27.9 C
Bogor
Wednesday, August 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 875

Dihadiri RY, PPP Mulai Panaskan Mesin Partai Hadapi Pemilu 2024

0

Caringin | Jurnal Bogor

Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Bogor, mulai memanaskan mesin politiknya untuk menghadapi pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang. Itu dibuktikan dengan dikumpulkannya para kader partai, mulai dari anggota dewan hingga pengurus partai tingkat kecamatan se Kabupaten Bogor, di Hotel dan Resort Grand Pesona Cimande, Kamis (18/8).

Elly Rachmat Yasin

Dalam kegiatan itu, seluruh anggota dewan Kabupaten Bogor dari PPP, para pengurus partai Kabupaten Bogor, kader senior partai hingga tokoh politis PPP yang juga mantan Bupati Bogor periode 2008-2013, Rachmat Yasin pun turut hadir pada kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari tersebut.

Namun sayangnya, usai memberikan materi dan motivasi terhadap para peserta yang merupakan pengurus dan anggota Anak Muda Ka’bah (AMK) di ruang rapat Pangrango Grand Pesona, Rachmat Yasin atau terkenal dengan sebutan RY, enggan diwawancara.

“Saya disini bukan siapa-siapa, kalau mau wawancara silahkan ke Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor saja,” ujarnya seraya langsung masuk kedalam mobil pribadinya jenis Mercedez Benz warna hitam.

Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor, Elly Rachmat Yasin mengatakan, untuk kegiatan kali ini ada dua lokasi, dimana satu lokasi itu untuk peserta yang terdiri dari kader partai, para pengurus hingga anggota dewan. Sedangkan di lokasi terpisah, itu untuk peserta dari para pengurus dan anggota AMK.

 “Tadi Pak RY hanya memberikan motivasi saja kepada para peserta dari AMK,” ujarnya.

Tujuan dari kegiatan ini, lanjutnya, untuk mempersiapkan seluruh kader dan pengurus serta sayap partai menjelang Pemilu 2024 mendatang. Sehingga, saat pemilu nanti PPP Kabupaten Bogor sudah siap.

 “Kegiatan ini salah satu bagian dari persiapan PPP menjelang Pemilu 2024,” paparnya.

Terkait sikap PPP untuk pemilihan presiden (Pilpres), Elly Rachmat Yasin menyatakan, PPP masih tetap berkoalisi dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). “Kami di PPP masih tetap berkoalisi dengan KIB. Jadi belum menentuntukan dukungan untuk calon presiden,” jelas istri RY yang saat ini sebagai anggota DPR RI.

Adapun di pemilihan legislatif (Pileg), sambung Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor itu, saat ini belum ada nama-nama calon legislatif PPP ditiap daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Bogor. Tetapi, yang sudah mendaftarkan menjadi calon legislatif di PPP sudah banyak.

“Sebenarnya yang mau daftar sudah banyak ditiap dapil, termasuk untuk memenuhi kuota gender atau calon legislatif perempuan, di PPP sudah bisa terpenuhi,” imbuhnya.

Elly Rachmat Yasin berharap, melalui kegiatan ini, suara pemilih untuk PPP di pemilu menjadi lebih banyak dari sebelumnya. Ia pun menyadari adanya penurunan jumlah suara PPP di wilayah selatan Kabupaten Bogor terutama di Kecamatan Caringin dan Cigombong.

“Mungkin ada problem sehingga suara PPP di Caringin berkurang. Dan itu kami jadikan sebagai evaluasi agar kedepannya suara PPP di Kecamatan Caringin, menjadi barometer lagi,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Kinerja Penegak Hukum Dipertanyakan, JPP Soroti Status Tahanan Kota Kades Tangkil

0

Caringin | Jurnal Bogor
Kehadiran Kepala Desa (Kades) Tangkil, Kecamatan Caringin, Acep Awaludin saat perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 77 yang dilaksanakan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Caringin, Rabu (17/8) di Kinasih Resort, menjadi sorotan Jaringan Advokasi Masyarakat Pakuan Pajajaran (JPP).

Sebab, status Acep Awaludin yang sudah menjadi tersangka dalam kasus disangkakan melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen, secara mengejutkan sudah kembali menghirup udara bebas.

