25.5 C
Bogor
Wednesday, August 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 873

Momen HUT RI ke-77, Drama Kolosal Semarak di Panjaungan

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Setelah adanya kelonggaran pandemi  Covid-19, kini pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-77 RI lebih semarak dilaksanakan.

Salah satunya, di Kampung Panjaungan Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung Kabupaten. Sekelompok remaja ini mengisi momen kemerdekaan  dengan drama kolosal perjuangan.

Ketua Pelaksana kegiatan Januar Ridho menyebut, pihaknya menyemarakkan kembali HUT Republik Indonesia ke-77 setelah dua tahun kebelakangan vakum.

“Ini ke-6 kali warga Panjaungan menyemarakkan HUT RI setelah dua tahun vakum, dengan begitu warga tampak antusias mengikuti serangkaian acara dan pentas seni  dari warga sekitar,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurut dia, selain untuk memperat  silaturahmi antarwarga, momen HUT RI  untuk mewadahi agar remaja yang memiliki bakat ada wadah untuk menyalurkan. Seperti drama kolosal yang diperankan oleh anak-anak warga setempat yang masih berusia SD dan SMP. 

“Kami ingin agar semangat patriotisme kemerdekaan tetap terjaga hingga ke anak cucu. Generasi muda harus sadar, bahwa para pendahulu kita dulu meraih kemerdekaan dengan perjuangan, bukan diberi oleh bangsa lain,” tukasnya.

** Andres

Dibutuhkan Warga, Desa Hambaro Bangun Posyandu

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membangunan gedung pelayanan pos terpadu (Posyandu)

H Firdaus

Kepala Desa Hambaro H Firdaus mengatakan, posyandu diperlukan warga yang berada dekat pemukiman. Posyandu sendiri dibangun Kampung Cidudut RT 01 RW 10 yang berukuran 4,5 x4 meter untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat. “Posyandu yang selesai dibangun berikut ada  ruang periksa dan toilet,” kata Firdaus, kemarin.

Dari 10 RW, diakuinya, satu lagi yang belum terbangun lantaran belum adanya ketersediaan lahan. Namun, di lingkungan RW 10 terdapat dua gedung Posyandu yang telah dibangun. “Dibangunan fasilitas kesehatan untuk menjawab kebutuhan ditengah masyarakat.” jelasnya.

Pasalnya, posyandu, salah satu fasilitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menengah kebawah. “Yang sudah terbangun tersebar di 9 RW, bahkan di wilayah RW 10 terdapat dua bangunan posyandu,” kata dia.

Diharapkan pemerataan bangunan posyandu tersebut warga bisa lebih terlibat aktif dalam kegiatan program kesehatan. Kades menjelaskan, pendanaan posyandu berasal dari anggaran dana desa tahap dua tahun anggaran 2022. “Semoga bisa melayani persoalan  anak salah satunya program imunisasi,” tandasnya.

** Arip Ekon

Ngadu ke Dewan, Penggarap di Desa Pasir Buncir Lawan MNC

0

Caringin|Jurnal Bogor

Para penggarap eks PTPN XI yang saat ini lahannya diklaim milik MNC dengan dipasang plang, tidak menyerah dan melakukan perlawanan. Hal itu dibuktikan para penggarap yang notabene warga Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, dengan mengadu ke Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman.

Usep mengakui adanya pengaduan dari para penggarap kepada dirinya melalui Kepala Desa (Kades) Pasir Buncir dan tokoh masyarakat setempat, terkait permasalahan lahan dengan pihak MNC.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) III ini pun menyarankan, agar para penggarap difasilitasi Pemerintahan Desa (Pemdes) Pasir Buncir, memberikan surat pengaduan atau permohonan audiensi yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

 “Kalau secara resmi dengan cara bersurat, nantinya akan ada tindak lanjut dari ketua dewan. Disposisi nya nanti akan jelas yang membidangi pertanahan itu komisi berapa,” ujar Usep usai kegiatan rapat partai PPP di Hotel Grand Pesona, akhir pekan lalu.

Ditanya adanya cara premanisme yang dilakukan pihak MNC terhadap para penggarap dengan melakukan ancaman, politisi PPP ini menyayangkan apabila hal tersebut terjadi. Seharusnya, lanjut Usep, pihak dari MNC tidak melakukan cara seperti itu, tetapi tinggal menunjukan bukti  kepemilikan lahan saja.

 “Saya yakin para penggarap juga akan mengerti dan tidak akan mempertahankan lahan garapan itu, selama dari pihak MNC mempunyai bukti kuat kepemilikannya,” jelasnya.

