26.5 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 877

Melenting, Genpar Dorong Indonesia Power Tinjau Ulang Jembatan di Karacak

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Meskipun terhitung baru setahun, keberadaan jembatan  yang berlokasi di Kampung Sipon, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor menjadi sorotan karena kondisinya sudah melenting.

Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah memaparkan, pembangunan jembatan dari program Samisade yang membentang di lahan anak milik perusahaan PLTA, yakni Indonesia Power diminta segera dilakukan peninjauan ulang.

Jembatan berdiameter  11 x 4 meter yang menghubungkan antara kampung  Sipon Ilir RT 04 RW 09 dengan Kampung Sukamaju RT 01 dan RT 02 Desa Karacak Kecamatan Leuwiliang yang bersumber dari bantuan keuangan Infrastruktur APBD Kabupaten Bogor sekitar Rp.402.000.000, menurut Sambas  dinilai mubazir.

“Mengingat sempitnya lahan dan medan jembatan kampung sebelah yang begitu curam, lantaran tidak dapat dilalui oleh kendaraan roda empat maka kami mengatakan anggaran tersebut terkesan mubazir,” beber Sambas kepada Wartawan, Kamis (23/6).

Padahal kata dia, masih banyak sekali pembangunan yang menjadi skala prioritas di wilayah tersebut. Dengan begitu, sambung Sambas, progres Genpar dengan telah melayangkan surat yang ditujukan ke admin pengaduan pelanggaran Indonesia Power di Jakarta.

Surat aduan tersebut bahwa bangunan jembatan untuk segera dievaluasi sekaligus tinjau ulang izin atau rekomendasi pembangunan yang diduga dikeluarkan oleh Indonesia Power Saguling Jawa Barat. Pasalnya, jembatan itu kini telah terjadi perubahan struktur, girder balok baja sebagai penyangga beton sepanjang 11 meter dan kondisi jembatan telah melenting.

Masalahnya, dibawah jembatan tertanam dua pipa air raksasa peninggalan Belanda milik Indonesia Power dan hal ini dibenarkan oleh salah satu warga sekitar, Wd yang turun langsung hingga ke lorong jembatan yang dibangun dari Samisade tersebut. “Ini akan menjadi tanggung jawab siapa manakala jembatan itu terjadi ambruk,” papar Sambas lagi.

Perlu diketahui jembatan ini berdiri di bagian obyek vital nasional yang berfungsi sebagai suplai tenaga listrik ke wilayah Kabupaten dan Kota Bogor. Sambas meminta Indonesia Power pusat harus lebih fokus  kepada kajian teknis konstruksi bangunan yang direkomendasi dan  diduga diabaikan oleh semua pihak, baik Pemdes, Ketua Tim Verifikasi Kecamatan, UPT Dinas PUPR  dan Dinas DPMD.

“Satu hal yang menjadi kejanggalan, kok bisa LPJ Samisade selesai namun batu prasasti sebagai ciri khas dan keterbukaan informasi publik hingga kini tidak terpasang,” tanya Sambas.

Sambas menyebut pemanfaatan aliran listrik yang dihasilkan dari perusahaan PLTA Indonesia Power unit Karacak, menurut Sambas, itu bukan hanya wilayah Kabupaten atau Kota Bogor, saja namun tersambung sampai Rangkas Bitung, Provinsi Banten. “Bahkan termasuk membantu aliran suplai listrik yang terintegrasi hingga wilayah Jawa dan Bali,” sebut Sambas.

Merujuk pada UU No.28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) berikut  UU No 14 tahun 2008 tentang keterbukaan Informasi Publik, menurut Sambas, begitu penting peran serta masyarakat dalam kontrol sosial terhadap pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah.

Ada pun adanya sanggahan dari pihak terkait, kata dia, sah-sah saja selama  dasarnya jelas serta dilengkapi data pendukung. “Siapapun yang terlibat dalam proyek pembangunan jembatan itu tentu harus bertanggung jawab,” pungkas Sambas.

