27.5 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 856

Meski Covid-19 Longgar, Pasar Cigudeg Masih Sepi Pembeli

0

Cigudeg l Jurnal Bogor 

Pemerintah telah memberlakukan kelonggaran Covid -19, namun geliat sejumlah pedagang di Pasar Cigudeg, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor masih sepi pengunjung.

Salah satu pedagang pakaian dan perlengkapan sekolah Daday Hidayat sudah mengira kondisi pasar masih akan sepi meski sudah longgar.

Menurutnya, tak begitu berpengaruh meski momentum di hari libur nasional perayaan Idul Adha beberapa waktu lalu, akan tetapi para pedagang  masih belum untung karena sepi pembeli.

“Sepanjang dua bulan diberlakukannya kelonggaran, namun  situasi Pasar Cigudeg masih  relatif sepi,” ujar Dayat kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/7).

Daday yang sudah hampir 20 tahun menjadi pedagang menyebut, hanya sewaktu-waktu pengunjung menghampirinya untuk  membeli kebutuhan sekolah. Memasuki  ajaran baru ini,  biasa para pembeli cukup ramai, namun kali ini pembeli  jarang berdatangan.

“Tak seramai sebelum pandemi. Ya, satu dua stel mah seragam sekolah ada saja yang beli,” ujar Dayat.

Terpisah, Staf PD Pasar Tohaga Cigudeg Muslihat mengakui tak menentunya pengunjung, saat ini Pasar Cigudeg masih keadaan landai.

Pedagang kelontong maupun pedagang pakaian kini belum mengalami peningkatan pembeli, terbilang omzet yang didapat masih minim. Namun untuk pedagang sembako  mulai adanya kemajuan walaupun belum signifikan.

“Sejak turunnya harga minyak goreng, sejumlah pedagang sembako mulai menggeliat,”papar lelaki yang akrab disapa pak Mus itu. Begitu juga masih berpengaruhnya daya jual beli yang dijajakan pedagang makanan dan minuman. “Dibanding produk lain yang dijajakan pedagang, jajanan anak saat ini omzetnya lumayan bagus,” tukasnya.

** Arip Ekon

Kapolsek Citeureup Ajak Anak-anak Latihan Pencak Silat

0

Citereup | Jurnal Bogor

Kepolisian Sektor Citeureup, Polres Bogor mengizinkan anak-anak untuk latihan pencak silat di Mako Polsek Citeureup, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Citeureup Kompol Eka Chandra Mulyana mengatakan, pihaknya memang sengaja memberikan ruang kepada anak-anak untuk berkreativitas.

“Saat ini kami sedang melakukan bagaimana caranya anak-anak untuk tidak selalu bermain hape, salah satunya kita mengadakan pencak silat dari perguruan Bima Suci,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/07).

Menurutnya, kegiatan ini dibuat untuk memotivasi anak-anak agar tidak terpaku kepada gadget.

“Selain untuk menjaga diri, itu kita buat agar pola berpikir anak-anak kepada polisi ini berubah, bahwa polisi tidak menyeramkan seperti yang mereka pikirkan, karena tugas kita juga mengayomi masyarakat,” paparnya.

Dengan diberikan latihan silat ini, dia berharap anak-anak di wilayahnya bisa ikut serta latihan di Polsek Citeureup.

“Bagi anak-anak mari semua yang berada di Kecamatan Citeureup mulai dari sekarang kita ikut serta untuk latihan silat, yang mana ini juga akan diadakan lomba pada bulan Agustus nanti,” pungkasnya.

** Wisnu / Nay 

Dewan Support Warga GAS Proses Fasos Fasum ke Ranah Hukum 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Persoalan lahan fasos fasum Perumahan Griya Alam Sentosa (GAS) yang berada di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi yang saat ini sudah memasuki masa persidangan mendapatkan support dari anggota Dewan DPRD Kabupaten Bogor , Achmad Fathoni.

Aleg yang berangkat dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut mensupport warga yang melangkah ke jalur hokum, mengingat peristiwa intimidasi yang dialami warga karena dibenturkan oleh sekelompok orang.

“Saya mengikuti kasus atau persoalan ini sejak tahun 2020 hingga saat ini, dimana persoalan ini cukup ngejelumit (ribet) , karena mungkin perusahaan pengembang yang sudah tidak lagi berada di alamat yang tertera,” papar Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/07).

