30 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 834

Raih Peringkat Desa Terbaik, Gunung Putri Terpacu Warganya Agar Bisa Mandiri

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Mendapatkan predikat desa terbaik dan menjadi juara 1 tingkat Kabupaten Bogor dan juara 3 tingkat Provinsi Jawa Barat, memacu Desa Gunung Putri untuk membuat desanya lebih maju dan masyarakatnya bisa mandiri.

“Penghargaan ini saya persembahkan untuk masyarakat Desa Gunung Putri yang mau membantu saya dalam menjalankan program-program pemerintah baik pusat, provinsi, kabupaten, maupun tingkat kecamatan,” ujar Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri kepada Jurnal Bogor, Senin (22/08/22).

Menurutnya, nila hadiah yang diraih adalah hanya sebagai penyemangat saja, intinya masyarakat itu bisa timbul rasa gotong-royong saling bahu membahu untuk mewujudkan Desa Gunung Putri menjadi desa yang maju dan masyarakatnya mandiri.

“Program yang sudah berjalan sampai saat ini banyak sekali, dan saya berharap masyarakat Desa Gunung Putri yang masih tidur dan belum bergerak mari bangkit kita bergerak sama-sama untuk mencapai tujuan yang sama, jangan sampai kita hanya jadi penonton di wilayah industri yang maju ini,” papar A Heri biasa disapa.

Walaupun sedang dalam kondisi sakit, kata dia, mendengar warga sangat senang mendapatkan penghargaan membuat sakitnya berkurang melihat semangat warga. “Mari bersama-sama untuk membangun Desa Gunung Putri lebih maju lagi ” pungkasnya.

Sekdes Gunung Putri Akim yang mewakili kepala desa mengambil penghargaan menyampaikan syukur dan terimakasih kepada warga dan Kepala Desa Gunung Putri yang tidak pernah kenal lelah untuk mengayomi dan memberikan manuver-manuver positif sehingga hasil dari kerja keras warga tidak sia-sia

“Hadiah ini untuk warga Desa Gunung Putri, kami ucapkan terimakasih kepada warga yang mendukung jalannya program-program yang ada di Desa Gunung Putri, wabilkhusus kepada Ayah Kami Kepala Desa Gunung Putri yang sudah mengayomi dan hasil yang di dapat sangat memuaskan,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Dikunjungi Wakalemdiklat Polri, PT Kahaptek Paparkan Program Unggulan 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor  

Wakil Kepala Lembaga Pendidikan dan Diklat (Lemdiklat) Polri Irjen Polisi Dr.Eko Budi Sampurno, M.Si mengunjungi PT Kahaptek yang berada di Kp.Kedep, Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (22/8).

Dalam kunjungannya Irjen Pol Dr.Eko Budi Sampurno ingin mengetahui yang sesungguhnya tentang PT Kahaptek yang  katanya pabrik tekstil tapi perusahaan ini mendukung program pemerintah terkait pemanasan global dengan membuat program penanaman sejuta pohon di wilayah Bogor dan sekitarnya.

“Saya apresiasi dan sangat kagum jika masih ada perusahaan yang peduli akan bahayanya pemanasan global sehingga CSR-nya memasukan program penanaman pohon untuk wilayah Bogor dan sekitarnya,” Papar Wakalemdiklat Polri tersebut kepada Jurnal Bogor.

Maka dari itu, Irjen Pol Eko Budi ingin ambil kontribusi dalam kegiatan yang menjadi target dan program CSR PT Kahaptek tersebut, dan meminta perusahaan untuk menanam pohon di Mabes Polri.

“Saya ingin Mabes Polri juga ditanami pohon agar Jakarta yang kita tahu sangat padat penduduknya dengan adanya pohon-pohon bisa sedikit mengurangi polusi udara disana, semoga program penanaman pohon PT Kahaptek ini tidak hanya dilakukan di wilayah domisili perusahaan saja, tapi juga bisa menyeluruh sehingga mampu mengurangi pemanasan global,” papar Irjen Pol Eko Budi.

