29 C
Bogor
Saturday, August 8, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 814

Minim Perhatian, Plafon SDN 6 Tlajung Udik Ambruk

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Miris ruang kelas Sekolah Dasar Negri (SDN) 6 Tlajung udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor sudah 2 tahun tidak lagi bisa dipakai kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, plafon sekolah tersebut jebol.

Pembangunan gedung sekolah bertingkat yang dikerjakan pada tahun 2013 itu sudah tidak layak untuk dipakai lagi, dikhawatirkan akan membahayakan para siswa. 

Ajum Juanda Guru SDN 6 Tlajung Udik mengatakan, ruang kelas 6 yang berada di tingkat dua tidak bisa dipakai lagi untuk belajar mengajar.

“Sudah lama ruang kelas 6 ini tidak dipakai untuk belajar mengajar murid, karena atap dan genteng sudah jebol, kalau hujan pasti air masuk dan banjir, ke ruang kelas, untuk sementara ini siswa yang menempati ruang tersebut menjadi masuk siang,” paparnya kepada Jurnal Bogor, akhir pekan kemarin.

Ia juga menjelaskan, ruang kelas 6 tersebut rusak semenjak pandemi. Terlihat baja ringan yang atap dari genteng saat hujan atau angin kencang gentengnya jatuh ke bawah menyebabkan plafon pada hancur.

“Semenjak pandemi dua tahun aktivitas belajar mengajar dihentikan belajar secara online, saat pandemi mulai kendor belajar mengajar diadakan lagi, pas akan dipakai ruangan ini sudah terlihat ada yang jatuh gentengnya meniban plafon, jadi para guru khawatir akan terjadi bahaya maka ruangan ini dikosongkan,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini ia juga memaparkan, untuk ruang kelas yang rusak ini kepala sekolah sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan, tapi sampai saat ini belum ada perbaikan.

“Ya, kalau tidak salah kepala sekolah sudah berkomunikasi dengan Disdik, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut, saya berharap untuk secepatnya ada perbaikan dari Dinas Pendidikan agar belajar mengajar tidak tersendat,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Akses Terputus, Rumah Warga di Kibaru Nyaris Tergerus Longsor

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Akibat diguyur hujan deras, akses jalan lingkungan di Kampung Kibaru, RT 02/06, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terputus akibat tergerus longsor pada Jumat (21/10). Untuk sementara waktu akses jalan penunjang aktivitas warga sekitar itu pun tidak bisa digunakan.

Selain menggerus jalan dan tebingan dengan tinggi mencapai belasan meter tersebut, peristiwa longsor  itu pun menyisakan kekhwatiran serta mengancam keselamatan jiwa. Sebab, salah satu rumah warga berada tepat di depan titik longsor.

“Ya kejadiannya Jumat lalu saat hujan deras. Tiba – tiba saja tebingan yang berada tepat di depan rumah saya ambrol tergerus longsor, dan akses jalan ini juga turut terbawa bongkahan longsor,” ujar Edi Ramaulan Hasan Basri, pemilik rumah, Minggu (23/10).

Dan kata Edi, kekhawatirannya akan terjadinya longsor susulan pun terbukti. Karena keesokan harinya, Sabtu (22/10) hujan deras kembali mengguyur hingga menyebabkan longsor susulan. Akibatnya, tanah tebingan pun semakin terkikis hingga ke halaman rumahnya.

“Ya lihat saja rumah saya sekarang semakin menggantung di tebingan, bagaimana kami tidak khawatir, kalau hujan lagi rumah saya bisa habis terseret longsor. Terlebih hingga saat ini belum ada penanganan apapun,” tandasnya.

Tak mau ambil risiko, untuk sementara waktu ia pun memutuskan mengungsi ke rumah anaknya. Karena jika bersikeras tinggal di rumah tersebut, Edi khawatir dapat mengancam keselamatan jiwanya dan anggota keluarga lainnya.

“Daripada ambil risiko, mending saya dan istri saya mengungsi ke rumah anak. Karena kondisinya memang sudah sangat membahayakan, mengancam keselamatan kami,” tandasnya.

