27.8 C
Bogor
Friday, August 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 776

Puraseda Miliki Ikon Gula Aren

0

Leuwiliang | Jurnal Bogor 

Mayoritas warga di Kampung Gunung Perang, Desa Puraseda, Leuwiliang, Kabupaten Bogor merupakan petani penghasil gula aren atau yang lebih terkenal gula merah yang menjadi salah satu ikon desa tersebut.

Guna mendorong ekonomi para petani gula aren tersebut, pihak desa terus mendorong, baik dari segi produksi, kualitas, pengemasan hingga penjualan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Terlabih dimasa pemulihan ekonomi masyarakat akibat Covid-19 yang melanda beberapa tahun ke belakang.

Salah satunya upaya Pemerintah Desa Puraseda saat ini tengah membangun dua jembatan penghubung yang bersumber dari bantuan infrastruktur Program Samisade untuk mempermudah mobilisasi warga di Kampung Gunung Perang dan Kampung Cisaat yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Sekretaris Desa Puraseda, Asep Ruhiyat mengatakan,  mayoritas warganya yang berada di Kampung Gunung Perang merupakan petani gula aren.

“Jadi, disamping mereka bercocok tanam, mengolah tanah atau lahan perkebunan, ada waktu-waktu untuk mengambil air nira untuk dijadikan gula sren,” kata Asep Ruhiyat kepada wartawan, Rabu (30/11/22).

Dia menjelaskan, pohon aren yang mengeluarkan air nira itu kemudian diolah menjadi gula aren. Pengolahan gula aren itu sudah berlangsung sejak lama yang merupakan warisan turun temurun yang masih dipertahankan hingga sekarang. “Jadi, salah satu ikon desa kami yaitu petani gula aren,” katanya.

Dalam satu hari, Asep Ruhiyat, satu orang petani itu bisa memproduksi sekitar 20 kilogram gula aren dalam bentuk batangan.

Selama ini warga menjual hasil pembuatan gula aren itu kepada para pengepul yang datang langsung kepada para petani.

“Insya Allah mudah-mudahan rencana kami di tahun 2023 mendatang bahwa gula aren ini akan dimasukan dalam Program BUMDes,” katanya.

Nantinya, kata Asep Ruhiyat, gula aren yang awalnya di etak berbentuk batangan itu akan kembali di oleh menjadi gula aren berbentuk serbuk dan dikemas dengan kemasan yang menarik.

“Dan kami sudah mencoba itu di RW 12 alhamdulillah dipenuhi pesanan,” ucapnya.

Lebih lanjut, Asep Ruhiyat mengatakan, para petani biasanya menjual hasil pembuatan gula aren kepada pengepul itu per-kilogram.

“Kurang lebih 1 kilogram di harga 18 ribu sedangkan ketika gula aren itu dijadikan gula semut atau gula aren serbuk itu yang 600 mili itu bisa mencapai 20 ribu. Jadi kan ada nilai tambah bagi para petani tersebut,” paparnya.

Untuk itu, Asep Ruhiyat memaparkan, tahun 2023 mendatang pemerintah desa akan menggandeng Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk lebih meningkatkan, baik sisi produksi, pengemasan hingga penjualan untuk meningkatkan pendapatan lebih bagu warga petani tersebut.

“Karena memang melimpah ruahnya pertumbuhan tanaman aren itu di wilayah tersebut. Sifat pohonnya itu dapat bertahan sampai puluhan tahun,” tukasnya.

** Andres

SMAN 1 Cariu Abaikan Perintah Gubernur

0

Cariu | Jurnal Bogor 

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil saat ini tengah fokus menyoroti banyaknya kasus pungutan liar di lembaga pendidikan yang dikelola oleh Pemprov Jabar. Dalam sebuah kesempatan di Bekasi, Gubernur Jabar bahkan membuat statement jika dibutuhkan partisipasi biaya pendidikan dari orang tua siswa harus mendapat persetujuan gubernur. Hal itu dilakukan Gubernur guna membatasi dan tidak memperbolehkan lagi adanya pungutan di sekolah dalam bentuk apapun.

Namun, instruksi gubernur tersebut sepertinya tidak dihiraukan oleh pihak SMAN 1 Cariu. Pasalnya, praktik pungutan liar di sekolah negeri tersebut masih tetap terjadi.

