25.5 C
Bogor
Wednesday, August 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 874

Lomba Pidato dan Dongdang Meriahkan HUT RI di Desa Pancawati

0



Caringin | Jurnal Bogor
Memperingati HUT RI ke-77, berbagai kegiatan dalam memeriahkan hari kemerdekaan bangsa Indonesia itu dilakukan Pemerintahan Desa Pancawati, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Mulai dari lomba pidato yang diikuti para rukun tetangga (RT) dan rukun warga (RW), hingga lomba Dongdang.

Kepala Desa Pancawati, Iqbal Jayadi mengatakan, di HUT RI tahun ini, Pemdes Pancawati ingin memberikan kesan berbeda dari tahun sebelumnya dengan mengadakan berbagai perlombaan, baik lomba yang bersifat edukasi maupun hiburan.

Untuk lomba yang bersifat edukasi, lanjutnya, yakni diadakannya perlombaan pidato dengan peserta yang terdiri dari para RT dan RW di Desa Pancawati.

“Untuk menambah wawasan dan juga menguji mental para perangkat wilayah, RT dan RW kami minta berpidato tentang arti kemerdekaan,” ungkap Kades Pancawati kepada wartawan saat merayakan HUT RI ke 77 di lapang Legokngenang, Sabtu (20/8).

Dalam lomba pidato itu, ada juri yang melakukan penilaian terhadap para peserta. Bahkan, agar para peserta termotivasi untuk ikut lomba tersebut, pihak panitia mempersiapkan berbagai hadiah.

“Jadi ada hadiahnya untuk juara pertama sampai ketiga,” papar Iqbal Jayadi.

Selain itu, para RW yang berjumlah 13 wilayah di Desa Pancawati, harus membawa Dongdang yang dibuat di masing-masing wilayah untuk dilombakan dan dinilai juri.

Adapun untuk penilaian Dongdang yang dibawa 13 RW itu, sambung Iqbal Jayadi, dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari bidan desa, Ketua UKM dan IKM Kecamatan Caringin dan perwakilan desa.

“Yang dinilai juri itu mulai dari kreativitas pembuatan Dongdang, kekompakan para peserta yang membawa dan mengiringi Dongdang ke lapang, hingga makanan yang ada didalam Dongdang,” paparnya.

Tidak hanya itu, sebanyak 13 panjat pinang disiapkan Pemdes Pancawati untuk menambah semarak hari kemerdekaan tahun 2022 ini. Satu  panjat pinang disiapkan untuk warga dimasing-masing RW.

“Setalah semua perlombaan selesai, ditutup dengan panjat pinang yang disediakan panitia setiap RW,” jelas kades.

Iqbal Jayadi berharap, semua rangkaian acara perayaan hari kemerdekaan ini, bisa mempersatukan masyarakat Desa Pancawati. Karena dengan adanya acara ini, semua warga dari 13 RW kumpul di satu titik di lapangan ini.

“Banyak hal positif dari semua rangkaian acara perayaan ini, tidak hanya mempersatukan warga saja tapi ada nilai silaturahmi nya. Semoga tahun depan kami akan mengadakan perayaan seperti sekarang lagi dan tambah semarak,” imbuhnya.

Sementara, Ketua RW 09 Kampung Pancawati, Nanang mengapresiasi acara perayaan kemerdekaan yang dilaksanakan pemdes. Alasannya, karena acara kali ini sangat meriah dan masyarakat terlihat antusias mengikutinya.

“Dari pertama kali lomba sampai sekarang di penghujung acara, masyarakat sangat antusias sekali ikut perayaan kemerdekaan ini. Semua ini tidak lepas dari dukungan dan support kepala desa, mudah-mudahan tahun depan akan tambah meriah lagi,” harapnya.

** Dede Suhendar  

Perda Kavling Bak Mimpi di Siang Bolong 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Masih rancunya perihal Peraturan Daerah (Perda) untuk kavling kebun yang diusung oleh Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor membuat pengusaha berharap-harap cemas. Bahkan harapan itu bisa hanya mimpi di siang bolong. Pasalnya sebagian dari masyarakat beranggapan tidak mungkin akan terbentuk Perda Kavling Kebun  karena akan ada yang dirugikan  dan sebagian lainnya terutama dari kalangan pengusaha optimis bisa terwujud.