Selain itu, kata Usep, sudah menjadi budaya dari dulu tentang adanya uang ganti kepada para penggarap, misalkan saat ini lahan itu sedang ditanami sayuran oleh penggarap, pihak yang akan menguasai harus memberikan uang ganti.

 “Seperti uang pengganti tanaman, bisa juga dikatakan uang kerohiman yang diberikan pihak perusahaan kepada penggarap,” paparnya.

Usep berharap, permasalahan lahan yang berlokasi di Kampung Pasir Ipis, Desa Pasir Buncir antara para penggarap dengan pihak MNC, segera ada penyelesaian.

 “Kalau sudah ada surat permohonan audiensi dari para penggarap dengan kami di dewan, pastinya nanti kita akan carikan cara penyelesaian nya,” tegas dewan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor tersebut.

Ketua paguyuban kelompok tani 92, Bubung Saepul Arsyad membenarkan para penggarap sudah meminta bantuan kepada Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, melalui Kades Pasir Buncir dan tokoh masyarakat.

Dari hasil pertemuan itu, sambung Bubung, disarankan agar para penggarap memberikan surat permohonan audiensi secara tertulis yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

 “Kami dan para penggarap sangat setuju atas saran itu. Makanya kami sedang membuat surat permohonan audiensi tersebut, mudah-mudahan Senin (kemarin,red) surat itu sudah disampaikan ke dewan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor edisi Senin (21/8), Bubung menuding, pihak MNC telah melakukan penyerobotan lahan garapan warga dengan memasang plang tanpa persetujuan dari para penggarap.

Menurutnya, pemasangan plang oleh pihak MNC di lahan garapan warga yang kondisi fisiknya sedang ditanami berbagai jenis sayuran, sama sekali tidak mendasar. Pasalnya,  perusahaan milik Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hari Tanoesoedibjo itu, tidak mempunyai bukti kuat terkait kepemilikan lahan garapan tersebut.

 “Tidak punya bukti apa-apa, pihak MNC langsung menguasai lahan garapan kami dengan memasang plang seenaknya saja. Apa itu bukan penyerobotan namanya,” ungkap Bubung yang akrab dipanggil Cawi, kepada wartawan saat melakukan pertemuan dengan para penggarap di Cafe Oyod Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Jum’at (19/8).

Cawi mengungkapkan, pada dasarnya para penggarap yang jumlahnya mencapai puluhan warga itu, tidak akan bersikeras menguasai fisik lahan yang sudah bertahun-tahun digarapnya. Asalkan, pihak MNC menunjukkan bukti surat kepemilikan lahan garapan seluas 92 hektar tersebut kepada warga atau penggarap.

 “Bila memang pihak MNC mempunyai bukti kepemilikan, tunjukan kepada kami surat nya. Kalau kami para penggarap, memiliki surat keterangan garap dari desa yang menjadi dasar kami menggarap lahan itu,” terangnya.

Belum lama ini, kata Cawi, sejumlah penggarap menerima surat dari pihak yang mengatasnamakan tim pengamanan lahan internal MNC pada Jumat (12/8) lalu. Isi yang tertulis didalam surat itu, para penggarap diminta segera mengosongkan lahan selama 7 X 24 jam.

 “Apabila kami tidak mengosongkan lahan itu, pihak MNC mau mengambil tindakan hukum sesuai yang ditulis dalam surat. Pertanyaan kami,  pelanggaran hukum apa yang sudah kami lakukan sebagai penggarap,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Pustu yang Rusak Berat di Sukaluyu, Sekda: Kami Setuju Ini Prioritas

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor (Sekda) Burhanuddin merespons positif keinginan warga yang setuju Puskesmas pembantu (pustu) di Kampung Sawah RT 02 RW 04 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung harus segera dibangun pada tahun ini.

Burhanudin

“Adanya pustu yang telah rusak itu langsung kami komunikasikan dengan  pihak Dinas Kesehatan. Langsung kami diperintahkan, pihak Dinkes harus cek ke lokasi gedung pustu yang rusak itu,” ujar Burhanuddin kepada  Jurnal Bogor, Senin (22/8).

Menurutnya, Dinkes harus cek dan progresnya bisa dimasukkan pada perubahan anggaran. “Dinkes sudah kami perintahkan, pustu yang merupakan pelayanan masyarakat di Sukaluyu itu, cek apa sudah masuk di Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) apa belum. Kalau sudah, kami setuju pustu itu bisa dimasukan pada perubahan anggaran sehingga pustu di Desa Sukaluyu bisa dibangun tahun 2022 ini,”  jelasnya.

