31.7 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 833

Masyarakat Keluhkan Pengurusan Sertifikat Tanah

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Ketua Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rhana menyampaikan masyarakat di Kabupaten Bogor mengeluhkan pelayanan pengurusan sertifikat tanah di Agraria Tata Ruang (ATR) atau Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bogor hingga bertahun-tahun padahal segala biaya administrasi telah lunas.

“Namun entah apa yang menjadi sebab sertifikat itu tak kunjung rampung dalam hal ini Kantor Perwakilan ATR/BPN Bogor Timur,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (05/10).

Menurutnya, aduan tersebut banyak dikeluhkan kepada presidium yang mengatakan kepengurusan sertifikat tidak efisien. “Kami sudah banyak terima aduan terkait lamanya pembuatan sertifikat tanah. Hal itu terjadi baik di kantor BPN Cileungsi maupun kantor BPN Cibinong Kabupaten Bogor,” papar Alhafiz biasa disapa.

Seperti hal yang dirasakan warga  Kecamatan Cileungsi, Sukamakmur, Jonggol. Mereka mengaku alasan lamanya pembuatan surat sertifikat tersebut bervariasi. “Mulai dari alasan pihak BPN yang mengatakan minimnya Sumber Daya Manusia (SDM), ditambah belum definitifnya Kepala PLT BPN saat ini. Bahkan hingga bertahun-tahun sertifikat tersebut tak jua rampung,” jelasnya.

Karena itu, pihaknya meminta agar Pemerintah Kabupaten Bogor untuk mengevaluasi persoalan ini, agar tidak terus menerus terjadi, dan mendapat keluhan dari masyarakat. “Kami minta posisi Kepala BPN Cileungsi segera didefinitifkan. Hal ini agar tidak berdampak pada lambatnya masa pembuatan sertifikat yang ada di Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Acep Junaedi SH, aktivis Bogor Timur. Menurutnya, sejak BPN ada perwakilan bukan mempermudah atau mempercepat, tapi mempersulit dan memperlambat. Banyak sekali alasannya, mulai dari persoalan buku tanah masih di induk, persoalan akun yang katanya belum bisa kebuka.

“Lah itu gimana ceritanya, masa akun sendiri nggak bisa kebuka, terlebih setingkat kasi selalu gonta-ganti dan merangkap jabatan. Tak jarang orang yang ingin kami temui untuk pembuatan sertifikat sedang di Kabupaten silakan ke Cibinong jika ingin cepat, lalu gunanya ada BPN di Cileungsi apa kalo kita harus diarahkan ke Cibinong juga,” kesalnya.

** Nay Nur’ain

Sekretaris Komisi IV Angkat Bicara Terkait Payung Hukum Bonus Atlet dan Pelatih

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Politisi Partai Demokrat Kabupaten Bogor, Ruhiyat Sujana mengatakan Pemkab Bogor jangan sampai kalah dari tetangga sebelah atau daerah lain di Jawa Barat dalam hal perhatian apresiasi kesejahteraan kepada prestasi atlet dan pelatihnya yang akan bertanding di Porda dan Peparda Jabar 2022.

Sekretaris Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor ini menegaskan, secara PAD Pemkab Bogor termasuk daerah yang punya PAD tinggi ketimbang beberapa daerah lain di Jawa Barat.

Ia mangaku merasa miris mendengar bonus atlet dan pelatih Kabupaten Bogor tidak ada kenaikan alias sama seperti 2018

” Logikanya dimana mau menyamakan nominal bonus 2018 dengan bonus 2022. Harga sembako dan BBM tahun 2018 sudah pada naik dan tidak sama dengan 2022 ,” ujar Ruhiyat Sujana, Rabu, 5 Oktober 2022.

Ia menambahkan, sangat tidak masuk akal kalau bonus atlet dan pelatih Porda dan Peparda Jabar 2022 mau disamakan seperti bonus Porda dan Peparda Jabar 2018.

Ruhiyat sepakat kalau masalah bonus atlet dan pelatih ini segera dibuatkan payung hukumnya.

” Jangan sampai prestasi Kontingen Kabupaten Bogor ” Mencedel ” ( Menurun ) pada ajang Porda dan Peparda Jabar 2022 gara gara bonus atlet dan pelatihnya disamakan seperti tahun 2018,” bebernya.