Ketua JPP, Saleh Nurangga mengaku heran dengan munculnya Acep Awaludin dengan menggunakan pakaian dinas lapangan saat perayaan HUT RI di Kinasih Resort Caringin. Padahal, Kades Tangkil itu sebelumnya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibinong.

“Ada apa ini, masa sudah jadi tersangka dan sempat dilakukan penahanan di rumah tahanan (Rutan) Polres Bogor, tapi bisa berkeliaran bebas di luar,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (19/8).

Saleh pun mempertanyakan kinerja penegak hukum, baik itu kepolisian dan Kejari Cibinong terkait kasus dengan sangkaan pemalsuan dokumen yang dilakukan tersangka Acep Awaludin. Pasalnya, Kades Tangkil itu saat ini berstatus sebagai tahanan kota.

“Saya melihat ada kejanggalan dalam penanganan kasus tersebut, terutama dengan status tersangka sebagai tahanan kota,” ujarnya.

Menurutnya, status tahanan kota bisa diberikan kepada tersangka apabila kondisinya sakit. Sedangkan bila melihat kondisi kades, status tahanan kota itu tidak bisa diberikan kepada tersangka.

“Kalau melihat fisik Acep Awaludin, tidak terlihat sakit. Nah, kenapa bisa jadi tahanan kota. Ini kan janggal sekali,” papar Saleh.

Saleh menjelaskan, kasus yang menjerat kades sudah jelas suatu pelanggaran hukum. Sehingga, ketika telah ada penyelesaian dari pihak pelapor, kasus pemalsuan dokumen tetap harus berlanjut.

“Tidak bisa selesai begitu saja, walau sudah ada penyelesaian dengan pelapor, tetap saja kasus hukumnya harus dilanjut. Ini bukan kasus tabrak lari yang bisa secara kekeluargaan selesai begitu saja,” tegasnya.

Saleh juga minta adanya keterbukaan dari pihak para penegak hukum yang menangani kasus Kades Tangkil, sesuai dengan Undang-undang nomor 14 tahun 2008 tentang keterbukaan informasi publik (KIP).

“Kalau mengacu kepada UU KIP, para penegak hukum yang menangani kasus kades dengan sangkaan pemalsuan dokumen, harus terbuka dan menginformasikan sejauh mana perkembangan kasusnya ke publik,” jelasnya.

Saleh mengkritisi sikap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena dinilai lamban dalam menyikapi kasus hukum yang menjerat Kades Tangkil.

“Harusnya setelah ditetapkan sebagai tersangka, status Acep Awaludin di non aktifkan dari jabatan kades,” imbuhnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi (Kasi) Kejari Cibinong, Juanda memberikan keterangan perkembangan perkara Kades Tangkil, Acep Awaludin, bahwa yang bersangkutan telah dilimpahkan perkara nya ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong untuk proses persidangan.

Sehingga, lanjut Juanda, proses berikutnya akan menjadi tanggungjawab pihak pengadilan. Dan  ketika Jaksa Penuntut Umum (JPU) melimpahkan berkas perkara tersebut, hakim mengeluarkan penetapan tahanan kota terhadap terdakwa Kades Tangkil.

“Untuk persidangan Acep Awaludin akan dilangsungkan minggu depan,” jelas Kasi Intel tersebut.

Sebelumnya, Juanda membenarkan adanya penangkapan sekaligus penahanan AA yang saat ini menjabat sebagai Kades Tangkil di  Kecamatan Caringin.

Kasi Intel Kejari Cibinong itu pun menjelaskan, pengiriman tersangka dan barang bukti tahap II perkara tindak pidana umum atas nama AA. Tersangka disangkakan telah melanggar pasal 263 KUHP tentang pemalsuan dokumen.

  “Memang benar pada Rabu tanggal 13 Juli 2022 sekira pukul 12:30 WIB, AA dibawa ke Kejari Cibinong. Dan itu dilakukan diruang tahap II Seksi Pidana Umum (Pidum),” kata Juanda, saat dihubungi melalui selulernya, Selasa (19/07).

Juanda menegaskan, AA yang merupakan Kades Tangkil sebagai tersangka akan ditahan selama 20 hari, itu terhitung semenjak tanggal 13 Juli 2022 di rumah tahanan (Rutan) Polres Bogor.