** Arif Ekon / Andres

Damkar Targetkan Bangun 12 Sektor di 40 Kecamatan 

0

 

Ciawi | Jurnal Bogor

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Bogor, menargetkan pembangunan 12 sektor yang akan tersebar di 40 kecamatan. Hal itu mengingat tingginya tingkat bencana kebakaran di wilayah Kabupaten Bogor, sehingga menuntut kesiapan dan kesiagaan petugas pemadam kebakaran yang saat ini baru berdiri 8 sektor.

Sekretaris Dinas Damkar dan Penyelamatan Kabupaten Bogor, Hidayat Saputra Dinata mengatakan, secara administratif wilayah Kabupaten Bogor memiliki 417 desa dan 17 kelurahan yang tersebar di 40 kecamatan. Sehingga, penambahan sektor yang sekarang baru 8 titik menjadi 20, menjadi program dinasnya hingga tahun 2023 mendatang.

 “Idealnya kita memiliki 20 Sektor Pos Damkar, karena kecepatan dan efektifitas kerja akan tercapai. Jika jumlah personil bisa dipenuhi, pastinya sesuai dengan jumlah yang ideal,”  ujarnya saat mengunjungi Sektor Damkar dan Penyelamatan Ciawi, Kamis (23/06).

Nantinya, kata mantan Sekdis Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) yang hanya menjabat selama delapan bulan itu,,  Sektor Damkar berada di setiap Dapil di Kabupaten Bogor, terdiri dari 6 wilayah yang merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan menaungi beberapa sektor.

Selain itu, jumlah petugas saat ini tidak ideal dengan kebutuhan operasional lapangan. Tetapi hal itu tidak membuat pelayanan petugas Damkar dan Penyelamatan menjadi menurun.

“Fungsi Damkar tidak hanya memadamkan api, tapi juga ada bagian rescue yakni penyelamatan berbagai macam bencana. Makanya saya sudah mewacanakan setiap Dapil satu UPT dan membawahi beberapa sektor, seperti Dapil selatan akan ada Sektor Damkar di Cisarua Gunung Mas, Cigombong dan Cijeruk,” papar Hidayat.

Pria yang sebelumnya pernah menjadi Camat Cijeruk itu menambahkan, untuk membentuk 20 Sektor Damkar, alokasi anggaran bisa mengunakan dana APBD Kabupaten Bogor dan Coorporate Society Responsibility (CSR) sejumlah perusahaan. Intinya, penambahan personil dan Pos Damkar sangat dibutuhkan.

 “Bekerja memadamkan api itu, berlomba dengan waktu. Ketika unit pemadam kebakaran dioperasikan oleh personil yang cukup api semakin cepat dipadamkan,”tambahnya.

Ia berharap, pada 2023 penambahan pembentukan 20 Sektor Damkar bisa terealisasi. Saat ini, setiap sektor terdiri dari 52 personil dalam setiap harinya ada 17 petugas yang bersiaga, sedangkan kendaraan pemadam kebakaran di tiap sektor ada 4 unit.

“Program kerja itu, sesuai dengan Permendagri Nomor 16 Tahun 2020 Tentang Pedoman Nomenklatur Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelematan. Semua sudah tertuang didalam Permendagri tersebut,” tukas Hidayat yang akrab dipanggil Ibing.

** Dede Suhendar

Pasca Covid, SDN 2 Citaringgul Akhirnya Bisa Gelar Samenan

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor 

SDN Citaringgul 02 Desa Citaringgul, Babakan Madang, Kabupaten Bogor akhirnya bisa mengadakan samenan atau pelepasan siswa-siswi kelas 6 sekaligus pentas seni tari kelas 1-5.

Kepala Sekolah SDN 02 Citaringgul Hj.Kamilah bersyukur pandemi Covid – 19 telah menjadi endemi setelah Presiden Joko Widodo memperbolehkan dan melonggarkan penggunakan masker.

