29 C
Bogor
Friday, August 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 792

Atlet Gateball Kabupaten Bogor Kembali Sabet Medali Emas

0

Subang | Jurnal Bogor

Atlet Cabang Olahraga Gateball Kabupaten Bogor kembali menyabet medali emas, kali ini giliran atlet gateball kategori double putri yang terdiri dari Hilari Naomi dan Almira Gita Ardwiyantri yang berhasil meraih satu medali emas, pada pertandingan yang digelar di Lapangan Gateball Sariater Kabupaten Subang, Senin, 14 November 2022

Wakil Ketua Pengcab, Sutriyono Kaseneng mengatakan, prestasi yang diraih berkat dorongan dari KONI yang memberangkatkan tim double putri.

Menurutnya, dorongan dari Kabupaten Bogor terutama KONI dan jajarannya yang tiap hari datang kesini memberi semangat kepada para atlet.

“Sebetulnya target empat besar saja sudah luar biasa, tapi perjuangan anak-anak sangat luar biasa bisa meraih medali emas. Babak selanjutnya ada tim triple putra-putri, kita berjuang lagi sepenuh tenaga, Harapannya meraih emas sebanyak mungkin target 3 lagi mudah-mudahan tercapai bahkan lebih,” ungkap Sutriyono.

Salah satu atlet Gateball Double Putri Naomi mengakui sangat senang dan terharu atas kerja keras yang dilakukan bisa membuahkan hasil.

“Kuncinya harus sering berlatih supaya dapat hasil yang baik. Selanjutnya akan berlatih lebih keras untuk mempertahankan juara, semoga Kabupaten Bogor bisa terus melahirkan atlet yang lebih berkelas,” bebernya.

** Asep Syahmid

Joy Pendhita Sumringah Sepatu Roda Amankan Satu Emas

0

Bekasi | Jurnal Bogor

Satu medali emas disumbang Cabang Olahraga (Cabor) Sepatu Roda Kabupaten Bogor. Cabor asuhan Wakil Ketua KONI Kabupaten Bogor, Joy Pendhita ini menyumbang emas di nomor sepatu roda-ITT 200 meter atas nama atlet, Revani Putri Adydinanti, pada pertandingan di Lapangan Sepatu Roda Grand Wisata Bekasi, Senin (14/11) pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat tahun 2022.

Ketua Cabor Sepatu Roda Kabupaten Bogor, Joy Pendhita menjelaskan, sangat bersyukur cabang olahraga sepatu roda meraih medali emas di kelas ITT 200 meter atas nama Revani.

“Bagi kami semangat bertanding para atlet di lapangan sudah luar biasa, apapun rintangannya mereka hadapi dengan baik. Insyaallah kita akan terus tingkatkan kualitas atlet, sehingga berpeluang meraih medali di kemudian hari,” ujar Joy Pendhita

Kedepan harus ada evaluasi kaitan dengan fasilitas tempat latihan teman-teman atlet di sepatu roda. Kabupaten Bogor masih kekurangan fasilitas itu,

” kalau kita punya, atlet-atlet kita bisa berlatih tanpa harus sewa tempat ke luar kota. Jadi bisa lebih maksimal berlatihnya di Kabupaten Bogor,” tambahnya

Gerry selaku pelatih sepatu roda Kabupaten Bogor mengatakan, sebetulnya timnya hari ini belum maksimal, terutama dari catatan waktu yang saya targetkan belum terpenuhi.

Namun, kata Gery, terlepas dari itu semua, ia sangat bangga Kabupaten Bogor dapat emas hari ini.

“Sebetulnya ada beberapa rintangan saat menjelang hari pertandingan, diantaranya beberapa atlet kita ada yang sakit. Namun Alhamdulillah semua bisa kita lewati, ini semua berkat doa dan dukungan masyarakat Kabupaten Bogor,” tutupnya.

