28.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 819

Pemdes Nagrak Gelar Turnamen Bulutangkis

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Pemerintah Desa Nagrak, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, resmi membuka turnamen bulutangkis Pemdes Cup ke-3 yang digelar di PB Spekta, Kampung Nanggewer 2, RT 03 RW 8, Desa Nagrak. Kegiatan tersebut sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Turnamen ini diikuti oleh semua warga Desa Nagrak yang dikelompokan menjadi 9 tim dari masing – masing RW, yang terdiri dari 12 pemain, dan 2 cadangan.

Kepala Desa Nagrak, Agus Syahrudin menyampaikan, Bulutangkis Cup ini adalah kegiatan rutin tahunan Pemdes Nagrak, dan kembali digelar setelah 2 tahun vakum karena Covid-19.

“Alhamdulillah Pemdes Nagrak kembali bisa  menggelar turnamen Bulutangkis Cup, setelah lama kita tidak bermain, karena adanya pandemi Covid-19 yang berkepanjangan,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Minggu (11/9/22).

Ia pun sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan mengharapkan para peserta menampilkan permainan terbaiknya.

“Semoga dari kegiatan yang diselenggarakan ini bisa menciptakan bibit yang dapat mewakili Desa Nagrak di turnamen-turnamen tingkat lebih tinggi nantinya,” harap Agus sapaan akrabnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Panitia Hermin. ” Dalam turnamen ini kami membuka pendaftaran untuk warga yang ber-KTP Desa Nagrak,” paparnya.

Dia berharap turnamen ini para peserta bisa sportif dalam bertanding. “Kami berharap semua peserta bisa menjunjung tinggi jiwa sportivitas selama turnamen ini berlangsung,” cetusnya.

Ditempat yang sama, peserta turnamen  Amat Sugiana menyampaikan, turnamen ini bisa menyatukan warga untuk saling bersilaturahmi.

“Mari kita bersatu mempererat persaudaraan, untuk menyalurkan bakat dalam lomba bulutangkis yang diadakan Pemdes Nagrak ini, untuk bisa meraih prestasi di jenjang yang lebih tinggi lagi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Peserta MTQ Leuwisadeng Antusias Ikuti Lomba

0

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Untuk menyeleksi bakat dan potensi di setiap desa, Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor direspons antusias masyarakat. 

Pasalnya, meski sempat diguyur hujan, para peserta tidak surut semangatnya untuk mengikuti lomba MTQ tersebut.

Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) yang juga Sekcam Leuwisadeng Hendarsyah mengatakan, MTQ dilaksanakan setiap tahun oleh Pemerintah Kabupaten Bogor dan untuk peserta diseleksi dulu di tingkat kecamatan.

“Kegiatan MTQ yang dilaksanakan di Kecamatan Leuwisadeng ini adalah program rutin Pemkab Bogor yang diadakan setiap tahun, sebelum kami melangkah ke tingkat kabupaten kami menyeleksinya di tingkat kecamatan dulu,” ungkapnya, Sabtu (10/09/2022).

Dia menjelaskan, sebanyak 6 cabang yang dilombakan dan ada 240 peserta putra putri. MTQ ini juga jadi ajang silaturahmi. “Dengan adanya MTQ ini kami gali potensi di daerah manakala ada MTQ tidak perlu mencari peserta keluar dari daerah (desa) tersebut,” katanya.

Dia juga mengapresiasi kekompakan para kades yang berjibaku sehingga acara MTQ tingkat Kecamatan Leuwisadeng ini berlangsung sukses.

“Kami mengapresiasi seluruh kafilah tentunya juga kepada para kades yang sudah mengirimkan utusannya dan membantu terselenggaranya acara MTQ ini,” paparnya.

Dia berharap, peserta yang turut lomba mau mempelajari dan mengamalkan isi Al-Qur’an. “Kami berharap, dari para kafilah untuk bisa memperbaiki apa yang sudah dilombakan dan selalu mencintai Al-Qur’an,” pungkasnya.

