27.8 C
Bogor
Friday, August 7, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 775

Truk Bermuatan Batu Nyungsep di Depan Pom Bensin, Ini Penyebabnya 

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Diduga tidak kuat menahan berat truk bermuatan batu seberat 43 ton, tanah saluran air yang berada di Jalan Raya Gunung Putri, Desa Gunung Putri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor amblas, mengakibatkan setengah badan truk bermuatan batu tersebut masuk kesaluran air hingga menimpa truk didepannya.

Truk bermuatan batu kelingker bernomor polisi H 8031QA dari arah Citeureup, menuju Gunung Putri, sedang parkir didepan Pom Bensin tepat dekat pintu tol Gunung Putri. Akibat tidak kuat menahan beban truk bermuatan batu tersebut tanah dibibir saluran air itupun amblas. 

” Truk nyungsep kedalam saluran air hingga menimpah truk Box didepannya hingga mengalami kerusakan dibagian depan,” kata Panit Lantas Polsek Gunung Putri IPDA Agung kepada Jurnal Bogor, Kamis (01/12).

Ipda Agung mengatakan penutupan dua lajur, dari arah Citeureup menuju Gunung Putri ditutup saat evakuasi mengangkatan truk bermuatan batu keringkel dari dalam drainase menggunakan crane.

” Evakuasi mengalami kesulitan, karena tonase yang cukup berat. Sempat menjadi kendala, namun akhirnya evakuasi masih berjalan,” ujarnya.

Akibat penutupan jalan tersebut, sambung Ipda Agung, kemacetan pun tak terhindarkan. Karena banyak pengendara yang didominasi roda dua mamaksa masuk dan berhenti sekedar ingin melihat kejadian. Mencegah kemacetan berkepanjangan petugas kepolisian lalu lintas pun diterjunkan untuk mengurai kemacetan dilokasi kejadian.

“Buka tutup jalur dilakukan saat evakuasi berlangsung, dari dua arah, arah dari Citeureup menuju Gunung Putri, hingga Sebaliknya,”jelasnya

” Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sopir kedua truk saat ini sedang dimintai keterangan oleh anggota kepolisian,” pungkasnya. 

** Nay Nur’ain

Pelaku Peduli Lingkungan Diganjar Penghargaan

0

Cibinong | Jurnal Bogor

Para pelaku peduli lingkungan di Kabupaten Bogor mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Penghargaan Kampung Ramah Lingkungan  tahun 2022 di Lapangan Tegar Beriman Cibinong, Kamis (1/12).

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk dukungan dari Plt. Bupati Bogor terhadap masyarakat yang melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Terima kasih pula saya ucapkan kepada pelaku usaha yang telah banyak membantu dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup khususnya dalam peningkatan peran serta masyarakat dan pendidikan di Kabupaten Bogor,” ujar Kepala Dinasi Lingkungan Hidup (DLH) Ade Yana.

Sementara desa ramah lingkungan dengan nominasi Kecamatan Ramah Lingkungan. Selanjutnya, nominasi pelestari situs, penggiat pengelolaan sampah dan Satgas Teladan.

Menurut Plt Iwan Setiawan, untuk kategori yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah pusat atau pemerintah provinsi, terdiri dari  Sekolah Adiwiyata tingkat nasional sebanyak 8 sekolah, Sekolah Adiwiyata tingkat provinsi sebanyak 28 sekolah. Lalu Kampung Proklim utama penerima trofi sebanyak 1 Kampung Proklim dan Kampung Proklim Utama penerima trofinya sebanyak 3 Kampung Proklim.

“Penghargaan ini merupakan salah satu bentuk dukungan, dari Plt. Bupati Bogor terhadap masyarakat yang melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Terima kasih pula saya ucapkan kepada pelaku usaha yang telah banyak membantu dalam kegiatan pengelolaan lingkungan hidup khususnya dalam peningkatan peran serta masyarakat dan pendidikan di Kabupaten Bogor,” tukasnya.