Seperti hal yang disampaikan oleh Pemerhati Tataruang dan Infrastuktur Heri KH,  kemungkinan kemungkinan itu bisa saja terjadi. Namun melihat situasi yang sudah tidak memungkinkan seperti saat ini bisa saja Perda tersebut tidak bisa terwujud tahun ini, mengingat dinas-dinas terkait yang punya kewenangan untuk uji lapangan belum melakukan upaya apapun.

“Pertama pengusaha harus konsisten dengan jenis usahanya, jika dia menawarkan kavling kebun ya jadikan kebun, larang konsumen untuk membangun, kedua, pengusaha mampu tidak untuk menghancurkan bangunan konsumen yang sudah menjadi permanen, ketiga pengusaha jangan melakukan penjualan seenak udelnya dengan prinsip yang penting laris, jadi, aturan apapun tidak akan berjalan jika semua hanya berkelakuan tahu sama tahu,” ujar Heri kepada Jurnal Bogor, Minggu (21/08/22).

Selain itu, kata dia, jika Perda Kavling Kebun terbentuk, mampu tidak Satpol PP sebagai penegak Perda merobohkan bangunan permanen yang sudah ada. Hal itu harus dilakukan, namun belum tentu bisa dilaksanakan baik oleh penguasaha maupun pemerintah.

“Jadi, sangat tepat dan ideal sekali, jika pengusaha tersebut diarahkan kepada izin perumahan, tinggal menambah cost kepada konsumen dari harga yang dipasarkan saat ini menjadi harga yang akan datang, mengingat mereka pengusaha pun berjualan dan mempersilakan konsumen untuk membangun apapun di atas lahannya ini sangat berbahaya sekali,” ujar Heri.

Mengapa demikian kata dia, aturan itu sudah tidak dipakai, oknum didalamnya juga banyak, dan tidak sedikit dari mereka yang sudah lahir sertifikat, luasan lahan yang tidak beraturan, dan ketidaktegasan Pemerintah Daerah dalam menertibkan membuat hal yang urgent ini justru dianggap biasa. Bahkan tidak menutup kemungkinan 10 tahuan yang akan datang pembeli warga luar Kabupaten Bogor akan tinggal di tanah kavling yang mereka anggap cuma invest seiring meningkatnya pertumbuhan penduduk.

“Bisnis berjalan, ekonomi berputar jika suatu daerah sudah disambangi oleh pendatang dari luar. Namun apakah bisa mengurangi bencana, justru akan menambah. Contoh, Sukamakmur yang lahannya relatif labil dan pernah terjadi likuifaksi siapa yang akan bertanggung jawab jika itu terjadi dilahan kavling yang kini di pasarkan, maukah pemerintah bertanggungjawab sepenuhnya atau pengusaha?. Belum tentu, pasti mereka menyalahkan kondisi alam, padahal likuifaksi itu bisa dicek oleh ahli,” paparnya.

Jadi kata dia, setuju jika ada inisiatif dari pemerintah untuk mengarahkan kepada perizian kavling kebun. “Tapi jangan dikasih harapan pada pengusaha, ini ibarat mereka mimpi indah di siang bolong ” pungkasnya.

Sebelumnya, Kasatpol PP Kabupaten Bogor Cecep Imam Nagarasid menjelaskan dengan banyaknya kavling kebun yang ada di Kabupaten Bogor bahkan saat ini sudah menjadi aduan masyarakat membuat dirinya berinisiatif untuk mengarahkan para pengusaha tersebut ke perizianan perumahan.

“Agar tertata, dan terawasi maka saya akan ajukan untuk diarahkan ke perizinan perumahan. Nantinya Pol PP, Kepala DPMPTSP, Kadis PUPR, Kadis DPKPP dan Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor akan kami diskusikan di Jonggol dengan para pengusaha kavling, mengingat hampir semua pengusaha memasarkan kavlingnya bisa dibangun rumah permanen,” papar mantan Camat Babakan Madang tersebut.

Cecep menejelaskan, hasil pertemuannya nanti akan disampaikan, yang pastinya Pemda Bogor tidak ada izin untuk kavling kebun dan pengusaha harus menempuh izin lain tanpa terkecuali. “Jika tidak mau ya jangan usaha yang tidak ada izinnya, karena akan merugikan banyak pihak disana,” pungkasnya. 