** Andres

Event Bogor Challenge 11 K Sangat Luar Biasa, Begini Penjelasan Hendro Yap

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Perhelatan lomba lari Bogor Challenge 11 K 2022 berlangsung sukses luar biasa dan mendapat respon positif dari semua pelatri lokal dan nasional.

“Bogor Challenge 11 K 2022 merupakan salah satu program Dispora Kabupaten Bogor dalam mendukung tagline Sport Tourism Pemkab Bogor,” ujar Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP, Minggu, 11 September 2022

Asnan AP menilai, Bogor Challenge 11 K 2022 juga sebagai daya ungkit ekonomi daerah.

Suksesnya ajang Bogor Challenge 11 K 2022 diapresiasi atlet nasional jalan cepat Andri Yap, dia juga tak melihat adanya protes dari peserta lomba lari ataupun kecelakaan.

“Sudah bagus sekali penyelenggaraan ajang Bogor Challenge 11 K 2022 setelah lama Kabupaten Bogor tak menyelenggarakan ajang serupa, terkait sedikit pembenahan, saya sudah utarakan ke panitia pelaksana,” papar Andre Yap.

Dia menegaskan walaupun ajang ini dilaksanakan di tingkat kabupaten, namun melihat besarnya hadiah dan animo peserta, maka layak dikategorikan sekelas provinsi.

“Total hadiahnya besar sekali dan tidak sebesar daerah lain hingga menarik minat peserta Bogor Challeng 11 K 2022, ini ajang yang sekelas provinsi,” tegasnya.

** Asep Syahmid

Banyak Menuai Pujian Para Pelari, Bogor Challenge Akan Jadi Agenda Rutin Tahunan

0


Bogor | Jurnal Bogor

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor siap menjadikan lomba lari Bogor Challenge 11K sebagai agenda rutin tahunan. Hal tersebut senada dengan keinginan Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan lantaran melihat tingginya animo masyarakat.

Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan mengatakan, ke depan pihaknya siap menggelar acara serupa dengan lebih meriah. Ia juga bersyukur acara ini mendapat support dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.

“Seperti yang disampaikan Pak Plt tadi, tahun depan juga kita buat acara-acara yang sama. Beliau sudah menyampaikan, kita siap jika ini jadi agenda rutin,” ujar Asnan, Minggu (11/9).

Menurutnya, animo masyarakat juga sangat tinggi di event kali ini. Terbukti dari peserta yang melebihi target.

“Animo masyarakat juga tadi sangat tinggi, ke depan kita targetkan peserta lebih banyak lagi dan acaranya lebih meriah,” ungkapnya.

Asnan menjelaskan, acara ini merupakan rangkaian Hari Olahraga Nasional (Haornas) sekaligus mendukung program Bogor Sehat.

Sebelumnya, lomba lari bertajuk Bogor Challenge 11K sukses digelar, Minggu (11/9). Ribuan peserta dari berbagai daerah tumpah ruah.

Plt Bupati Bogor Iwan Setiawan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bogor melepas langsung para peserta di garis start di area Stadion Pakansari.

Selanjutnya, para pelari menempuh jarak 11 kilometer menuju Tugu Pancakarsa dan memutar dengan titik finish kembali di Stadion Pakansari.

Iwan mengaku salut dengan event perdana pasca-pandemi yang sukses menarik animo masyarakat tersebut.

“Jadi kemarin laporan dari Pak Kadispora, Pak Sekdispora, kegiatan Bogor Challenge 11K itu animonya luar biasa. Ini kalau kita tidak batasi akan lebih ramai lagi. Lebih dari 6 ribu peserta,” ujar Iwan.

Politisi Partai Gerindra ini juga mendukung Bogor Challenge menjadi agenda rutin tahunan. Yang jelas, kegiatan semacam ini harus lebih maksimal ke depannya dengan persiapan yang lebih sempurna.

Tahun depan harus bisa tembus di atas 6 ribu peserta, supaya semua peserta. Kalau animo masyarakat sangat mendukung, kita sebagai pemerintah harus memperhatikan. Pasti akan kita adakan jika animonya memang tinggi,” ungkapnya.

