27.4 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 878

Sekda Ingin Birokrat Sekarang Miliki Kompetensi Sesuai Perkembangan Zaman

0

Cisarua|Jurnal Bogor

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menghadapi era 4.0 bahkan 5.0 dengan pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin ingin jajaran birokrat masa kini harus memiliki dimensi-dimensi kompetensi sesuai kebutuhan dan perkembangan zaman. Hal tersebut dikatakannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III lingkup Pemkab Bogor, di Hotel Rizen Premiere, Cisarua, Rabu (22/6).

Akselerasi traransformasi digital dan kondisi yang terus bergejolak menuntut birokrasi pemerintahan untuk mampu cepat beradaptasi. Para ASN harus terus meningkatkan kapasitas, kreativitas dan inovasi. Terlebih dalam agenda nasional reformasi birokrasi, tahun 2024 seharusnya sudah menjadi birokrasi berkelas dunia.

“Kepemimpinan Eselon 3 dituntut untuk memiliki kompetensi taktis, yaitu harus mampu menerjemahkan visi dan misi pemerintah daerah secara nyata ke dalam bentuk program kegiatan, memberdayakan potensi, mengelola dinamika serta merespon berbagai isu strategis dalam unit kerjanya,” kata Burhanudin.

Birokrat masa kini harus memahami bahwa permasalahan di masyarakat semakin kompleks dan dinamis sehingga tuntutan masyarakat akan pelayanan yang prima juga terus meningkat.

“Saya minta pejabat administrator agar meningkatkan kompetensi yang tepat sesuai level dan kewenangannya agar mampu berkontribusi optimal dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik dan mewujudkan visi Kabupaten Bogor termaju, nyaman, dan berkeadaban,” ujar Sekda Burhanudin.

Sekda juga berpesan, pada forum ini saya minta sebagai ASN, tidak boleh ada lagi ego sektoral. Tidak ada superman, jadilah super team. Saya ingin melihat, tidak ada lagi ketidakkompakan, demi memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat.

Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III dilaksanakan selama 91 hari mulai tanggal 21 Juni hingga 28 September 2022. Pelatihan dilaksanakan selama 818 jam pelajaran, diikuti peserta sebanyak 32 orang yang terdiri pejabat administrator eselon III. Usai pelatihan, evaluasi akan dilakukan di bidang akademik, studi lapangan, aksi perubahan, serta sikap perilaku.

Sekretaris Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Jawa Barat, Yudi Kuncoro menjabarkan, apresiasi diberikan kepada Plt. Bupati Bogor dan Sekretaris Daerah, beserta seluruh jajaran atas kolaborasi yang telah terjalin antara Pemprov Jabar dan Pemkab Bogor dalam upaya peningkatan SDM.

Hal ini demi memenuhi standar, karena diperlukan kemampuan kompetensi manajerial, diindikasikan dengan cara memimpin kegiatan yang baik dan sesuai prosedur.

 “Melalui pelatihan ini diharapkan dapat memaksimalkan kompetensi pejabat administrator, untuk memenuhi indeks kompetensi ASN. Nantinya menjadi standar dan acuan dalam penempatan ASN agar dapat melaksanakan pelayanan publik yang baik,” ujar Yudi.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo mencanangkan ASN Berakhlak, Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif. Adanya core values ASN ini sebagai sari dari nilai-nilai dasar ASN sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 Tentang Aparatur Sipil Negara, dalam satu kesamaan persepsi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh seluruh ASN. Sedangkan bangga melayani bangsa, merupakan employer branding ASN zaman now yang melayani sepenuh hati.

“Saya berharap kegiatan ini dapat memotivasi dan menjadi jalan untuk menghadapi tugas kedepan yang semakin kompleks, dapat mengaktualisasikan kemampuan dalam meningkatkan pelayanan publik di lingkup Pemkab Bogor. ASN Pemkab Bogor, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi instansinya dan masyarakat Kabupaten Bogor pada umumnya,” ucap Yudi.

