26.5 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1209

Mobilitas Warga Bogor Berkurang Terbaik di Jabar

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Kebijakan PPKM Darurat untuk wilayah Jawa-Bali, rupanya berimbas terhadap penurunan mobilitas warga di Jawa Barat (Jabar) dan DKI Jakarta. Wali Kota Bogor, Bima Arya menyebut bahwa penurunan mobilitas warga Kota Bogor salah satu yang terbaik di Jabar.

“Mobilitas warga sudah berkurang jauh, karena ada penyekatan, check point dan lain sebagainya,” ujar Bima usai rapat koordinasi virtual bersama Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Selasa (13/7).

Menurut Bima, Luhut jug meminty agar semua aparat harus turun tidak hanya di jalan protokol melainkan patroli berupa pengawasan prokes, pengetatan PPKM sampai wilayah.

“Kami juga diminta untuk tetap waspada terhadap ketersediaan nakes, oksigen, tempat isolasi dan sebagainya. Khusus Kota Bogor  akan lebih fokus lagu karena ketika kita melihat bahwa ketika mobilitas sudah sangat berkurang lintas keluar maupun masuk.

Tetapi, sambung Bima, ketika masih tinggi angka kasus positif artinya penularan itu kemungkinan besar terjadi di lingkungan RT, keluarga, rumah tangga dan pemukiman. “Karena itu kami akan menguatkan terus melakukan pengawasan RT zona merah,” ungkpnya.

Sementara itu, Kapolresta Bogor Kota, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro mengatakan, kendati penyekatan menurunkn mobilitas, namun harus diimbangi juga untuk penguatan PPKM, sehingga mulai Selasa (13/7) Satgas Covid-19 akan melaksanakan pertama gerakan tutup portal jam 20:00 wib dan memberlakukan sistem satu pintu di tiap RW. “Kebijakan ini untuk mencegah penularan pada tingkat mikro,” katanya.

Kata dia, semua RW harus melaksanakan kebijakan, dengan terlebih dahulu dilakukan pemetaan oleh RT RW. “Satgas rw akan memaping mana jalan yang harus diberlakukan satu pintu masuk dan keluar, jadi tidak sembarang orang bisa masuk dan sebagainya, ini sangat bergantung kepada usaha dari warga,” pungkas Kapolresta.

** Fredy Kristianto

Gugatan PTUN Moeldoko ke Menkumham tak Berdasar

0

Jakarta | Jurnal Inspirasi

Moeldoko dan Jhonni Allen Marbun (JAM) tidak punya kedudukan hukum (legal standing) untuk menggugat Menteri Hukum dan Ham RI atas keputusannya yang telah menolak mengesahkan KLB ilegal di Deli Serdang. Demikian penegasan Kuasa Hukum DPP Partai Demokrat Dr. Hamdan Zoelva, SH., MH., usai sidang persiapan PTUN Jakarta, Selasa (13/7).

Sebagai pihak ketiga atau intervensi, Partai Demokrat berkeyakinan Majelis Hakim PTUN akan bersikap obyektif dan adil untuk menolak gugatan tersebut berdasarkan hukum. “Moeldoko dan JAM dalam gugatannya masih mengaku sebagai Ketum dan Sekjen PD, padahal Pemerintah sudah tegas tidak mengakui KLB Deli Serdang, jadi jelas tidak ada dasar hukum mereka untuk  menggugat Menkumham” ujar Hamdan dalam siaran pers Partai Demokrat yang disampaikan Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Selasa (13/7).

Sidang ini semakin menarik perhatian publik karena sebagai Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko yang nota bene pembantu Presiden, justru menggugat pembantu Presiden yang lain, dalam hal ini Menkumham yang sudah mengambil keputusan sesuai dengan kewenangannya. Ini menjadi semakin kontras, karena baru akhir pekan lalu KSP Moeldoko mengimbau semua pihak agar jangan mau menang sendiri saja. “Lepas perbedaan kita sementara pikirkan satu kepentingan besar yaitu kemanusiaan itu penting, dari pada kepentingan pribadi dan golongan,” kata Moeldoko pada wartawan (10/7).

