34.9 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 834

Pemulung Tidak Dapat Bantuan, Kinerja Pemdes Cisalada Dikritik

0

Cigombong| Jurnal Bogor
Kinerja Pemerintah Desa (Pemdes) Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, menuai kritikan dari tokoh masyarakat wilayah selatan. Kritikan itu muncul saat adanya pemulung dan anaknya yang masih berusia 6 tahun warga Kampung Cukangaleuh RT 01 RW 08, tidak mendapatkan bantuan sosial apa pun dari pemerintah.

Tokoh masyarakat wilayah selatan Indra Surkana, mengatakan, keluarga pemulung itu masuk kedalam kriteria warga sangat kurang mampu. Sehingga, haknya sebagai warga negara harus diperlakukan sama.

Untuk itu, lanjutnya, Pemdes Cisalada harus peka dan lebih aktif terhadap persoalan sosial seperti ini, karena pemerintah pusat maupun daerah mengeluarkan dana untuk dipergunakan, salah satunya dengan memberikan pelayanan yang optimal terhadap masyarakat.

“Jadi kalau seperti itu kerja RT, RW maupun Pemdes Cisalada dalam melakukan pendataan seperti apa. Masa ada warganya  masuk kategori miskin tetapi sama sekali tidak mendapatkan bantuan,” ungkap Indra, kepada wartawan melalui pesan WhatsApp.

Indra mempertanyakan, kategori warga pemenang bantuan sosial di Desa Cisalada yang selama ini dikucurkan pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah hingga kabupaten. Terlebih, sasaran bantuan sosial yang diberikan pemerintah, prioritas untuk membantu warga miskin.

“Bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), sasarannya itu lebih kepada warga miskin. Belum lagi bantuan sosial lainnya yang terus diberikan pemerintah,” paparnya.

Indra minta agar Pemdes Cisalada dan Pemerintah Kecamatan Cigombong membantu Muhamad Nurvi Ardiansyah dan keluarganya untuk mendapatkan bantuan sosial.

“Masukkan juga data anaknya yang sudah sekolah agar mendapatkan Kartu Indonesia Pintar (KIP), biar tidak putus sekolah,” tegas warga Kecamatan Cijeruk tersebut.

Sementara, Sekretaris Kecamatan Cigombong, Yedi Rachmawan mengaku, setelah mendapatkan informasi pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kepala Desa (Kades) Cisalada, Muhamad Dahtul Kahfi.

“Saya sudah komunikasi dengan kades. Dan saya sarankan untuk membantu Muhamad Nurvi Ardiansyah agar identitasnya yang masih berdomisili di tempat tinggal lama diurus,” jelasnya.

Setelah legalitas kependudukannya selesai diproses, kata Yedi, Pemdes Cisalada agar langsung memasukkan keluarga Muhamad Nurvi Ardiansyah kedalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTSK).

“Kalau sudah masuk kedalam DTSK, tinggal diajukan sebagai warga pemenang bantuan sosial,” paparnya.

Sementara Kades Cisalada, Muhamad Dahtul Kahfi mengungkapkan, tidak masuknya Muhamad Nurvi Ardiansyah kedalam warga pemenang bantuan sosial, karena identitas kependudukannya belum masuk Desa Cisalada.

“Kartu Keluarga (KK) juga baru dua bulan dipisah. Awalnya masih masuk kedalam KK orangtua istrinya,” imbuhnya.

Kades pun menyatakan, untuk keluarga istrinya yang merupakan mertua dari Muhamad Nurvi Ardiansyah, selama ini masuk kedalam warga yang mendapatkan bantuan sosial. Bahkan, saat ada bencana alam yang membuat rumahnya mengalami kerusakan, salah satu warga yang mendapatkan bantuan perbaikan.

“Langsung dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor yang memberikan bantuan sebesar 10 juta,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Jaro Peloy: Murni Kejahatan atau Sistem Lemah

0

Jasinga | Jurnal Bogor

Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari daerah pemilihan (dapil) 5 Nurodin menyoroti oknum Bendahara Desa Pangaur, Jasinga yang diduga kabur membawa uang ratusan juta rupiah Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD). Nurodin menyatakan, kejadian itu apakah murni kejahatan atau memang sistemnya yang lemah.

“Saya sih melihatnya gini, itukan dipalsukan ya jadi secara prosedur memang dia dilewati artinya kalau pencairannya, dokumennya ada semua dipalsukan,” ungkap Nurodin kepada wartawan, kemarin.

