27.1 C
Bogor
Wednesday, May 13, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 814

Komisi 1 Minta Usulan Inisiatif Soal Kavling Kebun Dikeluarkan

0

Cibinong | Jurnal Bogor 

Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor mengajukan surat kepada Ketua DPRD Kabupaten Bogor untuk mengeluarkan atau drop inisiatif usulan Komisi 1 dari Propemperda tahun 2022.

Pengajuan itu untuk menindaklanjuti hasil rapat pimpinan DPRD Kabupaten Bogor pada 12 September 2022 membahas jadwal kegiatan DPRD, dan memperhatikan kesepakatan rapat internal Komisi 1 DPRD Kabupaten Bogor.

Selain itu juga untuk pendalaman dan penyempurnaan judul dan materi Raperda untuk selanjutkan diusulkan di Propemperda tahun 2023, yang ditandatangani oleh Usep Supratman sebagai Ketua Komisi 1 dan Beben Suhendar sebagai Sekretaris Komisi 1.

Ketua Komisi 1 Usep Supratman mengatakan alasannya memohon dikeluarkan usulan Komisi 1 soal Kavling Kebun karena beberapa hal.

“Pertama, kita masih menunggu perbaikan naskah akademik dan penyelarasan dengan dinas, yang kedua kita masih juga menyesuaikan RTRW yang juga masih belum selesai masuk di Raperda,” jelas Usep kepada Jurnal Bogor melalui WhatsApp, Kamis (15/9).

Sebelumnya, kavling kebun di wilayah timur Kabupaten Bogor marak dan kerap menimbulkan persoalan, baik sudah mulai tumbuhnya bangunan permanen tanpa IMB dan persoalan lahan yang juga ikut menghantui.

Usep sebelumnya mengatakan bahwa pihaknya sebagai pengusaha selalu siap untuk mengikuti alur atau regulasi jika memang ada aturan yang dimiliki oleh Pemda Bogor terkait usaha kavling kebun ini.

“Cuma kan Pemda gak ada aturannya, kita siap kok untuk menempuh perizianan itu, betul kesalahan kami sebagai pengusaha, tapi jika sudah berjalan seperti ini pemerintah harus mengambil sikap untuk membuat aturan,” cetusnya.

Terpisah disampaikan pemerhati Tataruang dan Infrastruktur Heri.KH, keberadaan kavling kebun ini disebutnya cuma akal-akalan pengusaha untuk menghindari izin pembuatan IMB. Pasalnya jika mereka memang punya niat untuk mengukuti aturan yang ada, tentu tidak akan membuat usaha kavling kebun.

“Ini sudah tau tidak ada aturannya masih juga dipasarkan, dan cantiknya lagi Pemda cuma nonton dan tidak ada tindakan pemberhentian dengan alasan kemanusiaan, memang saat ini sudah menjamur nah disaat baru merintis pada kemana aja,” cetusnya heran.

Dia meminta jangan membodoh-bodohi masyarakat awam dengan regulasi dan para pengusaha melakukan penjualan kepada konsumen dilapis dengan kebohongan. “Ada yang bilang izin lengkap, bisa buat sertifikat, bisa dibangun rumah permanen. Itu cara mereka memasarkan kepada konsumen, padahal cuma punya izin lingkungan, dan saat diurus untuk membuat sertifikat mentok di BPN, jikapun ada sertifikat yang timbul itu perlu dipertanyakan legalitanya,” pungkas Heri.

** Nay Nur’ain

Keluhan Pedagang Dicuekin Pengelola Pasar Ciawi

0

Ciawi | Jurnal Bogor

Keluhan serta kekhawatiran sejumlah pedagang Pasar Ciawi, Kabupaten Bogor, tentang kondisi salah satu titik area parkir yang mengalami amblas, sepertinya hanya dianggap angin lalu oleh pihak pengelola Unit Pasar Tohaga Ciawi. 