Hamdan juga menegaskan surat jawaban Menkumham 31 Maret 2021 itu sudah benar dan sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Hukum dan HAM. “Perspektif hukum dikaji dari sisi manapun, asal dilakukan dengan benar, akan membuktikan bahwa surat jawaban Menkumham sudah tepat secara hukum.” 

Hamdan juga menjelaskan, gugatan terkait AD/ART bukan merupakan wewenang PTUN. Secara waktupun sudah terlewat jauh, “Batas waktu gugatan sudah melewati 90 hari sejak di sahkan oleh Menkumham, 18 Mei 2020 lalu, sebagaimana diatur pada pasal 55 UU PTUN. Dan ini jelas-jelas ranahnya ada di Mahkamah Partai, karena termasuk perselisihan internal partai, bukan wewenang PTUN” tegas Hamdan, mantan Ketua Mahkamah Konstitusional (2013-2015).

Sebagai akademisi maupun praktisi hukum, Dr. Hamdan juga mengingatkan bahwa gugatan yang diajukan KSP Moeldoko kabur karena gugatannya yang tidak jelas antara Dalil gugatan dengan substansinya. “Dalil gugatan tentang keberatan surat jawaban Menkumham, namun substasi gugatannya mempersoalkan hasil kongres 2020 tentang AD/ART dan keterpilihan AHY sebagai Ketum Demokrat. Gugatan ini kabur dan tidak jelas.”

Hamdan juga menegaskan, “Sudah sepatutnya Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini agar menolak gugatan tersebut, demi tegaknya keadilan dan kepastian hukum dinegeri ini.”

Sidang PTUN ini digelar sebagai tahap persiapan PTUN mengadili gugatan Moeldoko dan JAM terhadap Menkumhan atas surat jawaban Menkumham yang menolak permohonan pengesahan KLB yang diselenggarakan pada 5 Maret 2021 yang lalu.

Dalam surat jawabannya tertanggal 31 Maret 2021 tersebut, Menkumham telah menegaskan bahwa pihak Moeldoko Cs tidak dapat melengkapi admistrasi sesuai Permen no 34 tahun 2017 tentang tata cara pendirian badan hukum partai politik.

**ass/rls

Puluhan Karyawan Positif Covid, PT Banteng Ditutup

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Sebanyak 54 karyawan PT Banteng Pratama terkonfirmasi positif Covid-19. Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Bogor pun menutup sementara perusahaan tersebut, Selasa (13/7). Perusahaan yang berlokasi di Kelurahan Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor ini disidak Satgas Covid-19 Kabupaten Bogor sebab tak memberikan laporan kepada lingkungan setempat walau adanya karyawan perusahaan tersebut yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Camat Citeureup Ridwan Said menuturkan, penindakan perusahaan-perusahaan pelanggar PPKM dilakukan bersama Satgas Covid Kecamatan, Danramil dan Kapuskesmas Citeureup. “Siang tadi pak Kasatpol PP, Satgas Covid Kabupaten,  melakukan sidak PPKM karena adanya laporan terkait kasus positif 54 orang di PT Banteng Pratama dan mengecek kegiatan perusahaan-perusahaan non esensial lain yang ada di Kecamatan Citeureup,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (13/7).

Perusahaan-perusahaan yang dimaksud, lanjut Ridwan Said, adalah PT Sinhan, Banteng Pratama, OZ Guitar dan juga Jimtech. “Namun Banteng Pratama saja yang ditindak agar menyesuaikan dengan PPKM Darurat,” jelas Ridwan.

Terpisah , Andri Yana, Ketua RT. 06, RW.05, Kelurahan Karang Asem Barat menuturkan, sesuai Instruksi Bupati Bogor Ade Yasin, karena tidak adanya konfirmasi kepada lingkungan terkait banyaknya karyawan PT Banteng Pratama yang terkonfirmasi positif, maka perusahaan tersebut ditindak. “Dari 54 orang karyawan PT Banteng Pratama yang positif Covid-19, terkonfirmasi 3 diantaranya adalah warga saya,” ucapnya

Andri Yana amat menyayangkan ketidakterbukaan perusahaan kepada lingkungan, karena menurutnya dengan tidak adanya komunikasi yang baik antara perusahaan dan juga lingkungan ditakutkan membuat klaster-klaster baru di lingkungan.

