28.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 820

Dua Kafilah Desa Sukamanah Raih Juara 1 MTQ Kecamatan Jonggol

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebanyak dua kafilah yang mewakili Pemerintah Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor berhasil meraih juara 1 dalam lomba MTQ Tingkat Kecamatan Jonggol 2022 yang diadakan di halaman kantor kecamatan, Selasa (06/09/22).

Kepala Desa Sukamanah Hadi Sutardi mengucapkan terimakasih kepada kafilah yang mewakili Desa Sukamanah bisa mengharumkan nama desa.

“Sebenarnya tidak mengharapkan juara, saya membawa 18 orang untuk beberapa kategori lomba agar bisa ikut berpartisipasi dalam lomba MTQ ini. Namun alhamdulilah saya ucapakan banyak terimakasih kepada para kafilah,” ujarnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (07/09/22).

Menurutnya, Desa Sukamanah berhasil meraih 2 trofi kejuaraan yaitu juara 1 tahfizh 1 juz putra atas nama Adian Al Husaeni dan juara 1 tilawah dewasa putra atas nama Muhammad Qusyaeri Nur. Mereka nantinya akan lanjut ke tingkat Kabupaten Bogor, yang akan diadakan di Kecamatan Cileungsi tanggal 24 September mendatang.

“Semoga nanti bisa mendapatkan juara lagi dan bisa mewakili Kecamatan Jonggol untuk masuk ke lomba MTQ tingkat Kabupaten Bogor, saya sebagai Kepala Desa akan selalu mendukung jika ada hal-hal positif yang bisa membawa nama baik Pemerintah Desa Sukamanah, dan untuk peraih trofi juara Pemerintahan Desa Sukamanah akan memberikan uang saku sebagai penghargaan agar lebih semangat lagi nantinya,” paparnya. 

Adian Al-Husain peraih juara 1 tahfiz 1 juz mengucapkan syukur atas kemenangan yang diraihnya. “Saya ucapakan terimakasih kepada Pemerintah Desa Sukamanah yang sudah memberikan kepercayaan kepada saya, dan kejuaraan ini untuk semua warga Desa Sukamanah terutama untuk kedua orang tua saya yang sudah berjibaku sehingga saya bisa sampai seperti sekarang ini,” imbuhnya.

** Nay Nur’ain

Dituding Lakukan Pembiaran, Kinerja Satpol PP Dipertanyakan

0

Caringin | Jurnal Bogor
Kinerja Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor dipertanyakan warga. Sebab, instansi penegak peraturan daerah (Perda) di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, dituding melakukan pembiaran terhadap keberadaan para pedagang kaki lima (PKL) di ruas Jalan Cikereteg, tepatnya di depan Pasar Cikereteg, Desa Ciderum, Kecamatan Caringin.

Indra S, pengunjung ke lokasi wisata di Desa Pancawati mengatakan, keberadaan para PKL yang ada di depan Pasar Cikereteg, sangat menggangu pengendara saat melintas di ruas jalan menuju kawasan wisata tersebut.

“Jalan Cikereteg macet lantaran banyak PKL. Lihat saja setelah jalan diperbaiki, pasti kemacetan tetap terjadi selama PKL masih ada,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, Satpol PP sebagai instansi Pemkab Bogor yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan penegakan Perda Nomor 14 Tahun 2015 tentang ketertiban umum (Tibum), tidak melakukan pembiaran.

“Sudah keberadaan nya melanggar Perda, kenapa dibiarkan saja tanpa ada penertiban. Saya pertanyakan kinerja Satpol PP kalau seperti ini,” jelas Indra.

Selain itu, lanjutnya, adanya pedagang di jalan, sudah pasti akan mempengaruhi pendapatan para pedagang yang berjualan di lokasi Pasar Cikereteg. Sehingga, akan berdampak juga terhadap pendapatan yang dihasilkan dari Perumda Pasar Tohaga kepada Pemkab Bogor.
“Pasar Cikereteg itu kan milik pemerintah daerah, jika pedagang yang di dalam pasar sepi pembeli, sudah pasti akan mempengaruhi retribusi ke pemerintah,” papar Indra.