Dia berharap, apa yang dilakukan oleh PT Kahaptek ini bisa ditiru oleh perusahaan lain yang juga turut memikirkan dan peduli terhadap lingkungan. “Lingkungan ini akan diwarisi pada anak cucu kita nanti jadi harus dijaga dan dilestarikan,” pungkasnya.

Ketua Divisi CSR PT Kahaptek Daniel Wirakusuma menjelaskan kehadiran Wakalemdiklat Irjen Pol Eko Budi selain untuk bersilaturahmi juga untuk menyatukan persepsi program penanaman 1 juta pohon sekaligus menyerahkan bantuan CSR berupa 5 unit komputer terbaru kepada Polri yang menjadi mitra perusahaan.

“PT Kahaptek memiliki program unggulan yaitu penanaman sejuta pohon yang akan dilaksanakan di 2 titik lokasi keberadaan perusahaan yaitu di Bogor dan Jakarta,” ujar Daniel.

Menurutnya, PT. Kahaptek ada 2 Perusahaan yaitu di Gunung Putri, Kabupaten Bogor dan yang satunya ada di Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat, yang nantinya akan menjadi titik sasaran menjalankan program penanaman 1 juta pohon.

“Kami akan mengawali program di wilayah atau domisili perusahaan terlebih dahulu,  target kami sendiri dalam seminggu kami harus bisa menanam 3000 sampa 5000 pohon, dan alhamdulilah ini membuat beliau terkesan dan ingin berkontribusi untuk di tempat beliau di Mabes Polri juga ingin ditanami pohon,” paparnya.

Sekedar di ketahui dalam kunjungannya Wakalemdiklat juga melakukan penanaman pohon secara simbolis di lokasi perusahaan PT Kahaptek.

** Nay Nur’ain

Raih Penghargaan, Pokjanal Posyandu Babakan Madang Tekankan Gotong-royong

0

Babakan Madang – Jurnal Bogor 

Meraih beberapa penghargaan dalam kegiatan Kelompok Kerja Operasional Pembinaan Pos Pembinaan dan Pelayanan Terpadu (Pokjanal Posyandu) Kecamatan Babakan Madang, Kasie Pemerintahan yang menjadi PLt Sekcam Babakan Madang, Iskandar berharap kegitan tersebut bisa meningkatkan gotong-royong antarwarga di lingkungan desa masing-masing.

“Saya ucapakan selamat kepada Desa Babakan Madang, Desa Cijayanti dan Desa Citaringgul yang menjadi juara Pokjanal. Saya ingin gerakan gotong-royong bersih-bersih lingkungan diaktifkan kembali, disosialisasikan kembali, sehingga Kecamatan Babakan Madang bersih dengan tagline sport and tourism bisa terwujud,” ujar Iskandar pada Jurnal Bogor, Senin (22/08/22).

Iskandar menjelaskan, apalagi Kecamatan Babakan Madang ini sudah menjadi sasaran para wisatawan baik lokal maupun dari luar.

“Pesan Plt Bupati tadi wisatawan datang ke Kabupaten Bogor karena keindahan, kerapihan dan kenyamanan yang kita miliki. Tentu kebersihan dapat mempercantik estetika lingkungan ini jadi faktor utama untuk menunjang kelebihan yang dimiliki, itulah pentingya gerakan gotong-royong,” jelas Iskandar.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan positif itu harus menjadi kebiasaan bukan hanya dilakukan saat mengikuti perlombaan saja, dengan dimulai dari desa dirinya yakit warga akan turut mengikuti pemimpinnya. ” Insya Allah warga akan mengikuti jika dimulai dan dicontohkan oleh pimpinan desa masing-masing yaitu Kepala Desa,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan rangkaian Lomba Desa Tingkat Kabupaten Bogor tahun 2022 dan untuk desa yang mendapatkan  penghargaan dapat memicu untuk terus meningkatkan layanan kepada masyarakat dan kualitas tata kelola Pemerintahan Desa. 