** asep syahmid

Tiga Petinju Kabupaten Bogor Pastikan Tiket ke Babak Final Porprov Jabar 2022

0

Subang | Jurnal Bogor

Prestasi membanggakan ditorehkan para petinju Kabupaten Bogor yang sudah memastikan tiket lolos ke Final Porprov Jabar 2022

Tiga petinju Kabupaten Bogor yang memastikan bakal tampil pada babak Final Porprov Jabar 2022 diantaranya Ririn kelas 50 kg, Sheilla kelas 54 kg dan Stevania Patinama kelas 60 kg.

” Alhamdulilah dari 4 petinju Kabupaten Bogor yang tampil pada semifinal hari ini tiga diantaranya sudah masuk final,” ujar Ketua Pertina Kabupaten Bogor, Asnan AP, senin, 14 November 2022.

Asnan AP yang juga sebagai Kadispora Kabupaten Bogor terus stanby menemani semua petinju Kabupaten Bogor di Subang.

” Saya sempat menemani Plt Bupati Bogor menghadiri pembukaan dan keliling venue Porprov Jabar 2022. Setelah itu saya balik lagi ke Subang menemani para petinju Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Asnan AP, masih ada 5 petinju Kabupaten Bogor yang akan tampil pada babak Semifinal hari Selasa, 15 November 2022.

” Mohon doa dan dukungannya semoga para petinju Kabupaten Bogor yang akan tampil pada babak Semfinal bisa menyusul tiga rekannya yang sudah meraih tiket ke Final,” bebernya.
Asnan menegaskan, target cabor tinju Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar 2022 adalah 6 medali emas.

** asep syahmid

Plt Bupati Bogor Datang, Rama cs Langsung Sabet Tiga Emas dan Tenis Lampaui Target Medali

0

Bekasi | Jurnal Bogor

Kehadiran Plt Bupati Bogor, H..Iwan Setiawan, SE datang ke venue lapangan tenis Porprov Jabar 2022 langsung membuat motivasi para petenis Kabupaten Bogor tampil trengginas.

Bahkan, kehadiran Plt Bupati Bogor tersebut langsung berbuah kemenangan manis Rifky Sukma Ramadhan alias Rama yang mampu menumbangkan petenis andalan Kabupaten Kuningan, Azmi Januarsah dengan skor 6-4, 5-7 ( 10-7)

Pertandingan tunggal putra antara Rama kontra Azmi benar benar berlangsung alot dan memnbuat tegang Plt Bupati Bogor yang menyaksikan secara langsung dipinggir lapangan.

” Saya sangat tegang sekali menyaksikan laga antar Rama lawan Azmi. Alhamdulilah Rama bisa menang dan meraih medali emas tunggal putra, ” ujar Plt Bupati Bpgor, Iwan Setiawan, Senin, 14 November 2022.

Iwan juga merasa senang dengan perjuangan para atlet tenis Kabupaten Bogor yang jadi juara. umum Porprov Jabar 2022 dengan 5 emas dan 1 perak. Bahkan, kehadiran Plt Bupati Bogor juga berbuah 3 emas dari 1 perak nomor perorangan.

Sementara itu, Ketua Umum.Pelti Kabupaten Bogor, Usep Supratman merasa bersyukur Tim Tenis Kabupaten Bogor bisa jadi juara. umum dalam Porprov Jabar 2022.

Usep yang sedang dalam kondisi kurang sehat tetap.memanrau jalannya semua laga final perorangan Porprov Jabar 2022.

” Terimakasih atas perjuangan para atlet, pelatih, manager, official dan semua jajaran pengurus yang terus mensuport para atlet tenis Kabupaten Bogor dan jadi juara umum cabor tenis lapangan di Porprov Jabar 2022 dengan 5 emas dan 1 perak.,” ujarnya

Manager Tenis Kabupaten Bogor. Agus Hamidy tampak terharu dengan torehan 5 emas dan 1 perak para atlet tenis Kabupaten Bogor dalam Porprov Jabar 2022.

Menurutnya, keberhasilan Tim Tenis Kabupaten Bogor yang kembali jadi juara umum Porprov Jabar 2022 adalah berkat kerja keras para pemain, pelatih dan jajaran.official serta pengurus yang sangat kompak selama ini.

” Alhamdulilah tim tenis Kabupaten Bogor bisa kembali menjadi juara umum dalam Porprov Jabar 2022. Ini bukti nyata kalau Pelti Kabupaten Bogor sangat PERKASA,” pungkasnya.