** Dede Suhendar

Jembatan Cikaniki II Dibangun Miliaran, Warga Pangkaljaya Sayangkan tak Dipekerjakan

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Pembangunan jembatan  penghubung antar Desa Pangkaljaya dengan Desa Nanggung Cikaniki II, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dikeluhkan  masyarakat setempat. Pasalnya mengawalinya pengerjaan jembatan tersebut  tidak melibatkan tenaga lokal dari warga Desa Pangkaljaya. Keluhan tersebut datangnya dari ketua RT setempat, Parlan.

Dia menyayangkan dengan anggaran yang begitu besar, akan tetapi dalam pelaksanaannya tidak melibatkan tenaga lokal warga Desa Pangkaljaya. Anggaran bangunan jembatan Cikaniki II PT Trimanunggal Karya dibawah konsultan pengawas PT Demensi Ronakon sebesar Rp15.994.199.750 miliar.

Diakui Parlan, memang pekerjaan itu baru dimulai baru dua hari, yang mana wilayah pengerjaan pembangunan jembatan sebagian masuk ke wilayahan Desa Pangkaljaya. Memang kata dia, pembangunan saat ini masih menggunakan alat berat, meski pihak kontraktor belum membutuhkan tenaga kerja, seharusnya sebelum pembangunan dimulai pihak kontraktor melakukan musyawarah terlebih dulu.

“Kalau untuk skill pembangunan jembatan itu secara proposional kami tidak ganggu lah, itu kewenangan pihak kontraktor. Tapi apa iya, dengan anggaran miliaran  itu pihak kontraktor sama sekali tidak melibatkan tenaga kerja warga sekitar,” papar Parlan kepada Jurnal Bogor, Rabu (22/6).

Menurut Parlan, sejauh ini tidak adanya koordinasi terkait pemberdayaan masalah tenaga kerja,  informasi didapat masih belum membutuhkan. “Padahal di wilayah kita banyak yang nganggur juga, kami harap berjalannya jembatan itu masyarakat bisa dilibatkan,” kata Parlan.

Bukan hanya masyarakat maupun ketua RT, dan RW bahkan termasuk Kepala Desa Pangkaljaya Opik Sumarna  mengaku pihak  kontraktor belum ada koordinasi.

“Belum ada koordinasi ke desa, maka anggota Linmas pun kami larang jangan ada yang ikut bekerja selama pihak kontraktor sebelum koordinasi datang ke desa. Kami minta pihak kontraktor segera ada komunikasi, sebab kami juga punya hak untuk memberdayakan masyarakat,” pintanya.

Adapun pihak kontraktor kata dia, pernah bersurat pemberitahuan pelaksanaan, namun tujuan alamatnya salah karena yang ditulis pada surat yang dituju  bukan Desa Pangkaljaya melainkan Desa Nanggung.  

** Arip Ekon/Andres

Warga Pamungguan Ubah Limbah Kayu Jadi Kerajinan

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Warga Kampung Pamungguan RT 05 RW 05 Desa Leuwisadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor memanfaatkan kayu bekas atau limbah kayu menjadi kerajinan yang berharga. Potongan kayu bekas diukir dengan berbekal alat ukir manual mengubah kayu limbah menjadi patung-patung beraneka macam.

“Kerajinan tangan ini bermaterikan kayu yang sudah tidak terpakai, kita manfaatkan untuk diukir menjadi berbagai jenis bentuk,” ungkap pengrajin, Saepudin kepada wartawan, kemarin.

“Jenis kerajinan yang banyak dibuat yakni jenis patung hewan, asbak, kaligrafi dan masih banyak lainnya,” tambahnya.

Kendati begitu, pengrajin yang baru satu tahun menekuni kerajinan tangan dengan berbagai jenis dan motif itu, membutuhkan perhatian dari pemerintah. Sebab dirinya saat ini sulit untuk memasarkan kerajinan yang dia hasilkan.