“Serta dapat memotivasi warga dan masyarakat agar semakin semangat dan proaktif bergotong-royong membangun desa. Selamat serta apresiasi setinggi-tingginya kepada para pemenang peserta lomba tahun ini, tingkatkan terus prestasi untuk kemajuan masyarakat dan Kabupaten Bogor lebih baik lagi,” pungkasnya. 

Sekedar diketahui, penghargaan diberikan kepada masing-masing pemenang yang terdiri dari tujuh kategori yakni. Kategori desa terbaik, desa terbaik dalam Bulan Bakti Gotong-Royong Masyarakat, ketua RT dan ketua RW terbaik, Posyandu kategori Pokjanal Kecamatan terbaik. Lalu Posyandu terbaik, kader Posyandu berprestasi dan kader Posyandu kategori duta Posyandu.

** Nay Nur’ain

AMS Gunung Putri Meriahkan HUT RI dengan Lomba dan Santunan Yatim

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Memeriahkan Hari Ulang Tahun Republik Indonesian (HUT-RI) ke-77, Organisasi Masyarakat (Ormas) Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Rayon Kecamatan Gunung Putri, menggelar acara perlombaan dan santunan anak yatim di Rayon Gunung Putri Griya Bukit Jaya Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Minggu (21/8/22).

Acara yang digagas AMS  untuk merayakan HUT-RI ke 77 dihadiri berbagai ormas diantaranya, Pemuda Pancasila (PP), BPPKB Banten, Gibas, KNPI, perwakilan Kecamatan Gunung Putri, Bhabinkamtibmas yang mewakili Polsek Gunung Putri.

Ketua Rayon Kecamanan Gunung Putri Supriyadi mengatakan, kegiatan yang digagas AMS ini untuk merayakan HUT RI ke 77 sekaligus menjalin silaturahmi antara anggota yang ada di Kecamatan Gunung Putri.

“Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesian ini, kita menggelar berbagai macam perlombaan, untuk menjalin silaturahmi kepada anggota anggota AMS yang ada di Rayon Gunung Putri,” ucap Supriyadi kepada Jurnal Bogor, Senin (22/08/22).

Ia juga menyampaikan kepada seluruh anggotanya agar terus menjaga kondusifitas yang baik antar sesama ormas yang ada di Kecamatan Gunung Putri dan tetap menjalin silaturahmi yang baik dengan masyarakat.

“Saya mohon kepada seluruh anggota AMS yang ada di Rayon Gunung Putri agar tetap solid dan menjaga marwah organisasi, serta menjalin hubungan yang baik sesama ormas dan saya juga meminta kepada seluruh jajaran AMS diKkecamatan Gunung Putri untuk menjalin tali silaturahmi dengan masyarakat dan bersinergi dengan Pemerintahan yang ada di Kecamatan Gunung Putri,” paparnya.

Ketua KNPI Kecamatan Gunung Putri Fadliyansyah menyampaikan terimakasih kepada Ketua Rayon AMS Kecamatan Gunung Putri yang telah melaksanakan acara HUT-RI yang ke-77.

“Alhamdulillah pada acara ini kita bisa berkumpul dan bertatap muka dengan dengan para ormas yang ada di Kecamatan Gunung Putri, semoga dalam acara menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesian yang diselenggarakan oleh AMS ini bisa semakin solid ormas yang ada di Gunung Putri,” ujarnya.

Fadliyansyah juga menghimbau kepada seluruh organisasi masyarakat yang ada di Kecamatan Gunung Putri agar tetap menjaga silaturahmi yang baik kepada sesama ormas.

“Saya berharap bisa saling menjaga kondusifitas wilayah kecamatan Gunung Putri, meningkatkan silaturahmi antar organisasi masyarakat yang ada dibawah naungan sekretariat bersama, dan mari kita tingkatkan potensi individu para anggota agar SDM anggota lebih meningkat ,” cetusnya.