Karena hingga kini, titik amblas berdiameter sekitar 2 x 3 meter dan mengalami retak yang semakin menjalar itu tak kunjung diperbaiki pihak pengelola pasar. 

“Mungkin pihak unit pasar nunggu area ini amblas semua, nanti baru diperbaiki. Ini kan sudah cukup lama, dan sekarang retaknya sudah menjalar kemana – mana, harusnya segera diperbaiki,” keluh H Miftah, penasehat Forum Silaturahmi dan Musyawarah Pedagang Pasar Ciawi (Forsim – PPC), Kamis (15/9). 

Menurutnya, setiap kali hujan turun, luapan air dari titik amblas yang berlubang itu kerap menggenangi kios para pedagang yang berada di blok belakang atau di blok paling bawah. 

“Di bawah lubang itu ada saluran air atau gorong – gorong yang merupakan saluran air utama. Dan karena sekarang area parkir berlubang, setiap kali hujan turun air dari saluran meluap dan imbasnya ke kios pedagang yang ada di blok paling bawah,” terangnya. 

Lanjut dia, jika tidak segera diperbaiki, ia khawatir dalam beberapa waktu ke depan, lubang tersebut akan semakin melebar dan menimbulkan dampak yang semakin besar. 

“Ya lihat aja nanti, kalau tidak segera diperbaiki dampaknya bakalan seperti apa. Apalagi sekarang gorong – gorong nya juga sudah retak, nanti kalau sudah rusak dan air tersumbat pasti bakalan banjir kemana – mana,” tandasnya. 

Sandi, pedagang lainnya juga mengeluhkan hal serupa. Terlebih posisi titik yang amblas berada tepat di samping kios miliknya. Selain mengancam mengganggu aktivitasnya, kondisi itu juga dikhawatirkan mengancam keselamatan. 

“Ya jelas khawatir lah, apalagi sekarang curah hujan tinggi, saya was – was takut lubangnya makin melebar dan mengancam keselamatan. Tapi kok aneh pihak unit pasar malah kayak gak peduli,” ucapnya dengan nada kesal. 

Jika dalam waktu dekat tak kunjung ada perbaikan, para pedagang pun berencana mendatangi kantor pusat Perumda Pasar Tohaga. Dan jika tidak ada respon positif, kemungkinan besar para pedagang akan melakukan aksi demonstrasi. 

Selain pedagang, kondisi itu juga turut dikeluhkan pengunjung. Tak sedikit pengunjung yang mengeluhkan lambannya penanganan pihak Unit Pasar Tohaga Ciawi yang berada di bawah pengelolaan Perumda Pasar Tohaga Kabupaten Bogor tersebut. 

“Iya aneh, sudah lama rusak kok belum juga diperbaiki. Lama – lama retakannya semakin menjalar dan bisa membahayakan warga pasar atau pengunjung,” kata Ranti, pengunjung asal Desa Cibedug. 

Seharusnya kata dia, pihak pengelola pasar segera memperbaiki kerusakan area parkir tersebut agar tak menyisakan kekhawatiran bagi warga pasar, serta tidak mengganggu kenyamanan pengunjung pasar semi modern tersebut. 

“Ya kok aneh sih, bukannya diperbaiki, ini kan bagian dari fasilitas pasar untuk pengunjung yang seharusnya diperhatikan, bukan malah dibiarkan. Bahaya loh ini kalau dibiarkan terus. Masa tidak ada anggarannya sih, pasar ini kan dikelola pemda yang pastinya ada anggarannya dong,” cetusnya. 

