29.9 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 857

Akibat Pegang PJU Saat Hujan, Bocah 10 Tahun Tewas Kesetrum

0

JURNAL INSPIRASI – Malang nian nasib SD, bocah laki-laki berusia 10 tahun itu harus meregang nyawa akibat tersetrum tiang penerangan jalan umum (PJU) di halaman parkir Tempat Pemakaman Umum (TPU) Blender, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu (13/7).

Kepada wartawan, Kapolsek Tanah Sareal Kompol Surya menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Berdasarkan keterangan saksi mata, saat itu korban sedang bemain bola bersama rekan-rekannya dalam kondisi hujan.

“Informasinya korban sedang bermain bola di halaman parkir kemudian setelah selesai main bola, dia memegang tiang PJU yang ternyata tiang listrik tersebut ada strumnya,” ujar Surya, Rabu (13/7).

Akibatnya, kata dia, korban langsung meninggal dunia dalam kosisi tertelungkup di dekat tiang tersebut.

“Setelah mendapat laporan warga, kami langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara,” ucapnya.

Polisi, sambung dia, telah memasang garis polisi di lokasi kejadian. Sementara jenazah korban dibawa ke rumah duka untuk kemudian dimakamkan.

“Keluarga korban tidak berkenan diautopsi. Kami langsung koordinasi dengan PJU, yang membawahi PJU agar kejadian serupa tak terulang,” imbuh dia.

Dalam kesempatan berbeda, teman korban, T menuturkan bahwa sebelum kejadian korban sempat diperingatkanuntuk berteduh karena hujan. Tetapi, SD tetap bermain dan hendak mengambil bola dekat tiang penerangan hingga akhirnya kesetrum.

“Sebelum ujan pas udah ujan gede suruh pada neduh ke atas. Dia kayaknya tidak dengar, pas ke situ langsung jatoh. Jadi bolanya ditendang ke atas, terus dia megang tiang, terus kata temen saya itu dia kenapa habis megang tiang langsung jatuh,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Bejat, Anak Kost Coba Perkosa Ibu Kost

0

JURNAL INSPIRASI – Kasus percobaan pemerkosaan kembali terjadi di Kota Bogor. Kali ini peristiwa itu menimpa ibu kost di kawasan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Rabu (13/7).

Diketahui, aksi bejat itu coba dilakukan oleh salah seorang penghuni kost, Mohamad Roy Aji Kusuma, warga Pucuk Sari 12 DPS Kelurahan Ubung, Denpasar Utara, Bali.

Kapolsek Bogor Timur, Kompol Hida Tjahtjanto menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi saat korban berinisial L sedang tidur di kamar, kemudian pelaku masuk ke dalam kamar menggunakan celana dalam dan kaos.

Kemudian, sambung dia, pelaku langsung memeluk dan menindih korban. Menyadari hal itu, korban langsung berontak dan melakukan perlawanan dengan cara menggigit telunjuk korban dan lari sambil berteriak minta tolong.

“Teriakan korban didengar oleh saksi bernama Suwandi dan langsung mengejar pelaku yang sempat melarikan diri,” ujar Kapolsek kepada wartawan, Rabu (13/7).

Setelah berhasil diamankan, saksi langsung meminta bantuan Aipda Ferdi yang merupakan Bhabinkamtibmas Sukasari, yang langsungembawa korban, saksi dan pelaku ke Polsek Bogor Timur.

“Selanjutnya penanganan perkara dilimpahkan dari Polsek Bogor Timur kepada Unit PPA Sat Reskrim Polresta Bogor Kota,” tandasnya.** Fredy Kristianto

Kementan Bekali SDM Pertanian dengan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Kompetensi

0

Agar Andal dalam Pengelolaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Ciawi | Jurnal Bogor

Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian – Kementan membekali 40 orang petugas program YESS (Youth Enterpreneurship and Employement Support Services) tingkat Pusat dan Provinsi agar andal dalam pengelolaan pengadaan barang/jasa pemerintah melalui pelatihan.

Pelatihan dan ujian sertifikasi kompetensi ini diselenggarakan atas kerjasama antara Pusat Pendidikan Pertanian BPPSDMP, Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP), dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP).

