26.6 C
Bogor
Tuesday, May 12, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 791

Rawan Longsor, Masyarakat Diminta Tidak Mendirikan Bangunan Diatas TPT

0

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim meminta kepada perangkat daerah terkait dan aparatur wilayah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak ada lagi yang mendirikan bangunan diatas Tembok Penahan Tanah (TPT) mengingat konstruksinya tidak cukup kuat untuk menopangnya.

Sebab, kurun tiga bulan terakhir kata Dedie, ada 13 TPT yang mengalami longsor, antara lain disebabkan karena beban dari tiang pondasi rumah berada persis di atas TPT.

“Di Kota Bogor tidak sedikit masyarakat tanpa rasa peduli memancangkan tiang pondasi rumah diatas TPT,” katanya saat penanaman pohon bersama Komunitas Bogor Hejo di Rusunawa Cibuluh, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (12/10/2022).

Di sisi lain, perubahan kondisi cuaca yang terjadi tidak hanya di Kota Bogor, tetapi secara global tidak disadari oleh masyarakat bahwa efek dari penggunaan energi fosil ternyata mempercepat proses pemanasan global. Masyarakat terkesan cuek dan usaha penanam pohon untuk mencegah seolah-olah dianggap tidak ada manfaat sama sekali.

“Kalau kita lihat saat ini dunia sedang berusaha untuk mencegah kenaikan suhu bumi 2 derajat dalam lima tahun ke depan. Jika dibayangkan kenaikan suhu bumi sebesar 2 derajat, artinya akan mencairkan kutub utara dan kutub selatan. Memakai bahan bakar fosil, membuang sampah sembarangan, kemudian penebangan pohon yang semena-mena serta lainnya, melalui penanaman pohon kita berusaha bersama-sama agar tidak terjadi musibah atau bencana,” papar Dedie.

Untuk itu, kata dia, banyak hal-hal yang masih harus dilakukan untuk memberikan edukasi dan penyadaran kepada masyarakat. Termasuk salah satunya kegiatan menanam pohon sebanyak-banyaknya untuk mengimbangi pemanasan global.

“Kondisi di masyarakat yang terlihat tidak terlalu peduli dengan kondisi lingkungan di sekitarnya. Salah satunya masyarakat yang tinggal di area yang memiliki potensi bencana cukup tinggi, seperti bantaran atau tebing-tebing,” sebutnya.

Ketua Bogor Hejo, Amelia Dian menjelaskan, komunitas Bogor Hejo sejak tahun 2016 turun ke wilayah melaksanakan kegiatan dan beberapa saat sempat vakum, khususnya saat masa pandemi Covid-19.

Penanaman pohon yang dilakukan tidak terlepas dari kepedulian dan keprihatinan Bogor Hejo, khususnya atas bencana yang terjadi seperti tanah longsor dan banjir di musim penghujan.

“Kami tim Bogor Hejo melakukan penanaman pohon buah, selain untuk memberikan edukasi kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan juga mengajak masyarakat untuk memelihara pohon-pohonnya sehingga ke depan jika menghasilkan buahnya bisa dinikmati masyarakat sekitar,” kata Amelia Dian.

Dalam penanaman tersebut ada 10 pohon buah yang ditanam, diantaranya pohon matoa, sirsak, mangga, bisbul, plam dan lainnya.

Turut hadir menanam pohon, diantaranya Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, Camat Bogor Utara, Riki Robiansyah dan jajaran serta Kepala UPTD Rumah Susun Kota Bogor, Ilham.** Fredy Kristianto

Empat Pebasket Kabupaten Bogor Perkuat Kontingen Jabar di Pra Popnas 2022

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Perbasi Kabupaten Bogor kembali mempertahankan tradisi positifnya dengan meloloskan empat atlet terbaiknya masuk dalam skuad basket Jawa Barat di ajang Pra Popnas 2022 di Lampung.

