26.3 C
Bogor
Thursday, August 27, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 1208

Upaya Memenuhi Ketersediaan Oksigen

0

PT Pupuk Kujang Serahkan Bantuan ke RSUD Kota Bogor

Ada sebuah acara penting berlangsung pada Selasa, 13 Juli lalu. PT Pupuk Kujang menyerahkan bantuan oksigen 3-4 ton kepada RSUD Kota Bogor. Ini adalah bantuan sangat berharga di tengah kondisi Kota Bogor yang tengah berupaya mengatasi kelangkaan oksigen untuk membantu perawatan pasien covid-19.

Menurut Wali Kota Bogor, Bima Arya, saat ini adalah hari-hari ketika semua menghadapi kondisi siaga karena kelangkaan oksigen. Oleh karena itu ia  menilai, bantuan tersebut sangat membantu untuk menyelamatkan banyak pasien yang membutuhkan. Meskipun diakui, bantuan tersebut diperkirakan akan habis dalam hitungan hari saja mengingat kebutuhannya memang sangat tinggi.

Vice President Komunikasi PT. Pupuk Kujang, Ibrahim Herlambang menyatakan, pihaknya  berupaya memberikan bantuan ke seluruh wilayah di Jawa Barat berdasarkan skala prioritas. “Warga kesulitan mencari oksigen karena stoknya yang menipis dan susah mendapatkannya. Jadi berapa pun stok yang ada saat ini sangat berarti dan kita prioritaskan bagi yang benar-benar membutuhkan,” kata Ibrahim. Sementara itu Dirut RSUD Kota Bogor, Ilham Chaidir, menyatakan bantuan oksigen tersebut akan segara digunakan untuk perawatan pasien covid-19 yang berada di blok dua dan blok tiga RSUD Kota Bogor.

Dalam beberapa waktu terakhir di Kota Bogor memang terjadi kelangkaan oksigen, karena pasokan menurun, sedangkan kebutuhan meningkat. “Pasien covid-19 di Kota Bogor meningkat tajam dan membutuhkan gas oksigen untuk membantu pernafasan, terutama pasien dengan gejala sedang hingga berat,” ungkap Bima Arya. Untuk mengatasi hal itu dirinya langsung melakukan pengecekan ketersediaan dan pasokan gas oksigen di Kota Bogor. Termasuk ke depot penjualan gas oksigen.

Disitulah diperoleh gambaran,  bahwa pasokan dari agen oksigen di Jakarta menurun sampai 65 persen. Pemilik sebuah depot oksigen di Lawang Gintung yang didatangi Bima menjelaskan, sebelumnya di depotnya dipasok gas oksigen sekitar 180m3 per hari, yakni sekitar 30 tabung besar berukuran 6m3. Tetapi sejak sepekan lalu pasokannya menurun dan hanya dipasok sekitar 60m2 yakni 10 tabung besar berukuran 6m3.

Berbagai ikhtiar terus dilakukan Pemerintah Kota Bogor untuk menambah ketersediaan oksigen. Termasuk meminta bantuan pemerintah pusat, yang akhirnya melalui Krakatau Steel, sudah dua kali membantu dengan volume kurang lebih 100 tabung. Begitupun pengadaan oksigen yang digalang pengumpulan tabung di Graha Pena Radar Bogor serta meminta bantuan kepada semua pihak.

Upaya lain yang dilakukan adalah melakukan pemetaan dan pengecekan ketersediaan tabung medis ke sejumlah rumah sakit pada hari Minggu lalu (11/7). Usai melakukan rapat di Balai Kota, dengan didampingi Sri Nowo Retno, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Bima mendatangi tempat penyimpanan tabung oksigen medis di rumah sakit Ummi Bogor. Dilanjut  mengecek Liquid Oxygen Tank di rumah sakit PMI, rumah sakit Medika Dramaga dan rumah sakit Mulia.