Sedangkan berbagai kegiatan lingkungan yang tengah dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bogor antara lain pengelolaan sampah, perbaikan sanitasi, penataan lingkungan, penanaman pohon, pembuatan lubang biopori, mitigasi dan adaptasi lingkungan, serta mendorong pemanfaatan potensi serta kearifan lokal untuk meningkatkan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga ketahanan lingkungan secara berkesinambungan.

** Asep Saepudin Sayyev

Sampah Berserakan di Jalan Hambaro-Kalongliud

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sampah yang berserakan menimbulkan bau yang tidak sedap, tepatnya di jalan kabupaten Kalongliud-hambaro, Nanggung, Kabupaten Bogor. Kondisi itu memperparah tempat tersebut menjadi kumuh.

Kondisi itu membuat pengguna jalan yang melintas harus tutup hidung dan tak sedikit masyarakat mengeluhkan  keberadaan sampah-sampah tersebut.

Menurut pengguna jalan Ari mengatakan, bahwa keberadaan tumpukan sampah-sampah itu sudah menahun dan membuat aromanya mengganggu saat dirinya acap kali melintas.

“Tumpukan sampah ini sudah lama setiap saya melintasi jalan ini pasti aromanya tidak sedap,” katanya kepada JurnalBogor, Kemarin.

Dirinya berharap sampah-sampah yang mayoritas plastik itu untuk segera di bersihkan oleh dinas terkait. Pasalnya sampah tersebut berada di dijalan Kabupaten. 

“Harusnya dinas terkait untuk segera menangani hal ini,” ucapnya.

Sementara, Kepala Desa Kalongliud Jani Nurjaman mengatakan, bahwa pihaknya telah berupaya maksimal baik sudah melakukan kordinasi dengan RW setempat maupun sosialisasi dengan warga Kalongliud.

Menurut Jani, diduga pelaku pembuang sampah yang tidak bertanggung jawab itu merupakan oknum warga, bisa jadi warga diluar wilayah Nanggung yang membuangnya. 

Selain itu, kata Jani, pihaknya sudah memasang plang pemberitahuan agar untuk tidak membuang sampah ke tempat tersebut.

“Diduga oknum warga diluar wilayah Nanggung yang buang sampah sembarangan ini, sejauh ini tidak pernah kelihatan kalau kelihatan pas membuangnya pasti kita berikan teguran,” paparnya. 

Menurut Jani,  jalan itu jauh ke permukiman sehingga menjadi pemanfaatan para oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Itu tepat di jembatan bawahnya itu kali, tempatnya jauh sama pemukiman sehingga dimanfaatkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab,” tutupnya.

** Andres 

Peduli Bencana Cianjur, Pemdes Cibanteng Salurkan Logistik 

0

Ciampea | Jurnal Bogor 

Babinmas Polsek Ciampea, Desa Cibanteng, Ciampe, Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Desa mengunjungi korban gempa Cianjur dengan membawa ratusan karung beras, mie instan dan puluhan air mineral serta bantal dan tikar, Rabu (30/11).

Babinmas Bripka Yuliono mengatakan, nerkat bantuan ini sumbangsih dari para donatur dan pemerintah desa sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menjadi korban gempa Cianjur.

“Untuk bantuan ada 200 karung beras, 100 dus Indomie, 50 air mineral, 50 tiker dan 50 bantal,” kata Bripka Yuliono dihubungi wartawan.

Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada titik pengungsian di Kampung Sudi RT 01 RW 12, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur.

“Disana langsung ketemu para pengungsi dan kami juga sempat menghibur anak anak korban bencana mereka merasa senang dan mengucapkan terimakasih,” katanya.

Sementara itu, informasi sementara tim gabungan pencarian dan penyelamatan gempa bumi Cianjur berhasil menemukan 4 jenazah di lokasi pencarian pada Selasa (29/11).

Penemuan tersebut menambah jumlah korban meninggal dunia menjadi 327 orang.

Korban hilang pasca gempa bumi M5,6 di Kabupaten Cianjur bertambah menjadi 13 orang. Hal tersebut dikarenakan adanya laporan baru orang hilang dari kepala desa sebanyak 8 orang.