Meski diakuinya, pasca kejadian, unsur terkait seperti pemerintahan desa (pemdes) dan kecamatan telah meninjau ke lokasi, namun kata dia saat itu hanya sebatas melakukan peninjauan dan belum bisa memastikan kapan akan melakukan penanggulangan atau antisipasi di lokasi.

“Ya sudah ada peninjuan dari desa dan kecamatan dan unsur terkait lainnya. Tapi kan belum jelas kapan ini akan ditangani. Harapan saya sih ini segera ditangani, dengan membangun Tembok Penahan Tebing (TPT) atau penanggulangan sementara, seperti memasang bronjong atau pun antisipasi lainnya,” pintanya.

Karena lanjut dia, bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, keberadaan akses jalan itu pun cukup vital bagi warga sekitar. Karena kata dia, jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua itu  merupakan satu – satunya akses penunjang warga menuju wilayah lain.

‘Intinya enggak bisa menunggu lama. Kalau tidak segera ditangani, sama saja membiarkan atau menunggu ada kejadian yang tidak diinginkan, atau membiarkan aktivitas warga di sini lumpuh. Kepada Pemkab Bogor melalui dinas terkait, mohon segera ditangani, terima kasih,” pinta Edi.

Pantauan di lokasi, titik longsor kini semakin meluas dan telah memutus akses jalan warga. Sementara teras rumah milik Edi, kini nampak menggantung di bibir tebingan. Pemilik rumah dan warga lain pun mendesak Pemkab Bogor melalui dinas terkait segera melakukan antisipasi dan penanggulangan di lokasi, sebelum titik longsor kian meluas.

“Kepada Pemkab Bogor, kami minta segera melakukan penanggulangan, agar warga bisa kembali beraktivitas dan orang tua saya tidak terus – terusan dihantui ketakutan karena rumah kami yang posisinya berada tepat di titik longsor. Sekali lagi tolong segera tanggulangi,” pungkas Maya, salah satu anak pemilik rumah.

** Deny

Tangkis Celurit Begal, Urat Nadi Warga Limus Nunggal Putus 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Billy Haryadi (19) nyaris tewas dicelurit oleh 6 pelaku begal sewaktu pulang kerja sekitar pukul 04.00 WIB, di jalan raya Desa Pasirangin, Cileungsi, Sabtu (22/10). Billy yang berdomisili di Desa Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang tinggal di Desa Cipenjo, mengalami luka bacokan senjata tajam di bagian lengan kirinya yang mengenai urat nadi, korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Merry.

Kakak sepupu korban, Ila mengatakan, sekitar jam 4 adik sepupunya pulang, kira- kira sebelum subuh. Namun katanya dari depan Metland itu sudah ada yang mengikuti 1 motor setelah itu ada lagi dua motor yang memepet dia sewaktu dipepet yang satu motor menghadang dari depan.

“Sepupu saya sempat terjatuh, motor mau diambil oleh kawanan begal, sewaktu mau diambil sepupu saya mempertahankan motornya dengan cara di pegangin sampai keseret, berusaha mendapatkan motornya salah satu pelaku mengeluarkan celurit besar sewaktu mau pembacokan sepupu saya menangkis dengan tangan,” paparnya kepada Jurnal Bogor.

“Terlihat luka hanya di bagian kaki lecet- lecet karena terseret mempertahankan motornya, dan tangannya menangkis celurit yang mengakibatkan urat pendonya putus harus menjalankan operasi, dan kendaraannya alhamdulillah tidak jadi diambil,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pelaku berjumlah 6 orang dalam 3 motor jadi berboncengan, terus yang membawa sajam jenis celurit satu orang, sedangkan korban tidak mengenali si pelaku tersebut.

“Ya, kata adik sepupu saya jumlah pelaku berkisar 6 orang, tapi dia tidak mengenali para pelaku tersebut, satu pelaku membawa celurit besar dan panjang, setelah kejadian dia langsung ke klinik, tapi tidak sanggup langsung dilarikan ke Rumah Sakit Merry,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, dengan kejadian ini sudah ada pihak kepolisian dari Polsek Cileungsi yang sudah datang ke rumah sakit untuk menanyakan kronologis kejadiannya.

