27.7 C
Bogor
Sunday, August 9, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 819

Pemkot Dinilai tak Serius, Pelaksanaan Perda Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Dipertanyakan

0

JURNAL INSPIRASI – Keseriusan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam mitigasi bencana dipertanyakan. Anggota DPRD Kota Bogor Fraksi PPP, Akhmad Saeful Bakhri menyebut bahwa seharusnya pemkot sudah melakukan pemetaan potensi bencana beserta titik rawannya.

“Saat ini cuaca begitu ekstrem, harusnya sudah dipetakan dong. Mestinya ada early warning score (EWS). Kalau tidak ada berarti pemkot lemah dalam manajemen kebencanaan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (17/10).

Menurut dia, dalam Perda 1 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana. Pada pasal 5 ayat (1) disebutkan bahwa Pemerintah Daerah bertanggung jawab dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana. Kemudian di ayat (2) Dalam melaksanakan tanggung jawab penanggulangan bencana, pemerintahan daerah, melimpahkan tugas pokok dan fungsi kepada BPBD.

“Sedangkan pada ayat (3) BPBD dalam melaksanakan tugas dan fungsinya dapat melibatkan unsur-unsur antara lain masyarakat, lembaga kemasyarakatan, lembaga usaha, dan lembaga internasional,” ucapnya.

Sementara di pasal 6 disebutkan pada huruf b pemerintah daerah memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman dan dampak bencana. Di huruf c tertera pemerintah melakukan pengurangan risiko bencana dan pemaduan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan.

“Di huruf e juga jelas bahwa harus melakukan penguatan kapasitas terhadap ForumPengurangan Risiko Bencana Daerah (FPRB),” jelasnya.

Sedangkan di pasal 7 huruf a penyusunan perencanaan pembangunan jangka menengah daerah dan pembangunan jangka panjang daerah yang memasukkan unsur-unsur kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana.

“Selain itu penetapan kebijakan penyelenggaraan penanggulangan bencana pada wilayahnya selaras dengan kebijakan pembangunan jangka menengah daerah dan pembangunan jangka panjang daerah;. Kemudian soal pengaturan penggunaan teknologi yang berpotensi sebagai sumber ancaman atau bahaya bencana pada wilayahnya serta menyusun perencanaan, pedoman dan prosedur yang berkaitan dengan penyelenggaraan penanggulangan bencana,” tuturnya.

Selain itu, pada pasal 8 ayat (2) disebutkan Pelaksanaan penyelenggaraan penanggulangan bencana dilakukan secara berjenjang mulai dari kota, kecamatan, dan kelurahan.

“Sekarang yang jadi pertanyaan, apakah pemkot sudah memasang pagar pengaman di gorong-gorong Jalan Dadali, sebelum kejadian yang menimpa mahasiswi IPB? Kemudian bagaimana dengan peristiwa Gang Barjo,” urainya.

“Apakah Perda itu sudah dijalankan dengan baik dan benar? Seharusnya disiapkan peta lokasi rawan bencana oleh BPBD, lalu dilakukan penbangunan di lokasi rawan bencana sebagai antisipasi dan pencegahan. Kalau hal itu dilakukan, Pemkot Bogor berarti sudah meminimalisir akan adanya bencana di lokasi tersebut,” tambahnya.

Kata dia, Pemkot Bogor seharusnya sudah menyiapkan deliniasi longsor dan banjir pada saat pra bencana. Tetapi faktanya, tidak ada kegiatan pra bencana dari BPBD. “Yang ada, ketika terjadi bencana, Pemkot sibuk melakukan kegiatan pra bencana. Ini sudah salah kaprah dan tidak menjalankan amanat perda, sehingga masyarakat jadi korban,” paparnya.

Pria yang akrab disapa Gus M ini juga menyinggung mengenai anggaran BTT. “Kita tahu BTT itu mesti ada SK wali kota, dan mesti 1×24 jam anggaran dicairkan untuk kepentongan darurat. Harusnya, kita lihat kebutuhan kedaruratannya. Bukan Kebutuhan, yang bisa dilihat dari laporan yg diciptakan oleh BPBD di lapangan dengan sistem prioritas,” ucapnya.

Ia juga menilai bahwa pemkot tak mempunyai strategi penanganan kedaruratannya dengan sistem ICS (incident commander system).