Selanjutnya untuk korban luka berat yang masih dirawat di RS wilayah Cianjur tersisa 68 orang, artinya 40 pasien luka berat yang sebelumnya masih dirawat saat ini sudah pulang dan melakukan rawat jalan.

BNPB bersama Kemen PPPA dan UNFPA terus melanjutkan validasi jumlah titik pengungsian per hari ini pukul 15.00 WIB menjadi 39.985. Total pengungsi berjumlah 108.720 dengan rincian pengungsi laki-laki 52,987 dan pengungsi perempuan 55,733 jiwa.

** Andres

Ketersediaan Beras  Melimpah, KTNA – PERHIPTANI- FKP4S Tolak Impor Beras

0

Jakarta | Jurnal Bogor

Rencana pemerintah untuk mengimpor beras, dalam rangka memenuhi cadangan beras pemerintah (CBP) yang ada di Perum Bulog dalam waktu dekat mendapat tanggapan dari berbagai pihak

Saat di temui di ruang kerjanya (1/12) Ketua Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Fathan Al Rasyid mengatakan Pemerintah tidak perlu impor beras karena cadangan beras yang ada di masyarakat cukup.

“Tidak perlu impor beras, karena sebeneranya barangnya (gabah) ada di tangan petani, yang perlu dilakukan adalah gerakan penyerapan gabah dari petani. Ujar Fathan

“Tidak perlu emosional dalam menghadapi isu ini, cadangan beras di masyarakat cukup, petani dalam rangka ketahanan pangan keluarga punya stok, pedagang pengecer juga punya stok, begitupun penggilingan, sedangkan di Bulog itu kan cuma 5% papar Fathan

“Bulog mungkin kesulitan karena tidak punya pasukan (personil) di tingkat lapangan untuk proses penyerapan gabah nya, dan yang punya adalah Menteri (Kementan), Penyuluh dan kita punya koperasi. DPP Perhiptani sekarang sudah punya koperasi yang salah satu tujuannya adalah untuk membantu pemerintah dalam mencukupi cadangan nasional dan juga untuk komersial lanjutnya.

Jadi kesimpulannya, Kita tidak perlu Impor, yang perlu dipikirkan itu bagaimana kita menjadi negara pengekspor beras selain mencukupi kebutuhan pangan sendiri, kita sebenarnya sudah cukup, sekarang bagaimana memikirkan kita bisa ekspor. Tidak usah buka hutan untuk lahan baru, kalau mau menanam padi di pinggir sungai (sawah terapung) hitung saja berapa banyak kita punya sungai yang bisa di manfaatkan. Tandas Fathan

Pernyataan senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Komunikasi (FK) Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S), Andi Burhan Badurahman.

“Tidak Perlu Impor beras, walaupun cadangan beras di Bulog menipis, namun cadangan beras di masyarakat masih banyak” ujar Andi

Solusi nya agar tidak impor adalah dengan menerapkan pertanian presisi dan regeneratif perlu di terapkan tambah Andi

Tanggapan juga dating dari Ketua Umum Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Yadi Sofyan Noor. Dalam keterangan tertulisnya Yadi Sofyan Noor mengatakan’

“Bulog bisa memenuhi gudangnya sesuai dengan jumlah yang sudah ditentukan jika mau membeli Gabah Kering Giling (GKG) atau beras petani dengan harga pasar. kata Yadi Sofyan Noor.

Dari pantauan di lapangan saat ini, Yadi Sofyan Noor mengatakan, rata rata harga beras di penggilingan sebesar Rp 10.300/kg, sementara harga yang ditetapkan Bulog masih diangka Rp 9.700/kg. Harga di penggilingan ditentukan oleh harga gabah di lapangan, rata rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani sudah mencapai harga Rp 5.800/kg.

“Kita sudah sepakat untuk memakai satu sumber data yakni data BPS. Dan data BPS mencatat bahwa produksi beras tahun 2022 mengalami kenaikan. BPS menghitung berdasarkan data dari produksi gabah atau beras secara nasional,” ujar Yadi Sofyan Noor.

