29.2 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 864

Ka UPT DLH Minta Pengelola Jangan Hanya Ambil Iuran Saja

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Hampir setiap hari terlihat pemandangan kumuh dan jorok menghiasi Flyover Cileungsi, terlihat banyaknya tumpukan sampah di Kp Rawa Belut RT.02/RW.15 Desa Cileungsi, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor yang membuat warga sekitar jembatan layang mengeluh karena tumpukan sampah sudah menganggu aktivitas.

Euis (40) warga sekitar mengatakan tumpukan sampah yang terbungkus kantong plastik dan karung menimbulkan bau menyengat. Sampah yang ada di pinggir jalan itu juga terlihat banyak dihinggapi lalat, sehingga setiap yang melintas harus menutup hidung dengan tangan.ditambah tak ada tempat pembuangan sampah yang disediakan oleh DLH Kabupaten Bogor.

“.Kami minta kepada instansi terkait untuk mengangkut sampah karena keberadaan sampah cukup terganggu banget baunya,” kata Euis kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/09/22)

Menurutnya, sampah-sampah tersebut bukan berasal dari warga sekitar. Sampah itu justru dibuang oleh para pedagang yang berjualan dibawah flyover ditambah lagi dari warga yang hendak belanja. Keberadaan sampah sudah menganggu  dengan tumpukan sampah itu karena berdampak kepada warga sekitar.

“Yang buang tidak saja para pedagang  tetapi warga yang hendak belanja ke flyover terus buang ke sini. Enggak tahu dari pemerintah kapan diangkutnya sampah ini. Benar-benar terganggu dengan bau menyengat ini. Kami udah susah menghirup udara pada segar pagi hari,” keluhnya.

Hal senada di sampaikan Nata menurutnya, memang sampah diambil, tapi bukan tiap hari, persoalan yang dihadapi saat ini karena warga sekitar tidak ada tempat penampungan sampah.

“Kami berharap DLH  menyediakan  tempat sampah dan langsung diangkut sehingga sampah tidak sempat menumpuk,” harapnya.

Kepala UPT Pengelplaan Sampah Jonggol Heri saat dihubungi melalui telepon menuturkan untuk sampah para pedagang yang berjualan di flyover dikelolah oleh pihak swasta bukan dari UPT DLH 

“Kami sudah menghimbau kepada para pedagang untuk tidak membuang sampah disana, karena kami pun tidak tahu siapa pihak swasta yang mengelola sampah disan . Bukan pihak kami tidak mau melakukan pengangkutan  sampah. Hampir setiap hari pihak UPT melakukan opsih di sekitar Flyover , terkhir kami menurunkan 3 armada untuk mengangkut sampah di lokasi bawah Fly over tersebut,” bebernya.

Dia meminta kepada warga dan pedangan untuk tidak selalu menyudutkan pemerintah karena faktanya di lokasi tersebut ada pihak yang mengelola. “Dan untuk pihak yang mengelola pun jangan hanya diambil iurannya saja, tapi angkut juga sampahnya,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Musrenbangdes Usulkan Infrastruktur Dibangun di Wilayah

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Musyawarah Perencana Pembangunan Desa (Musrenbangdes) untuk pembangunan  tahun 2023 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, banyak usulan pembangunan infrastruktur yang tertunda di masing-masing wilayah.

Kepala Desa Malasari Andi Zaelani Firdaos menjelaskan, Musrenbang di tahun ini  pemerintah desa menampung usulan-usulan dari semua elemen masyarakat.

“Sebelum diadakan Musrenbang ini terlebih dahulu diadakan Musyawarah Dusun (Musdus), dari hasil Musdus kita bahas lagi di Musrenbangdes. Untuk kita ajukan ketahap selanjutnya,” ungkapnya.

Kata dia, adapun usulan yang sangat jadi perhatian semua elemen yang hadir, itu tertuju ke titik lokasi lnfrastruktur jalan yang selama ini terbengkalai dengan keadaan yang sangat parah dan memperihatinkan.