Pelaksanaan Pra Popnas yang akan diikuti empat pebasket andalan Kabupaten Bogor itu akan berlangsung dari tanggal 13 sampai 20 Oktober 2022

Pelatih basket Kabupaten Bogor, Mabrury Wijaya mengatakan, sangat senang dengan adanya wakil Kabupaten Bogor memperkuat Jabar di Pra Popnas 2022

Mudah mudahan, kata Mabrury empat pebasket yang jadi siswa SMAN 3 Cibinong ini akan membawa Jabar lolos ke Popnas 2023 di Sumsel

” Saya bangga cabor basker kembali mengiriimkan duta terbaiknya untuk jadi bagian dalam Kontingen Jabar Pra Popnas 2022,” tegas Mabrury Wijaya, Rabu, 12 Oktober 2022

Sementara itu, Kadispora Kabupaten Bogor, Asnan AP berharap semua atlet dari Kabupaten Bogor yang akan membela Jawa Barat pada Pra Popnad nanti harus bisa memberikan sumbangsih terbaiknya .

” Saya ingin semua atlet pelajar dari Kabupaten Bogor ini bisa lollos dari fase Pra Popnas dan bisa tampil pada ajang Popnas 2023 mendatang,” tegas Asnan AP

Asnan AP melanjutkan, 17 atlet asal Kabupaten Bogor punya potensi untuk kembali jadi bagian Kontingen Jawa Barat pada Popnas 2023 di Sumsel.

Disaming itu, kata Asnan AP, para atlet yang akan ambil bagian dalam Pra Popnas 2022 ini semuanya akan kembali tampil pada ajang Porda Jabar 2022.

Nama Atlet Basket Kabupaten Bogor dalam Kontingen Jabar di Pra Popnas 2022 :

  1. Bunga Ratna Ningtyas ( Basket)
  2. Kayla Fakhira ( Basket)
    3.Lubina Hafiz ( Basket)
  3. Keisha Restu Maulida ( Basket)

** asep syahmid

Tragedi Gang Kepatihan, Pemkot Sampaikan Belasungkawa

0

JURNAL INSPIRASI – Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengunjungi lokasi bencana longsor di Gang Kepatihan, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Selasa (11/10) malam. Lokasi ini, menjadi salah satu lokasi bencana yang terparah yang terjadi di Kota Bogor akibat cuaca ekstrem.

Di lokasi itu pula, sementara ada 20 korban yang diantaranya 9 orang tertimbun dan selamat, serta 1 orang meninggal dunia. Korban jiwa tersebut merupakan salah satu anggota kepolisian dari Polsek Bogor Tengah.

“Hasil inventarisir dari tim BPBD, Damkar maupun dari Tagana tercatat ada 20 nama dalam dua shift pemancingan di lokasi longsor tersebut. Pertama jam 14.00 dan shift jam 16.00. Total 20 nama ini semuanya sudah dapat dilacak keberadaannya. Dimana korban luka berat ada dua orang dan satu orang meninggal dunia atas nama Pak Jefri,” urai Dedie.

Evakuasi dan pencarian korban lainnya di bencana longsor Gang Kepatihan berlangsung sedari sore dan dihentikan sekitar pukul 22.00 WIB. Namun Dedie mengatakan, jika ada informasi lanjutan mengenai korban yang kemungkinan masih tertimbun, petugas segera menindaklanjuti.

“Jadi kalau nanti besok ternyata masih ada inventarisir dari kendaraan bermotor misalnya yang ditinggal dan belum diambil nanti akan kita lacak apakah ini juga termasuk korban yang tertimbun. Tetapi sejauh ini dari saksi mata dan dari pengelola pemancingan, kemudian juga dari pengurus RT RW dan saksi yang lain menyebutkan semuanya sudah terevakuasi,” sahut Dedie.

Dalam kesempatan itu, Dedie juga menyampaikan kepada masyarakat, memang dalam fenomena cuaca ekstrem yang dihadapi sekarang perlu ada kehati-hati yang tinggi dan kewaspadaan. Menurut prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) fenomena cuaca ekstrem ini masih akan berlangsung sampai dengan bulan April 2023.

Sementara Bogor yang selama ini langganan untuk curah hujan yang tinggi, tanah longsor, pergerakan tanah, pohon tumbang, banjir lintasan dan banjir ini pun harus mendapatkan perhatian lebih.