“Sebagian besar rumah sakit di Kota Bogor memang kondisinya sama, krisis ketersediaan oksigen, karena 6 filling station di kabupaten Bogor yang biasa memasok itu kurang pasokan,” ungkap Bima usai meninjau Liquid Oxygen Tank. Padahal berdasarkan hasil pemetaan diketahui, Kota Bogor memerlukan oksigen 60 ton per hari.

Dalam kaitan itu pula, Bima mengungkapkan adanya komunikasi intensif dengan Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan. Koordinator PPKM Darurat untuk Pulau Jawa dan Bali itu menyatakan akan membantu memasok kebutuhan oksigen medis ke Kota Bogor. “Beliau berjanji akan membantu, tadi malam ditambah di dua filling station di Cileungsi dan Citeureup. Tapi masih kurang, saya minta untuk Kota Bogor paling tidak perhari untuk satu filling station di drop 5 ton. Kalau 5 ton di drop rutin di 6 filling station, maka Insya Allah akan mencukupi,” lanjutnya.

Untuk menanggulangi kekurangan oksigen medis, Pemerintah Kota Bogor akan terus mengecek dan berkomunikasi dengan pihak rumah sakit mengenai kebutuhannya.“Yang penting kita cek, kita komunikasi dengan rumah sakit. Jadi, ketika sudah emergency ini bisa diantisipasi bersama-sama,” lanjut Bima.

Penyerahan bantuan isi ulang oksigen kepada warga RW 15 Mutiara Bogor Raya Kelurahan Katulampa Kecamatan Bogor Timur yang melaksanakan isoman

Komunikasi dalam rangka pengecekan itu menjadi penting mengingat rumah sakit yang memiliki liquid oxygen tank hanya mampu bertahan 1-2 hari saja. “Di 5-6 rumah sakit yang pasokannya besar ini bisa bertahan 1-2 hari ke depan. Seperti di rumah sakit Mulya sempat kritis kondisinya, kalau tidak datang pagi-pagi bisa habis. Seperti itu polanya, 1-2 hari bertahan. Jadi, memang perlu diperbesar  pasokan ke Kota Bogor  secara keseluruhan,” ujarnya. Dengan saling berkomunikasi diantara seluruh pemangku kepentingan dan terus melangkah bersama dan bahu membahu membantu sesama, semoga krisis ketersediaan oksigen dapat diatasi.

**Adv

Dukung Vaksinasi Massal Pemkab Bogor, PPMKP Beri Fasilitas Tempat

0


Ciawi | Jurnal Inspirasi

Dukung upaya program percepatan pemerataan vaksin di wilayah Kabupaten Bogor, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP) Ciawi, Bogor jadikan Komplek Surya sebagai lokasi vaksinasi massal.

“Ini merupakan bentuk dukungan PPMKP terhadap program Pemkab Bogor yakni membantu pelaksanaan kegiatan vaksinasi massal ini. Kami bersama dengan pak Camat Ciawi, Kapolsek Ciawi, dan Puskesmas Ciawi, menyepakati bahwa vaksinasi dilaksanakan di PPMKP dengan fasilitas yang ada. Kami siap membantu untuk memerangi Covid – 19 dan menyukseskan program pemerintah,” tegas Yusral, Rabu (14/07/2021).

Menanggapi hal tersebut Camat Ciawi Adi Henryana menuturkan, lapangan Komplek Surya PPMKP, yang dijadikan lokasi merupakan tempat yang tepat karena mudah diakses masyarakat dan sangat memadai untuk kegiatan tersebut sehingga memenuhi protokol kesehatan.

“Untuk fasilitas alhamdulilah kita sudah dapat lapangan terbuka yang luas, cukup teduh dan sangat bagus untuk sirkulasi udara. Saya berterima kasih sekali kepada PPMKP atas kerjasamanya dan sudah menyediakan tempat untuk kegiatan vaksinasi ini” ujar Adi.