Tak hanya itu, tambah Ruhiyat, rumusan persentase bonus atlet dan pelatih juga harus masuk akal dong dan jangan sampai jomplang seperti 2018.

Menurutnya, prestasi para atlet itu lahir tidak ujug ujug. Namun ada peran pelatih, pengurus cabor, manager dan ketua cabor

” Masa iya bonus atlet Rp 100 juta/ emas. Sementara pelatih hanya Rp 10 juta/ emas. Ini sangat tidak adil,” tegasnya

Ruhiyat minta Pemkab Bogor mengikuti aturan Kemenpora soal persentase nominal bonus pelatih dan atletnya sehingga jadi payung hukum yang jelas.

** asep syahmid

Penarikan Uang Harus Sesuai Kebutuhan

0

Jasinga l Jurnal Bogor

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor Reynaldi Yushab Fiansyah meminta semua desa melakukan mekanisme penarikan keuangan harus sesuai kebutuhan pascaoknum Desa Pangaur membawa kabur uang kas sebesar Rp 405 juta.

“Kita masih menunggu laporan detail dari teman-teman di desa dan kecamatan yang bersangkutan,” kata Reynaldi Yushab Fiansyah kepada wartawan, Rabu (5/10).

Namun dia memberikan saran agar mekanisme keuangan di desa setiap penarikan dari rekening kas desa harus berdasarkan kebutuhan saja. “Misalnya di rekening kas desa ada untuk bayar material, berarti itu memerintahkan bendahara desa untuk mentransferkan uang sesuai dengan kebutuhan,” ucapnya.

Dia juga mencoba menelusuri apakah memang betul anggarannya untuk apa yang diambil oknum bendahara desa karena harus diverifikasi lagi. “Kalau untuk BLT berarti harus cash, tapi kalau untuk belanja-belanja lain harusnya sudah transfer,” tuturnya.

Selain itu ia tidak paham detail kasusnya seperti apa hanya yang tahu mekanisme pengeluaran anggaran di desa ada tahapannya. “Jadi sepanjang teman-teman di desa bisa mengikuti prosedur kemungkinan apa yang terjadi di Jasinga sebenarnya bisa diminimalisir,” tambahnya.

Sementara Kasi Pemerintah Jasinga Sandy Praja mengungkapkan, pihaknya terus koordinasi dengan perangkat desa perihal dana BLT dan kepala desa sebagai penanggungjawab, tapi masih menunggu musyawarah dari keluarga oknum.

“Yang pasti dana BLT tetap harus disalurkan dan pemdes juga sudah menggelar rapat bersama RT dan RW hanya menunggu informasi lanjutan dengan keluarga terkait,”  tukasnya.

** Arip Ekon

IOF dan KNPI Sukamakmur Bersinergi Bangun Jembatan Penghubung 2 Desa

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Ketua IOF(Indonesia Offroad Federation) Kabupaten Bogor Brigjen TNI R.H. Untung  SE, M.SI melaksanakan bakti sosial pembangunan jembatan yang menghubungkan antara dua desa yakni Desa Sukamulya dan Sirnajaya, Kecamatan Sukamakmur, Kabuapaten Bogor, Minggu (01/10).

Brigjen H.Untung mengatakan, tujuan IOF ini bukan hanya gaya gayaan buat wa wir wor pamer mobil semata, tapi kita harus berguna dan bermanfaat bagi masyarakat luas. “Alhamdulillah kegiatan bakti sosial ini dari para komunitas dan swadaya masyarakat. Juga peran semua steccholder yang tak bisa saya sebutkan satu per satu.”

“Disini, kami juga bisa bersinergi dengan KNPI Sukamakmur, anak muda yang penuh dedikasi dan kepedulian tinggi terhadap warga di sekitarnya, saya apresiasi dan saya dukung penuh kegiatan untuk KNPI Sukamakmur,” jelasnya.

Sementara Ketua KNPI Sukamakmur Yogi Prayoga mengucapkan syukur bersama IOF melakukan bakti sosial pembuatan jembatan yang menghubungkan dua desa dan terimakasih kepada semua yang terlibat dalam acara bakti sosial ini. 

“Saya sebagai ketua KNPI mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi dalam pembangunan yang ada di wilayah kita, dan kami ucapkan terimakasih kepada IOF yang telah membatu warga masyarakat dan kini masyarakat menikmatinya,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (05/10).

Hal senada disampaikan Kholizah (35), warga sekitar yang juga mengucapkan terimakasih kepada IOF dan KNPI.