“Saya sangat menyayangkan jika masih saja ada pungutan liar di sekolah negeri yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat. Karena, Gubernur sudah sangat jelas mengeluarkan instruksi jika tidak boleh ada pungutan dalam bentuk apapun di lembaga pendidikan yang dikelola oleh Dinas Pendidikan Jawa Barat,” kata Ketua Umum Presidium Bogor Timur, Alhafiz Rana kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

Menurut dia, praktik pungutan liar di tingkat lembaga pendidikan menengah atas seperti sudah mendarahdaging dan menjadi budaya yang tidak bisa dihilangkan begitu saja. Pihak sekolah, kerap melakukan berbagai upaya untuk menarik pungutan dari orang tua siswa dengan alasan sudah mendapat persetujuan komite.

“Tidak adanya tindakan tegas dari Dinas Pendidikan Jawa Barat membuat praktik pungutan liar di wilayah Bogor, khususnya Bogor Timur semakin menjadi-jadi dan jauh dari pengawasan Dinas Pendidikan Jawa Barat. Oleh karena itu, sambung ia, dirinya meminta agar Dinas Pendidikan Jawa Barat mengusut tuntas kasus pungli di SMAN 1 Cariu.

Hafis mengatakan, dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh pihak SMAN 1 Cariu dijelaskan pihak sekolah akan segera melaksanakan kegiatan ujian akhir semester. Untuk, itu seluruh siswa harus melunasi iuran peserta didik baru yang belum lunas dibayar ke pihak sekolah.

“Inikan jelas, jika pihak sekolah memungut iuran peserta didik baru walaupun tidak dituliskan jumlahnya. Ini jelas sudah bukti pelanggaran yang harus diusut dan ditindak tegas,” kata Hafiz.

Sementara itu, HN, salahsatu orang tua siswa SMAN 1 Cariu mengatakan, pungutan tersebut harus dilunasi sebelum pelaksanaan ujian akhir sekolah. Jika tidak dilunasi maka peserta didik tidak bisa mendapatkan kartu untuk mengikuti ujian.

“Jadi harus lunas dulu semua baru anak saya dapat kartu ujian, kalau tidak maka tidak bisa ikut ujian,” katanya.

HN yang merupakan buruh serabutan sangat keberatan dengan kebijakan kepala sekolah tersebut, apalagi ada batas waktu yang ditentukan. “Dengan masih adanya desakan bayar iuran dari sekolah ini saya jadi ragu dengan ucapan Gubernur, apakah hanya pencitraan saja, soalnya sekolah ini sudah ngambil pungutan dari tahun ke tahun aman-aman saja,” keluhnya.

Sementara Kepala Sekolah SMAN 1 Cariu Sapto saat dikonfirmasi meminta penjelasan nomor yang diberikan sudah tidak aktif.

** Taufik/Nay

Pekerjaan Jalan Sukamakmur Milik CV.Aquila Mangkrak, Ini Kata Achmad Fathoni 

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Mendapati adanya laporan terkait pekerjaan Jalan Sukamakmur – Sukawangi, Sukamakmur, Kabupaten Bogor yang dikerjakan oleh CV.Aquila Elektrindo dengan anggaran sebesar Rp3,8 miliar, anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Bogor Achmad Fathoni angkat bicara.

Menurutnya, banyak pekerjaan infrastruktur khususnya jalan di 2022 yang mangkrak, progresnya tidak sesuai schedule. Data dari PUPR yang disampaikan ada 41 pekerjaan yang deviasinya lebih dari 10 % dan 40 pekerjaan yang lewat masa pekerjaan. Hal ini jadi 40 % lebih dari seluruh pekerjaan di 2022.

“Saya sampaikan bahwa proses memperjuangkan usulan program itu panjang dan tidak mudah. Karena memang anggaran terbatas sementara usulan program begitu banyak. Satu program bisa masuk dan disetujui dalam APBD prosesnya sampai 2-3 tahun. Jadi saya mewakili rakyat sangat sedih jika tinggal pengerjaannya saja kemudian sampai gagal,” cetusnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

Oleh karena itu, sambung Fathoni, dirinya  meminta DPUPR dan para penyedia jasa berkomitmen untuk bisa menyelesaikan pekerjaan yang sudah dianggarkan dan di SPK kan. 