Pasalnya, pusat  pelayanan kesehatan yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat di Desa Sukaluyu, kata dia, jika telah rusak harus menjadi prioritas pembangunan. “Ini dasarnya ada, karena sudah rusak berat. Mudah mudahan pustu itu bisa dilakukan perbaikan di tahun 2022 ini,” kata Sekda lagi.

Sebelumnya, Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan menyebut gedung pustu yang berada di wilayahnya selain sudah lama rusak, ditambah ketiadaan  listrik dan toilet. Aos menerangkan, gedung pustu  memiliki  empat ruangan, namun karena dianggap membayakan sehingga yang bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan hanya satu ruangan saja.

“Pasien menuggu giliran masuk,  hanya  menunggu diluar lantaran ruang tunggu yang ada sudah tak bisa digunakan. Khawatir bangunan pustu yang tak layak itu, bisa mengancam warga dan petugas kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Aos, gedung pustu setiap tahun diusulkan bahkan sudah masuk di SIPD. Mengingat darurat, Aos berharap Pemkab Bogor bisa memasukan diperubahan anggaran untuk pembangunan pustu. “Sangat dinantikan masyarakat, mudah mudahan pelaksanaan pembangunan pustu bisa dilaksanakan tahun 2022 ini,” harapnya.

** Arip Ekon

Pembagian Hadiah Tutup Acara HUT RI ke-77 di SDN Pengadilan 2 Bogor 

0

Bogor | Jurnal Bogor

Puncak kemeriahan dari rangkaian acara Agustusan memeriahkan HUT RI ke-77 di salah satu sekolah favorit tingkat dasar di Kota Bogor yakni SDN Pengadilan 2 Bogor diadakan pada Senin, 22 Agustus 2022.

Puncak acaranya pembagian hadiah untuk peserta lomba dari berbagai kategori yang sudah diadakan sebelumnya pada Selasa, 16 Agustus 2022. Acara berlangsung meriah disaksikan oleh siswa-siswi, para guru dan juga orang tua murid di halaman sekolah.

Meski perlombaan diadakan hanya di lingkungan sekolah saja, tapi antusias para pemenang peserta lomba begitu terasa. Tentunya ada kebanggaan dari siswa-siswi yg namanya dipanggil sebagai pemenang di masing masing kategori.

Para pemenang mendapatkan hadiah yang sudah disediakan oleh panitia acara seperti buku tulis, balpoint, pensil dan aneka hadiah menarik lainnya.

“Kegiatan Agustusan dalam rangka menyambut HUT RI ini sangat dinanti baik oleh siswa-siswi, guru maupun orang tua siswa karena di moment Hari Kemerdekaan inilah keluarga besar SDN Pengadilan 2 Bogor bisa berkumpul,  silaturahim dan ber gembira bersama  sebagai bentuk kecintaan kepada NKRI dan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur sehingga kita  bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini,” ujar salah satu panitia acara Bayu Bagja Saputra, S.Pd.

Dengan rutin diadakan kegiatan acara Agustusan setiap tahunnya, Bayu berharap  selain  mempererat silaturahim juga  dapat menanamkan kecintaan  akan jasa para pahlawan dan tanah airnya  dari siswa siswi dan keluarga besar SDN Pengadilan 2 Bogor.

Seperti semboyan atau pepatah yang sering kita dengar bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Pemenang Juara Pertama Lomba Agustusan SDN Pengadilan 2 Bogor

Joget balon kelas 6                          : Firsa dan Nabila

Tarik tambang kelas 5                     : Ibrahim dkk

Berjalan di atas tempurung kelas 4 : (pa) Chello, (pi) Adila

Balap karung kelas 3                       : (pa) Abidzar, (pi) Zayra

Kelereng kelas 2                              : (pa) Fathan 2b, (pi) Maria 2b

Memasukan pensil ke botol kelas 1 : (pa) Ilyas 1a, (pi) Quin 1c

**ed

Pupuk Kecintaan Tanah Air Sejak Dini, Warga Kavling Sukarapih Gelar Pentas Seni di Momen HUT RI

0

Ciomas l Jurnal Bogor

Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 tahun 2022 dirayakan warga dengan beragam cara di Tanah Air, mulai dari lomba-lomba Agustusan hingga pentas seni.