“Saya berharap adanya perhatian dari pemerintah kepada para pengrajin seperti kami ini, agar karya yang kami buat ini bisa dikenal oleh orang banyak dan terus berkembang menjadi lebih baik,” paparnya.

Sementara, Ketua Karang Taruna Maulana membenarkan, adanya pengrajin patung tersebut di wilayahnya. Dia mengapresiasi warga pengrajin tersebut.

“Adanya pengrajin ini tentu menjadi contoh. Untuk bisa menjadikan perekonomian masyarakat setempat menjadi lebih baik,” kata dia.

Dia berharap, kepada instansi pemerintah agar memperhatikan para pengrajin ini. “Untuk instansi pemerintah agar bisa  membimbing warga yang mempunyai potensi keahlian tangan,” tukasnya.

** Andres

Ingatkan BPN, Warga GAS Lakukan Aksi Damai 

0


Cileungsi | Jurnal Bogor 

Puluhan warga perumahan Griya Alam Sentosa (GAS) Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor melakukan aksi damai menyampaikan aspirasi soal tanah fasos fasum ke gedung Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Bogor Timur untuk memperingatkan BPN Cileungsi agar tidak sembarangan dalam menerbitkan sertifikat lahan yang ada di Perumahan GAS.

Ketua Tim Penyelamat Fasos Fasum Yudi Deki Purwadi mengatakan,  warga melakukan aksi damai di untuk menyampaikan aspirasi dengan adanya oknum yang mencaplok lahan fasos fasum.

“Yang kami pertahankan disini adalah tanah Pemda, bukan tanah pribadi kami, tanah fasos fasum kami yang harusnya kami nikmati bersama warga GAS malah diperjualbelikan oleh oknum dan mirisnya sekarang sudah menjadi sertifikat,” papar Yudi kepada Jurnal Bogor, Rabu (22/06/22).

Maka dari itu, kata dia, sebagai warga GAS mendoakan kepada pejabat BPN yang berwenang dalam menangani kasus ini bisa berbuat adil dan jangan melindungi oknum yang mencaplok lahan fasos fasum. Apalagi lahan itu saat ini sudah terbit 13 sertifikat produk BPN.

“Jika pejabat BPN tidak bisa berbuat adil dan justru malah melindungi oknum tersebut kita doakan semoga cepat sadar namun jika tidak sadar juga agar cepat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa,” cetus Yudi yang diamiini oleh seluruh demonstran warga GAS .

Dia heran selama 27 tahun perumahan GAS sampai saat ini belum menyerahkan fasos fasum tapi Pemkab terkesan diam saja. Bahkan di site plant yang terbaru perubahan tahun 2006, lahan lapangan bola yang merupakan serapan air malah justru diperjual belikan lagi oleh oknum.

“Ini kami pertanyakan, kok bisa BPN menerbitkan sertifikat di lahan fasos fasum,” cetusnya.

Ditempat yang sama Kasie Pengendalian dan Penanganan Sengketa BPN Cileungsi Sri Dewi Marlina Putri mengatakan, adanya aksi damai dari warga perumahan GAS akan ditampung dan diterima keluhan – keluhannya.

“Untuk sertifikat yang sudah terbit kami akan cek nanti, apalagi kan warga GAS sudah naik ke Pengadilan Negeri maka dari itu nanti kita beberkan di pengadilan saja,” pungkas Vivi biasa disapa.

** Nay Nur’ain

Minyak Goreng Curah Diubah Jadi Kemasan Memberatkan Pedagang

0

Rumpin l Jurnal Bogor

Rencana pemerintah pusat mengubah minyak goreng curah ke dalam kemasan sederhana yang lebih higienis dikonsumsi masyarakat, dikeluhkan para pedagang di Pasar Rumpin. Pedagang menilai rencana pemerintah itu dinilai memberatkan karena saat ini harga minyak goreng  terbilang masih terlalu tinggi.

“Saat ini peminat lebih banyak minyak curah karena harga murah dibading minyak kemasan,” kata agen minyak goreng di Pasar Cicangkal, Endah.