Untuk itu, Indra minta agar Plt Bupati Bogor memerintahkan Satpol PP melakukan penertiban terhadap para PKL di Jalan Cikereteg.
“PKL yang di jalan suruh masuk saja kedalam pasar, jangan dibiarkan berjualan di jalan. Ini kan hanya tinggal penindakan saja dari instansi terkait,” bebernya.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) Ciderum, Ujang Hasbullah. Ia menyetujui adanya penertiban dari Satpol PP terhadap para PKL di depan pasar dan di ruas Jalan Cikereteg.

Dijelaskannya, keberadaan PKL yang berjualan di bahu jalan, sangat menggangu arus lalu lintas. Bukan hanya menjelang hari libur saja, kemacetan pun kerap terjadi di hari biasa.

“Jalur ini kan akses utama menuju ke kawasan wisata di Pancawati, jadi macet itu bukan hanya saat libur saja, tapi hampir setiap hari. Makanya, saya mendukung kalau PKL dilakukan penertiban,” tukas Ujang.

** Dede Suhendar  

PLN Gunung Putri dan Cileungsi Sosialisasikan  Kompor Induksi 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Dalam rangka memeriahkan Hari Pelanggan Nasional pada 4 September 2022 dengan tema “Pulih Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat Bersama Pelanggan” , PLN UP3 Gunung Putri dan ULP Cileungsi, melaksanakan kegiatan sosialisasi kompor induksi.

Sosialisasi dilakukan dengan cara demo masak menggunakan kompor induks. Kegiatan demo masak tersebut diadakan di halaman kantor kecamatan, Selasa (06/09/22).

Sementara kegiatan tersebut disambut antusias, baik oleh pejabat daerah Kecamatan Cileungsi maupun masyarakat sekitar.

Camat Cileungsi yang diwakili Plt Sekcam Suryadi menyampaikan terima kasih atas kegiatan yang dilakukan oleh PLN UP3 Gunung Putri dan ULP Cileungsi di Kecamatan Cileungsi dan berharap masyarakat lebih mengenal kompor induksi dan dapat beralih dari kompor elpiji ke kompor induksi.

” Kedepannya semoga hubungan kerja sama antara PLN dan Kecamatan Cileungsi bisa lebih baik lagi,” ungkapnya, Rabu (07/09/22).

Manajer PLN ULP Cileungsi Irfando Adriyan menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kecamatan Cileungsi atas dukungan yang diberikan kepada PLN dan mengajak  seluruh masyarakat di Kecamatan Cileungsi untuk beralih ke kompor induksi dalam kegiatan masak memasak di rumah karena selain lebih hemat, kompor induksi juga lebih ramah lingkungan.

“Dengan menggunakan kompor induksi,  masyarakat tidak perlu takut kekurangan daya, karena saat ini sedang ada Promo Nyalakan Kemerdekaan dari PLN, dimana pelanggan bisa melakukan tambah daya ke 5500 VA dan penyambungan sementara hingga 5500 VA hanya dengan membayar  hanya Rp 170.845. Prosesnya juga sangat mudah, yaitu dengan menggunakan PLN Mobile untuk penambahan daya dan telepon ke Call Center untuk penyambungan sementara. Promo ini berlaku hingga 30 September 2022,” paparnya.

** Nay Nur’ain

Desa Sukaraksa Prioritaskan Ketahanan Pangan

0

Cigudeg | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Sukaraksa, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor telah melaksanakan Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) tahun 2022. Dalam rapat tersebut skala prioritasnya adalah sektor ketahan pangan.

“Musdesus tahun 2022 ini di khususkan untuk ketahan pangan,” kata pendamping desa Kecamatan Cigudeg Ade Rahmatullah kepada wartawan seusai rapat tersebut, di aula Desa Sukaraksa, Rabu (7/9/22).

Menurut dia, pihaknya mengacu pada peraturan pemerintah yang mana  acuannya dari regulasi tahun 2022. Dengan begitu, masyarakat bisa mengetahui juklak dan juknis dalam pemanfaatan yang dirasakan penting oleh masyarakat.