“Jika saja kita tidak bergerak cepat untuk mendata warga kita, mungkin para karyawan yang isoman ini tidak akan mendapat penanganan yang baik dari pemerintah,” pungkasnya menyayangkan.

** Nay Nur’ain

Samisade Desa Ciampea Bangun Jalan yang Rusak Parah Sejak Zaman “Siti Nurbaya”

0

Ciampea | Jurnal Inspirasi

Kepala Desa Ciampea Maman Suparman merealisasikan bantuan Samisade (Satu Miliar Satu Desa) dari Pemerintah Kabupaten Bogor untuk pembangunan di dua titik jalan penghubung antarkampung. Seperti pada Selasa (13/7/2021), Kades langsung meninjau pembangunan jalan di Kampung Mekarjaya, RT 02 RW 01 yang dikerjakan oleh Tim Pelaksana Kerja (TPK) yang melibatkan RT dan RW juga masyarakat sekitar.

Kades Ciampea menjelaskan, memilih jalan Mekar Jaya menjadi titik dibangun oleh anggaran Samisade karena jalan tersebut sudah sejak zaman ‘Siti Nurbaya’ tidak bangun dan merupakan akses yang sering digunakan warga.

“Kita untuk Samisade ini dibangun dua titik titik pertama kampung Lebak Sirna RT 02,03 RW 06 dan titik kedua Kampung Mekarjaya RT 02 RW 01 dengan panjang 350 meter, tinggi 18 cm dan lebar 3 meter dengan betonisasi,” kata Maman kepada wartawan.

Maman mengatakan akses jalan yang dibangun menggunakan dana bantuan Samisade itu merupakan akses yang biasa digunakan sebagai aktivitas warga, baik yang menambang maupun pertanian. “Dengan dibangunnya jalan ini menggunakan anggaran Samisade kami berharap bisa lebih meningkatkan perekonomian warga apalagi akses yang di kampong,” katanya.

Sementara Ketua RT 02 RW 01 Kampung Mekarjaya, Suhardi mengatakan, jalan tersebut memang sudah puluhan tahun tidak dibangun. “Alhamdulillah sekarang dibangun saya mewakili warga mengucapkan banyak terimakasih untuk Kepala Desa dan Bupati Bogor yang telah merealisasikan bantuan Samisade ini,” ucapnya.

Diketahui Bantuan Samisade ini merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bogor yang digelontorkan untuk desa yang ada di Kabupaten Bogor dengan anggaran per desa 1 miliar rupiah yang diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur seperti jalan.

** Cepi Kurniawan

Pemdes Cihideung Udik dan Ibu PKK Buat Dapur Umum untuk Warga Isoman

0

Ciampea | Jurnal Bogor

Mencegah warga yang sedang isolasi mandiri (isoman) mengalami kelaparan dan mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan, Pemerintah Desa Cihideung Udik, Kabupaten Bogor bersama ibu PKK membuat dapur umum untuk warga yang sedang isoman.

Diketahui sampai saat ini, di Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, sejak beberapa waktu hari lalu ada 15 orang yang melakukan isoman, baik di tempat isolasi di Kawaluyaan (sebuah vila yang dijadikan tempat isolasi) maupun yang sedang melakukan isoman di rumah masing-masing.

Menurut Sekdes Cihideung Udik, Gunawan Setiawan, pihaknya atas instruksi kepala desa selaku Gugus Tugas tingkat desa, selain menyediakan rumah isolasi untuk warga yang terpapar, juga telah menyediakan dapur umum guna memenuhi asupan makanan bergizi untuk mereka yang sedang melakukan isoman.

“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Desa Cihideung Udik dibantu ibu PKK, kami menyediakan dapur umum dan yang memasak itu ibu-ibu PKK dibantu gugus tugas desa,” kata Sekdes Cihideung Udik, Gunawan Setiawan kepada wartawan, Selasa (13/7/2021).