Pria yang biasa dipanggil Fathoni itu menyebu,t dengan masuknya proses persoalan fasos fasum ke ranah hukum merupakan hal yang paling tepat, apalagi sudah pernah terjadi intimidasi yang dialami warga sampai bentrokan dengan segerombol orang.

“Demi keamanan dan terkuaknya persoalan fasos fasum ini memang lebih baik masuk ke ranah hukum, dan semoga hakim yang mengadili nanti bisa bersikap seadil-adilnya,” ujar Aleg dari dapil 2 tersebut.

Menurutnya, warga Perumahan GAS sudah selayaknya mendapatkan hak fasilitas umum dari pengembang. Namun kebanyakan warga perumahan memang tidak terlalu memperdulikan itu, selama dalam perumahan itu ada sarana ibadah dan ada sarana olahraga mereka sudah merasa nyaman.

“Oleh karena itu, dengan masuknya persidangan untuk persoalan fasos fasum ini bisa berjalan dengan baik dan warga GAS bisa mendapatkan haknya, sehingga oknum-oknum yang menjadi pemain lahan fasos fasum bisa ditindak dengan seadil-adilnya,” pungkas Fathoni.

** Nay Nur’ain

Tunggu Surat Pelimpahan DPUPR, Satpol PP Bakal Bongkar Bangli di Irigasi Cikereteg 

0

Caringin | Jurnal Bogor
Keberadaan bangunan liar (bangli) di sepanjang aliran Irigasi Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin, dipastikan bakal ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor.

Kepala Seksi Pengendalian dan Operasi Satpol PP Kabupaten Bogor, Rama Kodara mengatakan, adanya Bangli yang berdiri di sepanjang aliran Irigasi Cikereteg, mulai dari jalan masuk Cikereteg hingga melewati pasar, dianggap warga maupun pengguna jalan sebagai biang terjadinya kemacetan di jalur menuju kawasan wisata di Desa Pancawati.

“Setiap kali ada informasi warga yang masuk ke kami apalagi terkait keluhan, pastinya kami akan tindaklanjuti,” ungkapnya kepada wartawan saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kamis (14/07).

Namun, kata Rama, sebelum melakukan penindakan sesuai dengan tugas dan fungsi dalam melaksanakan penegakan peraturan daerah (Perda), terlebih dulu akan berkoordinasi dengan pihak lain dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR).

“Kami akan cek terlebih dulu, apakah surat pelimpahan dari DPUPR melalui UPT Infrastruktur Pengairan dan Irigasi wilayah 3 Ciawi sudah diterima atau belum. Kalau sudah ada, tentu kami akan lakukan penindakan, yakni penertiban atau pembongkaran,” tegasnya.
Sebagai instansi penegak Perda, lanjutnya, Satpol PP akan melaksanakan aturan yang berlaku.

Fungsi dari pengawasan UPT Infrastruktur Pengairan dan Irigasi yang ada di wilayah juga, seharusnya dilaksanakan secara maksimal apabila ditemukan bangunan yang berdiri melanggar aturan.

Rama menjelaskan, pentingnya pelaksanaan pengawasan yang ketat, bertujuan agar meminimalisir hingga mencegah adanya bangunan berdiri dengan melabrak aturan, terutama garis sempadan sungai (GSS).

“Fungsi pengawasan di wilayah oleh UPT teknis harus maksimal. Kalau sudah ditegur seusai aturan tapi pemilik bangunan masih membandel, tinggal pelimpahan ke Satpol PP untuk dilakukan penindakan,” imbuhnya.

Sebelumnya, staf pengawas UPT Infrastruktur Pengairan dan Irigasi wilayah 3 Ciawi, Dedi Junaedi mengaku, pihaknya sudah berupaya agar saluran irigasi tersebut bebas dari Bangli. Bahkan, saat ini untuk tindaklanjutnya  sudah menjadi kewenangan dinas.

Selain itu, Dedi pun menjelaskan, keberadaan Bangli yang berdiri di atas saluran Daerah Irigasi (DI) Palayangan di wilayah Cikereteg tersebut, sebelumnya sudah pernah dilakukan penertiban.

“Dulu sudah ditertibkan Satpol PP Kabupaten Bogor, bangunan di atas saluran Irigasi Cikereteg dibongkar semua. Makanya, untuk melayangkan surat teguran kepada para pemilik bangunan, bukan lagi tanggungjawab UPT, karena sudah menjadi kewenangan dinas,” tukasnya.

Pantauan disepanjang Jalan Cikereteg-Ciderum, puluhan Bangli yang dibangun warga dan disewakan kepada pedagang itu, hampir menutup seluruh ruang saluran Irigasi Cikereteg.

