Pelatihan Pengembangan Kelembagaan dan Usaha Angkatan I dan Pelatihan Penguatan Kelembagaan Angkatan I dan II diikuti petani pekebun sawit dari Kabupaten Merangin, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Pelatihan diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi di Kota Jambi 22 Mei – 1 Juni 2024.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar seluruh jajaran Kementerian Pertanian memperkuat perkelapasawitan Indonesia.

Mentan Amran mengapresiasi kinerja dan kerja keras para pelaku usaha perkebunan termasuk pekebun yang telah memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kelapa sawit Indonesia sehingga saat ini Indonesia menjadi negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia dengan areal seluas 16,83 juta Hektar dengan produksi 45,1 juta ton CPO.

Administrator Kepala Bidang Penyuluhan, Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Tanjung Jabung Barat Provinsi Jambi Nikman H Gurning mengatakan yang menjadi kelemahan pekebun dalam mencapai peningkatan usaha berkelanjutan adalah belum menerapkan good agriculture practice (GAP), memperkerjakan tenaga panen yang tidak professional dan kurang menjaga lingkungan.

Selain itu, untuk mewujudkan produksi kelapa sawit yang berkelanjutan dibutuhkan juga peningkatan keterampilan dan pelatihan bagi petani kecil.

“ Untuk membuat berkelanjutan harus mempekerjakan tenaga kerja yang professional, pemupukan berimbang, hati – hati dalam menanam jangan sampai merusak lingkungan, karena lingkungan yang terpelihara menjadi modal agar Perkebunan tetap produktif dan keberlangsungannya tetap terjaga, “ ujarnya saat menjadi narasumber dalam pelatihan, Jum’at (24/05).

Saat ini kata Nikman Perkebunan sawit sudah berhasil mensejahterakan petani, namun demikian kedepan khususnya di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dibutuhkan peremajaan. Namun karena akses lahan sulit, untuk menambah lagi sebab untuk lahan lainnya tidak ada maka, diharapkan agar pemerintah pusat membebaskan lahan – lahan hutan produksi untuk diserahkan pada Masyarakat.

Menurutnya laju pertumbuhan penduduk semakin meningkat, tetapi lahan tetap dan cenderung berkurang sehingga hal ini mengancam keberlangsungan industri sawit

“ Dalam satu rotasi tanam dalam hitung – hitungan sudah berhasil karena dapat mensejahterakan mereka, namun kedepan seiring dengan pertambahan penduduk yang cepat kami berharap pusat pembebasan lahan – lahan hutan produksi untuk Masyarakat, sehingga industri sawit yang dikelola masyarakat berkelanjutan,“ ucapnya.

Menurut pandangan Nikman. saat ini banyak hutan yang secara status masih hutan produksi tapi sudah menjadi lahan perkebunan dan tempat tinggal masyarakat.
Ia menilai, untuk berusaha sawit agar dapat mensejahterakan petani hidup diatas garis kemiskinan lahan minimal yang harus dikelola petani sawit adalah tiga hektar. Tidak dianjurkan berusaha sawit dengan lahan hanya 1 hektar.

(Regi/BBPMKP)

Kementan dan Barantin Latih ASN Pengelolaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah

0

JURNAL Inspirasi – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) membekali para Aparatur Sipil Negara (ASN) Badan Karantina Indonesia (Barantin) pelatihan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah.

Kegiatan merupakan kerjasama antara Kementan, Barantin dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) yang bertujuan meningkatkan kompetensi ASN dalam hal pengelolaan pengadaan barang dan jasa pemerintah serta membekali proses sertifikasinya.

Berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2021 tentang Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah, Pasal 74 A menyatakan semua sumber daya manusia pengadaan barang/jasa wajib memiliki kompetensi di bidang pengadaan barang/jasa. Kompetensi ini dibuktikan dengan kepemilikan sertifikat PBJ minimal tingkat dasar/level 1. Sertifikasi tersebut bertujuan meningkatkan mutu, profesionalisme, integritas, dan akuntabilitas para pengelola PBJP.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dedi Nursyamsi menekankan pentingnya ASN yang kompeten, untuk mendukungnya perlu dilakukan penyiapan dan pencetakan SDM yang unggul, salah satunya melalui pelatihan dan sertifikasi.

“Sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi. Acuannya standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan atau standar khusus”, kata Dedi.”

Pelatihan resmi dibuka pada Senin (20/05) di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi.

Kepala BBPMKP, Yusral Tahir mengapresiasi upaya Barantin dalam pengembangan ASN di lingkungannya, kerjasama ini merupakan kali pertama pelaksanaan pelatihan PBJP dengan Kementerian lain diluar Kementerian Pertanian.