“Hampir setiap bulan saya mengusulkan terkait situasi jalan utama yang ada di wilayah Desa Malasari,  seperti Cisangku Malasari, Nyungcung Malasari dan Pabangbon Malasari, diantara tiga titik jalan itu semuanya adalah akses buat warga untuk bisa keluar masuk wilayah Malasari dan semakin hari keadaanya pun semakin parah dan memprihatinkan saja,” ujarnya.

Meski pemerintah desa Malasari di tahun 2022 ini tidak mendapatkan bantuan Insfratruktur dari pemkab Bogor. Andi tetap optimis bahwa di tahun 2023 bisa terealisasi.

“Kita sama sekali bantuan Insfratruktur dan kita sudah coba beberapa kali  mengajukan tetapi tidak ada jawaban di tahun 2022 ini. Saya berharap agar di tahun 2023  pembanguan jalan utama yang ada diwilayah Desa Malasari bisa terealisasi. Karena Desa Malasari ini termasuk desa wisata, akan tetapi akses jalan yang menuju kesini malah rusak parah seperti terbengkalai,” pungkasnya.

** Andres

Usulkan Azrafar, Aspirasi Kades Dibahas Lagi d Musrenbang

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Anggota komisi 4 Provinsi Jawa Barat berserta UPTD 1 dan Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat menanggapi aspirasi Kepala Desa Gunung Putri terkait kondisi  saluran air (drainase) milik provinsi yang sudah buruk hingga mengakibatkan banjir langganan sepanjang jalan Gunung Putri-Tlajung Udik.

Diketahui sepanjang jalan Gunung Putri-Tlajung Udik tersebut jika musim hujan akan tergenang air sehingga menutupi jalan, yang disebabkan kondisi drainase yang sudah dangkal dan sebagian sudah tertutup tanah dan sampah. Sehingga drainase tersebut tidak dapat menampung datangnya air hujan dan mengakibatkan banjir.

Mendapati hal tersebut, Prasetyawati Anggota Komisi 4 DPRD Provinsi Jawa Barat berserta Heri dari UPTD 1 PUPR Provinsi Jabar dan Dinas Bina Marga Jawa Barat langsung meninjau lokasi saluran drainase jalan Provinsi yang bermasalah tersebut.

Prasetyawati mengatakan terkait drainase tersebut pemeliharaan sudah ada rencana dan untuk pembuatan dan perbaikan akan diusulkan. “Sudah ada rencana  pemeliharaan saluran drainase, hanya sebatas pemeliharaan,” ucap Pras biasa disapa kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/09/22).

Menurutnya, untuk pembuatan atau perbaikan saluran rusak yang sudah tertutup akan segera diusulkan agar saluran drainase bisa berfungsi dengan baik. “Sebagai Anggota DPRD Jabar Dapil Kabupaten Bogor saya apresiasi dan mengucapkan terima kasih terhadapKkepala Desa Gunung Putri Bapak Damanhuri yang responsif permasalah saluran drainase tersebut dengan berinisiatif bersama Desa Tlajung Udik  bergotong royong mengatasi permasalahan drainase tersebut,” paparnya.

Kepala Desa Gunung Putri Damanhuri menanggapi kedatangan Anggota DPRD Komisi 4 Provinsi Jawa Barat berserta rombongan, UPTD 1 dan BMPR Provinsi Jawa Barat.

“Jadi intinya, kedatangan ini setelah ada kejadian banjir yang menimpa jalur provinsi, itu kan dapat video karena viral akhirnya saya intruksikan tim,” jelasnya.

Dia menginginkan yang harus dibuang di

Dan, sambung ia, kita kirimlah berita ini ke Dinas PUPR dan UPT 1 Bina Marga Provinsi Jawa Barat plus dikirim juga ke DPD Dapil 5 Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat ibu Prasetyawati dan akhirnya direspon maka jam 8 pagi itu udah ada di PUPR Provinsi sudah di lokasi, drainase tersebut di bangun CSR Indosemen tetapi regulasi dan kewenangan untuk perawata ada di Provinsi Jabar.