“Tadi juga sudah ada polisi yang sudah datang kesini, untuk menanyakan awal mula kejadiannya, saya juga berharap kepada pihak kepolisian bisa mengusut para begal yang sudah membuat adik sepupu saya seperti ini,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Melalui Samisade, Pemdes Ciderum Wujudkan Impian Warga Batukembar

0

Caringin | Jurnal Bogor
Impian warga Kampung Batukembar, Desa Ciderum, Caringin, Kabupaten Bogor agar adanya akses jalan lingkar, akhirnya terwujud. Sebab, Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum tahun 2022 ini mengalokasikan anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk membangun jalan lingkar antara Kampung Batukembar dengan Ciletuh.

Isun, warga Kampung Batukembar Desa Ciderum mengatakan, pembangunan jalan tembus yang saat ini sedang tahap pengerjaan pelaksana, merupakan keinginan warga semenjak dulu. Alasannya, karena melalui akses jalan ini aktifitas warga saat akan ke Pasar Cikereteg menjadi lebih dekat.

“Dibandingkan harus melintas jalan kampung yang sekarang, kami lebih sering menggunakan akses jalan ini walaupun kondisinya masih tanah saat ke Pasar Cikereteg,” akunya kepada wartawan saat melakukan pembersihan ilalang dan pepohonan disekitar jurang jalan yang akan dibangun program Samisade akhir pekan lalu.

Menurutnya, sudah puluhan tahun warga menginginkan jalan yang dulunya hanya setapak dan sekarang menjadi lebar setelah ada pembangunan perusahaan kedelai, mendapat perhatian pemerintah.

“Alhamdulillah tahun ini terealisasi juga keinginan kami. Jalan yang tadinya hanya setapak menjadi lebar dan dibeton,” ungkap Isun.
Isun dan warga Batukembar lainnya pun mengapresiasi kepada pihak Pemdes Ciderum, karena sudah memprioritaskan pembangunan jalan tembus yang selama kepemimpinan kepala desa terdahulu tidak pernah terwujud.

“Kami berterimakasih kepada kepala desa sekarang dan juga Pemkab Bogor yang sudah mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan ini,” paparnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Ciderum, Asep Hudri mengungkapkan, pembangunan jalan lingkar warga Batukembar menuju Kampung Ciletuh, menjadi skala prioritas Pemdes Ciderum untuk segera dilakukan pembangunan.

“Jalan tembus ini bukan hanya sebagai akses utama warga dua kampung beraktivitas, tapi bisa juga untuk jalan alternatif dua wilayah, yakni Kecamatan Caringin dan Ciawi. Kalau kondisi Jalan Raya Sukabumi-Bogor macet, pengendara bisa menggunakan akses jalan ini saat akan ke Pancawati atau pun ke Ciawi,” jelasnya.

Kades yang akrab disapa Akep menyatakan, adapun untuk pelaksanaan pengerjaan pembangunan jalan tembus ini, semua sudah diserahkan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang merupakan LPM Desa Ciderum.

“Saya minta dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan RAB serta arahan dari tim verifikasi dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II,” tegasnya.

Akep berharap, dibangunnya jalan lingkar yang awalnya hanya setapak dan tanah, bisa meningkatkan perekonomian warga Batukembar khususnya dan Desa Ciderum umumnya. “Setelah dibangun dan kondisinya bagus, saya rasa biaya untuk mobilisasi hasil panen warga tidak akan terlalu mahal, karena akses nya dekat dari lokasi perkebunan warga ke jalan utama atau jalan Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Ketua TPK pembangunan Samisade, Didin mengaku, sebelum dilakukan pembangunan, pihaknya didampingi tim teknis dari UPT Jalan dan Jembatan langsung ke lokasi.

Dari hasil peninjauan ulang di lokasi, sambung Didin, ada beberapa masukan dari tim teknis terutama untuk pembangunan tembok penahan tebing (TPT) jalan yang akan dibangun.

“Tahap awal pelaksanaan program Samisade, terlebih dulu kami akan mengerjakan pembangunan TPT yang ketinggiannya berbeda-beda, mulai dari tinggi 10 meter dan panjang 10 meter maupun ketinggian 2 meter dengan panjang 30 meter,” ujarnya.

Didin menjelaskan, sesuai pengajuan yang tertera didalam RAB, program Samisade tahun 2022 untuk Desa Ciderum dibagi kedalam tiga kegiatan, yakni pembangunan TPT jalan, drainase jalan dan betonisasi.

