34.8 C
Bogor
Monday, August 10, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 858

UPT Puskeswan Jonggol Beri Vaksin Rabies Gratis

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Dalam rangka menyambut Hari Rabies Sedunia tahun 2022, UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Jonggol  akan melaksanakan vaksinasi rabies massal untuk hewan peliharaan. Vaksinasi rabies gratis akan dilaksanakan pada 28  September mendatang.

Bagi masyarakat yang akan memvaksin hewan peliharaannya bisa langsung dating ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bogor untuk mendapatkan vaksin rabies.

“UPT Puskeswan Kecamatan Jonggol akan memberikan puluhan vaksin rabies gratis untuk semua jenis hewan peliharaan,” kata. Kasubag TU UPT Puskeswan Jonggol drh.Toib kepada Jurnal Bogor, Rabu(07/09/22).

Menurut Dr.Toib jenis hewan yang menjadi target vaksin rabies adalah hewan penular penyakit rabies itu sendiri, seperti kera, anjing dan kucing. Sedangkan syarat untuk hewan yang boleh divaksin rabies yaitu hewan yang sudah berumur lebih dari 4 bulan, sedang dalam kondisi sehat dan bagi hewan betina tidak sedang bunting atau hamil.

“Penyakit rabies merupakan jenis penyakit Zoonosis, yakni penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia dan penyakit rabies ini, jika menular kepada manusia bisa sangat fatal dan hampir 100 persen menyebabkan kematian. Karena itu, vaksinasi rabies ini sangat penting untuk menjaga hewan-hewan yang berpotensi menularkan penyakit rabies, ” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, kepada warga yang memiliki hewan peliharaan, bisa datang  membawa hewan kesayangannya untuk mendapatkan vaksin rabies di pos-pos yang sudah disediakan nanti. 

Sementara warga Perumahan Citra Indah Tuti (36) mengaku senang mendapatkan informasi perihal akan diadakannya program vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan.

“Terimakasih informasinya, saya akan datang membawa hewan-hewan peliharaan kesayangan saya, Karena untuk mendapatkan vaksin rabies untuk hewan di wilayah Bogor ini masih agak sulit, apalagi saya sering berinteraksi langsung dengan hewan-hewan peliharaannya, ” ujarnya sambil menunjukkan hewan jenis anjing Bulldog, dan kucing Anggora.

** Ramses / Nay 

Damkar Parungpanjang Evakuasi Biawak dan Ular Sanca di Sentraland

0

Parungpanjang l Jurnal Bogor

Tim Respons Damkar sektor Parungpanjang mengevakuasi seekor biawak dan ular sanca sepanjang 4 meter di kawasan Perumahan Sentraland Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Rabu (7/9).

“Selain evakuasi biawak di bumper belakang mobil milik warga, kami juga berhasil menangkap ular sanca batik sepanjang empat meter berada di jalan raya perumahan,” ujar Komandan Regu III Muhamad Rifki kepada wartawan.

Ia menjelaskan, evakuasi biayak sempat ada kesulitan karena masuk ke bagian bumper belakang mobil tapi dengan kecepatan tim, hewan itu berhasil ditangkap.

“Iya masuk ke bagian bumper belakang mobil tapi setelah dibuka bumpernya akhirnya kami evakuasi,” tuturnya.

Namun saat selesai evakuasi biayak, tim mendapat laporan ada penemuan ular jenis sanca batik sepanjang 4 meter tepatnya di jalan utama Perumahan Sentraland.

“Untuk biawak di area rumah warga kemungkinan hendak mencari mangsa, karena di lokasi ada kolam ikan, sementara ular sanca muncul karena habitatnya yang terganggu,” pungkasnya.

Selain itu untuk biayak dilepas kembali ke habitatnya, kalau ular canca diserahkan ke komunitas pencinta hewan reptil.

“Penanganan kedua hewan berjalan lancar dan kondusif, kalau ada info apapun bisa langsung laporkan ke Tim Respons Damkar Parungpanjang,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pelayanan Maksimal Tanpa Diskriminasi, RSUD Leuwiliang Juara 2 Nasional Video Pendek Pelayanan Prima Peserta JKN

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang kembali mengharumkan nama Kabupaten Bogor. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil meraih juara 2 se-Indonesia.