** Nay Nur’ain

Agar Paham Tupoksi, Pemdes Sanja Tingkatkan Kapasitas RT/RW 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sanja, Kecamatan Jonggo, Kabupaten Bogor melakukan peningkatan kapasitas untuk Ketua RT dan Ketua RW, di Hotel ACCRAM Jalan Raya Puncak, Megamendung pada 12-13 Agustus lalu. Kegiatan tersebut diikuti oleh 38 Ketua RT dan 6 Ketua RW Desa Sanja.

Kepala Desa Sanja Edi Yusuf mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas ini sesuai dengan aturan dan arahan UUD nomor 6 Tahun 2014 tentang desa dimana RT dan RW wajib mengetahui tugas pokok dan fungsi nya dalam menjalankan amanah di masyarakat.

” Untuk menghindari adanya ketidakpahaman dalam melaksanakan tupoksinya maka Pemerintah Desa Sanja mengadakan peningkatan kapasitas untuk Ketua RT dan RW yang baru menjabat ini,” papar Edi Yusuf kepada Jurnal Bogor, Minggu (21/08/22).

Menurutnya, dengan diadakannya peningkatan kapasitas ini paling tidak memahami apa yang menjadi tanggung jawabnya dan apa yang harus dilimpahkan ke Pemerintah Desa.

“Jangan sampai karena ketidaktahuan berakhir dengan menyalahgunakan wewenang dalam jabatan yang berakhir merugikan masyarakat nantinya,” paparnya.

Dia berharap, hasil dari pelatihan peningkatan kapasitas ini bisa diaplikasikan dalam melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya, karena RT adalah tempat mengadu masyakarat yang pertama ketika ada permasalahan sebelum ke Pemerintah Desa.

“Semoga amanah dalam menjalankan tugas, bertanya jika memang ada yang belum paham, bekerja dengan ikhlas karena kita semua adalah pelayan masyarakat,” pungkas Edi Yusuf.

** Nay Nur’ain

Di Kabupaten Bogor Capai 28,6 Persen, Satu dari Tiga Balita di Jabar Berpotensi Stunting

0


Bogor | Jurnal Bogor

Satu dari tiga anak di bawah usia lima tahun (Balita) di Provinsi Jawa Barat berpotensi mengalami stunting. Tingginya anak Balita di tanah Pasundan ini menjadikan provinsi yang dipimpin Gubernur Ridwan Kamil ini mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat.

“Penurunan angka stunting ini merupakan program nasional, makanya khusus Jawa Barat mendapatkan perhatian serius agar angka stuntingnya turun,” kata Koordinator Bidang Keluarga Berencana Kesehatan Reproduksi, Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat, Pintauli Romangasih Sireger, Minggu (20/08/2022) ditemui, di Cibinong, Kabupaten Bogor, usai sosialisasi penurunan stunting di wilayah khusus.

Di Jawa Barat, kata Pintauli, anak yang berpotensi stunting itu sangat tinggi, termasuk di Kabupaten Bogor, jumlah anak Balita yang berpotensi stunting di Kabupaten Bogor mencapai 28,6 persen.Makanya, program penurunan stunting di wilayah khusus dimasifkan, salah satunya dengan mengedukasi masyarakat utamanya kaum ibu dan remaja putri soal cara mencegah stunting.

“Pencegahan stunting itu harus terpadu dari hulu sampai hilir dengan melibatkan semua elemen, artinya bukan hanya kami (BKKBN), tapi pemerintah daerah dan masyarakat,” ujarnya.

Pintauli menjelaskan, cara mencegah stunting itu bisa dimulai dari hari pertama dimulai kehidupan sampai 1.000 hari kedepan. Maksud dari hari pertama kehidupan itu ketika masih jabang bayi didalam kandungan hingga usia anak berusia dua tahun.

“Caranya, ketika masa kehamilan itu, jabang bayi harus diberi asupan gizi seimbang, karena pada 1.000 hari pertama kehidupan itu yang menentukan masa depan anak baik dari sisi pertumbuhan maupun kecerdasan otak,” terangnya.