Tak mau ketinggalan, masyarakat yang tinggal di Kavling Sukarapih, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor juga turut menyemarakan HUT RI- ke 77 dengan lomba Agustusan yang dibingkai tema memupuk patriotisme dan kecintaan tanah air sejak dini.

Sejumlah peserta  lomba HUT RI yang didominasi anak anak, antusias mengikutinya.

“Momen HUT RI, pesannya bagi  anak adalah memupuk  cinta Tanah Air sejak dini,” kata panitia penyelenggara kemerdekaan Wawan Setiawan kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Disamping menumbuhkan patriotisme, juga agar bisa menghargai perbedaan.

Tidak hanya itu, ditengah semarak HUT RI, panitia juga menyuguhkan  panggung hiburan dengan menggelar  pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi tarian tradisional.

Wawan yang merupakan Kepala PD Pasar Cigudeg, Bogor Barat menyatakan bahwa puncak acara ditampilkan pada Senin, 3 September mendatang.

“Tarian khas tradisional diharapkan sejak dini anak anak  bisa mengenal beragam budaya Indonesia. Ini penting, jangan sampai anak  ketergantungan dengan gadget atau handphone. Paling tidak momen Kemerdekaan Republik Indonesia ini jadi sesuatu yang menyenangkan,” jelasnya.

** Arip Ekon

MNC Dituding Serobot Lahan Garapan Warga Pasir Buncir

0

Caringin|Jurnal Bogor

Ketenangan para penggarap lahan eks PTPN XI yang berlokasi di Kampung Pasir Ipis, Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mulai terusik. Itu setelah pihak MNC Land menguasai lahan yang sudah lama digarap warga secara sepihak dengan melakukan pemasangan plang. 

Ketua Paguyuban Kelompok Tani 92, Bubung Saepul Arsyad menuding pihak MNC telah melakukan penyerobotan lahan garapan warga dengan memasang plang tanpa persetujuan dari para penggarap.

Menurutnya, pemasangan plang oleh pihak MNC di lahan garapan warga yang kondisi fisiknya sedang ditanami berbagai jenis sayuran, sama sekali tidak mendasar. Pasalnya,  perusahaan milik Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hari Tanoesoedibjo itu, tidak mempunyai bukti kuat terkait kepemilikan lahan garapan tersebut.

 “Tidak punya bukti apa-apa, pihak MNC langsung menguasai lahan garapan kami dengan memasang plang seenaknya saja. Apa itu bukan penyerobotan namanya,” ungkap Bubung yang akrab dipanggil Cawi, kepada wartawan saat melakukan pertemuan dengan para penggarap di Cafe Oyod Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Jum’at (19/8).

Cawi mengungkapkan, pada dasarnya para penggarap yang jumlahnya mencapai puluhan warga itu, tidak akan bersikeras menguasai fisik lahan yang sudah bertahun-tahun digarapnya. Asalkan, pihak MNC menunjukkan bukti surat kepemilikan lahan garapan seluas 92 hektar tersebut kepada warga atau penggarap.

“Bila memang pihak MNC mempunyai bukti kepemilikan, tunjukan kepada kami surat nya. Kalau kami para penggarap, memiliki surat keterangan garap dari desa yang menjadi dasar kami menggarap lahan itu,” terangnya.

Belum lama ini, kata Cawi, sejumlah penggarap menerima surat dari pihak yang mengatasnamakan tim pengamanan lahan internal MNC pada Jumat (12/8) lalu. Isi yang tertulis didalam surat itu, para penggarap diminta segera mengosongkan lahan selama 7 X 24 jam.

 “Apabila kami tidak mengosongkan lahan itu, pihak MNC mau mengambil tindakan hukum sesuai yang ditulis dalam surat. Pertanyaan kami,  pelanggaran hukum apa yang sudah kami lakukan sebagai penggarap,” paparnya.

Cawi menjelaskan, harusnya dari pihak MNC memberikan penjelasan soal status pengelolaan lahan yang mereka klaim saat ini, baik melalui mediasi dengan para penggarap maupun menyampaikan informasi kepada pemerintah desa.

 “Kalau tidak mau mediasi dengan kami, bisa disampaikan kepada pemerintah desa apa yang menjadi dasar MNC memasang plang di lahan garapan kami. Ini kan belum jelas statusnya, tahu – tahu mereka mengintimidasi kami dengan cara premanisme. Bukan begitu caranya,” imbuhnya.