Menurutnya, bagaimana caranya untuk bisa bersaing dan memiliki integritas untuk menjaga nama baik organisasi dan juga memajukan wilayah Kecamatan Gunung Putri jika dalam tubuh kita sendiri masih ada kekurangannya.

“Mudah mudahan dengan menjalin tali silaturahmi yang baik sesama ormas di Gunung Putri bisa saling mengerti bagaimana cara memajukan wilayah, dan saya juga berharap, para ormas bisa menjaga marwah  organisasinya masing-masing,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Momen HUT RI ke-77, Drama Kolosal Semarak di Panjaungan

0

Nanggung l Jurnal Bogor 

Setelah adanya kelonggaran pandemi  Covid-19, kini pada peringatan HUT Kemerdekaan ke-77 RI lebih semarak dilaksanakan.

Salah satunya, di Kampung Panjaungan Desa Batutulis, Kecamatan Nanggung Kabupaten. Sekelompok remaja ini mengisi momen kemerdekaan  dengan drama kolosal perjuangan.

Ketua Pelaksana kegiatan Januar Ridho menyebut, pihaknya menyemarakkan kembali HUT Republik Indonesia ke-77 setelah dua tahun kebelakangan vakum.

“Ini ke-6 kali warga Panjaungan menyemarakkan HUT RI setelah dua tahun vakum, dengan begitu warga tampak antusias mengikuti serangkaian acara dan pentas seni  dari warga sekitar,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Menurut dia, selain untuk memperat  silaturahmi antarwarga, momen HUT RI  untuk mewadahi agar remaja yang memiliki bakat ada wadah untuk menyalurkan. Seperti drama kolosal yang diperankan oleh anak-anak warga setempat yang masih berusia SD dan SMP. 

“Kami ingin agar semangat patriotisme kemerdekaan tetap terjaga hingga ke anak cucu. Generasi muda harus sadar, bahwa para pendahulu kita dulu meraih kemerdekaan dengan perjuangan, bukan diberi oleh bangsa lain,” tukasnya.

** Andres

Dibutuhkan Warga, Desa Hambaro Bangun Posyandu

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor membangunan gedung pelayanan pos terpadu (Posyandu)

H Firdaus

Kepala Desa Hambaro H Firdaus mengatakan, posyandu diperlukan warga yang berada dekat pemukiman. Posyandu sendiri dibangun Kampung Cidudut RT 01 RW 10 yang berukuran 4,5 x4 meter untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan masyarakat. “Posyandu yang selesai dibangun berikut ada  ruang periksa dan toilet,” kata Firdaus, kemarin.

Dari 10 RW, diakuinya, satu lagi yang belum terbangun lantaran belum adanya ketersediaan lahan. Namun, di lingkungan RW 10 terdapat dua gedung Posyandu yang telah dibangun. “Dibangunan fasilitas kesehatan untuk menjawab kebutuhan ditengah masyarakat.” jelasnya.

Pasalnya, posyandu, salah satu fasilitas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat menengah kebawah. “Yang sudah terbangun tersebar di 9 RW, bahkan di wilayah RW 10 terdapat dua bangunan posyandu,” kata dia.

Diharapkan pemerataan bangunan posyandu tersebut warga bisa lebih terlibat aktif dalam kegiatan program kesehatan. Kades menjelaskan, pendanaan posyandu berasal dari anggaran dana desa tahap dua tahun anggaran 2022. “Semoga bisa melayani persoalan  anak salah satunya program imunisasi,” tandasnya.

** Arip Ekon

Ngadu ke Dewan, Penggarap di Desa Pasir Buncir Lawan MNC

0

Caringin|Jurnal Bogor

Para penggarap eks PTPN XI yang saat ini lahannya diklaim milik MNC dengan dipasang plang, tidak menyerah dan melakukan perlawanan. Hal itu dibuktikan para penggarap yang notabene warga Desa Pasir Buncir, Kecamatan Caringin, dengan mengadu ke Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, Usep Supratman.

Usep mengakui adanya pengaduan dari para penggarap kepada dirinya melalui Kepala Desa (Kades) Pasir Buncir dan tokoh masyarakat setempat, terkait permasalahan lahan dengan pihak MNC.

Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) III ini pun menyarankan, agar para penggarap difasilitasi Pemerintahan Desa (Pemdes) Pasir Buncir, memberikan surat pengaduan atau permohonan audiensi yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

 “Kalau secara resmi dengan cara bersurat, nantinya akan ada tindak lanjut dari ketua dewan. Disposisi nya nanti akan jelas yang membidangi pertanahan itu komisi berapa,” ujar Usep usai kegiatan rapat partai PPP di Hotel Grand Pesona, akhir pekan lalu.

Ditanya adanya cara premanisme yang dilakukan pihak MNC terhadap para penggarap dengan melakukan ancaman, politisi PPP ini menyayangkan apabila hal tersebut terjadi. Seharusnya, lanjut Usep, pihak dari MNC tidak melakukan cara seperti itu, tetapi tinggal menunjukan bukti  kepemilikan lahan saja.

 “Saya yakin para penggarap juga akan mengerti dan tidak akan mempertahankan lahan garapan itu, selama dari pihak MNC mempunyai bukti kuat kepemilikannya,” jelasnya.

Selain itu, kata Usep, sudah menjadi budaya dari dulu tentang adanya uang ganti kepada para penggarap, misalkan saat ini lahan itu sedang ditanami sayuran oleh penggarap, pihak yang akan menguasai harus memberikan uang ganti.

 “Seperti uang pengganti tanaman, bisa juga dikatakan uang kerohiman yang diberikan pihak perusahaan kepada penggarap,” paparnya.

Usep berharap, permasalahan lahan yang berlokasi di Kampung Pasir Ipis, Desa Pasir Buncir antara para penggarap dengan pihak MNC, segera ada penyelesaian.

 “Kalau sudah ada surat permohonan audiensi dari para penggarap dengan kami di dewan, pastinya nanti kita akan carikan cara penyelesaian nya,” tegas dewan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bogor tersebut.

Ketua paguyuban kelompok tani 92, Bubung Saepul Arsyad membenarkan para penggarap sudah meminta bantuan kepada Ketua Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor, melalui Kades Pasir Buncir dan tokoh masyarakat.

Dari hasil pertemuan itu, sambung Bubung, disarankan agar para penggarap memberikan surat permohonan audiensi secara tertulis yang ditujukan kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

 “Kami dan para penggarap sangat setuju atas saran itu. Makanya kami sedang membuat surat permohonan audiensi tersebut, mudah-mudahan Senin (kemarin,red) surat itu sudah disampaikan ke dewan,” imbuhnya.

Seperti diberitakan Jurnal Bogor edisi Senin (21/8), Bubung menuding, pihak MNC telah melakukan penyerobotan lahan garapan warga dengan memasang plang tanpa persetujuan dari para penggarap.

Menurutnya, pemasangan plang oleh pihak MNC di lahan garapan warga yang kondisi fisiknya sedang ditanami berbagai jenis sayuran, sama sekali tidak mendasar. Pasalnya,  perusahaan milik Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Hari Tanoesoedibjo itu, tidak mempunyai bukti kuat terkait kepemilikan lahan garapan tersebut.

 “Tidak punya bukti apa-apa, pihak MNC langsung menguasai lahan garapan kami dengan memasang plang seenaknya saja. Apa itu bukan penyerobotan namanya,” ungkap Bubung yang akrab dipanggil Cawi, kepada wartawan saat melakukan pertemuan dengan para penggarap di Cafe Oyod Cisempur, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Jum’at (19/8).

Cawi mengungkapkan, pada dasarnya para penggarap yang jumlahnya mencapai puluhan warga itu, tidak akan bersikeras menguasai fisik lahan yang sudah bertahun-tahun digarapnya. Asalkan, pihak MNC menunjukkan bukti surat kepemilikan lahan garapan seluas 92 hektar tersebut kepada warga atau penggarap.