Kali ini, pemberian penghargaan dalam lomba video pendek pelayanan prima peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan tema ‘Ayo Gunakan BPJS, Jangan Takut di Diskriminasi, Pasti Dilayani’ di Aula RSUD Leuwiliang pada Kamis 1 September 2022 lalu.

“Selamat untuk tim PKRS RSUD Leuwiliang terutama para aktor dan aktrisnya yang berhasil mendapat peringkat dua nasional video pelayanan tanpa diskriminasi,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Ondrio Nas, SKM.,M.Si., AAK.

Video yang diunggah pada tanggal 21 Juni 2022 lalu itu, menggambarkan kondisi masyarakat hari ini yang masih meragukan pelayanan rumah sakit bagi para peserta BPJS.

Namun, pengalaman tukang sayur membuktikan bahwa pelayanan RSUD Leuwiliang tetap maksimal tanpa diskriminasi, baik itu untuk pasien yang menggunakan pembayaran tunai ataupun peserta BPJS.

“Ternyata begitu kita lihat di RSUD Leuwiliang pelayanannya emang oke banget, layanannya prima, petugasnya ramah-ramah tidak ada diskriminas,” tutur pria yang akrab Abah Omdrio.

Dirinya berharap RSUD Leuwiliang terus menjalankan dan mempertahankan untuk di implementasikan dalam oelayanan di rumah sakit, sehingga keouasan masyarakat atas oelayanan pihak RSUD Leuwiliang terus terjaga.

“Sehingga kepuasan masyarakat tetap terjaga, kalau meningkat terus, dan RSUD Leuwiliang menjadi rumah sakit yang di cintai dan diminati oleh masyarakat Kabupaten Bogor khususnya Bogor Barat,” pinta Abah Ondrio.

Lomba video pendek pelayanan prima peserta JKN ini diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dalam rangka memperingati HUT BPJS yang ke 54 Pengumuman lomba dilakukan secara virtual dengan hadiah berupa drone senilai 12 Juta bagi juara 2.

“Terima kasih untuk tim PKRS yang sudah bekerja keras memberikan hasil yang terbaik dalam perlombaan lomba video pelayanan rumah sakit,” ucap Plt Direktur RSUD Leuwiliang, Vitrie Winastri S.H., MARS.

Dia menambahkan, tentunya ini menjadi tantangan bagi pihak rumah sakit untuk membuktikan kepada masyarakat bukan hanya video saja, namun juga mampu melayani masyarakat dengan baik tanpa diskriminasi antara pasien BPJS dengan pasien umum.

**rls/gp

Korban Calo Pendidikan, Anak Keluarga Miskin Terancam Putus Sekolah

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Salah satu orang tua siswa warga Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor menjadi korban calo pendidikan oknum LSM hingga mengalami kerugian uang sebesar 6 juta Rupiah.

Toni, orang tua siswa mengatakan, dia mendapati kesulitan untuk memasukkan anaknya ke sekolah SMPN 1 Klapanunggal, dan anaknya sudah dinyatakan tidak diterima oleh pihak sekolah SMPN 1 Klapanungal.

“Kami coba daftarkan melalui sekolah SDN BABAKAN 1 melalui sistem zonasi, namun tidak masuk padahal jarak sekolah SMPN Nekal dengan rumah kami sangat dekat. Namun anak saya gak masuk sistem zonasi tersebut,” ucap Toni kepada Jurnal Bogor, Selasa (6/9/22).

Dan disaat kondisi seperti itu, sambung ia, anak hanya ingin sekolah di Nekal (sebutan SMPN 1 Klapanunggal ). “Sebagai orang tua saya berusaha untuk mewujudkan keinginan anak masuk sekolah negeri, mengingat kami keluarga tidak mampu, dengan harapan jika masuk sekolah negeri itu akan terbebas dari biaya,” paparnya.

Disaat seperti itu, lanjutnya, ada yang memberikan informasi jika masuk Nekal melalui Pak GT LSM bisa diupayakan, namun harus membayar sebesar 6 juta Rupiah. “Dapat kabar seperti itu saya berusaha hutang pinjam pada tetangga dan istri saya memberikan uang tersebut kepada Pak GT dengan harapan anak saya bisa masuk ke sekolah negeri, tapi sampai saat ini justeru anak saya masih belum masuk sekolah,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, agar anaknya tetap bisa sekolah akhirnya dirinya mendaftarkan ke sekolah swasta walaupun dengan biaya yang cukup memberatkan. “Mau gimana lagi dari pada anak saya tidak sekolah saya masukan saja ke swasta meski berat,” paparnya.