Menurut data luas panen dan produksi padi yang dirilis BPS pada Oktober 2022, total luas panen padi 2022 diperkirakan mencapai 10,61 juta hektar atau naik 1,87 persen dari 2021. Dari luas panen tersebut, diperkirakan total produksi padi mencapai 55,67 juta ton gabah, meningkat 2,31 persen dari 2021.

“Jika dikonversi, produksi beras diproyeksi mencapai 32,07 juta ton, meningkat 2,29 persen dari produksi tahun lalu. Jadi tidak ada alasan untuk impor beras karena stok dari panen 2022 mencukupi,” cetusnya.

Menurut Yadi, kenaikan harga BBM memicu secara berantai kenaikan sarana produksi untuk budidaya tanaman padi. Jadi wajar saja jika kemudian harga gabah ataupun beras ikut naik karena petani harus menutupi biaya produksinya.

“Ini saatnya pemerintah membuktikan kepeduliannya kepada petani, melalui BULOG untuk membeli produksi padi petani dengan harga yang ekonomis, meskipun kita sama sama mengetahui harga beras impor lebih murah.”

Masalah pangan adalah masalah kedaulatan bangsa. Ada semacam ketidakadilan bagi petani padi pada saat BBM naik. Petani ingin menjual padinya dengan harga wajar untuk menutupi biaya produksi namun selalu dibayang-banyangi oleh impor beras.

“Kita juga tidak bisa mengatakan kepada petani, ’kalau tidak untung menanam padi kenapa tidak menanam komoditi lain yang menguntungkan.”

Ditambahkan, sebagian petani masih melakukan kegiatan panen di sentra-sentra produksi padi mulai di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, sampai di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. Sebagian lagi sudah tahap tanam dan masih ada yang tahap pengolahan tanah untuk tanam bulan Desember ini. tandas Yadi Sofyan Noor.

** BPPSDMP/Kementan

Kafe Bajawa Ingin Hadirkan Fourtwnty, Begini Kata Kasatpol PP

0

Bogor | Jurnal Bogor

Terbentur perihal perizinan yang belum rampung, Resto dan Kafe Bajawa Flores Bogor terus memantik persoalan baru yang membuat jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Bogor semakin kecolongan.

Selain nekat beroperasi ditengah pengurusan izin, pasalnya kafe yang berada di Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor itu malah nekat mengundang sejumlah bintang tamu dari kalangan band musik berkelas.

Diketahui, teranyar Bajawa Flores Bogor akan mengundang salah satu band hits nasional yakni, Fourtwnty yang dijadwalkan bakal tampil pada Sabtu, 3 Desember 2022 mendatang.

“Kita minta supaya pengurus perizinan jangan dulu mengadakan acara yang mengundang aktifitas banyak orang,” ungkap Kepala SatPol PP Kota Bogor Agustian Syach saat dihubungi, Rabu 30 November 2022.

Dia mengaku, sejatinya pihaknya telah menghargai sejumlah upaya dan itikad baik pihak pengelola Bajawa Flores yang saat ini tengah melengkapi terkait perizinan yang belum lengkap.

“Kita menghargai mereka karena mereka sedang mengurus izin, kita menghargai itu,” sebutnya.

Dengan begitu, pihaknya mendorong agar kafe yang berada di bekas Bioskop Presiden Theatre itu untuk tidak mengacuhkan himbauan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk bersama menciptakan suasana kondusif.

Dirinya juga berharap, agar pihak pengelola memikirkan rasa legowo Pemkot Bogor yang memberi lampu hijau untuk beroperasi, bahkan adanya rencana penyegelan pun telah dibatalkan.

“Izin belum keluar, jadi selesaikan dulu izin itu. Harapan kita jangan dulu membuat aktifitas tambahan, arahan kita seperti itu,” tegasnya.

“Mereka urusin dulu perizinannya, jangan dulu mengundang aktifitas yang memang sifatnya di luar operasi mereka. Izinnya dulu beresin lah. Biar enak semua. Kita sudah menghargai mereka untuk tidak kita segel,” sambung dia lagi.