“Mudah-mudahan pembangunan program Samisade yang pengerjaan nya dilakukan warga setempat, tidak ada kendala apapun dan selesai tepat di akhir tahun ini,” tukasnya yang saat itu didampingi pengawas UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II.

** Dede Suhendar  

Cegah Begal, Camat Sukamakmur Minta Dishub Perbanyak PJU

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Camat Sukamakmur Bakri Hasan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor untuk memperhatikan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) agar keamanan dan kenyamanan para pengguna  jalan sekaligus meminimalisasi terjadinya tindak kriminalitas di wilayah Sukamakmur.

” Dinas Perhubungan dengan UPT sebagai kepanjangan tangan yang menangani persoalan PJU, diminta untuk segera menambah fasilitas penerangan jalan umum supaya jalan tidak gelap lagi,” ucap Bakri Hasan saat ditemui di ruang kerjanya kepada Jurnal Bogor, Jumat (21/10).

Bakri menuturkan, penambahan fasilitas penerangan jalan umum dimaksudkan agar para pengendara merasa aman saat melintas sekaligus mengurangi potensi aksi kejahatan.

“Banyak faktor penyebab meningkatnya kasus curas atau biasa dikenal dengan istilah begal di wilayah Kecamatan Sukamakmur,” papar mantan Sekcam Cariu tersebut.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena  minimnya ketersediaan penerangan jalan umum terutama di titik jalur arteri yakni jalan utama jalur perbatasan Jonggol – Sukamakmur, juga lintas alternatif utama menuju ke lokasi objek wisata yang ada di wilayah Sukamakmur.

“Kurangnya  PJU disini menjadi salah satu  meningkatnya curas di wilayah kita,” kata dia.

Bakri menegaskan, mayoritas tindak kriminalitas terjadi saat malam hari dengan menyasar para pengendara yang melintasi jalur minimnya PJU. “Umumnya para pengendara sepeda  motor yang menjadi sasaran para pelaku pembegalan,” pungkasnya.

** Ramses / Nay 

Kapasitas BPD Ditingkatkan Agar Lebih Mumpuni

0

Nanggung | Jurnal Bogor

Badan Permusyawaratan Desa (BPD) se-Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor dilakukan peningkatan kapasitas BPD yang digelar di Gelanggang Olah Raga (GOR) milik PT Aneka Tambang Tbk UPBE Pongkor tepatnya di Tegal Lega Permai RW 07, Desa Kalongliud, Rabu (19/10) lalu.

Ketua Paguyuban Kepala Desa Kecamatan Nanggung Jani Nurjaman mengatakan, peningkatan kapasitas BPD, baik sebagai unsur perencana atau sebagai pembuat regulasi yang ada di masing-masing desa agar menjadi lebih baik, mumpuni serta lebih sinergi.

“Yang mana membangun desa ini tidak terlepas dari peranan BPD selaku unsur yang membuat regulasi. Selanjutnya di samping BPD tersebut bagian dari pada yang membuat aturan dalam hal ini peraturan desa yang merupakan regulasinya desa, BPD juga sebagai penampung aspirasi masyarakat,” ujarnya.

Kepala Desa Kalongliud itu mengatakan, di samping BPD tersebut bagian dari pembuat peraturan desa, BPD juga sebagai penampung aspirasi masyarakat. “Melalui tampungan aspirasi masyarakat ini senantiasa dapat diimplementasikan dalam bentuk regulasi yaitu dalam bentuk peraturan-peraturan desa,” katanya.

Kegiatan tersebut menurut Juni Nurjaman, diharapkan tidak hanya dilaksanakan pada tahun 2022 ini saja melainkan setiap tahunnya. “Yang mana kami juga sangat membutuhkan hadirnya BPD selaku mitra strategis kami selaku yang mengontrol maupun yang mengawasi kami dalam rangka tata kelola dan tata laksana roda pemerintahan desa,” sebut Jani.

Peranan BPD di Desa Kalongliud menurut Jani Nurjaman, sangat normatif sesuai dengan kapasitas, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi BPD selaku pimpinan musyawarah desa. “Dan itu berjalan dengan baik dalam rangka membuat peraturan-peraturan baik itu peraturan desa tentang anggaran pendapatan dan belanja desa juga peraturan-peraturan desa lainnya sesuai dengan kondisi sosial yang ada di desa kami,” katanya.