Vaksinasi massal di wilayah Kecamatan Ciawi kata Adi dilaksanakan secara bertahap dengan target 4.000 dosis per minggu, dengan jenis vaksin yang digunakan yakni Sinovac. Melihat animo masyarakat diwilayahnya Iapun yakin target tersebut dapat tercapai.

“Vaksinasi tahap satu dilakukan pada hari Rabu ini dan tahap kedua Senin, 19 Juli 2021. Melihat animo masyarakat yang begitu tinggi untuk divaksin hari ini, saya berharap target ini bisa tercapai, “ ungkapnya.

Dari hasil pantauan, kegiatan vaksinasi massal yang melayani ratusan jumlah masyarakat yang ingin divaksin ini berlangsung tertib dengan menerapkan protokol kesehatan. Masyarakat yang datang wajib menggunakan masker, menjaga jarak antrian, dan penyediaan hand sanitizer di setiap sudut pelayanan.

**Nita/ Osi / PPMKP

Warga Pojok Setu Komplain Bau Limbah PT Arta Niaga Boga Makmur

0

Citeureup | Jurnal Inspirasi

Mendapati lingkungan dicemari oleh PT Arta Niaga Boga Makmur (ABM) yang terletak di jalan Lanbaw RT 04 / 05 Sampora, Desa Leuwinutug, Kecamatan Citeureup membuat ketua RT dan beberapa warga mendatangi perusahaan tersebut, Kamis (8/7) lalu.

Yudha, warga Kampung Pojok Setu, Desa Leuwinutug mengatakan, warga RT 05/04  terganggu dengan polusi yang bau menyengat berasal dari PT ABM sehingga pada pukul 23.00 sampai dengan 02.00 dinihari, warga mendatangi selokan pembuangan air limbah yang mengeluarkan uap panas dan bau bangkai.

“Dengan adanya kejadian itu Kamis (8/7) pukul 10.00 pagi, Aldi ketua RT 05/04 dan 5 orang warga lain yang mendampingi mendatangi PT ABM tersebut dan bertemu langsung dengan pimpinan PT ABM,” jelas Yudha, Rabu (14/7).

Menurutnya, saat itu warga Komplain perihal bau limbah dan sudah 3 tahun ini dirasakan oleh warga 05/04 . Meski pada saat itu pihak PT ABM meminta waktu 1 bulan untuk memperbaiki sanitasi dan alat penanggulangan limbahnya.

Terpisah, Aldi Hidayat ketua RT 05/04 menjelaskan kepada Jurnal Bogor perihal laporan warga yakni sekitar pukul 01.54 dirinya ditelepon oleh warga dan melapor bahwa ada polusi udara yang sangat bau menyengat sehingga membuat kenyamanan tidur warga terganggu setelah diselidiki dan ditelusuri ternyata sumber bau tersebut datang dari saluran pembuangan limbah PT ABM.

“Sudah 3 tahun terakhir warga saya mencium bau yang tidak sedap yang dikeluarkan oleh PT ABM,” cetus Aldi.

Menurut pihak perusahaan saat didatangi kata dia, pencemaran polusi tersebut disebabkan karena adanya kerusakan sensor filter, namun pada saat itu pihak perusahaan berjanji kepada akan memperbaiki kebocoran sensor filter tersebut.

Senada disampaikan oleh Ketua Satgas Lingkungan Hidup Desa Leuwinutug Andri Hendriana, dia dan tim menyambangi PT ABM tersebut untuk melakukan monitoring perihal limbah diperusahaan tersebut. Pihak perusahaan mengatakan, sejak disambangi warga sudah dilakukan perbaikan dengan melakukan pengangkatan limbah yang tadinya 3 hari sekali menjadi 1 hari sekali.

“PT ABM juga menyampaikan jika saat ini sedang membuat pengolahan limbah sendiri didalam pabrik dan menurutnya akan rampung dalam waktu 3 bulan ini,” jelas Andri.

