28.7 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 821

Kasi Ekbang Minta Kepsek Usulkan Ulang Gedung SD yang Rusak

0

Para Kepsek Mengaku Setiap Tahunnya Diusulkan, Namun Tak Kunjung dibangun

Nanggung l Jurnal Bogor

Kepala Seksi (Kasi) Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor Yudi  meminta para kepala sekolah mengajukan ulang kondisi bangunan sekolah yang telah mengalami kerusakan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (MusrenbangDes) di Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP-Des).

“Bangunan sekolah yang rusak itu sekitar bulan Desember diusulkan ulang di masing masing desa sekalian input di Sistem Perencnaan Daerah (SIPD),” kata Yudi.

Sebelumya diberitakan, sebanyak enam ruang belajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Ciketug, Desa Pangkaljaya, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor tengah mengalami kerusakan dan tiga diantaranya rusak parah.

SDN Ciketug

Kepala SDN  Ciketug Mursid menjelaskan, dari tujuh lokal berikut kantor dan enam ruang belajar secara umum mengalami kerusakan. “Secara umum sudah rusak, namun yang rusak berat itu tiga ruangan, yakni kelas satu, dua dan tiga,” kata Mursid.

Beberapa waktu lalu, Kepala SDN Parigi, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung juga sempat mengatakan pada 2020 gedung SDN Parigi sudah masuk list daftar pembangunan, namun menghilang. “Setelah dicroscek,  gedung SDN Parigi tidak masuk daftar pembangunan tahun 2022. Kami lihat tidak ada dilist untuk dibangun,” ujar Kepala sekola SDN Parigi Juju Juhaeriyah

Sebelumnya disebutkan Juju,  SDN Parigi, dari 15 lokal terdapat  10 ruang yang mengkhawatirkan dan diketahui 2 ruang yang dinyatakan membahayakan karena rusak berat. Juju berharap, usulannya segera dilaksanakan agar siswa-siswinya nyaman saat belajar dan tidak merasa khawatir.

Begitu juga, dengan sekolah SDN Parakanmuncang 01 Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung. Sebelumnya, salah satu tenaga pengajar di SDN Parakanmuncang 01, Ujang Ma’mun mengatakan, dari 8 lokal ruang belajar siswa, ada 3 ruang belajar yang kondisinya sangat memprihatinkan. Bahkan, tiga tahun terakhir ini sudah tidak lagi digunakan demi keselamatan siswa.

Tidak sampai disitu, Gekolah SDN Pasireurih di Kampung Pasireurih RT 03 RW 05 Desa Hambaro, Kecamatan Nanggung selain kondisi ruangan sekolah telah banyak yang bocor, terdapat empat fasilitas umum toilet tak bisa gunakan lantaran rusak berat.

SDN Pasireurih

Kepala sekolah SDN Pasir Eurih Hj Tini Gantini mengaku, sejak 3 tahun pihaknya menjabat sebagai kepala sekolah  namun keberadaan bangunan toilet itu sudah tidak bisa digunakan karena kondisinya sudah rusak parah.

Bahkan baru baru ini diberitakan, salah satu tenaga pengajar di SDN Sidamulya, Desa Cisarua, Kecamatan Nanggung  Rohadi  sebelumnya menyebutkan, waktu 2020 lalu,  penambahan RKB itu sudah direncanakan bahkan lokasi lahan yang akan dijadikan bangunan RKB itu  sudah disurvei olah  konsultan perencana. “Sudah 2022 ini bangunan RKB itu tak kunjung dibangun,” kata tenaga pengajar di SDN Sidamulya Rohadi.

** Arip Ekon

Harapkan Generasi Qurani, Kecamatan Jonggol Gelar MTQ Ke-44

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat Kecamatan Jonggol ke-44 Tahun 2022 berlangsung di halaman Kantor Kecamatan Jonggol, Selasa (6/9/22). Acara tersebut berlangsung semarak dan meriah dengan diawali pawai ta’aruf yang diikuti oleh para kafilah dari 14 desa se-Kecamatan Jonggol bertema “Dengan MTQ Kecamatan Jonggol Mari Kita Tingkatkan Syiar Islam  Pasca Pandemi Untuk Pulih  Lebih Cepat Bangkit Lebih Kuat.” 