Pria yang akrab disapa Jaro Peloy itu mengatakan, kedepan mekanisme tata cara perekrutan perangkat desa tidak hanya sebatas kedekatan dan kepercayaan saja, melainkan harus lebih selektif agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kembali lagi kepada moralitas mentalitas jadi memang harusnya kedepan untuk rekruitmen perangkat desa itu selektif gitu, tidak hanya dekat lalu percaya dan akhirnya seperti ini,” katanya.

Atas kejadian tersebut, Jaro Peloy yang juga anggota Komisi III dari Fraksi PKB menegaskan, harus ada pengawasan yang lebih diperketat lagi.

“Kalau bicara pengawasan tentu dengan kejadian ini harus diperketat lagi minimal karena yang membayarnya bank ya minimal dikonfirmasi dong harusnya, ada konfirmasi ke Kades karena inikan pencairannya kalau sekarang giro ya jadi ketika ada permohonan pencairan rekening tersebut harusnya ada konfirmasi dulu dari bank kepada kepala desa yang memang lebih bertanggung jawab,” ungkapnya.

Jaro Peloy yang juga pernah menjadi Kepala Desa Kiarasari, Kecamatan Sukajaya itu mengatakan, seharusnya KTP asli kepala desa dibawa pada saat pencairan giro di bank.

“Tapi kan kebiasaan memang maaf ya ini harus juga dicari tau apakah memang KTP-nya dipegang oleh bendahara atau tidak harusnya pada saat pencairan itu kan kalau misalkan spesimen itu antara kepala desa dan bendahara desa terus diverifikasi oleh sekdes dalam hal request gironya itu kan, kemudian banknya spesimen itu kan dua kepala desa dan sekdes,” ujarnya.

Jaro Peloy berharap, jika memang kejadian itu sudah dilaporkan kepada pihak kepolisian diharapkan kasus tersebut dapat segera terungkap secara terang benderang.

“Ini kalau menurut saya ya mungkin tahapan penyidikan penyelidikan oleh pihak kepolisian terus kemudian perlu juga kejadian ini apakah murni kejahatan bendahara atau memang tadi sistemnya lalu kemudian lemah sehingga hal itu bisa dilakukan,” kata dia.

Kejadian tersebut memunculkan viral template seorang Bendahara Desa Pagaur, Kecamatan Jasinga, diduga kabur membawa uang ratusan juta rupiah BLT DD untuk keluarga penerima manfaat (KPM).

Bahkan dalam template itu seorang bendahara perempuan berinisal HH berusia 28 tahun itu setelah diberhentikan kini dijadikan sayembara siapa yang menemukan bakal diberikan imbalan Rp 10 juta.

** Andres

Ketua Persit Koramil 0621 Apresiasi Batik Ecoprint Gunung Putri

0

 

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Ketua Persatuan Istri Tentara (Persit) Kartika Chandra Kirana Ranting 06 Koramil 0621 Gunung Putri, Novi La Ahmadin beserta rombongan mengunjungi kegiatan pembuatan Batik Ecoprint dan Bumdes Mart Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Dalam kunjungannya, Istri Danramil Gunung Putri, Kapten Ahmad Rocky itu melihat langsung bagaimana proses pembuatan Batik Ecoprint tersebut. 

“Saya sangat mengapresiasi pembuatan Batik Ecoprint Desa Gunung Putri ini. Seharusnya bisa menjadi contoh desa lain di wilayah Kabupaten Bogor,” kata Novi La Ahmadin kepada wartawan, Selasa (4/10).

Menurutnya, Batik Ecoprint menjadi peluang usaha yang menarik untuk dikembangkan di Indonesia. Ketersediaan sumber bahan pewarna dan motif alam yang melimpah, menjadi potensi yang layak untuk digarap. 

“Dengan memanfaatkan bahan-bahan alami di lingkungan sekitar, pembuatan ecoprint terbilang minim modal, tetapi menghasilkan produk dengan nilai jual tinggi. Ecoprint memiliki nilai ekonomi dan nilai seni yang tinggi,” paparnya.

Dia berharap dengan dilaksanakannya kegiatan ini dapat meningkatkan ekonomi khusunya untuk warga Gunung Putri mengingat ecoprint selain hemat dan efesien, juga sangat ramah lingkungan.

“Sehingga nantinya mampu meningkatkan kualitas hidup serta mengembangkan segala potensi Desa Gunung Putri,” harapnya.