“Akhirnya setelah 3 tahun tidak diadakan samenan, kini kita semua bisa bergembira dan melaksanakan kegiatan rutinitas tahunan ini. Namun walau begitu tetap jangan mengabaikan protokol kesehatan,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/06/22).

Maka dari itu, kata dia, dengan adanya kebijakan pelonggaran Covid-19, akhirnya bisa mengadakan samenan.

Ditempat yang sama disampaikan Ucu, wali siswa kelas 6, setelah 3 tahun tidak ada kegiatan samenan, lulusan tahun ini akhirnya bisa mengadakan samen lagi.

“Senang dan antusias akhirnya anak-anak bisa punya momen perpisahan dan untuk kelas bawahnya bisa menampilkan kegiatan seni tari dan lainnya,” pungkasnya.

Kegiatan samenen SDN Citaringgul 6 turut dihadiri Kepala Desa Citaringgul Frredy dan acara diisi lengser, penampilan seni tari, baca puisi, pildacil dan drama.

** Nay Nur’ain

Ekspose Aktivitas, Forum UMKM dan IKM Kabupaten Bogor Gelar Jambore

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Forum Usaha Kecil dan Menengah  (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM) Kabupaten Bogor menggelar jambore pada Rabu-Kamis (22-23/6/2022) di perkemahan Villa Bukit Hambalang, Desa Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor.

Forum ini menjadi tempat berhimpun dari para pelaku usaha kecil yang selama masa pandemi berperan penting dalam menjaga ketahanan ekonomi ditengah-tengah masyarakat. Bertemakan Bela Beli Produk UMKM, forum ini akan mengekspose setiap aktivitas dari para anggota UMKM dan IKM se-Kabupaten Bogor.

Hadir dalam acara tersebut staf ahli Kemenkop Dr. Yulius, kepala dinas koperasi, perdagangan, DKP dan anggota DPRD Kabupaten Bogor, serta para sponsor baik dari BUMD dan swasta

Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Bogor H. Irvan Baihaqi Tabrani, yang juga pembina UMKM dan IKM Kabupaten Bogor mengaku senang atas terselenggaranya jambore tersebut. “Kegiatan ini menyampaikan pesan bahwa teman-teman UMKM sudah mulai bangkit dan siap maju bersama,” jelasnya.

Sementara staf ahli Menteri Bidang Produktivitas dan Daya Saing, Yulius menyampaikan bisnis di Bogor perlu matching antara pemda, swasta dan UMKM. Kemenkop membuka peluang terbuka berbagai pelatihan untuk UMKM Kabupaten Bogor.

** Nay Nur’ain

112 Warga Desa Weninggalih Terima BLT DD

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebanyak 112 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Weninggalih, Jonggol, Kabupaten Bogor menerima Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) dengan total nominal yang diterima masing-masing Rp 600 ribu untuk April dan Mei. Sasaran utama penerima BLT DD adalah dari keluarga miskin non program keluarga harapan (PKH).

Kasie Kesra  Desa Weninggalih Onim mengatakan, pembagian BLT DD diserahkan langsung kepada  penerima bantuan  di aula desa. Tetapi jika ada warga  yang tidak bisa hadir karena kondisi sakit, pihak petugas langsung mengantarkannya ke rumah warga tersebut.

“Dalam pembagian BLT DD ini pihak desa tidak akan mempersulit. Sebab, jika ada yang tidak bisa hadir dikarenakan sakit pihak petugas bisa mengantarkan ke rumah warga yang sakit ,” ujar kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/6/22).

Menurutnya, bantuan langsung tunai melalui BLT DD ini merupakan salah satu bantuan yang diberikan dalam upaya menekan dampak pandemi covid-19, terutama bagi warga kurang mampu dan terdampak Covid-19 yang belum tersentuh bantuan dari pusat.