 Drainase sudah dibangunkan oleh CSR Indosemen jadi tolong diperhatikan, jangan sampai drainase Gunung Putri sampai Tlajung Udik tidak bisa berfungsi karena rusak parah,” ujar A Heri biasa disapa.

Mengingat, ia melanjutkan, karena Kabupaten Bogor ini adalah penghasil APBD paling besar masa tetapi kurang perhatian dari Pemprov itu sendiri, membuat dirinya kecewa, karena aset provinsi tetapi yang memperhatikan segalanya adalah masyarakat dan desa.

“Masa aset-aset provinsi yang ngebersihin dan yang ngerapiin warga, masih untung Gunung Putri gercep diberesin, dibangun coba kalau kepala desanya diam gak jadi seperti ini,” geramnya.

Dia berharap, nantinya bisa dianggarkan dari DPRD komisi 4 untuk tahun 2023 , walaupun untuk sementara waktu ini hanya bisa dilakukan pemeliharaan itu tidak masalah agar cuma harus sungguh-sungguh saja.

“Pemeliharaannya harus serius, kalo cuma bersihin rumput doang ya percuma juga,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Seleksi MTQ Tingkat Kecamatan Cigombong Tahun 2022

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Pemerintah Kecamatan Cigombong Kabupaten Bogor pada Kamis, 1 September 2022  mengelar seleksi Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat kecamatan. Kegiatan tersebut berlangsung di Mesjid Al Azim Desa Watesjaya. Acara seleksi MTQ tahun 2022 ini dibuka langsung oleh Camat Cigombong R.Irwan Soemantri sekaligus didampingi Kapolsek Cigombong, koramil 2123 Cigombong, kepala KUA dan ketua UI.

Camat Cigombong R.Irwan Somantri dalam sambutannya mengatakan, bahwa Lomba MTQ ini merupakan program rutin tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah kecamatan Cigombong. Diadakannya seleksi ini tiada lain untuk mempersiapkan lomba MTQ tingkat kabupaten Bogor tahun 2022.

Selain itupun, diadakan nya seleksi MTQ ini bukanlah sekedar lomba tetapi untuk mencari qori-qoriah dan hafid hafidzah terbaik, akan tetapi MTQ adalah suatu upaya konkrit umat Islam untuk menggali nilai-nilai luhur yang terkandung didalam Al qur’an supaya dijadikan sebagai pedoman hidup.

“Selain untuk persiapan lomba nantinya tingkat kabupaten, mtq untuk mencari bakat qori atau qoriah terbaik,” jelasnya.

Selama dua tahun ini kegiatan lomba MTQ tidak dilaksanakan secara  (virtual) dikarenakan kondisi saat itu sedang Pandemi Covid 19,” namun alahmadulilah tahun 2022 kita bisa kembali melaksanakan lomba atau seleksi MTQ seperti biasa”. Ungkapnya.

Selain mewujudkan masyarakat yang religius dan berahlak mulia, lomba MTQ ini juga bisa menjadi nilai nilai islami dalam kehidupan sehari hari,apalagi kecamatan Cigombong salah satu kecamatan yang wilayah banyak sekali pondok pondok pesantren, baik itu pondok pesantren Salafi maupun modern. dan tentunya lomba MTQ ini bisa menjadi motivasi untuk para generasi muda lebih cinta lagi kepada Al Qur’an.ungkap Camat Cigombong

Camat Cigombong berharap, dengan digelarnya lomba MTQ tahun 2022 diharapkan, bisa menciptakan nuansa keislaman lebih kental dikecamatan Cigombong, juga bisa menjadi stimulus bagi Pondok Pesantren, Majlis Taklim hingga sekolah sekolah untuk menggelorakan nilai nilai Al Qur’an yang diaktualkan dalam kehidupan sehari hari, sehingga kecamatan Cigombong bisa lebih maju, lebih tenang dan lebih agamis lagi.