Sebelumnya, saat dikonfirmasi melalui telepon selularnya, Kepala Unit Pasar Tohaga Ciawi, Dadang Mulyadi tidak memberikan tanggapan apapun. Begitu pun dengan Direktur Umum (Dirum) PD Pasar Tohaga, Dadun Abdurazaq yang juga tak memberikan komentar saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

** Deny

Desa Singasari Akan Gelar Pilkades Antar Waktu

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintah Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) antarwaktu (PAW). Pasalnya kades terdahulu H Isujana Cakra  meninggal dunia dengan sisa masa jabatan  kurang lebih 2 tahun lagi. Menurut Kasie Pemerintahan Kecamatan Jonggol Dedi Hidayat, masa jabatan kades sebelumnya berakhir pada tahun 2024.

“Jadi ada sisa masa jabatan 2 tahun lagi dan sesuai aturan apabila masa jabatan lebih dari satu tahun maka akan dilakukan PAW,” jelas Dedi kepada Jurnal Bogor, Kamis (15/9).

Untuk PAW Kepala Desa, kata dia akan digelar pada 9  Oktober 2022 dan sejauh ini persiapan akan dilakukan dengan matang. Untuk semua calon akan melewati beberapa tahapan seleksi sehingga yang bersangkutan berhak ikut serta dalam ajang PAW Kepala Desa Singasari 

“Berbeda dengan pelaksanaan pilkades biasa, dimana masyarakat yang telah memenuhi syarat hak pilih boleh memilih, maka untuk PAW ini jumlah pemilih hanya dilakukan oleh perwakilan. Untuk PAW pilkades Desa Singasari hak pilih  meliputi BPD, Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan,  dan tokoh pemuda,” jelasnya.

** Ramses/Nay 

Warga Pertanyakan Proyek Jalan Panjaungan-Nanggung-Curugbitung

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Warga Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, mempertanyakan pekerjaan  peningkatan ruas jalan Panjaungan-Nanggung-Curugbitung yang menelan anggaran senilai Rp 1,9 miliar.

Pasalnya, pelaksanaan pengerjaan pada bahu jalan jalan Ace Tabrani tersebut sudah sempat dikerjakan. Akan tetapi hingga sampai kini tidak berlanjut lagi seakan mangkrak.

“Proyek pengecoran (jalan) di beberapa titik ruas jalan Ace Tabrani ini judulnya Panjaungan-Curugbitung beberapa bulan lalu ada pekerjaan pinggirannya dulu, pembersihan kayanya pembersihan untuk pekerjaan tapi selanjutnya gak ada lagi, gak ada komunikasi gak ada apa-apa,” ungkap Kepala Desa Parakanmuncang Mauludin kepada wartawan, kemarin.

Dia mengaku tidak mengetahui pasti apa yang menjadi kendala, sehingga proyek tersebut sampai saat ini tidak kunjung berjalan. Padahal, warga di Kecamatan Nanggung menanti kapan jalan tersebut diperbaiki.

“Terkendala karena apa, padahal masyarakat menunggu-nunggu kapan segera dilaksanakan,” kata dia.

Pihak desa sudah acap sering berkoordinasi dengan pihak Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan kelas A wilayah Cigudeg lantaran proyek peningkatan jalan tersebut tidak kunjung dimulai.

“Ke pihak PUPR kemarin sudah koordinasi ini gimana, dengan H. Idris kok belum dimulai-dimulai, sudah saya surati ke pemborongnya katanya, ke pelaksana tapi belum dilaksanakan salah satunya kendalanya,” tuturnya.

Selain itu, Mauludin juga mempertanyakan kepada UPT Cigudeg terkait rusaknya jalan di atas jembatan di Kampung Legok Paris, Desa Parakanmuncang yang kondisinya memperihatinkan.

“Termasuk yang itu sampai ke jembatan yang ini yang belum dikerjakan yang besi itu, terkait banyak aduan dari masyarakat iyalah kan terkendala jalan, sudah jalan bolong-bolong mau dibangun cuman kapan nunggunya,” tukasnya.