Dalam final perorangan tim tenis Kabupaten Bogor meraih emas dari ganda.putra yang diperoleh Kareem Abdul Hakim dan Rafly Febri Putra yang menumbangkan pasangan Kota Bandung M Rizal.Muzakir dan Jason Halim dengan skpr 6-0, 5-7 ( 10-5)

Selain itu, Rafly yang berpasangan dengan Kayla meraih.emas ganda campuran setelah mengalahkan pasangan Kabupaten Kuningan Azmi Januarsah dan Zoelfanka dengan skpr 6-0 set pertama dan set kedua retired pihak lawan

Sedangkan pasangan Kayla / Rara harus puas dengan.medali perak usai kalah dari pasangan Kota Bandung yakni Sinar Zahra dan Anjali dengan skor 3-6, 3-6.

** asep syahmid

Tim Tenis Lapangan Kabupaten Bogor Cetak Hattrick

0

Bekasi | Jurnal Bogor

Atlet ganda campuran Cabor Tenis Kabupogor Rafly Feby Putra Tri Prasetyo dengan Kaeilla Mangesti Path menyempurnakan perolehan medali di ajang Porprov ke XIV Jabar 2022.

Rafly Feby Putra Tri Prasetyo dengan Kaeilla Mangesti Path berhasil menang melawan ganda campuran Kabupaten Kuningan Azmi Januarsyah dan Zoelfanka Rosana Saputra.

Dengan kemenangan di partai ganda campuran tersebut, total Cabor Tenis Kabupaten Bogor meraih lima medali emas dan satu medali perak. Di Cabor Tenis, Kontingen Kabupaten Bogor pun menjadi juara umum.

Dua raihan medali emas lainnya dari nomor perorangan tunggal putra Rifqy Sukma Ramadhan dan ganda putra Kareem Abdul Hakim dengan Rafly  Feby Putra Tri Prasetyo, 

Raihan medali perak Cabor Tenis Kabupaten Bogor diraih ganda putri Kaeilla Mangesti Path dengan Rara Sima Kusuma Wardani, mereka dikalahkan ganda putri Kota Bandung Shinar Zahra Shukayna Heryad dengan Anjali Kirana Juniarto.

** asep syahmid

Perenang Kabupaten Bogor Semakin PERKASA Terus Mendulang Emas

0

Garut | Jurnal Bogor

Cabang Olahraga (Cabor) renang Kabupaten Bogor sumbang kembali medali emas pada beberapa nomor pertandingan, di SOR Akuatik, Garut, Senin, 14 November 2022

Selain dua emas, cabor renang meraih tiga medali perak dan dua medali perunggu pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XIV Jawa Barat tahun 2022.

Medali emas pertama diraih pada nomor 50 meter gaya punggung putra atas nama, Gilbert Eliezer Angga. Medali emas lainnya diraih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri atas nama, Olivia Aprilia Ferina.

Selanjutnya medali perak diraih pada nomor 50 meter gaya punggung putri atas nama, Yessy Venisia.

Perak kedua diraih pada nomor 50 meter gaya kupu-kupu putri atas nama Adelia. Perak ketiga disumbang dari nomor renang bebas putra 1.500 meter atas nama Raashif Amila Yaqin.

Sementara itu, medali perunggu diraih pada nomor renang estafet 400 meter gaya bebas putri atas nama, Yessy, Olivia, Adelia, dan Sarah.

Perunggu kedua diraih dari nomor 50 meter gaya kupu-kupu putra atas nama Erick Ahmad Fathoni.

Arsitek renang Kabupaten Bogor, Nasir menjelaskan, untuk pertandingan kemarin dan hari ini diluar ekspektasi dan sudah memenuhi target pada dua hari ini.

Menurutnya, selain medali emas, medali perak dan perunggu juga diraih hari ini.

“Besar harapan saya untuk hari-hari selanjutnya sampai hari Jumat nanti, perolehan medali akan terus bertambah lagi,” ujar Nasir.

