33.1 C
Bogor
Monday, May 11, 2026

Buy now

spot_img
Home Blog Page 775

Penuhi Lumpur di Jalan, Galian C Ilegal di Sukajaya Ditutup

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Mendapati banyaknya pengaduan masyarakat yang jatuh karena jalan dipenuhi lumpur akibat adanya Galian C ilegal yang berkedok cut and fill membuat Camat Jonggol Andri Rahman menugaskan Kasat Pol PP Kecamatan Jonggol untuk menutup galian yang merugikan pengguna jalan, Selasa (25/10).

Terlihat, lumpur yang mengotori jalan hingga membuat pengendara motor harus berhati-hati melintasi jalan tersebut.

Rusdi (35) warga sekitar mengatakan, galian ini sudah beroperasi sepekan yang lalu, saat mengambil tanah yang dibawa puluhan mobil berjejer dengan ukuran 7 kubik antre bergantian untuk mengangkut tanah di lokasi yang pernah dicetuskan ingin dibangun Pondok Pesantren tersebut.

“Lokasi ini sudah sepuluh tahun digembor-gembor akan dibangun untuk pondok pesantren. Nah baru minggu kemaren banyak mobil ngantre ngangkut tanah dari lokasi yang sekitar hampir 10 hektare lebih tersebut, ” papar Rusdi.

Menurutnya, saat adanya antrean mobil untuk mengangkut tanah tersebut dirinya sempat mengadukan kepada aparat setempat. “Udah kami adukan dan alhamdulilah kalo sekarang akhirnya ditutup karena meresahkan kami sebagai pengguna jalan, apalagi ini musim hujan, barusan aja ada 2 motor yang jatuh,” ujarnya.

Sementara itu Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, Pemerintah Kecamatan Jonggol sudah melakukan tindakan penutupan lokasi galian melalui Satpol PP Kecamatan Jonggol.

“Hari ini sudah lakukan penutupan galian tanah yang berlokasi di Kp. Sodong RT 01/03 Desa Sukajaya. Di lokasi sudah tidak ada kegiatan, namun ada 1 mobil dan alat berat sedang menunggu operator untuk dikeluarkan. Serta kami meminta kepada pelaku usaha cut and fill tersebut untuk merapikan tanah yang berceceran di lokasi,” beber Andri kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurutnya, hadir ke lokasi Kasi Trantib Kecamatan Jonggol, anggota Satpol PP Kecamatan Jonggol, Kepala Desa Sukajaya, Bimaspol Desa Sukajaya, Babinsa Desa sukajaya, serta RT/RW Desa Sukajaya.

“Untuk wilayah Jonggol sudah saya pastikan bahwa tidak boleh ada lagi galian-galian tanah merah. Bila terdapati sesuai kewenangan kecamatan akan menutup dengan turun ke lokasi dan memberikan surat penutupan atau pemberhentian galian. Dan untuk yang memang akan ada aktivitas di masyarakat yang memiliki izin diimbau untuk cut and field sementara dihentikan dulu selama musim penghujan karena tanah yang berceceran di jalan akan membahayakan pengguna jalan,” cetusnya.

** Nay Nur’ain

Jonggol Bersiap Jadi Kawasan Industri

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Sebagai calon Ibu Kota Bogor Timur, Kecamatan Jonggol terus melakukan pembenahan guna meningkatkan kelayakan secara sosial maupun ekonomi jika terjadi pemekaran wilayah. Salah satunya adalah dengan menyiapkan wilayah khusus industri yang dapat menunjang aktivitas perekonomian warga.

Camat Jonggol Andri Rahman mengatakan, selama ini Kecamatan Jonggol memang dikenal sebagai salah satu basis sektor pertanian yang menyumbang besar terhadap program ketahanan pangan di Kabupaten Bogor.

“Kita berharap Jonggol sebagai kawasan industri nanti bisa terwujud. Untuk wilayah sendiri memang sudah diploting untuk Desa Weninggalih nanti sebagai wilayah yang menjadi basis industri di Kecamatan Jonggol,” ujar Andri Rahman kepada Jurnal Bogor, Selasa (25/10).

Menurut dia, guna mewujudkan Jonggol sebagai wilayah dengan zona industri tentunya dibutuhkan investor yang dapat bekerjasama untuk mewujudkan hal tersebut. Dan sejauh ini, kata dia, pihak Pemerintah Kabupaten Bogor masih terus membuka kesempatan kepada para investor untuk berinvestasi di Kecamatan Jonggol terkait pembentukan kawasan industri.

“Tidak kita pungkiri jika peran investor sangat penting untuk mewujudkan pembentukan zona industri di Kecamatan Jonggol. Pemerintah dalam hal ini tentunya hanya menyiapkan infrastruktur pendukung dan regulasi untuk mempermudah investor berinvestasi di Kecamatan Jonggol,” cetusnya.

Andri mengatakan, masyarakat Jonggol secara umum sangat berharap dan menunggu terealisasinya zona industri di Kecamatan Jonggol. Karena, keberadaan zona industri akan berdampak besar terhadap meningkatnya perekonomian masyarakat juga terbukanya lapangan pekerjaan bagi warga.

“Masyarakat tentunya berharap dan sangat mendukung, karena keberadaan kawasan industri akan mampu mendongkrak perekonomian masyarakat yang selama ini sangat mengandalkan sektor pertanian,” tandasnya.

** Taufik / Nay 

Camat Nanggung Sosialisasikan Perbup Samisade

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) akan segera direalisasikan. Pemerintah Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor menggelar sosialisasi Peraturan Bupati Nomor 69 Tahun 2022 soal bantuan keuangan desa tersebut yang berlangsung di aula kecamatan, Senin (24/10).

“Kami melakukan sosialisasi Perbup berkaitan dengan juklak juknis pelaksanaan program Samisade. Kenapa harus disosialisasikan? Karena memang SK yang baru ini sebagai pengganti SK tahun pertama untuk penyempurnaan yang belum sempurna dan sekarang tinggal pelaksanaan,” ungkap Camat Nanggung Ae Saepuloh dijumpai disela kegiatannya.

Dari sosialisasi tersebut, Ae Saepuloh mengatakan, pihak TPK, BPD, kepala desa dan seluruh stakeholder yang ada di desa memahami bahwa program ini regulasinya sesuai dengan aturan yang ada.

“Sehingga nanti tidak terjadi keluar dari regulasi, tinggal desa dalam pelaksanaan Samisade ini sesuai dengan aturan,” katanya.

Dalam sosialisasi itu, Ae Saepuloh mengatakan, tentu banyak pertanyaan dari peserta rapat sosialisasi tentunya yang merujuk kepada regulasi.

“Itulah gunanya sosialisasi, sifatnya tidak saru arah, sifatnya membuka forum diskusi. Sehingga dengan diskusi semua permasalahan bisa terselesaikan, kita mencari solusi terbaik dalam rangka menjalankan aturan yang ada tentunya dengan tidak mengambil kebijakan yang lain tapi melaksanakan ini dengan cara yang benar sehingga bisa maksimal dilakukan,” katanya.

Di wilayah Kecamatan Nanggung, Ae Saepuloh menyampaikan bahwa semua desa mendapat bantuan progam unggulan Kabupaten Bogor tersebut.

“Ada 11 desa dan alhamdulillah semuanya mendapatkan bantuan Program Samisade berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor,” ucapnya.

Untuk itu, dirinya menekankan, bahwa pelaksanaan Samisade tersebut harus sesuai dengan regulasi yang ada dan sedikit pun tidak boleh keluar dari itu. Meskipun, pelaksanaan Samisade di tahun sebelumnya di wilayah Kecamatan Nanggung sudah berjalan cukup baik.

“Sekurang-kurangnya kebaikan di tahun pertama itu bisa dipertahankan bahkan kalau perlu ditingkatkan dan tidak perlu neko-neko kesana kemari, sesuai saja dengan anggaran yang diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Bogor kemudian direalisasikan sesuai itu sudah bersyukur,” katanya.

Tahun ini, ada 22 titik pekerjaan se-Kecamatan Nanggung dari 11 desa tersebut, mulai dari peningkatan jalan lingkungan, saluran irigasi dan lain sebagainya.

“Sesuai usulan desa berdasarkan hasil Musdes yang dilakukan oleh tingkat desa,” tukasnya.

** Andres 

Selain Dapat Satu Miliar, Desa Cigudeg Sudah Jadi Desa Mandiri 

0

Cigudeg | Jurnal Bogor

Dua titik pembangunan yang bersumber dari program anggaran bantuan infrastruktur desa atau satu miliar satu desa (Samisade) di Desa Cigudeg, Kabupaten Bogor akhirnya dilaunching.

“Sebesar satu miliar kita bangun di dua titik kegiatan pembangunan,” kata Kepala Desa Cigudeg Andi Supriyadi, Selasa (25/10/22).

Dia menjelaskan, titik pertama dilakukan pembangunan di ruas jalan yang meliputi di dua kampung. Diantaranya Kampung Babakan Cijengkol dan Kampung Cijengkol dengan jenis kegiatan pengaspalan jalan desa berupa hotmix dan TPT serta sarana perlengkapan.

“Dengan volume panjang 1.474 meter, lebar 3 meter dan tinggi 0,3 m. Termin pertama tahun 2022 ini alhamdulillah sudah cair sebesar 60 persen,” ucapnya.

Menurut Andi, jalan tersebut perlu dilakukan peningkatan. Sebab di wilayah Kampung Cijengkol termasuk padat penduduk, sehingga peningkatan jalan dari aspal lapen yang kondisinya sudah rusak ke hotmix.

“Dengan lancarnya akses jalan, tentu akan mempermudah memulihkan perekonomian masyarakat,” paparnya.

Selain itu, pihaknya optimistis dengan target yang sudah ditentukan, yang mana dengan batas waktu hingga sebelum pada 25 Desember 2022 nanti akan selesai.  

“Kita akan tepat waktu dan berupaya semaksimal mungkin dan menjaga kualitas dengan spek yang ada,” katanya.

Kata dia, Desa Cigudeg sendiri ini sudah ditetapkan menjadi desa mandiri oleh Kementerian Desa. Pihaknya menerima lencana Desa Mandiri belum lama ini, dengan begitu pihaknya akan berbeda dengan desa yang lain di Kecamatan Cigudeg.

“Tentu dengan meningkat menjadi Desa Mandiri maka pemerintah pusat baik provinsi maupun kabupaten akan lebih memperhatikan. Dari fasilitas program tentu akan berbeda dengan desa yang masih tertinggal,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Cigudeg Pardi memaparkan, di wilayah Kecamatan Cigudeg ada 15 desa, tujuh desa di antaranya Desa Cigudeg mendapatkan satu miliar.

Pardi menjelaskan, tidak mendapatkannya angaran satu miliar di beberapa desa di wilayahnya. Karena pada tahun 2021 akhir lalu ada terjadi kesalahan dalam input Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) sehingga tidak mendapatkan satu miliar.

“Yang kita ketahui pada saat selesainya Musrenbangdes pihak desa harus menginput SIPD. Pada tahun 2021 akhir kemarin sedikit ada kesalahan dalam input SIPD makanya di beberapa desa tidak mendapatkan satu miliar,” jelasnya.

Dia berharap di tahun depan bisa tepat dalam input SIPD, sehingga di 15 desa Kecamatan Cigudeg segala prioritas di tahun 2023 bisa terpenuhi oleh program Samisade tersebut.

“Jadi tim pelaksana kegiatan (TPK) untuk segera menyelesaikan  pelaksanaan kegiatan pembangunan ini dan selesai mempertanggung jawaban bantuan. Sehingga  bisa langsung mengusulkan untuk pencairan tahap keduanya, sayang kalau sampai tidak sampai terserap,” tukasnya.

** Andres

14 Pelajar Disanksi Baca Pancasila Hingga Putar Balik  

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor

Kepolisian Sektor Gunung Putri memberikan sanksi terhadap pelajar SMP dan SMA yang kedapatan tidak memakai helm saat mengendarai sepeda motor.

Alhasil sebanyak 14 pelajar diberikan sanksi membacakan Pancasila. Hal itu dilakukan Polsek Gunung Putri agar pengendara, baik warga atau pelajar mematuhi peraturan lalu lintas.

Kegiatan yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Gunung Putri Kompol Bayu Tri Nugraha itu dilakukan di jalan Transyogi, Desa Nagrak, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Senin (24/10/22).

“Kami dari Polsek Gunung Putri melaksanakan pengaturan lalu lintas pagi dan ditemukan masih banyak pelajar SMP SMA yang masih belum menggunakan helm padahal itu untuk keselamatan mereka sendiri,” katanya kepada Jurnal Bogor, Senin (24/10).

Menurutnya, kegiatan itu akan terus dilakukan mengingat sudah seringnya melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah yang ada di wilayah hukum Polsek Gunung Putri, namun dalam pelaksanaannya masih belum mendapatkan dukungan dari pihak sekolah.

“Oleh karena itu kami berharap kepada para orang tua untuk bisa lebih ketat memperhatikan keselamatan putra-putrinya dengan membelikan helm,” tegasnya.

Kompol Bayu mengingatkan, seharusnya para guru juga bisa menerbitkan aturan bagi yang tidak menggunakan helm dilarang sepeda motornya masuk ke area sekolah.

Hal ini dimaksudkan untuk menjaga putra-putri kita sebagai generasi penerus bangsa yang diharapkan mereka sejak dini memahami aturan.

“Dan juga karena kita tidak akan pernah tahu kapan kita akan mendapatkan musibah di jalan sehingga langkah baiknya kita berikhtiar,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Pelaku Dugaan Pencabulan Siswa At-Taufiq Bukan Pelatih Pengcab TI Kota Bogor

0

Bogor | Jurnal Bogor

Kasus dugaan pencabulan yang menimpa siswa SDIT At-Taufiq Kota Bogor berinisial FKA, mendapat sorotan dari Pengurus Cabang Taekwondo Indonesia (Pengcab) TI ‘Kota Hujan’. Hal itu menyusul beredarnya berita bahwa pelaku merupakan pelatih taekwondo.

Ketua Pengcab TI Kota Bogor, Hambali mengatakan bahwa unit latihan taekwondo yang berada di SDIT At-Taufiq tidak terdaftar dalam keanggotaan TI Kota Bogor.

“SDIT At-Taufiq memang berada di Kota Bogor. Tetapi pelatih dan unit latihan itu tidak terdaftar sebagai anggota TI di kami,” ujar Hambali dalam keterangannya, Senin (24/10).

Menurut Hambali, pihaknya sudah memberikan imbauan sejak jauh-jauh hari kepada seluruh sekolah yang memiliki unit latihan untuk mendaftarkan diri sebagai anggota TI Kota Bogor.

“Kami sudah mengimbau agar sekolah yang memiliki unit latihan mendaftar sebagai anggota kami. Sebab, dapat lebih mudah terpantau. Dan setidaknya kami mengetahui sifat dan track record pelatih,” ucapnya.

Akibat kejadian tersebut, Hambali meminta agar sekolah atau instansi yang memiliki unit latihan taekwondo dapat berkoordinasi dengan Pengcab TI Kota Bogor.

“Sekarang kami kembali meminta agar sekolah dan intansi yang punya unit latihan untuk berkoordinasi dan mendaftarkan diri sebagai anggota TI Kota Bogor,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa pada Selasa (25/10), pengurus Pengcab TI akan mengunjungi SDIT At-Taufiq untuk berkonsolidasi.

“Kami mendoakan korban diberi kesabaran, dan pelaku dapat segera bertaubat,” pungkasnya.

**ass

SDN Parmun Dua Butuh Ruang Baru

0

Nanggung | Jurnal Bogor 

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Parakan Muncang 02, Desa Parakanmuncang, Nanggung, Kabupaten Bogor membutuhkan penambahan ruang baru untuk aula rapat.

Di samping itu, sebanyak tiga ruang kelas keberadaannya kini sudah tidak layak. Kendati begitu, tiga ruang kelas tersebut sudah masuk dalam rencana pembangunan rehabilitas di tahun 2023.

“Jadi di SDN Parmun dua ini butuh ruang satu tingkat lagi untuk aula rapat. Sementara kondisi yang tiga ruang kelas belajar kondisi sudah memprihatinkan,” kata Kepala Sekolah Parakanmuncang 02 Ondeng Sofwanudin di ruang kerjanya, Senin (24/10/22).

Dia menjelaskan, butuhnya gedung baru untuk aula rapat. Pasalnya setiap ada acara rapat yang menghadirkan ratusan orang harus mengorbankan para siswa belajar diliburkan. Dengan begitu sangat merugikan. 

Saat ini pihaknya, hanya mengandalkan ruang yang ada. Setiap ada pertemuan pihaknya pasti meliburkan anak sekolah.

“Setiap rapat di tingkat kecamatan pasti dipusatkan di SDN Parmun 02 ini. Kita sering mengorbankan kalau ada rapat siswa diliburkan, hal ini kita sangat dirugikan juga,” jelasnya.

Karena, sudah tidak ada lahan lagi, jadi kemungkinan pembangunan hanya bisa untuk ditingkatkan ke lantai tiga.

“Tapi kalau ada gedung sendiri dan terpisah, setiap ada rapat ratusan orang bisa tertampung semua,” kata Ondeng.

Sementara, Ondeng menyebut tiga ruang kelas di sekolahannya kondisi kini sudah  tidak layak yang mana keberadaanya sudah retak-retak sehingga mengganggu kenyamanan proses belajar mengajar.

Dia berharap kepada Dinas Pendidikan untuk mengawal proses pembangunan rehabilitasi di tahun 2023 nanti di SDN Parmun 02 itu.

“Kita berharap ada pengawalan dari Disdik, agar pembangunan yang sudah masuk pada rencana pembangunan dan di Musrenbangdes untuk tahun 2023 tidak teralihkan,” tukasnya.

** Andres

Sidak ke Desa Tanpa Protokoler, Damanhuri: Kapolres Merakyat

0

Gunung Putri | Jurnal Bogor 

Dalam upaya menjaga situasi Kamtibmas di wilayah Kabupaten Bogor, Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin melakukan peninjauan ke Desa Presisi yakni Desa Gunung Putri, Sabtu malam (22/10).

Peninjauannya ke Desa Presisi yang dilakukan bersama jajarannya tersebut, Kapolres Bogor menggelar Siskamling bersama warga desa dengan berkeliling desa.

Kapolres Bogor AKBP Iman Imanuddin mengatakan, kegiatan yang Polres lakukan ini merupakan upaya kepolisian dalam menerima secara langsung informasi dari masyarakat dalam mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Serta langkah kegiatan yang kita lakukan ini merupakan sebagai sarana untuk mendekatkan polisi dan masyarakat dalam upaya menjaga situasi Kamtibmas,” ucapnya.

Ia berharap, dengan kegiatan tersebut dapat menciptakan keamanan lingkungan serta mempererat sinergitas antara Polisi dengan masyarakat.

“Mudah-mudahan kegiatan yang kita lakukan ini dapat dijadikan contoh juga di tempat – tempat lain sehingga sinergitas antara Polri dan masyarakat terus dapat terjalin,” cetusnya.

Terpisah, Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengatakan, sidak dari Kapolres Bogor ke desanya itu dalam rangka meninjau kesiapsiagaan pos ronda yang ada di desa. 

“Agenda utamanya adalah sidak terhadap program pos bersama di Pospol Muhara yang sedang direnovasi dalam rangka persiapan launching Desa Presisi,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, sambungnya, Kapolres berada di room kontrol Poskamdes Gunung Putri melihat kesiapsiagaan kamdes dalam memastikan stabilisasi keamanan serta melihat CCTV.

Selanjutnya melakukan peninjauan Pospol Muhara yang akan dijadikan pospol terpadu dari Polsek Gunung Putri. Selanjutnya akan diisi oleh tim relawan Destana untuk mengantisipasi segala Kamtibmas di 12 desa binaan Indocement.

“Saya atas nama Desa Gunung Putri sangat pengapresiasi sidak dari Kapolres Bogor, jarang kita memiliki pemimpin yang merakyat dan turun langsung ke lapangan melihat situasi di masyarakat,” cetusnya.

Menurutnya, selama 3 tahun ia menjabat baru kali ini menemukan Kapolres yang mau turun ke masyarakat tanpa protokoler. Bukan hanya stand by di kantor tapi terus masuk ke wilayah yang paling bawah. 

“Saya sangat merasakan itu, punya pimpinan yang juga bisa menjadi orang tua dan panutan masyarakat paling bawah di Kabupaten Bogor,” pungkasnya.

** Nay Nur’ain

Ketahanan Pangan Desa Ciderum Fokus Peternakan dan Budidaya Ikan Lele

0

Caringin | Jurnal Bogor
Pemerintah Desa (Pemdes) Ciderum, Caringin, Kabupaten Bogor, melakukan launching atau pembukaan pelaksanaan program ketahanan pangan dan hewani yang bersumber biaya dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2022, di kelompok tani budidaya lele di Kampung Batukembar, Senin (24/10).

Kepala Desa (Kades) Ciderum, Asep Hudri mengatakan, program ketahanan pangan dan hewani di Desa Ciderum yang tahun ini diluncurkan pemerintah pusat, total anggarannya kurang lebih mencapai Rp290 juta. Anggaran sebesar itu diambil atau dialokasikan dari DD sebesar 20 persen.

Asep Hudri yang akrab disapa Akep menjelaskan, untuk merealisasikan program tersebut, Pemdes Ciderum langsung membentuk para kelompok tani. Dari hasil musyawarah bersama semua unsur di pemerintahan desa, sebanyak empat kelompok tani yang dibentuk dan diberikan bantuan.

“Dari empat kelompok tani itu, semuanya lebih kepada ternak atau hewani, yakni dua kelompok ternak kambing dan juga budidaya ikan lele,” ungkapnya kepada wartawan.

Adapun lokasi para kelompok tani itu, lanjutnya, dua kelompok tani berada di Kampung Dukuh persisnya di wilayah RW 06. Sedangkan dua kelompok lagi lokasinya berada di Kampung Batukembar di wilayah RW 03 dan RW 07.

Akep menjelaskan, dialokasikannya program ketahanan pangan dan hewani hanya untuk kelompok tani ternak maupun budidaya ikan lele, karena lebih kepada kondisi wilayah. Dimana, di wilayah RW 06 banyak warga yang minta dan mengajukan untuk mengembangkan ternak kambing.

“Berbeda dengan warga Batukembar, banyak sumber air membuat warga lebih memilih untuk budidaya ikan lele,” paparnya.
Akep berharap, melalui program ketahanan pangan dan hewani ini, bisa membantu warga mendapatkan penghasilan. Sehingga, perekonomian warga menjadi lebih meningkat.

“Saya juga minta kepada para kelompok tani yang mendapatkan bantuan program ini, bisa mengembangkan peternakan maupun budidaya ikan lele nya. Kalau sudah berkembang, nanti bisa diberikan kepada warga yang juga ingin menjadi kelompok tani,” imbuhnya.

Sementara, Ujang Sobirin, kelompok tani di Kampung Dukuh RW 06 yang mendapatkan bantuan ternak kambing mengungkapkan, bantuan kambing ini tentunya sangat berarti untuknya.

Untuk itu, Sobirin berjanji akan merawat serta mengembangkan ternak kambing yang merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui program ketahanan pangan dan hewani.

“Saya ucapkan terimakasih juga kepada pemerintah desa yang sudah memberikan bantuan kambing ini. Semoga saja saya bisa menjaga dan merawat kambing ini agar menjadi lebih berkembang lagi,” tukasnya.

Hadir dalam pembukaan atau launching program ketahanan pangan dan hewani yang dipusatkan di kelompok tani budidaya ikan lele di Kampung Batukembar, perwakilan dari Pemcam Caringin serta para pendamping desa dan didampingi Babinsa maupun Babinmas Ciderum.

** Dede Suhendar  

BPJS Jemput Bola ke Desa Singajaya 

0

Jonggol | Jurnal Bogor 

Warga Desa Singajaya, Jonggol, Kabupaten Bogor antusias mendaftar diri menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk mengikuti program jaminan kesehatan. Tampak ratusan warga mengantre untuk  mendaftar menjadi anggota BPJS.

” Antusiasnya warga Desa yang ingin mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan cukup tinggi, oleh karena itu kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dengan melakukan pengaturan antrean dalam dua sesi pelayanan,” jelas Kades Singajaya H.Lily kepada Jurnal Bogor, Senin (24/10).

Selain itu, Pemdes juga memasang tenda di halaman di kantor desa untuk dijadikan sebagai tempat ruang tunggu cadangan karena ruang serbaguna  yang tersedia tidak mampu menampung lonjakan pendaftar serta siap memberikan informasi dan melayani permintaan formulir.

“Bagi masyarakat yang berkas pendaftarannya dinyatakan lengkap dan bisa diproses dalam sistem, diberikan slip setoran pembayaran iuran pertama ke Bank BNI atau Mandiri yang besarnya sesuai dengan kelas perawatan yang dipilih,” katanya.

Dia pun mengimbau kepada warga agar jangan mengurus BPJS saat sudah masuk rumah sakit, tapi persiapkan diri kita selagi sehat untuk menjadi anggota BPJS.

Sementara salah seorang petugas BPJS Kesehatan dari Kabupaten Bogor mengatakan, dalam dua bulan terakhir jumlah masyarakat yang akan mendaftar mengikuti program JKN terus meningkat.

Menurutnya, masyarakat yang telah membawa persyaratan yang ditentukan seperti salinan kartu keluarga, kartu tanda penduduk, akta kelahiran, dan surat nikah dapat langsung menyerahkannya kepada petugas loket pelayanan.

“Untuk menjadi peserta BPJS Kesehatan masyarakat diberikan tiga pilihan kelas pelayanan rawat inap atau disesuaikan dengan kemampuan masyarakat membayar iuran wajib yakni kelas satu,” jelasnya.

Eulis (35) salah seorang warga Singajaya yang turut mengantre untuk mendaftar menjadi peserta BPJS mengatakan, dia bersama keluarganya berupaya mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan guna memanfaatkan program BPJS.

“Sudah lama sekali saya berminat memanfaatkan jaminan pelayanan kesehatan dari BPJS, cuma saya pikir hanya untuk yang bekerja di perusahaan saja yang bisa jadi peserta BPJS, soalnya saya cuma ibu rumah tangga dan suami cuma buruh serabutan, jadi gak punya jaminaan kesehatan dari perusahaan. Namun ternyata BPJS Kesehatan ini bisa juga untuk keluarga mandiri, dan saya sangat bersyukur bisa menjadi peserta mandiri,” ungkapnya.

** Ramses/Nay