“Dampak sejak bulan Juli sampai dengan hari ini ada sekitar 500-an kepala keluarga yang terdampak langsung (cuaca ekstrem). Kemudian juga ada beberapa kerusakan infrastruktur baik sedang maupun berat. Ditambah juga korban dari rumah warga yang terkena longsor maupun pergerakan tanah dan banjir,” paparnya.

Sehingga, sambung Dedie, situasi saat ini harus disikapi dengan kewaspadaan yang tinggi. Masyarakat juga diminta memahami jika dalam situasi hujan dengan intensitas tinggi. Apalagi lokasi masyarakat yang berada di tebingan cukup curam.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui BPBD juga sudah ditugaskan untuk terus memonitor titik – titik rawan bencana. Tentu dibantu oleh instansi lainnya seperti TNI dan Polri.

“Untuk para korban, Pemkot Bogor mengucapkan belasungkawa sebesar – besarnya. Termasuk untuk meninggalnya satu orang anggota Polri Babinsa dari Bogor Tengah yang menjadi korban tanah longsor pada sore hari ini. Mudah-mudahan beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa,” katanya.** Fredy Kristianto

Pemkot Bogor Pasang Barrier Beton di TKP Pemotor Tercebur

0

JURNAL INSPIRASI – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) melakukan antisipasi agar peristiwa terseretnya pengendara motor di Jalan Dadali karena banjir lintasan yang terjadi, Selasa (11/10) sore, tak terulang kembali.

Saat ini Tim SAR Gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap pengendara motor yang terseret arus air.

Saat bersamaan, sebagai langkah antisipasi karena kondisi cuaca sudah mulai mendung, Dishub Kota Bogor memasang barrier beton di lokasi kejadian.

Ada lima barrier beton yang dipasang diatas trotoar sebagai langkah antisipasi.

“Beton barrier ini sebagai upaya kita. Melihat kemarin kejadian tersebut tentunya kami dari Dishub amat menyesalkan kejadian itu. Tentunya turut berduka atas kejadian tersebut dan saya berharap semoga pengendara lekas ditemukan dan peristiwa serupa tidak terulang kembali,” Kata Kepala Dishub Kota Bogor, Eko Prabowo dilokasi, Rabu (12/10/2022).

Selanjutnya kata Eko, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas PUPR untuk memperbaiki sarana prasarana dan Dishub Kota Bogor menyiapkan rambu-rambu.

“Akan kita upayakan pemasangan tersebut, sehingga bila terjadi arus deras akibat banjir seperti yang terjadi kemarin, itu dapat menahan masyarakat sehingga tidak langsung terjatuh. Kita juga akan pasang rambu peringatan berjarak 50 m diatas, warning light. Akan kita buatkan itu,” katanya.** Fredy Kristianto

Keluarga Pemotor: Biasanya Adzra tak Pernah Lewat Dadali

0

JURNAL INSPIRASI – Keluarga pemotor yang tercebur goron-gorong di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal mengatakan bahwa Adzra tak pernah lewat tempat kejadian perkara (TKP).

“Jadi biasanya, dia lewat Kebon Pedes bersama teman-temannya dan temannnya juga bingung kenapa dia lewat Dadali. “Mungkin saat itu dia menduga jalan nggak banjir,” kata Bibi korban, Rasminah kepada wartawan, Rabu (12/10).

Kata dia, berdasarkan keterangan rekan korban, tas dan handphone korban ditaruh di dalam baga motor.

Ia mengaku tak mendapat informasi bahwa Adzra mengalami musibah dari orang yang mengantarkan pelat nomor motornya ke rumah orangtuanya.

“Jadi ibunya telepon tidak diangkat dan di whatsap juga cuman ceklis satu. Kan infonya pas pelat itu ditemui, langsung dicari lokasi kediaman, nah kebetulan memang lokasinya ada di rumah orang tua Ara sendiri di cilebut. Kemudian ditanya juga sama sepupunya, itu plat ketemu nya dimana, kata nya orang itu ketemu di deket rumahnya dia,” jelasnya.