Pintauli menegaskan, makanan yang mengandung asupan gizi seimbang itu harganya tidak mahal dan mudah diperoleh dari sekitar tempat tinggal. “Inilah yang terus kita sosialisasikan melalui kader-kader yang sudah kita latih, mereka ini menjadi ujung tombak kami dalam menuntaskan masalah stunting,” kata Pintauli.

Anggota DPR – RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kabupaten Bogor, Anton Sukartono Suratto menjelaskan, stunting itu menjadi masalah nasional, makanya untuk menurunkannya diperlukan kerja keras tak hanya bukan hanya dilakukan pemerintah, tapi semua elemen harus terlibat aktif.

“Indonesia kan menargetkan tahun 2045 memasuki generasi emas. Nah, untuk mencapai target itu, ditentukan dari generasi sekarang. Kader Partai Demokrat di Kabupaten Bogor wajib hukumnya membantu pemerintah mensosialisaikan sekaligus bergerak nyata dalam menurunkan program stunting,”tegasnya.

Sementara itu, seorang ibu asal Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Mutmainnah mengaku senang mengikuti sosialisasi soal stunting. “Jujur saja, saya sebagai masyarakat desa selama ini tidak tahu, kalau kehamilan itu menjadi masa yang menentukan anak yang dilahirkan itu tumbuh sehat dari sisi fisiknya dan memiliki kecerdasan,” ujarnya.

Mutmainnah mengatakan, ilmu yang didapatkan dari sosialisasi dengan menghadirikan narasumber dari BKKBN Provinsi Jawa Barat akan ditularkan kepada ibu-ibu dan remaja-remaja putri di kampungnya. “Mudah-mudahan dengan cara saya menindaklanjuti informasi dari Ibu Pintauli, angka stunting di Kabupaten Bogor turun,” tutupnya.

**m.yusuf

Warga Sukaluyu Desak Dinkes Turun ke Pustu tak Layak

0

Tak Sedikit Pasien Luar Kecamatan Nanggung Datang ke Pustu di Desa Sukaluyu

Nanggung l Jurnal Bogor

Warga Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor meminta  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor untuk turun ke lokasi  bangunan Puskesmas Pembantu (pustu) di Kampung Sawah RT 02 RW 4 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung yang sudah tak layak, namun Pustu itu masih digunakan untuk pelayanan masyarakat.

“Banyak masyarakat yang berobat disini, termasuk warga dari luar Kecamatan Nanggung juga cukup banyak, mengingat darurat, kami  minta Pemkab Bogor untuk segera membangun kembali pustu itu. Seandainya nih, adanya genteng atau kayu yang  jatuh dari pustu itu dan menimpa masyarakat, terus kira kira siapa yang bertanggung jawab,” kata Sunandar, warga setempat kepada Jurnal Bogor.

Kondisi fisik bangunan pustu itu, dinilainya sudah tidak layak. “Kami minta gedung pustu yang dinantikan masyarakat  bisa dibangun 2022 ini,” pintanya.

:Dengan begitu, kami mohon dengan sangat kepada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor untuk segera menindaklanjuti pustu yang ada di Desa Sukaluyu Kecamatan Nanggung ini. Intinya, kami minta Dinkes untuk turun ke lokasi ,” tegas Sunandar.

Pantauan di lokasi, warga berdatangan memang banyak hingga membludak, bahkan hingga lantai beralaskan keramik menjadi tempat duduk pasien.

Ketua RW 10 Kampung Batu dua Desa Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng M Sanip ditemui saat ia mengantar sang istri berobat di pustu tersebut mengaku tidak ada pilihan lain, sebabnya pelayanan kesehatan di Wangunjaya, Kecamatan Leuwisadeng meski ada, tetapi bukanya  hanya seminggu sekali.

“Disana (Desa Wangunjaya) hanya melayani kesehatan seminggu sekali, setiap hari Rabu bukanya,” imbuh Sanip. “Makanya kami kesini, antar istri berobat  ke pustu di Desa Sukaluyu,” jelas dia lagi.

Menurut Sanip, seharusnya jadwal pelayanan pustu di wilayah desanya  itu ditambah sebab pasien yang datang ke pustu Desa Sukaluyu cukup banyak. “Termasuk warga Desa Wangunjaya dan Sadengkolot  Kecamatan Leuwisadeng itu tak sedikit yang berobat di pustu Sukaluyu. Kami minta jadwal pelayanan di pustu Wangunjaya harus ditambah, karena jumlah pasien di pustu Desa Sukaluyu itu cukup banyak.” pintanya.