Hingga kini pihak penyedia jasa dari CV. Nusantara Sentosa maupun dari pihak konsultan pengawas dari PT. Demensi Ronakon belum memberikan keterangan. Dari papan kegiatan yang terpampang, perusahaan tersebut selain sebagai Konsultan Pengawas proyek Peningkatan Jalan Panjaungan-Curugbitung, Kecamatan Nanggung juga sebagai Konsultan Pengawas pada proyek Jembatan Cikaniki II pada Jalan Pangkaljaya-Nanggung, Kecamatan Nanggung senilai Rp 15,6 milyar yang saat ini berlangsung. 

** Andres

TKSK Dampingi 795 Warga Tlajung Udik Dapat BLT BBM

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Gunung Putri mendampingi penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang dilaksanakan oleh Pemerintahan Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, bekerjasama dengan PT Pos Indonesia di aula Kantor Desa Tlajung Udik, Rabu (14/9).

Sebanyak 794 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) mendapatkan 2 bulan BLT BBM dan BPNT selama 1 Bulan. Masing-masing KPM mendapatkan Rp 500 ribu, untuk BLT BBM Rp 300 ribu selama 2 bulan, September dan Oktober, dan BPNT sebesar Rp200 ribu untuk September.

Ketua TKSK Gunung Putri Andi Apandi menjelaskan, pembagian BLT ini adalah pengalihan dari subsidi BBM untuk warga masyarakat miskin. Di Indonesia acuan warga miskin adalah warga yang masuk ke DTKS Data Terpadu Kesejahteraan Sosial.

“Ketika warga masyarakat yang ingin masuk ke DTKS itu datang ke desa dan minta dimasukin ke aplikasi sige engine kemudian aplikasi tersebut akan langsung terhubung dengan website Kementerian Sosial. Jadi selama tidak masuk ke data DTKS berarti warga itu dianggap mampu, kemudian ketika warga sudah masuk DTKS itu maka warga tersebut sudah berhak mendapatkan beberapa bantuan sosial diantaranya BPNT, KIS PBI dan juga KIP seperti itu,” papar Apandi kepada Jurnal Bogor, Kamis (15/09/22).

Menurutnya, dengan adanya pembagian ini mudah mudahan tepat sasaran sesuai barometernya yang masuk DTKS. Untuk di Kecamatan Gunung Putri ini sekitar 7000 lebih KPM dan penyaluran ini bekerjasama dengan PT Pos Indonesia, dan untuk saat ini BBM itu subsidinya terbagi 4 bulan dengan per bulannya Rp150 ribu.

“Saat ini yang dibagikan hanya dua bulan yaitu September dan Oktober, dan sekaligus pembagian BPNT yang biasanya via Himbara Mandiri Kabupaten Bogor, sekarang disalurkan melalui PT Pos Indonesia, saya berharap pembagian ini tepat sasaran,” harapnya.

Kalau ada bahasa yang dapatnya itu dia-dia lagi, katadia, itu karena kebijakan pemerintah, yang mendapatkan bantuan yang masuk ke DTKS, selama tidak masuk ke DTKS tidak akan bisa mendapatkan bantuan sosial.

“Jadi, data yang ada di DTKS itu memang data warga miskin yang mendapatkan bantuan, dan itu tidak bisa diubah sembarangan, kecuali bantuan untuk korban bencana alam, baru datanya bisa berubah-ubah,” jelasnya.

Dia meminta kepada operator desa, mengingat semua data bermuara di desa dan ketika seorang diketahui oleh RT dan RW keluarga mampu, maka dengan sendirinya silakan dibuka aplikasinya.

“Ada aplikasi usul sanggah, dan aplikasi usul sanggah itu ketika memang warga itu layak silakan dikonfirmasi ke desa, maka akan ada usul sanggah seperti itu, sekarang muaranya di desa tinggal pandai-pandai aparatur desa sepeti RT maupun RW komunikasi dengan operator desa,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Tak Kuat Nanjak, Truk Ayam Tabrak Motor di Belakangnya

0

Nanggung | JurnalBogor 

Truk pengangkut pakan ayam bernomor polisi F 8039 AO mengalami masalah mesin saat menanjak, kemudian  mundur hingga menabrak pengendara sepeda motor yang berada di belakangnya.

