31.6 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 856

Tawuran Pelajar Pecah di Jalan Pahlawan

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Tawuran pelajar antara sekolah SMK Tridarma 1 dengan beberapa siswa dari SMK Surya Kencana Yapis, YKTB, Mekanik dan Yatek pecah di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan PT.Kintaka Desa Sanja RT.05 RW.01 Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. Jumat (09/09/22).

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana,S.H, S.IK, M.H pun memerintahkan kepada AKP Budi Santoso,S.H Selaku Pawas (Perwira Pengawas) yang dibantu warga Desa Sanja yang dipimpin langsung oleh Kades Sanja Edi Yusup untuk melakukan tugas pengamanan tawuran pelajar antarbeberapa sekolah.

“Kronologis kejadian sekitar jam 17. 00 wib dimana para pelajar dari SMK Tridarma berkumpul di lapangan Bina Marga kemudian menuju ke Jalan Pahlawan dan bertemu dengan beberapa murid sekolah dari  SMK Surya Kencana Yapis, YKTB, Mekanik dan YATEK lalu terjadi tawuran pelajar,” jelas Kompol Eka pada Jurnal Bogor.

Menurutnya, para siswa tersebut ada yang menggunakan senjata tajam seperti clurit, parang ata golok dan lain-lain, karena salah satu sekolah dari SMK Tridarma 1 dan 3 kalah, lalu pelajar dari SMK Tridarma lari ke jalan menuju pabrik keripik, dan pada saat itu 11 murid dari SMK Tridarma 1 dan 3 berikut 1 buat celurit di aman oleh warga sekitar.

“Para siswa kita amankan di Polsek Citeureup untuk mendapatkan pemahaman dan renungan,” ujarnya.

Terpisah disampaikan warga sekitar Eneng (25). Menurutnya kejadian terjadi sore hari, saat gerombolan anak sekolah dari dua arah saling serang. “Pada minggir ngeliat ada yang ngasong-ngasongin golok ma cerulit, saya lagi belanja ke warung langsung teriak histeris soalnya adek saya lagi nungguin saya dan duduk diatas motor,” bebernya kepada Jurnal Bogor, Sabtu (10/09/22).

Khawatir sang adik terkena sasaran pelajar, kata dia, langsung berteriak histeris meminta tolong kepada warga dan meminta adiknya untuk masuk kedalam warung dan meninggalkan motornya. “Saya panggilan adek saya soalnya dia gak ngeuh karena sambil main hp, kayanya ada yang kena sabetan soalnya ada 2 atau 3 orang yang baju sekolahnya ada lumuran darah,” terangnya.

Menurutnya, untuk di Desa Sanja sendiri baru kali ini terjadi tawuran. “Setau saya baru kali ini di titik ini, cuma kalo ke arah Leuwinutug sering terjadi, ngeri lah kalo bisa mah ditangkepin aja, atau pihak sekolah mengeluarkan siswa yang tawuran jadi ada efek jera, kalo cuma ditangkep dipulangin lagi entar juga gitu lagi,” ujarnya.

** Nay Nur’ain

Orang Tua Murid Kompak Minta Keringanan,  Sumbangan di SMAN 1 Leuwiliang Dinilai Memberatkan

0

Leuwiliang l Jurnal Bogor

Kondisi ekonomi yang tak kunjung membaik membuat sejumlah orang tua murid SMAN 1 Leuwiliang mengaku keberatan dengan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP). Mereka pun meminta keringanan sesuai kemampuannya.

Informasi yang dihimpun, kriteria dana sumbangan pendidikan di Smanel, sebutan SMAN 1 Leuwiliang itu berlaku bukan hanya untuk peserta didik baru, termasuk bagi siswa kelas 11 dan 12 juga dikenakan opsi besaran sumbangan yang sudah ditentukan. Siswa baru kelas 10 sebesar Rp 5000.000, siswa kelas 11 Rp 4.700.000 sdan untuk siswa kelas 12 Rp 4.500.000.