 “Bila memang pihak MNC mempunyai bukti kepemilikan, tunjukan kepada kami surat nya. Kalau kami para penggarap, memiliki surat keterangan garap dari desa yang menjadi dasar kami menggarap lahan itu,” terangnya.

Belum lama ini, kata Cawi, sejumlah penggarap menerima surat dari pihak yang mengatasnamakan tim pengamanan lahan internal MNC pada Jumat (12/8) lalu. Isi yang tertulis didalam surat itu, para penggarap diminta segera mengosongkan lahan selama 7 X 24 jam.

 “Apabila kami tidak mengosongkan lahan itu, pihak MNC mau mengambil tindakan hukum sesuai yang ditulis dalam surat. Pertanyaan kami,  pelanggaran hukum apa yang sudah kami lakukan sebagai penggarap,” imbuhnya.

** Dede Suhendar

Pustu yang Rusak Berat di Sukaluyu, Sekda: Kami Setuju Ini Prioritas

0

Nanggung l Jurnal Bogor

Sekretaris Daerah Pemerintah Kabupaten Bogor (Sekda) Burhanuddin merespons positif keinginan warga yang setuju Puskesmas pembantu (pustu) di Kampung Sawah RT 02 RW 04 Desa Sukaluyu, Kecamatan Nanggung harus segera dibangun pada tahun ini.

Burhanudin

“Adanya pustu yang telah rusak itu langsung kami komunikasikan dengan  pihak Dinas Kesehatan. Langsung kami diperintahkan, pihak Dinkes harus cek ke lokasi gedung pustu yang rusak itu,” ujar Burhanuddin kepada  Jurnal Bogor, Senin (22/8).

Menurutnya, Dinkes harus cek dan progresnya bisa dimasukkan pada perubahan anggaran. “Dinkes sudah kami perintahkan, pustu yang merupakan pelayanan masyarakat di Sukaluyu itu, cek apa sudah masuk di Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) apa belum. Kalau sudah, kami setuju pustu itu bisa dimasukan pada perubahan anggaran sehingga pustu di Desa Sukaluyu bisa dibangun tahun 2022 ini,”  jelasnya.

Pasalnya, pusat  pelayanan kesehatan yang menjadi dasar kebutuhan masyarakat di Desa Sukaluyu, kata dia, jika telah rusak harus menjadi prioritas pembangunan. “Ini dasarnya ada, karena sudah rusak berat. Mudah mudahan pustu itu bisa dilakukan perbaikan di tahun 2022 ini,” kata Sekda lagi.

Sebelumnya, Kepala Desa Sukaluyu Aos Hermawan menyebut gedung pustu yang berada di wilayahnya selain sudah lama rusak, ditambah ketiadaan  listrik dan toilet. Aos menerangkan, gedung pustu  memiliki  empat ruangan, namun karena dianggap membayakan sehingga yang bisa digunakan untuk pelayanan kesehatan hanya satu ruangan saja.

“Pasien menuggu giliran masuk,  hanya  menunggu diluar lantaran ruang tunggu yang ada sudah tak bisa digunakan. Khawatir bangunan pustu yang tak layak itu, bisa mengancam warga dan petugas kesehatan,” imbuhnya.

Menurut Aos, gedung pustu setiap tahun diusulkan bahkan sudah masuk di SIPD. Mengingat darurat, Aos berharap Pemkab Bogor bisa memasukan diperubahan anggaran untuk pembangunan pustu. “Sangat dinantikan masyarakat, mudah mudahan pelaksanaan pembangunan pustu bisa dilaksanakan tahun 2022 ini,” harapnya.

** Arip Ekon

Pembagian Hadiah Tutup Acara HUT RI ke-77 di SDN Pengadilan 2 Bogor 

0

Bogor | Jurnal Bogor

Puncak kemeriahan dari rangkaian acara Agustusan memeriahkan HUT RI ke-77 di salah satu sekolah favorit tingkat dasar di Kota Bogor yakni SDN Pengadilan 2 Bogor diadakan pada Senin, 22 Agustus 2022.