Kejadian tersebut terjadi di tanjakan jalan Ace Tabrani, tepatnya di Kampung Pasirgintung, Desa Batu tulis, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Kamis  (15/09) sekitar pukul 07:30 wib.

Menurut warga sekitar, Ocep, truk pengangkut pakan ternak ayam tersebut dari arah Panjaungan menuju ke Nanggung, setibanya di tempat kejadian mobil mogok. 

“Jadi menurut keterangan supir, mobil mogok dan gak bisa nyala, supir berinisiatif untuk digejlug dengan cara mundur namun gagal, sehingga menyeret motor di belakangnya dan menabrak ke pagar rumah warga,” ungkap Ocep menuturkan ungkapan sang sopir truk.

Beruntung dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Namun kendaraan motor jenis Vario itu ringsek dan korban mengalami luka-luka hingga dilarikan ke RSUD Leuwiliang.

“Alhamdulillah kalau korban jiwa nggak ada, hanya luka-luka, tadi udah langsung di bawa ke RSUD Leuwiliang,” tukasnya.

** Andres 

Blooming Beauty, Event Kecantikan AEON MALL Sentul City

0

Sentul | Jurnal Bogor

Produk kecantikan sangat digandrungi belakangan ini. Oleh karena itu, AEON MALL Sentul City mengadakan event kecantikan “Blooming Beauty” yang dilaksanakan di Canal Stage, AEON MALL Sentul City mulai tanggal 3 September hingga 2 Oktober 2022.
 
Berbagai event kecantikan, pameran produk kecantikan dan fashion wanita hadir selama periode event ini berlangsung. 10 stand UMKM yang hadir adalah Eco Print, Chanting Pradana, GNJ by Jennifer Chang, Kilau Arti dan berbagai brand lainnya.
 
 “Untuk memberikan entertainment dan edukasi kecantikan kepada customer, kami mengadakan acara ini selama bulan September – Oktober. Kami berharap acara ini dapat menjadi salah satu destinasi tambahan bagi pengunjung untuk datang ke AEON MALL Sentul City,” papar General Manager Mall Operation, AEON MALL Sentul City, Bayu Tunggul Aji.
 
Selama event ini berlangsung, AEON MALL Sentul City akan mengadakan Henna Competition (17 Sep; 14:00 WIB), Make Up Artist Competition (18 Sept; 13:00 WIB), Fashion Show (24 Sep; 15:00 WIB), Mini Wedding Expo (1 Oct; 16:00 WIB) dan Batik National Day (2 Oct; 13:00 WIB).
 
“Kami berharap AEON MALL Sentul City dapat menjadi wadah untuk para insan kreatif dibidang kecantikan,” tambahnya.
 
Selain event dan pameran UMKM, AEON MALL Sentul City juga mengadakan program belanja. Hanya dengan berbelanja dengan total Rp 250.000 diberbagai tenant partisipan, pengunjung berhak untuk mendapatkan Mini Beauty Haul.
 
Selain itu, member baru aplikasi AEON MALL Indonesia berhak untuk mendapatkan Gratis Parkir 1 Jam. Dan yang terakhir, Blooming Tummy, para pengguna aplikasi AEON MALL Indonesia berhak untuk mendapatkan cashback (maks. Rp 10.000) di Food Terrace (Food Court, Lantai 2) dengan menggunakan fitur “Self-Order” dengan pembayaran menggunakan e-wallet. Download aplikasinya dan dapatkan berbagai keuntungannya.

**handymehonk

Masyakarat Puspanegara Bersatu Geruduk RS Paragon

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Ratusan warga yang bergabung dalam Masyarakat Puspanegara Bersatu turun ke jalan meminta Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menghentikan kegiatan pembangunan Rumah Sakit Paragon Mitra Medika yang berada di RW 006 Kelurahan Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Rabu (14/09/22).