Sementara kunjungan tersebut dihadiri oleh Sekdes Desa Gunung Putri, Ketua PKK Desa Gunung Putri, Bumdes, Babinsa, Babinkamtibmas dan Ketua BPD Desa Gunung Putri.

** Nay Nur’ain

Siswa MAN 2 Bogor Praktikan Pemulasaran Jenazah

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor

Sejumlah siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bogor di Desa Sibanteng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor diberikan materi dan praktik tata cara pemulasaran jenazah. Praktek pemulasaran jenazah ini dibimbing guru fiqih, Ahmad Nasyrudin. Sebelum melaksanakan praktik, para siswa menerima materi teori di kelas dan langsung praktik.

“Diawali dengan jenis jenazahnya itu sendiri, dimana jenisnya jika jenazah itu muslim, muslim yang syahid (dunia, akhirat, ataupun sedang ihram), muslim bayi, ataupun kafir. Jenis jenazah ini berbeda pula cara pengurusannya, Jenazah manusia perlu dihormati dan berhak mendapat perlakuan yang tidak menyakitinya. Diharapkan kita memperlakukan dengan sebagus mungkin,” kata Ahmad Nasrudin kepada wartawan, kemarin.

Sebagai penanganan pertama, kata dia, perlu dilakukan hal-hal terhadap jenazah seperti memejamkan kelopak mata, mengikat rahang, melemaskan persendiannya, melepaskan pakaian yang dikenakan secara berlahan, memindahkan jenazah ke tempat aman dan baik.

Sedangkan syarat memandikan jenazah mulai persiapan, cara memandikan, dan proses memandikan perlu dipahami. Saat mengkafani diperhatikan tata cara mengkafani, baik laki-laki maupun perempuan. Juga tidak ketinggalan persiapan hamparan posisi kain, dan proses mengkafani.

Terkait menshalatkan jenazah secara garis besar ada tiga yang diperhatikan yakni syarat, rukun, dan hal-hal yang disunahkan di dalamnya. Pelepasan jenazah selaku penghantar juga memperhatikan cara dan etika. Untuk menguburkan mulai dari persiapan, cara memasukkan ke liang lahat, menguburkan dan di tutup dengan mendoakan.

“Kami berharap dari praktik pemulasaraan jenazah ini bisa sebagai bekal dalam merawat atau mengurus jenazah di daerahnya masing-masing. Sehingga siswa kita mampu mempraktikan pengurusan jenazah, karena sudah sangat berkurang amil atau orang yang mengurus jenazah di kampung-kampung daerah kita,” tungkasnya.

** Andres

Terkena Bencana, Sadulur dan Bogor Go Green Lakukan Penghijauan di Nanggung

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Lembaga Sadulur bersama Bogor Go Green melakukan gerakan penghijauan di Nanggung, Kabupaten Bogor dengan program pohon bibit rakyat. Kegiatan yang akan berjenjang tersebut, awalnya membuat gerakan penanaman satu juta pohon yang mana baru terealisasi 300 ribu pohon.

“Alhamdulillah saat ini yang sudah kita distribusikan program penanaman satu juta pohon di dua desa diantaranya Desa Bantarkaret dan Nanggung,” ungkap Ketua Sadulur Iwan Sudirman, kemarin.

Dia menjelaskan, Lembaga Sadulur yang peduli terhadap lingkungan ini akan menghijaukan lahan di wilayah Kecamatan Nanggung. Pasalnya, wilayah Nanggung pada tahun 2020 terkena bencana, sehingga Sadulur termotivasi dan pihaknya berkoordinasi dengan penggiat Bogor Go Green yang mana Sadulur juga bagian Bogor Go Green.

Lembaga Sadulur pun mendapatkan dukungan, baik  masyarakat dan pemerintah setempat. “Alhamdulillah respons ini sangat diapresiasi oleh warga dan pemerintahan. Bahkan mendapat dukungan dari Himpunan Alumni Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB yang mana ditunjuk jadi panitia pelaksana Bogor Go Green,” jelasnya.

Bahkan pada 28 Oktober nanti dalam penanaman gerakan itu akan dihadiri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia. “Insya Allah nanti kalau cuacanya mendukung Bu Menteri LHK akan hadir. Begitu kalau cuaca tidak memungkinkan kemungkinan akan diundur waktunya,” katanya.

Menurut dia, bibit-bibit tersebut ditanam di lahan warga dan mereka  mempersilakan mengambil bibit di Sekretariat Sadulur di Desa Nanggung.

“Jadi penanaman ini bertahap sesuai dengan permintaan warga, sebanyak lima jenis pohon terdiri dari pohon kayu dan buah buahan,” katanya.