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor telah menetapkan status tanggap darurat bencana hingga Desember mendatang.

Saya instruksikan seluruh aparat untuk siaga dan meminta kepada warga betul- betul waspada.
Kita semua siaga menghadapi kemungkinan kemungkinan terburuk dan kami akan bergerak cepat juga tidak hanya solusi jangka pendek tetapi solusi permanen,” ujar Wali Kota Bogor, Bima Arya.

Wali Kota Bima Arya meminta jajarannya untuk siaga di Kota Bogor alias tidak ke luar kota jika dirasa tidak ada yang mendesak.

“Saya tidak melarang ke luar kota, tapi tolong diprioritaskan yang betul-betul penting saja. Kalau terkait koordinasi kebijakan silahkan, tidak apa-apa, tapi kalau tidak urgent, ya standby di Kota Bogor seminggu ke depan,” ujar Bima Arya, Minggu (16/10).

Status ini, kata dia, yang membuat Kota Bogor juga bisa bergerak dengan cepat dalam proses pengalokasian bantuan, pembangunan fisik, anggaran, mitigasi bencana dan lainnya karena ada payung hukumnya.

“DPRD ada Rp 25 miliar di anggaran perubahan. Angka ini harusnya leluasa untuk tanggap darurat bencana sampai tahun anggaran selesai tapi untuk relokasi tidak cukup,” katanya.

Bima menuturkan, situasi ini harus disikapi tidak hanya jangka pendek, tapi juga jangka panjang. Jangka pendek akan dilakukan normalisasi pembersihan di sungai, sementara jangka menengah memastikan logistik di posko terpenuhi dan updating data.

Untuk jangka panjang memetakan titik-titik rumah yang akan direlokasi.

“Dalam satu minggu saya sudah memberikan deadline untuk lakukan pemetaan berapa rumah yang wajib direlokasi, karena lokasinya berbahaya atau melanggar aturan di seluruh Kota Bogor. Jadi tahu penganggarannya berapa dan tahapannya,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa posko bencana dipusatkan di Kantor Dinsos, Dinas Kominfo melakukan update data bencana secara realtime, percepat proses penanganan dan pemulihan fisik titik bencana dengan dana BTT (biaya tak terduga)

Bima juga menginstruksikan seluruh Camat dan Lurah beserta aparatur wilayah untuk melakukan kegiatan pemeriksaan dan normalisasi saluran air secara terjadwal;

Dinas teknis berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota agar antisipasi titik rawan kecelakaan melalui pemasangan pagar atau rambu-rambu peringatan.

Seluruh Camat dan Lurah juga diminta melakukan pendataan seluruh rumah tinggal yang berlokasi di daerah rawan bencana dalam tenggat waktu maksimal satu minggu.

BKAD Kota Bogor agar menyampaikan data opsi lahan untuk warga yang mau direlokasi tempat tinggalnya secara permanen.** Fredy Kristianto

Desa Sirnagalih Lantik Panitia PAW Pilkades

0

 

Jonggol | Jurnal Bogor

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor mengukuhkan dan melantik Panitia Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (PAW), Senin (17/10 ).

Bertempat di aula Desa Sirnagalih, pelantikan dan pengambilan sumpah panitia pemilihan PAW dilakukan oleh Ketua BPD Desa Sirnagalih Solehudin yang didampingi Kasi Pemerintahan Kecamatan Jonggol Dedi Hidayat, Babinsa Serda Ponimin, serta disaksikan Pjs Kepala Desa Sirnagalih Dadang, perangkat desa dan elemen masyarakat.

Pjs Kepala Desa Sirnagalih Dadang dalam sambutannya berpesan agar Panitia PAW menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya, melaksanakan setiap tahapan demi tahapan yang ada dengan komunikatif, informatif dan bersikap netral.

” Saya minta agar Panitia PAW bisa netral dan menjalankan kewajiban sesuai dengan tugasnya masing-masing, jangan menyimpang dari aturan apalagi berbenturan,” pesannya.

Ditempat yang sama disampaikan Dedi Hidayat. Dia meminta  panitia untuk tidak memihak kepada calon peserta dan menjalankan tahapan-tahapan Pilkades sesuai dengan mekanisme yang ada agar tercipta suasana kondusif dalam Pilkades nanti.  

