27.5 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 855

AMPI Salurkan Bantuan Korban Longsor Curug

0

JURNAL INSPIRASI – Angkatan Muda Pembaruan Indonesia (AMPI) Kota Bogor menyalurkan bantuan berupa sembako dan bahan material kepada korban longsor di RT 02 RW 08 Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Sabtu (16/7).

Seperti diketahui, pada Jumat (15/7) malam perempuan berinisial M (57) di Kampung Got, RT 02 RW 08, Kelurahan Curug, ditemukan tewas tertimbun longsor

Ketua AMPI, Sarah Zulfrida mengatakan bahwa bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban keluarga M sekaligus bentuk solidaritas antar sesama.

“Kami sangat berduka dengan kejadian itu, semoga bantuan yang kami beri bisa meringankan,” ujar Sarah didampingi Penanggung Jawab AMPI Vitotip, dan anggota lainnya.

Selain memberikan bantuan, kata Sarah, turunnya organisasi sayap (orsap) Golkar ke lokasi bencana bertujuan untuk mengenalkan bila AMPI tak hanya berkutat di urusan politik, tetapi juga sosial.

Sarah juga menyebut bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor sudah baik dalam merespon setiap bencana. “Kami sangat mengapresiasi pemerintah. Sudah cukup baik dalam sisi komunikasi dan penanggapan bencana tersebut,kita berharap untuk kedepannya tetap terjaga,” tandasnya.** Fredy Kristianto

ICMI Kota Bogor Akan Bangun MCK untuk Warga Korban Banjir Bandang Leuwiliang

0

Bogor | Jurnal Bogor

Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kota Bogor akan membangun Mandi Cuci Kakus (MCK) di tempat bencana banjir bandang tepatnya di Ponpes Al-insyiroh Kampung Cisarua, Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

ICMI Kota Bogor telah melakukan kunjungan ke korban bencana banjir bandang menyalurkan Al Qur’an, makanan dan minuman susu kurma untuk warga yang membutuhkan,.

Sedangkan MCK yang akan dibangun dipusatkan di Pondok Pesantren Al-Insyirah pimpinan KH. Abdul Karim, tepatnya di RT 04/RW 06 Kp Cisarua, Desa Purasari, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Pengurus ICMI Dewi Angraeni M.Si.,PH.D. mengatakan, pihaknya perlu berkolaborasi untuk mengatasi musibah ini bersama-sama.

“Memang planing-planing pemerintah bantuan 500 juta dan seterusnya itu ada tapi pastinya sekarang masyarakat sudah kelaparan, masyarakat sudah tidak punya tempat tinggal, apa yang bisa kita buat kita buat dulu dan sementara dari ICMI kita menugaskan pak Ali yang kebetulan dia program studi teknik sipil UIKA Bogor,” jelasnya, Jumat (15/7).

“Nanti dia akan menjadi team pro dari kita untuk melihat dana-dana yang dimiliki ICMI kita ini biar amanah, biar akuntabel dari rencana RAB yang didapatkan dari team SAR. Kedatangan kami bersama pak ketua ICMI kota Bogor yang pasti akan terus memantau-mantau di lokasi lapangan tentunya kan terus melihat kedepannya apa yang bisa kami lakukan,”tuturnya lagi.

Lalu pimpinan ponpes Al-insyirah KH.Abdul Karim berharap yang dilakukan ICMi mendapat barokah.

“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas bantuannya, kami tidak bisa membalas kecuali dengan doa semua kebaikan ICMI, relawan dan semua yang berpatisipasi meringankan beban terutama pondok pesantren Al-insyiroh, memang sekarang yang paling di butuhkan masyarakat dan santri itu MCK,” kata dia.

“Saya perwakilan masyarakat mengucapkan banyak-banyak terima kasih atas segala doa dan pengorbanan ICMI dan anggotanya semoga dibalas oleh Allah dengan pahala yang berlipat-lipat ganda,” ungkapnya.

**Muhammad Ali/mg

Pascabanjir, Warga Cisarua Masih Trauma

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor

Warga kampung Cisarua, Leuwiliang, Kabupaten Bogor masih merasakan trauma pascabanjir bandang 3 pekan lalu. Jika hujan deras dan aliran Sungai Cisarua meluap, warga mengaku was-was.

Seperti pada Jumat (15/7) malam pukul 19:35, Sungai Puraseda mengalami kenaikan muka air sungai setinggi kurang lebih 2 meter  yang membuat warga setempat panik karena takut ada banjir susulan.