Saat ditemui di sekolah, ketiga orang tua murid kelas 12 yang merupakan warga Desa Cibeber 1 dan warga Desa Leuwiliang, Kecamatan Leuwiliang dihadapan pihak sekolah dengan nada terbata-bata kepada Jurnal Bogor mengaku keberatan terkait adanya uang sumbangan  tersebut.

“Kami  kalau protes nggak, cuman minta keringanan soal uang sumbangan yang dirapatkan kemarin,” kata salah seorang wali murid kelas 12, Jumat (9/9).

“Opsinya kan Rp 3.500.000, Rp 3.750.000 serta Rp 4.000.000. Meskipun masih keberatan, tidak ada pilihan akhirnya kami ambil sumbangan  yang opsi 3.500.000. Untuk itu, tujuan kami ke sekolah untuk meminta keringanan pembayarannya. Seandainya, tetap harus dibayar diangka 3.5000.000 jujur kami keberatan, alasannya kami kurang mampu,” keluhnya.

Dia menjelaskan, bukannya tidak mau bayar, mengingat kondisi keadaan pekerjaan suaminya sebagai buruh tukang cat. Selain dia, ada juga dua orang tua murid yang datang ke sekolah secara bersamaan juga ingin meminta keringanan sumbangan di sekolah tersebut. “Tujuan kami sama untuk meminta keringanan,” paparnya.

Sementara Wakil Kepala Sekolah Smanel Bidang Humas Didah Nurhaidah ketika dikonfirmasi mengatakan, DSP itu dana sumbangan pendidikan. Dari 1.200 murid di SMA N 1 Leuwiliang, sekitar 300 siswa yang tidak ikut membayar sumbangan tersebut yakni dari kategori siswa penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) atau penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Adapun bagi orang tua siswa yang merasa keberatan dengan sumbangan itu, pihaknya persilakan  untuk datang langsung ke sekolah. “Datang langsung, kami juga ada toleransi, sekiranya orang tua murid itu kesanggupannya bayar berapa,” jelasnya.

Diakuinya, belakangan ini memang ada orang tua murid yang meminta keringanan uang sumbangan tersebut. Sumbangan dari wali murid itu kata dia, alokasinya  untuk pendidikan dengan kategori, salah satu untuk mendanai rencana sekolah yang tidak bisa didanai oleh pemerintah.

“Seperti yang paling urgen di sekolah SMAN 1 Leuwiliang ini masih kurangnya fasilitas ruang kelas belajar. Musababnya, ruang Lab komputer dan IPA itu digunakan untuk kegiatan belajar, jadi kami kekurangan 3 atau 4 ruang belajar lagi,” jelasnya.

SMAN 1 Leuwiliang disebut-sebut bakal bakal dapat bantuan Ruang Kelas Baru (RKB) sementara sekolah itu sudah tidak memiliki lahan lagi. “Tetapi kami masih ada ruangan sekolah yang belum didak, sementara pengedakan itukan  tidak didanai oleh pemerintah. Sedangkan pemerintah itu hanya bagian bangunan dinding dan atapnya aja. Jadi sumbangan itu salah satu untuk pembiayaan pengedakan ruang sekolah dengan 4 lantai kebelakang,” kata Didah.

Ketika ditanya apakah pungutan di SMANegeri 1 Leuwiliang  ini sudah berlangsung setiap tahunnya, pihaknya tidak menampik akan hal itu.” Iya kalau disini, pungutan itu masih.” akunya.

Menurutnya, pungutan  dari orang tua murid berberbagai kategori itu sesuai Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 44 dan terkait sumbangan diserahkan ke komite. “Jadi  yang melakukan itu bukan pihak sekolah. Dalam Pergub, sumbangan sekolah itu boleh asal masih direl, dan setiap tingkatan tentu ada relnya. Hal ini juga didukung pihak Disdik, bahwa sumbangan tersebut bukan pihak sekolah, akan tetapi  dari  Komite Sekolah,” ungkap Didah.