Sedangkan mengenai video viral itu, kata Rasminah, keluarga juga mengetahui. “Tapi sampai saat ini kami belum tonton itu, karena jika memang benar itu anaknya, kami sangat tidak tega melihat nya.
Sampai saat ini kami tidak menganggap bahwa video itu bukan saudara kami,” ucapnya.

Ia mengaku pasrah dan berharap korban segera ditemukan. “Apapun hasilnya kami sudah ikhlas menerimanya,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Keluarga Pemotor Berharap Ada Keajaiban

0

JURNAL INSPIRASI – Belum ditemukannya pemotor yang terseret banjir dan tercebur gorong-gorong pada Selasa (11/10), membuat keluarga dari pemotor mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), Rabu (12/10).

Kepada wartawan, sepupu korban yang enggan disebutkan namanya mengaku bahwa terakhir berkomunikasi saat sedang di Botani bersama temannya. “Itu sebelum hujan,” katanya.

Ia pun mengakui bahwa komunikasi terakhir itu pun cuman berselang cepat. “Setelah itu tidak ada komunikasinya. Tidak ada kabar lagi,” imbuhnya.

Setelah itu, sambung dia, muncul video seorang pengendara di media sosial yang terbawa arus dan tercebur gorong-gorong. Namun, ia masih belum bisa memastikan apakah itu Adzra atau bukan.

“Viral kan di medsos. Nah, belum percaya kalau itu Adzra. Tapi, sampai malam susah dihubungi. Barulah kita buat laporan,” ungkapnya.

Ia berharap, bahwa kejadian ini korbannya bukan Adzra.”Kami tidak berharap dia korbannya. Tapi, itu kecil mungkin juga karena plat nomornya yang ditemuin itu sama identitasnya,” pungkasnya.** Fredy Kristianto

Terkuak, Ini Identitas Pemotor yang Hilang Tercebur Gorong-Gorong Dadali

0

JURNAL INSPIRASI – Pemotor yang terseret banjir dan tercebur gorong-gorong di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal pada Selasa (11/10) hingga kini belum ditemukan. Kendati demikian, identitas pwrenpuan tersebut akhirnya terungkap.

Kepada wartawan, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Theofilio Patricinio Freitas mengatakan bahwa identitas korban diketahui berdasarkan pelat nomor yang ditemukan. Selain itu, terdapat juga laporan dari keluarga yang telah kehilangan putrinya.

“Korban merupakan warga Cilebut , mahasiswi IPB semester 5 atas nama Adzra Nabila,” ujar Theo kepada wartawan, Rabu (12/10).

Menurut dia, pencarian masih terus dilakukan yang dimulai dari titik awal hingga aliran Sungai Ciliwung, Situ Grande.

“Kami lanjutkan operasi korban yang terseret arus banjir lintasan kemarin. Kita berharap kondisi korban tidak jauh dari lokasi ini,” ungkapnya.

Theo menuturkan bahwa pencarian melibatkan BPBD, Damkar, SAR, Tagana, dan masyarakat. Saat dilakukan pencarian, sambung dia, ditemukan adanya reruntuhan di orong-gorong.

“Jika kejadian runtuhnya ini bersamaan dengan terseret nya korban, ada kemungkinan korban tersangkut di bawahnya sehingga kita akan lakukan upaya pengecekan di sekitar puing tersebut,” katanya.** Fredy Kristianto

Jonggol Raih Juara Harapan 1 Kecamatan Terbaik Jabar

0

Jonggol | Jurnal Bogor

Kecamatan Jonggol meraih juara harapan 1 sebagai kecamatan terbaik tingkat Provinsi Jawa Barat tahun 2022 dari 627 kecamatan yang menjadi pesaingnya. Pemerintah Provinsi Jabar melakukan penilaian terhadap sinergitas kecamatan dalam meningkatkan pelayanan publik. Pemerintah Kecamatan Jonggol pun lalu memaparkan ekspose gambaran umum, potensi dan inovasi yang dilakukan. Kemudian adanya program kegiatan yang jadi unggulan dan termasuk dalam program penanganan Covid-19.

Seperti diketahui, Kecamatan Jonggol adalah salah satu dari 40 kecamatan di Kabupaten Bogor yang berada di bagian Timur Kabupaten Bogor. Dengan luas wilayahnya kurang lebih 12.686,74 hektare. Dengan luas wilayah tersebut meliputi 14 desa, 59 dusun, 128 RW dan 404 RT.