“Jadi dalam Musdesus ini kita hanya menjelaskan mekanisme dan regulasi mengenai ketahanan pangan agar program dari ketahanan pangan ini bisa berkesinambungan dan bisa dirasakan oleh masyarakat Desa Sukaraksa,” paparnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintah Desa Sukaraksa Sadur menjelaskan, ketahanan pangan yang akan dijalankan yaitu peternakan dan pertanian.

“Yang mana peternakan, pembudidayaan ternak kambing sementara pertanian, cabai dan jagung,” katanya.

Pihak desa sendiri akan berkoordinasi dengan pihak UPT Pertanian, baik itu perihal peternakan maupun penanaman cabai dan jagung.

Jadi kata dia, akan merekrut kelompok tani yang akan bertanggung jawab terkait bantuan dana desa untuk ketahan pangan tersebut.

“Kita akan memprioritaskan yang  ada karena kalau yang baru itu pastinya kami melalui proses kembali, kenapa tidak kami manfaatkan yang ada dan yang sudah mumpuni di bidang peternakan dan pertanian,” tukasnya.

** Andres

UPT Puskeswan Jonggol Beri Vaksin Rabies Gratis

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Dalam rangka menyambut Hari Rabies Sedunia tahun 2022, UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kecamatan Jonggol  akan melaksanakan vaksinasi rabies massal untuk hewan peliharaan. Vaksinasi rabies gratis akan dilaksanakan pada 28  September mendatang.

Bagi masyarakat yang akan memvaksin hewan peliharaannya bisa langsung dating ke Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Bogor untuk mendapatkan vaksin rabies.

“UPT Puskeswan Kecamatan Jonggol akan memberikan puluhan vaksin rabies gratis untuk semua jenis hewan peliharaan,” kata. Kasubag TU UPT Puskeswan Jonggol drh.Toib kepada Jurnal Bogor, Rabu(07/09/22).

Menurut Dr.Toib jenis hewan yang menjadi target vaksin rabies adalah hewan penular penyakit rabies itu sendiri, seperti kera, anjing dan kucing. Sedangkan syarat untuk hewan yang boleh divaksin rabies yaitu hewan yang sudah berumur lebih dari 4 bulan, sedang dalam kondisi sehat dan bagi hewan betina tidak sedang bunting atau hamil.

“Penyakit rabies merupakan jenis penyakit Zoonosis, yakni penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia dan penyakit rabies ini, jika menular kepada manusia bisa sangat fatal dan hampir 100 persen menyebabkan kematian. Karena itu, vaksinasi rabies ini sangat penting untuk menjaga hewan-hewan yang berpotensi menularkan penyakit rabies, ” jelasnya.

Untuk itu, kata dia, kepada warga yang memiliki hewan peliharaan, bisa datang  membawa hewan kesayangannya untuk mendapatkan vaksin rabies di pos-pos yang sudah disediakan nanti. 

Sementara warga Perumahan Citra Indah Tuti (36) mengaku senang mendapatkan informasi perihal akan diadakannya program vaksinasi rabies untuk hewan peliharaan.

“Terimakasih informasinya, saya akan datang membawa hewan-hewan peliharaan kesayangan saya, Karena untuk mendapatkan vaksin rabies untuk hewan di wilayah Bogor ini masih agak sulit, apalagi saya sering berinteraksi langsung dengan hewan-hewan peliharaannya, ” ujarnya sambil menunjukkan hewan jenis anjing Bulldog, dan kucing Anggora.

** Ramses / Nay 

Damkar Parungpanjang Evakuasi Biawak dan Ular Sanca di Sentraland

0

Parungpanjang l Jurnal Bogor

Tim Respons Damkar sektor Parungpanjang mengevakuasi seekor biawak dan ular sanca sepanjang 4 meter di kawasan Perumahan Sentraland Desa Kabasiran, Kecamatan Parungpanjang, Kabupaten Bogor, Rabu (7/9).

“Selain evakuasi biawak di bumper belakang mobil milik warga, kami juga berhasil menangkap ular sanca batik sepanjang empat meter berada di jalan raya perumahan,” ujar Komandan Regu III Muhamad Rifki kepada wartawan.

Ia menjelaskan, evakuasi biayak sempat ada kesulitan karena masuk ke bagian bumper belakang mobil tapi dengan kecepatan tim, hewan itu berhasil ditangkap.