Menanggapi pungutan sumbangan sekolah di SMAN 1 Leuwiliang yang dianggap memberatkan orang tua murid, Humas Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat Yanwar membenarkan ada Pergub nomor 44 tentang Komite Sekolah perihal sumbangan sekolah.

Sumbangan berdasarkan rapat  komite kemudian pihak sekolah mengajukan proposal kebutuhan yang belum ter-cover  Rencana Kerja Sekolah (RKS)  oleh BOS atau dari Bantuan Operasional Perencanaan Daerah (BOPD). “Sehingga dibikin kesepakatan, sebenarnya bukan disepakatkan tetapi harus dirapatkan dulu mengenai jumlah sumbanganya. Memang ada jumlah cluster A B C D  bila anak itu tidak mampu, bisa menunjukan surat keterangan tidak mampu, itu boleh,” lanjut Yanwar menambahkan.

Ia memaparkan, Pergub baru yang seminggu turun, disitu ada opsi-opsi  dan poin  tertulis seperti yang mengatur sumbangan sekolah tersebut. “Tinggal kesepakatan orang tuanya, kalau wali murid keberatan dengan sumbangan tersebut tinggal ditolak boleh,” ucap Yanwar.

Meski demikian, dia mengaku masih mengkaji Pergub Nomor 44 yang baru turun tersebut. “Adapun orang tua murid merasa keberatan dengan sumbangan itu boleh menolak. Karena tidak menjadi keharusan,” tandasnya.

** Arip Ekon

Desa Balekambang Pertahankan Lagi Juara Umum MTQ

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Kembali mendapatkan juara umum dalam Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Jonggol, Pemerintahan Desa Balekambang akan terus pertahankan prestasi yang dilaksanakan setiap tahun ini.

Kepala Desa Balekambang, Anap Setiawan bersyukur karena masih bisa mempertahankan juara umum.

 “Saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Desa Balekambang mengucapkan terima kasih kepada pengasuh Ponpes Al Jalaliyah dan semua  pihak, terutama kepada para kafilah dan para pembimbing yang telah memberikan yang terbaik buat desa,” ujar Anap kepada Jurnal Bogor, Jumat (9/09/22).

Dia berharap prestasi yang berhasil diukir ini pun bisa diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari para kafilah nantinya. “Membaca Al-Qur’an bukan hanya untuk dijadikan ajang perlombaan, namun merupakan suatu kewajiban bagi umat Islam, mengingat Al-Qur’an ialah pedoman bagi semua umat muslim,” ujarnya.

Camat Jonggol Andri Rahman didampingi  tokoh agama menyerahkan piala bergilir MTQ tingkat Kecamatan Jonggol  kepada  Kades Balekambang Anap Setiawan pada acara penutupan MTQ yang dipusatkan di halaman kantor kecamatan  yang berakhir pada Selasa malam lalu.

Pada kegiatan penutupan tersebut, Andri Rahman mengucapkan selamat kepada Desa Balekambang yang berhasil mempertahankan gelar juara umum MTQ Kecamatan Jonggol  ke-44 tahun 2022 ini.

“Semoga tahun-tahun berikutnya pelaksanaan MTQ tingkat Kecamatan Jonggol terus ditingkatkan sehingga mampu mencetak para kafilah yang berprestasi,” ujar Andri biasa disapa.

 Dia pun mendongkrak semangat untuk pemerintah desa lain agar bisa menyabet piala bergilir yang sudah lama menginap di Desa Balekambang. “Mari untuk pemerintah desa yang lain lebih semangat lagi dan terus tingkatkan prestasinya agar piala juara umum tidak menjadi milik Desa Balekambang seumur hidup,” candanya.