Gunawan juga mengatakan di dapur umum itu, ibu-ibu PKK memasak setiap pagi mengolah masakan yang memiliki gizi tinggi seperti sayur-mayur dan tempe untuk warganya yang terpapar Covid-19. “Mereka setiap pagi diberi makanan yang bergizi agar pasien yang sedang melakukan isoman segera pulih,” katanya.

Setelah menu makanan untuk warga isoman selesai dimasak, dan dimasukan kedalam bok, gugus tugas langsung membagikan makanan tersebut ke rumah warga yang sedang isoman dan ditempat isolasi.

Lebih lanjut pihak desa untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 telah melakukan berbagai cara dan upaya, selain melakukan himbauan juga melakukan penyemprotan disinfektan di berbagai titik. “Kami juga terus mengimbau masyarakat untuk melakukan vaksinasi guna meningkatkan herd Immunity guna mencegah penyebaran Covid-19,” pungkasnya. 

** Cepi Kurniawan

Terdampak PPKM Darurat, Penjualan Hewan Kurban Anjlok

0

Dramaga | Jurnal Inspirasi

Sejumlah pedagang hewan kurban di wilayah Bogor, khususnya di wilayah perbatasan yang menerapkan penyekatan PPKM Darurat mengalami penurunan omset. Kondisi ini membuat pedagang sapi dan kambing hanya bisa geleng-geleng kepala. Meksipun ada penjualan, namun tidak seramai sebelum pandemi.

Hal itu diungkapkan pedagang hewan kurban asal Cibinong, Kharisma. Dia mengatakan kondisi saat ini berjualan hewan kurban terbilang lesu. Meskipun untuk dirinya tidak begitu parah karena sudah memiliki beberapa langganan atau konsumen tetap. Namun dampak buruk justru dirasakan oleh rekan-rekannya yang baru saja merintis berjualan hewan kurban disaat pandemi saat ini.

“Kalau untuk saya tidak begitu terdampak, selain saya sebagai suplayer juga saya sudah memiliki beberapa konsumen tetap  jadi penurunan penjualan ada, tapi tidak begitu besar. Lain hal dengan rekan-rekan saya yang baru mencoba atau baru beberapa tahun menggeluti usaha ini tentu mereka banyak yang mengeluh,” tuturnya.

Alasannya kata dia, karena saat ini jalur yang biasa ramai dikunjungi atau dilewati banyak orang saat adanya pemberlakuan PPKM Darurat seperti ini banyak titik penyekatan. “Rekan-rekan saya yang berjualan di Pakansari contohnya, saat adanya penyekatan PPKM Darurat saat ini jalur tersebut sepi,” katanya.

Ditambahnya, apalagi mereka yang tidak tahu bakal adanya PPKM Darurat  telah membeli sapi dari Jawa dengan harga murah. Namun karena adanya PPKM Darurat pelanggan jadi sepi. “Turunya sekitar 30 persen kalau untuk yang di Pakansari, biasa kan jalur tersebut ramai karena sepi ya penjualan menurun bahkan harga pun ikut anjlok. Biasa sapi ukuran standar itu Rp 25 juta rupiah, namun sekarang 23 juta, untuk kambing harganya relatif normal sekitar Rp 3 juta,” kata Kharisma.

Tidak hanya pedagang yang membuat lapak di sekitaran pusat perkotaan, untuk di wilayah Kabupaten Bogor bagian barat seperti di Dramaga hingga Leuwiliang, penjualan hewan kurban ikut anjlok. Seperti yang diungkapkan oleh Beni (35), saat ini jelang beberapa hari Idul Adha dirinya baru menjual 3 ekor kambing. Biasanya  jelang sepekan lagi  Idul Adha sudah 10 ekor kambing yang dijualnya.

“Bener bener berdampak penjualan hewan kurban saat ini, sangat terasa ya mudah-mudah jelang hari H bisa banyak pembeli,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Ibu Hamil Jadi Korban Pencopetan di Pasar Leuwiliang

0

Leuwiliang | Jurnal Inspirasi

Seorang ibu hamil asal Nanggung, Yana (30) yang berniat menjual perhiasan untuk selamatan 7 bulanan menjadi korban pencopetan saat sedang berbelanja di Pasar Leuwiliang, Selasa (13/7/2021), pukul 10.00 WIB. Ibu rumah tangga asal Kampung Ciketug, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung ini mengatakan, kejadian pencopetan itu terjadi saat ia sedang membeli bawang.