Yang lebih parahnya lagi, lanjutnya, dia merasa dikerjai karena alasan GT di Nekal sudah penuh, namun bisa masuk ke SMPN 1 Cileungsi. “Anak saya disuruh pakai seragam ke sekolah tersebut padahal ternyata belum didaftarkan. Seperti dipermainkan, kami ini rakyat kecil yang ingin anak pintar dan sekolah di negeri,” ungkapnya.

“Kami yang berpikir jika LSM bisa membantu justeru dikerjai seperti ini, dibodoh-bodohi, untungnya ada tetangga yang membantu dan mengurus masuk kesekolah walaupun sekolah swasta, dan jika gak ada niat baik juga saya akan minta tolong kepada tetangga saya untuk menemani saya membuat laporan ke polisi,” keluhnya.

” Saya hanya minta pak GT untuk mengembalikan uang kami yang 6 juta Rupiah karena itu juga uang hasil pinjam kami ke tetangga, mengingat sudah hampir 2 Minggu ini pak GT hanya janji-janji saja, bilangnya mau mencari pinjaman dulu ke saudaranya,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan warga yang membantu Toni. Dia mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Ketua Komisi 4 Muad Khalim tentang apa yang dilakukan oleh oknum LSM berinisial GT tersebut, dan ternyata dewan tersebut kenal akan oknum tersebut.

“Saat saya menghadap pak dewan Muad Khalim, dihadapan saya beliau langsung telepon oknum LSM tersebut dan meminta mengembalikan uangnya kepada orang tua siswa tersebut, namun sampai saat ini belum juga ada niat baik dari oknum LSM tersebut ” ucapnya.

** Nay Nur’ain

MTQ Momen Cigudeg Lebih Agamis

0

Acara Rutin Tahunan, Camat Pardi Buka MTQ Cigudeg

Cigudeg | Jurnal Bogor

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  tingkat Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor resmi dibuka oleh Camat Cigudeg Pardi, Selasa (6/9/2022). Dia mengungkapkan, tujuan utama lomba MTQ buka hanya mencari pemenang saja, tetapi bagaimana Alquran bisa tetap dijadikan i pedoman hidup dan momen MTQ bisa membuat warga Cigudeg lebih agamis lagi.

Pada pembukaan di aula Kantor Kecamatan Cigudeg tersebut, ditandai  pembacaan basmalah dan serangkaian penampilan kelompok marawis. Bahkan Danramil Cigudeg Kapten Infanteri Tatang Taryono hadir sebagai Qori. Hadir pula Kapolsek Cigudeg Kompol Wagiman, para kepala desa dan MUI tingkat Desa.

Kegiatan yang rutin setiap tahun dilaksanakan itu, kata Pardi, sebagai sarana silaturahim dan pendorong semangat dan minat baca masyarakat terhadap Alquran. Dia berharap kedepan pelaksanaan tersebut lebih besar yang dilaksanakan di tingkat desa. Sebab banyak potensi  yang ada di wilayah yang belum tergali dan digaungkan.

“Jadi saya mendengar, melihat bahwa desa pun  melaksanakan MTQ ini. Tetapi temen teman kepala desa bisa melaksanakan kegiatan ini di tingkat desa insya Allah kedepan kegiatan MTQ ini akan lebih meriah lagi,” ujarnya.

Pardi menjelaskan, pihaknya mencari calon-calon kafilah di kecamatan yang akan bertanding di tingkat Kabupaten Bogor. “Dari 28 cabang kita ingin bisa melaksanakan 2 cabang, dari dua cabang itu kurang lebih masuk tilawah dan tahfiz,” paparnya.

Dia berharap  di MTQ yang akan datang lebih membuka banyak cabang lagi. Diharapkan para pemimpin pondok pesantren bisa melatih putra putri Cigudeg sebagai salah satu upaya untuk menebarkan syiar Islam.

Ketua MUI Kecamatan Cigudeg KH Diding Sirojudin  menyatakan, bahwa MTQ di tingkat kecamatan Cigudeg setiap tahunnya telah berjalan. “Di tahun ini kita mencari bibit muda MTQ dan alhamdulillah ternyata  setelah kita gali potensi dan animo masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.