Selain itu, kata dia, saat ini ada program Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK) yang mana kedepan dengan sistem membuat sentral di setiap desa.

“Itu dari keinginan pemerintah, satu desa dibuatkan sentral yang difasilitasi oleh Sadulur yang nantinya satu desa ada sentral,” jelasnya.

Dia berharap dengan berjalannya program tersebut bisa meningkatkan ekonomi masyarakat di sektor pertanian. “Kembali ke poksinya bahwa kita negara agraris, karena sebagian besar penduduk bekerja di sektor pertanian. Lahan pertanian yang luas serta sumber daya alam yang melimpah,” tukasnya.

** Andres

Dongkrak Perekonomian Masyarakat, Pemdes Sukanegara Fokus Bangun Infrastruktur

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sukanegara, Jonggol, Kabupaten Bogor pada tahun 2022-2023 akan fokus membangun jalan menuju lokasi wisata dan akses jalan desa menuju Pasar Sukanegara. Untuk dana pembangunan jalan tersebut berasal dari anggaran Dana Desa (DD) dan Samisade. Pembangunan jalan tersebut untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

Kepala Desa Sukanegara Ahmad Yani mengatakan, jalan SuKanegara-Cibodas  merupakan akses utama masyarakat Desa Cibodas untuk berbelanja ke pasar sekaligus menuju lokasi wisata.

“Dengan dibangunnya jalan tersebut diharapkan dapat mendongkrak perekonomian serta memudahkan akses warga Cibodas baik untuk ke pasar maupun ke lokasi wisata,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (04/10).

Dana yang masuk ke desa, kata dia akan diutamakan dulu untuk infrastruktur pendukungnya terutama perbaikan jalan, dimana jika kondisi jalan itu sudah baik dan bagus selain warga nyaman, juga bisa menarik investor dari luar di lokasi wisata Desa Sukanegara.

“Saya hanya berharap apa yang desa kami cita-citakan bisa terlaksana dengan baik, dan sesuai dengan yang kami harapkan desa bisa maju juga ekonomi warga ikut maju,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan warga, Ansor (40) yang sangat mengapresiasi Kades yang ingin memperbaiki jalan lintas antara Cibodas dan Sukanegara.

“Saya sangat mendukung, dan mengapresiasi kepala desa yang memikirkan kondisi jalan di desanya, karena kalo jalannya bagus kami lebih mudah untuk beraktivitas,” ujar Ansor.

** Ramses/Nay 

Remaja Belasan Tahun Meresahkan

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Rokib (45), warga Kampung Bubulak RT 02 RW 04 Desa Bojongkulur, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, disabet cerulit di bagian wajahnya oleh 3 remaja saat berpapasan di jalan ketika Rokib hendak pulang dari rumah Ketua RT, Minggu (3/10).

Mendapat serangan mendadak tersebut, Rokib mengalami luka sabetan di bagian wajah, dan dilarikan ke rumah sakit Kartika Husada. Sementara pelaku yang diduga remaja berusia belasan tahun yang berboncengan 1 motor 3 orang itu kabur setelah melakukan aksinya yang meresahkan tersebut.

Direktur Pusat Bantuan Hukum Forkami (Forum Advokat Muda Indonesia) Ajhari, SH yang mendampingi korban menjelaskan kronolgi. Menurutnya, saat korban hendak pulang ke rumahnya pukul 06.30 pagi, tiba-tiba berpapasan dengan  remaja yang berusia sekitar belasan tahun, saat berpapasan dengan korban di jalan, salah satu remaja langsung mengeluarkan cerulit dan menyabetkan ke bagian wajah korban.

“Pelaku memakai sepeda motor boncengan bertiga, saat berpapasan dengan korban langsung menyabetkan cerulit ke bagian wajah. Korban mengalami luka dibagian wajahnya dan dilarikan ke rumah sakit. Pelaku di duga dari satu kelompok tertentu yang sedang menunjukan eksistensinya,” ucap Ajhari kepada Jurnal Bogor, Senin (03/09).

Ia meminta kepada pihak berwajib agar segera bertindak dan mendalami kasus yang terjadi saat ini.

“Kita sangat menyayangkan sekali adanya kejadian tersebut, kami mendorong pemerintah dan kepolisian harus segera mengambil tindakan-tindakan pasti agar hal-hal seperti ini tidak dibiarkan sehingga bisa menimbulkan korban berikutnya,” pintanya

Selanjutnya ia pun menyampaikan kepada para organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga kepemudaan, harus lebih ekstra lagi dalam melakukan pembinaan generasi-generasi muda agar generasi muda tidak mudah terpengaruh hal-hal yang bersifat negatif.