Menurut Andri, perusahaan tersebut juga sebelumnya sudah didatangi DLH Kabupaten Bogor perihal persoalan yang sama. Sejauh ini pihaknya selaku satgas akan memantau dan memastikan jika PT ABM tak membuang cairan limbahnya ke saluran air tanpa diolah sehingga mengakibatkan pencemaran di lingkungan sekitar.

“Jika PT ABM masih melakukan pembuangan limbah ke saluran maka kami akan melayangkan surat kepada dinas terkait untuk melakukan tindakan yang lebih tegas,”pungkasnya.

Sementara pihak PT ABM sendiri belum memberikan keterangan perihal komplain warga ini.

** Nay Nur’ain

Wabup Cek Kesiapan Posko Pengendalian Oksigen di BPBD

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Wakil Bupati Bogor, Iwan Setiawan mengecek kesiapan Pos Komando (Posko) Pengendalian Oksigen di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Rabu (14/7). Menurutnya, tugas Posko ini mengatur lalu lintas dan komunikasi antar rumah sakit terkait ketersediaan oksigen.

“Saya mendatangi Posko pengendalian oksigen di BPBD. Posko ini tugasnya mengatur lalu lintas dan komunikasi antar rumah sakit terkait ketersediaan oksigen. Walaupun kita tidak punya stok oksigen di Posko, tetapi tugas Posko ini mengatur dan mengisi ulang oksigen. Rumah sakit itu membawa tabung kosong ke Posko dan kita bawa ke Cilegon, diisi di sana, karena pusatnya di sana,” ungkap Iwan dalam press release Diskominfo Kabupaten Bogor, Rabu (14/7).

Iwan menjelaskan, telah membawa 110 tabung oksigen untuk diisi di Cilegon, tadi dia lihat juga ada dua rumah sakit yang bawa tabung kosong dan membawa tabung isi. Tabung kosong disimpan, dan yang sudah diisi dari Cilegon dibawa oleh rumah sakit. Kegiatan ini yang sekarang sudah berjalan dan rumah sakit sangat antusias dengan keberadaan Posko ini. Selain RSUD, kebanyakan rumah sakit swasta juga menggunakan Posko ini untuk mendapat ketersediaan oksigen. 

“Namun, permasalahannya kita sekarang adalah keterbatasan tabung, Posko tidak ada tabung. Jadi tabung-tabung dari rumah sakit kita kumpulin dan kita angkut jika sudah mencapai 100 tabung, dibawa ke Cilegon. Sehari kemudian sudah diisi, karena perjalanannya relatif singkat, cuma enam jam kan bolak-balik,” terang Iwan.

Jadi, lanjut Iwan, memang kendalanya di stok tabungnya sendiri. Sejauh ini rumah sakit bawa tabung kosong, di simpan dulu, lalu ambil yang sudah diisi. Kalau makin banyak tabung, kita bisa isi banyak sekaligus, nanti rumah sakit yang butuh tinggal ambil dengan meninggalkan tabung kosong mereka. Jadi memang kita harus punya stok juga, tidak menunggu tabung dari rumah sakit datang.

“Kita juga ingin menggalakkan gerakan peduli oksigen. Mudah-mudahan ada masyarakat atau pelaku usaha yang mau menyumbangkan atau meminjamkan tabung oksigen untuk menjaga ketersediaan stok oksigen. Dengan gotong-royong seperti ini, saya pikir masalah kelangkaan oksigen bisa diminimalisasi.

Iwan berharap ada pengusaha atau donatur yang mau menyumbangkan atau meminjamkan tabungnya yang tidak terpakai. Nanti akan isi dan bantu distribusi oksigen untuk rumah sakit.

“Jadi tidak mesti nyumbang tabungnya, dipinjamkan ke kita juga boleh. Yang penting ketersediaan untuk rumah sakit bisa teratasi,” tandasnya.