Secara blended learning, peserta telah mengikuti pelatihan mulai 27 Juni hingga 13 Juli 2022. Pelatihan ini diselenggarakan oleh PPMKP sebagai Lembaga Pelatihan Terakreditasi B dalam penyelenggaraan Pelatihan dan Ujian Sertifikasi Pengadaaan Barang/ Jasa Pemerintah. Dimana selama pembelajaran, peserta pelatihan didampingi dan dibimbing langsung oleh narasumber dan pengajar yang tersertifikasi oleh LKPP.

Selanjutnya, peserta akan mengikuti Ujian Sertifikasi kompetensi Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah Level-1 pada esok hari (14/05/2022).

Terkait hal ini, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi mengatakan pihaknya terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas ASN melalui peningkatan kompetensi teknis, manajerial, dan sosiokultural, dan mendorong ASN mempunyai sertifikasi kompetensi.

“Sertifikasi kompetensi merupakan proses pemberian sertifikat kompetensi secara sistematis dan obyektif melalui uji kompetensi. Acuannya, standar kompetensi kerja nasional Indonesia, standar internasional dan atau standar khusus,” kata Dedi Nursyamsi.

Peningkatan kapasitas ASN menjadi agenda penting dalam mewujudkan pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo terus mendorong ASN yang unggul, professional, dan adaptif.

Sejak peluncuran Core Values ASN BerAkhlak dan Employer Branding ASN “Bangga Melayani Bangsa” oleh Presiden Joko Widodo pada 27 Juli 2021 lalu, penguatan budaya kerja di instansi pemerintah untuk mendukung transformasi SDM Aparatur dan reformasi birokrasi tak terkecuali di lingkup Kementerian Pertanian.

Di tengah tantangan dunia yang semakin canggih, ditambah dengan adanya millennial disruption serta dipercepat dengan adanya pandemi, ASN perlu meningkatkan kapasitas dan kompetensinya, serta kemampuan beradaptasi dengan perubahan.

“Dari tantangan yang terjadi saat ini maka seorang ASN atau pejabat pemerintah harus dikawal dengan moralitas melalui Pendekatan Core Values BerAkhlak agar kita tetap bisa bekerja dengan baik“, ujar Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo.

** Nita/Osi/PPMKP

Jembatan Leuwibolang – Muara Kondisinya Bikin Was-was Warga

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Kondisi Jembatan Leuwibolang – Muara yang melintang di atas Sungai Cikaniki semakin mengkhawatirkan. Jalur penghubung antar kampung maupun antar Desa Cisarua dan Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, kondisi lantai jembatan sudah banyak yang bolong dan banyak ditambal menggunakan kayu. Bahkan besi penyangganya pun sudah banyak yang lepas. 

Tak sedikit pengguna jalan tersebut merasa was-was saat melintasi jembatan tersebut,  baik pedagang maupun anak sekolah. Menurut warga sekitar, Muhammad Ijun, Jembatan leuwibolang-Muara tersebut memang sangat penting.Bahkan tak jarang pengendara yang terpeleset di jembatan tersebut.

“Kondisi jembatan ini sudah cukup lama keberadaannya tidak layak, tapi masih bisa digunakan. Ini akses yang sangat urgen, yang merupakan akses penting bagi masyarakat. Terutama untuk para petani dan anak sekolah,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/07).

Ia berharap kepada pemerintah untuk segera melakukan perbaikan jembatan tersebut agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan. “Jangan ada korban baru dilakukan perbaikan, sebab jalan ini akses setiap harinya digunakan oleh masyarakat,” paparnya.

Sebelumnya, sempat diakui oleh pemdes maupun pihak Kecamatan Nanggung, bahwa jembatan tersebut adalah pekerjaan rumah yang belum terealisasi. “Di Desa Bantarkaret terdapat empat jembatan gantung yang kondisinya sangat  memprihatinkan. Tiga titik jembatan sudah selesai pembangunan namun satu jembatan ini menjadi PR,” ungkap staf Desa Bantarkaret, Makmur.

Jembatan Leuwibolang-Muara tersebut tak kalah penting dari tiga jembatan yang sudah dibangun. Pasalnya, masyarakat aktif melintasi jalur tersebut. “Mudah-mudahan cepat atau lambat jembatan dibangun juga sehingga PR kami Pemerintah Desa Bantarkaret untuk jembatan gantung  itu sudah clear,” tukasnya.