Endah mengaku, peralihan minyak curah ke kemasan bisa membuat sepi pembeli dan berdampak ke penurunan penjualan.

“Kalau mau dialihkan harga tetap normal, karena perbedaannya cukup jauh. Untuk curah Rp 13.500 per kilo, sedangkan minyak kemasan Rp 23 ribu per kilo,” keluhnya.

Sementara Sarwana (47) menuturkan rencana peralihan curah ke kemasan berdampak besar dan perbedaan harga cukup jauh.

“Kami harap pemerintah pusat bisa memberikan solusi yang tepat, dan ketersediaan minyak kemasan di pasaran banyak tapi harganya masih tinggi,” tukasnya.

** Arip Ekon

Desa Weninggalih Minta Pemkab Bangun Sarana Olahraga

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Warga Desa Weninggalih, Kecamatan Jonggol meminta Pemerintah Kabupaten Bogor  membangun sarana olahraga lapangan futsal. Pasalnya, sebagai pusat pemerintahan desa yang terus berkembang, keberadaan fasilitas olahraga lapangan futsal yang membutuhkan lahan cukup luas, dan kini lahan untuk  dijadikan pembangunan lapangan sudah tersedia hanya perlu dukungan pembangunan oleh Pemkab.

Kepala Desa Weninggalih Mamat Rahmat mengatakan, hingga saat ini, belum ada satu pun sarana olahraga sekadar untuk bermain futsal saja misalnya, warga  Desa Weninggalih  terpaksa pergi ke pusat olahraga berbayar di Kecamatan Jonggol.

“Penggemar futsal cukup banyak tapi tak ada lapangan. Kalau mau main, kami terpaksa pergi ke Kecamatan Jonggol,” kata  Mamat Rahmat kepada Jurnal Bogor, Rabu (22/6/22).

Menurutnya, sejumlah remaja di Desa Weninggalih ini memiliki bakat di bidang olahraga tertentu. Namun sayang bakat tersebut tak bisa dikembangkan lantaran tak ada sarana pendukung.

“Sudah saatnya di Desa Weninggalih kita bangun gedung olahraga.  Banyak anak-anak berbakat di bidang olahraga, tapi sarana pendukung tak ada,” katanya.

Dia berharap permintaan warga untuk  membangun sarana olahraga  futsal di Desa Weninggalih  mendapat dukungan para tokoh masyarakat.

** Ramses / Nay 

Masuki 3 Besar, Desa Gunung Putri Optimis Juara

0

Plt Bupati: Akan Saya Beri Reward Jika Jadi Juara 1

Citereup | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Gunung Putri, mewakili Kabupaten Bogor mengikuti Lomba Desa Tingkat Provinsi Jawa Barat dan berpeluang maju pada Lomba Desa Tingkat Nasional 2022.

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengatakan, dengan memiliki prestasi yang cukup banyak dan meraih berbagai predikat, Desa Gunung Putri harus bersaing melawan Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar dan Desa Cibiru Wetan, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung.

Dengan persaingan yang cukup ketat, Daman Huri tetap optimis bisa menjadi juara dan akan mewakili Jawa barat untuk tingkat nasional.

“Dengan inovasi-inovasi dan kolaborasi dengan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Bogor, saya yakin untuk maju dan mewakili Jawa Barat untuk maju di tingkat nasional,” ucapnya optimis kepada Jurnal Bogor, Rabu (22/06).

Mulai dari administrasi hingga dokumen kata dia, persiapan kondisi di lapangan sudah siap untuk memenangkan lomba ini.

“Mudah-mudahan dengan persiapan ini, Kabupaten Bogor bisa mendapatkan juara satu di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan 15 inovasi desa dan tiang telekomunikasi, dan CCTV yang terintegrasi sistem keamanan lingkungan di 64 titik se-Desa Gunung Putri,” papar A Heri biasa disapa.