Selain jadwal pelayanan ditambah, kata Sanip, Pustu di Sukaluyu sudah semestinya  direnovasi, karena sudah tak layak. “Harus direnovasi dan dilengkapi fasilitas kesehatannya. Sebab  keberadaan pustu di Desa sukaluyu ini, meski keadaannya  rusak berat tentunya kami sebagai desa tetangga, Wangunjaya dan Sadengkolot sangat terbantu,” kata dia.

Kades Sukaluyu Aos Hermawan sebelumnya menyebut pelayanan  di pustu itu kalau bisa sementara dipindahkan. Dia khawatir membahayakan karena bangunan  pustu seperti gentengnya sudah banyak yang berjatuhan. “Kalau bisa pelayanan di pustu itu, sementara waktu dipindahkan ke Poskamdes, ” tukasnya.

Dia berharap Pemkab Bogor bisa dimasukan diperubahan anggaran dan bisa dibangun pada 2022, karena usulan bangunan pustu itu sudah masuk di Sistem informasi pemerintah daerah (SIPD).

** Arip Ekon

Dugaan Skenario UPT Jalan Ciampea Terbongkar, Sambas Alamsyah: DPUPR Dinilai Bobrok

0

Ciampea l Jurnal Bogor

Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah IV Ciampea dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Bogor, beredar informasi dugaan kuat membuat skenario dengan dibuatnya berita acara seolah-olah  alat berat yang direntalkan beberapa waktu itu melalui workshop dan anggarannya masuk ke kas daerah.

Ketua Umum LSM Genpar Sambas Alamsyah membeberkan skenario yang dibuat UPT dan DPUPR dengan dibuatnya berita acara tersebut tidak mencerminkan keberpihakan sebagai pelayan kepada masyarakat. “Dugaan kuat, berita acara itu dibuat seolah alat berat itu merupakan hasil  rental melalui workshop dan seolah olah anggaranya itu masuk ke kas daerah. Plt Bupati mesti segera mengevaluasi kinerja  Dinas PUPR,” ujar Sambas kepada Jurnal Bogor, Minggu (21/8).

Seandainya kejadian itu benar adanya, Sambas  menganggap DPUPR dinilai bokbrok. Sambas memaparkan bahwa  diketahui setelah adanya oknum pegawai UPT Jalan Ciampea merentalkan alat berat seiring ramainya pemberitaan media menyusul informasi bahwa pihak UPT dan DUPPR Kabupaten Bogor dugaan dibuatnya berita acara palsu.

Berita acara kesepakatan yang mereka buat itu, kata Sambas, alat berat yang mereka rentalkan itu dari workshop seolah anggarannya masuk ke kas daerah. Padahal anggaran hasil rental alat berat masuk ke kantong pribadi. “Itu tidak benar, mereka UPT dan DPUPR telah melakukan pembohongan publik,” jelasnya.

Sebelumnya Sambas mengungkapkan alat berat yang disewakan oknum tersebut dihargai per harinya sebesar Rp700 ribu. “Per harinya 700 ribu alat berat baby Roller itu direntalkan,” jelas Sambas.

Sambas menerangakan, alat berat yang direntalkan itu  sejak Senin, 25 Juli karena adanya pemberitaan kemudian alat berat baby roller itu ditarik lagi pada Senin, 1 Agustus. Sehingga  alat berat milik UPT Jalan dan  Jembatan wilayah IV Ciampea yang diduga sempat direntalkan guna pemadatan pada pengerjaan proyek jalan Cinangneng- Tenjolaya oleh CV Utama Putra telah berlangsung selama satu pekan.

“Dugaan kuat alat berat milik UPT Jalan dan  Jembatan wilayah IV Ciampea selama satu pekan telah direntalkan. Direntalkan oleh oknum pegawai UPT Jalan, per harinya dihargai sebesar 700 ribu,” beber Sambas Alamsyah.

Pihak kontraktor membayar rental alat berat itu, dengan cara transfer ke rekening penilik jalan A. Padahal seharusnya pihak UPT sesuai bidang,  idealnya ikut mengawasi dan bukan malah sebaliknya ikut bermain.