MTQ tingkat Kecamatan Jonggol  diikuti sebanyak  99 peserta, yang berasal dari kafilah 14 desa  se-Kecamatan Jonggol. Acara MTQ dibuka oleh  Camat Jonggol  Andri Rahman dilanjutkan  pembacaan ayat-ayat suci Al Qur’an.

Menurut  Andri  dalam sambutannya,  MTQ ini diharapkan mendorong generasi muda untuk memiliki motivasi tinggi dalam mempelajari, menggali, dan mengamalkan isi kandungan Al-Qur’an.

Menurutnya, minat generasi muda terhadap pengkajian Al-Qur’an saat ini cenderung melemah, baik kualitas maupun kuantitasnya. Diharapkan melalui kegiatan ini generasi muda kita lebih Qur’ani, sehingga membuat kehidupan lebih damai dan religius.

“Kita semua menginginkan generasi penerus bangsa yang agamis sehingga berakhlakul karimah, saya berharap kegiatan ini bisa memicu pemuda pemudi yang ada di Kecamatan Jonggol khusunya untuk memperdalam Al-Quran,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Warga Keluhkan Dampak Proyek Pembangunan Pabrik PT Sinde 

0

Caringin | Jurnal Bogor

Warga RW 02, Kampung Cisempur dan Cisalopa, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, mengeluhkan sejumlah dampak pembangunan proyek PT Sinde Budi Sentosa. Dampak tersebut meliputi ketidakjelasan status hibah Tanah Pemakaman umum (TPU), sarana infrastruktur jalan serta saluran air untuk kebutuhan warga. 

Meski kerap dikeluhkan ke pihak perusahaan, namun hingga kini belum satupun bentuk kesepakatan sesuai yang tercantum dalam perjanjian antara PT Sinde dengan warga RW 02 yang direalisasikan pihak pihak perusahaan. 

“Ada delapan poin yang sudah disepakati dalam perjanjian, namun sampai detik ini belum ada satu pun yang dipenuhi. Dan perlu diketahui sampai saat ini pihak Sinde belum menunjukan itikad baiknya kepada kami,” ungkap Yayat, warga sekitar. 

Lanjut dia, selain beberapa poin tersebut, warga pun mengeluhkan sejumlah dampak lainnya seperti getaran, debu dan kebisingan yang berasal dari aktivitas pembangunan proyek. Dan kata dia, warga RT 03 dan 04 merupakan warga paling terdampak akibat aktivitas proyek. 

“Salah satu dampak paling dirasakan yaitu kekeringan yang disebabkan karena saluran air yang tidak mengalir akibat dampak proyek. Padahal  aliran air dari parit itu sangat dibutuhkan warga, terutama para santri di pesantren yang ada di wilayah sekitar” jelasnya. 

Ketua RT 04, Cepi membenarkan banyak keluhan yang muncul dari warga terkait dampak aktivitas proyek. Pihaknya mengaku hal itu kerap disampaikan kepada perwakilan perusahaan, namun hingga kini keluhan warga terkesan diabaikan. 

“Ya sudah seringkali menerima aduan dari warga dan hal itu sudah seringkali kami sampaikan ke pihak perusahaan. Tapi alasannya selalu klasik, katanya saat ini masih dalam proses atau tahap pembangunan,” tandasnya. 

Pihaknya khawatir, jika keluhan warga tak juga direspon, malah akan memicu terjadinya gejolak di tengah warga. Karena itu ia berharap, semua keluhan dan aspirasi warga akan segera direspon oleh pihak perusahaan yang rencananya akan membangun pabrik di atas lahan seluas 20 hektar di wilayah RW 02.

“20 hektar itu hanya di wilayah RW 02 saja. Tapi kalau dihitung keseluruhan atau luas tanah yang dibebaskan perusahaan sekitar 250 hektar atau separuh dari luas wilayah desa ini,” terangnya. 