Poin penting dalam kegiatan peningkatan kapasitas BPD tersebut menurut Jani Nurjaman, diharapkan dapat melahirkan BPD yang lebih mumpuni, lebih solid dan lebih paham tentang aturan-aturan ataupun regulasi yang berkaitan dengan tugas pokok dan fungsinya.

“Dan senantiasa merujuk kepada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga BPD dan tentunya kami berharap untuk lebih bersinergi lagi membangun desa ke depan lebih baik lagi untuk kemaslahatan desa yang ada di kecamatan nanggung,” tukasnya.

Kegiatan itu dihadiri Muspika, para kades se-Kecamatan Nanggung dan UPT terkait. Sebagai Narasumber dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Bogor dan dari unsur kecamatan.

** Andres

Putaran Ke-7, Jalan Sehat di Bojong Nangka Sekaligus Santunan Anak Yatim

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Jalan sehat yang di gelar Muspika Gunung Putri diputaran ke-7 dilaksanakan di Desa Bojong Nangka, Gunung Putri, Kabupaten Bogor diikuti ratusan warga dari berbagi elemen, Jumat (21/10).

Hadir dalam jalan sehat tersebut, Camat Gunung Putri Didin Wahidin, Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat, Danramil 0621-05/Gunung Putri Kapten Kav La Ahmadin, Kepala Desa Bojong Nangka Amir Arsad, Ketua Apdesi Gunung Putri Udin Saputra, perwakilan CSR Aqua, Podomoro, dan Ormas.

Dalam acara jalan sehat ini, juga diadakan doorprize, senam sehat dan santunan anak yatim.

Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha Hidayat mengatakan, acara jalan sehat bersama unsur Muspika dan Pemdes yang rutin dilaksanakan.

“Alhamdulillah ini desa ke-7 yang melaksanakan, sebelumnya Desa Tlajung Udik, dan selanjutnya Desa Cikeas Udik, dengan harapan kita semakin dekat, Muspika, Pemdes, bersama masyarakat, dari ormas juga ada dan rekan-rekan perusahaan juga ikut berpartisipasi,” jelas Kompol Bayu kepada Jurnal Bogor.

Selanjutnya ia berharap kegiatan ini bisa terus berlangsung untuk menambah kekompakan dan juga sinergitas, dan olahraga ini juga tergolong murah bisa diikuti semua orang. 

“Olahraga ini murah meriah kalau bersepeda harus beli sepeda dulu, olahraga golf biayanya mahal dan seterusnya, kalau olahraga jalan sehat ini kan bisa diikuti semua usia, orang tua, manula dan ibu ibu, jadi kita juga sambil berkampanye ke masyarakat pentingnya olahraga,” paparnya.

Sementara Kepala Desa Bojong Nangka Amir Arsad menyampaikan, dengan adanya program jalan sehat ini sangat membantu masyarakat untuk menjaga kesehatan tubuh, yang mana jalan sehat ini sangat mudah dan murah dibanding olahraga lainnya.

“Olahraga ini murah meriah tapi bisa menyentuh langsung ke masyarakat. Alhamdulillah dengan adanya program Muspika ini jadi masyarakat tahu bahwa inilah pemimpin-pemimpin yang ada di Kecamatan Gunung Putri, maka tak kenal maka tak sayang, dengan adanya acara ini mudah-mudahan para pemimpin di kecamatan Gunung Putri semakin dekat ke masyarakat,” ujarnya.

Ditempat yang sama Camat Gunung Putri Didin Wahidin juga mengapresiasi sekali program jalan sehat yang digagas Kapolsek Gunung Putri dan dijadwalkan ke desa-desa. Program ini juga mendukung pemerintah dalam mewujudkan desa sehat.

“Dalam arti desa sehat ini, masyarakatnya harus sehat dan lingkungan juga harus sehat, dengan jalan sehat ini kita bisa melihat lingkungan, lingkungan mana nih yang masih kurang sehat dan tidak bersih, dengan itu kita bisa menghimbau ke Kades bagaimana mengajak masyarakat agar bisa bergotong-royong masyarakat kedepannya,” cetusnya.

