29.8 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 873

Edi Koswara Kunjungi Korban Bencana Banjir Bandang

0

Bukti Peduli Pemuda Cemerlang

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Bencana banjir bandang yang menerjang perkampungan warga di Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, dan Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Rabu 22 Juni 2022 lalu menyisakan sejumlah trauma. Tak hanya para orang tua tapi juga kalangan anak-anak.

Atas dasar ini pula, para insan muda yang tergabung dari sejumlah organisasi kepemudaan Kabupaten Bogor dibawah koordinator Edi Koswara menggelar aksi sosial berupa pemulihan psikologis anak-anak terdampak bencana sekaligus bantuan sosial seperti sembako dan lainnya.

“Ini merupakan inisiasi pribadi kami yang bersatu dalam semangat ‘Pemuda Cemerlang’, dan rasa keterpanggilan sebagai putra daerah Bogor Barat, kami tergerak untuk memberikan sesuatu yang tentunya bisa membantu, tak hanya materi tapi juga moril. karena bagaimana pun, mereka (korban terdampak bencana-red) adalah saudara-saudara kami,” tegas pria yang mencalonkan diri sebagai Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Bogor ini, Senin (27/06)..

Lebih lanjut Edi memaparkan aksi ini dilakukan secara spontan tanpa ada rencana detail dan maksud tertentu. “Saya tegaskan sekali lagi, aksi ini dilakukan murni atas dasar rasa keterpanggilan hati kami sebagai putra daerah. Jadi tak ada rencana apapun, begitu tercetus semuanya langsung siap dan terjun langsung ke lapangan untuk bahu membahu sebisa yang teman-teman bisa,” papar Ketua Fokusmaker Kabupaten Bogor ini.

Edi berharap, dengan bantuan yang diberikan, minimal bisa membantu meringankan beban para korban bencana. “Kami pun akan coba membantu sebisa kami, termasuk coba berkomunikasi dengan dinas terkait tentang penanganan kedepan tentunya dengan porsi yang kami miliki. Dan kami pun siap mendukung langkah kebijakan pemerintah daerah dalam upaya penanganan. Bila diperlukan tenaga, insya Allah, Pemuda Cemerlang siap untuk membantu Pemkab Bogor kapan saja,” sebut Edi.

Untuk diketahui, data sementara gambaran umum bencana di Kecamatan Leuwiliang, jalur terdampak adalah yang menghubungkan antara Kabupaten Bogor dengan Kabupaten Sukabumi, terputus sepanjang 80 meter.

Dengan 20 titik longsoran besar dan 44 titik longsoran kecil. Jalan terputus 2 titik, jembatan terputus 1 titik. Saat ini sudah diselesaikan beberapa titik longsoran dan pekerjaannya masih terus berjalan.

Selain itu, ada juga 10 rumah rusak berat, 90 rumah rusak ringan, 1 orang meninggal dan yang terdampak langsung ada hampir 177 Kepala Keluarga (KK) yang kini ditampung di rumah-rumah saudaranya, untuk di Posko pengungsian hanya 20 orang. Kerusakan lahan pertanian hampir 35 hektar, kerugian peternakan yakni 20 ton ikan.

** Mochamad  Yusuf

UPT Pertanian Jonggol Lakukan Pelepasan Purna Bakti Kepala UPT

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Purna bakti bukanlah akhir dari segala aktivitas seseorang dalam bidang yang digelutinya. Ia bisa terus berkarya dan bersinergi dalam bidang tersebut namun dalam kondisi, tempat atau jalan yang berbeda. Itulah salah satu nilai yang tersirat dalam acara pelepasan purna bakti atau pensiunnya  H Akhmat, Kepala UPT Pertanian wilayah X  Jonggol, Senin (27/06/22).

Acara perpisahan yang dilakukan di ruang rapat  UPT Pertanian Jonggol  itu dihadiri H Rahmat Ismail Sub Kordinator Perlindungan Tanaman Pertanian Distan Korbui Kabupaten Bogor, Kepala BPP dan anggota kelompok petani Kecamatan Jonggol –  Sukamakmur.

Akhmat menyampaikan rasa syukur dan terimakasihnya kepada staf yang sudah memberikan dedikasi dan mendukung semua program-programnya serta kerjasama dengannya hingga bisa sampai di jabatan purnabakti ini.

“Saya ucapkan terimakasih kepada para staf, kelompok tani, atas  dedikasinya terhadap saya hingga bisa mencapai masa purnabakti ini,” ucap Akhmat. 