Menurutnya, semua kafilah sangat mengagumkan dalam menghafal dan melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an. “Saya sangat mengagumi semangat anak muda-mudi yang gemar membaca Al-Qur’an, karena ada istilah alah bisa jadi biasa jika dibiasakan membaca Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari insya Allah kedepannya bisa selamat dunia akhirat,” ungkapnya mengakhiri.

** Ramses/Nay 

Banyak Gedung SDN di Nanggung Rusak Berat, Ketua DPRD: Ini Atensi Buat Saya

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Banyaknya gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang rusak di Kecamatan Nanggung kini direspons serius Ketua DPRD Kabupaten Bogor Rudy Susmanto. Fasilitas sekolah yang sudah tak layak  itu menjadi atensi baginya yang harus diperbaiki.

Rudy Susmanto

“Ini menjadi atensi buat saya,” ujar wakil rakyat dari Fraksi Gerinda kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Informasi yang diperoleh Jurnal Bogor, kerusakan gedung SDN di wilayah Nanggung diantaranya SDN Parakanmucang 01 Desa Parakannuncang, SDN Parigi Desa Cisarua, SDN Ciketug Desa Pangkaljaya, 4. SDN Pabangbon Desa Malasari, SDN Malasari 04 Desa Malasari, toilet siswa dan guru di SDN Pasireurih Desa Hambaro  sudah lama tak berfungsi karena rusak berat dan toilet siswa di SDN Pasirpeuteuy Desa Nanggung yang sudah 2 tahun juga tak berfungsi lantaran telah mengalami kerusakan yang cukup berat, serta kurangnya ruang belajar di SDN Sidamulya Desa Cisarua dari 328 siswa terdapat hanya 6 ruangan belajar saja.

Sebelumnya disebutkan, salah satu tenaga pengajar di SDN Sidamulya, Rohadi  menjelaskan, pada 2020 lalu,  penambahan RKB itu sudah direncanakan bahkan lokasi lahan yang akan dijadikan bangunan RKB itu  sudah disurvei olah  konsultan perencana. “Sudah 2022 ini bangunan RKB itu tak kunjung dibangun,” kata Rohadi.

Pihak sekolah mengharapkan RKB itu untuk segera dibangun, karena 328 siswa selama kegiatan belajar terpaksa harus berdesakan karena dari 6 ruang belajar itu rata rata diisi sebanyak 58 siswa dengan satu meja 3 siswa. “Belum lagi kegiatan belajar dijadwalkan menjadi 2 shift,” terang Rohadi.

Belum lama ini, dikatakan juga Plt Kepala SDN Pasirpeuteuy Sukadir imbas ketiadaan toilet di sekolahnya sehingga banyak siswa sering buang air kencing di sembarang tempat. “Dari tahun 2020 toilet tak berfungsi  karena telah rusak berat,” kata Plt Kepala Sekolah Pasirpeuteuy Sukadir.

Begitu juga dengan ruangan perpustakaan SDN Pasirpeuteuy yang semestinya sudah direnovasi karena sudah lapuk.

** Arip Ekon

Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Tingkatkan Kapasitas Petani

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balitro) Kementerian Pertanian menyelenggarakan Bimbingan Teknis untuk  peningkatan kapasitas petani, di Halaman Kantor Balai Penelitian Pertanian wilayah XI Jonggol, Jumat (09/09/22).

Bimtek yang mengangkat tema “ Sumber Alam dan Sumber Daya Air Terstandarisasi  Untuk Pertanian ” ini diikuti oleh 50 orang peserta yang terdiri dari petani dan penyuluh pertanian. Bimtek ini turut dihadiri oleh Kepala Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi DR Rahmawati  M.Sc, dari Kementan RI dan Kepala Bidang Distanholkitura Kabupaten Bogor Ir.Sri Widianingsih, serta Koordinator Balai Penyuluhan  Perrtanian  wilayah XI Jonggol  Jajang SP.