“Mekanisme didalam penyaluran BLT Dana Desa ini masih sama seperti tahun sebelumnya. Kegiatan ini berjalan lancar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Ratusan Personel Gabungan Dikerahkan Sambut Kunjungan Kapolri ke Gunung Putri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor pada Jumat (24/6) akan kedatangan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jendral Listyo Sigit dalam acara launching Desa Presisi Tingkat Nasional. Sebanyak 500 aparat gabungan akan disiagakan menyambut kedatangan Kapolri.

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri megatakan, secara kebetulan Desa Gunung Putri juga dipilih sebagai tempat launching oleh Polres Bogor dan kehadiran Kapolri dinantikan pada Jumat.

“Persiapannya tinggal meneruskan, kita sudah mengkondisikan lingkungan juga, aparat desa juga sudah siaga satu untuk suksesnya acara kedatangan Kapolri tersebut,” kata Daman Huri.

Sementara itu, Kabag bin Opsnal dit Binmas Polda Jabar, AKBP Sunarya mengatakan bahwa dalam persiapan Kapolri berkaitan dengan presisi, tentunya desa itu sudah membuat inovasi-inovasi sehingga Kapolri berkenan hadir.

“Tentunya Bogor ini khususnya Gunung Putri, sudah tidak diragukan lagi di dalam karena pelaksanaanya realita sekarang yang sudah disampaikan kepala desa,” ucapnya kepada wartawan, Kamis (23/6/2022)

Adanya CCTV di setiap RT, kata AKBP Sunarya, agar mengurangi tingkat kriminalitas, yang di mana masyarakat bisa menjadi polisi untuk dirinya sendiri.

“Dan untuk menjaga keamanan agar tidak mengandalkan polisi saja, yang bermaksud agar semua masyarakat bisa menjadi polisi,” katanya.

AKBP Sunarya berharap program dari Desa Gunung Putri ini bisa menyebar ke desa lain, khususnya di Jawa Barat.

“Untuk kedatangan Kapolri besok sudah disiapkan setidaknya 500 aparat gabungan akan mensiagakan kedatangan pak Kapolri,” jelasnya.

“Dari 500 aparat gabungan tersebut, diantaranya terdapat anggota kepolisian, TNI dan Brimob, yang tersebar di sekitar lokasi acara,” paparnya.

Untuk Kapolri sendiri, menurut AKBP Sunarya sudah dipastikan akan hadir dan terdapat dua opsi untuk kehadirannya. “Bisa melalui jalur darat atau tol dan juga jalur udara dengan helikopter,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay

Pol PP Babakan Madang Sidak Tempat Hiburan Malam

0

Babakan Madang | Jurnal Bogor

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Babakan Madang melakukan patroli rutin dan razia Tempat Hiburan Malam (THM) di kawasan Ruko Sentul City, Kecamatan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Rabu (22/06).

Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kecamatan Babakan Madang, Hendra menyebutkan, sesuai perintah pimpinan (Camat Babakan madang) timnya melaksanakan razia dan himbauan kepada tempat hiburan malam.

“Di hari Rabu jam 7 sampai jam 11 kami merazia Kawasan Ruko Plaza Niaga 1 sampai dengan 3 , karena diduga ada ruko yang dijadikan tempat hiburan malam caffe, resto, massage dan biliard,” terangnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (23/06).

Bersama seluruh anggota, sebelum razia dilakukan apel persiapan dan briefing dari pimpinan.

“Dari informasi yang kami terima, adanya kegiatan tempat hiburan dan kami langsung malam itu mengecek keberadaan tempat hiburan malam tersebut,” jelasnya.

Sesuai arahan, kata dia, ada beberapa yang disampaikan ke pengelola diantaranya untuk melengkapi izin dan harus mengikuti aturan yang ada.

“Pertama tidak boleh melakukan kegiatan yang merugikan warga masyarakat, kedua untuk bisa mengikuti aturan yang berlaku, ketiga, bagi yang ditemukan belum melengkapi syarat untuk berusaha harus segera melengkapi perizinan yang dibutuhkan sesuai bidang usaha,” paparnya.