Senada disampaikan, Jajang Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Jonggol mewakili  para staf dan anggota kelompok  tani. Dia mengatakan Akhmat adalah  sosok yang pantas dijadikan teladan oleh para pegawai yang lain dari segi tanggungjawab dan loyalitasnya sebagai abdi negara.

“Tidak lupa, tolong buka kan pintu maaf selebar – lebarnya untuk pak Akhmat agar beliau bisa menikmati masa pensiun dengan tenang , tanpa ada persoalan apapun,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Soal Pungutan PPDB Dianggap Utang, M.Ichsan: Sumbangan Bukan Perjanjian 

0

Cariu | Jurnal Bogor 

Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat H.Mochamad Ichsan menyayangkan adanya pungutan saat PPDB Tahun Ajaran 2021 lalu di SMAN 1 Cariu yang berdampak pada teguran siswa saat hendak ujian semester. Tak hanya itu orangtua siswa juga tetap diharuskan membayar pungutan yang dibalut bahasa sumbangan bak utang seperti di bank yang harus dibayar mengangsur.

H.Mochamad Ichsan

“Pada dasarnya sumbangan itu sifatnya sukarela tidak mengikat, tapi ketika ada komitmen berupa angka dari orangtua murid kepada pihak sekolah sah-sah saja. Tetapi tidak mengikat seperti perjanjian kerja sama di perusahaan,” jelasnya kepada Jurnal Bogor, Senin ( 27/06/22).

Mochamad Ichsan merespons adanya pernyataan kepala sekolah yang menyatakan sumbangan PPDB adalah utang. Namun untuk setingkat sekolah negeri yang notabene sudah mendapat suntikan dana dari pemerintah, mulai dari operasionalnya hingga sarana dan prasarana serta gedung sekolah sudah menjadi tanggung jawab pemerintah.

Menurutnya, sekalipun ada ketetapan angka dan orang tua menyanggupi tetap tidak mengikat hukumnya apalagi kalau sampai dianggap utang. “Ini yang kita khawatirkan, melalui komite dengan berdalih uang titipan dan sumbangan, ujung nya menyakiti hati anak karena ditagih utang oleh sekolah, itu aturan dari mana,” pungkas M.Ichsan.

Hal serupa disampaikan oleh Ketua Presidium Bogor Timur, Al Hafiz Rana. Dia sangat menyayangkan masih ada hal serupa di sekolah negeri yang ada di Bogor Timur. Seharusnya kata dia, pihak sekolah tidak kaku apalagi menentukan sumbangan – sumbangan yang harus dibebankan kepada orang tua siswa.

“Harus ada penindakan lebih dan pengawasan dari pihak – pihak terkait, jangan sampai sumbangan yang ditentukan menjadi memberatkan warga yang malah lebih condong disebut pungutan dari pada sumbangan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Mahasiswa Geruduk Istana, Minta RKUHP Dibuka ke Publik

0

JURNAL INSPIRASI – Ratusan mahasiswa kembali berunjukrasa di depan pintu utama Istana Bogor atau tepatnya di depan RS Salak, Senin (27/6). Mereka menuntut agar Rancangan Kitab Undang Undang Hukum Pidana (RKUHP) dibuka ke publik.

Diketahui, ratusan mahasiswa itu berasal dari Universitas Djuanda (Unida) Bogor, STKIP Muhammadiyah Bogor, dan Universitas Ibn Khaldun (UIKA).

Saat aksinya, mahasiswa membakar keranda dan ban bekas. Mereka juga membentangkan spanduk bertulis Demokrasi Telah Mati, DPR Impoten, dan Hati-hati Kolonial Lahir Kembali.

Juru Bicara Aksi, Ruben Bentiyan menyebut bahwa wacana revisi RKUHP merupakan salah satu upaya membuka gerbang perubahan demokrasi menjadi negara kekuasaan.

Menurut dia, hal itu lantaran didasari ketidak-terbukaan pemerintah dan DPR dalam proses revisi RKUHP. Sebab, salah satu asas dalam Peraturan Pembentukan Perundang-undangan mengatakan, untuk pembuatan Undang-Undang harus ada Keterbukaan informasi publik sebelum diplenokan.

Mahasiswa menuntut Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) dan Komisi III DPR-RI untuk membuka draft RKUHP lantaran penting bagi kehidupan masyarakat dalam bernegara.

Mata dia, tanpa adanya keterlibatan publik terlebih dahulu, revisi undang undang dengan cepat bergulir di pleno akhir dan menuju disahkan.