” Panitia pemilihan PAW harus bisa melaksakan tugasnya dengan baik, kompak,  netral  dan saling berkordinasi dengan baik. Dengan Pjs Kades dan pihak Pemerintahan Kecamatan Jonggol, juga dengan calon dan masyarakat yang punya hak suara,” pungkasnya.

** Ramses/Nay 

Duh, Cileungsi Punya Pasar Tandingan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Pembangunan pasar swasta yang dibangun bersebelahan dengan Pasar Cileungsi milik PD Pasar Tohaga membuat resah berbagai pihak. Pasalnya, selain melanggar aturan, keberadaan pasar tersebut dianggap akan menggangu aktivitas Pasar Cileungsi yang saat ini kondisinya pun semakin sepi.

“ Kami sangat kurang setuju dengan adanya pembangunan pasar tersebut,  walaupun alasannya untuk menampung PKL yang masih berjualan di luar. Karena di Pasar Cileungsi juga masih bisa menampung para pedagang yang masih berjualan di luar,” papar Kepala Pasar Cileungsi, Aldi Nung kepada Jurnal Bogor, Senin (17/10).

Menurutnya, para pedagang di Pasar Cileungsi belum terlampau bereaksi terkait pembangunan pasar tandingan yang lokasinya tepat di belakang Pasar Cileungsi. Karena sejauh ini memang belum ada sosialisasi atau pemberitahuan dari pihak pengelola kepada pedagang pasar di Cileungsi.

“yang kami tahu ya hanya untuk menampung pedagang atau PKL yang masih berjualan di pinggir jalan sekitar flyover Cileungsi,” ujarnya.

Aldi berharap, Pemerintah Kabupaten Bogor segera turun tangan untuk mengatasi hal ini sehingga ke depan tidak ada persoalan. Hal ini lantaran proses pembangunan pasar tersebut masih berlangsung belum pada tahap penyelesaian.

“Ya mumpung belum selesai juga kan bisa diganti peruntukannya. Kalau sudah jadi pasti nanti akan ada persoalan,” tukasnya.

Sementara itu, Ahmad salah satu pedagang yang berjualan di sekitar flyover Cileungsi mengaku sudah mengetahui rencana pemindahan PKL ke dalam lokasi pasar yang baru dibangun. Namun ia tidak mengetahui pasti kapan hal itu akan dilaksanakan, mengingat pasar masih dalam proses pembangunan.

“Kami juga tidak tahu nantinya bagaimana, biayanya berapa dan hal lain-lainnya. Jadi kalau kita nunggu saja,” pungkasnya.

** Taufik / Nay 

Satpol PP Layangkan Surat, Nasib PKL di Banjarsari Diujung Tanduk

0



Ciawi | Jurnal Bogor
Nasib puluhan para pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Banjarwaru hingga Banjarwangi, Ciawi, Kabupaten Bogor, diujung tanduk. Sebab, instansi penegak peraturan daerah (Perda) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, sudah melayangkan surat pemberitahuan penertiban terhadap semua pedagang yang berada di garis sempadan jalan (GSJ) dan garis sempadan sungai (GSS), baik yang berjualan di wilayah Desa Banjarwaru, Banjarwangi maupun Banjarsari.

Berdasarkan surat yang dikeluarkan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Nomor : 330-1/1342 – Tibum tanggal 11 Oktober 2022 tentang pemberitahuan pelaksanaan penertiban ditujukan kepada para pemilik bangunan atau PKL dan sejenisnya yang berada disekitar bantaran Kali Caringin serta di sempadan Jalan Veteran III Desa Banjarsari. Dimana dalam surat itu disebutkan bahwa dalam waktu 7X24 jam para pemilik bangunan, PKL dan sejenisnya harus membongkar sendiri bangunannya.

Apabila dalam waktu yang sudah ditentukan setelah para pemilik bangunan atau PKL dan sejenisnya menerima surat pemberitahuan tersebut, tetapi belum juga ada penertiban secara mandiri, maka Satpol PP Kabupaten Bogor akan melaksanakan penertiban langsung.

Bahkan, sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2015 Tentang Ketertiban Umum (Tibum), pelanggar peraturan daerah dapat dikenakan sanksi pidana kurungan minimal selama 3 bulan dan denda sebesar 50 juta.

Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Banjarsari, Samsul membenarkan adanya surat pemberitahuan pelaksanaan penertiban dari Satpol PP Kabupaten Bogor kepada para pedagang yang berjualan di sempadan Jalan Veteran III.

“Semua pedagang diberikan surat tersebut, termasuk ke desa juga ada pemberitahuan,” akunya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Samsul mengatakan, di wilayah Desa Banjarsari banyak pedagang yang menggunakan bahu jalan untuk mencari rezeki. Sehingga jumlahnya pun bisa mencapai puluhan.

“Kalau untuk jumlah yang pastinya, saya kurang tahu. Yang jelas banyak lah,” paparnya.

Selain pedagang di wilayah Desa Banjarsari, pedagang yang berada di sekitar SMAN 1 Ciawi pun mendapatkan surat pemberitahuan sama.

“Saya sih hanya bisa pasrah saja kalau memang harus ditertibkan. Karena saya sadar, tempat jualan saya ada di sempadan jalan,” ujar Rudi, salah seorang pedagang makanan disekitar Jalan Banjarwaru.

** Dede Suhendar  

Bogor Bersholawat di Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami Leuwiliang

0

 

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Mengusung tema “Bogor Bersholawat” Ketua Panglima Santri Nasional Muhaimin Iskandar (Cak Imin) resmi melantik 50 ustad pada kegiatan Safari Santri yang berlokasi di Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami, Desa Leuwimekar, Leuwiliang, Kabupaten Bogor, Minggu (16/10) malam.

Ketua Panitia, Suherman menjelaskan, bahwa kegiatan Bogor Bersholawat merupakan rangkaian memperingati Hari Santri yang bertujuan untuk memperingati peran besar kaum kiai dan santri dalam perjuangan melawan penjajahan bangsa asing.

“Total ada 50 ustad yang dilantik malam tadi langsung oleh panglima Santri Nasional sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar,” kata Suherman kepada wartawan disela kegiatannya.

Ia menjelaskan, tujuan ini tak lain untuk memberitahukan bahwa santri memiliki masa depan yang cerah, bukan hanya sebagai pemuka agama tapi ilmu dan teknologi berbagai lini itu menjadi penyemangat sendiri dari santri indonesia.

“Artinya itu diceritakan menjadikan sebagai kebanggaan Gus ketum bahwa yang namanya santri tidak dianggap sebelah mata saatnya santri memimpin negeri ini,” kata Suherman yang juga Wakil Ketua Daerah Perwakilan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Selain itu, dia menyampaikan kasih kepada keluarga besar Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami yang telah mengijinkan kegiatan Bogor Bersholawat tersebut sehingga acara dapat berjalan dengan sukses.

“Tak lupa kepada sahabat Tommy Kurniawan (Anggota DPR RI FPKB Dapil Kabupaten Bogor) yang mensupport kegiatan ini beserta seluruh pihak yang terlibat mensukseskan acara ini. Semoga dapat menjadi ladang amal ibadah, keberkahan, keselamatan dan kesejahteraan bagi kita semua,” katanya.

Senada dikatakan Panglima Santi Nasional, Muhaimin Iskandar menegaskan, Safari panglima santri ini sudah berlangsung selama dua hari dan akan berakhir di Jawa Timur sebagai puncak acara Hari Santri Nasional.

“Berbicara Kabupaten Bogor warganya luar biasa, pesantren banyak, penduduk banyak jadi ada tiga level, fasilitas memadai, ada yang biasa saja, dan tugas saya di pemerintah terutama DPR RI harus benar-benar diprioritaskan terkait pondok pesantren,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin.

** Andres

Habiskan Miliaran, Lanjutan Pembangunan Pasar Cijeruk Dinilai Mubazir

0



Cijeruk | Jurnal Bogor
Pembangunan Pasar Cijeruk, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor yang saat ini sedang tahap pengerjaan CV Jagat Bumi dengan anggaran sebesar 2,6 miliar lebih, menuai pertanyaan dari warga. Sebab, pembangunan pasar rakyat tersebut dinilai mubazir dan hanya menghamburkan anggaran.