** Andres

Hore, GOM Cigudeg Bakal Dibangun 2023

0

Cigudeg l Jurnal Bogor

Rencana Pemerintah Kabupaten Bogor melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk membangun Gedung Olahraga Masyarakat (GOM) yang representatif mulai diwujudkan tahun depan.

Sekretaris Koordinator Olahraga Kecamatan (KOK) Cigudeg Andi Supriyadi mengatakan, GOM yang akan dibangun seperti fasilitas olahraga futsal, tenis meja, badminton dan basket yang akan dipusatkan lokasi pembangunan yang jaraknya tidak jauh dengan gedung pusat pelayanan kesehatan masyarakat (Puskesmas) Cigudeg.

Pada pekan kemarin pihak Dispora telah melakukan Detailed Engineering Design (DED) dan survei berikut mapping lokasi  untuk pembangunan GOM tersebut yang berlokasi di kampung Cicopong.

“Dari 2,1 hektar lahan, akan tetapi lahan yang akan digunakan guna pembangunan GOM berikut fasilitas  pendukung lainnya itu seluas 1,2 hektare. Namun untuk di stadion mininya akan dibangun secara terpisah kendati masih di wilayah Desa Cigudeg mengingat lahannya tidak mencukupi, maka untuk bangunan stadion mininya, itu akan dibangun di Kampung Pasir Awi,” kata Andi Supriyadi melalui selulernya kepada wartawan, Rabu (13/7).

Andi Supriyadi yang merupakan Kepala Desa Cigudeg yang akrab disapa Bram itu menerangkan hasil ekspos yang disampaikan melalui Dispora, bahwa rencana pembangunan GOM ditargetkan 2023 mendatang.

Keberadaan GOM salah satu aspirasi masyarakat yang sudah tercetus beberapa tahun lalu, jadi kata dia lagi, beragam potensi olahraga di wilayah Kecamatan Cigudeg harus dikembangkan. “Pembangunan fasilitas olahraga yang memadai Cigudeg insya Allah jadi, karena DED-nya sudah dimulai. Begitu juga informasi yang kami terima bahwa anggaran  GOM itu sudah ada. Sedangkan untuk  fisiknya   akan dibangun tahun depan,” ujarnya.

Sementara, Camat Cigudeg Pardi mengungkapkan bahwa tahun ini hanya  menyusun DED kemudian progresnya untuk tahun 2023  pada usulan bangunan GOM. Kepastiannya menunggu program kegiatan Dispora apakah bisa dianggarkan atau tidak.

“Tetapi usulan untuk dibangunnya  GOM di tahun 2023  bisa menjadi prioritas. Meski begitu keputusanya itu ada Dispora,” kata Camat Cigudeg.

Di gelarnya DED, harap Pardi bisa menjadi bagian prioritas perencanaan dan acuan bagi Dispora untuk merealisasikan keinginan masyarakat. Sekiranya Dispora  bisa menganggarkan di tahun 2023 mendatang, masyarakat Cigudeg bisa mengembangkan bakat dan prestasi di bidang olahraga.

** Arip Ekon

Pencuri Tabung Gas Modus Beli Mie Instan Viral di Medsos

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Pria pencuri tabung gas subsidi di warung sembako di Jalan Pahlawan, Desa Karang Asem Barat, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, terekam kamera CCTV dan viral di media sosial.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (13/7/2022) dini hari, tepatnya pada pukul 00.50 WIB.

Pemilik warung sembako, Dewi mengatakan bahwa malam itu seorang pria datang ke warung untuk membeli mie instan.

“Pas saya ambilin mienya terus ngebalik naro mie, orangnya malah lari sambil bawa tabung gas,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/7/2022).

Dalam video tersebut yang diterima Jurnal Bogor, satu buah tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram dibawa pencuri karena panik melihat pria tersebut lari sambil membawa tabung gas elpiji yang dijualnya, Dewi pun berteriak ‘maling’ dan mengejarnya.

Dewi mengungkapkan bahwa saat dirinya teriak dan mengejar, beberapa orang yang ada di warungnya pun ikut mengejar.

“Pas dikejar, taunya dia udah ada yang nungguin satu orang di motor deket warung cowok juga, dia langsung naik motor, tapi tabung gasnya dilempar, gak jadi diambil,” ungkapnya.