Ucapan terima kasih disampaikan Camat Cigombong kepada panitia,MWC NU, tokoh agama, tokoh masyarakat, kepala Desa dan BKMT yang telah memberikan dukungan sehingga seleksi MTQ tingkat Kecamatan Cigombong bisa dilaksanakan walaupun sederhana tapi makna dari nilai nilai islami dan silaturahminya sangat terasa.

Sementara itu Ketua LPTQ Kecamatan Cigombong Yedi Rachmawan menyampaikan, bahwa seleksi MTQ bisa menjadi aktualisasi syiar Islam dalam menjalin silaturahmi antar umat beragama menuju masyarakat kecamatan Cigombong yang religius dan berahlak mulia.

Melalui MTQ ini juga diharapkan bisa menjadi semangat atau motivasi para anak anak, remaja dan pemuda akan cinta terhadap Alquran.ucapnya

Panitia seleksi MTQ H.Andi dalam menyampaikan bahwa kegiatan seleksi MTQ tingkat Kecamatan Cigombong tahun 2022 yang diikuti perwakilan pondok pesantren tentunya bisa menjadi rekomendasi para peserta seleksi untuk menampilkan yang terbaik.

“Adapun peserta lomba diikuti sebanyak 60 peserta dengan memperlombakan morotal putra putri, tilawah anak anak putra putri, tilawah remaja putra putri dan tilawah dewasa putra putri,” pukasnya.

** Deny

Kader Nasdem Kabupaten Bogor Ikut Kemah Restorasi di Lembang

0

Bandung Barat | Jurnal Inspirasi
Ribuan kader Partai NasDem, se- Jawa Barat, tumpah ruah di Hutan Pinus, Cikole, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Dikumpulkannya ribuan kader partai besutan Surya Paloh itu, untuk mengikuti kegiatan Kemah Restorasi, sekaligus Sekolah Kader Partai NasDem Jabar II yang berlangsung selama empat hari dimulai tanggal 1 hingga 4 September 2022.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kabupaten Bogor, Kolonel (Purn) dr. Frits M.R yang turun memimpin kader NasDem Kabupaten Bogor mengatakan, kegiatan tersebut diikuti jajaran pengurus DPD hingga DPC NasDem Kabupaten Bogor.

“Tentunya kami hadir dengan semangat penuh dalam rangka menerima arahan langsung dari Ketua Umun NasDem, Surya Paloh dan Ketua DPW NasDem Jabar, Saan Mustopa guna mempererat konsolidasi menuju Pemilu mendatang, ” kata dr. Frits, kepada awak media di lokasi kegiatan, Kamis (01/09/2022).

Politisi yang dikenal publik sebagai pribadi yang ramah itu melanjutkan puluhan kader NasDem Kabupaten Bogor juga akan mensosialisasikan kembali materi-materi politik dan pengalaman selama berkemah sekembalinya ke daerah masing-masing.

“Ini merupakan kesempatan berharga bagi kami kader NasDem untuk lebih menambah lagi arti keberadaan NasDem di tengah-tengah kehidupan masyarakat, ” kata dia.

Kegiatan yang berlangsung di hutan pinus itu, kata dr. Frits, diisi berbagai pengarahan materi yang sudah disiapkan. “Selain itu juga akan diisi dengan kegiatan outbond untuk membangun karakter ksatria para kader NasDem dalam menuju pesta demokrasi mendatang,”tutupnya.

** Mochamad Yusuf

Achmad Fathoni Beri Peringatan untuk Kontraktor, Pengawas dan UPT Peningkatan Jalan Karanggan – Gunung Putri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Adanya keretakan atau patahnya beton yang terjadi pada peningkatan Jalan Karangggan-Gunung Putri yang dikerjakan oleh CV.Fasca dan PT.Nasuma Putra yang memakan anggaran Rp2,8 miliar di Desa Karanggan, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor membuat anggota DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni memberi warning atau peringatan pada penyedia jasa dan pengawas pekerjaan kontruksi tersebut.