“Saya minta Desember semua bisa diselesaikan, jangan sampai kemudian gagal dan harus ditunda 2 tahun berikutnya, karena tidak mungkin lagi masuk 2023. Kasihan warga Kabupaten Bogor yang tertunda lama menikmati hasil pembangunannya,” tegas politisi PKS tersebut

Terkait berbagai kesulitan penyedia jasa, lanjutnya, diminta DPUPR bisa mencarikan solusi tentu tanpa melanggar ketentuan yang berlaku.

“Saya juga setuju untuk 2023 agar ada perencanaan dan perbaikan sehingga kejadian seperti tahun ini bisa dicegah,” pungkasnya.

“Dan saya masih terus monitor perkembangannya, walaupun sudah lewat masa kontrak harus diselesaikan. Saya akan terus desak dan monitor jangan sampai gagal, tapi tetap dengan mutu pekerjaan yang baik,” sambungnya.

** Nay Nur’ain

Samisade Desa Sirnagalih Bangun Jalan Penghubung 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Pemerintahan Desa Sirnagalih, Jonggol, Kabupaten Bogor, kembali melanjutkan infrastruktur jalan desanya melalui anggaran Samisade yang merupakan program warisan Bupati non aktif Ade Yasin.

Pjs Kepala Desa Sirnagalih Dadang mengatakan, Samisade dialokasikan untuk ruas jalan Kp.Mengker RT.08 RW.04, dengan volume panjang 600 meter, lebar 4 meter, tinggi 0,25 meter. 

“Pemerataam infrastruktur ini merupakan bagian dalam upaya mengoptimalkan potensi di desa. Jadi, dengan terealsasinya  pembangunan jalan tersebut untuk mempermudah mobilisasi masyarakat,” ucap Dadang kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

Dadang menambahkan, pembanguan infrastruktur kini merupakan jalan penghubung lingkungan. “Jadi istilahnya ada jalan pintas yang dibeton, ” paparnya.

Mewakili warga Desa Sirnagalih, dia  mengucapkan terima kasih kepada Bupati  Bogor, yang sudah merealisasikan  bantuan program Samisade dimana adanya anggaran tersebut menjadi percepatan pembangunan di desa-desa.

“Saya berharap dengan sudah dibangunnya akses jalan Kp.Mengker  menikatkan perekonomian, sosial, pendidikan maupun kesehatan  warga masyarakat,” harapnya.

** Ramses/Nay 

Peduli Bencana Gempa Cianjur, Solusi Bangun Indonesia Salurkan Bantuan Melalui Program SBI Peduli

0

Klapanunggal | Jurnal Bogor 

PT Solusi Bangun Indonesia.Tbk (SBI) melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Pabrik Narogong, melakukan serangkaian kegiatan untuk membantu korban yang terdampak bencana gempa bumi, Senin (21/11) lalu dengan mengirimkan kebutuhan medis dan non medis, hingga relawan di lapangan untuk membantu distribusi logistik ke beberapa wilayah.

Sebelumnya, TRC Pabrik Narogong telah bergerak cepat pascagempa bumi untuk berkoordinasi secara langsung dengan Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial serta BPBD Kabupaten Cianjur terkait kebutuhan yang diperlukan.

Setelah itu, SBI langsung segera menyiapkan segala kebutuhan yang diperlukan untuk menjaga pasokan kebutuhan pokok bagi mereka yang terdampak.

“Kami sangat prihatin dengan bencana yang terjadi di Cianjur. Karena itu, kami terus berkoordinasi dengan satgas BUMN dan pihak terkait lainnya agar bantuan yang diberikan dapat tersalurkan secara menyeluruh bagi mereka yang membutuhkan,”tutur Direktur Utama SBI, Lilik Unggul Raharjo kepada Jurnal Bogor Rabu (30/11).

Menurutnya, selain kebutuhan medis dan non-medis. SBI juga menyediakan pelayanan kesehatan yang langsung diberikan oleh dokter dari perusahaan di beberapa posko bencana untuk membantu para korban yang membutuhkan bantuan kesehatan. 

“Menjaga kesehatan para korban sangat penting di tengah krisis yang sedang melanda,” ujarnya.