“Kami berharap bapak ibu bertanggung jawab dan serius dalam mengikuti kegiatan ini, karena kesuksesan instansi bapak ibu salah satu nya bergantung bagaimana petugas pengadaan mengelola barang milik negara dengan baik dan sesuai dengan aturan yang berlaku. Dan Semoga seluruh peserta lulus 100%” sebut Yusral.

Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Kompetensi diikuti sebanyak 80 orang. Berlangsung dari tanggal 20 Mei s.d. 7 Juni 2024 secara hybrid (online dan offline).

(bppsdmp/bbpmkp)

Tebing Setinggi Tujuh Meter Ambruk di Kampung Caringin

0

Jurnal Bogor – Intensitas curah Hujan yang mengguyur wilayah Ciawi dan sekitarnya mengakibatkan tanah longsor di Kampung Caringin RT 02/03 Desa Banjarsari Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor.

Longsor terjadi pada pukul 23.00 WIB, menyebabkan tebing setinggi 7 meter dengan panjang 7 meter yang terletak di belakang rumah Ape ambruk.

Ape mengatakan, mendengar suara gemuruh dari belakang rumahnya dan segera memeriksa sumber suara. Setelah mengetahui bahwa tebing di belakang rumahnya longsor, lalumelaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT setempat.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian, namun ada kerusakan pada belakang rumah. Anggota Babinmas bersama warga setempat melakukan pembersihan dan perapihan tanah longsor,” ujar Kapolsek Ciawi Kompol Agus Hidayat, Sabtu (25/5/2024).

Menghimbau kepada warga agar tetap waspada terhadap potensi bencana alam lainnya, mengingat curah hujan yang masih cukup tinggi di wilayah tersebut.

“Kami meminta warga untuk selalu berhati-hati dan melaporkan segera jika terjadi hal-hal yang mencurigakan terkait kondisi tanah dan cuaca,” ungkapnya.

Yudi

PLH Desa Sukaharja Butuh Perhatian Dari Dinas Terkait

0

Jurnal Bogor – Sampah bukan sumber masalah, tapi salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah dengan mengubah cara kita memandang sampah sebagai sesuatu yang tidak hanya perlu dibuang, tetapi juga sebagai sumber potensial untuk menghasilkan nilai ekonomis.

Salah satunya Penggiat Lingkungan Hidup (PLH) Pondok Bitung RT 01/03, Desa Sukaharja, Kecamatan Cijeruk mengelola sampah warga. PLH berdiri pada tahun 2019 yang beranggotakan 15 orang.

“PLH di desa Sukaharja sudah berjalan selama beberapa tahun. Dengan upaya yang terus-menerus, PLH dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat setempat,” ujar Ketua PLH Wawan, Sabtu (25/5/2024).

Masih Kata Wawan, pahit manisnya memang selalu ada dalam setiap upaya pengelolaan lingkungan. Tapi kesatuan dalam menghadapi tantangan seperti kendaraan mogok dan musim hujan dapat memperkuat ikatan antara anggota PLH.

“Saat ini, kata dia, mengakomodir sampah warga di 8 RW dengan total 600 kepala keluarga,” ucap Wawan.

Lanjut dia, dalam sehari bisa menghasilkan 4 kubik sampah, namun armada pengangkut sampah belum memadai. Kita membeli mobil bak saja dengan menggadaikan sertifikat rumah saya.

“Paling untuk memaksimalkan angkut sampah, kita sewa pick up orang lain. Ingin ada bantuan armada dari dinas terkait,” harapnya

PLH desa Sukaharja memiliki potensi besar untuk memberdayakan masyarakat dalam pengelolaan sampah, serta meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dari setiap rumah tangga dalam pemilahan dan pengelolaan sampah.

“Semakin banyak rumah tangga yang terlibat, semakin besar pula dampak positif yang dapat dihasilkan dalam menjaga lingkungan dan menciptakan keberlanjutan,” pungkasnya.

Yudi

Melemahnya Peran Tokoh Umat Islam Indonesia

0

JURNAL Inspirasi – Alhamdulillah. Saya sudah dengar dan simak substansi narasi kang Prof Didin S Damanhuri (DSD) kemarin dan sudah tayang acara dialognya di chanel TV K, sungguh mencerahkan pamirsanya, juga menginspirasi kaum intelektual yang peduli dengan nasib negara-bangsa (NKRI).

Kesan dan komen saya, gagasan-gagasan sangat bagus sekali (very good ideas). Momentumnya tepat sekali, dimana hegemoni ekonomi politik China-Tiongkok/RRC di Indonesia baik dalam perdagangan, investasi dan pembangunan proyek-proyek besar insprastruktur, yang bernama PSN di beberapa sektor semakin meluas dan dominan dalam struktur perekonomian nasional kita. 