“Terimakasih kepada bapak Jenderal Untung dan semua yang telah membantu dan membangun daerah kami. Alhamdulillah kini kami punya akses jalan dan jembatan yang tadinya jika mau ke desa Sukamulya harus muter beberapa jam tapi sekarang sudah ada jalan dan jembatan ini jadi cepat dan mudah untuk mengangkut hasil panen, gak perlu nyebrang kali lagi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Momentum HUT TNI ke-77, Kapolsek Nanggung Berikan Surprise

0

Nanggung l Jurnal Bogor

HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-77, Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso beserta jajarannya mendatangi markas Komando Rayon Militer (Koramil) 2125 Nanggung, Rabu (05/10).

Kedatangan personil dari Mapolsek Nanggung tak lain untuk memberikan surprise atau kejutan sembari memberikan kue dan tumpeng.

Disela harunya HUT TNI , Kapolsek Nanggung AKP Achmad Budi Santoso mengucapkan selamat kepada jajaran Koramil 2125. Maka pada momen HUT TNI ke-77, dia berharap sinergitas ini tetap solid dan semakin kokoh. “Hingga kini ini Polsek Nanggung, Koramil dan pak Camat tetap solid bersinergi,” jelasnya.

Dimana, jelang HUT TNI pihak Koramil telah  menggelar penanaman pohon dan Polsek Nanggung mendukung dengan ikut mensukseskan kegiatan tersebut. “Bentuk soliditas , apapun kegiatan di masyarakat yang digagas Koramil dipastikan Polsek Nanggung sangat mendukung,” Tukasnya.

Sementara tak hanya  dari kepolisian, termasuk Camat Nanggung Ae Saepuloh dan unsur lainnya memberikan ucapan selamat ke jajaran Koramil Nanggung.

** Arip Ekon

Kades Terpilih Harus Mampu Kelola Administrasi dengan Baik

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) antar waktu Desa Singasari, Jonggol, Kabupaten Bogor akan digelar 9 Oktober mendatang. Pada Pilkades ini  diharapkan siapapun yang menduduki jabatan kepala desa nanti mampu mewujudkan harapan untuk kemajuan Desa Singasari.

Pjs Kepala Desa Singasari  Gogo  Badarudin mengatakan, siapapun kepala desa yang terpilih nanti, bisa mengelolah administrasi  yang baik dan meneruskan program yang sudah dirancang dan belum terlaksana oleh Kepala Desa sebelumnya,” kata Gogo Badarudin.

Ia menambahkan, apabila ada hal-hal yang belum dipahami harus mau bertanya ke Pemerintah Kecamatan. Apalagi jika yang memang baru menduduki struktur Pemerintahan harus banyak-banyak bertanya dan bertukar fikiran baik dengan Pemcam ataupun dengan Kades lain yang dirasa sudah senior.

“Sehingga, tidak ada kesalahan administrasi dalam mengelola keuangan Desa nantinya. Kecuali yang menduduki bangku kades nanti sudah pernah berkecimpung di Pemerintahan pasti mereka sudah paham apa yang harus dilakukan,” papar Sekcam Jonggol tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (5/10).

Pada intinya kata dia, pihak Kecamatan Jonggol dapat membantu pemerintah desa untuk pengelolaan administrasi yang benar, dan pada Minggu mendatang untuk kegiatan Pilkadesnya harus sukses tanpa ekses.

** Ramses/Nay 

Ruko Sembako di Cimanggu Dua Terbakar

0

Cibungbulang | Jurnal Bogor 

Sebuah ruko sembako di Kampung Cimanggu Dua RT 04 RW 08, Desa Cimanggu Dua, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor hangus terbakar. Peristiwa kebakaran itu terjadi pada Rabu (5/10/22) dini hari sekitar pukul 03:00 Wib. Beruntung dalam kebakaran tersebut tidak ada korban jiwa. Namun pemilik ruko menelan kerugian ratusan juta rupiah.

Pemilik ruko Hendra mengatakan, dia sempat kaget mendengar kejadian si jago merah hanguskan ruko miliknya. Pada saat kejadian toko tersebut dalam keadaan tidak ada penghuni, tetapi bahan sembako di dalamnya tidak ada yang terselamatkan.

“Saya dapat laporan dari warga katanya kejadian itu sekitar jam 03:00 subuh, saya dateng ke lokasi. Waktu itu api sudah membesar dari dalam maupun luar toko,” ungkapnya.