“Kami terus melakukan upaya-upaya yang dapat membantu untuk meringankan beban serta trauma masyarakat yang terdampak. Kami juga berharap agar semakin banyak pihak yang tergerak untuk memberikan bantuan bagi para korban agar kondisi ini dapat segera membaik”, sambung Lilik.

Hingga saat ini, lanjutnya, gempa bumi dengan magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11) di Kabupaten Cianjur, mengakibatkan ratusan korban jiwa, ribuan orang luka-luka, serta banyaknya bangunan rusak berat.

PT.Solusi Bangun Indonesia.Tbk adalah sebuah perseroan terbuka yang mayoritas sahamnya (83,52%) dimiliki dan dikelola oleh PT.Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) – bagian dari grup PT.Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG. Perseroan menjalankan usaha yang terintegrasi dari semen, beton siap pakai, agregat dan layanan pengelolaan limbah yang mengoperasikan empat pabrik semen di Narogong (Jawa Barat), Cilacap (Jawa Tengah), Tuban (Jawa Timur), dan Lhoknga (Aceh), dengan total kapasitas 14,8 juta ton semen per tahun, dan mempekerjakan lebih dari 2.000 orang. 

** Nay Nur’ain

Jaling Babakansadeng Dibangun dari Samisade

0

Leuwisadeng l Jurnal Bogor 

Warga Desa Babakansadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor mengaku bersyukur. Pasalnya jalan yang telah mengalami kerusakan kini telah dibangun melalui program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) dari bantuan keuangan APBD Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah jalan lingkungan yang dinantikan masyarakat kini telah dibangun,” ujar warga Babakansadeng, Hendar Daman dan Jumri kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

Dia mengaku sebelumnya kondisi jalan yang berada di pelosok kampung itu sudah lama rusak dan sekarang telah dibangun dan sudah dimanfaatkan masyarakat.

Anggaran Samisade yang diterima Pemerintah Desa Babakansadeng menyasar pada pembangunan infrastruktur berupa peningkatan jalan lingkungan (jaling) yang tersebar di Kampung Babakansadeng, Sadeng Pasar serta Kampung Jayamarni sepanjang 3.500 meter.

“Peningkatan jaling menjadi prioritas pembangunan dari pagu anggaran yang telah dialokasikan,” terang Kepala Desa Babakansadeng Wawan BJ.

Pihak desa kata dia memprioritaskan insfrastruktur, terutama wilayah kampung yang masih membutuhkan pembangunan jalan. Diharapkan peningkatan jalan ini dapat memberikan kenyamanan  bagi masyarakat.

“Selain itu, melalui program Samisade ini juga diharapkan mampu menjadi akselarasi pembangunan yang dapat membuka berbagai sector,” tukasnya.

** Arip Ekon

Dua Rumah di Tenjo Hangus Terbakar Akibat Arus Pendek 

0

Tenjo | Jurnal Bogor

Diduga akibat korsleting listrik, sedikitnya dua rumah milik warga di Desa Tenjo, Tenjo, Kabupaten Bogor ludes terbakar Api.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (30/11/22) malam pukul 00.20 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Kapolsek Tenjo, Iptu Suyadi membenarkan, kejadian tersebut. Setelah pihaknya menerima laporan dari masyarakat, jajarannya bersama Pemadam Kebakaran (Damkar) sektor Parung Panjang datang ke lokasi kejadian

“Api berhasil memadamkan kobaran api sekitar 15 menit setelah datangnya bala bantuan petugas,” ungkap Iptu Suyudi kepada wartawan.

Iptu Suyadi mengatakan, bahwa kejadian itu terjadi diduga akibat adanya hubungan pendek arus listrik.

“Betul kobaran api di kejadian kebakaran tersebut diduga terjadi akibat adanya korsleting arus listrik,” katanya.

Iptu Suyudi mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Namun, kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut. Hanya saja menimbulkan kerugian materil sebesar sekitar 500 juta rupiah,” tukasnya.

** Andres

Milenial Kabupaten Bogor Usung Kang Dechan jadi Calon Bupati Bogor

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Bogor Dede Chandra Sasmita masuk radar calon Bupati Bogor pada Pilkada 2024 mendatang. Kang Dechan diusung milenial Kabupaten Bogor karena dinilai mumpuni bisa membangun bumi Tegar Beriman. Dukungan muda-mudi yang tergabung Sahabat Demokrat Milenial (SDM) ini terungkap saat menggelar konsolidasi, Rabu (30/11/2022).