Beberapa pakar dan pengamat sosial telah berpendapat bahwa gejala hegemoni bisnis dan investasi China yang dibuka krannya besar-besar oleh regim Jokowi, semakin menghawatirkan akan daya ketahanan nasional dan bahkan bisa mengancam kedaulatan negara, karena ketergantungan pada asing based aseng. Jika hal ini dibiarkan dengan piutang negara yg sangat besar dan membengkak, maka akan berdampak melemahnya ketahanan nasional, akhirnya berpotensi besar mengancam kedaulatan NKRI.

Gejala perubahan sosial ekonomi-politik, sekurang kurangnya dalam satu dasawarsa terakhir inilah yang dicermati dan dianalisis oleh Prof.DSD, terjadi kemerosotan peran dan kontribusi Tokoh Politik Islam (terutama di Orpol dan Ormas) dalam mengarahkan dan mewarnai kebijakan publik dan regulasi yg semakin melemah.

Akhirnya potensi dan kekuatan umat Islam yang mayoritas, cenderung terjadi proses marginalisasi, dengan indikasi antara lain ketimpangan sosek yg semakin menganga (indeks gini ratio lk 0.38 sd 0.4), angka stunting-balita kurang gizi cukup tinggi yg berpotensi “lose generation”, angka pengangguran gen Z terus meningkat, dan kualitas proses pengambilan keputusan politik yang tidak demokratis, mengabaikan aspirasi dan suara umat -rakyat akibatnya lahirlah beberapa UU yang proOligarky, dan ditambah sederet problem sosial lainnya yang membelenggu kehidupan bangsa hingga saat ini, apabila ditinjau dari perspektif konstitusi negara, tampak semakin keluar dari koridor pasal-pasal UUD 1945.

Seolah-olah regim yang berkuasa saat ini, melupakan akan 4 tujuan bernegara yang tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4.

Demikian itulah yang saya simak dari pemikiran Prof.DSD dalam acara dialog TV-K yang viral di Youtube tersebut. Menurut saya, apakah yang dikemukakan seorang guru besar bidang Ilmu Ekonomi-Politik IPB University dan Wakil Ketua Dewan Pakar MPP ICMI itu, saya sependapat dan setuju adanya. Sebab analisis Prof.DSD dukungan datanya yang begitu valid, tidak diragukan kebenarannya, diperkuat dengan analisis historis kontribusi dan peranan Tokoh Politik Islam Indonesia dari waktu ke waktu.

Saya bersepakat dalam menghadapi situasi satu dasa warsa terakhir di era regim Presiden RI Jokowi, yang agak melenceng arahnya dari 4 tujuan bernegara. Maka tokoh atau elite politik umat Islam yang ada di dalam ruang birokrasi pemerintahan dan institusi politik, harus menyadari hal-hal tersebut.

Oleh karenanya, saya pun sepekat bahwa kita berkewajiban moral dan terus harus berjuang utk proses penyadaran, para elite ulil albab, cendekiawan muslim Indonesia agar bangun dari tidur lelapnya, dengan membuka mata dan hati untuk ikut andil dan berkontribusi dalam penyelamatan NKRI dari keterpurukan akibat cengkraman oligarki bisnis dan oligarki politik, yang terjadi saat ini demi penyelamatan masyarakat, umat, negara-bangsa, anak cucu kita  di masa depan.

Begitu kira-kira komentar saya atas sharing ide-ide dari kang Prof DSD yg sudah viral di medsos Youtube. Saya mengucapkan terima kasih, syukron atas share WA japri materi dialog Youtubenya kepada saya.

Kita memang dalam dinamika perjalanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, haruslah tetap proaktif mencermati gejala sosial politik dan ekonomi bangsa, yang terjadi dan tidak sesuai (inkonsisten) dgn pranata sosial, sistem nilai yang kita miliki yang diwariskan oleh para pendiri negara yaitu ideologi dan falsafah Pancasila dan UUD 1945 yg berbasis aqidah dan kaidah agama Islam (Dinnul Islam).

Selaku Warga Negara Indonesia yang baik dan bijaksana, kita harus kawal, jangan sampai dalam proses pembangunan terjadi berbagai penyimpangan, yang mengarah atau menjurus terjadinya ketidakadilan dalam berbagai aspek kehidupan sosial.