Bahkan, Iwan menilai perlu mengundang pelari nasional hingga internasional jika acara serupa digelar kembali. Para artis juga bisa dihadirkan untuk semakin memeriahkan dan menghibur masyarakat.

“Ke depan harus ada peningkatan lagi, entah itu dari hadiahnya, peserta, hingga sarana prasara. Atlet profesional juga bisa kita undang, pelari top dari nasional maupun mancanegara. Artis juga bisa memeriahkan,” tandasnya.

** Asep Syahmid

Penting! Pelaku UMKM Daftar E-Catalogue

0

Menindaklanjuti Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022, Pemerintah Kota Bogor segera bergerak mengimplementasikan percepatan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), UMKM, dan Koperasi. Untuk itu Wali Kota Bogor telah mengeluarkan instruksi Nomor 027/4311-PBJ. Instruksi ini pada dasarnya mencerminkan komitmen untuk belanja produk dalam negeri, UMKM, dan koperasi pada pengadaan barang dan jasa di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Saat ini sebesar 85,22 persen belanja pengadaan barang dan jasa Pemerintah Kota Bogor diarahkan untuk belanja produk dalam negeri. Sebesar 80,94 persen diantaranya adalah untuk belanja produk hasil koperasi dan usaha mikro kecil. Hal tersebut  dilakukan sebagai upaya menggerakan kembali pertumbuhan serta pemberdayaan para pelaku usaha lokal di Kota Bogor sesuai diterjang pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Bagian Pengadaan Barang Jasa (PBJ) pada Sekretariat Daerah Kota Bogor, Agnes Andriani Kartika Sari, komitmen Pemerintah Kota Bogor itu telah dituangkan di dalam Rencana Umum Pengadaan Barang dan Jasa yang ditayangkan oleh seluruh OPD dalam Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Barang dan Jasa (SIRUP) tahun 2022.

Untuk itu Pemerintah Kota Bogor  juga sedang mengidentifikasi kebutuhan barang dan jasa yang akan dipenuhi oleh produk dalam negeri dan UMKM dalam rencana kerja tahun 2023. “Kami juga minta OPD untuk mengidentifikasi produk yang posisinya belum produk dalam negeri untuk dicari subtitusinya,” imbuh Agnes. Untuk P3DN pemkot Bogor juga merencanakan mengalokasikan dan merealisasikan 40 persen nilai anggaran belanjanya untuk belanja produk-produk lokal.

Agar rencana tersebut bisa terealisasi maka diperlukan informasi lengkap tentang produk-produk lokal. Dalam kaitan itulah Pemerintah Kota Bogor mendorong para pelaku UMKM untuk menayangan produk mereka pada e-katalog lokal Kota Bogor. Dengan demikian informasi produk lokal mudah ditemukan dan dibeli oleh OPD secara elektronik. Setiap produk yang ditayangkan ini akan tertampil pada etalase dalam website e-katalog Kota Bogor.

Lewat e-katalog, para pelaku UMKM dapat menikmati berbagai manfaat. Diantaranya, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya pemasaran dan tidak memiliki batas waktu untuk memasarkan produknya.Tentunya lewat pemasaran tersebut para pelaku UMKM juga akan semakin banyak mendapatkan peluan pesanan yang berasal dari berbagai OPD sehingga pendapatannya akan semakin tinggi.

Mengingat adanya manfaat tersebut, Agnes mengajak masyarakat khususnya pelaku UMKM untuk mendaftarkan produknya pada e-Katalog. Masyarakat tidak perlu ragu untuk mendaftarkan produknya, sebab prosedur pendaftarannya amat mudah.”Dulu kalau mau masuk e-katalog, memang  ada 9 tahapan yang harus ditempuh oleh penyedia bahkan harus disetujui oleh LKPP. Sekarang sudah sangat dipermudah tinggal dua tahapan saja yaitu pertama kami mengumumkan bahwa ada etalase, dan kedua penyedia mendaftar. Itu saja langsung bisa tayang,” jelas Agnes.