Menurutnya, kedua pria tersebut terlihat masih muda dan mengenakan kaos berwarna hitam. “Kayanya masih muda, pake kaos hitam,” katanya lagi.

Kedua pria tersebut kabur menggunakan sepeda motor ke arah Sentul, Jalan Pahlawan. Menurutnya bahwa kejadian ini baru pertama kalinya dialami di tokonya.

“Padahal masih rame disini semalem, banyak yang nongkrong, warung nasi juga masih buka, kita pada ngejar semua tapi gasnya dia lempar,” pungkasnya.

** Wisnu/Nay

Sidang Perdana Ungkap KPK tak Lakukan OTT Ade Yasin

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Sidang perdana kasus suap pengurusan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor, Jawa Barat, mengungkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak melakukan operasi tangkap tangan (OTT) Bupati Nonaktif Bogor, Ade Yasin.

“Persidangan ini dilatarbelakangi peristiwa tangkap tidur ya. Pada hari ini pun setelah pembacaan dilakukan jaksa penuntut umum KPK tidak ada disebutkan masalah operasi tangkap tangan tersebut,” ungkap Kuasa Hukum Ade Yasin, Roynal Pasaribu usai sidang di Pengadilan Negeri Bandung Tipikor, Jawa Barat, Rabu (13/7).

Ia menyebutkan, saat penangkapan pada 27 April 2022 dini hari, Ade Yasin dijemput petugas KPK untuk dimintai keterangan sebagai saksi atas penangkapan beberapa pegawai Pemkab Bogor dan pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat.

Roynal juga mengaku heran karena KPK melakukan penjemputan Ade Yasin sebagai saksi pada dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Kalau memang mau meminta keterangan kenapa tidak dilakukan penjemputan di jam normal, atau memanggil Ade Yasin ke KPK kan bisa,” kata Roynal.

Dirinya mengaku siap membuktikan tuduhan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK mengenai dugaan Ade Yasin memberikan arahan kepada anak buah untuk menyuap BPK agar mendapatkan opini wajar tanpa pengecualian (WTP).

“Yang kami pelajari selama ini tidak pernah ada arahan tersebut. Kejadian-kejadian ini akan kami tanggapi di eksepsi kami tanggal 20 Juli,” ujarnya.

Sementara, Jaksa Penuntut Umum KPK, Roni Yusuf saat diwawancara usai persidangan tidak membantah juga tidak membenarkan bahwa penangkapan Ade Yasin adalah  bukan operasi tangkap tangan.

“Itu pendapat mereka (kuasa hukum Ade Yasin) sendiri. Kita sesuai dengan alat bukti yang kita punya. Semua itu bisa berpendapat,” singkatnya.

Sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Hera Kartiningsih itu beragendakan pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) terhadap Ade Yasin.

Dalam sidang perdana kali ini, Ade Yasin tidak dihadirkan ke dalam persidangan yang dilakukan di Ruang Sidang III Soerjadi, melainkan secara daring dari rumah tahanan (rutan) KPK, Jakarta.

**nay/rls

Soal Pasar Buah Jonggol, Ini Kata Beben Suhendar

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Anggota DPRD Kabupaten Bogor H.Beben Suhendar mendorong dilakukannya percepatan proses pembangunan Pasar Buah di Kp Jepra Desa Jonggol Kecamatan Jonggol, apalagi ingin dikelola oleh BUMDes.

“Sebagai anggota DPRD yang berasal dari dapil II, saya mendukung jika dana Samisade Desa Jonggol untuk dibangun Pasar Buah di Kp Jepra, sebab, dahulu Kp Jepra dikenal sebagai tempat lokasi jual beli buah. Jika keberadaan Pasar Buah bisa meningkatkan perkonomian warga mengapa tidak kita dukung” kata  Beben Suhendar saat ditemui Jurnal Bogor, Rabu( 13/07/22).

Menurutnya, Kecamatan Jonggol dahulu dikenal sebagai wilayah penghasil buah tapi sekarang hanya sebagai kenangan saja.

“Guna untuk mengembalikan kejayaan  tersebut dibutuhkan  tempat yaitu Pasar Buah  untuk memasarkan buah-buahan asli Jonggol,” ucap Aleg yang berangkat dari Partai Gerindra tersebut.