Dia mengaku belum mengetahui pasti penyebab kebakaran itu. tetapi dia merinci barang barang sembako miliknya tidak ada yang terselamatkan. “Kebetulan ruko tidak ada penghuninya, kalau penyebabnya saya belum tau pasti, tapi yang pasti sembako yang ada di dalam hangus semua terbakar dan kerugian 300-400 jutaan,” katanya.

Sementara, menurut saksi mata di lokasi kejadian, Neng menuturkan, dia melihat kobaran api dari bawah merambat ke atas ruko tersebut. “Waktu itu sekitar pukul 03:19 Api sudah membesar dari bawah merembet ke atas ruko, kebetulan di sekitar lokasi sudah banyak warga yang beraktivitas maupun yang melihat kejadian ini. dan langsung manggil mobil pemadam kebakaran (Damkar) dari Leuwiliang empat mobil,” tuturnya.

Kapolsek Cibungbulang, Kompol Agus Permana membenarkan, adanya peristiwa kebakaran yang menghanguskan sebuah ruko. Diduga kejadian tersebut berasal dari korsleting listrik.  “Anggota kami tadi langsung melalukan olah TKP. Penyebabnya diduga dari sebuah korsleting listrik,” tukasnya.

** Andres

Jelang Peparda Jabar 2022, Kontingen Peparda Kabupaten Bogor Gelar Rapat Antar Bidang

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Kontingen Kabupaten Bogor untuk Pekan Paralympic Daerah (Peparda) VI Jawa Barat 2022, sudah dibentuk. Usai menerima surat keputusan, jajaran pengurus kontingen dan NPCI ‘Bumi Tegar Beriman’ langsung tancap gas dengan mematangkan persiapan.

Tak hanya itu, Kontingen Peparda Kabupaten Bogor juga langsung menggelar rapat antar bidang di Gate 5 Stadion Pakansari-Cibinong, Rabu (5/10/2022).

“Kami harus cepat bekerja, salah satunya menguatkan formasi antar bidang. Diharapkan persiapan Kabupaten Bogor menuju Peparda Jabar 2022, pada November nanti bisa dilakukan dengan maksimal,” kata Ketua Kontingen Peparda, Bambang Widodo Tawekal, Rabu, 5 Oktober 2022

Bukan itu saja, Bambang Widodo Tawekal juga berharap Kontingen Kabupaten Bogor bisa mempertahankan prestasi Peparda 2018 yang meraih juara umum di ajang Peparda Jabar 2022.

“Walaupun kita bukan jadi tuan rumah, tapi kita harus bisa mempertahankan juara umum, dan apabila tercapai itu luar biasa,” sambung Bambang Widodo Tawekal.

Selain itu pria yang akrab disapa BWT itu, mengingatkan agar kontingen maupun NPCI Kabupaten Bogor, mulai mempersiapkan alat maupun atlet sebelum berangkat ke Kabupaten Bekasi.

“Semua harus dilakukan perbaikan maupun latihan para atlet, sehingga ketika Peparda berlangsung kita sudah siap,” terang dia.

Sekretaris Kontingen Peparda Kabupaten Bogor, Rusliandy mengatakan, rapat antar bidang yang ada dalam Kontingen Peparda ini lebih kepada penajaman program semua bidang.

Selain itu, Camat Cibinong ini menegaska pekan depan semua bidang yang ada dalam Kontingen akan monitoring pelaksanaan Pelatcab para atlet binaan NPCI Kabupaten Bogor.

Pada dasarnya, tambah Rusliandy, rapat antar bidang ini akan sangat penting karena akan mengetahui hal apa atau bidang apa saja yang harus ditambah personil dan lainnya.

** asep syahmid

Garuda Muda Bungkam Uni Emirat Arab 3-2

0

Kualifikasi Piala AFC U -17

Cibinong | Jurnal Bogor

Hasil manis baru saja dipetik Timnas Indonesia, dilaga keduanya melawan Timnas United Emirates Arab, pada Kualifikasi Piala Asia Usia-17 2023, yang berlangsung di Stadion Pakansari-Cibinong, Kabupaten Bogor, Rabu (5/10) malam. Tim besutan Coach Bima Sakti, menang 3-2 atas UEA. Sebelumnya pada laga pertamanya di Grup B tim asuhan Bima Sakti itu pesta gol 14-0 atas Timnas Guam U-17 di Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Senin (3/10) malam.