“Pas saya mau bayar bawangnya ternyata isi dompet sudah sudah tidak ada, emasnya belum kejual terus pas saya periksa tas sudah gak ada,” ungkap Yana saat dikonfirmasi.

Berdasarkan pengakuan Yana, beberapa barang berharga miliknya diambil pelaku dari tasnya berupa kalung 7 gram, liontin satu gram, cincin dua gram, cincin anaknya satu gram dengan total kerugian sekitar Rp 4 jutaan.

“Niat jual emas untuk slametan hamil tujuh bulanan, kejadian sekitar pukul 10.00 Wib, kalau handphone dibawa karena ada di bawah,” kata Yana.

Kemudian, kata Yana, dia langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak keamanan pasar Leuwiliang. “Terus ini juga saya dikasih uang 15 ribu sama pak Satpam pasar buat ongkos,” ucapnya.

Sementara itu Kepala PD Pasar Leuwiliang Aldino membenarkan kejadian pencopetan yang menimpa ibu rumah tangga. “Ya benar, kami sudah menerima laporannya, dan saat ini pihak keamanan pasar sedang mencari (pelaku-red),” ujarnya.

Aldino menambahkan, kejadian pencopetan baru kali terjadi lagi, terakhir kejadian semenjak Ramadhan 2021. “Nanti kita cari dulu 2 x 24 jam, kalau memang tidak ketemu, kalau mau kita seriusin nanti kita buat laporan ke Polsek,” tandasnya.

Di lokasi terpisah Kanit Intelkam Polsek Leuwiliang AKP Idang Sutarlan mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati terlebih saat sedang berbelanja di lingkungan pasar.

“Kalau bisa jangan bawa uang banyak, bawa secukupnya saja, nanti kalau memang tidak ketemu juga silakan untuk membuat laporan ke kantor untuk bahan kita (tindaklanjuti) karena ini sudah meresahkan warga,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Diduga Stres, Warga Cileungsi Bakar Rumah Sendiri

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Diduga stres, warga Kampung Cipaok RT 02 RW 04 Desa Cileungsi, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor, membakar rumahnya sendiri hingga habis dilalap si jago merah. Kebakaran itu terjadi pada Selasa (13/7) pagi atau sekitar pukul 08.40 WIB.

Beruntung dalam peristiwa tersebut, tidak ada korban jiwa dan pemilik rumah yang bernama Ujang, langsung diamankan warga.

Entis, staf Desa Cileungsi membenarkan kejiwaan Ujang terganggu atau stres. Dan itu dikatakannya, setelah mendapatkan laporan dari RT dan RW maupun BPD yang tempat tinggalnya tidak jauh dari Ujang.

 “Informasinya memang benar warga tersebut stres. Bahkan, di rumahnya banyak sekali barang rongsokan yang dikumpulkan,” ujarnya kepada Jurnal Bogor saat dihubungi melalui telepon selulernya.

Namun, Entis tidak tahu semenjak kapan warga bernama Ujang mengalami depresi. “Kalau stres dari kapannya sih saya tidak tahu,” ungkap Entis.

Sementara, berdasarkan laporan yang masuk ke Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam (Damkar) Kabupaten Bogor Sektor Ciawi pada pukul 08.45, petugas Damkar langsung berangkat pukul 08.50 WIB dan tiba di lokasi kejadian kebakaran jam 09.00 WIB.

“Dalam waktu 1 jam 20 menit atau pukul 10.20 WIB, api bisa dipadamkan oleh petugas kami,” papar Kepala Damkar Sektor Ciawi, Nendri.

Untuk memadamkan api yang berasal dari lilin itu, lanjut Nendri, Damkar Sektor Ciawi menurunkan regu tiga dengan dua unit kendaraan Damkar. Dalam proses pemadaman berjalan dengan lancar, tanpa adanya kendala. “Hanya satu rumah yang terbakar,” imbuhnya.