“Kang Dechan sosok potensial jadi calon bupati. Kita tahu 6 kursi di DPRD modal awal bagus dan tentu masyarakat Kabupaten Bogor juga rindu saat Partai Demokrat menjadi pemenang Pemilu 2009 dengan 14 kursi,” kata Ketua SDM Ibnu Sakti Mubarok.

Hal lain dari figure Kang Dechan kata Sakti adalah santri sehingga adanya pemimpin Kabupaten Bogor yang tersangkut perkara hukum mengharapkan masyarakat Kabupaten Bogor melek. “Jangan salah figure lah, Kang Dechan saat ini adalah putra terbaik dan kami akan dorong agar Kang Dechan supaya berani maju di Pilkada nanti,” jelas mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Rumpin (HMR) dan GMNI Banten ini.

Sedangkan di internal partai, Dede Chandra Sasmita adalah kader terbaik sehingga SDM optimistis Kang Dechan akan mendapat dukungan dari milenial Kabupaten Bogor. Mengenai eksistensi SDM diakui Sakti kini telah tersebar di 40 kecamatan. “Pertengahan 2023 nanti sahabat milenial akan tampak dan sekarang ini sedang konsolidasi dan respons masyarakat juga positif dengan kehadiran kami,” jelas Sakti.

** Asep Saepudin Sayyev

Persikabo U20 Turun di Turnamen Persija

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Skuad Persikabo 1973 U20 bersiap turun pada Turnamen U20 Belajar Bola Bareng 2022 yang digelar Persija Development pada 7-8 Desember 2022. Keikutsertaan Laskar Muda Pajajaran ini untuk menghimpun talenta muda yang baru dibentuk beberapa bulan ini.

Asnan AP

“Kami berupaya mengangkat potensi pemain sepakbola yang banyak sekali di Kabupaten Bogor dan wadahnya di U20 ini,” ujar pembina Persikabo 1973 U20, Asnan AP, kemarin.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor ini berharap pemain muda Persikabo nantinya dapat berkiprah di Liga Indonesia atau masuk skuad Persikabo senior.

“Harapannya memang untuk menyalurkan potensi pemain yang ada sekarang ini. Mereka berasal dari sejumlah kecamatan,” jelas Asnan.

Pelatih Persikabo 1973 U20 Bahar Lestaluhu juga tak memungkiri jika tidak ada wadah maka akan sulit pemain Kabupaten Bogor bisa berkiprah. Sehingga adanya Persikabo 1973 U20 jadi ajang pembinaan. “Ini anak-anak kampung yang skill kemampuannya udah dapat pengakuan dari pelatih liga. Bagus-bagus kok dan tinggal memoles saja,” ujarnya.

Asisten Manajer Persikabo 1973 U20 Sairan juga menaruh harapan kelak pemain yang dibina dapat berkompetisi di liga. “Pemain banyak, tapi masa iya tidak ada yang membina dan jangan sampai orang lain yang melakukannya,” ucap mantan maskot Persikabo ini.

Dia optimistis skuad Persikabo 1973 U20 memiliki talenta yang mumpuni. Pada ujicoba di Stadion Luar Pakansari dengan Persikabo senior, anak-anak asuhnya bisa memberikan perlawanan. “Memang pada uji pekan kemarin itu tim kita kalah 4-0, tapi bukan itu yang kami cari. Dari jam terbang juga memang kalah tapi spirit tandingnya bagus. Pemain kita masih ada yang dibawah usia 20 tahun jadi masih panjang dan perlu diasah terus,” ungkapnya.

** Asep Saepudin Sayyev

Riak-riak Porprov, Dispora Tunggu LPJ KONI dan Kontingen

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Citra minor Kabupaten Bogor di Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat (Porprov) XIV 2022 setelah gagal mempertahankan juara umum mulai dihubung-hubungkan dengan anggaran dana hibah yang cukup besar Rp70 miliar, namun dalam pelaksanaan Porprov tak sedikit atlet dan pelatih mengeluh minimnya dana dan persiapan hingga perlengkapan yang tak memadai.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bogor, Asnan AP mengatakan, instansinya akan menunggu laporan pertanggungjawaban (LPJ) dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Kontingen Kabupaten Bogor, terkait kucuran anggaran dana hibah Rp 70 miliar yang diberikan kepada KONI untuk dipergunakan kebutuhan even Porprov yang belum lama ini usai.