Untuk mendaftarkan dirinya pelaku UMKM cukup membuat akun lewat website Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE). Persyaratan yang dibutuhkan untuk membuat akun hanya KTP, NPWP, serta akta perusahaan. Bagi pendaftar yang kesulitan, dipersilakan datang ke  Bagian Pengadaan Barang Jasa, Setda Kota Bogor untuk mengikuti bimbingan teknis yang diselenggarakan sebanyak 2 kali dalam sepekan.

“Kami juga membuka layanan di Mall Pelayanan Publik. Bagi yang ingin konsultasi, ingin membuat akun SPSE bisa datang ke MPP pada Senin-Jumat jam 10.00-14.00 WIB,” tambahnya. Sampai  8 September 2022, sebanyak 467 produk telah terdaftar dalam e-Katalog Kota Bogor. Jumlah tersebut terdiri dari 41 pelaku usaha atau penyedia jasa. Nilai transaksi yang telah dicapai dalam e-katalog ini bahkan mencapai Rp5,1 milyar.

Sebanyak 14 etalase disediakan Pemerintah Kota Bogor dalam e-Katalog di antaranya alat tulis kantor, aspal, bahan material, bahan pokok, beton ready mix, hewan ternak, jasa keamanan, jasa kebersihan, makan dan minuman, pakaian dinas dan kain tradisional. Selain itu terdapat pula etalase seragam sekolah, servis kendaraan, souvenir, dan juga beton precast.

“Kami berharap bisa mengalihkan semua pengadaan barang dan jasa dari manual ke elektronik, targetnya paling lambat tahun 2023. Oleh sebab itu kami mengajak seluruh peserta pelaku usaha di Kota Bogor untuk mendaftarkan produknya di e-Katalog,” tegasnya. Tentunya ini merupakan upaya yang tidak saja penting bagi Pemerintah Kota Bogor, melainkan pada saat yang sama juga menjadi peluang berharga untuk seluruh pelaku UMKM Kota Bogor. Ayo manfaatkan segera! (Advertorial)

IOH Luncurkan Indosat HiFi Beri Pengalaman Internet Fiber yang Nyata Andalnya

0


Jakarta | Jurnal Bogor
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) meluncurkan layanan koneksi internet kabel optik (fiber to the home/FTTH) Indosat HiFi. Peluncuran ini akan melengkapi portofolio layanan internet IOH dalam memenuhi gaya hidup digital pelanggan. Peluncuran Indosat HiFi turut dihadiri oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate, Ketua Umum APJII, Muhammad Arif, dan Ketua Umum APJATEL, Jerry Mangasas Swandy. 
 
Layanan  Indosat HiFi yang #NyataAndalnya hadir untuk memenuhi kebutuhan internet yang semakin meningkat, khususnya aktivitas digital di rumah. Asosiasi Penyelenggara Jaringan Internet Indonesia (APJII) mencatat kegiatan sekolah, bekerja, beribadah, dan berbelanja dari rumah telah meningkatkan lalu lintas internet 15-20% selama pandemi.

Kementerian Komunikasi dan Informatika mencatat e-commerce tumbuh 33,2% di 2020, dan menurut Bank Indonesia transaksi digital naik 19,1% pada 2021. Terbaru, APJII mengungkap pengguna internet Indonesia bertambah dari 175 juta ke 220 juta pengguna di 2022. 
 
Peningkatan pengguna internet tersebut mendorong IOH untuk semakin memperluas layanannya sebagai kelanjutan dari penggabungan usaha IOH. Kini IOH memiliki skala dan kekuatan yang lebih besar. Sehingga, IOH dapat menghadirkan pengalaman digital kelas dunia, menghubungkan, dan memberdayakan masyarakat Indonesia.
 