Bahkan ia menegaskan, jika tidak mendapatkan respon positif dari perusahaan, mereka berencana mengadukan hal itu ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor dan DPRD. Karena semua kesepakatan itu dituangkan dalam surat perjanjian kesepakatan. 

“Ya jika tidak digubris, warga akan mengadu ke pemkab dan DPRD agar bisa mengakomodir semua keluhan mereka. Karena perjanjian itu sudah sejak beberapa tahun lalu, tapi faktanya sampai sekarang nol besar,” pungkasnya. 

Masih menurut Cepi, dampak lain yang ditimbulkan dari kegiatan proyek antara lain tanah longsor yang menjadi ancaman bagi warga sekitar.

** Deny

Agar Arsip Tertata Baik, Camat Jonggol Gelar Arsipelago

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Kecamatan Jonggol mengadakan kegiatan Arsipelago guna memberikan ilmu kepada aparatur pemerintah yang ada di Kecamatan Jonggol agar arsip yang mereka miliki bisa tertata dengan baik. Kegiatan dilaksanakan di aula Citra Indah, Desa Sukamanah, Jonggol, Senin (05/09/22).

Camat Jonggol  Andri Rahman mengatakan, saat ini dia atas nama Pemerintah Kecamatan Jonggol memberikan contoh serta bimbingan teknologi tatacara mengelola arsip, baik yang ada di sekolah, desa maupun UPT, dimana agar arsip tersebut bisa tersusun dan tertata dengan baik.

“Kita kupas perihal tata cara surat masuk dan surat keluar terus bagaimana cara menyimpannya, dan tindaklanjutnya dari surat tersebut nanti akan seperti apa semua kita kupas disini,” ucap Andri kepada Jurnal Bogor , Selasa (06/09/22).

Menurutnya, hal yang saat ini sering terjadi ialah dimana pemerintah desa banyak sekali sering terjadi kehilangan berkas bahkan tidak ada jejak arsip yang seharusnya sebagaimana kantor pemerintahan pada umumnya tidak boleh ada arsip yang hilang guna antisipasi hal-hal atau permasalahan yang akan timbul dikemudian hari.

“Apalagi pemerintah desa, Letter C yang seringkali ada persoalan hilang bahkan tidak ada di desa, bagaimana bisa mengetahui jejak tanah warga yang seharusnya cord-nya itu ada di pemerintah desa sebagai pemegang arsip, maka kami arahkan agar mereka memindahkan ke sistem digital sehingga arsip yang rentan rusak dan hilang jika sudah ada di dalam digital bisa dilindungi,” papar mantan Lurah Pakansari tersebut.

Maka dari itu, dia mengundang Kadis Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Bogor Tb. Lutfi, Sekretaris Dinas Arsip dan Perpustakaan, kepala bidang , kepala seksi dan pelaksana Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor, para kepala UPT dan TU, para kepala desa  dan sekretaris desa serta operator desa, para kepala sekolah dasar se- Kecamatan Jonggol, koordinator pengawas, operator sekolah, serta manajemen Citra Indah.

” Harapan saya, apa yang dipaparkan oleh Kadis Arsip dan Perpustakaan Daerah bisa dipahami dan diaplikasikan dalam pembenahan arsip di kantor masing-masing, hingga kedepannya arsip di Pemerintah Kecamatan Jonggol tertata dengan baik dan rapi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Bangunan Sudah tak Layak, SDN Cikopomayak 02 Minim Perhatian

0

Jasinga | Jurnal Bogor 

Di wilayah perbatasan, Kabupaten Bogor. lebih tepatnya di Kampung Roke, Desa Neglasari, Kecamatan Jasinga. masih terdapat sarana pendidikan yang puluhan tahun belum tersentuh pembangunan maupun perbaikan perawatan.

Pasalnya, gedung Sekolah Dasar Negeri (SDN) Cikopomayak 02, kondisi saat ini atap bangunan gedung di sekolah itu tampak rapuh bahkan sering bocor, kumuh dan menanti keruntuhannya.

Padahal, pihak sekolah dalam usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) kerap kali dilakukan kepada pemerintah terkait. Namun sampai dengan tahun ini masih sebatas masuk dalam data saja, sedang kepastian untuk rehab atau pembangunannya belum juga mendapatkan titik terang kepastian.