Kepala Balai Penelitian Agroklikmat dan Hidrologi Dr. Rahmawati.M.Sc mengatakan, bimtek ini mampu meningkatkan pengetahuan penyuluh dan petani serta dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian di Kabupaten Bogor khusunya di wilayah XI BPP Jonggol.

“Banyak hal yang mungkin belum diketahui oleh petani dan penyuluh, atau sudah diketahui namun diabaikan, padahal hal-hal kecil yang dianggap sepele itu sangat berpengaruh dengan hasil produksi pertanian, maka dari itu kami adakan kerjasama bimtek ini untuk menambah pengetahuan bagi petani dan penyuluh khususnya,” papar Dr.Rahmawati.

Ditempat yang sama disampaikan Ir.Sri Widia Ningsi.M.Si mewakili Kepala Distanhortikitura Kabupaten Bogor yang verterima kasih kepada Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi (Balai  Klimat ) yang telah menyelenggarakan bimtek di Kabupaten Bogor  serta meminta kepada peserta bimtek agar dapat menyerap ilmu yang disampaikan oleh pemateri. 

“Ilmu pengetahuan yang disampaikan untuk keberlangsungan para petani ini saya harap tidak disia-siakan,” harapnya.

Hal senada disampaikan Jajang SP,  Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian wilayah XI Jonggol mengatakan, mewakili para petani dan penyuluh pertanian mengucapkan terima kasih kepada para narasumber khususnya kepada DR Rahmawati yang sudah bersedia memberikan bimtek kepada para petani dan penyuluh pertanian.

“Pada pemeparannya tadi narasumber menyampaikan perihal mengenal karakteristik kejadian hujan  untuk mendukung peningkatan produksi pertanian  dan pemanfaatan informasi Agroklimat dan pengembangan  teknologi hemat air, ini sangat penting diketahui oleh penyuluh dan petani, mengingat kondisi keberadaan air sangat berpengaruh pada hasil dan kualitas pertanian itu sendiri, ” ujarnya. 

** Ramses/Nay 

Berikan Kenyamanan Warga, Pemdes Sukaluyu Renovasi Aula dan Kantor Desa

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Guna meningkatkan kualitas pelayanan bagi warganya, Pemerintah Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor merealisasikan dana Bantuan Provinsi Jawa Barat  untuk merenovasi aula dan kantor desa.

Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan mengatakan, renovasi dilakukan karena bagian atas bangunan kantor telah lapuk, maka anggaran Banprov Jabar direalisasikan untuk merenovasi kantor desa.

“Kantor Desa Sukaluyu yang merupakan bangunan gedung satu atap  dan menyatu dengan ruangan aula. Nah, aula yang biasa digunakan untuk agenda kegiatan rapat koordinasi kini diperluas sepanjang dua meter. Yang nantinya  luasan ruang aula itu bertambah menjadi sekitar 7×12 meter,” ujar Aos Hermawan, Minggu (11/9).

Tampak saat renovasi LPM, BPD, RT, dan RW. Hadir juga anggota Linmas dan tokoh masyarakat. Aos menjelaskan, anggaran Banprov yang turun ke pihak desa selain untuk merenovasi kantor desa dan aula juga digunakan untuk bidang lainnya seperti pemberian operasional program kesehatan Posyandu.

“Dari  11  Posyandu di Sukaluyu mendapat operasional dari Banprov, termasuk pengalokasian Banprov untuk operasional mitra kerja pemerintah desa, yaitu Badan Permusyawaratan desa (BPD),” tukasnya.

** Arip Ekon

Pemdes Nagrak Gelar Turnamen Bulutangkis

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, resmi membuka turnamen bulutangkis Pemdes Cup ke-3 yang digelar di PB Spekta, Kampung Nanggewer 2, RT 03 RW 8, Desa Nagrak. Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Turnamen ini diikuti oleh semua warga Desa Nagrak yang dikelompokan menjadi 9 tim dari masing – masing RW, yang terdiri dari 12 pemain, dan 2 cadangan.