“Saya berharap kepada organisasi dan lembaga kepemudaan harus mempunyai peran aktif untuk generasi muda. Saya yakin ini merupakan tindakan provokasi, untuk memancing tindakan dari kelompok lainya, kalau tidak segera ditindak akan ada tindakan-tindakan selanjutnya,” pungkasnya.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan, kejadian pada pagi hari itu belum diketahui motifnya. “Benar ada kejadian tersebut, motif dan pelakunya sedang kami selidiki,” ujar Bayu saat dikonfirmasi.

** Nay Nur’ain

Tidak Pernah Dapat Bantuan, Bocah PAUD Ikut Orangtua Jadi Pemulung

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Muhamad Anwar Maulana, anak berusia 6 tahun yang bertempat tinggal di Kampung Cukangaleuh RT 01 RW 08, Desa Cisalada, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, harus membantu orangtuanya mencari nafkah sebagai pemulung. Bocah yang masih duduk di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) itu, setiap hari ikut bersama ayahnya bernama Muhamad Nurvi Ardiansyah mencari barang bekas untuk bisa dijual.

Muhamad Anwar Maulana mengaku kasihan terhadap orangtuanya yang setiap hari mencari rezeki sebagai pemulung, sehingga sehabis belajar di PAUD dirinya ikut membantu ayahnya tersebut.

 “Kasihan saja dengan ayah, setiap hari mencari barang bekas untuk bisa dijual,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di Jalan Cigombong.

Muhamad Anwar Maulana mengatakan, dirinya tidak malu membawa karung untuk ikut membantu orangtuanya mulung. Karena, sudah menjadi pekerjaan ayah untuk menafkahi ibu, kakak dan adiknya yang masih balita. “Saya tidak malu bantu ayah. Walaupun sudah dilarang ikut tapi saya tetap mau membantu,” ujarnya.

Muhamad Nurvi Ardiansyah mengungkapkan, dirinya tidak pernah menyuruh atau memaksa anaknya untuk ikut mulung barang bekas di jalan.  “Anak saya yang minta ikut. Bahkan, sehabis sekolah PAUD anak saya yang ngajak untuk pergi mulung,” akunya.

Ayah tiga anak ini pun menceritakan, dari hasil mencari barang bekas, baik itu botol plastik, kardus dan barang lainnya yang laku dijual, dikumpulkan terlebih dahulu. Setelah barang bekas tersebut terkumpul, langsung dibawa ke pengepul untuk dijual.

“Dalam satu minggu itu, penghasilan yang didapat dari menjual barang bekas sebesar 100 ribu,” jelasnya.

Dari penghasilan sebesar itu setiap minggunya, Nurvi dan keluarganya harus bisa mengelola keuangan agar mencukupi untuk kebutuhan hidup sehari-hari. “Mau bagaimana lagi, uang itu harus cukup dalam satu minggu,” ucapnya.

Terkait bantuan apa saja yang sudah diterimanya dari pemerintah, Nurvi mengaku selama ini keluarganya belum pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik itu Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Bantuan Langsung Tunai (BLT) maupun  bantuan sosial lainnya.

“Terkadang perasaan iri itu ada saat saya melihat warga mendapatkan bantuan dari pemerintah, mulai bantuan uang, sembako atau yang lainnya. Tapi saya hanya bisa pasrah saja dan mungkin belum rezeki,” paparnya.

Nurvi mengakui, beberapa bulan lalu pernah didatangi pegawai dari Pemerintah Desa (Pemdes) Cisalada dan meninjau lokasi rumah. Akan tetapi, sampai sekarang tidak ada informasinya lagi.

“Staf desa memfoto kondisi rumah dan akan diajukan untuk dibantu merehab. Saya sudah senang waktu mendengarnya, mudah-mudahan apa yang dikatakannya itu benar terjadi,” harapnya.

Sementara, Sekretaris Desa (Sekdes) Cisalada, Busro mengatakan, Muhamad Nurvi Ardiansyah merupakan warga baru di Kampung Cukangaleuh, sehingga belum terdata pihak desa.

“Untuk identitasnya juga masih berdomisili di tempat lama dan belum mempunyai Kartu Indentitas Penduduk (KTP) Desa Cisalada. Nanti kami akan data kembali melalui RT dan RW agar mendapatkan bantuan,” tukasnya.