Sementara Tim SAR Andi yang masih berada di lokasi bencana mengakui “Semalam air sungai naik hingga menepi jembatan semua warga panik bahkan ada keluarga yang sudah mengemas pakaiannya. Mereka semua panik dan cemas takut adanya banjir susulan tetapi kami selaku tim SAR berusaha semaksimal mungkin untuk menenangkan semua warga, ‘’ ucapnya, 

Dia bersyukur, setelah beberapa jam air sungai surut kembali.

“Tim SAR yang masih tersisa ada 3 orang termasuk saya, sisanya sudah balik kanan, kami walaupun cuma bertiga akan terus bersama warga selama logistik dan amunisi kami masih mencukupi,” pungkas Andi.

Sedangkan warga dan santri kampung Cisarua pun kini masih melakukan gotong royong membersihkan sisa banjir bandang dengan peralatan seadanya. 

Pimpinan Pondok Pesantren Al-Insyiroh RT  04, KH. Abdul Karim menjelaskan,  ‘’Kegiatan masyarakat sekarang ya gotong royong untuk saluran air sungai disanakan ada bendungan. Informasi mau di bongkar juga memang karena itu kendala terus saluran air juga dangkal banyak batunya kemudian batunya di angkat,’ katanya.

Kegiatan belajar mengajar pun terkpaksa diliburkan untuk sementar waktu ini.

‘’Dari awal becana karena sekarang tidak ada tempatnya, kemudian juga kitabnya pada hanyut, ya sekarang kegiatan santri gotong royong bersama masyarakan dan insya Allah kegiatan ngaji akan dimulai lagi malem Minggu sekarang’, tuturnya.

**M.Ali/mg

Warga Nanggung yang Hanyut di Sungai Cikaniki Sudah 3 Hari Belum Ditemukan

0

Nanggung | Jurnal Inspirasi

Seorang warga Kampung Gunung Esing RT 01 RW 15 Desa Curug Bitung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. hilang terbawa hanyut di Sungai Cikaniki Leuwi Tikoro, daerah aliran sungai Gunung Pongkor belum ditemukan.

Peristiwa yang menimpa korban bernama Sumardi (55) terjadi pada Selasa (12/07) sekitar pukul 19:00 Wib.

Kepala Desa Curug Bitung Engkos Kosasih mengatakan, korban sudah tiga hari belum ditemukan keberadaannya. Kini pencarian korban terus dilakukan oleh keluarga dan dibantu warga lainnya.

Kosasih menjelaskan, saat kejadian cuaca di lokasi saat hujan cukup deras, korban yang tidak sendirian, berencana ke tempat kegiatan sekitar gunung longsoran.

Pada saat itu korban sudah sampai di tempat tujuan. Karena hujan yang sangat besar akhirnya korban pulang lagi setibanya di lokasi tersebut korban terpeleset dan terseret oleh air.

“Informasinya mereka akan membuat jembatan penyebrangan sementara. Namun korban terpeleset jatuh kebawah air yang kondisinya air sedang besar,” jelasnya.

Hingga Jumat (15/07) pencarian korban terus dilakukan menyusuri Sungai Cikaniki. Namun dalam pencarian terkendala cuaca yang tak menentu, yang mana sungai saat ini pasang surut. Kendati, masyarakat dan keluarga korban, telah berupaya secara maksimal.

“Malam ini untuk pencarian kita stop dulu karena cuaca hujan cukup deras. Nudah mudahan korban cepat ditemukan,” tukasnya.

**Andres

Warga Mulai Kesal Jalan Loji -Cariu Rusak Parah 

0

Cariu | Jurnal Bogor 

Warga sudah mulai menunjukan kekesalan terhadap PUPR Provinsi Jawa Barat yang belum juga  melakukan perbaikan jalur Loji –Cariu. Padahal jalan tersebut setiap harinya kerap dilalui kendaraan bermuatan berat, hingga mengakibatkan kerusakan parah terjadi di jalan yang berstatus jalan provinsi tersebut.

Doni (40) warga sekitar mengatakan, dampak dari kerusakan jalur Loji – Cariu kerap kali terjadi kecelakaan lalulintas  hal ini karena kondisi jalan yang berlubang cukup dalam, namun sampai saat ini belum juga mendapatkan sentuhan perbaikan.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat segera memperbaiki jalan tersebut. Karena dengan rusaknya jalan tersebut banyak masyarakat yang terganggu aktivitasnya. Selain itu, jalur Loji-Cariu ini menghubungkan 2 kabupaten yaitu Kabupaten Bogor dan Kabupaten Karawang,” kata Doni, warga Desa Sukajadi Kecamatan Cariu kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/07).