Nasir menambahkan, jadi sampai hari ini Cabor renang sudah mendapatkan empat emas. Kami mohon doanya agar atlet-atlet kami di lapangan bisa tampil maksimal, dan mempersembahkan yang terbaik untuk Kabupaten Bogor.

** asep syahmid

Mencegah Stunting, Perlu Upaya Bersama

0

Penanganan kasus anak stunting memerlukan upaya menyeluruh dan didukung semua pihak.  Untuk itu sejauh ini Pemerintah Kota Bogor telah melakukan berbagai upaya. Termasuk upaya-upaya yang bersifat pencegahan.
Pada acara Diseminasi dan Publikasi Hasil Pengukuran Data Stunting yang berlangsung 11 Oktober lalu, Sekretaris Daerah Kota Bogor, Syarifah Sofiah, mengungkapkan bahwa banyak hal yang sudah dilakukan untuk mengurangi jumlah anak stunting. “Salah satunya memperkuat struktur sampai ke tingkat kelurahan, RT, RW dan posyandu dan dilantiknya Bunda Stunting sampai di tingkat kecamatan,” ujarnya.

Untuk mengetahui potensi kemungkinan terjadinya kasus stunting, menurut Syarifah diperlukan sebuah pemetaan. Tujuannya, ketika ada bayi dari nol bulan sampai lima tahun berat badannya masih rendah atau cenderung menurun dan menjadi potensi stunting, maka terhadap anak tersebut perlu diketahui apa penyebabnya dan perlu segera ditangani.
Apakah penyebabnya adalah kondisi status ekonomi, yakni dari keluarga menengah ke bawah atau tidak mampu. Atau disebabkan karena pola asuh di keluarganya.  “Misalnya anak ini dari keluarga dengan status ekonomi menengah ke atas tapi berat badannya kurang maka intervensinya tentu saja kepada pola asuh, mungkin ada yang salah dengan pola asuhnya, kita perbaiki pola asuhnya sehingga bisa terdeteksi gizi dan berat badannya,” jelasnya.
Informasi dalam pemetaan seperti itu, memang perlu dilakukan. Untuk itu Pemerintah Kota Bogor saat ini tengah melaksanakan program audit kasus stunting. Menurut Kepala DPPKB Kota Bogor, Rakhmawati, Audit Kasus Stunting (AKS) adalah kegiatan yang bertujuan mengidentifikasi risiko terjadinya stunting pada kelompok tertentu.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui penyebab seorang anak mengalami stunting, menganalisa faktor risiko penyebab sebagai penanganan kasus, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan tata laksana kasus dan upaya pencegahan yang harus dilakukan. “Kelompok tertentu maksudnya adalah mereka yang berisiko stunting agar zero stunting atau berusaha sebisa mungkin orang-orang yang diintervensi sekarang tidak menjadi stunting berikutnya,” jelasnya

Ada empat kelompok masyarakat yang dipantau dalam kegiatan ini. Masing-masing adalah  calon pengantin, ibu yang sedang hamil, ibu yang baru saja melahirkan atau dalam keadaan nifas serta  anak-anak yang berusia di bawah dua tahun. Dalam memantau kelompok itulah, diharapkan peran dari semua pihak. Masyarakat diharapkan membantu Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang dibentuk di tingkat kelurahan, untuk memantau kondisi empat kelompok tersebut. Bahkan bagi para calon pengantin, diharapkan mereka dapat memasukan data mereka melalui aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (Elsimil).
Menurut dr. Ira Juwita, Technical Assistant Satgas Percepatan Penurunan Stunting pada DPPKB Kota Bogor, calon pengantin diperhatikan karena mereka adalah calon orangtua. Pada saat para istri hamil, seyogianya mereka berada dalam rentang usia antara 20 sampai 35 tahun, untuk mencegah risiko kemungkinan melahirkan bayi yang berpotensi stunting. Di samping itu,  “Para ibu hamil, diharapkan tidak sedang mengalami gejala anemia atau kurang darah,” jelasnya. Untuk itu maka sejak mereka remaja, kesehatan diri mereka perlu mendapatkan perhatian.