** Dede Suhendar

Polsek Gunung Putri Siap Luncurkan Program Itikaf Anak Sekolah

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha berniat mengadakan program itikaf untuk siswa tingkat SMP dan SMA khusus laki-laki se-Kecamatan Gunung Putri. ” Mengingat tingginya kenakalan remaja saat ini, dan untuk mengantisipasi serta menghindari hal-hal yang tidak diinginkan maka Polsek Gunung Putri berinisiatif untuk mengadakan kegiatan itikaf yang diutamakan untuk anak laki-laki, mengingat anak remaja laki-laki rentan akan kegiatan tawuran dan sejenisnya,” ujar Kompol Bayu.

Menurutnya, kegiatan ini akan menjadi kegiatan baku dan berkelanjutan, agar siswa nantinya bisa mengedepankan adab dan mengamalkan kebiasan Rasulullah SAW dalam pedoman hidup sehari-hari, sehingga kebiasaan tersebut bisa terbawa oleh mereka sampai dewasa nanti.

“Rencana kegiatan ini akan kami awali di Sekolah Yapsa yang berada di Desa Bojong Nangka. Dan insya Allah akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini,” paparnya kepada Jurnal Bogor, Senin (03/10).

Dia berharap siswa yang merupakan generasi penerus bangsa ini bisa menjadi generasi yang berakhlak, beradab dan berkelakuan baik.

“Semoga program ini bisa berjalan sesuai yang diharapkan, dan siswa bisa meneladani kebiasaan Rasulullah. Selain mempelajari adab kami juga akan mengajari cara memasak pada siswa nantinya. Seperti, mereka akan belanja sendiri ke pasar secara bergantian, dan memasak, dengan tujuan untuk mendapatkan makanan ini tidak semudah yang mereka dapatkan seperti saat ini,” pungkasnya. Nay Nur’ain

Jalan Amblas di Cibungbulang Bikin Macet

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor

Akibat jalan raya provinsi amblas, kendaraan roda dua maupun roda empat di jalan Cibungbulang, Kabupaten Bogor bikin macet. 

Selain pemberlakukan sistem buka tutup di jalur tersebut karena sedang dilakukan perbaikan jalan membuat penumpukan kendaraan mengular hingga kiloan meter. Akibatnya, kemacetan pun tak terhindarkan.

Meskipun sedang dilakukan pengerjaan perbaikan jalan tersebut, namun pengerjaan itu diangggap lambat. Pasalnya, Alat berat yang sudah berada di lokasi dan sejumlah gorong-gorong beton yang sudah menumpuk sejak beberapa hari hingga saat ini belum juga terpasang satu pun.

Diberitakan sebelumnya pada saat jalan itu amblas dan berlubang, DPRD Kabupaten Bogor meminta jalan tersebut agar segera diperbaiki supaya arus lalu lintas tidak terganggu terlalu lama.

“Kejadian begini mestinya jangan dibiarkan lama. Dinas terkait harus segera menanganinya. Karena ini akan sangat mengganggu kelancaran lalu lintas dan bisa menimbulkan kerusakan lebih parah,” kata anggota Komisi III DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fatoni kepada wartawan, kemarin.

Sementara Baehaki, Konsultan Pengawas di proyek tersebut pada saat proses pengerjaan akan memasang gorong-gorong pihaknya mengaku kesulitan karena ada pipa saluran air milik PDAM yang membentang di lokasi pengerjaan tersebut.

“Proses pengerjaannya sudah empat hari, dan gorong-gorong yang sudah ada juga belum terpasang satu pun, kami kesulitan di lokasi pengerjaan karena ada pipa PAM milik PDAM yang membentang,” kata Baehaki saat mengecek lokasi pengerjaan jalan tersebut, Senin, (3/10/22).

Baehaki mengatakan dirinya saat itu baru menerima laporan bahwa di lokasi pengerjaan tersebut terdapat kendala.

“Saya baru dapet laporan katanya ada kendala, dan hari ini saya baru ngecek. Apakah pipa ini harus di bikin leter L apa bagai mana? Paling nanti ada inisiatif kita pasang gorong-gorong setengah dulu, lalu selebihnya kita cor,” ucapnya. 

Ia juga menargetkan proses pengerjaan jalan tersebut akan segera diselesaikan. “Targetnya sih sebenernya pengen cepet gak mau lama. Lama-lama juga ngapain di sini, makanya pengen cepet,” tukasnya.

** Andres