Cawi dan para penggarap lainnya pun langsung mengambil sikap dengan mengirim surat kepada wakil rakyat Kabupaten Bogor. Surat permohonan audiensi dengan dewan itu ditujukan langsung kepada Ketua DPRD, Rudi Siswanto.

 “Senin (hari ini,red) rencananya surat permohonan audiensi itu kami kirimkan ke dewan. Semoga surat itu langsung direspon ketua dewan dan anggota wakil rakyat lainnya,” ujarnya.

Adanya permasalahan antara para penggarap lahan eks PTPN XI dengan MNC, Kepala Desa Pasir Buncir, Yudi Hermawan mengaku, sampai saat ini belum mendapatkan informasi tentang dasar pihak MNC mengklaim lahan garapan tersebut.

“Karena dari pihak MNC tidak menyebutkan apa yang menjadi dasar mereka menguasai fisik atau lahan yang sedang digarap warga itu,” terangnya.

Yudi menyatakan, pada saat datang ke kantor desa, seharusnya pihak MNC memberikan informasi terkait legalitas atau dasar penguasaan lahan garapan tersebut. Karena, atas dasar legalitas kepemilikan itulah bisa disampaikan kepada para penggarap.

Yudi membenarkan, para penggarap akan meminta audiensi dengan anggota dewan Kabupaten Bogor untuk menyelesaikan permasalahan yang tengah terjadi dengan pihak MNC.

 “Saya mendukung upaya para penggarap dalam menyelesaikan permasalahan lahan garapan tersebut,” tukasnya.

Sebelumnya, puluhan penggarap lahan Blok 92, Desa Pasirbuncir, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor Caringin mengaku diintimidasi sekelompok orang gak dikenal yang mengaku dari pihak MNC. Para penggarap juga mengaku dipaksa menandatangani surat pernyataan yang berisi pengakuan bahwa lahan yang mereka garap adalah lahan milik MNC Group.

Tak hanya mendatangi para penggarap, sekelompok orang yang diduga para preman bayaran itu juga memasang plang di lokasi lahan garapan yang sudah sejak lama digarap para petani di desa tersebut.

Tak terima mendapat perlakuan kurang menyenangkan, mereka pun mendatangi kantor kepala desa setempat untuk mengadukan hal yang mereka alami kepada kepala desa (kades), Senin (8/8/2022) lalu.

** Dede Suhendar

Sadengkolot Tutup Puncak HUT RI dengan Wayang Golek

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, menyemarakkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-77 dengan berbagai rangkaian acara kegiatan perlombaan dan puncak acara penutupan digelar di lapangan bola desa setempat, Sabtu (20/08/2022).

Acara yang dihelat sejak pagi hingga malam hari sukses digelar pemerintah desa bersama masyarakat seperti pentas seni budaya wayang golek dan pencak silat dari Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) yang menampilkan beberapa atraksi.

Acara hiburan dan pembagian hadiah kepada masyarakat yang sebelumnya mengikuti turnamen sepak bola Pordes Cup dan ditutup pada malam hari dengan helaran wayang golek. Bahkan Desa Sadengkolot mendapatkan juara ketiga dalam lomba di tingkat Kecamatan leuwisadeng.

Kepala Desa Sadengkolot Mamat Rahmat mengatakan, berbagai rangkaian acara dalam rangka HUT RI ke-77 tahun ini animo masyarakat antusias setelah dua tahun terhalang pandemi Covid-19.

“Tahun ini kita menyemarakan dengan beberapa agenda kegiatan dari kegiatan olah raga sepak bola kepemudaan tingkat desa dan perlombaan, saat ini kita puncak penutupannya yang menampilkan berbagai rangkaian kegiatan,” ungkapnya.

Menurutnya, dari acara tersebut dapat memperkuat atau memperkokoh persatuan warga. “Dengan menggelar kegiatan ini, akan mampu mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bergembira,” ujarnya.

Dia menjelaskan, dengan adanya acara seni budaya sebagai sarana untuk memperkenalkan kegiatan seni dan budaya yang ada di desa pencak silat dari PSHT.

“Terimakasih juga kepada PSHT ranting Bogor Barat yang cukup mensuport dan mendidik anak generasi cabang rayon Sadengkolot untuk menjadi atlet nasional bahkan internasional,” tukasnya.

** Andres

Rutilahu Desa Pasirmuncang Sudah Capai 80 Persen

0

Caringin | Jurnal Bogor

Masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Desa Pasirmuncang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, menerima bantuan rumah tidak layak huni (Rutilahu) dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Tahun ini Desa Pasirmuncang mendapat bantuan program Rutilahu  untuk 20 orang dengan rincian terbagi di 13 RT dan 5 RW. Saat ini pelaksanaan kegiatannya sendiri sudah hampir selesai,” kata Ketua LPM Desa Pasirmuncang, Encep Paridudin, Sabtu (20/8/2022).