“Indosat HiFi hadir untuk memenuhi pertumbuhan permintaan koneksi internet yang andal dan terpercaya bagi pengguna di rumah maupun di perkantoran. Dengan layanan baru ini, kami berharap pelanggan dapat menikmati pengalaman yang mengesankan, sejalan dengan komitmen kami dalam memberikan layanan kelas dunia bagi masyarakat Indonesia untuk memenuhi kebutuhan digital mereka,” ujar President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha.
 
Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Johnny G. Plate, mengatakan Ekonomi digital Indonesia memiliki potensi yang besar, $70M pada tahun 2021, $146M pada 2025, sampai $315,5M pada 2030, yang setara dengan 42% dari digital ekonomi ASEAN.
 
“Salah satu tugas kami adalah menyiapkan Indonesia menghadapi dan mendapatkan manfaat dari potensi yang begitu besar tersebut. Rekonsolidasi industri telekomunikasi membuka ruang merger dan akuisisi untuk membentuk kekuatan-kekuatan baru, salah satunya adalah Indosat Ooredoo Hutchison yang memiliki kekuatan di berbagai aspek, pasar, pelanggan, finansial, dan manajemen,” kata Johnny.
 
“Hari ini saya memberikan apresiasi kepada Indosat Ooredoo Hutchison yang menyiapkan dan menjawab kebutuhan koneksi internet yang makin meningkat, menyambut baik peluncuran Indosat HiFi sebagai layanan internet rumah berbasis teknologi fiber-to-the-home yang bekecepatan tinggi baik di rumah maupun di perkantoran melalui koneksi fiber optik. Mari kita manfaatkan hal ini dan memastikan setiap orang mendapatkan manfaat dari ekonomi digital,” sambungannya.
 
Indosat HiFi menghadirkan koneksi internet bebas hambatan dengan kecepatan hingga 100 Mbps, didukung akses stabil yang bebas dari gangguan cuaca. Harga berlangganan yang ditawarkan layanan kabel optik ini sangat kompetitif mulai dari Rp245.000 per bulan. Keunggulan lain yang ditawarkan Indosat HiFi adalah kebebasan FUP (fair usage policy) sehingga, pengguna bisa tetap menonton atau mengunduh video dan game tanpa khawatir kehabisan kuota atau kecepatan internet yang menurun. Pengguna juga bisa mendapatkan informasi produk dan menghubungi layanan pelanggan Indosat HiFi lewat situs, aplikasi, atau datang langsung ke gerai IOH. 
 
Saat ini, layanan Indosat HiFi telah tersedia di area Jabodetabek, Yogyakarta dan Surabaya yang akan terus berkembang. Untuk berlangganan, calon pengguna dapat menghubungi layanan pelanggan melalui email kecontact@hifi.ioh.co.id, call center 30003000 (tekan 3), atau menghubungi tim penjualan Indosat HiFi di gerai IOH terdekat.
 
Handy Mehonk | **
 

Polres Bogor dan Mahasiswa Bagikan Bansos ke Sopir Angkot dan Ojek yang Terdampak Penyesuaian Harga BBM

0

Cibinong l Jurnal Bogor

Polres Bogor bersama mahasiswa membagikan 50 paket sembako pada hari ini Jumat, 9 September 2022 sebagai bantuan sosial kepada sopir angkutan umum kota (angkot) dan ojek untuk membantu mereka akibat terdampak penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM).

“Sasarannya adalah masyarakat yang terdampak langsung, seperti sopir angkot dan sopir ojek,” kata Kapolres Bogor AKBP Iman Imanudin usai membagikan sembako kepada sopir di sekitar terminal Leuwiliang, Jumat (9/9/2022).

AKBP Iman Imanudin ikut mendatangi sopir angkot yang sedang berhenti di Terminal Leuwiliang untuk memberikan satu kantong sembako bantuan tersebut.