Kepala Desa Nagrak, Agus Syahrudin menyampaikan, Bulutangkis Cup ini adalah kegiatan rutin tahunan Pemdes Nagrak, dan kembali digelar setelah 2 tahun vakum karena Covid-19.

“Alhamdulillah Pemdes Nagrak kembali bisa  menggelar turnamen Bulutangkis Cup, setelah lama kita tidak bermain, karena adanya pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (11/9/22).

Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan mengharapkan para peserta menampilkan permainan terbaiknya.

“Semoga dari kegiatan yang diselenggarakan ini bisa menciptakan bibit yang dapat mewakili Desa Nagrak di turnamen-turnamen tingkat lebih tinggi nantinya,” harap Agus sapaan akrabnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Panitia Hermin. ” Dalam turnamen ini kami membuka pendaftaran untuk warga yang ber-KTP Desa Nagrak,” paparnya.

Dia berharap turnamen ini para peserta bisa sportif dalam bertanding. “Kami berharap semua peserta bisa menjunjung tinggi jiwa sportivitas selama turnamen ini berlangsung,” cetusnya.

Ditempat yang sama, peserta turnamen  Amat Sugiana menyampaikan, turnamen ini bisa menyatukan warga untuk saling bersilaturahmi.

“Mari kita bersatu mempererat persaudaraan, untuk menyalurkan bakat dalam lomba bulutangkis yang diadakan Pemdes Nagrak ini, untuk bisa meraih prestasi di jenjang yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Peserta MTQ Leuwisadeng Antusias Ikuti Lomba

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Untuk menyeleksi bakat dan potensi di setiap desa, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor direspons antusias masyarakat. 

Pasalnya, meski sempat diguyur hujan, para peserta tidak surut semangatnya untuk mengikuti lomba MTQ tersebut.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang juga Sekcam Leuwisadeng Hendarsyah mengatakan, MTQ dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dan untuk peserta diseleksi dulu di tingkat kecamatan.

“Kegiatan MTQ yang dilaksanakan di Kecamatan Leuwisadeng ini adalah program rutin Pemkab Bogor yang diadakan setiap tahun, sebelum kami melangkah ke tingkat kabupaten kami menyeleksinya di tingkat kecamatan dulu,” ungkapnya, Sabtu (10/09/2022).

Dia menjelaskan, sebanyak 6 cabang yang dilombakan dan ada 240 peserta putra putri. MTQ ini juga jadi ajang silaturahmi. “Dengan adanya MTQ ini kami gali potensi di daerah manakala ada MTQ tidak perlu mencari peserta keluar dari daerah (desa) tersebut,” katanya.

Dia juga mengapresiasi kekompakan para kades yang berjibaku sehingga acara MTQ tingkat Kecamatan Leuwisadeng ini berlangsung sukses.

“Kami mengapresiasi seluruh kafilah tentunya juga kepada para kades yang sudah mengirimkan utusannya dan membantu terselenggaranya acara MTQ ini,” paparnya.

Dia berharap, peserta yang turut lomba mau mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an. “Kami berharap, dari para kafilah untuk bisa memperbaiki apa yang sudah dilombakan dan selalu mencintai Al-Qur’an,” pungkasnya.

** Andres

Event Bogor Challenge 11 K Sangat Luar Biasa, Begini Penjelasan Hendro Yap

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Perhelatan lomba lari Bogor Challenge 11 K 2022 berlangsung sukses luar biasa dan mendapat respon positif dari semua pelatri lokal dan nasional.

“Bogor Challenge 11 K 2022 merupakan salah satu program Dispora Kabupaten Bogor dalam mendukung tagline Sport Tourism Pemkab Bogor,” ujar Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, Minggu, 11 September 2022

Asnan AP menilai, Bogor Challenge 11 K 2022 juga sebagai daya ungkit ekonomi daerah.