Kinoy, warga Kecamatan Cijeruk mengatakan, saat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sedang menghamburkan uang dengan melanjutkan pembangunan Pasar Cijeruk. “Saya rasa pembangunan lanjutan pasar rakyat ini mubazir,” ungkapnya kepada wartawan.

Menurutnya, dibangunnya pasar rakyat yang nantinya pengelolaannya diserahkan kepada Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tohaga itu, tidak akan membawa dampak positif terhadap perekonomian para pedagang. Alasannya, karena daya beli masyarakat ke Pasar Cijeruk milik plat merah Pemkab Bogor itu, masih kalah saing dengan pasar bersih yang ada di wilayah Cibadak persisnya di depan Desa Cijeruk.
“Coba saja lihat dan bandingkan, pembeli lebih banyak ke pasar bersih dibandingkan ke Pasar Cijeruk. Jadi buat apa pemerintah membangun lagi pasar rakyat baru,” ujar Kinoy.

Harusnya, lanjut Kinoy, sebelum mengalokasikan anggaran untuk membangun pasar rakyat kembali di wilayah Cijeruk, Pemkab Bogor melakukan kajian lebih dalam lagi, terutama dari tingkat kunjungan pembeli ke pasar tersebut.

“Pembeli yang datang berbelanja ke Pasar Cijeruk sekarang ini, kebanyakan hanya untuk kebutuhan konsumtif atau sebatas keperluan dapur. Kalau pun ada pembeli yang berbelanja untuk berjualan lagi, paling hanya segelintir saja,” paparnya.

Meski begitu, Kinoy berharap Pemkab Bogor melalui Perumda Pasar Tohaga maupun Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), melakukan terobosan dengan menjadikan Pasar Cijeruk ramai dikunjungi pembeli.

“Biar pembangunan pasar yang baru dibangun dengan menghabiskan biaya miliaran itu tidak mubazir, tentunya pemerintah harus berinovasi. Saran saya jadikan Pasar Cijeruk seperti pasar induk, biar para pedagang baik yang ada di Pasar Cigombong, pasar bersih Cibadak, Pasar Caringin hingga Pasar Cikereteg, berbelanja untuk dagangannya ke Pasar Cijeruk,” jelasnya.

Selain itu, kata Kinoy, keberadaan Pasar Cijeruk yang berada di jalur lintasan dari arah Kota Bogor menuju Kabupaten Sukabumi, pastinya akan menjanjikan apabila lokasi pasar dijadikan kawasan food court atau sentra kuliner.

“Daripada sekarang, ramainya pengunjung ke pasar dari pagi sampai siang saja, setelah zuhur sudah sepi. Kalau ada sentra kuliner dengan beragam jenis makanan, saya yakin pasar akan ramai sampai malam,” tegasnya.

Terpisah perwakilan CV Jagat Bumi yang tidak mau disebutkan namanya mengungkapkan, untuk pembangunan lanjutan Pasar Cijeruk dengan anggaran 2,6 miliar lebih ini, hanya membangun 10 kios dan sisanya pembuatan los.

“Ada juga tambahan pembangunan yang baru, yakni untuk kantin. Pengerjaan proyek lanjutan pasar baru sekitar tiga minggu,” aku pria yang merupakan warga Kampung Curugdengdeng, Desa Caringin, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Namun, pria yang dipercaya sebagai mandor para pekerja proyek dibawah KPA dan PPK Disdagin Kabupaten Bogor itu menyatakan, pihaknya tidak tahu menahu setelah selesai dibangun pasar tersebut akan ditempatkan untuk para pedagang apa.

“Yang jelas saya disini hanya melaksanakan pembangunan saja mulai dari tanggal 20 September hingga 28 Desember 2022,” imbuhnya.
Sementara, hingga berita ini diturunkan dari pihak Disdagin belum memberikan keterangan apapun terkait pelaksanaan pembangunan lanjutan Pasar Cijeruk tersebut.

** Dede Suhendar  

Dua Warga Puraseda yang Sempat Terkena Dampak Bencana Dapat Bantuan dari Pemcam Leuwiliang

0

 

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang terkena dampak bencana, Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Leuwiliang, Kabupaten Bogor memberikan bantuan terhadap dua orang warganya berupa sembako dan uang tunai.