“Iya masuk ke bagian bumper belakang mobil tapi setelah dibuka bumpernya akhirnya kami evakuasi,” tuturnya.

Namun saat selesai evakuasi biayak, tim mendapat laporan ada penemuan ular jenis sanca batik sepanjang 4 meter tepatnya di jalan utama Perumahan Sentraland.

“Untuk biawak di area rumah warga kemungkinan hendak mencari mangsa, karena di lokasi ada kolam ikan, sementara ular sanca muncul karena habitatnya yang terganggu,” pungkasnya.

Selain itu untuk biayak dilepas kembali ke habitatnya, kalau ular canca diserahkan ke komunitas pencinta hewan reptil.

“Penanganan kedua hewan berjalan lancar dan kondusif, kalau ada info apapun bisa langsung laporkan ke Tim Respons Damkar Parungpanjang,” tukasnya.

** Arip Ekon

Pelayanan Maksimal Tanpa Diskriminasi, RSUD Leuwiliang Juara 2 Nasional Video Pendek Pelayanan Prima Peserta JKN

0

Bogor | Jurnal Bogor

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang kembali mengharumkan nama Kabupaten Bogor. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berhasil meraih juara 2 se-Indonesia.

Kali ini, pemberian penghargaan dalam lomba video pendek pelayanan prima peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan tema ‘Ayo Gunakan BPJS, Jangan Takut di Diskriminasi, Pasti Dilayani’ di Aula RSUD Leuwiliang pada Kamis 1 September 2022 lalu.

“Selamat untuk tim PKRS RSUD Leuwiliang terutama para aktor dan aktrisnya yang berhasil mendapat peringkat dua nasional video pelayanan tanpa diskriminasi,” ujar Kepala BPJS Kesehatan Cabang Cibinong Ondrio Nas, SKM.,M.Si., AAK.

Video yang diunggah pada tanggal 21 Juni 2022 lalu itu, menggambarkan kondisi masyarakat hari ini yang masih meragukan pelayanan rumah sakit bagi para peserta BPJS.

Namun, pengalaman tukang sayur membuktikan bahwa pelayanan RSUD Leuwiliang tetap maksimal tanpa diskriminasi, baik itu untuk pasien yang menggunakan pembayaran tunai ataupun peserta BPJS.

“Ternyata begitu kita lihat di RSUD Leuwiliang pelayanannya emang oke banget, layanannya prima, petugasnya ramah-ramah tidak ada diskriminas,” tutur pria yang akrab Abah Omdrio.

Dirinya berharap RSUD Leuwiliang terus menjalankan dan mempertahankan untuk di implementasikan dalam oelayanan di rumah sakit, sehingga keouasan masyarakat atas oelayanan pihak RSUD Leuwiliang terus terjaga.

“Sehingga kepuasan masyarakat tetap terjaga, kalau meningkat terus, dan RSUD Leuwiliang menjadi rumah sakit yang di cintai dan diminati oleh masyarakat Kabupaten Bogor khususnya Bogor Barat,” pinta Abah Ondrio.

Lomba video pendek pelayanan prima peserta JKN ini diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan dalam rangka memperingati HUT BPJS yang ke 54 Pengumuman lomba dilakukan secara virtual dengan hadiah berupa drone senilai 12 Juta bagi juara 2.

“Terima kasih untuk tim PKRS yang sudah bekerja keras memberikan hasil yang terbaik dalam perlombaan lomba video pelayanan rumah sakit,” ucap Plt Direktur RSUD Leuwiliang, Vitrie Winastri S.H., MARS.

Dia menambahkan, tentunya ini menjadi tantangan bagi pihak rumah sakit untuk membuktikan kepada masyarakat bukan hanya video saja, namun juga mampu melayani masyarakat dengan baik tanpa diskriminasi antara pasien BPJS dengan pasien umum.

**rls/gp

Korban Calo Pendidikan, Anak Keluarga Miskin Terancam Putus Sekolah

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Salah satu orang tua siswa warga Desa Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor menjadi korban calo pendidikan oknum LSM hingga mengalami kerugian uang sebesar 6 juta Rupiah.