Dijelaskannya, program Rutilahu merupakan bantuan Pemerintah Jawa Barat. Bantuannya sendiiri diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang rumahnya tidak layak huni.

Adanya bantuan tersebut, untuk mendorong dan meningkatkan keswadayaan dalam peningkatan kualitas rumahnya beserta sarana dan prasarana.

“Mekanisme pekerjaannya atau untuk progres fisiknya sudah terlaksana sekarang itu kurang lebih 80 persen,” imbuhnya.

Program Rutilahu yang dilaksanakan dengan metode Padat Karya Tunai (PKT) ini, kata dia juga guna menyerap tenaga kerja setempat.

“Dengan kata lain bahwa program Rutilhu merupakan stimulan yang diberikan pemerintah Jawa Barat kepada masyarakat berpenghasilan rumah rendah yang rumahnya tidak layak huni. Dimana, mereka juga berswadaya membangun rumahnya agar menjadi lebih layak huni,” tuturnya.

Wakil Ketua LPM Desa Pasirmuncang, Ujang Maulani mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah Jawa Barat yang telah membantu masyarakat Pasirmuncang, khususnya untuk perbaikan rumah yang tidak layak huni.

“Alhamdulillah, akhirnya keinginan warga bisa terwujud, rumah yang tadinya sudah tidak layak huni ini dapat perbaikan dan kembali bagus lagi,” ucapnya.

Sementara, salah seorang penerima bantuan Rutilahu, Agus Supriyanto mengucapkan terima kasih atas perhatian pihak Pemerintah Desa Pasirmuncang yang telah membantu mendata namanya sebagai penerima program Rutilahu ini.

“Terima kasih yang sebesar – besarnya untuk bapak Yudi selaku Kepala Desa Pasirmuncang yang telah membantu memasukan nama kami sebagai penerima  ini. Bersyukur sekarang rumah kami jadi kokoh lagi,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Desa Pasirmuncang Yudi  mengatakan bantuan stimulan perbaikan rumah tiidak layak huni bagi masyarakat Pasirmuncang memang untuk warga kurang mampu.

“Kami berharap, bantuan ini bisa membantu warga yang berpenghasilan rendah, agar rumahnya bisa sehat secara lingkungan sehingga menciptakan situasi kondisi yang sehat juga,” pukasnya.

** Deny

HUT RI di Hambaro Meriah, Warga Bebas Ekspresikan Kreasinya

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-77 yang dilakukan Pemerintah Desa Hambaro,  Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tampak lebih semarak dengan menggelar lomba tumpeng, pawai kemerdekan, serta lomba hias kampung ditembok maupun di gang masuknya perkampungan.

Kepala Desa Hambaro H Firdaus mengatakan, warga desa diberi kebebasan untuk mengekpresikan kreasinya.

“Peringatan Hari Kemerdekaan ke-77 kali ini,  antusias meningkat. Karena kegiatan ini guna mendongkrak semangat gotong royong warga,” kata H Firdaus kepada Jurnal Bogor, kemarin.

“Kegiatan tersebut bukan semata-mata karena nilai atau hadiahnya, tetapi bagaimana pada HUT RI ini bisa membangun semangat nasionalisme dan menyelaraskan nilai-nilai lokal dalam membangkitkan budaya gotong royong ,” kata dia lagi.

Kemeriahan HUT kemerdekaan yang diikuti peserta di tingkat RW seiring digelarnya perbagai perhelatan menarik. Menurut panitia penyelenggara Taufik Hidayat, kemeriahan peingatan kali ini lebih terasa dengan adanya keterlibatan Karang Taruna, LPM , PKK, BPD serta mahasiswa KKN  dari UIN Jakarta, UNPAK, Umul Quro dan UMJ.

Disamping itu, lanjut dia, pihaknya sudah menyiapkan hadiah bagi para pemenang dari beragam jenis perlombaan. “Yang terpenting bukan nilai dari hadianya, tapi arti dari kerjasama  karena peran  masyarakat tentu sangat dibutuhkan dalam memajukan desa,” ujar Taufik

Dia berharap membangun semangat gotong royong agar bisa terus dilakukan dan tak hanya pada saat perayaan kemerdekaan saja.

** Arip Ekon