** Arip Ekon/Diskominfo

Dua Perusahaan di Gunung Sindur Langgar PPKM Darurat

0

Gunung Sindur | Jurnal Bogor

Satuan Gugus Tugas Kabupaten Bogor dan Kecamatan Gunung Sindur pada Rabu siang (14 /7/21) melakukan sidak ke 5 perusahaan yang ada di kawasan Gunung Sindur. Sidak tersebut dilakukan saat adanya PPKM Darurat Jawa-Bali guna mencegah mobilitas ditengah kasus Covid-19 yang makin meningkat di Kabupaten Bogor.

Pada sidak tersebut dari 5 perusahaan, ada 2 perusahaan yang melanggar ketentuan PPKM Darurat. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Bogor Agus Rihdo mengatakan pihaknya bersama gugus tugas kecamatan menemukan beberapa perusahaan masih ada yang  belum menerapkan aturan PKKM dengan masih mempekerjakan karyawan lebih dari 50 persen.

“Dari 5 perusahaan di sektor garmen ada 2 yang melanggar PKKM Darurat, pihak perusahaan masih mempekerjakkan karyawan lebih dari 100 persen, jadi itu yang kita tindak dan beri sanksi tipiring dan tutup,” tegasnya.

Agus menambahan, satu perusahaan disanksi tutup dan satu perusahaan disanksi tindak pidana ringan dengan acaman kurungan 3 bulan dan denda minimal Rp 100- Rp 50 juta. “Dan besok akan disidangkan secara virtual di Polsek Gunung Sindur,” katanya.

Agus juga mengatakan, selama PPKM Darurat Jawa-Bali, memang tidak sedikit perusahaan, dan pengelola pariwisata yang melanggar PKKM. “Dan kami pun setiap hari akan melakukan sidak atau monitoring bersama sama gugus tugas kecamatan, memantau mobilitas manusia di jalan maupun di sektor perusahaan, hal ini dilakukan guna menekan angka Covid-19,” katanya.

Sementara itu menurut pengelola salah satu perusahaan yang mendapatkan sanksi tipiring, Haryono mengaku pihaknya masih mempekerjakan 100 persen karyawannya karena belum ada instruksi dari pemilik perusahaan.

“Kami sektor garmen membuat blogaju untuk ekspor, dan kami akui salah dan berjanji akan meliburkan karyawannya sebanyak 50 persen,” pungkasnya.

** Cepi Kurniawan

Vaksinasi Covid-19 di Parung dan Kemang Membeludak

0

Parung | Jurnal Inspirasi

Vaksinasi massal Covid-19 pada Rabu (14/7/2021) digelar hampir di setiap  kecamatan dan desa di Kabupaten Bogor. Namun antusiasnya warga untuk melakukan vaksinasi ternyata tidak dibarengi dengan protokol kesehatan (prokes) menjaga jarak.

Seperti yang terjadi di dua kecamatan di wilayah utara yakni Kecamatan Parung dan Kemang banyak warga yang hendak melakukan vaksinasi membuat antrean hingga membeludak bahkan terpantau tidak menjaga jarak.

Di Parung, hampir seribu lebih warga yang sudah antre sejak pagi hingga membeludak dan berdempetan tanpa menjaga jarak. “Saya antre sejak pagi, cukup ramai warga yang antre tanpa menjaga jarak, takut sih, tapi untuk mendapatkan vaksinasi rela antre meskipun kondisinya seperti ini,” kata Arum, warga Pamagarsari yang antre kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Menurut Camat Parung, Yudi Santosa, vaksinasi massal ini instruksi Bupati Bogor bahwa setiap kecamatan mengadakan kegiatan vaksinasi massal dengan sasaran 2000 orang. “Sesuai kesepakatan tenaga kesehatan ada 26 orang, petugas admin 20 orang, dan kita lakukan secara serentak untuk warga se-Kecamatan Parung dan ini gratis,” katanya.