Tidak hanya itu,  sebelumnya pada Juli dugaan kuat alat berat jenis mesin gilas 6-8 ton direntalkan oleh oknum pegawai UPT jalan Ciampea. “Ya itu juga direntalkan di  kawasan perumahan Leuwiliang dan perumahan kawasan Cibatok – Cibungbulang,” ungkap Sambas.

Sebelumnya, Jurnal Bogor mengkonfirmasi meminta penjelasan dari Kasubag UPT Jalan Ciampea HA dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Soebiantoro soal dugaan rental alat berat tersebut, namun tidak merespons.

** Arip Ekon

Bertabur Diskon, IndiHome Hadirkan Varian Paket Promo 77% Kemerdekaan

0

Jakarta, 18 Agustus 2022 – Dalam memeriahkan HUT ke-77 Negara Kesatuan Republik Indonesia, IndiHome sebagai bagian dari Telkom Indonesia berikan ragam promo khusus untuk para pelanggan. Promo terdiri dari diskon biaya pasang baru hingga 77% pelanggan hanya membayar Rp 115 ribu, cashback LinkAja sebesar Rp 227 ribu untuk 770 pelanggan pendaftar pertama tercepat, dan kesempatan mendapatkan 77 poin myIndiHome. “Di momen kemerdekaan ini, kami juga ingin memberikan loyalitas kepada para pelanggan dengan berbagai program promo menarik,” kata Vice President Marketing Management, E. Kurniawan.
Promo diskon hingga 77% aktivasi baru ditujukan kepada masyarakat sebagai penunjang aktivitas online di rumah. Untuk menikmati promo tersebut, pelanggan cukup mendaftarkan diri melalui situs www.IndiHome.co.id, aplikasi myIndiHome, Shopee, Kios myIndiHome, atau Sobat IndiHome. Selain itu, IndiHome turut memberikan bonus pilihan paket (akses Disney+ Hotstar) dan (akses Netflix) yang hadir dalam tiga pilihan, yaitu Paket 3P (Internet + TV + Phone), 2P (Internet + TV), dan 2P (Internet + Phone). Semua pilihan paket tersebut lengkap ditawarkan dengan beragam kecepatan internet dan bisa dipilih sesuai kebutuhan.
Setiap pelanggan baru juga mendapatkan bonus 62 kanal TV add-on minipack Upgrade Essential selama 3 bulan.  Akses gratis untuk tayangan favorit tersebut ditunjang dengan pengalaman keseruan internet cepat hingga 300 Mbps serta kuota telpon hingga 100 menit hanya dengan berlangganan Paket IndiHome (Dengan Akses Disney+ Hotstar).
Untuk bisa lebih intens merayakan hari kemerdekaan bersama masyarakat, IndiHome juga banyak menggelar acara menarik secara khusus. Masing-masing kantor regional dan wilayah Telkom menyajikan berbagai acara offline dan online menarik seperti lomba masak, lomba fashion show, lomba menyanyi di daerah penugasan masing-masing. Terdapat juga lomba foto Instagram bertema “Ekspresikan Merdeka versi kamu” berhadiah saldo LinkAja senilai ratusan ribu rupiah yang bisa diikuti oleh semua orang. Promo ini berlaku sampai dengan 31 Agustus 2022.  
*Akses paket channel Dynasty 2, Dynasty Lite, dan IniMovie 2 dikecualikan.

2.600 Paket BPNT Disalurkan

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah kembali menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) melalui agen dan e-warung, salah satunya di wilayah Kelurahan Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor.

Agen BPNT R Deni mengatakan, pangan yang dibagikan kali ini adalah bantuan untuk bulan Juni dan Juli 2022. Pihaknya menyalurkan sedikitnya 2.600 paket untuk 1.300 Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Untuk penyalur di Kelurahan Cimahpar lanjut Deni, ada dua agen dan satu E-Warung dan penyaluran dijadwalkan mulai Pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.

“Untuk paket bantuannya berisi beras 10 kilogram, telor 10 butir, kentang setengah kilogram, buah apel 3 biji, kacang ijo sepermpat, ayam 0,8 kilogram, per KPM mendapat dua paket,” kata Deni, Selasa (16/08/22).