Selanjutnya perempuan yang sedang hamil. Perlu diperhatikan agar seorang ibu, tidak  hamil lebih dari 3 kali. Juga jarak antar anak tidak kurang dari 2 tahun. Apabila tidak sesuai ketentuan tersebut, perlu dipantau dan dipastikan, agar mereka tidak termasuk golongan ibu hamil berisiko. Sudah pasti pula  perlu dipantau agar mereka mengkonsumsi asupan makanan yang bergizi baik, agar janinnya tumbuh sehat.

Begitupun ibu yang baru saja melahirkan atau yang sedang nifas. Diharapkan mereka menginformasikan kepada TPK apabila bayinya tergolong berisiko. Itulah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2,5 kg dan tinggi badan kurang dari 48 cm. Sedangkan untuk para Baduta, diharapkan para orangtuanya untuk terus memantau pertumbuhan sang bayi melalui Kartu Menuju Sehat  (KMS) dan aktif menimbang bayinya setiap bulan di Posyandu. Pemantauan tersebut adalah ikhtiar untuk mencegah bayi mengalami kekurangan gizi secara kronis dalam rentang waktu 2 tahun kehidupan awalnya. Sebab kurang gizi kronis dapat mengakibatkan bayi mengalami stunting.

Jadi pencegahan stunting dapat dilakukan semua pihak. Antara lain dengan memperhatikan keempat kelompok masyarakat tersebut, dan menanganinya jika ada gejala yang berpotensi menimbulkan anak stunting. Ayo kita cegah stunting, agar generasi anak-anak kita tumbuh sebagai generasi sehat dan berkualitas. (Advertorial).

Ini Pesan Plt Bupati Bogor Saat Memberikan Motivasi ke Official Arung Jeram

0

Garut | Jurnal Bogor

Plt Bupati Bogor, Iwan Setiawan, SE memberikan motivasi kepada skuad Arung Jeram Kabupaten Bogor dalam kunjungannya ke Venue Porprov Jabar 2022 yang ada di Kabupaten Garut.

Iwan berpesan.agar semua atlet Arung Jeram Kabupaten Bogor bisa tampil all out dalam Porprov Jabar 2022

Selain itu, Iwan juga minta kepada para pelatih, atlet dan official untuk bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor di Porpov Jabar kali ini.

” Porprov Jabar ini adalah gengsi semua daerah dalam prestasi olahraga..Makanya saya minta semua atlet harus bisa memberikan prestasi yang terbaik bagi Kabupaten Bogor,” ujar Iwan Setiawan, Minggu, 13 November 2022.

Sementara itu, dr Farah Pratiwi selaku manager Arung Jeram.Kabupaten Bangga dengan kedatangan Plt Bupati Bogor yang memberikan support untuk Tim Arung Jeram Kabupaten Bogor.

“Pak Plt Bupati Bogor berpesan agar semua atlet, pelatih dan official jaga kesehatan dan tetap semangat dalam meraih target emas” ujar dr Farah Pratiwi, Minggu, 13 November 2022.

Farah tetap optimis, Tim Arung Jeram Kabupaten Bogor bisa mendulang lima.emas seperti yang ditargetkan.

” Terimakasih Pak Plt Bupati Bogor yang telah memberikan support kepada kami. Semoga ini akan jadi motivasi bagi Tim Arung Jeram Kabupaten Bogor dalam mencapai target emas,” pungkas Farah.

** asep syahmid

Sembilan Petinju Kabupaten Bogor PERKASA Lolos ke Babak Semifinal Porprov Jabar 2022.

0

Subang | Jurnal Bogor

Prestasi memukau diraih Tim Tinju Kabupaten Bogor yang meloloskan 9 petinju terbaiknya pada babak Semifinal Cabor Tinju Porprov Jabar 2022 yang berlangsung di Lanud Suryadarma Kalijati, Kabupaten Subang.

Keberhasilan 9 petnju Kabupaten Bogor lolos ke Semifinal ini akan menambah emetgi bagi Kontingen Kabupaten Bogor yang masih butuh banyak medali untuk mengejar ketertinggalan dari Kabupaten Bekasi dalam perolehan medali sementara Porprov Jabar 2022.