Lebih lanjut  vaksinasi massal ini diselenggarakan khusus warga Kecamatan Parung. “Warga Parung  yang kita layani, tapi ternyata ada karyawan pabrik yang datang bergerombol, jadi ada tuduhan kalau kita yang memfasilitasi, itu tidak benar, pabriklah yang memfasilitasi mereka,” katanya.

Terkait antrean yang panjang minimnya petugas membuat antrean pagi hari sedikit tidak teratur dan membludak, pihak kecamatan sudah mengaturnya. “Dan sebenarnya dari pagi itu sudah kita atur karena minimnya petugas jadi sedikit tidak beraturan, namun untuk saat ini  bisa dilihat kita sudah  kita bentuk dengan prokes sepanjang 100 meter dengan dibagi tiga jalur, menggunakan tali rapia,” katanya.

Diketahui saat ini Kecamatan Parung berada di kawasan zona merah sebaran Covid 19. Bahkan sampai saat ini dari data yang diterima Gugus Tugas Kecamatan Parung sudah ada 500 warga Parung terpapar Covid-19.

** Cepi Kurniawan

Dalih Tiap Bulan Dibayar UPT, Air Masjid Digunakan untuk Kebutuhan Proyek

0

Ciawi | Jurnal Inspirasi

Dalih setiap bulan dibayar Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II Ciawi, untuk biaya tagihan PLN di masjid komplek Pemerintahan Kecamatan Ciawi, pelaksana proyek pembangunan gedung yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Bogor tahun 2021 sebesar Rp.1.886.785.500,00, disinyalir menggunakan air masjid untuk kebutuhan proyek.

Dari pantauan di lokasi pembangunan UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II Ciawi, para pekerja PT Optima Teknik Indonesia sebagai penyedia jasa, memasang selang dari keran masjid untuk pelaksanaan Borpel atau pemasangan tiang pancang.

Pelaksana Borpel mengakui jika untuk melaksanakan pengeboran, menggunakan air dari masjid. Alasannya, karena sumur yang ada di kantor UPT, tidak bisa digunakan. “Gara-gara putus kabel listriknya, jadi kami mengambil air di masjid,” aku pekerja yang merupakan warga asal Kuningan.

Lelaki dengan kuping dianting itu mengatakan, pada saat kabel listrik ke mesin sumur bor putus, untuk kebutuhan pengeboran tiang pancang diperbolehkan mengambil di masjid.  “Kami disuruh pegawai UPT. Dan katanya, selama ini pihak UPT yang membayar tagihan listrik masjid,” akunya tanpa memberitahukan identitasnya.

Selain ada instruksi dari pegawai UPT, sambungnya, dari pihak penanggungjawab penyedia jasa juga mengarahkan yang sama agar pengambilan air di mesjid. “Kalau kami hanya pekerja. Jadi bagaimana perintah saja,” papar pria yang juga sebagai mandor dalam proyek pengeboran untuk pemasangan tiang pancang.

Sementara, Kepala Sub Bagian (Kasubag) Tata Usaha (TU) UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II Ciawi, Ade Saban membenarkan adanya pengambilan air untuk kebutuhan proyek di lokasi masjid. “Dan sebelumnya juga air masjid UPT  yang bayar tapi bukan dari anggaran rutin, hanya kebijakan saja,” katanya melalui pesan singkat WhatsApp.

Ade pun menegaskan, pihak penyedia jasa dalam hal ini PT Optima Teknik Indonesia bersedia bertanggungjawab dengan membayar tagihan listrik di masjid. “Sudah saya koordinasi kan, mulai bulan ini penyedia jasa yang bayar tagihan. Saya rasa semua sudah selesai, pihak pelaksana bertanggungjawab,” imbuhnya.

Dewan Pembina Forum Masyarakat Ciawi Peduli (Formacip) Ujang Ka’mun menyayangkan dengan sikap penyedia jasa proyek pembangunan UPT yang dengan semena-mena melakukan pengambilan air masjid.