Tak hanya itu, jika musim hujan, genangan air terlihat di jalan tersebut saking dalamnya lubang-lubang jalan. Sehingga warga yang belum hafal kondisi jalan akan terperosok dan tak jarang mereka jatuh karena tidak mengetahui ada lubang sedalam itu.

“Saya kadang bingung, ini jalur yang menghubungkan 2 kabuapten, namun kondisinya sangat memprihatinkan. Apalagi tonase kendaraan berat yang didominasi dengan kendaraan tambang pasir dan tanah kerap kali melintasi jalan tersebut,” paparnya.

Terpisah UPT Jalan Provinsi Jawa Barat Bagian Pemeliharaan, Hari mengatakan, jalur tersebut yang rusak kurang lebih mencapai 3 Km, namun untuk tahun ini tidak dapat peningkatan karena anggaran masih refocushing.

“Setiap tahunnya kami ajukan untuk semua jalur jalan provinsi yang rusak, baik untuk peningkatan maupun untuk pemeliharaan. Namun untuk jalur Loji – Cariu tahun ini belum masuk peningkatan karena ada pengurangan anggaran. Kami selalu mengajukan di setiap tahunnya untuk jalan-jalan provinsi yang rusak,” ujar Hari.

** Ramses /Nay 

Tanjakan Narogong yang Berlubang Makan Korban

0

Istri Pengendara Sepeda Motor Tewas Terlindas Truk

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

Akibat jalan berlubang di jalan raya Narogong Desa Nambo, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor kembali memakan korban, Kamis (14/7/22). Kali ini sang suami, pengendara sepeda motor Beat BE 5696 DK, yang sedang berboncengan dengan istrinya menyalip kendaraan truk tronton, namun jatuh ke kolong truk hingga mengakibatkan sang istri tewas terlindas.

Korban meninggal dunia atas nama RK, terlindas ban mobil tronton di bagian paha. Heri, suami korban yang selamat dari kecelakaan mengatakan, saat sedang menyalip mobil tronton tiba-tiba ada jalan yang berlubang.

“Saya pergi dari rumah di Cakung sekitar jam delapan mau menuju Sukabumi, melintasi jalan raya Narogong, saat saya menyalip mobil tronton ada jalan berlubang, ban motor selip dan terjatuh ke kiri, istri saya yang dibonceng di belakang terlindas di bagian paha dan tidak sadarkan diri, meninggal di tempat,” ucap Heri sambil menangis kepada Jurnal Bogor.

Selanjutnya Heri menjelaskan, korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Thamrin Cileungsi oleh ambulance Laka Lantas Polres Bogor. “Setelah dirapikan di kamar jenazah Rumah Sakit Thamrin, rencananya istri saya akan dibawa ke Cianjur, dan dikebumikan disana,” jelasnya.

Sementara Triana yang ada di lokasi kejadian mengatakan, mendengar ada warga yang teriak-teriak ada kecelakaan dan langsung mendatangi tempat kejadian tersebut.

“Lagi ada di pos penjagaan saya kaget mendengar teriakan warga, saya penasaran dan menanyakan ada apa, ternyata ada sepeda motor yang terjatuh dan seorang perempuan tergeletak sudah tidak bernyawa ada dipinggir jalan, dan tidak lama dibawa oleh ambulance Laka Lantas Polres Bogor ke rumah sakit,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Desa Sukahati Ingin Ada SMP 

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Sukahati, Kecamatan Citereup, Kabupaten Bogor menginginkan adanya Sekolah Menengah Pertama (SMP) di desanya. Pasalnya, sudah dua tahun mengajukan tetapi tidak jua direspons. Padahal di desanya ada tiga sekolah dasar (SD), akan tetapi tidak ada satu pun SMP negeri maupun swasta.

Sekretaris Desa Citeureup, Antoni menuturkan, Pemdes Sukahati sudah mengajukan ke dinas-dinas terkait selama 2 tahun untuk membuat SMP.

“Kita sudah bolak-balik mengajukan dari Musrembang ke kecamatan sampai ke Dinas Pendidikan juga sudah. Kemarin ada titik terang untuk pemambahan SMP tapi posisinya ada di Desa Leuwinutug, dengan argumen karena kita masih dekat dengan SMPN 3 akan tetapi kan kita ujung dan zonasi pun hanya sisa sisa untuk desa kami, karena itu sudah dihabisin sama desa yang dekat ,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/07).