Sementara untuk undangan untuk tenaga ahli seperti akademisi dalam proses revisi RKUHP itu dinilai tidak merepresentasikan asas Keterbukaan publik.

“Hanya sekedar formalitas saja, hanya agar seakan-akan RKUHP ini terbuka kepada publik,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Pendapatan Pajak Restoran Melonjak

0

JURNAL INSPIRASI – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) memasang target Pendapatan Asli Daerah (PAD) tahun 2022 sebesar Rp1,1 triliun. Sektor Pajak Daerah diharapkan dapat menembus Rp774,1 miliar.

Diketahui, saat ini realisasi penerimaan Pajak Daerah baru menyentuh Rp356,5 miliar atau setara 46,06 persen.

Kepada wartawan, Sekretaris Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor Lia Kania Dewi mengatakan raihan pendapatan itu terhitung hingga akhir Juni 2022. Walau masih dibawah 50 persen, namun bila dibandingkan dengan realisasi Pajak Daerah pada periode yang sama di tahun lalu, mengalami peningkatan.

“Pada waktu yang sama tahun lalu itu capaiannya Rp305,3 miliar. Artinya ada peningkatan dibandingkan di tahun lalu,” jelasnya.

Menurut dia, dari beberapa sektor Pajak Daerah, Pajak Restoran, Pajak Hotel dan Pajak Hiburan jadi tiga sektor yang capaiannya meningkat tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Sampai Juni 2022, realisasi penerimaan Pajak Restoran mencapai Rp82,2 miliar atau setara 58 persen dari target yang ditetapkan,” ungkapnya.

Jika dibandingkan penerimaan pajak restoean pada Juni 2021, angkanya hanya menyentuh Rp55,5 miliar. Sementara realisasi Pajak Daerah dari sektor Pajak Hotel juga meningkat dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

“Sampai Juni 2022, penerimaan Pajak Hotel sudah mencapai Rp41,5 miliar atau setara 43,7 persen dari target. Sementara Juni tahun lalu, realisasi Pajak Hotel Rp31,6 miliar,” tuturnya.

Kemudian, sambung dia, untuk Pajak Hiburan juga mengalami peningkatan. Sebab, hingga saat ini sudah mencapai Rp8,5 miliar atau setara 26,8 persen dari target. “Tahun lalu hanya Rp3,4 miliar. Dsri tiga sektor pajak itu ada peningkatan Rp42 miliar pada Juni ini,” ungkapnya.

Peningkatan itu, kata Lia, lantara.ln adanya pelonggaran kebijakan pandemi Covid-19. Ia berharap, berbagai kelonggaran kebijakan dapat menggenjot realisasi penerimaan pajak daerah Kota Bogor hingga akhir 2022.

“Sehingga kita bisa memenuhi target penerimaan pajak daerah yang ditetapkan untuk Kota Bogor pada tahun 2022,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Desak Eks Holywings Ditutup Permanen

0

JURNAL INSPIRASI – Elvis Kafe (Eks Holywings) disegel dan dibekukan izinnya oleh Pemkot Bogor lantaran kedapatan menjual minuman beralkohol (minol) diatas 40 persen, mendapat respon berbagai pihak. Diantaranya dari DPRD Kota Bogor.

Ketua DPRD Kota Bogor, Atang Trisnanto mengaku sangat mendukung dan mengapreasiasi langkah Pemkot Bogor untuk menyegel Elvis.

“Kami mendukung langkah Walikota dan Pemkot yang sudah melakukan penyegelan dan penindakan atas pelanggaran yang dilakukan Holywings (Elvis Cafe, red),” ujar Atang, Senin (27/6).

DPRD mendorong agar Pemkot Bogoe untuk menutup permanen Elvis, yang dianggap sudah berkali-kali melakukan pelanggaran.

“Kalau perlu bisa segera ditutup permanen karena sudah beberapa kali melanggar aturan. Tidak ada dispensasi bagi penjual minol dan melanggar peraturan yang berlaku di Kota Bogor,” tegas Atang.

Kehadiran Elvis Cafe ini juga sempat menjadi sorotan dan menuai polemik. Bahkan, tagline ‘Ramah Keluarga’ yang diusung oleh Elvis Cafe ini kini dipertanyakan oleh Atang.

“Salah besar kalau menggunakan tagline ramah keluarga jika jelas-jelas menjual minuman beralkohol,” kata Atang.

Kehadiran Perda Nomor 1 tahun 2021 tentang Ketertiban Umum, yang mana didalamnya sudah mencangkup pasal yang mengatur peredaran minol, menurut Atang perlu diimplementasikan.

“Jadi ini harus diperkuat dengan peraturan kepala daerah dan perangkat daerah terkait, baik itu satpol-pp dan dinas perizinan, untuk melakukan penegakan,” katanya.

Sementara itu, Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor juga turut mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Bogor menyegel Elvis.

“Jargon Kota Bogor adalah kota beriman. Karena itu, Pemuda Muhammadiyah mendukung upaya pemerintah kota Bogor dalam membasmi kemaksiatan, termasuk menutup Kafe Elvis”, ujar Ketua Pemuda Muhammadiyah Kota Bogor, Haidir.

Kata dia, aktifitas bisnis tidak boleh menabrak norma-norma sosial masyarakat. Ia pun mengingatkan agar Pemerintah Kota Bogor tidak hanya menindak tegas Elvis, tapi seluruh kafe yang melakukan pelanggaran.

“Jangan hanya terhadap satu kafe saja. Pemerintah kota Bogor perlu melakukan sidak terhadap semua kafe. Kalau ada temuan, tindak tegas,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Pemuda Muhammadiyah, Navis Aulia Rahman. Menurutnya, Pemkot Kota Bogor perlu memperhatikan dengan baik isu yang sensitif bagi umat Islam.

“Kalau aspirasi ummat tidak didengar, tentu akan muncul gejolak. Kafe Elvis ternyata masih berafiliasi dengan Holywings jakarta. Tindakan Pemkot Bogor melakukan razia dan menutup,” katanya.

Pemuda Muhammdiyah juga turut mengecam promosi minol bagi yang bernama ‘Muhammad’ dan ‘Maria’, di Holywings Jakarta. Hal itu dinilai sudah masuk pada tindakan penodaan terhadap agama.** Fredy Kristianto

Dokter Asal Jakarta Ditemukan Tewas Tergantung di Rumah Kontrakan

0

JURNAL INSPIRASI – DB, perempuan berusia 41 tahun ditemukan tak bernyawa dalam posisi tergantung di dalam kontrakannya pada Jalan Vila Citra, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Senin (27/6).

DB yang berprofesi sebagai dokter itu, pertama kali ditemukan oleh tetangganya pada pukul 13.00 WIB, saat hendak mengecek lantaran rekan DB mengatakan yang bersangkutan tidak masuk kerja dan sulit dihubungi.

“Jadi tetangganya mencoba memanggil korban namun tidak ada jawaban dan memberanikan diri membuka pintu rumah,” ujar Kapolsek Bogor Utara Kompol Engkus Kuswaha melalui keterangan tertulisnya.

Menurut dia, saat dibuka pintu rumah rupanya tidak dikunci, dan didapati DB tergantung dengan leher terlilit seprei.

“Lantas tetangganya meminta bantuan untuk mengangkat korban dan memindahkan ke tempat tidur. Kemudian menghubungi RT setempat kemudian melaporkan ke Polsek Bogor Utara,” jelasnya.

Mendapat laporan itu, pihaknya langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat tempat kejadian perkara dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh warga Gunung Sahari Utara, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat itu.

“Jenazah DB sudah dibawa ke RSUD Kota Bogor untuk visum ET dan revertum,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Tertutup Longsor, Operasional Damri Terhenti

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Dampak peristiwa banjir dan longsor di wilayah Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor pada Rabu (22/06/22) lalu, membuat operasional Bus Damri lintas Leuwiliang – Cikidang, Sukabumi terhenti. Sebab, di beberapa titik akses jalan tertutup longsor.

Kepala Terminal Leuwiliang Wahyu Hidayat mengatakan, bahwa saat ini untuk layanan angkutan umum Leuwiliang Cikidang dihentikan sementara.

“Kita belum bisa menentukan kapan operasional Damri kembali berjalan normal. Karena, tergantung pembukaan jalan yang masih tertutup material longsor,” ungkapnya. Senin (27/06/22).

Kendati demikian, pihaknya terus memantau perbaikan pembukaan akses yang mengarah ke Sukabumi.

“Petugas Damri sudah meninjau area jalan yang tertutup longsor dan sudah dilaporkan ke pimpinan perusahaan otobus (PO) Damri pusat. Kami selalu memberikan informasi terkait pelayanan ke masyarakat yang menggunakan jasa transportasi Damri dari Leuwiliang ke Cikidang Kabupaten Sukabumi,” kata Wahyu.

Namun, untuk solusi pihaknya mengarahkan transportasi ke Terminal Bubulak untuk tujuan masing-masing ke wilayah Cikidang dan Palabuan Ratu.