“Dan imbaun tersebut untuk bisa dilaksanakan namun bila ditemukan pengusaha yang membandel kami tidak segan – segan berikan peringatan keras bahkan sampai penutupan atau pencabutan izin bila itu diperlukan,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

SMP PGRI Sukamakmur Diserbu Ribuan Lalat Hijau

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Sekolah SMP PGRI Sukamakmur, Desa Pabuaran, Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor, diserbu ribuan lalat hijau sehingga menganggu Pembelajaran Tatap Muka (PTM). Lalat hijau itu masuk ke beberapa kelas dan tak hanya hinggap di lantai tetapi juga dinding sekolah, bahkan mengerubuti setiap makanan.

“Cukup kesal juga, banyak sekali lalat hijau yang menganggu PTM di SMP PGRI Sukamakmur, dan lalat ini sudah ada sejak 15 hari yang lalu,” keluh Kepala Sekolah PGRI Sukamakmur Maryati, Kamis (23/06).

Ia menjelaskan, pihaknya akan berkordinasi dengan pemerintah desa setempat untuk mengatasi permasalahan yang ada di lingkungan sekolahnya.

“Nanti kita coba untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Desa dan RT/RW karena ini sudah fatal, mengganggu kegiatan belajar mengajar. Terlebih lagi, kita malu saat kedatangan tamu, banyak lalat yang mengerumuni setiap yang datang,” keluhnya.

Terpisah disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Mike Kaltarina. Dia akan mengecek sekolah karena bila dibiarkan akan menimbulkan penyakit.

“Harus kita cek, dan kita tinjau karena kalau ribuan lalat itu hinggap ke makanan para siswa di saat waktu istirahat, siswa tersebut nantinya akan terkena dampak penyakit diare,” jelasnya.

Dia mengimbau siswa-siswi SMP PGRI Sukamakmur untuk menutup makanan sebelum dikonsumsi saat waktu istirahat.

“Siswa juga harus bisa menutup makanan. Jangan sampai lalat itu hinggap ke makanan yang akan dikonsumsi. Kami juga nanti akan berkoordinasi dengan Puskesmas Sukamakmur untuk menindaklanjuti masalah ini,” ucapnya.

Kemudian Kepala Puskesmas Sukamakmur, Linda Lia mengaku saat ini pihaknya belum mengetahui soal adanya ribuan lalat yang menyerbu SMP PGRI Sukamakmur.

“Kita belum mendapatkan laporan adanya kasus ini, dan kita juga sudah mengecek bahwa belum ada kasus penyakit diare,” katanya.

Dia menuturkan, pihaknya akan melakukan pengecekan adanya ribuan lalat yang menyerbu SMP PGRI Sukamakmur tersebut. “Nanti akan kita cek bersama pemerintah kecamatan,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

Netfid dan Bawaslu Sepakat Kolaborasi Ciptakan Pemilu Kota Bogor yang Berkualitas

0

Bogor | Jurnal Bogor

Di tengah situasi politik yang semakin hangat dengan berbagai maneuver-manuver partai politik yang saling menunjukan jagoan-jagoan mereka, hal ini membuat dinamika politik semakin panas dan bergejolak, apalagi dihadapkan dengan pemilihan Pilkada serentak dan Pilpres 2024.

Netfid (Network for Indonesian Democratic Society) menegaskan bahwasanya proses pengawasan pemilu ini harus kita tegakkan demi melahirkan demokrasi yang berdaulat, dan Netfid selalu berada di garda terdepan untuk pengawasan pemilu mendatang. Hal tersebut ditegaskan Ketua Netfid Kota Bogor Asep Setiawan pada audiensi, Senin (20/6/2022).

Dalam kedaulatan rakyat, atau kehidupan demokrasi khususnya di Kota Bogor, sepakat kualitas Pemilu itu harus dikawal, jaga, dan diawasi. Dengan harapan kedepan Netfid bisa kolaborasi dengan Bawaslu sebagai lembaga pemantau Pemilu.