Untuk berkas perkara tersangka, secepatnya akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Cibinong untuk dilaksanakan proses persidangan.

“Penahanan Kades Tangkil sekarang di Rutan Polres Bogor, selama 20 hari untuk selanjutnya menjalani persidangan,” tukas Juanda.

** Dede Suhendar  

Bhayangkari Polres Bogor Kunjungi Anak Penderita Gizi Buruk

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Organisasi istri anggota Polri, Bhayangkari Polres Bogor mengunjungi anak penderita gizi buruk yang sudah 11 hari dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Kamis (18/08).

Ketua Bhayangkari Nia Imanudin didampingi polisi wanita (polwan) dan Kasat Binmas Polres Bogor tampak menaruh perhatian terhadap penderita gizi buruk dan memberikan support terhadap orangtuanya.

“Sebelumnya kami mendapatkan informasi, bahwa ada warga Bogor yang menderita gizi buruk. Sehingga kami berusaha memberikan perhatian walau bentuknya sedikit, tetapi kami sebagai organisasi wanita yang peduli dengan kegiatan-kegiatan sosial,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kegiatan sosial yang dilakukannya fokus terhadap kegiatan yang lebih bermanfaat untuk masyarakat.

“Jadi ini dalam rangka turut memperingati HUT Republik Indonesia ke-77, juga berbarengan dengan rangkaian kegiatan HUT Polisi Wanita (Polwan) dan Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari yang nanti pada Oktober,” jelasnya.

Dia berharap, kegiatan tersebut dapat bermanfaat dan kedepan tidak ada lagi warga Bogor yang menderita gizi buruk. Dia memberikan bantuan bingkisan dan dana sosial untuk  orang tua korban selama menjalani perawatan.

Menurutnya, satu pasien penderita gizi buruk kondisinya saat ini sudah membaik setelah selama sebelas hari mendapat perawatan di RSUD Leuwiliang. “Kondisinya sudah berkembang cukup bagus naik 1,8 kilo. dengan kondisi tersebut kita juga turut senang dengan pasien ini kondisinya membaik,” paparnya.

Sementara, Kasat Binmas Polres Bogor AKP Irrene Kania Devi menyebutkan, pihaknya saat ini fokus untuk menjenguk anak yang saat ini sedang terkena gizi buruk yang berada di RSUD Leuwiliang.

“Yang kami harapkan dengan adanya kunjungan kami dapat memberikan semangat kepada adik dan orang tuanya sehingga tidak putus asa dan tetap bisa kembali sehat, bisa kembali pulih dan bisa kembali ke rumah,” ucapnya.

Di hari yang sama kegiatan sosial tersebut, kata dia,  polwan Polres Bogor disebar ke  berbagai wilayah Kabupaten Bogor, di mana ada anak yang juga terkena dampak gizi buruk. “Untuk hari ini ada sekitar 4 tim yang disebar, ada Cibinong, Sukaraja, dan berbagai wilayah lainnya,” katanya.

Sementara Plt Wakil Direktur Pelayanan RSUD Leuwiliang, dr. Eva Wangi mengucapkan terimakasih atas kunjungan dan support dari Bhayangkari Polres Bogor.

“Terutama pada pasien yang kami rawat yang mengalami gizi buruk. Terima kasih atas kunjungannya semoga ini menjadi motivasi untuk kesembuhan pasien kami yang sedang dirawat di sini,” katanya.

Dia berjanji  akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk pasien saat ini yang sedang menderita gizi buruk. Dengan harapan untuk segera pulih dan bisa kembali pulang.

“Alhamdulillah perkembangannya sudah cukup baik keluhan gejala pada awalnya mungkin ada demam dan sekarang alhamdulillah keluhan-keluhan itu sudah tidak ada dan perkembangan berat badannya sudah  lebih baik lagi pada saat masuk 6 kilo dan sekarang sudah 7,8,” tukasnya.

** Andres

Miliki Bakat Tari Jaipong, Tata dan Chika Bawa Harum SDN Siliwangi

0

Cigombong | Jurnal Bogor
Rysya Rosyidatu Marwa dan Chika Khaira Al-Barkah, siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Siliwangi, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menjadi kebanggaan pihak sekolah. Sebab, dua siswi yang masih duduk di kelas 3 itu, selalu tampil dalam setiap event atau perayaan hari besar untuk menampilkan tari jaipong.