Terlihat raturan warga berjalan kaki menuju RS.Paragon dengan membentangkan spanduk dan menyuarakan tuntutan. Yunus (45) warga Puspanegara dalam orasinya meminta pihak RS Paragon untuk melakukan itikad baiknya agar menindaklanjuti aspirasi warga yang tergabung dalam Masyarakat Puspanegara Bersatu.

“Kami sampaikan tuntutan dan aspirasi masyarakat Puspanegara sesuai dengan Pasal 22 ayat 1, nomor 23 tahun 2014 Undang-Undang Ketenagakerjaan dan Peraturan Daerah Kabupaten Bogor nomor 6 Tahun 2013 tentang tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan,” tegas Jendral sapaan akrabnya saat orasi, Rabu (14/09/22).

Adapun tuntutan yang disampaikan ialah, pertama hadirkan pimpinan dan pemberi keputusan dari pihak RS. Paragon Mitra Medika yang selama ini belum pernah menemui dan beritikad baik. Kedua, komitmen tertulis yang berisi penyerapan tenaga kerja lokal (lingkungan) yang dipekerjakan nantinya di RS. Paragon, baik skill ataupun non skill minimal 60%, serta komitmen kemitraan dengan potensi yang ada di lingkungan untuk kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar.

“Ketiga, pengkajian ulang terkait Surat Persetujuan Lingkungan sebagai dasar pelaksanaan pembangunan, keempat, pengkajian ulang bersama UPT dinas terkait perizinan membangun, kelima  pemberhentian kegiatan aktivitas pembangunan RS. Paragon Mitra Medika

oleh dinas terkait yang selama belum ada transparansi perizinan pembangunan tersebut,” urainya lantang.

Pengawas UPT DPKPP untuk Kecamatan Citeureup Ali Akbar mengatakan, dia bersama LPM Kelurahan Puspanegara sudah pernah menyambangi RS.Paragon Mitra Medika dan meminta untuk memperlihatkan perizianan yang dimilikinya, namun pihak RS tidak memperlihatkan.

“Mereka (RS Paragon) hanya bilang sudah ada IMB-nya tapi saat kami minta fotokopinya untuk arsip kami di UPT mereka tidak memberikanya sampai demo ini akhirnya terjadi, maka dari itu saya akan mencari arsipnya dahulu di dinas terkait RS Paragon tersebut izin apa saja yang sudah mereka kantongi, dan jika memang ternyata arsip itu tidak ada maka kami akan membuat surat teguran,” pungkasnya saat dihubungi Jurnal Bogor melalui telepon selular.

Untuk diketahui, setelah dilakukannya demonstarasi oleh Masyarakat Puspanegara Bersatu terjadi mediasi di Kantor Kecamatan Citeurep, sampai diturunkan berita ini belum ada keterangan resmi dari Muspika Citeureup terkait hasil mediasi tersebut.

** Nay Nur’ain

Ada Nota Pembelian oleh SMK GM, Pelangi Jaya Photo Copy Didatangi Inspektorat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Pasca ditetapkannya Kepala Sekolah Yayasan SMK Generasi Mandiri berinisial MK (56) sebagai tersangka kasus korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, Tim Inspektorat Kabupaten Bogor mendatangi ke sejumlah lokasi yang diduga sebagai tempat pembelian sarana-prasarana dalam dugaan korupsi penggunaan dana BOS tersebut.

Beberapa lokasi tersebut, yaitu toko bangunan, fotokopi, bahkan rumah makan yang terletak di wilayah Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

Saat Jurnal Bogor menyambangi salah satu dari lokasi tersebut, yaitu Pelangi Jaya Photo Copy yang berlokasi di Jalan Letda Nasir, Desa Wanaherang, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Ela pemilik Photo Copy Pelangi Jaya membenarkan kedatangan pihak Inspektorat Kabupaten Bogor ke tokonya menanyakan apa saja yang dibeli oleh SMK Mandiri.