Fathoni biasa disapa sudah konfirmasikan perihal keretakan kepada UPT PUPR Jalan dan Jembatan wilayah Cileungsi dan kontraktor terkait kondisi ini. “Memang betul keretakan atau patahan pada beton bisa karena kesalahan kontraktor dalam pengerjaan bisa juga karena kualitas mutu beton itu sendiri,” papar Aleg Dapil 2 tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (31/08/22).

Oleh karena itu, dia meminta dicek lagi, apakah keretakannya hanya di 1 lokasi atau ada beberapa titik. Jika hanya sedikit atau beberapa saja, dia minta untuk dilakukan perbaikan dengan cara grouting. Jadi bukan hanya ditutup aspal saja seperti yang sering dilakukan sebelumnya.

“Namun jika keretakannya terjadi di banyak tempat saya rasa harus ada perlakuan khusus, yang jelas saya ingatkan, baik UPT Jalan dan Jembatan Cileungsi PUPR,  Konsultan Pengawas dan terutama Kontraktor sebagai penyedia jasa agar mengerjakan proyek APBD dengan sebaik mungkin. Berikan kualitas terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bogor, apalagi jalan Karanggan ini sudah lama ditunggu warga dan kita perjuangkan, Karena saya sendiri yang  mengajukan perbaikan untuk Jalan Karanggan ini sejak 2020,” papar politisi PKS tersebut.

Terpisah disampaikan oleh Konsultan Pengawas PT.Nasuma Putra Swendi mengakui keretakan tahap 2 itu baru dipoles dan harus di-grouting. “Tahap 2 akan pake lem khusus lem Sikandur, dan tahap 1 akan di-grouting prosesnya ditunggu selama 2-3 jam baru disuntik pake bahan semen Sikandur,” jelasnya.

Kontraktor sendiri akan mengecek ke lokasi lagi untuk selanjutnya akan dilakukan tindakan.

Hal senada disampaikan, Badru sebagai Tim Monitoring dari UPT PUPR Jalan dan Jembatan Cileungsi. Dia sudah mengingatkan kontraktor untuk segera melakukan grouting. “Harus segera di-grouting keretakan-keretaan yang ada pada beton itu, dan kami akan terus mengawasi karena kita juga dipantau dan diawasi oleh dewan dan atasan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

RKB Urung Dibangun, Belajar di SDN Sidamulya Berdesakan

0

Masih Banyak Gedung SDN Rusak, Kecamatan Nanggung Darurat Pendidikan

Nanggung l Jurnal Bogor

Ratusan siswa yang tengah belajar di SDN Sidamulya Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor terpaksa harus berdesakan. Pemerintah Kabupaten Bogor pun melalui Dinas Pendidikan rencana bakal menambah  ruang kelas baru (RKB) di SDN Sidamulya, namun hingga saat ini RKB tersebut belum juga terealisasi.

Salah satu tenaga pengajar di SDN Sidamulya menyebutkan, waktu 2020 lalu,  penambahan RKB itu sudah direncanakan bahkan lokasi lahan yang akan dijadikan bangunan RKB itu  sudah disurvei olah  konsultan perencana. “Sudah 2022 ini bangunan RKB itu tak kunjung dibangun,” kata tenaga pengajar di SDN Sidamulya Rohadi kepada Jurnal Bogor, Rabu (31/8).

Sembari menunjukkan lokasi lahan, Rohadi menjelaskan, lokasi untuk bangunan RKB itu sudah ada. Bahkan pihak konsultan pun pernah mengatakan bahwa lokasi untuk bangunan RKB di SD Sidamulya kata dia telah memenuhi syarat. “Lokasinya untuk RKBnya telah memenuhi syarat pak,” kata Rohadi seraya menirukan ucapan si Konsultan.

Pihak sekolah mengharapkan RKB itu untuk segera dibangun, karena 328 siswa selama kegiatan belajar terpaksa harus berdesakan karena dari 6 ruang belajar itu rata rata diisi sebanyak 58 siswa dengan satu meja 3 siswa. “Belum lagi kegiatan belajar dijadwalkan menjadi 2 shift,” terang Rohadi.