Ditempat yang sama, Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan juga mengapresiasi Desa Gunung Putri yang telah maju sampai 3 besar di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Saya sangat apresiasi terhadap kepala Desa Gunung Putri yang mampu membawa desanya bisa masuk hingga tingkat provinsi dan sudah menjadi juara satu di tingkat Kabupaten Bogor,” jelas Iwan Setiawan Plt Bupati Bogor  yang hadir untuk penilaian, Rabu (22/06).

Iwan mengatakan, bila Desa Gunung Putri bisa menjadi juara satu di tingkat Provinsi Jabar dan menjadi perwakilan untuk nasional, Pemerintah Kabupaten Bogor akan memberikan reward.

“Kalo yang juara harus dikasih reward untuk apresiasinya dan saya akan memberikan itu jika Desa Gunung Putri ini menjadi juara di tingkat Provinsi Jabar,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua tim penilaian lomba desa Tingkat Provinsi Jawa Barat, Bayu Rukhmana mengaku saat melakukan klarifikasi lapangan dia merasa memiliki kesan baik dengan Desa Gunung Putri dari inovasi-inovasi yang diberikan.

“Dari sisi kriteria, saya mendapatkan kesan bai, dengan tema desa tangguh masyarakat tumbuh yang saya liat, tangguh bencananya ada, pemberdayaan masyarakat dan ekonominya juga ada, semoga saja yang diharapkan dan ditampilkan oleh kepala Desa Gunung Putri ini menjadi desa yang terbaik,” ucap Bayu Rukhmana yang juga sebagai Kepala Bidang Pengembangan Potensi Desa Dinas Pemeberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Barat.

Dengan inovasi inovasi yang diberikan, lanjut Bayu, Desa Gunung Putri ini memiliki banyak keunggulan.

“Kepala desanya juga unggul,” seraya tertawa.

“Harapannya adalah pembinaan ini adalah media kita untuk melakukan evaluasi, sampai sejauh mana peran pemerintahan desa, dan pemerintah daerah dalam keberhasilan mereka dan kesungguhan mereka membangun wilayah dan mensejahterakan warganya,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

Lakukan Pelepasan, Eka Berharap Siswa Sepolwan Jadi Polisi Bijaksana

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana ,S.H,S.IK melakukan pelepasan 25 personil siswa Sepolwan yang telah melaksanakan latihan kerja selama 2 pekan di Polsek Citeureup.

Pelaksanaan pelepasan tersebut turut dihadiri oleh Iptu Nurahmi, Bripda Novi dan Personil Polsek lainnya yang berlokasi di Cafe Cipayung Hujan Cibinong, Selasa (21/06).

“Pelepasan dilakukan secara sederhana dan santai diikuti oleh para pembina dan mentor diselingi dengan hiburan sulap oleh Bapak Ipud karyawan lepas di Polsek Citeureup, penuh kehangatan dan kenyamanan agar para siswa tidak terlalu lelah dan kaget mengenal dinamika tugas pokok Polri ke depan dan atau saat mereka akan menjadi Polisi dimana mereka ditugaskan,” ucap Kompol Eka Chandra kepada Jurnal Bogor, Rabu (22/06).

Adapun selama latihan kerja di Polsek Citeureup, para siswa Sepolwan melakukan semua tugas fungsi teknis, baik di unit Lantas, Intelkam, Reskrim, Binmas dan Patroli.

“Seperti saya pernah alami sebelumnya, didampingi oleh senior dan pembina, saya dicetak sekeras-kerasnya dan ada saatnya saya dilepas dengan mandiri agar menjadi polisi yang diharapkan negara dan menjadi pengayom, pelayan dan penegak hukum buat masyarakat dengan berbagai macam dinamikanya,” pungkas Kompol Eka.