Jadi kata dia, MTQ tersebut  dominasi tilawah dan  tahfiz yang diikuti dari perwakilan peserta di 15 desa se- Kecamatan Cigudeg. Kegiatan ini bekerja sama baik dengan Muspika, MUI desa maupun seluruh pemerintah di masing masing desa.

** Arip Ekon

Ada Galian Ilegal di Bendungan, Camat Jonggol Bakal Hentikan Kegiatan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Belum usai persoalan galian ilegal yang ada di Desa Sukanegara dan Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, kini muncul kembali galian C ilegal yang ada di Kp.Endrek dan Kp.Jati Desa Bendungan Kecamatan Jonggol.

MN (35) warga sekitar mengatakan, galian di Kp.Endrek ini sudah berjalan kurang lebih sebulan dan baru 2 hari alat beratnya keluar dari lokasi tersebut dipindahkan ke Kp.Jati Desa Bendungan.

” Sudah 2 hari pindah, sepertinya hari ini juga nanti akan datang lagi alat beratnya, disini ada dua lokasi galian C di Kp.Endrek dan Kp.Jati masih orang yang sama,” paparnya.

Menurutnya, saat awal kemarin sempat ada demo warga karena izin lokasi bukan ditanda tangani oleh warga sekitar. “Cuma sekarang warga udah tanda tangan,” paparnya.

Sebagai warga, dia meminta agar galian C tidak mengganggu keselamatan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. “Jangan sampai berceceran di jalan tanahnya, apalagi sampe ada korban yang jatoh kalo soal aturan pemerintah desa yang tahu,” paparnya.

Camat Jonggol Andri Rahman mengaku tidak tinggal diam akan keberadaan galian ilegal yang ada di wilayahnya. “Untuk yang di Bendungan memang belum kita layangkan surat teguran atau pemberhentian, namun kami akan buatkan secepatnya, apalagi kegiatan galian tersebut memang belum ada izin yang dimiliki dari provinsi,” jelasnya. 

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Bendungan terkait keberadaan kegiatan Galian C ilegal tersebut.

** Nay Nur’ain

Kasi Ekbang Minta Kepsek Usulkan Ulang Gedung SD yang Rusak

0

Para Kepsek Mengaku Setiap Tahunnya Diusulkan, Namun Tak Kunjung dibangun

Nanggung l Jurnal Bogor

Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor Yudi  meminta para kepala sekolah mengajukan ulang kondisi bangunan sekolah yang telah mengalami kerusakan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) di Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP-Des).

“Bangunan sekolah yang rusak itu sekitar bulan Desember diusulkan ulang di masing masing desa sekalian input di Sistem Perencnaan Daerah (SIPD),” kata Yudi.

Sebelumya diberitakan, sebanyak enam ruang belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciketug, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tengah mengalami kerusakan dan tiga diantaranya rusak parah.

SDN Ciketug

Kepala SDN  Ciketug Mursid menjelaskan, dari tujuh lokal berikut kantor dan enam ruang belajar secara umum mengalami kerusakan. “Secara umum sudah rusak, namun yang rusak berat itu tiga ruangan, yakni kelas satu, dua dan tiga,” kata Mursid.

Beberapa waktu lalu, Kepala SDN Parigi, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung juga sempat mengatakan pada 2020 gedung SDN Parigi sudah masuk list daftar pembangunan, namun menghilang. “Setelah dicroscek,  gedung SDN Parigi tidak masuk daftar pembangunan tahun 2022. Kami lihat tidak ada dilist untuk dibangun,” ujar Kepala sekola SDN Parigi Juju Juhaeriyah

Sebelumnya disebutkan Juju,  SDN Parigi, dari 15 lokal terdapat  10 ruang yang mengkhawatirkan dan diketahui 2 ruang yang dinyatakan membahayakan karena rusak berat. Juju berharap, usulannya segera dilaksanakan agar siswa-siswinya nyaman saat belajar dan tidak merasa khawatir.

Begitu juga, dengan sekolah SDN Parakanmuncang 01 Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Sebelumnya, salah satu tenaga pengajar di SDN Parakanmuncang 01, Ujang Ma’mun mengatakan, dari 8 lokal ruang belajar siswa, ada 3 ruang belajar yang kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, tiga tahun terakhir ini sudah tidak lagi digunakan demi keselamatan siswa.