Kasie Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Leuwiliang, Hari Prihartono mengatakan, kali ini ada dua orang warga yang mendapatkan bantuan tersebut yang merupakan warga Desa Puraseda.

Bantuan uang tunai yang diberikan bersumber dari APBD Kabupaten Bogor, sedangkan bantuan berupa paket sembako dari Dinas Sosial dan Palang Merah Indonesia (PMI) serta paket sembako dari BAZNAS Kabupaten Bogor.

“Alhamdulilah berkat sinergitas yang baik antara Pemerintah Kecamatan Leuwiliang dan Pemdes Puraseda melalui Kang Sukriya selaku Kaur Kesra Desa Puraseda akhirnya kedua warga dapat menerima bansos yang bersumber dari APBD Kabupaten Bogor,” kata Hari Prihartono kepada wartawan, Senin (17/10/2022).

Selain bantuan yang saat ini sudah diterima, Hari Prihartono mengatakan, ke depan akan diupayakan bantuan berupa beras dari Dinas Ketahanan Pangan dan bantuan rehabilitasi rumah dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Bogor.

“Semoga tidak ada lagi bencana di Kabupaten Bogor dan di Kecamatan Leuwiliang pada khususnya. Kepada warga terdampak bencana agar tetap utamakan keselamatan diri, tidak perlu panik karena pemerintah akan selalu hadir saat warga membutuhkan bantuan,” katanya.

Sementara itu, Kaur Kesra Desa Puraseda Sukriya menyampaikan terimakasih atas tersalurkannya bantuan tersebut berkat kerjasama dan dorongan dari Pemerintah Desa (Pemdes) Puraseda bersama Kasie PKM Leuwiliang.

“Kami dari Pemdes Puraseda mengucapkan terimakasih banyak kepada pihak terkait yang telah membantu warga kami terkait dampak bencana yang terjadi di desa kami dan alhamdulillah hari ini sudah ada bantuan yang tersalurkan,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, diduga tak kuat menahan debit air, sebuah Tembok Penahan Tanah (TPT) rumah warga milik Mur Siti dan Asih di Kampung Cikoneng RT 01 RW 08, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor ambrol dan menimpa rumah yang berada di bawahnya. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian yang terjadi pada Senin, 19 September 2022 malam, pukul 19.30 WIB tersebut.

** Andres

Jalin Kebersamaan, PAUD Arrahma Gelar Family Gathering

0

Caringin | Jurnal Bogor

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Arrahma 1, Kampung Balandongan, Desa Ciherang Pondok, Caringin, Kabupaten Bogor, menggelar kegiatan family gathering ke Karang Sari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Minggu (16/10/2022).

Kepala PAUD Arrahma 1 Neng Virly Apriliyani menuturkan, selain mengisi waktu bersantai antara guru, orang tua serta para siswa – siswi, family gathering digelar untuk lebih memupuk rasa kebersamaan antara tenaga pendidik dengan para orang tua siswa.

“Selain merajut kebahagiaan, refresh atau healing, kegiatan ini lebih bertujuan untuk memupuk kebersamaan kami dengan para orang tua siswa, agar lebih terasa jalinan silaturahminya,” ujarnya.

Neng Virly Apriliyani yang baru dua tahun menjabat Kepala PAUD Arrahma 1 sejak tahun 2021 itu pun berharap, lembaga pendidikan yang ia pimpin saat ini bisa lebih berkembang dan semakin memberikan ilmu yang bermanfaat bagi para peserta didiknya.

** Deny

Mendapat Polling Tertinggi Sebagai Calon Bupati Bogor, Ini Tanggapan Masyarakat untuk Daman Huri 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Kepala Desa Gunung Putri, Daman Huri yang namanya ikut dimasukan kedalam polling pemilihan Calon Bupati Bogor justeru mendapatkan poling tertinggi dari masyarakat Kabupaten Bogor dari 5 nama yang menjadi pilihan.

Salah satu tokoh masyarakat, Surya mengatakan, Daman Huri memang nama yang baru muncul dalam 3 tahun terakhir ini, namun bisa dibilang sangat berpengaruh. Pasalnya, dia mampu mendongkrak Desa Gunung Putri hanya dalam waktu sekejap.