** Dede Suhendar  

Mathla’ul Anwar Bagikan Daging Kurban ke Warga Sekitar Sekretariat

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Pengurus Daerah (PD) Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor di momen Idul Adha 1443 Hijriah, menyembelih satu ekor sapi, belum lama ini.

Kegiatan tersebut diselenggarakan di sekretariat Mathla’ul Anwar yang berlokasi di Jalan Lingkar Leuwiliang, Kampung Galuga  Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang.

Panitia pelaksana dari Himpunan Mahasiswa Mathla’ul Anwar (HIMMA) Siti Fatimah mengatakan, sapi yang disembelih tersebut dipaketkan dan disalurkan kepada masyarakat sekitar.

“Alhamdulillah sebanyak 200 paket sudah disebar kepada masyarakat sekitar sekretariat maupun kepada pengurus yang hadir dalam acara,” ungkapnya.

 Sementara, Ketua Pengurus Daerah MA Kabupaten Bogor, M. Kholil Asqolani menjelaskan, bahwa kegiatan penyembelihan di lakukan di sekretariat baru pertama kali.

“Ini baru pertama kali diselenggarakan di sekretariat, karena pada tahun-tahun sebelumnya kerap dilaksanakan di kediaman tokoh maupun pengurus,” jelasnya.

Menurut dia, meski pada moment Idul adha kali ini hanya satu ekor sapi, namun antusias dari tamu yang hadir hingga ratusan orang, terdiri dari para tokoh MA, pengurus, maupun jemaah MA yang mewakili se-Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, walau kurbannya hanya 1 ekor sapi, tapi yang hadir di acara ini ratusan orang. Terdiri dari para tokoh, pengurus, dan jamaah MA,” kata dia.

 Selain itu, pada momentum Idul Adha. Kholil Asqolani berharap, PD Mathla’ul Anwar Kabupaten Bogor lebih menggema. “Intinya kita harus terus gemakan syi’ar, silaturrahmi, dan berbagi, khususnya di hari – hari Tasyriq Idul Adha,” tukasnya. 

** Andres

Sambal Gami Bontang 135 Hadir di Cibinong dengan Beragam Menu Baru

0

JURNAL INSPIRASI – Rumah makan Sambal Gami Bontang 135 kembali mengepakan sayap bisnisnya, dengan membuka cabang keempatnya di Jalan Sukahati Indah No. 92, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, pada Kamis (14/7).

Kepada wartawan, pengelola Sambal Gami Bontang 135 Yuyun Yuhana mengatakan bahwa pihaknya sengaja membuka cabang keempat di ‘jantung’ Kabupaten Bogor. “Di pusat kuliner ini, dinenya luas indoor maupun outdoor,” ujarnya.

Menurut Yuyun, pihaknya pun menyediakan beragam menu baru seperti gami rahang tuna, gami tunjang, gami sarden, gami indomie saikoro, gami jando, gami burung puyuh, dan gami kambing guling.

“Kedepannya kami akan menambah menu baru lagi,” tegasnya.

Untuk harga sendiri, kata Yuyun, tidak menguras kantung lantaran hanya dibanderol mulai dari Rp20 ribuan hingga Rp70 ribuan. “Kami juga tetap menggunakan sistem refill nasi, minum dan lalap sepuasnya,” katanya.

Selain itu, Sambal Gami Bontang 135 juga kembali memanjakan konsumen yang ingin menikmati sajian pedas dalam kemasan melalui produk Gami To Go.

“Bagi siapapun yang ingin mencicipi bisa memilih cabang terdekat, ada di Pandu Raya, Air Mancur, Jalan Pajajaran, dan Sukahati Cibinong,” ungkapnya.** Fredy Kristianto

Lanjutkan Pemberdayaan Generasi Muda Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison Bawa Para Pemain IBL ke Sekolah

0

Bogor | Jurnal Bogor
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) mewujudkan komitmennya untuk memberdayakan generasi muda dan talenta olahraga terbaik Indonesia di olahraga bola basket dengan mendatangkan para pemain Indonesian Basketball League (IBL) ke sekolah pilihan di Indonesia untuk memberikan coaching clinics kepada para siswa-siswi. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pelatihan Talenta Basket ke Sekolah di Lima Kota yaitu Jakarta, Yogyakarta, Denpasar, Medan, dan Pontianak.