Dasar pihak desa mengajukan keberadaan SMP, karena di Desa Sukahati terdapat 3 Sekolah Dasar, 2 SDN dan 1 SDS dimana hanya sebagian kecil dari mereka yang bisa masuk ke SMPN 3 Citeureup karena terbentur zonasi.

“3 SD tersebut saat pelulusan jumalah siswa yang lulus mencapai 1 angkatan untuk kelas 1 SMP mungkin bisa full 9 kelas,  dan mereka semua tidak bisa mendapatkan fasilitas negeri, apalagi disini tidak ada jalur angkutan umum jadi para siswa harus punya kendaraan sendiri, dan tidak semua orang tua disini punya sepeda motor,” bebernya.

Dia berharap, tahun depan bisa direalisasikan dan diutamakan untuk SMP di Desa Sukahati.

“Harapannya untuk masyarakat biar diutamakan bangun SMP karena disini lahan juga ada, SD ada 3, jadi semua sudah terpenuhi. Kalau saya punya duit banyak juga saya pengen bikin yayasan buat masyarakat disini biar gak jauh-jauh sekolahnya,” pungkasnya.

** Wisnu/Nay 

Tak Kunjung Diperbaiki, RT Sohe Sebut 2020 Pernah Diajukan ke PT Antam

0

Nanggung | JurnalBogor 

Jembatan gantung Leuwibolang – Muara dengan panjang 50 meter dan lebar 1 meter yang kerusakannya bertambah parah, ternyata pernah diusulkan perbaikan ke perusahaan BUMN yakni PT Antam Pongkor beberapa waktu lalu. 

“Kerusakan jembatan kerap membahayakan pengguna jalan itu pernah diajukan ke perusahaan tambang emas. Untuk perbaikan jembatan gantung itu, telah kita usulkan ke PT Antam, namun pihak perusahaan tersebut tak merespons,” kata Ketua RT 03 RW 04 Sohe kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/7).

Sebelumnya juga dia telah mengajukan perbaikan jembatan gantung melalui  Pemerintah  Desa Bantarkaret. “Proposal pengajuan perbaikan jembatan kami layangkan,  tetapi sampai sekarang  pihak PT Antam  belum memberikan jawaban,” kata Sohe lagi.

Padahal jembatan tersebut merupakan akses alternatif bagi warga Desa Cisarua dengan Desa Bantarkaret, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Kata dia, sejak  pihaknya menjabat sebagai ketua Rukun Tetangga  (RT) kerusakan  jembatan memang sudah mulai tampak. Kendati begitu, jembatan tersebut sempat dibangun oleh dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Antam pada tahun 2019 lalu.

“Jembatan itu memang sudah mulai banyak kerusakan dan bahkan sering dikeluhkan warga. Sebab jembatan ini sering dilalui terlebih oleh anak sekolah,” ujarnya.

Lalu lalang masyarakat terutama bagi anak sekolah termasuk aktif menggunakan jembatan. Sebab tidak ada pihan lain, meski membahayakan masyarakat masih menggunakan jembatan alternatif itu.

“Keberadaan jembatan tersebut sangat vital, maka seringkali masyarakat sekitar berupaya  memperbaiki jembatan itu. Meski menggunakan material seadanya masyarakat ber swadaya memperbaiki itu,” jelasnya.

“Kondisinya memang sangat memprihatinkan karena besinya banyak yang jebol sehingga warga berinisiatif menambalnya dengan kayu seadanya. Karena warga enggan harus memutar sejauh satu kilometer,” paparnya.

Sementara  Sekretaris Desa Cisarua Ali Akbar mengaku, sudah membangun jembatan gantung yang menghubungkan dua desa itu pada tahun 2021 lalu. “Kita juga membangun jembatan gantung yang di hilirnya, yang menghubungkan antara Kampung Gununggantung dengan Kampung Leuwibolang juga pada tahun 2021 lalu,” kata Ali Akbar saat dihubungi.

Untuk itu, Ali Akbar mengatakan, mengingat anggaran di desanya terbatas dan pihaknya juga sudah membangun satu jembatan gantung di hilirnya yang juga menghubungkan kedua desa tersebut. Sehingga, pihaknya akan mencoba berkomunikasi dengan Pemdes Bantarkaret.

“Seharusnya BKAD, Badan Kerjasama Antar Desa itu, sementara kami kan sudah membangun yang di hilirnya. Ya kan bisa di masukan ke APBD, dan kita akan berbicara kepada pemerintah yang ada di Desa Bantarkaret,” tukasnya.