 “Air masjid ini kan untuk dimanfaatkan beribadah. Tidak boleh digunakan untuk kepentingan pembangunan,” tegasnya.

Pria yang akrab dipanggil Uka tersebut mengingatkan, agar pihak UPT tidak menggunakan kewenangannya secara sepihak tanpa melihat dampak dari pengambilan air untuk kebutuhan proyek.

 “Kondisi air di masjid ini sering kekeringan, apalagi musim kemarau. Kasihan saja yang mau beribadah atau solat tapi airnya kering, karena diambil secara besar-besaran oleh pihak pelaksana proyek,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Vaksinasi Covid -19 di Leuwiliang Dekati Target

0

Leuwiliang l Jurnal Inspirasi

Pemerintah Kecamatan Leuwiliang menyatakan vaksinasi Covid-19 untuk warganya telah mendekati target. Menurut Sekretaris Camat Leuwiliang Iwan Darmawan, hingga Rabu (14/7),  penerima vaksin Covid -19 cukup meningkat.

“Dari jumlah penduduk yang menjadi target vaksinasi, kini  telah mendekati target dibanding hari kemarin,” kata Iwan Darmawan kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/7).

Iwan Darmawan yang juga menjadi Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid -19 Kecamatan Leuwiliang menyebutkan, penerima vaksin dari keluarga penerima manfaat atau keluarga penerima bantuan subsidi pemerintah hampir seluruhnya telah mengikuti vaksinasi.

“Karena salah satu persyaratan penerima bantuan program pemerintah yakni masyarakat telah divaksin, itu sesuai kreteria,” tandasnya.

Animo masyarakat di wilayahnya diakui Iwan terbilang sangat antusias. Hal serupa dikatakan, Kepala Puskesmas Leuwiliang James GH Tambun, pihaknya melihat  program vaksinasi terutama di wilayah Bogor Barat ini pencapaian dari hari kemarin, warga  penerima vaksin mencapai 800 orang.

Penerima vaksin di hari Rabu (14/7) kata dia, bisa mendekati maksimal. Ditargetkan penerima vaksin per harinya diangka 2 ribu, meski dengan lokasi  medan yang cukup jauh. Namun setelah bekerjasama dengan  Muspika, Puskesmas Puraseda, tenaga pendidik,  dan aparat desa, target bisa tercapai.

“Kami harapkan masyarakat jangan takut untuk divaksin, kebetulan kami menjadi saksi dengan kejamnya Covid-19 satu bulan lalu kami dirawat sampai di ICU, hingga bisa mendekati  gagal pernapasan. Namun dengan pemberian obat-obatan maka kami terus berjuang yang kuat, sehingga kami bisa benapas dan bisa kembali selamat,” pungkasnya.

** Arip Ekon

Miliki Peran Penting, Achmad Fathoni Beri Dukungan ke Para Nakes

0

Gunung Putri | Jurnal Inspirasi

Menghadapi wabah Covid-19 yang sedang meningkat telah membuat hampir semua rumah sakit dan Pusekesmas penuh kewalahan menampung pasien Covid. Peran penting tenaga kesehatan (nakes) mulai dari dokter, perawat, bidan dan yang lainnya, menjadi sorotan khusus anggotan DPRD Kabupaten Bogor asal Fraksi PKS, Achmad Fathoni.

Menurutnya, meningkatnya kasus Covid ini membuat banyak tenaga kesehatan yang mengalami kelelahan dan tidak sedikit yang turut ikut terpapar Covid, bahkan ada beberapa yang meninggal dunia.

“Kejadian ini menyadarkan kita oleh karena itu demi memberikan support kepada nakes saya selalu menjalin komunikasi dengan para direktur rumah sakit serta kepala – kepala Puskesmas terutama di wilayah Bogor Timur,” ujar anggota dewan dapil 2 tersebut, Rabu (14/7).