Dia berharap dengan diadakan jalan sehat ini, bisa dijadikan ajang silaturahmi antara warga dan pemerintah kKecamatan dan desa bisa lebih dekat lagi, serta masyarakat juga bisa bertambah sehat.

“Dengan jalan sehat ini tentunya untuk mewujudkan masyarakat yang ada di Gunung Putri bisa hidup sehat, di samping olahraga dan bisa mengatur istirahat dan sebagainya dan tentunya ini juga bisa merupakan silaturahim antara Muspika, Pemerintah Desa dan masyarakat yang ada di desa, mudah-mudah ini menjadikan sinergitas bagaimana mewujudkan masyarakat yang harmonis, masyarakat yang kondusif atau wilayah yang kondusif,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Maulid Nabi, Pasir Madang Gelar Pawai Dongdang

0

Sukajaya | Jurnal Bogor

Ratusan warga antusias mengikuti pawai dongdang di Desa Pasir Madang, Sukajaya, Kabupaten Bogor belum lama ini. Pawai dihiasi dengan berbagai hasil panen seperti sayuran dan buah-buahan sebagai ungkapan rasa syukur pada perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Kepala Desa Pasir Madang, Encep Sunarya mengatakan, pawai dongdang yang dilakukan hampir setiap tahun tersebut bertepatan dengan hari kelahiran Rasulullah. Selepas pawai, Pemerintah Desa Pasir Madang mengadakan tablig akbar.

“Inisiatif masyarakat Desa Pasir Madang dalam memperingati Nabi Muhammad SAW sangat antusias merayakan pawai ini dan mengeluarkan hasil buminya demi memeriahkan acara,” katanya.

Peserta pawai dongdang tersebut juga dilakukan penilaian oleh panitia penyelenggara seperti kreativitas pembuatan dongdang mulai dari keunikan bentuk, jenis hingga isinya. Hal itu dilakukan untuk memberi semangat kepada pembuat dongdang tersebut.

“Kami nilai secara teliti, keunikan dongdangnya, isinya apa, sama kreatifnya membuat dongdang, jadi warga yang membuatnya itu tidak Cuma cuma, semakin bagus dan unik semakin kita nilai lebih agar menambah semangat yang membuatnya,” ucap Encep Sunarya.

Sementara nama dongdang sendiri berasal dari Bahasa Sunda bermakna tempat membawa makanan atau barang-barang hantaran. Bahannya bisa dari batang bambu yang digunakan untuk membawa sebentuk miniatur saung atau rumah-rumahan yang dipanggul dua hingga empat orang lebih.

Isi dongdang dalam kegiatan tersebut beragam, umumnya adalah hasil bumi daerah setempat sekaligus ajang unjuk kreativitas menghias dongdang.

Dapat dikatakan pawai dongdang adalah ajang unjuk produktivitas hasil daerah masing-masing sekaligus mengangkat kearifan lokal masyarakat sebagai objek wisata kuliner dan budaya. Semuanya disiapkan bergotong-royong dan guyub dari mulai masak-memasak untuk menyiapkan isi dongdang hingga menghias dongdang.

** Andres

Dijnhauw Termotivasi Tangani Skuad Khenzi United FC

0

Cibinong | jurnal Bogor

Nama Djinhauw dalam kancah sepakbola di Bogor khususnya Persikabo bukanlah sosok yang asing.

Djinhauw dikenal sebagai mantan bintang Persikabo pada era 90 an yang berasal dari Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Saat ini, Djinhauw tercatat sebagai salah satu pelatih di SSB / Klub sepakbola Ciriung United FC yang dulunya bernama Khenzi United FC dan bermarkas di Lapangan Citra Buana, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Tak hanya itu, Djinhauw juga dikenal sebagai salah satu pelatih sepakbola di Kabupaten Bogor yang sudah memiliki Lisensi C AFC

Sebagai seorang pelatih, Djinhauw dikenal sebagai sosok yang punya prinsif dan berkarakter tegas dan lugas dalam menjalankan program kepelatihannya.

Sebelum menerima pinangan dari managemen Ciriung United FC, sudah ada beberapa klub lainnya yang memberikan tawaran kepadanya untuk melatih.