Hal itu dibenarkan staf Kasi Pendidikan dan Kesehatan Kecamatan Jasinga, M Toha menyatakan, bahwa  kondisi sekolah tersebut  80% tidak layak. Kondisi ketidak layaknya itu didominasi dari bagian atap yang rapuh lantaran bangunan yang menggunakan kayu tersebut sudah belasan tahun.

“Kami sudah melakukan monitoring keseluruhan sekolah dasar yang kurang lebih ada 61 sekolah dasar yang berada di wilayah Kecamatan Jasinga,” ungkapnya, Senin (05/09/22).

Menurut dia, untuk bangunan SDN Cikopomayak 02, pihaknya sudah antisipasi pada kegiatan Musrenbang 2022 bahkan menjadi usulan skala prioritas. “Kami dengan Kasi Pendidikan dan Kesehatan sudah datang langsung ke Dinas Pendidikan khususnya kebagian sarpras, bahwasanya kita sudah sampaikan untuk kondisi bangunan tersebut secara lengkap dengan administrasi dan dokumentasinya,” paparnya.

Lanjut Toha, sehingga data terkait SDN Cikopomayak 02 diakui Toha sudah masuk dalam daftar usulan di Pemerintahan Kabupaten pada bidang terkait yakni Dinas Pendidikan.

“Untuk data di Dinas Pendidikan memang sudah ada dan kita sudah lihat, sudah ada dalam daptar listnya untuk usulan pembangunan. Kita berharap segera terlaksana untuk pembangunan atau rehab gedungnya,” kata dia.

Sementara itu, salah satu guru di sekolah tersebut Abiyudin menjelaskan, untuk kondisi bangunan itu sendiri telah didirikan sekitar tahun 2005, akan tetapi hingga kini belum ada perhatian terkait rehab atau perbaikan gedung sekolah tersebut.

“Dimana kayu-kayu bagian atap banyak yang sudah tidak menempel pada penyangga karena sudah termakan oleh usia sehingga sudah sangat rapuh,” katanya.

Padahal kata dia, pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor sudah pernah mengecek lokasi tersebut pada Febuari 2022 dan datang kembali memantau sehabis lebaran. Namun sampai dengan saat ini kepastian akan harapan direhab atau dibangun kembali masih menjadi mimpi.

“Terkait pengusulan, pihak sekolah mengakui sudah kerap berulang kali mengajukan usulan rehab bangun. Entah itu melalui UPT ataupun langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten,” paparnya.

Sedangkan di sekolah tersebut terdapat 204 siswa belajar yang harus mengisi ruang kelas yang rusak dimana ada 3 ruan belajar 1 ruang kantor dan ruang dapur.

“Miris, setiap kali hujan turun pada jam belajar pihak sekolah harus  mengungsikan siswa, sehingga ketika hujan tong-tong sampah pun kerap menjadi alat guna menadah air hujan yang masuk kedalam ruangan,” tukasnya.

** Andres

Mensyukuri Kemerdekaan, PKS Kota Bogor Gelar Ziarah Kebangsaan

0

Bogor | Jurnal Inspirasi

Dalam rangka mensyukuri kemerdekaan RI yang ke-77, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Bogor melakukan Ziarah Kebangsaan ke makam para Sesepuh Bogor serta menggali kisah perjuangan langsung dari para keturunan mereka pada Jumat (2/9/2022).

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PKS Kota Bogor, Atang Trisnanto, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan dengan tujuan ziarah makam sekaligus napak tilas perjuangan para sesepuh dan silaturahim dengan keturunan para sesepuh serta para tokoh setempat, sebagai bentuk rasa syukur atas kemerdekaan RI yang ke-77.

“Kita bersyukur atas kemerdekaan yang telah Allah berikan kepada NKRI. Perjuangan para ulama dan santri sangatlah besar, sebagai bentuk rasa syukur, kita berziarah ke makam para sesepuh bogor, napak tilas perjuangannya, sekaligus bersilaturrahim dengan keturunannya”, jelas Atang.