Ditemui terpisah, Sekretaris Desa Cisarua Ali Akbar membenarkan rencana pembangunan RKB di SDN Sidamulya sebelumnya telah disurvei konsultan perencana, namun hingga sekarang pembangunannya urung dilakukan. Sebetulnya, penambahan RKB di SDN Sidamulya itu sudah masuk perencanaan  tahun tahun 2021. “Tahun 2021 list rencana pembangunan RKB, berikut  di SDN Parigi  itu sudah masuk. Diatas lahan sekitar seluas 200 meter rencana dibangun 3 lokal di SDN Sidamulya. Dikira  RKB itu akan dibangun tahun 2022. Ternyata tahun ini hanya dibangun MCK saja,” imbuhnya.

Dia berharap untuk RKB di SDN Sidamulya untuk disegerakan pembangun. Begitu juga dengan SDN Parigi mengingat jumlah murid juga banyak, namun fasilitas sekolah terbatas. “Kami anggap kondisi ini sangat darurat. Ya, sangat darurat karena fasilitas belajarnya terbatas,”papar Ali Akbar.

Informasi diperoleh Jurnal Bogor, kondisi bangunan SDN  banyak yang rusak  berat di  Kecamatan Nanggung seperti SDN Parakanmucang 01, Desa Parakannuncang, SDN Parigi Desa Cisarua, toilet siswa dan guru di SDN Pasireurih Desa, Hambaro juga sudah lama tak berfungsi lantaran rusak berat.

** Arip Ekon

Diminta Dahulukan Drainase, UPT DPKPP Hentikan Pembanguan Unit Andalusia

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Berulang terjadinya roboh Tembok Penahan Tanah (TPT) milik Perumahan Andalusia yang berada di Desa Cicadas, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor hingga mengakibatkan tembok Arkon milik Perumahan Griya Bukit Jaya 2 ambrol dan berakibat tumpahnya air dan tanah ke areal perumahan GBJ membuat aparat pemerintahan akhirnya turun tangan, Selasa (29/08/22).

UPT DPKPP Kabupaten Bogor yang dikomandoi oleh Riza Jason sebagai Kepala UPT bersama jajarannya menyambangi lokasi tempat kejadian ambruknya TPT tersebut. Dalam sidaknya dia menyampaikan bahwa PT.Putra Medina sudah mengantongi dan menempuh perizinan sesuai yang diterapkan dalam izin perumahan.

“Perijinan yang sudah ditempuh oleh Perumahan Andalusia dalam hal ini PT.Putra Medina siteplan sudah pernah terbit nomor 591.3/ 40000PPS/ SP/DPUPR/2022 ini adalah revisi siteplan pertama artinya ada siteplan sebelumnya yang sudah pernah terbit, untuk terbitan siteplan terbaru ini ada 351 unit rumah yang akan dibangun,” ujar Riza pada pertemuan sidak dengan Muspika Kecamatan Gunung Putri, kemarin.

Namun, untuk permasalahan yang saat ini terjadi adalah kejadian TPT yang ambruk hingga merugikan warga perumahan lain, maka dari itu kita carikan solusi terlebih dahulu untuk persoalan ini sampai menunggu pertemuan selanjutnya apa yang sudah diupayakan oleh pihak Perumahan Andalusia.

” Jika persoalan rekomendasi teknis bukan dibawah kewenangan kami, kami hanya mengawasi pembangunan perumahannya, memang yang kita lihat kenyataannya ini pihak Perumahan Andalusia belum membuat saluran irigasi di dalam area perumahan, hingga air tumpah kesini semua dan merugikan warga Perumahan GBJ,” ujar Riza.

Oleh karena itu, Riza akan mengurangi persoalan dan minta UPT DPKPP untuk Perumahan Andalusia agar menghentikan sementara pekerjaan pembanguan unit rumahnya dan segera dibuatkan saluran drainase sementara agar hal serupa tidak terjadi lagi.