Sementara laga kontra United Emirat Arab, tiga gol Timnas Indonesia diciptakan Muhammad Nabil Asyura (18), Arkhan Kaka Putra (30, 54). Sementara dua gol balasan UEA tercipta melalui Waleed Mallalla Alhammasi (31), Ghiath Abdallah Almusharrkh (39).

Atas kemenangan ini, Garuda Muda Indonesia, berhasil memuncaki klasemen Grup B dengan enam poin. Sementara UEA harus turun ke peringkat kedua karena beda selisih gol dengan Garuda Muda

Usai laga Pelatih Timnas Indonesia Bima Sakti, tidak lupa mengucapkan syukur atas kemenangan yang diraih timnya di laga kedua Indonesia melawan UEA.

“Tidak lupa kemenangan ini kami persembahkan untuk seluruh masyarakat Indonesia, terlebih lagi untuk saudara-saudara kita yang jadi korban di Kanjuruhan,” kata Bima Sakti, dalam keterangan pressnya.

Menghadapi Timnas Palestina pada Jumat 7 Oktober 2022, Bima Sakti meminta kepada pemiannta untuk tetap fokus. Apalagi Timnas Indonesia sudah melewati dua laga dengan kemenangan.

“Kita sudah melawati dua laga dengan kemenangan. Jadi di laga ketiga nanti melawan Palestina, tentunya hasil yang sama yakni tiga poin,” kata Bima menjelaksan.

Bima mengakui, Timnas Palestina memiliki materi pemain-pemain bagus. “Jadi saya minta pemain fokus,” kata Bima.

** Asep Syahmid

Peningkatan Kapasitas Kades Jadi Bisnis Orang Dalam?

0

Achmad Munawar: Kami Akan Buat Surat Teguran

Gunung Putri  | Jurnal Bogor 

Kegiatan peningkatan kapasitas kepala desa yang dilaksanakan Apdesi Kabupaten Bogor bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor melalui Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sriwijaya sebagai panitia, diduga tak mendapatkan restu dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor. Bahkan kegiatan ini diduga jadi lahan bisnis orang dalam salah satu lembaga.

Achmad Munawar

Sementara peningkatan kapasitas yang diikuti 130 orang kepala desa dilaksanakan di Hotel Aryaduta, Bandung selama 5 hari dan dikenakan biaya Rp10 juta per kepala desa. Selain diduga jadi ajang bisnis, kegiatan ini menuai kontroversi karena ada kepala desa yang tak mengantongi surat tugas keberangkatan ke Bandung, baik dari kecamatan maupun DPMD.

Subkor SDM Pemerintahan Desa Kabupaten Bogor Achmad Munawar mengatakan, penawaran peningkatan kapasitas untuk kepala Desa dari pihak ke-3 yaitu Pusat Pelatihan Sriwijaya sudah mereka ajukan sejak tahun 2021 lalu dengan angka Rp10 juta, namun penawaran itu tidak ditanggapi dan dipersilakan langsung komunikasi dengan Apdesi.

“Oleh DPMD kami kembalikan lagi kepada desa, karena kami tidak bisa melarang juga, tergantung kebutuhan kades, jika kades memang merasa butuh akan adanya peningkatan kapasitas ini ya silakan, bagi yang memang punya anggaran 10 juta tersebut,” jelas Achmad Munawar  kepada Jurnal Bogor, Rabu (04/10).

Namun, kata dia, dibalik itu semua ada permintaan juga dari Kejaksaan agar bisa membantu melaksanakan pembinaan kepada kepala desa dan permintaan itu diutarakan Kasie Pidsus Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor. “Kami sudah mempersilakan dan sudah kita serahkan ke teman Apdesi yang melaksanakan,” kata Awang biasa disapa.

Memang ada kepala desa yang langsung berkomunikasi dengan DPMD, namun sebagian tidak komunikasi dan dia juga mendapat keluhan dari beberapa kecamatan yang tidak mengetahui adanya kegiatan peningkatan kapasitas kepala desa tersebut.

“Saya sudah arahkan agar kepala desa membawa surat tugas dari kecamatan saat ingin berangkat ke Bandung untuk mengikuti peningkatan kapasitas ini, karena sebagai syarat menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD. Ada yang sudah mengantongi izin dari camat ada juga yang belum,” jelasnya.