Asnan AP selaku Ketua Perina Kabupaten Bogor mengatakan sangat bangga dengan lolosnya 9 petinju Kabupaten Bogor ke babak Semfinal Porprov Jabar 2022.

Ia optimis 9 petinjunya itu berpeluang masuk final Porprov Jabar 2022 cabor tinju.

” Saya optimis semua petinju Kabupaten Bogor bisa memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Bogor di Porprov Jabar 2022,” ujar Asnan AP, Minggu, 13 November 2022.

Mudah mudahan, sambung Kadispora Kabupaten Bogor ini semua petinjunya bisa lolos ke Final dan semua bisa meraih medali emas.

” Target kami dalam Porprov Jabar 2022 ini 6 emas..Mudah mudahan kami bisa mencapainya,” tambah Asnan AP

Rencananya, kata Asnan AP, babak Semifinal cabor Tinju akan dilakukan pada tanggal 14 dan 15 November 2022.

Daftar Petinju kabupaten Bogor Yang Lolos ke Semifinal Porprov Jabar 2022:

1) Ririn Sahara
2) Stela Maala
3) Cheatllyn Hiera Pieres
4) Tivaniya Pattinama
5) Elizer Gonzales
6) Simon Makarawe
7) Grasty Alfons
8) Grace Safon Simangungsong
9) Bram Hendra Batuhuan

** asep syahmid

Samisade Perlu Banyak Pembenahan

0

Cileungsi | Jurnal Bogor

Seiring dengan dikeluarkannya Perbup 69 tahun 2022, program Samisade (Satu Miliar Satu Desa) mulai direalisasikan di seluruh desa di Kabupaten Bogor. Untuk wilayah Bogor Timur, program andalan Bupati Bogor tersebut juga sudah terlihat mulai dilaksanakan pengerjaan tahap pertama. Namun pelaksanaannya mendapat catatan dari wakil rakyat agar ada pembenahan.

“Kalau saya monitoring ke beberapa desa, Samisade sudah mulai berjalan. Contohnya di Desa Ciangsana, pekerjaan sudah mencapai 60 persen. Tinggal menunggu pelaksanaan tahap kedua. Sementara di beberapa desa lain juga sudah mulai dikerjakan,” kata Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Dapil 2, Achmad Fathoni kepada Jurnal Bogor, Minggu (13/11).

Menurut dia, pengalokasian program Samisade pada penghujung tahun menjadi salahsatu persoalan yang harus menjadi evaluasi Pemda Bogor. Pasalnya, dengan waktu yang pendek tersebut, pelaksana program dalam hal ini pemerintah desa dituntut harus segera menyelesaikan program Samisade tersebut.

“Tahun anggaran kan dari Januari-Desember. Jadi kalau dialokasikan pada pertengahan tahun mungkin proses perencanaan dan pelaksanaan Samisade di tiap desa dapat lebih maksimal,” tukasnya.

Fathoni sapaan akrabnya mengatakan, selain pengalokasian anggaran dan waktu pelaksanaan, ia juga menyoroti proses pengawasan Samisade yang perlu ditingkatkan. Pengawasan tersebut, meliputi proses perencanaan, tender hingga pelaksanaan yang dilakukan oleh pihak ketiga.

“Sekarang kan mekanismenya belum full diserahkan kepada Pemerintah Desa. Karena saya masih mendapat info ada penunjukan pelaksana dari Pemkab. Begitu juga dengan proses tender yang harus dibenahi sehingga pelaksana adalah pihak kontraktor yang berkompeten,” ujarnya.

Selain itu, yang menjadi sorotan Fathoni adalah menjadikan program Samisade ini adalah salah satu program padat karya yang secara aktif melibatkan partisipasi masyarakat. Walaupun secara pelaksanaan diserahkan kepada kontraktor, namun dalam implementasinya, pihak kontraktor harus dapat melibatkan partisipasi masyarakat secara aktif.

“Ini juga kan masih menjadi pertanyaan. Samisade program padat karya tapi masih menggunakan kontraktor atau vendor. Padahal kalau program pada karya, biarkan desa yang melaksanakan dengan melibatkan masyarakat secara penuh,” pungkasnya.

** Taufik/Nay