Tidak sampai disitu, Gekolah SDN Pasireurih di Kampung Pasireurih RT 03 RW 05 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung selain kondisi ruangan sekolah telah banyak yang bocor, terdapat empat fasilitas umum toilet tak bisa gunakan lantaran rusak berat.

SDN Pasireurih

Kepala sekolah SDN Pasir Eurih Hj Tini Gantini mengaku, sejak 3 tahun pihaknya menjabat sebagai kepala sekolah  namun keberadaan bangunan toilet itu sudah tidak bisa digunakan karena kondisinya sudah rusak parah.

Bahkan baru baru ini diberitakan, salah satu tenaga pengajar di SDN Sidamulya, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung  Rohadi  sebelumnya menyebutkan, waktu 2020 lalu,  penambahan RKB itu sudah direncanakan bahkan lokasi lahan yang akan dijadikan bangunan RKB itu  sudah disurvei olah  konsultan perencana. “Sudah 2022 ini bangunan RKB itu tak kunjung dibangun,” kata tenaga pengajar di SDN Sidamulya Rohadi.

** Arip Ekon

Harapkan Generasi Qurani, Kecamatan Jonggol Gelar MTQ Ke-44

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Jonggol ke-44 Tahun 2022 berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Jonggol, Selasa (6/9/22). Acara tersebut berlangsung semarak dan meriah dengan diawali pawai ta’aruf yang diikuti oleh para kafilah dari 14 desa se-Kecamatan Jonggol bertema “Dengan MTQ Kecamatan Jonggol Mari Kita Tingkatkan Syiar Islam  Pasca Pandemi Untuk Pulih  Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat.” 

MTQ tingkat Kecamatan Jonggol  diikuti sebanyak  99 peserta, yang berasal dari kafilah 14 desa  se-Kecamatan Jonggol. Acara MTQ dibuka oleh  Camat Jonggol  Andri Rahman dilanjutkan  pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Menurut  Andri  dalam sambutannya,  MTQ ini diharapkan mendorong generasi muda untuk memiliki motivasi tinggi dalam mempelajari, menggali, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

Menurutnya, minat generasi muda terhadap pengkajian Al-Qur’an saat ini cenderung melemah, baik kualitas maupun kuantitasnya. Diharapkan melalui kegiatan ini generasi muda kita lebih Qur’ani, sehingga membuat kehidupan lebih damai dan religius.

“Kita semua menginginkan generasi penerus bangsa yang agamis sehingga berakhlakul karimah, saya berharap kegiatan ini bisa memicu pemuda pemudi yang ada di Kecamatan Jonggol khusunya untuk memperdalam Al-Quran,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Warga Keluhkan Dampak Proyek Pembangunan Pabrik PT Sinde 

0

Caringin | Jurnal Bogor

Warga RW 02, Kampung Cisempur dan Cisalopa, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan sejumlah dampak pembangunan proyek PT Sinde Budi Sentosa. Dampak tersebut meliputi ketidakjelasan status hibah Tanah Pemakaman umum (TPU), sarana infrastruktur jalan serta saluran air untuk kebutuhan warga. 

Meski kerap dikeluhkan ke pihak perusahaan, namun hingga kini belum satupun bentuk kesepakatan sesuai yang tercantum dalam perjanjian antara PT Sinde dengan warga RW 02 yang direalisasikan pihak pihak perusahaan. 

“Ada delapan poin yang sudah disepakati dalam perjanjian, namun sampai detik ini belum ada satu pun yang dipenuhi. Dan perlu diketahui sampai saat ini pihak Sinde belum menunjukan itikad baiknya kepada kami,” ungkap Yayat, warga sekitar. 

Lanjut dia, selain beberapa poin tersebut, warga pun mengeluhkan sejumlah dampak lainnya seperti getaran, debu dan kebisingan yang berasal dari aktivitas pembangunan proyek. Dan kata dia, warga RT 03 dan 04 merupakan warga paling terdampak akibat aktivitas proyek. 

“Salah satu dampak paling dirasakan yaitu kekeringan yang disebabkan karena saluran air yang tidak mengalir akibat dampak proyek. Padahal  aliran air dari parit itu sangat dibutuhkan warga, terutama para santri di pesantren yang ada di wilayah sekitar” jelasnya. 