Dengan begitu, Agustian Syach berjanji, akan coba melakukan komunikasi terkait adanya kegiatan yang mengundang bintang tamu tersebut.
Ketika ditanya sanksi apa yang akan dilayangkan jika memang Bajawa Flores Bogor terbukti mengundang sejumlah bintang tamu atau artis, dirinya tak banyak komentar.
“Semoga kita imbau mereka mengerti lah, kita lihat kedepan seperti apa. Saya ga mau ngomong banyak dulu ke media massa nanti salah. Terkait acara ini mereka belum ada komunikasi, mereka cuma progress perizinan mereka saja. Karena untuk izin acara itu bukan dari kami tapi dari Intelkam,” pungkas dia.n Fredy Kristianto

KONI: Kami Mohon Maaf

0

Cibinong | Jurnal Bogor

KONI Kabupaten Bogor memberikan penjelasan seputar pencapaiannya di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XIV 2022 baru-baru ini. Kabupaten Bogor pada Porprov Jabar kali ini gagal mempertahankan juara umum dengan menempati peringkat kedua dibawah Kabupaten Bekasi yang menyandang titel juara umum.

“Kami mohon maaf tak bisa memenuhi harapan masyarakat Kabupaten Bogor mempertahankan juara umum,” ujar Ketua Umum KONI Kabupaten Bogor Junaidi Samsudin saat memberikan keterangan pers usai rapat evaluasi, Rabu (30/11).

Namun demikian, Junsam menyatakan telah berupaya memberikan yang terbaik untuk prestasi olahraga Kabupaten Bogor dan juga tak bermaksud mencari kambing hitam dengan anggaran Rp70 miliar (43,6 miliar KONI dan 26,4 miliar untuk kontingen. Kabupaten Bogor pada Porprov 2022 sebagai runner up mengoleksi 139 medali emas, 130 perak dan 123 perunggu. Sedangkan Kabupaten Bekasi meraih 189 emas, 139 perak dan 123 perunggu dari 5 kategori cabor yaitu cabor terukur, beladiri, permainan, cabor penilaian dan beregu.

“Target kami itu minimal 160 emas, target sedang 170 dan target maksimal tak terhingga. Rencana ini telah disusun program sejak 2020 dan memberikan insentif atau tunjangan kepada atlet yang berpotensi meraih emas berdasarkan usulan dari pengcab setiap bulannya,” kata dia.

Pada saat memasuki babak kualifikasi (BK Porprov), KONI telah memperhatikan cabang olahraga dan mengevaluasinya. Mengenai kendala, hasil kajian KONI nomor-nomor andalan yang dipredikasi meraih emas diambil Kabupaten Bekasi. “Ketika target diambil Bekasi banyak faktor. Cabor-canor penilaian atau subjektif habis diambil Kabupaten Bekasi dan nomor-nomor yang merajai (perolehan medali) diambil Bekasi. Kami terlalu polos, cabor bagus pun kalau tidak dikawal meleset,” jelasnya.

Sedangkan kendala ketiga adalah cabor baru tidak ikut padahal banyak nomor pertandingannya. Keempat adalah faktor tuan rumah, walaupun beberapa cabor unggul mengalahkan tuan rumah. Atlet-atlet kita yang diambil Bekasi kita gugat ke pengadilan dan sekarang masih proses persidangan.

Junsam juga memastikan bahwa anggaran Rp70 miliar bukan soal cukup atau tidaknya. Tapi KONI tetap menerima anggaran yang diberikan Pemkab Bogor. “Secara keseluruhan bagus dibandingkan daerah lain di Jabar,” kata dia.

** Asep Saepudin Sayyev

Mahasiswa Teknik Sipil UIKA Bangun Mushola Annur

0

Rumpin | Jurnal Bogor

Kepala Program Studi Teknik Sipil Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor Ir Hj Nurul Chayati, M.T meresmikan Mushola Annur di Lebak Ela, Desa Cidokom, Rumpin, Kabupaten Bogor, Selasa (29/11). Mushola ini dibangun mahasiswa teknik sipil UIKA yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil UIKA.

Mushola ini telah berlangsung kurang lebih 3 bulan lamanya. Kegiatan peresmian ini diawali dengan pembacaan Maulid Adiba’i yang dipimpin oleh tim hadroh Ponpes Al Mujahidin dan dilanjutkan dengan pembacaan tawasul oleh ustadz Zaenal lalu pembacaan ayat Alquran Puput serta tausyiah agama yang disampaikan oleh K.H Taufiqurrahman S.Q alias Ustadz Pantun

Sementara acara berlangsung dengan khdimat dan khusyu. Selain dari itu juga kegiatan ini merupakan kegiatan yang bertujuan mengasah kemampuan para mahasiswa dalam mengimplementasikan ilmu kesipilan yang telah didapat di kampus.

Tak hanya itu kegiatan ini juga merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sesuai dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

**manda/rls-uik

Survei Kepuasan Pelanggan ‘Versi’ Unpak, Tirta Pakuan Dapat Nilai Baik

0

Bogor | Jurnal Bogor

Universitas Pakuan (Unpak) Bogor menyampaikan hasil survei kepuasan pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor tahun 2022, hasilnya kepuasan secara agregat menunjukkan nilai sangat baik yaitu 86 bagi produk dan jasa sebesar 85 persen atau dapat dikatakan sangat memuaskan.

Hasil survei ini juga dijadikan landasan Tirta Pakuan untuk mengembangkan bidang usaha lain agar bisa menghasilkan income selain dari pembayaran tarif.

Rektor Unpak Kota Bogor, Prof. Didik Notosudjono mengatakan, kegiatan ini bentuk implementasi agreement pihaknya dengan Perumda Tirta Pakuan yang jalankan, tentunya ada di bidang kajian dan penelitian. Spesial yang khusus digelar dengan Tirta Pakuan, kerjasama bukan tanda tangan saja tapi bagaimana bisa diimplementasikan. 

“Kegiatan yang masuk dalam agreement ini kegiatan dalam hal pemberdayaan, ini Sangat penting bagaimana kontribusi perguruan tinggi terhadap Tirta Pakuan yang melayani masyarakat. Ini merupakan yang penting dan ini kepercayaan Tirta Pakuan kepada kami,” ungkap Didik, saat menggelar jumpa pers atas hasil survei ini, Rabu (30/11/2022).

Sementara itu, Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan mengamini, yang disampaikan rektor Unpak Kota Bogor soal kerjasama antara perusahaan dengan institusi akademik, terkadang pejabat dan karyawan Tirta Pakuan lupa baca dan upgrade teori karena sibuk. Ini tempat untuk upgrade knowledge.

“Dari laporan-laporan survey kami banyak belajar dan banyak hal yang kami temukan. Dilihat dari hasilnya kami tidak punya tantangan karena hasilnya bagus dan bagus banget dan penilaian masyarakat. Indikatornya pilihannya ada empat yaitu Baik, Baik Sekali, Tidak Baik dan Tidak Baik Sekali. Hasilnya alhamdulilah baik sekali, ini merupakan hasil dari treatmen manajemen. Ini juga akan menjadi dasae bagaimana untuk pengembangan perusahaan kedepannya dengan hasil survei yang bagus,” tutur Rino.

“Insya Allah kedepannya Perumda Tirta Pakuan tidak hanya bergantung ke tarif saja, tapi ada income subsidi yang dihasilkan dari bidang lainnya. Kami membuat tim pengembang usaha dan bisnis untuk memberdayakan aset kami. Ada master plan bisnis. Kami juga sudah buat anak perusahaan dibidang jasa kontruksi bekerjasama dengan BUMN, pasarnya seluruh PDAM di Indonesia dan kerjasama dengan BUMD Jawa Barat untuk pembuatan es kristal,” tambah Rino.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Survei Kepuasan Pelanggan Tirta Pakuan Universitas Pakuan, Dr. Herman memaparkan, kepuasan pelanggan menunjukkan performa Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor untuk mengetahui ada atau tidaknya kenaikan kepuasan terhadap pelayanan perusahaan. Maka dari itu, Customer Satisfaction Survei (CSS) penting untuk dilakukan setiap tahun. CSS dilakukan terhadap dua jenis pelayanan, yaitu kinerja pelayanan produk dan jasa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Stratified and Systematical Unproporsional Sampling. 

“Metode pengolahan menggunakan lmportance Performance Analysis (IPA) dan Customer Satisfaction Index (CSI). Dalam melakukan penilaian, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor mengidentifikasi karakteristik pelanggan Perumda Tirta Pakuan didasarkan pada informasi yang disampaikan oleh 2.300 pelanggan yang menjadi responden dalam kegiatan survei tahun 2022. Selain itu juga dilakukan klasifikasi kelompok pelanggan berdasarkan zona, wilayah administratif dan golongan tarif,” ungkapnya.

Herman membeberkan, zona terbagi menjadi 6 yang meliputi Zona 1 sampai dengan Zona 6. Wilayah administratif terbagi menjadi 6 yang meliputi Kabupaten Bogor, Tanah Sareal, Kecamatan Bogor Utara, Kecamatan Bogor Selatan, Kecamatan Bogor Tengah, Kecamatan Bogor Barat dan Kecamatan Bogor Timur. Golongan tarif meliputi sosial (S), rumah tangga (R), instansi pemerintah (IP), niaga (N), dan industri (I).

Survei dilakukan sepanjang bulan September dan Oktober 2022, menghasilkan banyak informasi yang diterima, dan dapat menunjang keberlangsungan Perumda Tirta Pakuan. Nilai Kepuasan dari secara agregat menunjukan nilai yang sangat baik, yaitu 86 bagi produk, dan jasa sebesar 85 atau dapat dikatakan Sangat Memuaskan. selain itu, juga ditanyakan mengenai keinginan dan kesiapan pelanggan apabila menggunakan air siap minum, yang instalasinya dipasang di setiap rumah. 

“Pelanggan yang merasa perlu untuk menggunakan ini, walaupun jumlahnya sangat sedikit, namun dapat menjadi indikasi, bahwa market bagi pelanggan yang menginkan air yang langsung dapat diminum itu ada, sangat mungkin untuk diwujudkan. Selain perhitungan secara agregat, yang menunjukan produk dan jasa, juga dilakukan yang lebih detil terkait kondisi berdasarkan 5 variable yaitu, Assurance, Reliability, Responsiveness, Emphaty, dan Tangibles,” tuturnya.

Ia melanjutkan, variabel assurance menghasilkan nilai IKP sebesar 83,8 yang artinya kinerja Tirta Pakuan sangat baik untuk kepastian akan produk dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan. Variabel reliability adalah 86,26 yang berarti bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kinerja yang baik serta dapat memenuhi harapan dari pelanggan terkait kualitas air yang diberikan. Variabel responsiveness menghasilkan nilai IKP 83,95 yang berarti bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kinerja yang baik khususnya dalam memberikan pelayanan kepada konsumen atau pelanggan.

“Variabel emphaty menghasilkan 85,42 yang menyatakan bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kesan baik kepada para pelanggan melalui channel komunikasi pelanggan yang ada secara verbal dan non-verbal. Variabel tangibles menghasilkan nilai sebesar 83,81 yang berarti bahwa Tirta Pakuan mampu memberikan kinerja yang sangat baik, terhadap pelayanan yang dapat dirasakan interaksinya secara langsung,” beber Herman.

Herman juga mengungkapkan, adapun rekomendasi yang perlu diperhatikan oleh Tirta Pakuan di tahun 2022 ini antara lain yaitu, pertama perlu mempertahankan kualitas, dan apabila memungkinkan untuk juga meningkatkan pelayanan administrasi, kemampuan teknis petugas, kecepatan petugas lapang, kedisiplinan petugas, kemampuan petugas pelayanan, kemampuan petugas call center, jadwal waktu pelayanan, kemudahan pembayaran tagihan serta kenyamanan tempat pembayaran. Hubungan dari hasil yang menyangkut tiap wilayah yang tergambarkan dalam setiap zona dapat digunakan untuk mengidentifikasi potensi pelayanan dari semua aspek guna pengembangan.

“Kedua melakukan pengembangan pelayanan berbasis spasial yang diintegrasikan dengan Customer Relationship Management (CRM) perlu diterapkan di Tirta Pakuan. Setiap permasalahan yang terjadi di pelanggan dapat terekam melalui CRM dan dilakukanfollow up terus menerus dan terdata secara spasial, antara pelanggan, lokasi, permasalahan distribusi, dan pelayanan jasa yang diberikan,” tuturnya.

Masih kata Herman, ketiga peningkatan komunikasi Whatsapp dan instagram menjadi media yang banyak dilihat oleh pelanggan, dengan demikian komunikasi dengan pelanggan sebaiknya lebih banyak menggunakan media tersebut. Karena akan tepat sasaran dan dapat meminimumkan distorsi informasi. Selain itu, Whatsapp karena kecepatannya untuk memviralkan suatu informasi, maka dapat dijadikan sebagai bagian dari early warning system (EWS) bagi Tirta Pakuan untuk para pelanggan apabila terjadi hal teknis dan non teknis yang berkaitan dengan pelanggan yang berkaitan dengan pelayanan.

“Kami juga merekomendasikan adanya reward diskon pembayaran atau satu strategi lain bagi pelanggan yang taat bayar. Kami menghilangkan punishment tapi harus dicari cara bagaimana pelanggan tidak menunda pembayaran. Salah satunya sistem token seperti listrik PLN untuk menghindari keterlambatan pembayaran,” pungkasnya.

** Handy Mehonk

Miliki Tunggakan, SMP Bina Bangsa Mandiri Tahan Ijazah

0

Murid tak Bisa Melanjutkan Sekolah ke Jenjang Berikutnya 

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

M (50), seorang ibu mengeluhkan penahanan ijazah putranya oleh pihak sekolah di SMP Bina Bangsa Mandiri, Gunung Putri, Kabupaten Bogor.

“Iya, ijazah SMP anak saya di Bina Bangsa Mandiri di tahan karena ada tunggakan,” kata wanita paruh baya tersebut kepada Jurnal Bogor, Rabu (30/11).

“Imbasnya dari penahanan ijazah tersebut anak saya yang lulus pada tahun 2019 tidak bisa meneruskan ke jenjang berikutnya. Dan saat ini mau melamar pekerjaan pun tidak bisa,” sambungnya.

Menurutnya, walaupun ada kebijakan dari pihak yayasan Bina Bangsa Mandiri tersebut dengan cara menyicil tetap saja dirinya yang berjuang seorang diri tidak sanggup untuk mencicil karena harus memenuhi kebutuhan hidup.

“Jelas saya tak mampu juga untuk menyicil apalagi melunasinya. Karena masih ada tanggungan anak yang duduk di bangku SMP,” ucap M dengan mata berkaca-kaca.

Ketua DPC Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Kabupaten Bogor, Julianda Effendi mengatakan menahan ijazah dengan alasan adanya sangkut paut administrasi sekolah seperti SPP sangat miris.

“Ya miris saya melihat ulah pihak sekolah yang menahan ijazah muridnya karena hal di atas. Seharusnya dengan dana bos yang diterima per siswa Rp1,2 juta itu bisa dimanfaatkan untuk membantu meringankan beban orang tua yang tidak mampu. 

Julianda menegaskan, ijazah itu hak setiap murid yang telah menyelesaikan kewajibannya sebagai pelajar. “Kok malah ditahan ijazahnya. Padahal jelas anak tersebut penerus bangsa, malah menjadi korban,” ucapnya.

“Penahan ijazah tersebut merupakan tindakan melawan hukum dan telah melanggar hak azasi manusia karena ijazah itu hak siswa. Dalam hal ini saya akan melaporkan ke pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SMP Bina Bangsa Mandiri Acep Azhari mengakui bahwa klarifikasi dari tata usaha ijazah tersebut belum diberikan ke murid karena adanya sangkutan.

“Hal itu benar, dan karena alasan tunggakan itulah ijazah belum diserahkan. Segera saya rapatkan dengan pihak yayasan,” jelas Acep saat ditemui di ruangan kerjanya.

** Nay Nur’ain