“Sementara kami arahkan perjalanan Damri ke Terminal Baranangsiang yang bisa langsung menuju Terminal Cikidang maupun ke Pelabuhan Ratu,” tukasnya.

** Andres

BPP Dorong Ketahanan Pangan Melalui Kelompok Wanita Tani

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kelompok Wanita Tani (KWT)  Melati Desa, Weninggalih, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor merupakan kelompok binaan dari Badan Penyuluhan Pertanian wilayah X Jonggol . Adanya pembentukan kelompok tersebut sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan ketahanan pangan di level terbawah yakni desa.

Kepala Badan Penyuluhan Pertanian Jajang mengatakan, KWT tidak hanya untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas dan pangan rumah tangga sesuai dengan kebutuhan pangan, tetapi juga berorientasi meningkatkan pendapatan rumah tangga. 

“Melalui wadah ini, para anggota kelompok yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga diberikan keterampilan serta diberdayakan sehingga mampu mengolah pangan secara mandiri bahkan menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi,” ucap Jajang kepada pada Jurnal Bogor, Senin (27/06/22).

Menurutnya KWT Melati Desa Weninggalih sudah terbentuk sejak tahun 2020 lalu. Terkait jumlah anggota yang telah bergabung dengan KWT masih minim

“KWT Melati sudah dibentuk dari tahun 2020 dahulu namanya KRPL  sekarang ganti nama menjadi KWT Melati,” bebernya.

Setiap anggota yang tergabung dalam KWT, kata dia, memiliki produk masing-masing dari hasil budidaya tanaman di pekarangan rumah. 

“Mayoritas bahan-bahan hasil produk KWT kita ambil dari hasil budidaya dari anggota kelompok KWT,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

PAN Usulkan 10 Nama Capres

0

JURNAL INSPIRASI – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kota Bogor telah menuntaskan agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang dilangsungkan di Bigland Hotel Int’l & Convention Hall, Bogor Tengah, Kota Bogor, Sabtu (25/6).

Selain membahas program kerja dan strategi pemenangan PAN di kota hujan, Rakerda yang bertajuk ‘PAN Memilih 2024’ tersebut juga menghasilkan usulan 10 nama bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres/cawapres).

Ketua Pelaksana Rakerda PAN Kota Bogor Niki Aditya Chaidir menjelaskan, dari sepuluh nama yang diusulkan, tiga nama diantaranya berasal dari internal PAN, yakni Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan, Sekjen DPP PAN Eddy Soeparno, hingga Ketua DPP PAN yang juga Wali Kota Bogor Bima Arya.

“Yang dari eksternal ada tujuh nama, yaitu Ridwan Kamil, Erick Thohir, Andika Perkasa, Anies Baswedan, Sandiaga Uno, Haedar Nasir, dan Gatot Nurmantyo,” ungkap Niki.

Ia menyebut, sebelumnya ada sekitar 17 nama yang masuk sebagai usulan dari berbagai kalangan masyarakat, kemudian dalam Rakerda dikerucutkan menjadi 10 nama.

“Figur-figur capres dan cawapres ini yang menurut hasil Rakerda PAN Kota Bogor layak dan pantas untuk maju dalam kontestasi Pilpres 2024,” kata Niki.

Sementara itu, Sekretaris DPD PAN Kota Bogor Fajari Aria, menambahkan, sebelum mengusulkan nama-nama bakal capres dan cawapres, pihaknya melakukan roadshow ke sejumlah tokoh untuk mendengar aspirasi, mulai dari pemuka agama, tokoh pemuda, pengusaha dan tokoh masyarakat lainnya yang ada di Kota Bogor.

“Figur bakal capres dan cawapres yang diusulkan harus memiliki 5 kriteria yang ditetapkan DPP. Pertama, harus merupakan sosok yang nasionalis dan religius. Kedua, patut memiliki rekam jejak kepemimpinan yang kuat,” jelasnya.

“Lalu ketiga, harus berpihak pada kelanjutan generasi. Keempat, harus memiliki semangat inovasi dan kolaborasi. Dan kelima, harus berwawasan Nusantara dan memiliki perspektif global. Kami rasa kriteria itu ada pada 10 figur yang kami usulkan,” terangnya.

Nama-nama tersebut, lanjut Fajari, akan menjadi bahan rekomendasi di Rakerwil Jawa Barat dan Rakernas PAN. “Semoga salah satu nama tersebut dapat lolos hingga tingkat nasional, tentunya berharap ada dari internal PAN sendiri,” pungkas Fajari.** Fredy Kristianto