“Tadi pagi sekitar pukul 10.00 WIB, ada yang datang kesini, katanya sih dari Inspektorat Kabupaten Bogor, mambawa nota pembelian, menanyakan tentang apa saja yang dibeli oleh SMK Mandiri disini. Mana saya lagi hamil suami lagi sakit, nanya ke saya soal nota pembelian di fotokopi ini,” ucapnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (14/9/22).

Menurutnya, nota pembelian yang ditunjukkan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Bogor nominalnya sangat fantastis menunjukkan bukti nota pembelian atas nama toko Pelangi Jaya Photo Copy dengan nominal sebesar Rp 90 juta.

“Bahwa saya tidak pernah mengeluarkan nota tersebut kepada pihak yang bersangkutan. Terlebih lagi, pada nota pembelian itu, tampak berbeda dengan nota yang dimiliki oleh saya,” ungkapnya.

Ela menambahkan bahwa untuk nominal sebesar itu biasanya hanya pabrik-pabrik saja yang membeli peralatan di tokonya.

“Kalo pabrik iya bisa sampe ratusan, itupun jarang, kalo sampe ngeluarin nota pembelian sebesar itu saya gak pernah apalagi buat ke sekolahan itu,” jelasnya.

Sebelumnya, pada beberapa hari lalu, ia sempat dipanggil ke Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor untuk memberikan keterangan terkait nota pembelian yang mengatasnamakan tokonya itu.Tetapi panggilan itu tidak ditanggapi olehnya, karena ia merasa tidak mengeluarkan nota tersebut kepada pihak yang bersangkutan. 

“Saya cuma pengen yang bener-bener aja, kalo kayak gitu nggak deh, soalnya saya juga emang nggak ngerasa, notanya juga beda itu dia bikin sendiri notanya bukan kayak punya saya,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Terkendala Akses, Curug Kembar Cinyenang Dikonsep Lestarikan Alam

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Objek wisata Curug Kembar Cinyenang yang terletak di Kampung Cisangku, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menyuguhkan persemaian pembibitan pohon endemik hingga wisata alam dan camping ground.

Dengan konsep menjaga kelestarian lingkungan, dan menambah pendapatan dengan mengelolanya sebagai objek wisata, pengelola wisata Hendrik menjelaskan, sejak berdirinya kelompok model kampung konservasi (MKK) Cisangku  yang digagas dan dibentuk oleh Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) pada tahun 2007, pihaknya kini mengkonsep objek wisata tersebut berbasis melestarikan alam dan mensejahterakan masyarakat sekitar. 

“Awalnya pada tahun 2009 masyarakat sekitar memanfaatkan dengan persemaian pembibitan pohon endemik. Kami baru membuka tempat ini untuk wisata pada tahun 2021. Alhamdulillah sudah banyak yang berkunjung, baik wisatawan lokal maupun wisatawan luar seperti Tangerang,” ujarnya.

“Karakteristik yang berkelanjutan serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar Curug Kembar Cinyenang baru satu tahun berjalan,” tambahnya.

Meski begitu menurutnya, masih terkendala seperti akses jalan yang kurang memadai. Sebab akses jalan untuk menuju ke kawasan tersebut rusak parah. “Itu salah satu kendala bagi para pengunjung dan kami. Jalan menuju ke wisata ini masih rusak,” ungkapnya.

Dengan kerusakan jalan tersebut berdampak pada penurunan pengunjung dan pemasukan. “Padahal kalau jalan milik Pemerintah Kabupaten Bogor ini memadai pasti kami merasakan dari wisata ini,” katanya.

Dia berharap Pemkab mendukung pengembangan wisata konservasi tersebut. “Ini masyarakat yang berada di kawasan Taman Nasional mampu meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. Tetapi juga menjaga hutan tetap lestari,” tukasnya.

** Andres