** Wisnu /Nay 

Segera Deteksi Penyakit Tidak Menular 

0

Jumlah kematian warga yang diakibatkan penyakit tidak menular (PTM) di Kota Bogor terbilang tinggi. Jenis PTM diantaranya seperti jantung coroner, kanker, diabetes melitus dan komplikasinya. Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Sri Nowo Retno menyampaikan, BPJS Kesehatan mencatat beban pembiayaan negara tertinggi adalah untuk penanganan pasien penderita PTM.
Hasil riset tahun 2018, menunjukan hanya 3 dari 10 penderita PTM terdeteksi sejak awal. Artinya 7 penderita PTM lainnya tidak terdeteksi sejak awal. Bahkan banyak penderita tidak mengetahui dan menyadari tentang kondisi kesehatannya. Mereka baru mengetahui ketika sudah terjadi komplikasi atau penyakitnya relatif sudah masuk stadium berat.

Padahal untuk mencegah kondisi yang lebih parah yang dapat mengakibatkan kematian, PTM bisa diantisipasi sejak dini. “Untuk itu diperlukan deteksi sejak awal agar dapat mengendalikan faktor risiko maupun mencegah ke dalam komplikasi yang lebih berat,” jelas kata Retno. Dalam rangka menekan tingginya angka kematian akibat PTM dan mengajak masyarakat melakukan deteksi dini, Dinas Kesehatan Kota Bogor mencanangkan Gerakan Bulan Gerak Deteksi Dini PTM.
Berkolaborasi dengan banyak pihak, Dinas Kesehatan Kota Bogor membuat satu inovasi yang  mendukung Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM. Inovasi itu disebut Paguyuban Salapan (9) yang memiliki arti 9 sasaran, 9 pelaksana dan 9 program. Ada 9 sasaran dalam program ini, masing-masing warga berusia 15 tahun keatas, ASN, wanita usia subur antara 30-50 tahun dengan pemeriksaan IVA tes dan CBE, pegawai swasta, pegawai dan pekerja di industri, mahasiswa dan siswa SMA dan sederajat serta pengunjung klinik atau rumah sakit.

Sedangkan  9 pelaksana kolaborasi meliputi 9 program pemeriksaan kesehatan yang dikelola dan terintegrasi meliputi penanggung jawab PTM, kesehatan indera, kesehatan jiwa, deteksi dini kanker serviks (IVA), promosi kesehatan, lansia, gizi, UKS dan kesehatan kerja. Pelaksanaan program ini akan melibatkan 1.353 kader posbindu, organisasi profesi seperti IDI, PPNI, IBI dan Persagi. Juga didukung 22 rumah sakit,  25 puskesmas dan 40 klinik pratama serta tempat pelaksanaan gerakan bulan deteksi dini PTM di Kota Bogor.
Selanjutnya  9 pelayanan deteksi adalah deteksi gizi, deteksi dini hipertensi, diabetes melitus, deteksi kanker serviks dan kanker payudara, deteksi dini kesehatan jiwa, pemeriksaan tajam pendengaran dan pemeriksaan tajam penglihatan, pelayanan paru obstruktif kronik dan pelayanan upaya berhenti merokok.

Gerakan Bulan Deteksi Dini PTM Kota Bogor diselenggarakan mulai 15 Juni 2022 sampai satu bulan ke depan. Gerakan ini ditujukan untuk mengingatkan dan menyadarkan masyarakat agar mereka peduli terhadap pencegahan dan pengendalian PTM. “Diharapkan masyarakat semakin peduli dan mau memeriksakan kesehatannya sebagai upaya deteksi dini, khususnya dalam pencegahan penyakit dan faktor risiko PTM. Selain itu agar tercapainya indikator SPM dari seluruh masyarakat usia produktif bisa melakukan skrining kesehatan, minimal satu kali dalam setahun,” kata Retno.
Dalam acara pencanangan  Gerakan Bulan Deteksi Dini Penyakit Tidak Menular (PTM) di Posbindu Melati 1, Kelurahan Curug, Rabu (15/6/2022), Wali Kota Bogor, Bima Arya mengingatkan tentang pentingnya setiap orang berikhtiar menjaga kesehatan. Menurutnya hal itu juga berkaitan erat dengan upaya memberikan manfaat kehidupan sebaik-baiknya bagi orang lain. Juga meningkatkan harapan hidup seseorang.