Selain dihadiri oleh seluruh pimpinan PKS Kota Bogor, seluruh Anggota Fraksi PKS DPRD Kota Bogor, Pimpinan DPW PKS Jawa Barat H. Iwan Suryawan, ziarah kebangsaan tersebut juga turut dihadiri oleh para kiyai dan santri diantaranya Pesantren Al Umm Aswaja, Pesantren Al Kautsar, Pesantren Al Quran Al Falah Lulut, Pesantren Al Jauhari, Paguyuban Bogor Raya Bersholawat, dan majelis taklim Annidhom.

Rute ziarah diawali setelah sholat Jumat bersama dengan berziarah ke Mamak Cipelang, salah seorang tokoh pejuang agama di Desa Cipelang, Kecamatan Cijeruk dilanjutkan dengan silaturrahim ke KH Mama Ajengan Kholidi, Pengasuh Pesantren Ar Rohmah Bakom, Bogor Selatan.

Usai bersilaturahim dalam suasana yang amat hangat dengan KH Mama Ajengan Kholidi, rombongan sholat ashar dan berziarah ke komplek makam Mama Asy’ari dipimpin oleh KH Lutfi Kurnaen dan doa oleh KH Taufiq Bakom.

Perjalanan berikutnya adalah makam keramat Empang, dilanjutkan shalat magrib berjamaah di masjid bersejarah di kota Bogor. Setelah itu, seluruh anggota rombongan dijamu makan malam oleh sesepuh Empang, Habib Ali bin Zain Alatas. Dalam jamuan tersebut, Habib Ali bercerita banyak tentang kiprah para sesepuh Empang dalam perjuangan kemerdekaan dan dakwah di Bogor.

Setelah dari Empang, rombongan bergerak berziarah ke makam Mama Falak Pegentongan. Sehabis doa dan sholawatan, rombongan bersilaturahim ke dzurriyyah Mama Falak, yaitu KH Tb Agus Fauzan, yang juga pengasuh PP Al Falak, Pagentongan.

Mengakhiri perjalanan Ziarah Kebangsaan, rombongan menuju makam KH Abdullah bin Nuh, sesepuh Kota Bogor yang terkenal dengan kitab Ana Muslim Sunni Syafi’ie. Putera Mama ABN, yaitu KH Mustofa Abdullah bin Nuh yang akrab dipanggil Kyai Toto yang berkenan membuka acara ziarah, juga memberikan wejangan kepada zairin untuk bisa menjadi pemersatu ummat, saling menghormati perbedaan, dan terus mendoakan para ulama melalui ziarah dan doa.

Sehabis ziarah, Atang merasa bersyukur atas kegiatan ziarah kebangsaan yang berlangsung dengan lancar dan banyak mendapatkan kisah keteladanan serta pelajaran dan nasihat-nasihat dari para tokoh yang ditemui.

“Alhamdulillah hari ini Allah ijinkan kami untuk bisa berziarah ke makam para ulama besar Indonesia yang pernah dimiliki Bogor. Mendapatkan kisah serta pelajaran keteladanan dari perjuangan beliau-beliau. Sekaligus dapat bersilaturrahim dan mendapatkan nasihat dari para tokoh ulama keturunannya”, urai Atang.

Di tempat yang sama, Bendahara Umum PKS Kota Bogor Adityawarman Adil menegaskan harapannya untuk bisa menjalankan pesan dan nasihat para ulama. “Kami tadi mendengar semua masukan, nasihat, saran serta harapan para ulama di kota Bogor kepada PKS. Apa yang menjadi kegelisahan ulama, beban-beban umat yang menjadi perhatian ulama, serta apa yang harus PKS perjuangkan di Kota Bogor ini agar semakin berkah dan maju masyarakatnya,” ungkapnya.

Sebelumnya,  Ketua Majelis Syura PKS, Habib Salim Segaf al-Jufri baru-baru ini juga berziarah ke pemakaman Ma’la, sekitar 10 kilometer pusat kota Mekah.  Beberapa ulama Indonesia yang dimakamkan di Jannatul Ma’la antara lain adalah Syaikh Ahmad Khatib Sambasi (wafat 1875), Syaikh Nawawi Bantani (1897), Syaikh Junaid Betawi (akhir abad 19 M), Syaikh Abdul Haq Banten (1903), Syaikh Ahmad Khatib Minangkabau (1916), Syaikh Abdul Hamid Kudus (1916), Syaikh Mahfuzh Tremas (1920), Syaikh Mukhtarudin Bogor (1930), Syaikh Umar Sumbawa (1930-an), dan Syaikh Abdul Qadir Mandailing (1956). Ulama kontemporer yang belum terlalu lama wafat di kota Mekah adalah Syaikh Yasin Padang (1990) dan KH Maimoen Zubair (2019).

**handymehonk

Rakyat Makin Terbebani, Fraksi PKS DPRD Tolak Kenaikan Harga BBM Subsidi

0

Cibinong | Jurnal Bogor
Kebijakan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, pada Sabtu (03/09) lalu menuai banyak kecaman. Pasalnya, keputusan menaikan harga BBM itu dinilai tidak tepat, karena saat ini banyak rakyat yang masih kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari, akibat hantaman pandemi Covid-19 yang melanda global sejak tahun 2020 lalu.

“Pandemi belum usai, sektor usaha masih tertatih untuk bangkit, setelah banyak yang tumbang. Keadaan ekonomi bangsa belum kembali normal. Rakyat sedang sulit untuk membeli kebutuhan pokok dan kesehatan. Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi merupakan tindakan yang fatal, karena akan akan berimbas pada semua lini,”kata Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor Fikri Hudi Oktiarwan, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (06/09).

Kenaikan harga BBM yang diumumkan pemerintah, kata Fikri, seperti tangga yang jatuh menimpa setelah masyarakat gagal menaikinya. Alih-alih bukannya masyarakat menjadi senang karena mendapat BLT, justru dampak yang diakibatkan oleh kenaikan harga BBM bersubsidi lebih memberatkan masyarakat ke depannya.

“Anggapan atau pandangan subsidi BBM sebagai sebagai langkah yang tidak tepat sasaran karena masyarakat miskin hanya sedikit yang menggunakan BBM adalah keliru. Kenapa, ? karena BBM merupakan bahan bakar yang dipakai oleh semua masyarakat, baik langsung maupun tidak langsung. Transportasi barang atau manusia hampir semuanya menggunakan BBM,”ungkap Fikri.

Menurut Fikri, kenaikan harga pangan dan energi secara bersamaan akan berdampak langsung terhadap meningkatnya jumlah masyarakat rentan miskin. Karena mayoritas masyarakat saat dalam kondisi rentan miskin, dampak yang ditimbulkan adalah masyarakat yang rentan miskin tersebut menjadi miskin.

F-PKS kata Fikri memahami, banyak program pemerintah yang membutuhkan anggaran, namun solusinya tidak menaikan harga BBM bersubsidi, pemerintah sambung Fikri, seharusnya menghemat belanja negara, salah satunya dengan memprioritaskan program yang memang dibutuhkan untuk kepentingan umum.

Pemerintah harus mengerti kondisi masyarakat yang sedang terpuruk akibat pandemi. Pemerintah harus membantu dengan kebijakan yang pro rakyat. Makanya, kami FPKS DPRD Kabupaten Bogor, menolak kenaikan harga BBM bersubsidi dan meminta pemerintah untuk mencabut kebijakan itu,”tegas Fikri menutupi.

** Mochamad Yusuf

Kementan Cetak ASN BerAKHLAK

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Kementerian Pertanian secara konsisten mendorong penguatan SDM pertanian yang unggul, profesional, dan adaptif. Termasuk salah satunya melahirkan generasi ASN BerAKHLAK. Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Organisasi dan Kepegawaian, Sekretariat Jenderal Kementerian Pertanian, Zulkifli beberapa hari lalu.

Di depan ratusan peserta Pelatihan Dasar CPNS (Latsar CPNS) 2021 Kementerian Pertanian Angkatan 9,10,11,12, dan 13, Zulkifli berpesan agar ASN saat ini harus mampu memberikan pelayanan terbaik sebagaimana merujuk pada core values ASN BerAKHLAK

“Dengan semua potensi yang ada, berikanlah pelayanan yang terbaik untuk masyarakat. Saya berharap Saudara-saudara dapat menginternalisasikan dan mengimplementasikan core values ASN BerAKHLAK, yaitu Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif” dan nilai-nilai ini diharapkan akan dapat menjadi fondasi budaya kerja ASN yang profesional dalam mendukung employer branding ASN “Bangga Melayani Bangsa”, seru Zulkifli

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPPSDMP) mengatakan pembangunan pertanian harus diawali dengan pembangunan kualitas SDM nya.

Searah dengan hal tersebut, Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo selalu menekankan penguatan SDM pertanian agar mampu menghadapi tantangan dan turbulensi yang ada melalui pendekatan core values BerAKHLAK

“Dari tantangan yang terjadi saat ini maka seorang ASN atau pejabat pemerintah harus dikawal dengan moralitas melalu pendekatan Core Values BerAKHLAK agar kita tetap bisa bekerja dengan baik” kata Mentan Syahrul.

Peserta Latsar CPNS adalah generasi pilihan, generasi harapan masa depan yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan, mengisi pembangunan bangsa dan negara. Oleh karenanya, sebagai Abdi Negara dan Abdi Masyarakat, CPNS harus harus siap mental dan kapasitas.

Latsar CPNS Kementerian Pertanian Angkatan 9,10,11,12, dan 13 diikuti oleh 192 peserta lingkup, berlangsung secara klasikal dari tanggal 30 Agustus hingga 8 September 2022 mendatang di PPMKP Ciawi.

** Nita/PPMKP

Satpam Pelaku Rudapaksa Anak Disabilitas Diciduk Polisi

0

JURNAL INSPIRASI – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bogor meringkus pelaku pemerkosaan terhadap anak penyandang disabilitas berinisial GNS (13) di kawasan Danau Perumahan Villa Bogor Indah, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara pada 26 Agustus 2022.

Diketahui, pelaku AJ (23) yang merupakan satpam ditangkap di kawasan Warung Jambu saat hendak pulang kerja.

Kepada wartawan, Wakapolresta Bogor Kota, AKBP Ferdy Irawan menjelaskan bahwa sebelum kejadian korban pamit kepada kelurga untuk mengambil HP yang katanya ketinggalan di salah satu klinik.

Kemudian, setelah mengambil handphone itu korban main ataupun singgah ke tempat kejadian perkara di seputaran danau, dan bertemu dengan tersangka.

Pelaku yang melihat korban, kata Ferdy, tertarik kepada GNS, dan membujuknya. “Jadi di tempat tulah melihat korban sendiri, karena korban sendiri memiliki kebutuhan khusus,” tambahnya.

Ferdy juga mengungkapkan kondisi korban masih trauma pasti trauma dan sekarang masih dalam pendampingan P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak) Kota Bogor

“Saat ini korban sedang memulihkan trauma akibat dari perbuatan dari tersangka,” tandasnya.

Kata dia, tersangka dijerat pasal 76 huruf E UU RI nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak dengan pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun dengan ancaman denda maksimal Rp5 miliar.

“Sekarang ini, untuk tersangka dalam proses penyidikan lebih lanjut untuk segera diserahkan ke jaksa penuntut umun,” ucapnya.

Sementara itu, tersangka AJ mengaku bahwa ia pertama kali melihat korban saat dia tengah nongkrong dengan rekannya. “.ereka yang pertama ngerayu, ngajak nongkrong dan ngobrol sampai terjadi rudapaksa,” ucapnya.

AJ juga mengaku tidak mengetahui, bahwa korban mengalami keterbelakangan mental atau penyadang disabilitas.

“Saya melakukan di sekitar danau. Saya tidak tahu kalau korban memiliki keterbelakangan mental. Saya langsung meraba tubuhnya dan ketika ngobrol juga dianya mau,” ucapnyanya.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Bogor Kota Kompol Dhoni Erwando menyebut tersangka diamankan di kawasan Warung Jambu, dijalan setelah mendapat informasi pelaku sedang menuju pulang kerja.

“Dalam pemeriksaan korban kami bekerjasama dengan pihak kesehatan dan psikologi anak dan traumahealing. Setelah mendapat keterangan yang cukup dan akurat dari korban, barulah kita menangkap tersangka,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Pemkot Cari Investor Trem

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) akan mencari imvestor untuk mewujudkan proyek moda transportasi trem yang membutuhkan biaya sebesar Rp1,2 triliun, yang tak mungkin tercover oleh APBD.

Seperti diketahui, bahwa Pemerintah Kota Bogor melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus mematangkan rencana tersebut, karena proyek itu menjadi bagian dalam mengatasi kemacetan yang hingga saat ini belum terpecahkan.

Kepala Bappeda Kota Bogor Rudy Mashudi mengatakan, bahwa rencana proyek moda transportasi terus berjalan dan berbagai tahapannya terus dimatangkan

“Ya, tahap-tahapan terus dimatangkan, sekarang kita mengkosentrasikan terhadap tiga hal pertama aspek regulasi, aspek teknis dan aspek pembiayaan,” kata Rudi, Selasa (6/9).

Untuk regulasi, kata Rudi, terkait dengan aturan pusat, regional maupun aturan di Kota Bogor. Menurut dia, asal semua tahapan telah telah di tempuh, maka pembangunan fisik bisa digarap pada tahun 2026 mendatang.

Namun, kata dia, untuk mewujudkan proyek trem tersebut memerlukan biaya yang cukup fantastis, sekitar Rp1,2 hingga 1,3 Triliun. Dan tidak mungkin mampu dibiayai dari APBD, sehingga harus mencari investor.

“Nah untuk pembiayaan, kita tau bahwa APBD tidak memungkinkan, oleh karena itu, kita harus cari investor. Sebab jika memakai dana pinjaman juga nampaknya skemanya berat, seperti pengembalian dan sebagainnya,” ujarnya.

Untuk mendapatkan profosal pembiayaan yang baik, maka Pemkot Bogor menggandeng PT Indonesia Infrastructure Finance (PT IIF).

“Nanti PT.IIF mendampingi Perumda Transportasi (PT) dalam menyusun proposal pembiayaan dari trem itu sendiri, yang nantinya untuk ditawarkan ke Investor ” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga mengandeng PT KAI karena, memang PT KAI adalah sebuah BUMN yang paling berpengalaman. “Ya, kami juga gandeng PT.KAI untuk membicarakan tahapan termasuk bisnis, karena mereka punya Commuter Line,” tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Bogor, Bima Arya mengatakan bahwa trem merupakan bagian dari penataan transportasi jangka panjang, dengan menggeser angkot ke pinggir kota.

“Untuk pusat kota dilayani Biskita dan trem. Yang kita kerjakan sekarang adalah baru satu koridor. Nantinya ada total empat koridor. Jadi ini trem ini jangka panjang,” ujar Bima.

Untuk merealisasikan trem, sambung dia, harus dilakukan sejak saat ini, sebab kemungkinan moda transportasi itu baru akan rampung dalam lima hingga 15 tahun ke depan.

“Di Jakarta MRT juga dimulai dari Bang Yos. Ini kita mulai sekarang dan kita lakukan akseleraasi. Jadi sekali lagi di masa depan di pusat kota tidak ada angkot lagi. Angkot menjadi ferder kemudian biskita menjadi transporasi utama, akan terus ditambah. Begitu juga trem,” jelasnya.

Kota Bogor sendiri, kata dia, sudah menuntaskan kajian trem, sehingga saat ini mesti fokus kepada pendanaan. “Ya, memang agak berliku karena tidak mengandalkan APBN maupun APBD. Ini pendanaannya ada beberapa model yang insya Allah akan kita jajaki,” tuturnya.

Lebih lanjut, Bima menegaskan bahwa pemkot sudah menjalin kerjasama dengan Perumda Trans Pakuan yang akan bermitra dengan Indonesia Infrastructure Finance (IIF) untuk pendanaan.

“Kamiakan mengekspolor mengelaborasi model pendanaan tadi. Sambil menyempurnakan terus kajian-kajian teknisnya,” tandasnya.** Fredy Kristianto