Ketua RT 04, Cepi membenarkan banyak keluhan yang muncul dari warga terkait dampak aktivitas proyek. Pihaknya mengaku hal itu kerap disampaikan kepada perwakilan perusahaan, namun hingga kini keluhan warga terkesan diabaikan. 

“Ya sudah seringkali menerima aduan dari warga dan hal itu sudah seringkali kami sampaikan ke pihak perusahaan. Tapi alasannya selalu klasik, katanya saat ini masih dalam proses atau tahap pembangunan,” tandasnya. 

Pihaknya khawatir, jika keluhan warga tak juga direspon, malah akan memicu terjadinya gejolak di tengah warga. Karena itu ia berharap, semua keluhan dan aspirasi warga akan segera direspon oleh pihak perusahaan yang rencananya akan membangun pabrik di atas lahan seluas 20 hektar di wilayah RW 02.

“20 hektar itu hanya di wilayah RW 02 saja. Tapi kalau dihitung keseluruhan atau luas tanah yang dibebaskan perusahaan sekitar 250 hektar atau separuh dari luas wilayah desa ini,” terangnya. 

Bahkan ia menegaskan, jika tidak mendapatkan respon positif dari perusahaan, mereka berencana mengadukan hal itu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan DPRD. Karena semua kesepakatan itu dituangkan dalam surat perjanjian kesepakatan. 

“Ya jika tidak digubris, warga akan mengadu ke pemkab dan DPRD agar bisa mengakomodir semua keluhan mereka. Karena perjanjian itu sudah sejak beberapa tahun lalu, tapi faktanya sampai sekarang nol besar,” pungkasnya. 

Masih menurut Cepi, dampak lain yang ditimbulkan dari kegiatan proyek antara lain tanah longsor yang menjadi ancaman bagi warga sekitar.

** Deny

Agar Arsip Tertata Baik, Camat Jonggol Gelar Arsipelago

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Kecamatan Jonggol mengadakan kegiatan Arsipelago guna memberikan ilmu kepada aparatur pemerintah yang ada di Kecamatan Jonggol agar arsip yang mereka miliki bisa tertata dengan baik. Kegiatan dilaksanakan di aula Citra Indah, Desa Sukamanah, Jonggol, Senin (05/09/22).

Camat Jonggol  Andri Rahman mengatakan, saat ini dia atas nama Pemerintah Kecamatan Jonggol memberikan contoh serta bimbingan teknologi tatacara mengelola arsip, baik yang ada di sekolah, desa maupun UPT, dimana agar arsip tersebut bisa tersusun dan tertata dengan baik.

“Kita kupas perihal tata cara surat masuk dan surat keluar terus bagaimana cara menyimpannya, dan tindaklanjutnya dari surat tersebut nanti akan seperti apa semua kita kupas disini,” ucap Andri kepada Jurnal Bogor , Selasa (06/09/22).

Menurutnya, hal yang saat ini sering terjadi ialah dimana pemerintah desa banyak sekali sering terjadi kehilangan berkas bahkan tidak ada jejak arsip yang seharusnya sebagaimana kantor pemerintahan pada umumnya tidak boleh ada arsip yang hilang guna antisipasi hal-hal atau permasalahan yang akan timbul dikemudian hari.

“Apalagi pemerintah desa, Letter C yang seringkali ada persoalan hilang bahkan tidak ada di desa, bagaimana bisa mengetahui jejak tanah warga yang seharusnya cord-nya itu ada di pemerintah desa sebagai pemegang arsip, maka kami arahkan agar mereka memindahkan ke sistem digital sehingga arsip yang rentan rusak dan hilang jika sudah ada di dalam digital bisa dilindungi,” papar mantan Lurah Pakansari tersebut.

Maka dari itu, dia mengundang Kadis Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor Tb. Lutfi, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan, kepala bidang , kepala seksi dan pelaksana Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor, para kepala UPT dan TU, para kepala desa  dan sekretaris desa serta operator desa, para kepala sekolah dasar se- Kecamatan Jonggol, koordinator pengawas, operator sekolah, serta manajemen Citra Indah.

” Harapan saya, apa yang dipaparkan oleh Kadis Arsip dan Perpustakaan Daerah bisa dipahami dan diaplikasikan dalam pembenahan arsip di kantor masing-masing, hingga kedepannya arsip di Pemerintah Kecamatan Jonggol tertata dengan baik dan rapi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain