33.1 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 776

MIN 1 Bogor Gelar Upacara di Hari Santri Nasional

0

 

Leuwisadeng | Jurnal Bogor 

Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Bogor yang terletak di Desa Sadeng, Leuwisadeng, Kabupaten Bogor melaksanakan upacara dalam memperingati Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober 2022 lalu.

Sejumlah pelajar MIN 1 Bogor tampak antusias mengikuti upacara bendera yang berlangsung di halaman sekolah tersebut.

Kepala MIN 1 Bogor Samsuri mengatakan, upacara diikuti oleh seluruh siswa dan guru. Peserta upacara menggunakan busana tradisi santri sesuai surat edaran Kemenag.

“Kami mengapresiasi, ini luar biasa untuk acara upacara Hari Santri Nasional 2022 ini, para pelajar cukup antusias,” katanya.

Tahun ini kata dia, Hari Santri Nasional mengusung tema “Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan”. Tema tersebut dipilih agar dapat memantik semangat patriotisme seluruh umat Islam di Tanah Air.

“Tema tersebut mengandung maksud bahwa santri dalam kesejarahannya selalu terlibat aktif dalam setiap fase perjalanan Indonesia. Ketika Indonesia memanggil, santri dengan berbagai latar belakangnya siap sedia mendarmabaktikan hidupnya untuk bangsa dan negara,” ujarnya. 

Dia menyampaikan kepada peserta upacara agar senantiasa mendoakan para kiai dan santri terdahulu khususnya yang terlibat dalam revolusi jihad agar senantiasa diberi kemuliaan oleh Allah SWT.

“Kita harus senantiasa untuk mendoakan para kiai pendahulu kita yang telah berjihad, dalam menjaga martabat kemanusiaan untuk Indonesia,” tukasnya.

** Andres

PLN Gunung Putri Adakan Pelatihan Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

PLN Gunung Putri melaksanakan pelatihan dan simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi yang diadakan di Gedung PLN Gunung Putri, Jumat (22/10).

Acara tersebut terselenggara atas kerjasama PLN Gunung Putri dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, dan diikuti oleh seluruh pegawai UP3 Gunung Putri, dan Unit Layanan dibawahnya yakni ULP Cileungsi, ULP Citeureup dan ULP Jonggol.

Manager PLN Gunung Putri, Rully Indra Ardhyan mengatakan, kegiatan ini sebagai upaya preventif untuk mengantisipasi terjadinya gempa bumi yakni bencana alam yang datangnya tidak terduga.

“Pelatihan dan simulasi tanggap darurat bencana gempa bumi ini akan rutin dilaksanakan agar setiap pegawai mengetahui cara-cara untuk menyelamatkan diri dan juga dapat menolong orang lain bila terjadi bencana gempa bumi tersebut, sehingga tidak panik yang mengakibatkan kekhawatiran dan merugikan diri sendiri dan orang lain,” jelas Rully kepada Jurnal Bogor, Senin (25/10).

Menurutnya, pada kesempatan tersebut BPBD Kabupaten Bogor menjelaskan langkah-langkah penyelamatan diri yang perlu dilakukan bila tiba-tiba terjadi gempa bumi, saat pegawai sedang berada di dalam ruang kerja.

“Jadi saat gempa untuk tidak panik berlebihan, sehingga bisa fokus mencari jalan keluar, jika pun jauh dari pintu keluar namun gempa sangat kencang agar berlindung di tempat yang aman, ini hanya simulasi dan kami berharap tidak terjadi,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ketahanan Pangan, Desa Batutulis Budidaya Ikan Lele dan Bawal

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Program ketahanan pangan di Desa Batutulis, Nanggung, Kabupaten Bogor yang di gelontorkan dari dana desa sebesar 20 persen dimanfaatkan untuk  budidaya ikan lele dan bawal.

Ketua Kelompok Tani Baitul Mal Al Ummah Jamal mengatakan, sebanyak 40 ribu benih ikan lele dan 5 ribu benih ikan bawal dengan menggunakan sistem bioflok.

“Di lahan seluas 25×25 yang terletak di Kampung Babakan, untuk ketahanan pangan kita budidaya ribuan ikan lele dan bawal,” katanya.

Pembesaran ribuan benih ikan lele dan bawal memakai sistem tong atau kolam terpal dengan ukuran diameter 2 meter dan tinggi 1 meter. Kata dia, hal itu untuk kepentingan masyarakat terutama masyarakat Desa Batutulis untuk kebutuhan pangan dan gizi.

Menurutnya, dengan adanya program tersebut Poktan di wilayahnya merasa terbantu, hal ini diharapkan kedepan bisa dapat maju dan berkembang. 

“Saya berharap kedepannya ini bisa maju, berkembang dan mendapatkan lagi bantuan dari perikanan untuk dapat ketahanan pangan seperti alat yang mandiri,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala Desa Batutulis Ade Supriatna menjelaskan, untuk pengentasan kemiskinan pihaknya pembudidaya ikan lele dan bawal yang terletak di Kampung Babakan tersebut, adalah induk dari ketahanan pangan.

 “Ini adalah induk dari ketahanan pangan yang terletak di sini. Nanti kedepan akan ada pembibitan bahkan untuk konsumsi disini dan juga bisa dijualbelikan ke anggota Poktan itu sendiri. Sebab, kalau kita beli dari luar itu ongkosnya sangat tinggi,” jelas Ade Danoe sapaan akrabnya.

Dia juga tengah mempersiapkan perdagangan sendiri hal itu tentu untuk pengentasan kemiskinan, baik pengangguran maupun meningkatkan gizi masyarakat.

“Saya ucapkan banyak terima kasih terhadap pemerintah atas program ketahanan pangan yang sangat membantu masyarakat,” tukasnya.

** Andres

Outing Class, Siswa TK Paud Alquran Imami Jadi Petugas Damkar

0

Citeureup | Jurnal Bogor 

Puluhan siswa dari Taman Kanak-Kanak (TK) Paud Alquran Imami mengikuti outing class di Markas Komando (Mako) Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor. Mereka mendapatkan edukasi mengenai alat-alat rescue, dan belajar layaknya jadi seorang anggota pemadam kebakaran (damkar).

Selain belajar cara bisa memadamkan api saat kebakaran, para siswa dari TK Alquran Imami, yang berada di Kampung Babakan, Desa Tarikolot, Citeureup, Kabupaten Bogor  diajari cara menangkap hewan liar.

“Para siswa belajar untuk bisa memadamkan kebakaran, hingga menangkap hewan liar. Anak-anak juga mencoba langsung menggunakan selang pemadam, kemudian mereka diajarkan mengatur seberapa deras air yang disemprotkan ke titik api,” jelas Komandan Regu (Danru) Damkar Kabupaten Bogor, Alan Bastyan.

Alan mengatakan, kunjungan edukasi ini kerap dilakukan, mulai dari anak PAUD, TK, hingga SD. Edukasi yang diberikan juga berbeda untuk tiap jenjangnya, khusus anak PAUD, lebih ditekankan pada pengenalan alat, profesi, dan bermain.

“Kalau jenjang di atasnya juga lebih menekankan pengenalan penanganan kebakaran dengan media api atau alat pemadaman api ringan (Apar). Karena usia tingkat atas sudah mengenal dan tahu untuk edukasi dan kaitannya dengan pencegahan,” paparnya.

Tak hanya melayani kunjungan siswa sekolah, sambung ia, pihaknya juga mengedukasi masyarakat luas, baik instansi pemerintahan, pabrik, hingga ke organisasi masyarakat. Pihaknya menekankan pada kesadaran akan bahaya kebakaran, yakni bisa melalui simulasi kebakaran, penggunaan alat-alat pemadam dan lainnya.

“Kami gunakan cara-cara dengan melakukan simulasi kebakaran jika terjadi di lingkungan mereka. Lalu alat-alat apa untuk pencegahan, penanggulangan, dan penanganan kebakaran. Seperti kesediaan Apar, hingga cara menggunakan hydrant dan efektivitasnya,” bebenya.

Terlihat, puluhan siswa TK tampak sumringah, mereka mencoba memperagakan layaknya seorang pemadam kebakaran dengan membawa alat untuk memadamkan api.

Seperti yang dilakukan Reynand Asyraf Al Qaiser, salah seorang peserta yang bercita-cita ingin menjadi seorang pemadam kebakaran, dirinya sangat antusias mengikuti kegiatan outing class tersebut.

 “Pengen naik mobil damkar. Jadi latihan biar gak takut api, cita-cita mau jadi Damkar, seru soalnya,” kata Reynand.

Sementara itu, Kepala Sekolah TK Paud Al-Qur’an Imami, Hasanudin mengatakan, kegiatan para siswa ini sebagai bentuk pengenalan profesi. Kali ini pihaknya bersama puluhan siswa mendatangi pemadam kebakaran Kabupaten Bogor di Jalan Raya Tegar Beriman.

“Ini merupakan kegiatan rutin di sekolah TK Paud Al-Qur’an Imami untuk pengenalan profesi kepada anak-anak serta mencoba melakukan profesi tersebut, salah satunya menjadi pemadam kebakaran,” ujarnya.

Ia menyebut, nantinya bukan hanya pengenalan profesi kepemadam kebakaran saja, namun akan dilakukan ke intansi lainnya seperti polisi, TNI, hingga yang lainnya.

“Membangun hingga pengenalan profesi sekaligus perkembangan fisik dan mental siswa dan disini Damkar ini pun para siswa mencoba berperan menjadi pemadam, dan langsung dipraktikan memadamkan api simulasi kebakaran,” jelasnya.

** Nay Nur’ain

Lapang Curugdengdeng Menguning, Golkar Hadir Ditengah Masyarakat

0

Caringin | Jurnal Bogor
Lapangan sepak bola Curugdengdeng Desa Caringin, Caringin, Kabupaten Bogor, menguning setelah ratusan warga berkumpul dan melakukan senam massal yang dilaksanakan Partai Golkar.

Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Bogor, Wawan Haikal Kurdi mengatakan, dalam rangka memperingati HUT Golkar yang ke-58, salah satu dari rangkaian kegiatannya yakni melakukan road show di semua daerah pemilihan (Dapil) di Kabupaten Bogor.

“Kebetulan untuk wilayah Caringin giliran putaran keempat,” ujarnya kepada wartawan melalui pesan WhatsApp akhir pekan lalu.
Wawan Haikal Kurdi yang akrab disapa Wanhay mengungkapkan, di momen ulang tahun ini tentunya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dimana, Golkar hadir ditengah-tengah masyarakat dan menyapa ibu-ibu serta bapak-bapak.

“Di HUT Golkar kali ini, kami hadir ditengah-tengah masyarakat dan berbagi kebahagian,” paparnya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor ini menjelaskan, ada pun dalam kegiatan yang dilaksanakan di lapang Curugdengdeng, semua berkumpul bersama dengan melakukan senam, baik itu kader, simpatisan dan masyarakat.

“Tidak lupa kami juga adakan hadiah atau door prize untuk peserta senam,” ujarnya.

Wanhay berharap, melalui kegiatan ini bisa membawa dampak positif terhadap suara partai disaat pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Selain warga sekitar, nampak sejumlah kader dan fungsionaris Partai Golkar yang ada di dapil selatan Kabupaten Bogor, serta anggota DPR RI hingga para petinggi partai.

“Hari ini dalam rangka HUT Golkar dan menyambut Hari Sumpah Pemuda, Kita isi dengan acara utama senam sehat, sekaligus menjalin lebih erat silaturrahmi dengan masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya di wilayah Kecamatan Caringin,”  kata Ravindra Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar.

Ravindra yang juga sebagai anggota DPR RI dari dapil Kabupaten Bogor mengaku, dirinya harus siap segala-galanya untuk membantu masyarakat.

“Kami siap, bisa dihubungi kapan saja. Kami hadir dan ada untuk masyarakat,” ucapnya.

Terkait dalam waktu dekat ini akan memasuki tahun politik, Ravindra menegaskan, baik Pilpres maupun Pileg, diharapkan adanya dukungan penuh dari masyarakat arus bawah untuk Airlangga Hartato sebagai calon presiden (Capres). 

“Saat ini Kami sangat mengapresiasi desakan dan keinginan masyarakat. Kalau secara partai dan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB), itu sudah jelas akan diumumkan, namun itu bukan kapasitas saya untuk mengumumkan,” imbuhnya.

Ravindra berpesan kepada masyarakat agar tidak sungkan untuk melakukan komunikasi dengannya. Alasannya, karena semua aspirasi dari masyarakat Indonesia umumnya dan Kabupaten Bogor utamanya, dirinya akan selalu siap mendengarkan.

“Kami selalu akan mendengar aspirasi masyarakat. Saya bersama jajaran pengurus Golkar lainnya hadir juga disini untuk masyarakat. Tadi sudah saya umumkan juga, kalau nanti ada yang akan menghubungi, kami siap kapan saja untuk mereka,” tukasnya.

** Dede Suhendar  

Minim Perhatian, Plafon SDN 6 Tlajung Udik Ambruk

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Miris ruang kelas Sekolah Dasar Negri (SDN) 6 Tlajung udik, Gunung Putri, Kabupaten Bogor sudah 2 tahun tidak lagi bisa dipakai kegiatan belajar mengajar. Pasalnya, plafon sekolah tersebut jebol.

Pembangunan gedung sekolah bertingkat yang dikerjakan pada tahun 2013 itu sudah tidak layak untuk dipakai lagi, dikhawatirkan akan membahayakan para siswa. 

Ajum Juanda Guru SDN 6 Tlajung Udik mengatakan, ruang kelas 6 yang berada di tingkat dua tidak bisa dipakai lagi untuk belajar mengajar.

“Sudah lama ruang kelas 6 ini tidak dipakai untuk belajar mengajar murid, karena atap dan genteng sudah jebol, kalau hujan pasti air masuk dan banjir, ke ruang kelas, untuk sementara ini siswa yang menempati ruang tersebut menjadi masuk siang,” paparnya kepada Jurnal Bogor, akhir pekan kemarin.

Ia juga menjelaskan, ruang kelas 6 tersebut rusak semenjak pandemi. Terlihat baja ringan yang atap dari genteng saat hujan atau angin kencang gentengnya jatuh ke bawah menyebabkan plafon pada hancur.

“Semenjak pandemi dua tahun aktivitas belajar mengajar dihentikan belajar secara online, saat pandemi mulai kendor belajar mengajar diadakan lagi, pas akan dipakai ruangan ini sudah terlihat ada yang jatuh gentengnya meniban plafon, jadi para guru khawatir akan terjadi bahaya maka ruangan ini dikosongkan,” ujarnya.

Dengan adanya kejadian ini ia juga memaparkan, untuk ruang kelas yang rusak ini kepala sekolah sudah melaporkan ke Dinas Pendidikan, tapi sampai saat ini belum ada perbaikan.

“Ya, kalau tidak salah kepala sekolah sudah berkomunikasi dengan Disdik, tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjut, saya berharap untuk secepatnya ada perbaikan dari Dinas Pendidikan agar belajar mengajar tidak tersendat,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Akses Terputus, Rumah Warga di Kibaru Nyaris Tergerus Longsor

0

Cigombong | Jurnal Bogor

Akibat diguyur hujan deras, akses jalan lingkungan di Kampung Kibaru, RT 02/06, Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, terputus akibat tergerus longsor pada Jumat (21/10). Untuk sementara waktu akses jalan penunjang aktivitas warga sekitar itu pun tidak bisa digunakan.

Selain menggerus jalan dan tebingan dengan tinggi mencapai belasan meter tersebut, peristiwa longsor  itu pun menyisakan kekhwatiran serta mengancam keselamatan jiwa. Sebab, salah satu rumah warga berada tepat di depan titik longsor.

“Ya kejadiannya Jumat lalu saat hujan deras. Tiba – tiba saja tebingan yang berada tepat di depan rumah saya ambrol tergerus longsor, dan akses jalan ini juga turut terbawa bongkahan longsor,” ujar Edi Ramaulan Hasan Basri, pemilik rumah, Minggu (23/10).

Dan kata Edi, kekhawatirannya akan terjadinya longsor susulan pun terbukti. Karena keesokan harinya, Sabtu (22/10) hujan deras kembali mengguyur hingga menyebabkan longsor susulan. Akibatnya, tanah tebingan pun semakin terkikis hingga ke halaman rumahnya.

“Ya lihat saja rumah saya sekarang semakin menggantung di tebingan, bagaimana kami tidak khawatir, kalau hujan lagi rumah saya bisa habis terseret longsor. Terlebih hingga saat ini belum ada penanganan apapun,” tandasnya.

Tak mau ambil risiko, untuk sementara waktu ia pun memutuskan mengungsi ke rumah anaknya. Karena jika bersikeras tinggal di rumah tersebut, Edi khawatir dapat mengancam keselamatan jiwanya dan anggota keluarga lainnya.

“Daripada ambil risiko, mending saya dan istri saya mengungsi ke rumah anak. Karena kondisinya memang sudah sangat membahayakan, mengancam keselamatan kami,” tandasnya.

Meski diakuinya, pasca kejadian, unsur terkait seperti pemerintahan desa (pemdes) dan kecamatan telah meninjau ke lokasi, namun kata dia saat itu hanya sebatas melakukan peninjauan dan belum bisa memastikan kapan akan melakukan penanggulangan atau antisipasi di lokasi.

“Ya sudah ada peninjuan dari desa dan kecamatan dan unsur terkait lainnya. Tapi kan belum jelas kapan ini akan ditangani. Harapan saya sih ini segera ditangani, dengan membangun Tembok Penahan Tebing (TPT) atau penanggulangan sementara, seperti memasang bronjong atau pun antisipasi lainnya,” pintanya.

Karena lanjut dia, bukan hanya mengancam keselamatan jiwa, keberadaan akses jalan itu pun cukup vital bagi warga sekitar. Karena kata dia, jalan yang hanya bisa dilalui kendaraan roda dua itu  merupakan satu – satunya akses penunjang warga menuju wilayah lain.

‘Intinya enggak bisa menunggu lama. Kalau tidak segera ditangani, sama saja membiarkan atau menunggu ada kejadian yang tidak diinginkan, atau membiarkan aktivitas warga di sini lumpuh. Kepada Pemkab Bogor melalui dinas terkait, mohon segera ditangani, terima kasih,” pinta Edi.

Pantauan di lokasi, titik longsor kini semakin meluas dan telah memutus akses jalan warga. Sementara teras rumah milik Edi, kini nampak menggantung di bibir tebingan. Pemilik rumah dan warga lain pun mendesak Pemkab Bogor melalui dinas terkait segera melakukan antisipasi dan penanggulangan di lokasi, sebelum titik longsor kian meluas.

“Kepada Pemkab Bogor, kami minta segera melakukan penanggulangan, agar warga bisa kembali beraktivitas dan orang tua saya tidak terus – terusan dihantui ketakutan karena rumah kami yang posisinya berada tepat di titik longsor. Sekali lagi tolong segera tanggulangi,” pungkas Maya, salah satu anak pemilik rumah.

** Deny

Tangkis Celurit Begal, Urat Nadi Warga Limus Nunggal Putus 

0

Cileungsi | Jurnal Bogor 

Billy Haryadi (19) nyaris tewas dicelurit oleh 6 pelaku begal sewaktu pulang kerja sekitar pukul 04.00 WIB, di jalan raya Desa Pasirangin, Cileungsi, Sabtu (22/10). Billy yang berdomisili di Desa Limus Nunggal, Cileungsi, Kabupaten Bogor, yang tinggal di Desa Cipenjo, mengalami luka bacokan senjata tajam di bagian lengan kirinya yang mengenai urat nadi, korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Merry.

Kakak sepupu korban, Ila mengatakan, sekitar jam 4 adik sepupunya pulang, kira- kira sebelum subuh. Namun katanya dari depan Metland itu sudah ada yang mengikuti 1 motor setelah itu ada lagi dua motor yang memepet dia sewaktu dipepet yang satu motor menghadang dari depan.

“Sepupu saya sempat terjatuh, motor mau diambil oleh kawanan begal, sewaktu mau diambil sepupu saya mempertahankan motornya dengan cara di pegangin sampai keseret, berusaha mendapatkan motornya salah satu pelaku mengeluarkan celurit besar sewaktu mau pembacokan sepupu saya menangkis dengan tangan,” paparnya kepada Jurnal Bogor.

“Terlihat luka hanya di bagian kaki lecet- lecet karena terseret mempertahankan motornya, dan tangannya menangkis celurit yang mengakibatkan urat pendonya putus harus menjalankan operasi, dan kendaraannya alhamdulillah tidak jadi diambil,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, pelaku berjumlah 6 orang dalam 3 motor jadi berboncengan, terus yang membawa sajam jenis celurit satu orang, sedangkan korban tidak mengenali si pelaku tersebut.

“Ya, kata adik sepupu saya jumlah pelaku berkisar 6 orang, tapi dia tidak mengenali para pelaku tersebut, satu pelaku membawa celurit besar dan panjang, setelah kejadian dia langsung ke klinik, tapi tidak sanggup langsung dilarikan ke Rumah Sakit Merry,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan, dengan kejadian ini sudah ada pihak kepolisian dari Polsek Cileungsi yang sudah datang ke rumah sakit untuk menanyakan kronologis kejadiannya.

“Tadi juga sudah ada polisi yang sudah datang kesini, untuk menanyakan awal mula kejadiannya, saya juga berharap kepada pihak kepolisian bisa mengusut para begal yang sudah membuat adik sepupu saya seperti ini,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Melalui Samisade, Pemdes Ciderum Wujudkan Impian Warga Batukembar

0

Caringin | Jurnal Bogor
Impian warga Kampung Batukembar, Desa Ciderum, Caringin, Kabupaten Bogor agar adanya akses jalan lingkar, akhirnya terwujud. Sebab, Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum tahun 2022 ini mengalokasikan anggaran Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, untuk membangun jalan lingkar antara Kampung Batukembar dengan Ciletuh.

Isun, warga Kampung Batukembar Desa Ciderum mengatakan, pembangunan jalan tembus yang saat ini sedang tahap pengerjaan pelaksana, merupakan keinginan warga semenjak dulu. Alasannya, karena melalui akses jalan ini aktifitas warga saat akan ke Pasar Cikereteg menjadi lebih dekat.

“Dibandingkan harus melintas jalan kampung yang sekarang, kami lebih sering menggunakan akses jalan ini walaupun kondisinya masih tanah saat ke Pasar Cikereteg,” akunya kepada wartawan saat melakukan pembersihan ilalang dan pepohonan disekitar jurang jalan yang akan dibangun program Samisade akhir pekan lalu.

Menurutnya, sudah puluhan tahun warga menginginkan jalan yang dulunya hanya setapak dan sekarang menjadi lebar setelah ada pembangunan perusahaan kedelai, mendapat perhatian pemerintah.

“Alhamdulillah tahun ini terealisasi juga keinginan kami. Jalan yang tadinya hanya setapak menjadi lebar dan dibeton,” ungkap Isun.
Isun dan warga Batukembar lainnya pun mengapresiasi kepada pihak Pemdes Ciderum, karena sudah memprioritaskan pembangunan jalan tembus yang selama kepemimpinan kepala desa terdahulu tidak pernah terwujud.

“Kami berterimakasih kepada kepala desa sekarang dan juga Pemkab Bogor yang sudah mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan ini,” paparnya.

Sementara, Kepala Desa (Kades) Ciderum, Asep Hudri mengungkapkan, pembangunan jalan lingkar warga Batukembar menuju Kampung Ciletuh, menjadi skala prioritas Pemdes Ciderum untuk segera dilakukan pembangunan.

“Jalan tembus ini bukan hanya sebagai akses utama warga dua kampung beraktivitas, tapi bisa juga untuk jalan alternatif dua wilayah, yakni Kecamatan Caringin dan Ciawi. Kalau kondisi Jalan Raya Sukabumi-Bogor macet, pengendara bisa menggunakan akses jalan ini saat akan ke Pancawati atau pun ke Ciawi,” jelasnya.

Kades yang akrab disapa Akep menyatakan, adapun untuk pelaksanaan pengerjaan pembangunan jalan tembus ini, semua sudah diserahkan kepada Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) yang merupakan LPM Desa Ciderum.

“Saya minta dalam pelaksanaannya harus sesuai dengan RAB serta arahan dari tim verifikasi dalam hal ini Unit Pelaksana Teknis (UPT) Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II,” tegasnya.

Akep berharap, dibangunnya jalan lingkar yang awalnya hanya setapak dan tanah, bisa meningkatkan perekonomian warga Batukembar khususnya dan Desa Ciderum umumnya. “Setelah dibangun dan kondisinya bagus, saya rasa biaya untuk mobilisasi hasil panen warga tidak akan terlalu mahal, karena akses nya dekat dari lokasi perkebunan warga ke jalan utama atau jalan Kabupaten Bogor,” imbuhnya.

Ketua TPK pembangunan Samisade, Didin mengaku, sebelum dilakukan pembangunan, pihaknya didampingi tim teknis dari UPT Jalan dan Jembatan langsung ke lokasi.

Dari hasil peninjauan ulang di lokasi, sambung Didin, ada beberapa masukan dari tim teknis terutama untuk pembangunan tembok penahan tebing (TPT) jalan yang akan dibangun.

“Tahap awal pelaksanaan program Samisade, terlebih dulu kami akan mengerjakan pembangunan TPT yang ketinggiannya berbeda-beda, mulai dari tinggi 10 meter dan panjang 10 meter maupun ketinggian 2 meter dengan panjang 30 meter,” ujarnya.

Didin menjelaskan, sesuai pengajuan yang tertera didalam RAB, program Samisade tahun 2022 untuk Desa Ciderum dibagi kedalam tiga kegiatan, yakni pembangunan TPT jalan, drainase jalan dan betonisasi.

“Mudah-mudahan pembangunan program Samisade yang pengerjaan nya dilakukan warga setempat, tidak ada kendala apapun dan selesai tepat di akhir tahun ini,” tukasnya yang saat itu didampingi pengawas UPT Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah II.

** Dede Suhendar  

Cegah Begal, Camat Sukamakmur Minta Dishub Perbanyak PJU

0

Sukamakmur | Jurnal Bogor 

Camat Sukamakmur Bakri Hasan meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor untuk memperhatikan fasilitas penerangan jalan umum (PJU) agar keamanan dan kenyamanan para pengguna  jalan sekaligus meminimalisasi terjadinya tindak kriminalitas di wilayah Sukamakmur.

” Dinas Perhubungan dengan UPT sebagai kepanjangan tangan yang menangani persoalan PJU, diminta untuk segera menambah fasilitas penerangan jalan umum supaya jalan tidak gelap lagi,” ucap Bakri Hasan saat ditemui di ruang kerjanya kepada Jurnal Bogor, Jumat (21/10).

Bakri menuturkan, penambahan fasilitas penerangan jalan umum dimaksudkan agar para pengendara merasa aman saat melintas sekaligus mengurangi potensi aksi kejahatan.

“Banyak faktor penyebab meningkatnya kasus curas atau biasa dikenal dengan istilah begal di wilayah Kecamatan Sukamakmur,” papar mantan Sekcam Cariu tersebut.

Menurutnya, hal tersebut bisa terjadi karena  minimnya ketersediaan penerangan jalan umum terutama di titik jalur arteri yakni jalan utama jalur perbatasan Jonggol – Sukamakmur, juga lintas alternatif utama menuju ke lokasi objek wisata yang ada di wilayah Sukamakmur.

“Kurangnya  PJU disini menjadi salah satu  meningkatnya curas di wilayah kita,” kata dia.

Bakri menegaskan, mayoritas tindak kriminalitas terjadi saat malam hari dengan menyasar para pengendara yang melintasi jalur minimnya PJU. “Umumnya para pengendara sepeda  motor yang menjadi sasaran para pelaku pembegalan,” pungkasnya.

** Ramses / Nay