Achmad Fathoni mengaku telah berkomunikasi dengan nakes dalam rangka membantu warga yang membutuhkan pelayanan di rumah sakit dan Puskesmas, juga mengetahui kondisi nakes di rumah sakit dan puskesmas tersebut. Melalui komunikasi tersebut, dia mengetahui  kondisi yang sebenarnya termasuk kesulitan-kesulitan yang dihadapi, beberapa diantaranya juga menyampaikan saran dan masukan untuk ditindaklanjuti.

“Komunikasi ini sangat penting dan merupakan wujud sinergitas bersama dalam menghadapi Covid, saling bantu, support dan berempati dalam menghadapi pandemi,” kata Fathoni.

Menurutnya, semua keluhan, masukan, dan saran dia catat untuk kemudian diteruskan ke fraksi dan ketua DPRD untuk ditindaklanjuti. Bahkan dalam beberapa hari ini dia menyampaikan ucapan apresiasi dan terimakasih secara langsung kepada tenaga kesehatan.

“Semoga para nakes dan keluarga senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, kesabaran, serta keberkahan agar bisa terus bekerja melayani dan merawat pasien, dan semoga Allah akan membalas dengan pahala yang baik,” katanya.

Dia dalam waktu dekat ini akan mengagendakan mengunjungi  dan memberi support secara langsung kepada para nakes dan sudah meminta izin ketua DPRD agar bisa turun.

“Insya Allah akan saya usahakan untuk turun mengawasi dan mensupport baik dalam proses penanganan pasien Covid maupun pemberian vaksin,” pungkas Achmad Fathoni mengakhiri.

** Nay Nur’ain

Sungai Cidurian Dipenuhi Sampah, Warga Khawatir Jadi Sumber Penyakit

0

Jasinga l Jurnal Inspirasi

Keberadaan tumpukan sampah yang berada di pinggir daerah aliran sungai Cidurian  di kampung Sipak Dua, Desa Sipak, Kecamatan Jasinga, Kabupaten Bogor, membuat khawatir warga. Mereka menilai sampah tersebut menjadi permasalahan  besar bagi kesehatan ditengah  mewabahnya Covid-19.

Hal ini dikatakan  penasehat karang taruna Desa Sipak, Yanti yang menyebut banyaknya tumpukan sampah di pinggir sungai itu karena rendahnya kesadaran warga di dua RW yang membuang sampai ke sungai.

“Kebanyakan di dua RW membuang sampah kesini,  padahal sudah dikasih plang peringatan, namun ada yang merobek, ” ujarnya kepada wartawan, kemarin.

Bahkan pihaknya baru satu tahun di Katar Desa Sipak sudah memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar, namun tetap saja tak diindahkan.

Untuk mengatasi permasalahan sampah itu, kata Yanti,  dibutuhkan solusi dari semua pihak.

Dia menilai  sungai Cidurian keberadaanya penting untuk  kebutuhan sehari-hari.

“Warga juga biasa menggunakan air dari kali Cidurian antara lain untuk mandi termasuk mencuci piring dan pakaian,” terangnya.

“Kalau tumpukan sampah tersebut lama dibiarkan akan berdampak buruk kedepannya, karena satu-satunya sungai ini digunakan oleh masyarakat.  Jika tercemar sampah, itukan bisa menyebabkan berbagai sumber penyakit, ” ucapnya.

Padahal kata Yanti, tempat pembuangan sampah sudah disediakan di area sisi sungai. Namun sudah penuh dan tidak terurus.

“Memang yang sulit itu pemahaman dari masyarakat itu sendiri, ” cetusnya.

“Masalah banget memang masalah sampah pengennya ada solusi ada tempat sampah khusus tapi jangan disini,  walaupun ada dan disiapkan kalau disini keliatannya kurang bagus juga, ” tukasnya.

** Arip Ekon