Dari ke 14 desa di Kecamatan Jonggol yakni Desa Jonggol, Sukamaju, Singajaya, Sukasirna, Sirnagalih, Balekambang, Sukanegara, Sukamanah, Weninggalih, Bendungan, Singasari, Cibodas, Sukajaya dan Desa Sukagalih dengan jumlah penduduk 167.885 jiwa atau 79.081 KK. Dari luas tersebut sebagian besar adalah lahan pertanian dengan luas 3. 849,15 Ha.

Camat Jonggol Andri Rahman dengan programnya yang bisa meraih juara harapan 1 tingkat Provinsi Jabar mengaku sangat terharu dan bahagia. Menurutnya, apa yang diraih saat ini adalah dari hasil kinerja bersama, dengan sinergi antara Pemerintah Kecamatan Jonggol dengan Pemerintah Desa yang ada wilayah Kecamatan Jonggol.

“Apa yang diraih ini adalah bentuk penghargaan dari hasil kerja keras Pemerintah Kecamatan Jonggol dan Pemerintah Desa, serta seluruh masyarakat Jonggol,” papar Andri kepada Jurnal Bogor, Selasa (11/09).

Dia berharap, apa yang diraih saat ini oleh Pemerintah Kecamatan Jonggol bisa terus dipertahankan atau naik tingkat lebih baik lagi, dimana pelayanan masyarakat jadi lebih ditingkatkan lagi.

“Syukur alhamdulilah saya ucapkan, semoga dengan apa yang diraih hari ini bisa lebih meningkatkan dalam melakukan pelayanan masyarakat, khusunya masyarakat Jonggol,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Terobos Banjir, Pemotor Perempuan Hilang Tercebur Gorong-Gorong

0

JURNAL INSPIRASI- Hujan deras disertai angin kencang menyebabkan bencana alam pada beberapa titik di Kota Bogor. Di Jalan Dadali, Kecamatan Tanah Sareal, seorang pemotor peremouan tersapu banjir hingga tercebur kedalam gorong-gorong bersama sepeda motornya. Naasnya hingga berita ini diturunkan pemotor tersebut belum ditemukan.

“Jadi pas hujan deras, kondisi jalan banjir, posisi saya sekitar 20 meter dari posisi si pengendara itu, saya sempat berhenti di belakang karena banjir kan. Terus pas sampe sini, banyak yang bilang ada cewek naik motor, jatuh kebawa arus tercebur gorong-gorong, sampai sekarang hilang dia,” ujar salah seorang saksi mata, Latif kepada wartawan, Selasa (11/10).

Menurut Latif, ia tak tahu pasti apakah perempuan tersebut berboncengan atau tidak. “Saya engga tau ya bawa yang lain atau engga, yang jelas pengendaranya berjenis kelamin perempuan,” ungkapnya.

Kata dia, perempuan yang jatuh dan masuk ke selokan memakai helm dan motor vario putih.

Sementara itu, Tim SAR Gabungan melakukan pencarian terhadap pengendara tersebut dengan menelusuri gorong-gorong menggunakan tali berukuran besar.

“Saya sudah cek ke dalam, hasilnya masih nihil. Korban maupun motornya tidak ditemukan. Lubang gorong-gorong cukup luas di dalam, kemungkinan besar korban dan motornya terbawa arus, sudah tidak di sini,” ucap anggota Damkar Kota Bogor Yudo.

Ia menuturkan bahwa pihaknya masih akan terus melakukan pencarian terhadap perempuan malang tersebut. “Masih kamj cari,” ungkapnya.** Fredy Kristianto

Penyedia Jasa Minta Dinas Jangan Berbelit-belit

0

Saat Proses Pencairan Tagihan Dibuat Bolak-balik

Cibinong | Jurnal Bogor

Banyaknya keluhan dari para penyedia jasa terkait berbelit-belitnya pencairan tagihan pekerjaan di DPUPR Kabupaten Bogor, menuai kontroversi dan praduga di kalangan penyedia jasa.