Yuliasari, ibu Rysya Rosyidatu Marwa atau biasa dipanggil Tata mengatakan, bakat tari jaipong yang dimiliki anaknya bukan faktor turunan, tetapi berasal dari keinginan kuat untuk bisa menari jaipong.

“Sudah dari usia 3 tahun anak saya senang dengan tari jaipong,” katanya kepada wartawan saat di SDN Siliwangi Cigombong, Kamis (18/8).

Sebagai orangtua, lanjutnya, saat melihat bakat Tata, langsung mendukung dan memberikan support agar bakat anaknya bisa berkembang dengan memasukkan kedalam salah satu sanggar tari jaipong.

“Tata saya masukkan ke Sanggar Gumintang di Cicurug Sukabumi agar bakatnya bisa tersalurkan dan berkembang,” ucap Yuliasari.
Yuliasari pun mengaku, selama ini Tata sering ikut perlombaan tari jaipong. Bahkan setiap bulan bisa tiga kali mengikuti lomba yang dilaksanakan di wilayah Sukabumi maupun Bogor.

“Di mall juga sering tampil, seperti Mall Boxis atau Ramayana Sukabumi. Pernah juga Tata ikut perlombaan tari jaipong tingkat nasional walaupun saat itu melalui handphone karena kondisi sedang pandemi Covid-19,” akunya.

Namun, Yuliasari merasa bakat anaknya yang saat ini sudah sering tampil diberbagai perlombaan, belum ada perhatian dari pemerintah dengan menyelenggarakan event tari jaipong tingkat kabupaten.

“Saya juga ingin adanya wadah tari jaipong yang dibentuk oleh Pemkab Bogor. Biar tari jaipong terus terpelihara dari generasi ke generasi selanjutnya,” ujarnya.

Cicih, nenek dari Chika Khaira Al-Barkah pun meminta agar pemerintah memberikan perhatian terhadap para kesenian tari jaipong yang disenangi cucunya itu. Alasannya, karena tidak semua anak atau masyarakat yang masih peduli terhadap keberadaan tari jaipong yang merupakan kesenian Jawa Barat tersebut.

“Setiap kali ada event seperti HUT RI kemarin yang dilaksanakan Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Cigombong, Tata dan Chika tampil berdua memperlihatkan tari jaipong,” imbuhnya.

Sementara, Kepala SDN Siliwangi, Kurtubi memberikan apresiasi kepada orangtua Tata dan Chika yang sudah mendukung bakat anaknya untuk mengembangkan tari jaipong.

“Saya sangat bersyukur dan berterima kasih sekali kepada orang tua Tata dan Chika. Bagaimana pun adanya Tata dan Chika di sekolah kami, membawa harum nama sekolah Siliwangi,” akunya.

Kurtubi mengaku, untuk mendukung bakat kedua anak didiknya dalam seni tari jaipong, pihaknya selalu mencari informasi adanya perlombaan atau event tari jaipong.

“Ada lomba atau event tari jaipong dimana saja, saya selalu informasi kan kepada orangtua Tata dan Chika. Saya pun berharap adanya wadah tari jaipong di tingkat Kabupaten Bogor, biar tari jaipong ini bisa di lombakan secara terpisah setiap tahunnya, mau itu memperebutkan juara bupati atau yang lainnya,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Warga Sadeng Meriahkan HUT RI dengan Gerak Jalan

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Ribuan warga Desa Sadeng, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor meriahkan HUT RI ke-77 tahun menggelar gerak jalan yang didominasi oleh pelajar mulai dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), SD, SMP, SMA dan para santriwan-santriwati hingga masyarakat umum.

“Kemarin kan dalam pandemi itu hampir dua tahun tidak melaksanakan acara di tingkat desa, untuk membangkitkan kembali semangat perjuangan dan memelihara negara dan bangsa Indonesia kami bekerja sama dengan kepala desa, pondok pesantren Mama Bakri Sadeng mengadakan yang pertama upacara pengibaran bendera 17 Agustus yang sebelumnya diadakan acara gerak jalan yang diikuti oleh pendidik yang ada di Desa Sadeng,” ujar tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama di Desa Sadeng Abah H. Raodl Bahar Bakri kepada wartawan, kemarin.