Sementara Presiden Mahasiswa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Muhammadiyah Bogor, Panca Aditya Nugraha, mengatakan dengan kepedulian nyata mahasiswa dan Polri terhadap masyarakat pada kegiatan bakti sosial ini, mahasiswa tetap ingin berkontribusi terhadap masyarakat. Kemudian ketika mahasiswa masih dibutuhkan untuk hadir di tengah-tengah masyarakat dibutuhkan sebagai kontrol sosial, maka sudah seharusnya mahasiswa hadir di tengah-tengah masyarakat. 
 
“Dan kita selalu membuka ruang untuk berseinergi dengan Polri. Ketika kegiatan gerakan sosial ini perlu kita hadirkan juga,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan, Andi mengaku sangat terbantu dengan paket sembako yang diberikan oleh Polres Bogor dan mahasiswa. Sebab kenaikan harga BBM sangat terdampak baginya yang merupakan sopir angkot jurusan Jasinga-Bubulak ini.

“Alhamdulillahh terbantu dengan adanya bantuan ini, sangat terbantu,” ujarnya.

** Arip Ekon

Kuota Peserta Terpenuhi, Dispora Siap Gelar Bogor Challenge 11K 2022

0

Cibinong | Jurnal Inspirasi

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor jelang 3 hari pelaksanaan Bogor Challenge 11K 2022 dalam memeriahkan Hari Olahraga Nasional (Haornas) tingkat Kabupaten Bogor memastikan sudah siap digelar. Sesuai kuota, ada 2000 peserta dari Bogor dan luar daerah yang sudah siap turun pada Minggu (11/9/2022).

“Pendaftaran sudah ditutup karena sudah memenuhi kuota dan sudah ada 2000 peserta,” ujar Kadispora Asnan AP saat memberikan keterangan pers di Asimetri Pakansari, Kamis (8/9/2022).

Momen Bogor Challenge 11K 2022 yang start dari Stadion Pakansari ke Tugu Pancakarsa akan menyedot pelari tanah air karena sejumlah pelari nasional akan turun memperrebutkan total hadiah Rp376. “Sekitar 25 juta untuk juara pertama akan didapat,” jelas Asnan.

Dia juga memastikan Bogor Challenge 11K 2022 siap digelar setelah aparat keamanan yang terdiri dari Polres Bogor, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Dinas Perhubungan dan Satpol PP telah rampung memetakan rekayasa lalulintas dan pelari akan menggunakan lajur cepat agar tidak terganggu kerumunan orang.

Diakuinya  event Bogor Challenge 11K 2022 seiring dengan tagline Kabupaten Bogor dengan sport and tourism untuk menarik minat wisatawan datang karena banyak tempat menarik di Kabupaten Bogor.

Asnan AP mengatakan, event Bogor Challenge 11K 2022 ini gratis. Peserta tidak dipungut biaya pendaftaran sedikit pun.

“Gratis, tidak ada biaya pendaftaran. Untuk peserta dari luar Kabupaten Bogor, harus bisa menunjukkan bukti menginap di hotel-hotel yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, sebagai salah satu persyaratannya,” terang mantan Kasatpol PP Kabupaten Bogor tersebut.

Menurut Asnan AP dengan peserta menginap di hotel-hotel yang ada di wilayah Kabupaten Bogor, hal itu akan memberikan dampak yang positif bagi penguatan perekonomian masyarakat Kabupaten Bogor.

“Kami juga menyediakan stand-stand untuk UMKM binaan dinas. Kita memang berkolaborasi dengan dinas lainnya untuk menyukseskan Bogor Challenge 11K 2022 ini,” jelasnya.

Bogor Challenge 11K 2022 juga akan dimeriahkan Repvblik, Aura Kasih, Sahila Hisyam, Olivia Jensen, Dimas Seto, Sandrina Mayaza, Odekta Naibaho, Agus Prayogo, Hendro Yap, Halomoan Edwin, Tyas Murtiningsih, Sony Wakwaw, Bang Daud, Kata Baba, Adam Elvann, Renaga Tahir, Dany Beller, Elizabet Lorenza, Debby Meylia, Chaidir Akbar, dan Sally Tanudjaja.