“Tolong hentikan dulu pekerjaan pembangunan unit rumah, dan segera buat saluran irigasi untuk mengaliri airnya, Namun perihal panjang dan lebar volume irigasi atau rehabilitasi tekhnis itu ada di bawah naungan DPUPR Kabupaten Bogor ” papar Riza.

Terpisah disampaiakan Kepala Desa Bojong Nangka H.Amir Arsyad mengatakan jika dirinya sudah mendapatkan keluhan serupa lebih dari 2 kali. Namun memang belum ada tanggapan perihal solusi yang akan dilakukan pihak Perumahan Andalusia.

Betul, lokasi Perumahan Andalusi itu ada di Desa Cicadas tapi dampak dari pembanguannya itu yang kena warga Perumahan GBJ 2 yang merupakan warga Desa Bojong Nangka, dari awal melakukan pembangunan dari pengembang atau yang mewakili sama sekali belum pernah bersilaturahmi kepada Pemdes Bojong Nangka untuk mencari solusi perihal sering ambruknya TPT yang mengenai area Perum GBJ ” kupas Amir kepada Jurnal Bogor , Rabu (31/09/22).

Lihat saja, ucapnya sambil menunjuk, lebar volume batas yang ingin dijadikan saluran itu hanya 0,80 meter dan jelas dipredikasi tidak akan menampung debit air yang melintas, apalagi ini hanya dibuat TPT dibagian sebelah saja, harusnya berbarengan antara kiri dan kanan.

” Gak logis, kalo buat cuma baru di TPT sebelah aja, apalagi belum ada irigasi di dalam area Perumahan Andalusia, kalo pun mau harus berbarengan kiri dan kanan, jadi tidak ada pihak yang dirugikan ” papar Amir.

Harusnya, pihak Pengembang dari Perumahan Andalusi punya perencanaan yang matang apalagi posisi Perumahan Andalusi lebih tinggi dari Peruma GBJ 2, buat dulu infrastrukturnya baru bangun unit rumahnya, jadi air tidak meresap kemana-mana.

” Saya atas nama warga GBJ 2 meminta agar pihak pengembang untuk melakukan kajian pembanguan yang logis, agar jangan ada pihak yang dirugikan, yang kami lihat kemarin pembuatan TPT saja tidak ada pondasinya hanya nempel diatas tanah jadi wajar jika gampang ambrol, ini kan perumahan bertetangga jangan sampai ada konflik yang timbul. Untung aja timbulnya disaat masih dibawah pertanggung jawaban pengembang, bayangkan jika perumahan ini sudah selesai baru terjadi kejadian ini, masa mau ribut antara warga dengan warga,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain 

Pelayanan di Desa Neglasari Dipindah ke Rumah Warga

0

Dramaga l Jurnal Bogor

Dampak adanya pengecoran Jalan Dramaga – Petir,  akses Jalan menuju kantor Desa Neglasari, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor tidak bisa dilalui kendaraan. Selama jalan ditutup, pelayanan terpadu di Desa Neglasari terpaksa dipindahkan sementara ke rumah warga di Kampung Paringa Warung Joang RT 05 RW 03 selama satu pekan.

Kepala Desa Neglasari, Yayan Mulyana mengatakan, kantor Desa Neglasari saat ini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat atau roda dua. Hal tersebut disebabkan Jalan Neglasari sedang dicor. Selama dilakukan pengecoran jalan, pelayanan administrasi terpaksa ngontrak rumah warga yang berada di Kampung Paringa Warung Joang Rw 03.

“Walaupun Jalannya  dicor dan kantor Desa tidak bisa dilalui kendaraan, pelayanan administrasi ke masyarakat harus tetap berjalan sehingga pelayanan kita pindahkan sementara  ke rumah warga selama satu pekan, ” ujarnya kepada wartawan, Rabu (31/8).

Yayan menambah sebelum  pelayanan administrasi desa pindah selama satu pekan sejak Rabu (31/8), pihak desa mensosialisasikan dulu ke perangkat RT dan RW. Hal tersebut dilakukan agar semua masyarakat Desa Neglasari mengetahui bahwa pelayanan kantor Neglasari pindah sampai akses Jalan kembali bisa dilalui kendaraan.