Dia menyampaikan, dari ribuan peserta tersebut yang berdatangan dari berbagai kalangan seperti dari lembaga pendidikan maupun dari masyarakat umum sekaligus menambahkan pembelajaran bagi generasi masa depan.

“Dari mulai pendidikan formal dan non formal pondok pesantren dan juga diikuti oleh tingkat RT dan RW se-Desa Sadeng semuanya tidak lain dan tidak bukan kami memberikan pembelajaran kepada masyarakat bahwa bangsa Indonesia ini dimerdekakan dengan penuh perjuangan pengorbanan yang merenggut para syuhada-syuhada dan pesertanya mungkin 1500 orang,” katanya.

Abah H. Raodl berharap generasi-generasi masa kini bisa lebih memahami jasa pahlawan kemerdekaan yang rela mengorbankan nyawa demi bangsa dan negara Republik Indonesia merdeka sampai saat ini.

“Harapan kami bias memberikan pembelajaran kepada generasi-generasi penerus agar mereka tau bahwa Indonesia merdeka ini setelah 350 tahun dijajah itu bukan dengan mudah akan tetapi penuh perjuangan yang diperjuangkan oleh alim ulama para santri dan pejuang-pejuang lainya, agar mereka paham bahwa Indonesia ini bisa merdeka bukan dengan mudah,” katanya.

Sementara itu Kepala Desa Sadeng, Yanuar Lesmana mengatakan, kegiatan gerak jalan ini untuk memeriahkan HUT RI ke-77 yang diikuti oleh pelajar maupun santriwan dan santriwati hingga umum yang ada di wilayah Desa Sadeng.

“Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang silaturahmi antar warga, lembaga pendidikan baik itu sekolah maupun pondok pesantren dan pemerintah Desa Sadeng, diharapkan kedepan Desa Sadeng semakin maju dan kompak,” tukasnya.

** Andres 

Beton Sudah Patah, Fakhru Rizal: CV Pesona Duta Karya Harus Tanggung Jawab 

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Fakhru Rizal berkomentar pedas perihal betonisasi peningkatan Jalan Citeureup – Sukamakmur yang dikerjakan CV.Pesona Duta Karya dan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas yang memakan anggaran sebesar Rp.2,9 miliar, namun sudah tampak patah dan keretakan parah sepanjang beton tersebut yang baru berusia belum satu bulan.

Fakhru Rizal

“Menurut saya pengawasan pekerjaan beton harus dilakukan pada seluruh tahapan pekerjaan, sejak pekerjaan awal sampai pekerjaan akhir berupa pengujian campuran. Dan, selama pelaksanaan dilakukan, pengendaliam mutu juga merupakan hal yang utama dilakukan,” ucap Aleg dari Dapil 1 tersebut kepada Jurnal Bogor Kamis (18/8).

Diantaranya pengendalian mutu bahan, kata dia, porsi campuran, penakaran bahan (batching plant), mutu pelaksanaan pembetonan, pengujian semen beton, dan sebagainya. Untuk itu dia mendukung Konsultan Pengawas dari PT.Nasuma Putra menghentikan sementara pekerjaan tersebut.

“Saya akan meminta Dinas PUPR Kabupaten Bogor melalui Kepala Bidang Jalan dan Jembatan agar segera menindak lanjuti laporan masyarakat tersebut agar pembangunan jalan yang melalui APBD ini bisa berjalan baik seperti yang kita harapkan,” papar politisi yang berangkat dari Partai Golkar tersebut.

Pria yang akrab disapa Rizal tersebut menginginkan kontraktor harus bertanggungjawab jika hasil dari lab dari UPT nanti serta batching plant yang membuat produk tersebut.

“Kontraktor harus tanggung jawab, apalagi usia beton belum genap berusia satu bulan, masa hasilnya sudah patah-patah,” pungkas Fahri Rizal. 

Sebelumnya, betonisasi peningkatan Jalan Citeureup – Sukamakmur yang dikerjakan oleh CV.Pesona Duta Karya dan PT.Nasuma Putra sebagai Konsultan Pengawas, kini kondisinya sebagian retak.