**ass

Class Action Ditolak, Tim Penyelamat Fasos Fasum Akan Laporkan Hakim 

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Gugatan class action soal fasos fasum Perumahan Griya Alam Sentosa (GAS) yang berada di Desa Pasir Angin, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, ditolak Majelis Hakim Pengadilan Negeri Cibinong, Selasa (06/09/22). Penolakan tersebut membuat kisruh warga GAS yang ikut menghadiri jalannya sidang tersebut sehingga harus diamankan aparat penegak hukum.

Tim Penyelamat Fasos fasum Perumahan GAS Yudi Deki Purwadi mengatakan, terkait dengan legal standing gugatan class action dengan nomor perkara 207 yang dibacakan oleh Hakim Ketua Zulkarnain SH, Kristina SH.MH dan Wahyu Widuri SH sebagai hakim anggota, pada pokoknya menolak tidak menerima legal standing gugatan class action, sehingga mengakibatkan sidang fasos fasum tidak dapat dilanjutkan 

“Perlu dicermati bahwa dari awal persidangan kami sudah sangat menduga sebagai tim kuasa hukum, bahwa hakim yang mengadili perkara gugatan class action kami itu tidak memiliki kompetensi atau tidak memiliki kemampuan dalam menangani perkara dan itu terbukti dalam putusan yang sudah kami dapat dan sudah kami baca itu banyak sekali kejanggalan-kejanggalan yang dipaksakan dengan SEMA Nomor 1 Tahun 2002,” ungkapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (07/09/22).

Menurutnya, alasan ditolaknya gugatan class action salah satunya adalah mereka para hakim menganggap tidak adanya kesamaan peristiwa hukum yang diajukan oleh para penggugat dan juga tuntutan yang berbeda-beda.

“Pernyataan tersebut menurut kami sangat-sangat ngawur, pendapat hakim yang menurut kami, mereka mengambil keputusan tanpa memiliki keilmuan yang mereka miliki sebagai hakim. Hal tersebut sudah kami perhatikan dalam praktik persidangan sejak 2 Agustus 2022,  putusan ditunda untuk dibacakan pada 30 Agustus, dengan penundaan selama 3 minggu itu sudah menjadi salah satu kecurigaan yang kami miliki. Kemudian putusan yang seharusnya dibacakan pada 30 Agustus ditunda lagi menjadi 6 September dengan alasan hakim anggota sakit,” kesal Yudi.

Dari sekian banyak kejadian itu, kata dia, membuat titik terang terkait kecurigaan adanya sesuatu, faktanya di tanggal 6 September akhirnya gugatan class action diputuskan ditolak.

“Kecurigaan lain yang kami rasakan ialah pada sidang kemarin ada pergantian panitera yang diganti hari itu, kejanggalan-kejanggalan yang terjadi di dalam faktor persidangan membuat kita aneh dimana majelis hakim di dalam ingin membacakan putusan saat masuk ke dalam ruang persidangan harus ngintip-ngintip dari pintu dan bolak-balik grogi tidak karuan, seperti ada hal yang membuat mereka tidak nyaman,” kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan sudah sangat yakin bahwa majelis hakim mengambil keputusan tidak berdasarkan keilmuan yang dia ketahui atau memang tidak memiliki pengetahuan terkait dengan gugatan cara mengajukan dengan cara class action yang diatur oleh SEMA Nomor 1 Tahun 2002 dan pertimbangannya pun banyak.

“Kami selaku tim advokasi menolak keras terkait putusan majelis hakim yang sangat tidak memiliki dasar dan mengada-ngada, maka dari itu kami akan mengambil upaya hukum lanjutan untuk mengajukan kasasi dan melaporkan para hakim-hakim yang telah menangani perkara kami ke Badan Pengawas Mahkamah Agung serta ke Komisi Yudisial,” ancamnya.

Mengapa demikian, kata dia, karena harapan masyarakat yang mencari keadilan jangan sampai dirugikan kembali oleh oknum-oknum dan sikap-sikap hakim yang tidak bertanggung jawab dan profesional dalam menjalani profesinya.