Menurut Deni, penyaluran bantuan kali ini terbilang lebih tertib dari sebelumnya, karena suplayer menyuplai barang tepat waktu.

“Dari kemarin sudah tertib, barang semua ready jadi hari ini tinggal disalurkan ke semua KPM,” tuturnya.

Dijelaska dia, KPM di Kelurahan Cimahpar berasal dari RT 1 hingga 16, dengan jumlah total 1.300 KPM. “Cuma minus dua RW 13-14 karena perumahan, sehingga disitu tidak ada KPM,” tuturnya.** Fredy Kristianto

Tingkatkan Nasionalisme, SDN Babakan Bogor Rayakan Momen 17 Agustus dengan Lomba Tradisi HUT RI

0

Bogor | Jurnal Bogor

Momen lomba 17 Agustus menjadi hal menarik bagi seluruh warga Indonesia yang merayakan HUT RI ke-77 melalui acara lomba tradisi di daerahnya masing-masing.

Fenomena merayakan lomba tradisi di daerah sangatlah memberikan perasaan bahagia bagi warga yang merayakannya, terlebih selama 2 tahun perayaan lomba ini vakum akibat pandemi covid 19.

Begitu pula pelaksanaan lomba tradisi HUT Kemerdekaan RI ke-77 yang dilaksanakan di SDN Babakan Bogor yang beralamat di Jalan Malabar Ujung No.7, RT 04/RW 02, Tegallega, Bogor Tengah, Kota Bogor pada Kamis, 18 Agustus 2022, disambut sangat antusias oleh guru dan siswa SDN Babakan Bogor.

“Dalam kegiatan lomba 17-an ini seluruh warga SDN Babakan Bogor menangkap makna pembelajaran dan merasakan adanya rasa persatuan dan kesatuan serta rasa gotong royong, sukacita kebersamaan mereka, artinya mereka belajar bertanggung jawab bersama pada bangsa dan negara ini. Acaranya keren membuat siswa bahagia,”ujar Kepsek SDN Babakan Bogor Euis Marni Sudariyah, S.Pd.

Tema lomba 17 Agustus kata dia, sesuai dengan pemerintah yakni “Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat Menuju Indonesia Maju”.

Salah seorang guru SDN Babakan Bogor Raden Siti Hasanah, S.Pd memberikan pesan kepada siswa agar lebih meningkatkan jiwa sportif dan jiwa nasionalisme, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Adapun mata lomba yang disajikan panitia adalah yang biasa menjadi tradisi HUT RI yakni lomba kerupuk, bakiak, kelereng, dan lomba makan roti yang disambut antusias oleh warga SDN Babakan Bogor.

** Anwar S

Lagi Asyik Makan Bakso, Ibu dan Anak Diseruduk Mobil

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ibu dan anak menjadi korban tabrak mobil saat asyik makan bakso di kawasan Sukasari Bogor, Jalan Pajajaran, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (18/8) sekitar pukul 12.00 WIB.

Dua korban tersebut adalah bocah  berinisial R, bocah 3 tahu  warga Kemang Kabupaten Bogor serta ibu berinisial S warga Pamulang Timur, Tanggerang Selatan.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polresta Bogor Kota Kompol Galih Apri menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula saat kendaraan Mazda nomor polisi B 1665 IP sedang terparkir di halaman ruko.

“Saat hendak keluar dari ruko Jalan Raya Pajajaran tepatnya depan Bakso Bening Aryana Bogor Timur Kota Bogor diduga pengemudi kendaraan Mazda  nomor polisi  B 1665 IP saat berkendara tidak hati-hati dan konsentrasi,” ungkap Kompol Galih.

Ketika hendak mengerem pengendara tidak sengaja  menginjak gas dan menabrak dua orang pengunjung yang sedang makan di Kedai Bakso Bening Aryana.

“Akibat kejadian tersebut dua orang pengunjung mengalami luka-luka, Kedai Bakso Bening Aryana mengalami kerusakan, dan kendaraan Mazda nomor polisi B 1665 IP mengalami kerusakan pada bagian depan,” katanya.

Peristiwa itu terekam CCTV yang ada di sekitar lokasi kejadian. Dari video tersebut terlihat mobil tersebut hendak mau parkir. Namun naas, mobil tersebut malah nabrak orang sedang makan di kawasan tersebut.

** Fredy Kristianto