Untuk itu dalam membangun marwah, martabat negeri ini, kita harus paham sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Selanjutnya kita harus mengerti prosesnya pembentukan negara (NKRI) dan tujuannya untuk apa?. Singkat kata kita harus sadar bahwa apa peran dan kontribusi tokoh umat Islam Indonesia baik dahulu maupun sekarang terutama di ruangan sosial-publik (civil society) sesungguhnya sangatlah besar.

Demikian juga hendaknya peran dan kontribusi umat Islam di ruangan bisnis-investasi, dan bahkan ruangan politik pemerintahan, sudah sewajarnya dan harus berkontribusi besar, jangan sampai berperan pinggiran (marginal), powerless dalam Pemilu Pileg dan Pilpres RI thn 2024 yang curang TSM,  akibat politik bulus dan fulus sehingga merusak kesehatan demokrasi. Ke depan fenomena sosial politik janganlah terjadi lagi. Hal ini, mengingat rialitas sosial kehidupan negara-bangsa yang majemuk ini, dimana penduduk Indonesia mayoritas (lk 85 persen) beragama Islam (muslim).

Kita berkewajiban mentaati dan menegakan sendi-sendi moral, etika dan kaidah hukum dalam praktik bernegara dan membangun NKRI yg berkemajuan yang bermartabat, bukan negara “bar-bar” yang berperilaku jahat “mapia”, melanggar HAM yang menzholimi rakyatnya spt yg tengah berlangsung pada proyek strategis nasional (PSN) Eco City Rempang, Barelang Kepulauan Riau, dan kemudian bakal terjadi lagi penggusuran rakyat pribumi dengan PSN Pantai Indah Kapok 2 di Jakarta, konon menurut informasi valid akan mengundang para pebisnis dan investor dari negara China, RRC.

Fenomena sosial harus kita waspadai bersama, dan berani berperan dalam perbaikan “public policy dan regulasi” di era regim Jokowi yang tampak gusturenya pro Tiongkok-RRC, membangun kembali poros Jakarta-Peking, yang tak sejalan “ingkar” dengan garis politik luar negeri Indonesia yakni politik bebas aktif, gerakan Non Blok yg dipelopori dan dimotori Presiden RI pertama Ir.Soekarno.

Salah satu fakta sejarah perjuangan kehidupan berbangsa (nasionalisme Indonesia) dimulai lahirnya ormas Islam Sarekat Islam (1905) dipimpin Guru Bangsa HOS Tjokroaminoto, terbentuknya berbagai ormas Islam seperti Muhammadyah, NU dll, terlibat intensif tokoh Islam dalam proses perumusan dan meletakan dasar negara Pancasila dan konstitusi negara UUD 1945 yang sarat dengan sistem nilai kemerdekaan, kebenaran, kemanusiaan yang adil beradab, permusyawaratan/perwakilan, dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,  hingga mencapai titik kulminasi terbangunnya konsensus NKRI di Badan Konstuante RI, dengan mosi Integral Natsir pada thn 1950.

Setelah itu peran politik Tokoh Islam kian merosot konstribusi nilainya dalam membangun peradaban bangsa yang berkeadilan sosial, dan berkemakmuran bersama.

Demikian itulah substansi ide-ide, pesan moral, pemikiran cerdas dari Prof DSD, semoga bisa menginspirasi dan menggugah kepedulian intelektual power dari sekelompok insan-insan kelas menengah muslim Indonesia, yang tergabung di dalam wadah ormas Islam ICMI, Ikatan Cendekiawan Muslim se Indonesia yg berdiri sejak thn 1990 di Kampus Universitas Brawijaya Malang Jawa Timur, yang mengemban misi mulia program 5 K-ICMI, yakni peningkatan kualitas imtaq, kualitas pikir ipteks, kuilitas karya dengan berbagai temuan inovasi, kualitas kerja yg efisien dan efektif, dan kualitas hidup dengan basis keluarga yang penuh berkasih sayang (sakinah mawaddah warohmah) yang diridhoi dan diberkahi Allah SWT. Aamiin-3 YRA.

ICMI bersuaralah ! Jangan diam saja !, janganlah ikut arus yang salah…!

Save NKRI, umat, bangsa dan Rakyat Indonesia dari keterpurukan berupa kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan. Solusinya, Tokoh Umat Islam Indonesia seharus berperan dan berkontribusi signifikan dalam dinamika perjalanan bangsa dan negara, NKRI yang sama-sama kita cintai ini, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dipraktekan secara murni dan konsekwen.
Syukron barakallah
Wassalam

=====✅✅✅

Dr.Ir H.Apendi Arsyad,M.Si
(Pendiri dan Aktivis ICMI, Pendiri dan Dosen Unuversitas Djuanda Bogor, Konsultan, Pegiat dan Pengamat serta Kritikus Sosial melalui tulisan di media sosial)