Dari informasi yang diterima, adanya wacana untuk pembangunan Pasar Buah tersebut akan menggunakan anggaran Samisade yang dikucurkan Pemerintah Kabuapaten Bogor, namun jika tidak mencukupi bisa ditambah dengan anggaran lainnya.

“Pada intinya saya sebagai anggota legislatif asli Bogor Timur sangat mendukung apapun program dan pembangunan yang akan meningkatkan wilayah,” pungkas Inisiator Presidium Bogor Timur tersebut.

** Ramses / Nay 

Kelas Jauh SMPN 3 Citeureup Mulai Gelar PPDB Perdana

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Kelas jauh SMP Negeri 3 Citeureup mulai menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) perdana pada tahun 2022. Pendaftaran siswa – siswi kelas jauh yang akan menggunakan SDN 3 Leuwinutug sebagai sarana pembelajarannya berlangsung ramai dan mendapat respons positif, khususnya dari warga Desa Leuwinutug.

Darmadi, S.Pd guru matematika yang akan mengajar di kelas jauh tersebut sekaligus menjadi tim penyeleksi dan verifikasi data calon siswa kelas jauh mengatakan, untuk PPDB tahun 2022 ini di kelas jauh SMPN 3 Citeureup menampung sebanyak 120 siswa .

“Ada siswa pindahan 3 orang , dan hasil dari nilai raport 19 orang , jalur afarmasi 9 orang dan zonasi 98 orang , dan untuk sistem kita menggunakan sistem manual,” papar Darmadi kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/07/22).

Menurutnya, untuk tenaga pendidik dari SMPN 3 Citeureup ada 2 orang yang akan mengajar di kelas jauh ini, dan selebihnya akan dicarikan tenaga pendidik oleh Kepala Desa Leuwinutug, mengingat jumlah tenaga pendidik SMPN 3 Citeureup masih terbatas dan tidak memungkinkan untuk membuka lowongan untuk guru honorer.

“Mungkin lebih ke guru bantu yang akan diusahakan oleh pak kades , dan saya dipercaya oleh Kepala Sekolah untuk menyeleksi calon guru yang akan mengajar di kelas jauh ini, tetap kita utamakan kriteria jangan sampai melenceng dari kriteria karena ini untuk kecerdasan anak bangsa,” ujarnya.

Nantinya  untuk jam pembelajaran kelas jauh ini akan mulai belajar pada Senin (18/7) mendatang pukul 12.30 wib – 17.30 Wib kecuali hari Selasa dan Kamis akan lebih petang karena ada kelas tazhfiz.

“Saya berharap kelas jauh SMPN 3 Citeureup ini bisa mewujudkan adanya SMPN 4 Citeureup mengingat setiap tahunnya minat masyarakat akan terfokus ke sekolah negeri,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Polisi Masih Selidiki Kasus Perampokan di SMAN 1 Sukamakmur

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor

Kasus perampokan di SMAN 1 Sukamakmur yang menyebabkan satu penjaga sekolah bersimbah darah pada Jumat (1/7/2022) lalu, masih dalam penyelidikan polisi.

Kapolsek Sukamakmur, Iptu Sutopo Pranolo mengatakan bahwa kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan dan pelaku masih belum ada titik terang.

“Belum gimana-gimana, masih kita selidiki kasusnya,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (13/07/2022).

Menurutnya, kasus tersebut sudah diserahkan ke pihak Polres Bogor. Bahkan, pada kasus ini pihak Polsek Sukamakmur pun masih memburu pelaku.

“Dari Polsek dan Polres juga masih selidiki kasusnya, kita sama-sama,” katanya.

Iptu Sutopo Pranolo menambahkan bahwa saat ini pihak kepolisian masih memburu para pelaku.

“Sekarang belum ketemu, belum tahu juga itu siapanya pelakunya,” jelasnya.

Sebelumnya, pada insiden tersebut dua orang penjaga sekolah SMAN 1 Sukamakmur diserang oleh komplotan orang dengan senjata tajam yang diduga golok.

Penganiyaan tersebut terjadi sekitar pukul 02.30 WIB, hingga satu diantara dua penjaga sekolah mengalami luka berat.

Namun dalam kejadian tersebut tidak ada satu pun barang-barang milik sekolah yang hilang.

** Wisnu / Nay