Dari informasi yang dihimpun Jurnal Bogor bahwasannya betonisasi tersebut memakai fres beton, dan baru digelar hanya dalam waktu sehari sudah menimbulkan patahan di beberapa bagian badan jalan sehingga diberhentikan sementara oleh Konsultan Pengawas.

Sebelumnya Konsultan Pengawas dari PT.Nasuma Putra Swendi mengatakan, pihaknya sudah melakuakan teguran kepada penyedia jasa yang menggunakan fres beton agar menghentikan sementara kegiatannya sebelum ada penjelasan mengapa beton baru digelar sudah patah.

“Ya, sebelum ada surat pertanggungjawaban dari batching plant, dan apa penyebab terjadi keretakan, sementara kita memberhentikan kegiatan tersebut,” singkatnya. 

Sekedar diketahui, selain sudah tampak patah dan retak pada beton yang dikerjakan oleh CV.Pesona Duta Karya, dari informasi yang dihimpun bahwa ada perbedaan penggunaan bahan untuk agregat pada pekerjaan tersebut.

** Nay Nur’ain

HUT RI ke-77, Desa Curugbitung Istighosah dan Doa Bersama

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Curugbitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor pada HUT Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-77 menghelat istighosah dan doa bersama di Aula Kantor Desa Curugbitung yang dihadiri sejumlah tokoh agama, masyarakat serta para ketua RT,RW se Desa Curugbitung.

H Yahya

Dikesempatan itu, tokoh masyarakat H Yahya mengatakan bahwa istighosah dan doa bersama ini, selain menyemarakan kemerdekaan dengan  berbagai lomba, akan tetapi yang pentingnya bagaimana upaya  mendoakan para pendahulu yang telah berjuang merebut kemerdekaan dari kekuasaan tangan penjajah.

“Istighosah dan doa bersama yang penuh hidmat ini,  kita semua bersyukur atas karunia Allah yang diberikan. Atas nikmat kemerdekaan negara ini dengan beraneka ragam  kita dipersatukan,” ujar H.Yahya, baru-baru ini.

Sementara Sekretaris Desa Curugbitung Dede Taupik mengungkapkan digelarnya istighosah dan doa bersama merupakan kegiatan rutin momen kemerdekaan. Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan rasa kebangsaan dan nasionalisme ditengah masyarakat tanpa mengenal latar belakang.

“Utamanya, senantiasa menjalin kerukunan sesuai falsafah bhineka tunggal Ika,” ungkapnya.

** Arip Ekon

Program Terbaik Cawalkot Bogor, Bukan Mustahil Pengangguran Bisa Digaji

0

Bogor | Jurnal Bogor

Oscar Dany didesak oleh beberapa tokoh penting Bogor yang ingin perubahan berarti untuk Kota Bogor mencalonkan jadi calon wali kota (cawalkot). Hal tersebut bermula saat  obrolan iseng di warung kopi mengenai masa depan terbaik Kota Bogor.

Oscar yang juga Ketua Umum Yayasan  Komunitas Kritis Indonesia (YKKI) memberikan gambaran bahwa Kota Bogor butuh pemimpin yang benar-benar memihak rakyat, mengingat banyaknya pengangguran, semakin semakin banyaknya pengamen, pengemis dan gelandangan, dan kejahatan semakin meraja lela.

Pria yang akrab disapa Ods tersebut menyampaikan hal yang setengah mustahil sebagai solusinya yaitu pengangguran harus digaji. Dari obrolan tersebut berkembanglah wacana untuk mengubah Kota Bogor jadi kota beriman yang sungguh-sungguh beriman.

“Sebenarnya ada empat hal penting untuk mengubah Kota Bogor menuju kota yang lebih baik, mengingat bahwa di Kota Bogor ada Istana Negara alias Rumah Dinas Kepala Negara,” papar Pimpinan Umum Suarakritis.net tersebut kepada Jurnal Bogor, Kamis (18/08/22).

Menurutnya, empat hal penting tersebut adalah 1. Pengangguran harus digaji, 2. Kemacetan harus segera diatasi, 3. Orang tidak mampu harus diberi makan, dan 4. Bogor jadi kota paling aman.

” Hal tersebut tidak mustahil, sarana prasarana modal semua ada, ini hanya soal niat dan amanah Kepala Pemerintahan Kota Bogor saja. Semua teknis programnya sudah saya siapkan, dan nanti akan dibuka saat debat Cawalkot,” tegasnya tanpa ragu.