“Kita berharap pekerjaan betonisasi jalan cepat selesai dengan kualitas yang bagus tidak cepat rusak, ” tukasnya. Arip Ekon

Diduga Depresi, Wanita Muda Tewas Ceburkan Diri di Sungai Cikeas 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Diduga depresi wanita muda warga Desa Bojong Kulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Bendungan Koja Bekasi, Rabu (30/08/22).

Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat Kapolsek Gunung Putri membeberkan kronologi kejadian. Menurutnya pada Rabu, 31 Agustus 2022 sekitar jam 11.00 WIB, Bhabinmas Desa Bojong Kulur Aipda Teten Kurnia mengecek Tempat Kejadian Perkara (TKP) penemuan satu unit sepeda motor Honda.

” Waktu kejadian itu pada hari Selasa tanggal 30 Agustus 2022 sekitar jam 14.00 WIB, lokasi di Perum Vila Nusa Indah 3 Blok KJ.4.Rt 005/039 Desa Bojongkuluŕ Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, korban atas nama Wardah Hamidah (20) merupakan warga Kp.Bubulak RT 001/005 Desa Bojongkulur, berstatus sebagai pelajar atau mahasiswa,” papar Kompol Bayu.

Menurutnya awal mula kejadian pada Selasa, 30 Agustus 2022 sekitar jam 14.30 wib, saksi yang merupakan keamanan perumahan setempat melihat seorang wanita turun dari motor Honda lalu duduk di tanggul Sungai Cikeas, tanpa memperhatikan lebih lanjut lalu saksi kembali ke pos jaga.

“Sampai malam motor tersebut masih ada di lokasi, sekitar jam 22.30 wib Satpam yang jaga lapor ke Ketua RT, lalu Ketua RT setempat berkomunikasi ke Bhabinmas dan kordinasi dengan FKPM kemudian motor tersebut diamankan ke Pos Polisi Bojongkulur,” ujar mantan Kapolsek Cibinong tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (31/08/22).

Kemudian, Bhabinmas memberikan informasi  ke grup WA warga, mengumumkan jika ada satu unit motor yang diamankan di Pos Pol, dan sekitar pukul 08.00 wib datang ke Pos Pol mengaku orang tua korban. Lalu Bhabinmas menyarankan kepada keluarga untuk pencarian, kepada keluarga lain, dan temannya, serta mencari di seputaran Bendungan Koja Bekasi.

“Setelah melakukan pencarian ditemukan mayat yang mengambang di Bendungan Koja Bekasi. Setelah diliat dari dekat oleh keluarga dan orang tua  bahwa mayat itu betul anaknya, dengan ciri-ciri yang dimiliki korban, keluarga korban kemudian komunikasi ke Bhabinmas untuk kordinasi dengan Polsek Jatiasih untuk cek TKP karena TKP masuk Jatiasih Bekasi,” katanya.

Setelah cek TKP, korban kemudian dibawa ke RSUD Bekasi untuk autopsi, dan setelah autopsi korban dikembalikan ke pihak ķeluarga untuk dimakamkan karena keluarga sudah menerima itu sebagai musibah untuk selanjutnya korban dibawa ke rumah untuk  dimakamkan. Hasil runding dengan pihak keluarga korban mau dimakamkan di TPU Bubulak Desa Bojong Kulur.

” Hasil kesimpulan korban meninggal dunia menceburkan diri ke Sungai Cikeas diduga akibat depresi karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan barang yang hilang ” bebernya.

Lebih lanjut ia menjelaskan  langkah-langkah penyelidik yang telah dilakukan Polsek Gunung Putri ialah melakukan cèk TKP dan olah TKP,  mengamankan lokasi TKP, dokumentasi (foto lokasi dan barang bukti), mencari saksi di tempat kejadian, mengamankan barang bukti ke pos pol dan melaksanakan taziah ke rumah korban.

** Nay Nur’ain