Toni, orang tua siswa mengatakan, dia mendapati kesulitan untuk memasukkan anaknya ke sekolah SMPN 1 Klapanunggal, dan anaknya sudah dinyatakan tidak diterima oleh pihak sekolah SMPN 1 Klapanungal.

“Kami coba daftarkan melalui sekolah SDN BABAKAN 1 melalui sistem zonasi, namun tidak masuk padahal jarak sekolah SMPN Nekal dengan rumah kami sangat dekat. Namun anak saya gak masuk sistem zonasi tersebut,” ucap Toni kepada Jurnal Bogor, Selasa (6/9/22).

Dan disaat kondisi seperti itu, sambung ia, anak hanya ingin sekolah di Nekal (sebutan SMPN 1 Klapanunggal ). “Sebagai orang tua saya berusaha untuk mewujudkan keinginan anak masuk sekolah negeri, mengingat kami keluarga tidak mampu, dengan harapan jika masuk sekolah negeri itu akan terbebas dari biaya,” paparnya.

Disaat seperti itu, lanjutnya, ada yang memberikan informasi jika masuk Nekal melalui Pak GT LSM bisa diupayakan, namun harus membayar sebesar 6 juta Rupiah. “Dapat kabar seperti itu saya berusaha hutang pinjam pada tetangga dan istri saya memberikan uang tersebut kepada Pak GT dengan harapan anak saya bisa masuk ke sekolah negeri, tapi sampai saat ini justeru anak saya masih belum masuk sekolah,” paparnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, agar anaknya tetap bisa sekolah akhirnya dirinya mendaftarkan ke sekolah swasta walaupun dengan biaya yang cukup memberatkan. “Mau gimana lagi dari pada anak saya tidak sekolah saya masukan saja ke swasta meski berat,” paparnya.

Yang lebih parahnya lagi, lanjutnya, dia merasa dikerjai karena alasan GT di Nekal sudah penuh, namun bisa masuk ke SMPN 1 Cileungsi. “Anak saya disuruh pakai seragam ke sekolah tersebut padahal ternyata belum didaftarkan. Seperti dipermainkan, kami ini rakyat kecil yang ingin anak pintar dan sekolah di negeri,” ungkapnya.

“Kami yang berpikir jika LSM bisa membantu justeru dikerjai seperti ini, dibodoh-bodohi, untungnya ada tetangga yang membantu dan mengurus masuk kesekolah walaupun sekolah swasta, dan jika gak ada niat baik juga saya akan minta tolong kepada tetangga saya untuk menemani saya membuat laporan ke polisi,” keluhnya.

” Saya hanya minta pak GT untuk mengembalikan uang kami yang 6 juta Rupiah karena itu juga uang hasil pinjam kami ke tetangga, mengingat sudah hampir 2 Minggu ini pak GT hanya janji-janji saja, bilangnya mau mencari pinjaman dulu ke saudaranya,” pungkasnya.

Terpisah disampaikan warga yang membantu Toni. Dia mengaku sudah menyampaikan hal tersebut kepada Ketua Komisi 4 Muad Khalim tentang apa yang dilakukan oleh oknum LSM berinisial GT tersebut, dan ternyata dewan tersebut kenal akan oknum tersebut.

“Saat saya menghadap pak dewan Muad Khalim, dihadapan saya beliau langsung telepon oknum LSM tersebut dan meminta mengembalikan uangnya kepada orang tua siswa tersebut, namun sampai saat ini belum juga ada niat baik dari oknum LSM tersebut ” ucapnya.

** Nay Nur’ain

MTQ Momen Cigudeg Lebih Agamis

0

Acara Rutin Tahunan, Camat Pardi Buka MTQ Cigudeg

Cigudeg | Jurnal Bogor

Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ)  tingkat Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor resmi dibuka oleh Camat Cigudeg Pardi, Selasa (6/9/2022). Dia mengungkapkan, tujuan utama lomba MTQ buka hanya mencari pemenang saja, tetapi bagaimana Alquran bisa tetap dijadikan i pedoman hidup dan momen MTQ bisa membuat warga Cigudeg lebih agamis lagi.