Puncak acaranya pembagian hadiah untuk peserta lomba dari berbagai kategori yang sudah diadakan sebelumnya pada Selasa, 16 Agustus 2022. Acara berlangsung meriah disaksikan oleh siswa-siswi, para guru dan juga orang tua murid di halaman sekolah.

Meski perlombaan diadakan hanya di lingkungan sekolah saja, tapi antusias para pemenang peserta lomba begitu terasa. Tentunya ada kebanggaan dari siswa-siswi yg namanya dipanggil sebagai pemenang di masing masing kategori.

Para pemenang mendapatkan hadiah yang sudah disediakan oleh panitia acara seperti buku tulis, balpoint, pensil dan aneka hadiah menarik lainnya.

“Kegiatan Agustusan dalam rangka menyambut HUT RI ini sangat dinanti baik oleh siswa-siswi, guru maupun orang tua siswa karena di moment Hari Kemerdekaan inilah keluarga besar SDN Pengadilan 2 Bogor bisa berkumpul,  silaturahim dan ber gembira bersama  sebagai bentuk kecintaan kepada NKRI dan menghargai jasa para pahlawan yang telah gugur sehingga kita  bisa menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini,” ujar salah satu panitia acara Bayu Bagja Saputra, S.Pd.

Dengan rutin diadakan kegiatan acara Agustusan setiap tahunnya, Bayu berharap  selain  mempererat silaturahim juga  dapat menanamkan kecintaan  akan jasa para pahlawan dan tanah airnya  dari siswa siswi dan keluarga besar SDN Pengadilan 2 Bogor.

Seperti semboyan atau pepatah yang sering kita dengar bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya.

Pemenang Juara Pertama Lomba Agustusan SDN Pengadilan 2 Bogor

Joget balon kelas 6                          : Firsa dan Nabila

Tarik tambang kelas 5                     : Ibrahim dkk

Berjalan di atas tempurung kelas 4 : (pa) Chello, (pi) Adila

Balap karung kelas 3                       : (pa) Abidzar, (pi) Zayra

Kelereng kelas 2                              : (pa) Fathan 2b, (pi) Maria 2b

Memasukan pensil ke botol kelas 1 : (pa) Ilyas 1a, (pi) Quin 1c

**ed

Pupuk Kecintaan Tanah Air Sejak Dini, Warga Kavling Sukarapih Gelar Pentas Seni di Momen HUT RI

0

Ciomas l Jurnal Bogor

Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77 tahun 2022 dirayakan warga dengan beragam cara di Tanah Air, mulai dari lomba-lomba Agustusan hingga pentas seni.

Tak mau ketinggalan, masyarakat yang tinggal di Kavling Sukarapih, Desa Ciomas, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor juga turut menyemarakan HUT RI- ke 77 dengan lomba Agustusan yang dibingkai tema memupuk patriotisme dan kecintaan tanah air sejak dini.

Sejumlah peserta  lomba HUT RI yang didominasi anak anak, antusias mengikutinya.

“Momen HUT RI, pesannya bagi  anak adalah memupuk  cinta Tanah Air sejak dini,” kata panitia penyelenggara kemerdekaan Wawan Setiawan kepada Jurnal Bogor, kemarin.

Disamping menumbuhkan patriotisme, juga agar bisa menghargai perbedaan.

Tidak hanya itu, ditengah semarak HUT RI, panitia juga menyuguhkan  panggung hiburan dengan menggelar  pentas seni yang menampilkan berbagai kreasi tarian tradisional.

Wawan yang merupakan Kepala PD Pasar Cigudeg, Bogor Barat menyatakan bahwa puncak acara ditampilkan pada Senin, 3 September mendatang.

“Tarian khas tradisional diharapkan sejak dini anak anak  bisa mengenal beragam budaya Indonesia. Ini penting, jangan sampai anak  ketergantungan dengan gadget atau handphone. Paling tidak momen Kemerdekaan Republik Indonesia ini jadi sesuatu yang menyenangkan,” jelasnya.

** Arip Ekon