** Andres 

Nyaris Tewas, Kuli Bangunan Tersetrum Saat Renovasi Rumah

0

Citeureup | Jurnal Bogor

Seorang pekerja bangunan di Desa Karang Asem Timur, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor nyaris tewas tersetrum listrik saat melakukan renovasi rumah, Kamis(14/07).

Korban bernama Asep, asal Cimahpar, Kota Bogor, pekerja bangunan ini mengalami luka bakar di bagian tubuhnya akibat kesetrum saat sedang melakukan renovasi rumah warga dan diperkirakan luka bakar mencapai 70 persen.

“Jadi Asep ini, sedang melakukan renovasi rumah saya di bagian lantai dua,”ungkap Danang, pemilik rumah kepada Jurnal Bogor, Kamis (14/07).

Danang menjelaskan, saat melakukan renovasi dibagian luar lantai dua, alat yang digunakan korban menyentuh kabel listrik milik PLN. “Saya sudah sarankan agar hati-hati saat renovasi bagian luar di lantai dua, karena berdekatan dengan kabel listrik,” paparnya.

Dia juga mengaku kaget, saat sejumlah warga berteriak dari luar rumahnya. “Pas saya keluar rumah, korban ini sudah nyaris terkapar tersangkut di bagian atap rumah saya dengan luka bakar yang cukup parah di bagian punggung hingga perutnya,” ujarnya.

Melihat hal tersebut, dirinya bersama warga mencoba melakukan pertolongan dengan alat seadanya hingga korban pun berhasil dievakuasi.

Sementara itu, Humas Polsek Citeureup AIPTU Romlah menuturkan korban kesetrum tersebut merupakan kuli bangunan yang sedang bekerja melakukan renovasi di rumah warga.

 “Sudah dievakuasi dan sekarang dibawa ke rumah sakit Sentra Medika oleh petugas Polsek Citeureup, AKP Budi,” ucapnya.

Beruntung korban masih bisa diselamatkan, namun mengalami luka bakar yang cukup serius. Kasus ini masih ditangani kepolisian Polsek Citeureup.

** Wisnu / Nay 

Pemdes Pangkaljaya Buka Pengobatan Gratis

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa (Pemdes) Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor  membuka pelayanan pengobatan gratis bagi warga, Kamis (14/07). 

Adanya gerai pengobatan gratis yang dibuka di aula Desa Pangkaljaya tersebut, membuat ratusan masyarakat cukup antusias mendatangi untuk memeriksa kesehatan.

Kepala Desa Pangkaljaya Taufik Sumarna menjelaskan, bahwa pengobatan gratis tersebut, adalah Program Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Dana Desa  tahun anggaran 2022.

“Mengingat Covid-19 saat ini sudah mulai melandai sehingga penggunaan anggarannya digunakan untuk pengobatan gratis bagi warga,” ungkapnya.

Jadi kata dia, kegiatan tersebut mendapat sambutan positif  dengan banyaknya antusias warga yang datang untuk memeriksa kesehatan.

“Alhamdulillah antusias warga sangat luar biasa, banyak warga yang berobat seperti gatal-gatal gak tau sumbernya dari apa itu gatal-gatal dan Kebas, kalau dalam bahasa Sunda lemper lah,” kata dia.

Bahkan, warga yang datang dalam kegiatan pengobatan gratis itu mencapai 300 orang warga yang didominasi oleh warga lanjut usia atau lansia.

“Kebanyakan usia lansia. Warga yang datang ada sekitar 300 lebih untuk tahap satu sekarang ini, besok kita lanjut di dusun satu dengan targetnya lebih dari 300 pada hari sabtu besok,” sebutnya.

Menurutnya,  kegiatan tersebut terselenggara berkat kerjasama dengan pihak Puskesmas Nanggung.

“Kami melibatkan tenaga kesehatan dari Puskesmas Nanggung untuk membantu memfasilitasi atau untuk bisa membantu dengan tenaga medisnya,” jelasnya.

Selain itu, dirinya juga mengimbau warga untuk tetap menerapkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, mengingat kondisi cuaca di wilayahnya akhir-akhir ini tidak menentu.

“Dengan kondisi cuaca yang kurang baik seperti sekarang ini, saya himbau warga untuk selalu menjaga kesehatan dan menjaga pola makan dan kebersihan lingkungan untuk antisipasi terhadap penyakit,” tukasnya.

** Andres