Pada pembukaan di aula Kantor Kecamatan Cigudeg tersebut, ditandai  pembacaan basmalah dan serangkaian penampilan kelompok marawis. Bahkan Danramil Cigudeg Kapten Infanteri Tatang Taryono hadir sebagai Qori. Hadir pula Kapolsek Cigudeg Kompol Wagiman, para kepala desa dan MUI tingkat Desa.

Kegiatan yang rutin setiap tahun dilaksanakan itu, kata Pardi, sebagai sarana silaturahim dan pendorong semangat dan minat baca masyarakat terhadap Alquran. Dia berharap kedepan pelaksanaan tersebut lebih besar yang dilaksanakan di tingkat desa. Sebab banyak potensi  yang ada di wilayah yang belum tergali dan digaungkan.

“Jadi saya mendengar, melihat bahwa desa pun  melaksanakan MTQ ini. Tetapi temen teman kepala desa bisa melaksanakan kegiatan ini di tingkat desa insya Allah kedepan kegiatan MTQ ini akan lebih meriah lagi,” ujarnya.

Pardi menjelaskan, pihaknya mencari calon-calon kafilah di kecamatan yang akan bertanding di tingkat Kabupaten Bogor. “Dari 28 cabang kita ingin bisa melaksanakan 2 cabang, dari dua cabang itu kurang lebih masuk tilawah dan tahfiz,” paparnya.

Dia berharap  di MTQ yang akan datang lebih membuka banyak cabang lagi. Diharapkan para pemimpin pondok pesantren bisa melatih putra putri Cigudeg sebagai salah satu upaya untuk menebarkan syiar Islam.

Ketua MUI Kecamatan Cigudeg KH Diding Sirojudin  menyatakan, bahwa MTQ di tingkat kecamatan Cigudeg setiap tahunnya telah berjalan. “Di tahun ini kita mencari bibit muda MTQ dan alhamdulillah ternyata  setelah kita gali potensi dan animo masyarakat cukup tinggi,” jelasnya.

Jadi kata dia, MTQ tersebut  dominasi tilawah dan  tahfiz yang diikuti dari perwakilan peserta di 15 desa se- Kecamatan Cigudeg. Kegiatan ini bekerja sama baik dengan Muspika, MUI desa maupun seluruh pemerintah di masing masing desa.

** Arip Ekon

Ada Galian Ilegal di Bendungan, Camat Jonggol Bakal Hentikan Kegiatan

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Belum usai persoalan galian ilegal yang ada di Desa Sukanegara dan Desa Sukasirna, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, kini muncul kembali galian C ilegal yang ada di Kp.Endrek dan Kp.Jati Desa Bendungan Kecamatan Jonggol.

MN (35) warga sekitar mengatakan, galian di Kp.Endrek ini sudah berjalan kurang lebih sebulan dan baru 2 hari alat beratnya keluar dari lokasi tersebut dipindahkan ke Kp.Jati Desa Bendungan.

” Sudah 2 hari pindah, sepertinya hari ini juga nanti akan datang lagi alat beratnya, disini ada dua lokasi galian C di Kp.Endrek dan Kp.Jati masih orang yang sama,” paparnya.

Menurutnya, saat awal kemarin sempat ada demo warga karena izin lokasi bukan ditanda tangani oleh warga sekitar. “Cuma sekarang warga udah tanda tangan,” paparnya.

Sebagai warga, dia meminta agar galian C tidak mengganggu keselamatan apalagi sampai menimbulkan korban jiwa. “Jangan sampai berceceran di jalan tanahnya, apalagi sampe ada korban yang jatoh kalo soal aturan pemerintah desa yang tahu,” paparnya.

Camat Jonggol Andri Rahman mengaku tidak tinggal diam akan keberadaan galian ilegal yang ada di wilayahnya. “Untuk yang di Bendungan memang belum kita layangkan surat teguran atau pemberhentian, namun kami akan buatkan secepatnya, apalagi kegiatan galian tersebut memang belum ada izin yang dimiliki dari provinsi,” jelasnya. 

Sampai diturunkannya berita ini belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Desa Bendungan terkait keberadaan kegiatan Galian C ilegal tersebut.

** Nay Nur’ain