“Apa yang bisa dilakukan oleh lembaga pemantau pemilu apabila sudah didaftarkan dan terakreditasi di Bawaslu RI  maka hal ini sifatnya koordinasi atau konfirmasi untuk wilayah Provinsi Kabupaten/Kota, yang terpenting adalah kita memastikan bahwa Netfid ini harus netral dan tidak terafiliasi partai politik manapun,” sambung Ketua Komisioner Bawaslu H Ahmad Fathoni.

Maka dari itu, ketika bicara soal kewajiban ada dua hal yang harus kita pahami  antara lain kewajiban formal ini untuk menjaga kualitas Pemilu yaitu ada di penyelenggara Pemilu, karena sesuai dengan amanat UU No 7 tahun 2017 dan UU No 10 tahun 2016, terdiri dari KPU, Bawaslu, DKPP.

Lalu yang kedua adalah tanggung jawab moril karena sebagai warga negara RI  punya hak yang sama di mata undang-undang untuk  menentukan siapa yang berhak duduk di tatanan eksekutif dan legislative dengan momentumnya yaitu Pemilu.

Berkaca pada Pemilu tahun 2019, Kota Bogor ini ‘seksi’ karena sebagai penyangga ibu kota dari sisi indeks kerawanan Pemilu kelasnya medium dan yang namanya medium ketika dibesarkan permasalahannya  pasti kencang  oleh orang yang punya kepentingan atau orang yang berkuasa.

Bisa juga dikecilkan dengan syaratnya adalah Bawaslu dalam hal ini pengawasan Pemilu harus terus membunyikan pengawasan partisipatif sebab hasil kualitas pengawasan yang berhasil yaitu yang bisa mengajak partisipasi masyarakat semakin besar partisipasi maka dari itu potensi pelanggaran Pemilu akan semakin minim.

Sebelum pengawasan Bawaslu melakukan semangat pencegahan yang mana konteks pencegahan ini potensi pelanggaran itu bisa dilakukan pencegahan diawal atau minimalnya adalah meminimalisir pelanggaran pelanggaran tersebut.

Dalam hal ini Bawaslu berkomitmen dan serius dalam proses pengawasan Pemilu, baik dengan kaitan kaitan tahapan pemilu, persiapan potensi potensi pelanggaran seperti ini yang dicermati dalam konteks pengawasan, maka dari itu Bawaslu  menyiapkan SDM yang unggul di masing masing zona sehingga apa yang menjadi poin-poin dalam pengawasan sehingga apapaun hasilnya tetap teradministrasikan dalam form A.

“Maka dari itu Bawaslu mengajak kepada Netfid untuk segera mendaftarkan sebagai lembaga pemantau untuk sama-sama saling kolaborasi dan mitra strategis,” tandas Ketua Komisioner Bawaslu H Ahmad Fathoni.

**Try Rahman/rls.mg

Heboh, Buaya Muncul di Cisadane

0

JURNAL INSPIRASI – Kemunculan buaya di Sungai Cisadane atau tepatnya di bawah Jembatan Besi Cipaku, Kecamatan Bogor Selatan, viral di media sosial.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) pun langsung melakukan pemantauan di jembatan yang merupakan perbatasan antara Kelurahan Cipaku dan Kelurahan Ranggamekar.

Kepala BPBD, Theofilio Freitas mengatakan bahwa kemunculan buaya pertama kali terlihat oleh warga pada Rabu (22/6) pukul 12.00 WIB, yang langsung melaporkannya ke BPBD.

“Warga khawatir buaya itu menyerang orang yang kerap memancing dan anak-anak di area tersebut,” kata Theo kepada wartawan, Kamis (23/6).

BPBD mengimbau agar warga tidak ada yang memancing dan berenang di kawasan itu.

“Kondisi saat ini, buaya tidak terlihat setelah dilakukan pencarian 1 jam lebih serta kondisi debit aliran air,” katanya.** Fredy Kristianto