Suksesnya ajang Bogor Challenge 11 K 2022 diapresiasi atlet nasional jalan cepat Andri Yap, dia juga tak melihat adanya protes dari peserta lomba lari ataupun kecelakaan.

“Sudah bagus sekali penyelenggaraan ajang Bogor Challenge 11 K 2022 setelah lama Kabupaten Bogor tak menyelenggarakan ajang serupa, terkait sedikit pembenahan, saya sudah utarakan ke panitia pelaksana,” papar Andre Yap.

Dia menegaskan walaupun ajang ini dilaksanakan di tingkat kabupaten, namun melihat besarnya hadiah dan animo peserta, maka layak dikategorikan sekelas provinsi.

“Total hadiahnya besar sekali dan tidak sebesar daerah lain hingga menarik minat peserta Bogor Challeng 11 K 2022, ini ajang yang sekelas provinsi,” tegasnya.

** Asep Syahmid

Banyak Menuai Pujian Para Pelari, Bogor Challenge Akan Jadi Agenda Rutin Tahunan

0


Bogor | Jurnal Bogor

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor siap menjadikan lomba lari Bogor Challenge 11K sebagai agenda rutin tahunan. Hal tersebut senada dengan keinginan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan lantaran melihat tingginya animo masyarakat.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, ke depan pihaknya siap menggelar acara serupa dengan lebih meriah. Ia juga bersyukur acara ini mendapat support dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Seperti yang disampaikan Pak Plt tadi, tahun depan juga kita buat acara-acara yang sama. Beliau sudah menyampaikan, kita siap jika ini jadi agenda rutin,” ujar Asnan, Minggu (11/9).

Menurutnya, animo masyarakat juga sangat tinggi di event kali ini. Terbukti dari peserta yang melebihi target.

“Animo masyarakat juga tadi sangat tinggi, ke depan kita targetkan peserta lebih banyak lagi dan acaranya lebih meriah,” ungkapnya.

Asnan menjelaskan, acara ini merupakan rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) sekaligus mendukung program Bogor Sehat.

Sebelumnya, lomba lari bertajuk Bogor Challenge 11K sukses digelar, Minggu (11/9). Ribuan peserta dari berbagai daerah tumpah ruah.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melepas langsung para peserta di garis start di area Stadion Pakansari.

Selanjutnya, para pelari menempuh jarak 11 kilometer menuju Tugu Pancakarsa dan memutar dengan titik finish kembali di Stadion Pakansari.

Iwan mengaku salut dengan event perdana pasca-pandemi yang sukses menarik animo masyarakat tersebut.

“Jadi kemarin laporan dari Pak Kadispora, Pak Sekdispora, kegiatan Bogor Challenge 11K itu animonya luar biasa. Ini kalau kita tidak batasi akan lebih ramai lagi. Lebih dari 6 ribu peserta,” ujar Iwan.

Politisi Partai Gerindra ini juga mendukung Bogor Challenge menjadi agenda rutin tahunan. Yang jelas, kegiatan semacam ini harus lebih maksimal ke depannya dengan persiapan yang lebih sempurna.

Tahun depan harus bisa tembus di atas 6 ribu peserta, supaya semua peserta. Kalau animo masyarakat sangat mendukung, kita sebagai pemerintah harus memperhatikan. Pasti akan kita adakan jika animonya memang tinggi,” ungkapnya.

Bahkan, Iwan menilai perlu mengundang pelari nasional hingga internasional jika acara serupa digelar kembali. Para artis juga bisa dihadirkan untuk semakin memeriahkan dan menghibur masyarakat.

“Ke depan harus ada peningkatan lagi, entah itu dari hadiahnya, peserta, hingga sarana prasara. Atlet profesional juga bisa kita undang, pelari top dari nasional maupun mancanegara. Artis juga bisa memeriahkan,” tandasnya.

** Asep Syahmid