Di Indonesia angka harapan hidup terus meningkat. Data menunjukan, angka harapan hidup Kota Bogor mencapai 73,61, atau sedikit lebih tinggi dibanding angka harapan hidup Indonesia yang mencapai 73,5. Data lain menunjukkan, usia laki-laki lebih pendek daripada usia perempuan. Hal itu bisa dilihat ketika pandemi Covid-19 masih tinggi, mayoritas yang meninggal adalah laki-laki.
Menurut Bima, angka harapan hidup ditentukan tiga hal, yaitu gaya hidup, akses terhadap fasilitas kesehatan dan status sosial. “Gaya hidup itu sangat menentukan dan mempengaruhi banyak hal. Status sosial ada di nomor tiga tapi belum tentu orang yang berkecukupan, kaya dan berlebihan itu panjang umur dan mereka yang tidak punya, juga belum tentu akan panjang umur,” katanya.
“Jadi ikhtiar kita adalah memperbaiki tiga hal tadi. Diperbaiki semua, gaya hidup adalah yang paling susah dan mindset memiliki peran yang cukup penting. Namun yang perlu juga untuk disadari adalah tidak semua orang paham terkait dengan kultur, menjadi perjuangan berat kita. Kuncinya adalah kolaborasi dan bergerak semua, melibatkan semua dari yang usia dini hingga para lansia, yang menjadikan siklus yang panjang sekali,” paparnya.

Bima Arya menjelaskan, di atas kertas semakin dini berkehidupan sehat akan semakin panjang usia dan jika semakin telat maka akan semakin susah. Bahkan, untuk membiasakan olahraga dan bangun pagi pun menjadi hal yang tidak mudah. Apalagi jika melihat pola anak muda saat ini yang suka begadang dengan gawai di tangan bisa mengakses banyak hal.
Untuk tiga hal yang disebutkan, maka perlu terus diedukasi termasuk pola asuh dan sebagainya. Untuk akses pelayanan kesehatan terus diperbaiki dengan cara turun semua, berkolaborasi dan menjemput semua. Untuk status sosial, ikhtiar yang dilakukan dengan meningkatkan terus kondisi ekonominya. Jadi seperti pepatah yang mengatakan, untuk urusan kesehatan, mencegah lebih baik daripada mengobati. (Advertorial)

TP PKK Kabupaten Bogor Lakukan Binda di Desa Pangkaljaya

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Bogor, melaksanakan bina daerah (Binda) 10 program pokok di Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Selasa (21/06/22).

Ketua Tim Dua Binda Kabupaten Bogor Enah Sudrajat mengatakan, pelaksanaan Binda tersebut agar kader PKK di desa menjadi lebih mengerti serta memahami tugas pokok dan fungsi 10 program PKK.

“Kami dari tingkat kabupaten datang memberikan arahan dan masukan kepada kader PKK tentang 10 program pokok agar PKK di desa-desa paham,” ujarnya.

Dia menilai, di Kecamatan Nanggung kader-kader PKK-nya sangat bagus sehingga dirinya berharap kader-kader ini bisa lebih maju dalam 10 program pokok tersebut.

“Hanya tinggal ada beberapa yang harus diperbaiki sih, namun saya yakin tahun depan yang dilakukan masing-masing Pokja ini semakin baik lagi,” paparnya

Sementara Ketua TP PKK Kecamatan Nanggung Sri Susi Astuti menyatakan, di Desa Pangkaljaya ada 4 kader. Para kader itu yang bergerak melakukan pembinaan keluarga, kesehatan dan sosial. “Semua kegiatan dicatat dalam bentuk administrasi,” katanya.

Dia berharap, dengan adanya bina daerah ini para kader di desa bisa melakukan pemberdayaan kesejahteraan masyarakat.

“Intinya kita ingin mensejahterakan keluarga dan masyarakat. Terutama dalam kehidupan bersih dan sehat serta untuk pencegahan stunting,” tukasnya.

** Andres