Menurut Asnan, anggaran hibah sebesar Rp 70 miliar tersebut dibagi sesuai dengan perencanaan yang diajukan oleh KONI ketika itu. Salah satunya untuk kebutuhan atlet yang diberikan kepada Kontingen kurang lebih Rp 26 miliar.

 “Nanti, anggaran itu nanti harus dipertanggungjawabkan KONI dan Kontingen, apa saja penggunaan dana ini digunakan. Untuk kemudian diberikan kembali laporan penggunaan anggaran itu kepada kami selaku Dispora,” kata Asnan di UPT Sarpras Dispora di Stadion Pakansari, Selasa (29/11).

Sebagai penerima dan pengguna anggaran dana hibah, kata dia, sudah sewajarnya KONI menjalankan tanggung jawabnya tersebut.  Dimana hal itu memang sudah tertuang dalam Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara pemerintah daerah dengan KONI.

“Pada NPHD yang disepakati itu dituangkan penggunaan dana hibah digunakan untuk apa saja. Kucuran dananya sendiri kita bagi menjadi dua tahap masing-masing Rp 35 miliar,” ujarnya.

Mengenai adanya apparel atau peralatan yang belum diterima oleh cabor pada saat Porprov Jabar berlangsung, Asnan menegaskan itu menjadi tanggung jawab kontingen. Dimana, pada saat itu dirinya beberapa kali meminta kontingen untuk rapat evaluasi mengenai permasalahan yang ditemui sebelum ajang tersebut diadakan.

“Setiap saya komunikasikan dengan kontingen pada saat rapat-rapat sebelum pelaksanaan. Pihak kontingen selalu memberikan jawaban mengenai apparel itu disesuaikan dengan kebutuhan cabor. Dan nantinya, kontingen yang melakukan pembayaran kepada pihak penyedia apparel,” tandas Asnan.

Sebelumnya Ketua KONI Kabupaten Bogor Junaidi Samsudin menyatakan, untuk event olahraga tingkat provinsi empat tahunan ini, pihaknya mendapatkan kucuran dana dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor sebesar Rp 70 miliar. Dengan pendistribusian sebagian besar untuk persiapan yang dibutuhkan oleh Kontingen Kabupaten Bogor.

“Ajuan anggaran kami yang sudah disetujui oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor sebesar 70 miliar sudah kami distribusikan untuk kontingen Porprov Jabar XIV sebesar 26 Milyar 400 juta, sedangkan sisa anggaran yang kami kelola sudah kami alokasikan untuk kebutuhan tapera atlet dan pelatih,” kata pria yang akrab dipanggil Junsam.

Sisa anggaran yang tersisa sebesar Rp 43 miliar 600 juta, menurut Junsam sudah dialokasikan untuk operasional pengurus KONI seperti untuk tes parameter, mutasi atlet dan musyawarah pengurus cabor. “KONI juga mengeluarkan anggaran untuk operasional pengurus KONI, menjalankan tes parameter, mutasi atlet dan juga melaksanakan musyawarah pengurus cabang olahraga,” sambungnya.

Lebih lanjut, Junsam mengatakan, KONI Kabupaten Bogor sendiri selama ini selalu memberikan prioritas utama bagi kebutuhan atlet dan juga cabang olahraga (cabor) yang ada dibawah naungan mereka. Namun, penganggaran tersebut tidak selalu berjalan lancar, karena masih sering terjadi miskomunikasi antara cabor dan juga KONI terkait syarat administrasi yang diperlukan agar pencairan tahap selanjutnya bisa dikucurkan.

“Anggaran KONI kami utamakan untuk cabor dan atlet, akan tetapi terkadang ada kekurangan pelaporan administrasi dari cabor sehingga pencairan agak telat, karena kami sangat berhati-hati dalam pelaporan anggaran yang diamanahkan ke KONI agar tidak terjadi temuan di kemudian hari,” pungkasnya.

Namun sejumlah atlet dan cabor justeru mengeluhkan minimnya anggaran yang diterima dan membuat persiapan jadi mandek. “Pengajuan peralatan baru saja tidak dipenuhi,” ucap salah satu pelatih.

** Asep Saepudin Sayyev