Namun semuanya ia tolak dan lebih memilih jadi arsitek Ciriung United FC yang punya program sosial pada dunia sepakbola.

” Ada beberapa klub yang nawarin saya untuk melatih..Namun saya belum berminat dan akhirnya saya tolak,” tegas Djinhauw, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Akan tetapi, kata Djinhauw, ketika Ridwan Purwanto selaku owner Khenzi United FC menelponnya dan menjelaskan visi klubnya menggratiskan semua biaya bagi siswa atau pemain yang berasal dari keluarga kurang mampu untuk jadi siswa SSB berbayar , akhirnya Djinhauw langsung semangat dan antusias menerima tawaran dari Ridwan Purwanto.

” Saya tidak pikir panjang lagi ketika Pak Ridwan menjelaskan program sosial yang akan dikembangkannya di Ciriung United FC. Apalagi ini kampung halaman saya dan saya wajib dari bagian program sosial yang jadi visi utama Ciriung United FC,” beber Djinhauw.

Djinhauw kini menangani skuad Ciriung United FC untuk KU-10 tahun dan terus melakukan program latihan di Lapangan Citra Buana, Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Ia bertekad Ciriung United FC bisa melahirkan talenta pesepakbola masa depan bagi Kabupaten Bogor ataupun bangsa ini.

Kedepannya, kata Djinhauw, dari Ciriung United juga harus bisa melahirkan para pemain yang berkiprah dalam kancah sepakbola kasta tertinggi nasional.

** asep syahmid

Khenzi United FC Tambah Jam Terbang Bertanding

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Meskipun belum genap empat bulan, Khenzi United FC salah satu klub anyar dalam kancah sepakbola Kabupaten Bogor telah menunjukan eksistensinya dengan ambil bagian pada Event Festival Soccer One Day ( EFSOD) bertajuk Pakansari Championahip 2022.

Khenzi United FC yang kini berganti nama menjadi Ciriung United FC bertekad menambah jam terbang para pemainnya dalam EFSOD Pakansari Championship 2022 yang berlangsung di Lapangan PASI Pakansari pada tanggal 22, 23 dan 30 Oktober 2022.

Tim sepakbola yang bermarkas di Stadion Mini Ciriung dan dikenal sebagai satu satunya SSB di Bogor yang menggratiskan biaya latihan dan pendaftaran kepada para siswanya menurunkan semua pemain binaanya dari empat KU pada EFSOD Pakansari Champinship 2022.

” Kami menurunkan empat KU pada EFSOD Pakansari Championship 2022. Kami sangat senang anak anak sangat antusias dan gembira bisa bertanding di Pakansari,” ujar CEO sekaligus Owner Ciriung United FC, Ridwan Purwanto, Sabtu, 22 Oktober 2022.

Ridwan menambahkan, EFSOD Pakansari Championship 2022 merupakan event festival yang kedua diikuti tim sepakbola yang benar benar mengutamakan aspek sosial kepada talenta sepakbola yang ada di Kelurahan Ciriung, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor.

Sebelumnya, tambah Ridwan, skuad Ciriung United FC yang awalnya bernama Khenzi United FC telah ambil bagian dalam event sepakbola usia dini yang digelar di Kota Depok.

” Kami akan terus menambah jam bertanding ataupun mental bermain anak anak dengan sesering mungkin ikut dalam berbagai event yang ada di Jabodetabek,” ucap Ridwan.

Ridwan juga menyampaikan alasan perubahan nama Khenzi Unired FC menjadi Ciriung United FC dengan lugas dan rasional.

” Ciriung United FC saat ini jadi nama baru dari Khenzi United FC. Karena semua materi pemain berasal dari Kelurahan Ciriung. Hingga ada hubungan emosional yang positif jika kami paka nama daerah kami sendiri.” paparnya.

Ia berharap, Ciriung United FC ini akan jadi wadah talenta sepakbola dari Kelurahan Ciriung yang bisa jadi pemain masa depan Kabupaten Bogor ataupun pemain nasional.

Kendati telah berganti nama menjadi Ciriung United FC, Ridwan Purwanto tetap menggratiskan semua pembiayaan kepada para siswa yang tergabung dalam berbagai KU yang ada di klub miliknya.

** asep syahmid