**ass/yv

Bendera Merah Putih Sepanjang 30 Meter Berkibar di Goa Lalay

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Ada yang unik dalam memeriahkan pesta demokrasi kemerdekaan HUT RI ke-77 di Desa Klapanunggal, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor. 

Pasalnya, dalam kemeriahan Hari Kemerdekaan tersebut, ada pengibaran bendera terpanjang diatas Goa Lalay yang menjadi ikon Klapanunggal.

“Ini menarik suasana kemerdekaan kali ini berbeda, baru kali pertama diadakan disini tempatnya indah dan juga ada seremonial pengibaran bendera diatas goa oleh tim rescue SAR gabungan Kabupaten Bogor,” ujar Hani (27) salah satu pengunjung kepada Jurnal Bogor, Rabu  (17/08/22).

Salain itu dia juga sangat tertarik dengan ukuran bendera Merah Putih yang cukup panjang dengan diameter panjang hingga mencapai 30 meter dan lebar 6 meter.

“Sangat unik dengan bendera sepanjang itu berkibar disini, dan katanya juga bendera ini terpanjang di Kabupaten Bogor,” katanya.

Senada dengan Hana, Edi Junaedi juga mengatakan bahwa bendera Merah Putih yang berkibar di Goa Lalay adalah yang terpanjang di Kabupaten Bogor untuk yang terlebar itu sendiri ada di Kecamatan Rumpin.

“Bendera Merah Putih ini adalah yang terpanjang di Kabupaten Bogor, kalo yang terlebar ada di Kecamatan Rumpin,” jelasnya.

Untuk diketahui acara kemeriahan HUT RI dihadiri Kadisdukpar Deni humaeni, rescue Kabupaten Bogor, tim Tagana dan SAR gabungan dan budayawan Kabupaten Bogor Abah Raden Sujana.

** Nay Nur’ain

Terkuak, Dugaan Rental Alat Berat Oknum UPT Jalan Ciampea per Hari Rp700 Ribu

0

Ciampea l Jurnal Bogor

Dugaan transaksi rental alat berat yang dilakukan oknum pegawai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan  wilayah IV Ciampea, Kabupaten Bogor, nominal sewanya kini terkuak.

Informasi yang didapatkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar), alat berat yang disewakan oknum tersebut dihargai per harinya sebesar Rp700 ribu. “Per harinya 700 ribu alat berat baby Roller itu direntalkan,” kata Ketua Umum Genpar Sambas Alamsyah kepada Jurnal Bogor, Kamis (18/8).

Sambas menerangakan, alat berat yang direntalkan itu  sejak Senin, 25 Juli karena adanya pemberitaan kemudian alat berat baby roller itu ditarik lagi pada Senin, 1 Agustus. Sehingga  alat berat milik UPT Jalan dan  Jembatan wilayah IV Ciampea yang diduga sempat direntalkan guna pemadatan pada pengerjaan proyek jalan Cinangneng- Tenjolaya oleh CV Utama Putra telah berlangsung selama satu pekan.

“Dugaan kuat alat berat milik UPT Jalan dan  Jembatan wilayah IV Ciampea selama satu pekan telah direntalkan. Direntalkan oleh oknum pegawai UPT Jalan, per harinya dihargai sebesar 700 ribu,” beber Sambas Alamsyah.

Pihak kontraktor membayar rental alat berat itu, dengan cara transfer ke rekening penilik jalan A. Padahal seharusnya pihak UPT sesuai bidang,  idealnya ikut mengawasi dan bukan malah sebaliknya ikut bermain.

Tidak hanya itu,  sebelumnya pada Juli dugaan kuat alat berat jenis mesin gilas 6-8 ton direntalkan oleh oknum pegawai UPT jalan Ciampea. “Ya itu juga direntalkan di  kawasan perumahan Leuwiliang dan perumahan kawasan Cibatok – Cibungbulang,” ungkap Sambas.

Sebelumnya, Jurnal Bogor mengkonfirmasi meminta penjelasan dari Kasubag UPT Jalan Ciampea HA dan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor Soebiantoro soal dugaan rental alat berat tersebut, namun tidak merespons.

** Arip Ekon