“Bahkan tidak memberitahu, jangankan 5 hari untuk pergi meninggalkan tugas di kantor desa sehari saja, kepala desa harus punya surat izin atau surat tugas dalam perjalanan dinasnya,” ungkapnya lagi.

Menurutnya, jika ada surat tugas DPMDi izinkan karena pihaknya juga tidak bisa melarang, karena memang kepala desa sendiri berhak untuk meningkatkan kapasitas. “Saya pikir apa yang sudah kami arahkan ke rekan kepala desa itu sudah dilaksanakan, dan beberapa kepala desa yang datang kesini sudah kami arahkan bahwa jika mereka ingin berangkat harus mendapatkan surat tugas agar kegiatan tersebut legal. Mereka juga bayar langsung ke panitia dan mereka berangkat meninggalkan tugas sebagai kepala desa,” cetusnya.

Namun kemarin juga, kata dia, beberapa kecamatan menelepon perihal kegiatan peningkatan kapasitas yang dikomandoi Ketua Apdesi Kabupaten dan Kejaksaan. Namun jika memang kecamatan tidak merasa mengeluarkan surat tugas untuk kepala desa, silakan buat surat teguran untuk kepala desa tersebut.

“Kami pun akan membuat surat teguran, kenapa kegiatan ini kepala desa tidak membawa surat tugas, sedangkan mereka menggunakan anggaran APBD. Kalo memang anggaran APBDes itu harus ada pertanggungjawaban dari para Kades tersebut, uang 10 juta itu digunakan untuk apa saja dan dibelikan apa saja harus ada kejelasannya. Kecuali mereka menggunakan anggaran sendiri tanpa memasukkannya ke dalam APBDes/SIPD, ” jelasnya.

Secara prosedur memang harus ada surat tugas, sehingga dia memantau peningkatan kapasitas itu dengan surat tugas dari kepala dinas untuk datang kesana. “Memang selama 2 tahun kebelakangan ini, selama pandemi kita tidak melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas, disamping ada larangan juga tidak ada anggaran. Mungkin dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas ini, mereka merasa perlu hanya saja saya sangat menyayangkan kenapa prosedur administrasi kades ini tidak di tempuh oleh mereka, ” keluhnya.

Pada intinya, untuk kegiatan peningkatan kapasitas ini DPMD akan membuat surat teguran kepada kepala desa dan akan berkomunikasi dengan kecamatan karena dia belum mengetahui kecamatan mana saja yang tidak mengeluarkan surat tugas untuk keberangkatan kepala desa tersebut.

“Intinya surat tugas itu harus ada, karena itu bagian dari syarat administrasi untuk bisa di masukan di SIPD. Nanti kita akan lihat dulu apakah mereka sudah menganggarkan itu ke SIPD atau belum, karena dari mana lagi mereka para kades mengambil anggarannya kalo buka dari APBD. Dan saya berharap kegiatan kapasitas yang dilakukan pihak ketiga ini hanya tahun ini saja, nantinya jangan dibuat lagi, soalnya orang yang dapet nangkanya, kita DPMD cuma dapet getahnya,” keluhnya.

Menurutnya, kedatangan dia ke Bandung hanya atas perintah Kadis untuk memonitoring. “Kami hanya datang, dan diminta foto, tidak menjadi narasumber atau memberikan sambutan,” ujarnya 

Terpisah Ketua Apdesi Kabupaten Bogor Tini saat dikonfirmasi mengatakan, kegiatan peningkatan kapasitas ini adalah kerjasama dengan DPMD, Apdesi, dan Kejaksaan serta menggandeng pihak ke-3.

“Ada anggarannya, dan peningkatan kapasitas untuk kades itu sangat perlu agar bisa membangun pemerintah desa mereka masing-masing,” jelasnya.

Untuk diketahui peningkatan kapasitas yang berkerja sama antara Ketua Apdesi dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor dengan panitia Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sriwijaya yang beralamat di Jalan Perindustrian II Komplek Tirta Mutiara Indah Blok C 12A, Sukarami-Palembang.

Pelaksanaan kegiatan selama 5 hari pada 2-6 Oktober, dengan rangkaian kegiatan pembukaan, bela negara caraka malam, belajar ketahanan pangan di Balai Besar Pelatihan Pertanian Kementerian RI di Lembang, terakhir liburan dan hari santai.

** Nay Nur’ain