Seperti disampaikan oleh DE, salah seorang penyedia jasa mengatakan, tagihan untuk pekerjaan di Pemkab Bogor  dari tahun ke tahun memang seperti ini, cuma di tahun ini terkesan lebih ribet dalam artian birokrasi yang tidak jelas, mengambang dan tanpa arah.

“Diduga adanya faktor kesengajaan, untuk tagihan ini tidak segera cair dan seolah ingin dibuat cair serempak nanti di akhir tahun bulan Desember. Kenapa saya bilang birokrasi yang tidak terarah serta semau-maunya, karena kami dibuat bolak balik di dalam lingkup DPUPR  ataupun di dinas-dinas lain,” keluh DE kepada Jurnal Bogor, Selasa (11/09).

Menurutnya, sambung dia, selain harus ada nota dinas juga harus ada izin ini dan itu dan lain sebagainya, dan ini sudah seperti dibuat-buat, hal ini jelas sangat merugikan kontraktor.

“Karena kontraktor juga punya cashflow , punya waktu perjanjian kontrak, kalo seperti ini, selain yang saya alami sendiri juga dari cerita teman-teman. Hal yang dilakukan DPUPR sepertinya ada sesuatu, dan jika hal seperti ini terus berjalan tanpa memperhatikan hak dari penyedia jasa, maka berita ini akan langsung saya naikan dan saya adukan hari ini langsung ke KPK,” tegasnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dengan proses tagihan yang berbelit-belit dan birokrasi seperti ini seolah terindikasi bahwa adanya pemerasan secara terstruktur, karena tidak lazim.

“Dulu itu untuk melakukan penagihan cukup menyampaikan progres pekerjaan ke Konsultan untuk di setujui ke Konsultan Management Proyek (KMP), setelah KMP selesai masuk ke dinas dan langsung masuk ke Kasda, setelah ditandatangani oleh seluruh pihak dinas,” paparnya.

Namun saat ini, lanjutnya, dari Konsultan masuk KMP, KMP balik lagi ke Konsultan, kemudia konsultan balik lagi ke KMP, dan KMP baru ke DPUPR dalam hal ini dan di dalam dinas PU itu, harus ke Kabid lalu ke PPK, kemudian PPK balik lagi ke Kabid keuangan, lalu Kabid keuangan balik lagi ke dinas untuk minta nota dinas.

“Sehingga ini birokrasi yang sengaja dibuat berbelit-belit, supaya semua pekerjaan  terhambat dan akhirnya terkena pinalti, sehingga teman-teman berpraduga ini ada sesuatu dan itu indikasinya adalah pemerasan,” cetus DE.

Terpisah disampaikan Pemerhati Kontruksi dan Tata Ruang, Herri menyampaikan penagihan yang berbelit-belit itu sangat berpengaruh dengan waktu kerja para kontraktor, dimana saat ini kontraktor itu diberikan waktu 90 sampai dengan 120 hari kerja untuk menyelesaikan pekerjaannya.

“Biasanya, pembayaran itu ada termin per tahap 1 , 2 dan 3. Namun disinilah yang harus disegerakan, agar kontraktor juga bisa menyelesaikan dengan baik pekerjaan nya. Mengingat, mereka juga punya perjanjian masa kontrak, jika itu habis mereka akan kena pinalti dengan denda persentase dari total nilai proyek tersebut,” bebernya.

Oleh karena itu, sambung ia, pekerjaan pemerintah ini jangan dibiasakan adanya pintu-pintu Doraemon, sehingga siapa yang punya kantong ajaib itulah yang diutamakan untuk pencairan.

“Itu hal yang bisa dibilang terjadi hampir di setiap wilayah hanya saja sulit untuk beberkan, karena saling melindungi dan menutupi, saya hanya berpesan hati-hati untuk pemangku kebijakan, Pemkab Bogor sedang tidak baik-baik saja,” paparnya.

Sampai diturunkanya berita ini belum ada keterangan resmi dari Kepala Bidang DPUPR Krisman maupun PPK Zulkifli saat dihubungi Jurnal Bogor dan keduanya tidak memberikan tanggapan apapun.

** Nay Nur’ain