“Jadi kami tidak akan berhenti sampai disini, tidak menutup kemungkinan kami pun akan bersurat ke Presiden Republik Indonesia, apapun itu akan kami tempuh selama kami dapat membuktikan bahwa sesungguhnya kebenaran itu masih ada dan dapat dicari selama oknum-oknum yang ada itu dapat diberantas dan dimusnahkan dari muka bumi ini terima kasih,” tandasnya optimis.

** Nay Nur’ain

Dibangun 2004, SDN Pabangbon Kini Lapuk Termakan Usia

0

Kerusakan SDN di Nanggung Bertambah, LSM Genpar: Kami Mendesak Disdik Turun ke Lokasi

Nanggung l Jurnal Bogor

Terus bertambahnya kerusakan gedung SDN di wilayah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor mendapat sorotan. Kini dua gedung sekolah yakni SDN Pabangbon dan SDN Malasari 04 di  Desa Malasari, Kecamatan Nanggung kondisinya sudah rusak.

Sambas Alamsyah

Kepala SDN Pabangbon Subadri meyebut dimana sekolahnya awal dibangun pada tahun 2004 silam. Dari 7 lokal, 4 lokal sudah semestinya direnovasi karena usia SDN Pabangbon seperti bangunan tua dan sudah belasan tahun.

“SDN Pabangbon, terutama pada bagian atas hapir seluruhnya telah lapuk karena usia sekolah itu sudah 18 tahun,” kata Subadri kepada Jurnal Bogor, Rabu (6/9).

Selain ruangan belajar yang mengalami kerusakan, kantor juga tidak ada dan ruang perpustakaan serta toilet siswa dan guru terlihat  kumuh dan berlumut. Bahkan termasuk mebeler seperti kursi dan meja sudah reyot.

Kondisi serupa dengan SDN Malasari 04, sebanyak 6 lokal di sekolah tersebut rusak. Menurut Kepala Sekolah SDN Malasari 04 Yedih, 3 lokal di sekolahnya kondisi kerusakannya sudah cukup parah.

“Tiga lokal di SDN Malasari 04 mengalami kerusakan, terutama satu lokal  dibagian bawah, itu terlihat rangka atap lantaran material  plafonnya sebagian rusak,” ujar Yedih.

Kondisi kian banyaknya sekolah yang rusak di Nanggung, disayangkan Ketua Umum LSM Gerakan Nasional Padjadjaran (Genpar) Sambas Alamsyah.  Sambas meminta Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor untuk merespons dan turun ke lokasi sekolah yang rusak tersebut.

Menurut Sambas, memang berita mengenai kerusakan gedung SDN di wilayah Kecamatan Nanggung  terus berseliweran. “Kami minta Dinas Pendidikan jangan hanya menerima informasi dari bawah saja, Disdik harus cek secara rill, turun ke lokasi langsung,” pinta dia.

Banyaknya sekolah yang sudah tak layak jelasnya, mungkin bukan hanya di Kecamatan Nanggung saja.

Banyaknya bangunan sekolah telah rusak namun tak kunjung dibangun. “Ingat masalah ini akan terus kami suarakan,” janjinya.

Bila perlu masalah ini, kata dia akan dibawa ke Pemkab Bogor. Pasalnya, menurut pengamatan Genpar,

belakangan Disdik malah sibuk dengan pengadaan seragam baju batik bermotif talas yang dinilai memberatkan guru karena batik tersebut dibanderol Rp 240.000 namun kualitas seragam batik tidak bagus.

“Kualitas batik  yang dikenakan sejumlah guru tersebut dikisaran di angka 70 ribu, maksimalnya sekitar 100 ribu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kondisi bangunan SDN  banyak yang rusak  berat di Kecamatan Nanggung seperti SDN Parakanmucang 01 Desa Parakannuncang, SDN Parigi Desa Cisarua, SDN Ciketug Desa Pangkaljaya, toilet siswa dan guru di SDN Pasireurih Desa Hambaro.

** Arip Ekon