“2 tahun mendongkrak wajah Desa Gunung Putri sungguh sangat luar biasa, saya membaca itu dari pemberitaan-pemberitaan yang beredar dimana sangat posistif dan yang hebatnya apa yang dia perbuat justeru belum tentu bisa berani dilakukan oleh kepala desa yang sudah 3 periode sekali pun,” ujar Surya.

Dari keberadaan tiang telekomunikasi yang hanya Desa Gunung Putri yang mengalokasikan dana Samisade untuk pembangunan tiang telekomunikasi, padahal ini merupakan proyek bunuh diri dimana jika gagal hanya akan jadi bahan tertawaan.

“Tak hanya itu, tengoklah di Kabupaten Bogor ini, ada berapa desa yang memasang CCTV di setiap gang lingkungan desanya, itu baru saya temukan di Desa Gunung Putri ,” bebernya.

“Saya termasuk orang yang memilih beliau dalam polling tersebut, sudah waktunya Bogor Timur mengirim perwakilan menjadi orang nomor satu di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

Senada disampaikan Ketua Bogor Timur Jurnalis (BTJ) Sudadi, dari pantauannya sebagai jurnalis memang Kades yang satu itu sangat cepat dalam merombak desa yang dipimpinnya. Mulai dari wajah Kantor Desa, BUMDes yang berjalan sukses dalam mengembangkan UMKM, serta safety keamanan lingkungan yang dijaga selama 24 jam dengan adanya CCTV.

“Predikat Desa Presisi yang diberikan oleh Kapolres sangatlah pantas untuk Desa Gunung Putri, bayangkan dalam waktu belum sampai satu periode dirinya sudah merombak sedemikian rupa Desa Gunung Putri, inilah Kades yang benar-benar memikirkan kemajuan desa dan keamanan di lingkungannya,” papar pria gondrong tersebut kepada Jurnal Bogor, Senin (17/10).

Menurutnya, sangat pantas sekali jika dalam polling, Daman Huri mendapatkan suara tertinggi, walaupun polling itu belum tentu bisa menjamin dirinya untuk naik menjadi Bupati, tapi paling tidak inilah nama baru yang muncul dan mendapatkan polling tertinggi.

“Saya mendukung siapapun yang memang betul-betul ingin membenahi Kabupaten Bogor, bukan hanya sekedar kata tapi mau benar-benar bekerja untuk mengubah Kabupaten Bogor menjadi lebih baik lagi,” pungkasnya.

Untuk diketahui, dalam polling tersebut ada 6 nama yang menjadi pilihan, yakni Iwan Setiawan, Dedi Aroza, Ruddy Susmanto, Daman Huri, Elly Rachmat Yasin, dan Wawan Haikal Kurdi. Damanhuri mendapat  polling tertinggi sebanyak 66,01%.

** Nay Nur’ain

Turunkan Delapan Atlet, Tim Anggar Kabupaten Bogor Canangkan 2 Medali Emas

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua IKASI Kabupaten Bogor, Asep Mulyana Sudrajat mengatakan, cabor Anggar yang dipimpinnya mentargetkan dua medali emas pada Porprov Jabar 2022.

Menghadapi Porprov Jabar 2022, IKASI Kabupaten Bogor telah melakukan program pembinaan dan latihan secara berkelanjutan.

Tak heran, Asep dan jajaran pengurus, pelatih dan atlet Anggar Kabupaten Bogor sangat optimis untuk memberikan prestasi terbaik bagi Kabupaten Bogor di Porprov Jabar 2022.

” Kami ingin memberikan sumbangsih medali bagi Kontingen Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022,” tegas Asep Mulyana Sudrajat, Senin, 17 Oktober 2022

Ia melanjutkan, Target 2 Emas yang dicanangkan IKASI Kabupaten Bogor dari nomer Degen Putri Team, Degen Putra Perorangan dan Sabre team.

Pada pelaksanaan Porprov Jabar 2022 IKASI Kabupaten Bogor mengirimkan 8 Atlet yakni Wahyu, Agna, Indri,Hafizah, Puspita, Hansen Pasaribu, Tivra dan Nicolas Owen.

Semua laga cabang olahraga Anggar pada Porprov Jabar 2022 akan dilangsungkan di Kabupaten Subang tepatnya di GOR Serbaguna, Kota Subang dari tanggal 12 hingga 17 November 2022.

** asep syahmid