Director and Chief Regulatory Indosat Ooredoo Hutchison, M. Buldansyah, mengatakan, IOH memiliki misi untuk menghadirkan pengalaman telekomunikasi digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia. Kali ini melalui Program Pelatihan Talenta Basket, kami ingin menciptakan ekosistem olahraga bola basket yang berkelanjutan agar Indonesia memiliki atlet-atlet bola basket hebat di masa mendatang.

Program Pelatihan Talenta Basket ke Sekolah di lima kota merupakan kelanjutan dari keikutsertaan IOH sebagai salah satu pendukung utama IBL 2022. Selain mendatangkan pemain IBL, seperti Bali United dan EVOS Thunder ke sekolah pilihan, program ini juga termasuk memberikan peralatan olah raga basket dan merenovasi lapangan basket sekolah untuk mendukung latihan siswa-siswi selanjutnya.

“Kami berharap program ini dapat memotivasi dan meningkatkan antusiasme generasi muda untuk menjalani hidup sehat bahkan suatu saat menjadi atlet bola basket kebanggaan Indonesia,” tutup Buldansyah.

**mehonk/rls

STIA Menarasiswa Melaju ke Jabar, Usai Raih 3 Gelar Gebyar LLDikti 4 2022 Regional 2

0

Usep Mahmud

Bogor | Jurnal Bogor

STIA Menarasiswa untuk pertamakalinya mewakili regional 2 (Bogor, Depok, Sukabumi) di cabang badminton ke tingkat Jawa Barat pada Gebyar LLDikti 4 2022 di GOR Iniro, Bogor Tengah, Kota Bogor, Rabu (13/7).

“Alhamdulillah, sebenarnya kami tidak diunggulkan. Namun akhirnya meski underdog bisa menang karena ada yang diunggulkan seperti dari Unpak, UIKA dan Bina Niaga. Kami juga menang di nomor prestise ganda putra mahasiswa,” ujar Usep Mahmud, SE, MM, MSi, Puket III Bidang Kemahasiswaan STIA Menarasiswa via WhatsApp, Rabu (13/7/2022).

Pada Gebyar LLDikti 4 2022 regional 2, STIA Menarasiswa meraih 3 gelar masing-masing dari ganda putra, ganda putra tendik 69 dan satu gelar lagi dari ganda campuran dari kemenangan bye sehingga langsung lolos ke Bandung dari 5 nomor yang dipertandingkan.

STIA Menarasiswa unggul di nomor ganda putra, dimana Dicky Aditya berpasangan dengan Fredy, mahasiswa D3 Ilmu Administrasi Bisnis. Keduanya di final mengalahkan pasangan dari STIE Bina Niaga, Bagas dan Sammy.

Juara ganda putra tendik 69, R.Lubis dan M.Mahathir, karyawan STIA Menarasiswa

Juara berikutnya diraih ganda putra tendik usia maksimal 69 tahun, R.Lubis dan M.Mahathir, karyawan STIA Menarasiswa yang di final mengalahkan pasangan ganda dari UIKA Nurman dan Rudy. Gelar juara kian lengkap dengan lolosnya ganda campuran mahasiswa yang langsung ke Bandung, usai menang bye  atassnama Ridho dan Sarah.

Sementara kategori yang dipertandingan pada Gebyar LLDikti 4 2022 yakni ganda putra (GPA) tendik 70, GPA tendik 69, ganda tendik campuran, GPA mahasiswa dan ganda campuran mahasiswa.

** Asep S.Sayyev

Pasar Tanah Baru Ditarget Beroperasi Tahun Ini

0

JURNAL INSPIRASI – Perusahaan Umum Daerah Pasar Pakuan Jaya (Perumda PPJ) menargetkan agar Pasar Tanah Baru di Kecamatan Bogor Utara bisa beroperasi pada tahun ini.

Atas dasar itu, Perumda PPJ tengah menggeber pendataan verifikasi para pedagang yang sudah terdaftar di kementerian.

Kepala Unit Pasar Tanah Baru, Syaiful Afriady mengatakan bahwa pedagang yang sudah terdaftar di kementerian ada 140 pedagang meliputi 14 pedagang kios dan 126 pedagang los.

“Pendaftaran untuk melakukan verifikasi sudah kami buka sejak 1 Juni 2022 dengan batas waktu hingga 31 Agustus. Diharapkan para pedagang dapat segera melakukan pendaftaran ulang di kantor Pasar Padasuka supaya verifikasi bisa segera selesai,” ucapnya, baru-baru ini.