Nendri pun membenarkan, kejadian kebakaran itu bersumber dari lilin dan langsung membakar rumah milik Ujang yang bangunannya menggunakan bilik bambu. “Dan pemilik rumah dari informasi tetangganya sih memang stres,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Cegah Penularan, Ribuan Warga Jonggol Divaksin Covid

0

Jonggol | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Jonggol melakukan vaksinasi massal Covid-19 untuk warganya yang mencapai 2000 orang lebih di GOM Jonggol, Senin (12/7). Upaya ini sebagai ikhtiar untuk mencegah penularan Covid-19 yang saat ini sedang menggila dengan meningkatnya jumlah kematian.

Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, vaksinasi massal ini didominasi oleh usia di bawah 50 tahun dan remaja yang baru menginjak dewasa. Diakui Camat, mereka yang semula enggan untuk divaksin karena khawatir dengan isu-isu yang ada, akhirnya dengan kesadarannya mendaftarkan diri untuk mengikuti vaksinasi massal ini.

“Vaksinasi ini kita buka dari pukul 08.00 pagi sampai dengan pukul 17.00 WIB, dengan vaksin dosis 1 dan dosis 2,” kata Andri Rahman kepada Jurnal Bogor, Selasa (13/7).

Masih kata dia, jumlah orang yang divaksin ada sekitar 1.780 orang dari 2017 orang yang datang untuk divaksin karena ada sekitar 237 orang yang tidak bisa divaksin karena komorbid. “Vaksinasi ini kita buka untuk dosis 1 dan 2, karena memang ada warga yang sama sekali belum divaksin dan ada yang sudah di vaksin, namun belum yang kedua, untuk vaksin dosis 1 ada sekitar 1.032 orang dan untuk vaksin dosis 2 ada 457 orang,” jelasnya.

Dia berharap masyarakat untuk terus menjaga kesehatan walaupun sudah divaksin agar tetap patuh protokol kesehatan. Dalam kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Muspika Jonggol, Puskesmas Jonggol, Puskesmas Balekambang, Puskesmas Sukanegara, RS Permata Jonggol, RS Harapan Mulia Cibarusah, IBI Ranting Jonggol, Klinik AL Sukamanah, Klinik swasta seputar Jonggol, para guru SD / SMP / operator se Kecamatan Jonggol, karang taruna, relawan, pramuka dan unsur lainnya yang turut mengkondusifkan kegiatan vaksinasi massal tersebut.

** Nay Nur’ain

Antusiasme Warga Gunung Putri Divaksin Covid Bertambah

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Pemerintah Desa Gunung Putri, Kabupaten Bogor kembali melakukan vaksinasi massal Covid-19 untuk warganya yang sudah berlangsung selama 2 hari lalu yang dilakukan di aula kantor desa. Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengaku vaksinasi kali ini sangat kondusif karena masyarakat diatur jadwal kedatangannya ke kantor desa untuk divaksin, begitupun antusiasme masyarakat juga makin bertambah.

“Sebelumnya masyarakat agak sulit jika diajak untuk divaksin, tapi saat ini justeru malah kita kewalahan banyak yang minat,” jelas A Heri sapaan akrabnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (13/07).

Menurutnya, kembali masuknya Desa Gunung Putri menjadi zona merah harus menjadi perhatian khusus , mengingat sudah tembus ratusan warga yang melakukan isolasi mandiri (isoman), ditambah dengan warga yang juga meninggal dunia.

“Kuota saat ini kami mendapat 300 orang untuk divaksin dengan didominasi usia 50 tahun kebawah, kami bagi menjadi 2 hari Senin dan Selasa agar tidak terjadi kerumunan,” katanya.

Diaberharap dan menghimbau kepada masyarakat walaupun nantinya sudah divaksin bukan berarti harus mengabaikan protokol kesehatan, tetapi harus tetap menjaga kesehatan dan banyak mendekatkan diri kepada Sang Pencipta karena dialah pemilik alam semesta dan isinya ini.

“Saya tak lelah untuk terus menghimbau kepada masyarakat agar jaga jarak, pakai masker, rajin cuci tangan, rutinkan berjemur di pagi hari, dan jangan lupa tingkatkan ibadah kepada Sang Pencipta disertai shadaqoh,” pungkasnya penuh harap.

** Nay Nur’ain