Menurut dia, dalam tahap verifikasi ini diprioritaskan bagi pedagang yang sudah terdaftar terlebih dahulu di kementerian, sedangkan pedagang yang belum terdaftar tetap bisa mendaftar namun masuk dalam waiting list.

“Setelah melakukan verifikasi data yang ada di kementerian perdagangan kita akan melanjutkan verifikasi yang waiting list atau daftar tunggu. Sampai saat ini ada sekitar 140 pedagang yang waiting list, artinya belum mendapatkan tempat dan masih menunggu verifikasi pedagang yang terdaftar di kementerian perdagangan,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur Operasional (Dirops) Perumda PPJ Denny Ari Wibowo menegaskan, Pasar Tanah Baru saat ini sedang dalam penambahan fasilitas sekaligus pendataan verifikasi pedagang.

“Kalau semua sudah selesai verifikasi pedagang dan fasilitas penujang yang ada di pasar. Insyaallah peresmiannya diusahan tahun ini,” katanya.**Fredy Kristianto

Proyek Blok I RSUD Telan Anggaran Rp45 M Lebih

0

JURNAL INSPIRASI – Pembangunan Blok 1 RSUD Kota Bogor sudah dimulai oleh perusahaan asal Bandung PT Cipta Usaha Nusa Gede. Hal itu ditandai dengan dilakukannya ground breaking pada Rabu (13/7).

Diketahui proyek senilai Rp45.677.679.474 itu akan dikerjakan selama 180 hari kalender, dan dananya bersumber dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat sebesar Rp50 miliar.

“Insya Allah pekerjaan ini akan rampung pada akhir tahun 2022,” ujar Plh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim usai menghadiri ground breaking.

Menurut Dedie, sebenarnya kebutuhan perluasan RSUD mencapai Rp280 miliar untuk Blok 1 dan Blok IV. “Artinya kita masih harus berusaha meminta juga kepada provinsi menggelontorkan bantuannya untuk Kota Bogor, paling tidak tahun depan syukur-syukur kalau bisa diatas Rp 100 miliar supaya pelayanan kesehatan untuk masyarakat Kota Bogor dan sekitarnya bisa terpenuhi,” kata dia.

Selain itu, kata Dedie, Kota Bogor juga tengah memikirkan pembangunan RSUD Tipe A yang kedua, agar layanan kesehatan dapat lebih maksimal.

“Rencananya Dinkes akan membuat kajian yang lebih komprehensif untuk rencana pembangunan RSUD kedua di Kota Bogor,” ungkapnya.

Untuk lahan sendiri, kata Dedie, Pemkot Bogor memiliki aset di kawasan Bogor Selatan. Sehingga habya tinggal memastikan langkah yang diambil secara teknis oleh Dinkes agar bisa mempercepat pembangunan RSUD kedua.

“Kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan ini cukup tinggi, bahkan RSUD menjadi sumber pendapatan dari sisi pelayanan kesehatan yang jumlahnya cukup besar,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Utama RSUD, dr Ilham Chaidir mengatakan, pembangunan Blok 1 RSUD diperuntukan bagi instalasi bedah Sito, IGD, dan ICU Sito.

“Mudah-mudahan dengan izin Allah kita bisa membangun ini dengan baik, sesuai dengan spek, sesuai dengan waktu dan kami akan berupaya mengawasi proses pembangunan ini agar mendapatkan hasil terbaik,” jelasnya.

Ilham menuturkan bahwa awalnya RSUD mempunyai 425 tenpat tidur, namun lantaran adanya pembangunan jumlahnya berkurang menjadi 395 tempat tidur.

“Jadi kedepan kita perlu menambah ruang rawat inap yang adanya di Blok I yang akan kita bangun itu lebih kurang kita bisa menambah sekitar 100-200 tempat tidur. Kapasitas yang kita inginkan sekitar 600 tempat tidur atau lebih,” tutur Ilham.

Lebih lanjut, kata dia, pembangunan Blok I juga bertujuan untuk menambah kapasitas ruang operasi. Sebab, selama ini RSUD per hari melaksanakan 17 hingga 20 operasi. “Dan pasien yang datang pun berasal dari luar Bogor untuk operasi tumor

Anggaran Rp50 miliar, kata Ilham, hanya memenuhi seperempat dana yang dibutuhkan untuk membangun blok-blok di RSUD. “Jadi ini masih proses berlanjut yang akan kita terus mencari sumber-sumber pendanaan,” imbuhnya.** Fredy Kristianto